You are on page 1of 4

METODE METODE GEOFISIKA

B. Metode Magnetik
Metode dilakukan dengan berdasarkan pada hasil pengukuran anomaly
geomagnet yang diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas
magnetik tubuh cebakan dari daerah di sekelilingnya. Metode ini sensitive terhadap
perubahan vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan
dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan
metode ini juga sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral
ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati
temperatur Curie oleh karena itu digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai
mempunyai potensi Geothermal.

Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding dilakukan
tidak serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk
memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber
anomaly magnetic yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat
geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi seperti potongan proton magmetometer
dan lainnya.
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi kecil intensitas medan
magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi batuan
termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Dari hasil pengukuran magnet diperoleh
tiga macam hasil bacaan, yaitu :
1) Medan magnet utama yang bersumber dari dalam bumi dan berubah terhadap
waktu
2) Medan luar yang bersumber dari luar bumi dan merupakan hasil ionisasi di
atmosfer yang ditimbulkan oleh sinar ultraviolet dari matahari
3) Medan anomali yang sebagian besar bersumber dari batuan yang mengandung
material magnetik didalamnya.
Penggunaan utama pada metode magnetik ini banyak difokuskan pada survei
awal dalam peninjauan ekplorasi minyak bumi, panas bumi, mineral, penelitian
geologi regional, dan penelitian-penelitian geologi ekplorasi dalam lainnya.
Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan
magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda
termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi intensitas medan magnetik yang
terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah
permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang
mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar belakang fisika dengan metode
gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehngga
keduanya sering disebut sebagai metoda potensial.
Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor
magnetisasi, sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan
gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks.
Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih
besar. Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan
udara. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak
bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian
prospeksi benda-benda arkeologi.

C. Metode Seismik
Metode ini merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk
eskplorasi sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan
bantuan gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan
metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk
melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat
kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari
penampang seismiknya.
Gelombang seismik adalah gelombang elastik yang merambat dalam bumi
dimana bumi sebagai medium gelombang terdiri dari beberapa lapisan batuan yang
antar satu lapisan dengan lapisan lainnya mempunyai sifat fisis yang berbeda
sehingga ketidak-kontinuan sifat medium ini menyebabkan gelombang seismik yang
merambatkan sebagian energinya dan akan dipantulkan serta sebagian energi lainnya
akan diteruskan ke medium di bawahnya (Telford dkk, 1976).
Dalam metoda seismik, pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber
seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi gerakan
gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum
elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat
munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian pada jarak tertentu, gerakan partikel
tersebut direkam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat
‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah (batuan). Metode seismik
didasarkan pada gelombang yang menjalar baik refleksi maupun refraksi. Ada
beberapa anggapan mengenai medium dan gelombang dinyatakan sebagai berikut :
a. Anggapan yang digunakan untuk medium di bawah pemukaan bumi :
Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan
gelombang seismik dengan kecepatan berbeda.Makin bertambahnya kedalaman
batuan lapisan bumi makin kompak.
b. Anggapan yang dipakai untuk medium penjalaran gelombang seismic adalah :
Panjang gelombang seismik << Kecepatan gelombang bertambah dengan
bertambahnya kedalaman. Metode seismik sering digunakan dalam eksplorasi
hidrokarbon, batubara, pencarian airtanah (ground water),kedalaman serta
karakterisasi permukaan batuan dasar (characterization bedrock surface), pemetaan
patahan dan stratigrafi lainnya dbawah permukaan dan aplikasi geoteknik.
Di dalam eksplorasi seismik dikenal 2 macam metode, yaitu:
a. Metode seismik bias (refraksi)
Seismik refraksi dihitung berdasarkan waktu jalar gelombang pada
tanah/batuan dari posisi sumber ke penerima pada berbagai jarak tertentu. Pada
metode ini, gelombang yang terjadi setelah gangguan pertama (first break)
diabaikan,sehingga sebenarnya hanya data first break saja yang dibutuhkan.
Parameter jarak (offset) dan waktu jalar dihubungkan oleh cepat rambat gelombang
dalam medium. Kecepatan tersebut dikontrol oleh sekelompok konstanta fisis yang
ada di dalam material dan dikenal sebagaiparameter elastisitas batuan.
b. Metode seismik pantul (refleksi)
Seismik refleksi, analisis dikonsentrasikan pada energi yang diterima setelah
getaran awal diterapkan. Secara umum, sinyal yang dicari adalah gelombang-
gelombang yang terpantulkan dari semua interface antar lapisan di bawah
permukaan. Analisis yang dipergunakan dapat disamakan dengan ‘echo sounding’
pada teknologi bawah air, kapal, dan sistem radar. Informasi tentang medium juga
dapat diekstrak dari bentuk dan amplitudo gelombang refleksi yang direkam.Struktur
bawah permukaan dapat cukup kompleks, tetapi analisis yang dilakukan masih sama
dengan seismik refraksi, yaitu analisis berdasar kontras parameter elastisitas medium

D. Metode Geolistrik
Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat
aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi.
Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang
terjadi baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Ada beberapa
macam metoda geolistrik, antara lain : metode potensial diri, arus telluric,
magnetoteluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas (tahanan
jenis) dan lain-lain.

Dalam bahasan ini dibahas khusus metode geolistrik tahanan jenis. Pada
metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui
dua elektroda arus. Kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua
elektroda potensial.
Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya
dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 feet atau
1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi minyak
tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan
kedalaman batuan dasar, pencarian reservoar air, juga digunakan dalam eksplorasi
geothermal. Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus, dikenal
beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis, antara lain :
a. Metode Schumberger
b. Metode Wenner
c. Metode Dipole – dipole