You are on page 1of 10

ARTIKEL ILMIAH

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA DIRIKU DENGAN


MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA
KELAS I SDN No 134/VI DESA BARU TP I KECAMATAN
TIANG PUMPUNG KABUPATEN MERANGIN JAMBI

Oleh :

ROSNA DEWI
GJA 12 D 113031

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS JAMBI
JANUARI 2015

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 1


MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEMA DIRIKU DENGAN
MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA
KELAS I SDN No 134/VI DESA BARU TP I KECAMATAN
TIANG PUMPUNG KABUPATEN MERANGIN JAMBI

Rosna Dewi
Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas Jambi

ABSTRAK

Dari pengamatan guru selama proses pembelajaran berlangsung selama ini


tampak hanya sekitar 50% siswa kelas I yang mendapat nilai kurang dari 5,5.
Hasil belajar tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan dengan kriteria
ketuntasan belajar yaitu 60. Rendahnya hasil belajar tersebut diduga akibat
motivasi, minat dan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran sangat rendah
sehingga terlihat banyak siswa kurang siap dalam menerima materi pelajaran
setiap pertemuan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan pembelajaran
kontekstual dapat meningkatkan minat belajar dan aktivitas bagi siswa Kelas I
SDN No 134/VI Desa Baru TP I Kecamatan Tiang Pumpung
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Data dalam penelitian
ini berupa data tes dan non tes. Dimana data tes adalah hasil tes pemahaman
individual siswa melalui tes tertulis berupa soal. Sedangkan data non tes adalah
data yang dikumpulkan melalui observasi dikelas selama proses pembelajaran
berlangsung.
Pada akhir siklus I, nilai rata - rata siswa adalah 7,08 dan akhir siklus II
terjadi peningkatan menjadi 8,89Setelah dilakukan pengamatan ditiap siklusnya
didapat pada siklus I, bahwa persentase aktivitas dalam kriteria aktif dalam
pertemuan pertama 78 %, kemudian pada siklus I pertemuan kedua meningkat
menjadi 86 % dan pada siklus II pertemuan pertama menjadi 92 %, dan pada
siklus II pertemuan kedua meningkat sebesar 100%.
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas ini peneliti menyarankan bahwa
penerapan pembelajaran kontekstual dalam pembelajaran dapat diaplikasikan
untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

Kata Kunci : Hasil Belajar, Kontekstual

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 2


I. PENDAHULUAN

Kenyataan yang ada pada saat ini bahwa dalam komunikasi sering terjadi
penyimpangan sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak efektif dan efisien.
Keadaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal diantaranya : ada kecenderungan
verbalisme, ketidaksiapan peserta didik, kurang minat peserta didik, kurangnya
sarana dan prasarana pembelajaran.
Selain itu proses belajar mengajar tidak efektif dikarenakan, sebagian guru
belum sepenuhnya menerapkan model-model pembelajaran misalnya model
pembelajaran kontektual dalam proses pembelajaran, kegiatan belajar mengajar
yang dilakukan kurang menarik, berlangsung monoton dan membosankan, serta
interaksi yang terjadi hanya satu arah karena guru yang dominan aktif, sementara
siswanya pasif dan sebagian siswa kelas I SDN No 134/VI Desa Baru TP I
Kecamatan Tiang Pumpung memiliki nilai matematika dibawah KKM yang
ditetapkan.
Dari pengamatan guru selama proses pembelajaran berlangsung selama ini
tampak hanya sekitar 50% siswa kelas I yang mendapat nilai kurang dari 5,5.
Untuk lebih jelas nilai rata-rata siswa tersebut dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut.
Untuk mengatasi masalah diatas perlu dilakukan suatu penelitian guna
menganalisa masalah dan mencari solusi , salah satunya adalah menggunakan
pembelajaran kontekstual gambar untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar
supaya dalam proses belajar mengajar tercipta suasana yang kondusif. Apabila
suasana yang kondusif telah tercapai maka hasil belajar siswa akan meningkat.
Tidak hanya hasil belajarnya saja yang meningkat tetapi juga kemampuan siswa
dalam menguasai materi akan meningkat.
Dengan menerapkan pembelajaran kontekstual pada tema diriku di kelas I
SDN No 134/VI Desa Baru TP I Kecamatan Tiang Pumpung diharapkan mampu
meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga diperoleh hasil yang maksimal.
Berdasarkan uraian diatas maka, penulis mengadakan penelitian dengan judul
“Meningkatkan Hasil Belajar Tema Diriku Dengan Model Pembelajaran
Kontekstual Pada Siswa Kelas I SDN No 134/VI Desa Baru TP I Kecamatan
Tiang Pumpung”.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema


untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan
pengalaman bermakna kepada siswa.
CTL (menurut Hadi 2001:21) adalah konsep belajar yang mendorong guru
untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa.
Menurut Jonhson CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan
untuk menolong para siswa melihat siswa melihat makna didalam materi
akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subyek-subyek
akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka.
Jadi pengertian CTL dari pendapat para tokoh-tokoh diatas dapat kita
simpulkan bahwa CTL adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan
antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 3


siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan
dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah-langkah pembelajaran CTL antara lain :
1. Mengembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan
cara bekerja sendiri,menemukan sendiri ,dan mengkonstruksi sendiri
pengetahuan dan ketrampilan barunya.
2. Melaksanakan sejauh mungkin kegiatan inquiri untuk semua topic
3. Mengembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
4. Menciptakan masyarakat belajar
5. Menghadirkan model sebagia contoh belajar
6. Melakukan refleksi diakhir pertemuan.
7. Melakukan penialain yang sebenarnya dengan berbagai cara.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ), terdiri dari 3
siklus Dalam penelitian ini melibatkan siswa kelas SDN No 134/VI Desa Baru TP
I Kecamatan Tiang Pumpung dengan jumlah siswa 37 orang. Dengan rincian 19
orang siswa laki-laki dan 18 orang siswa perempuan.
Adapun tahapan penelitian untuk memperoleh gambaran yang sesuai dengan
PTK adalah sebagai berikut :
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan
langkah-langkah sebagai berikut.
Perencanaan
1. Merencanakan pembelajaran yang akan ditetapkan dalam proses belajar
mengajar.
2. Menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar
3. Memilih bahan pelajaran yang sesuai.
4. Menentukan skenario pembelajaran dengan pendekatan konstektual dan
pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran kontekstual.
5. Mempersiapkan sumber, bahan dan alat bantu yang dibutuhkan
6. Menyusun lembar kerja siswa
7. Mengembangkan format evaluasi
8. Mengembangkan format observasi pembelajaran
Pelaksanaan Tindakan
Pada pelaksanaan tindakan guru mengajarkan teknik pembelajaran klasik
dengan dipadukan dengan pembelajaran kontekstual berupa pengamatan
terhadap sikap peserta didik, dengan urutan pelaksanaan tindakan sebagai
berikut:
1. Menerapkan tindakan yang mengacu pada skenario pembelajaran
2. Siswa membaca materi yang terdapat dalam buku sumber
3. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang terdapat pada
buku sumber dengan peragaan merdia berupa media gambar
4. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang materi yang telah dipelajari
5. Siswa memahami gambar yang diberikan oleh guru masing masing 1 meja
satu gambar untuk dua orang siswa
6. Siswa mengamati dan mempelajari dengan cara berdiskusi dengan teman
sebangku.

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 4


7. Siswa menanyakan tentang materi pembelajaran kepada guru tentang
materi yang belum dipahami, disamping itu siswa yang lain dapat
menanggapi pertanyaan teman yang bertanya.
8. Sebelum melaksanakan tes evaluasi guru kembali menjelaskan materi dan
memancing sejauh mana pengetahuan siswa dengan memberikan
pertanyaan kepada siswa secara acak.
9. Selanjutnya guru memberika soal berupa tes kemampuan individu
Observasi dan Evaluasi
1. Observasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui tingkat keaktifan
siswa selama proses pembelajaran, diharapkan semakin tinggi tingkat
keaktifan siswa maka akan semakin tinggi pula hasil yang dicapai, pada
pengamatan observasi terhadap siswa dilakukan dengan mengguanakan
lembar observasi yang diamati oleh guru dan teman sejawat (Observer),
kemudian untuk Menilai hasil pelaksanaan pembelajaran dan hasil
evaluasi siswa dengan menggunakan format lembar kerja siswa.
2. Evaluasi terhadap siswa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
keefektifan penerapan model kontekstual dengan melihat beberapa
komponen dalam pencapaian pembelajaran kontektual yaitu
a. Komponen konstruktivisme
Kegiatan yang dilakukan pada komponen ini adalah Siswa memberi
komentar atau tanggapan terhadap alat peraga yang diberikan berdasar
pada pertanyaan yang diberikan pada guru atau siswa lainnya.dan guru
mengarahkan siswa dalam menemukan konsep volum kubus.
b. Komponen bertanya
Kegiatan yang dilakukan pada komponen bertanya adalah guru
membimbing siswa untuk mengemukakan pertanyaan terhadap materi
yang dipelajari.
c. Komponen menemukan
Kegiatan yang dilakukan pada komponen menemukan adalah guru
membimbing siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai
melalui observasi dan memanipulasi alat peraga dengan mengaitkan
antara masalah dengan konteks keseharian siswa sehingga dari
mengamati siswa dapat memahami masalah tersebut
d. Komponen masyarakat belajar
Kegiatan yang dilakukan pada komponen masyarakat belajar adalah
guru membimbing siswa dalam kelompok-kelompok belajar dalam
mengatasi masalah
e. Komponen pemodelan
Kegiatan yang dilakukan pada komponen pemodelan adalah guru
membagikan alat peraga yang sesuai dengan materi yang diajarkan.
f. Komponen refleksi
Melakukan refleksi terhadap proses pemecahan masalah yang
dilakukan berupa membahas hasil pekerjaan siswa serta
menyimpulkan isi materi yang telah diajarkan.
g. Komponen penilaian yang sebenarnya
Kegiatan yang dilakukan pada komponen penilaian yang sebenarnya
adalah dengan mengukur dan mengevaluasi penyelidikan siswa dan
proses-proses yang mereka gunakan.

Refleksi

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 5


1. Melakukan evaluasi tindakan yang telah dilakukan meliputi evaluasi hasil
belajar, jumlah dan waktu dari setiap macam tindakan.
2. Melakukan pertemuan untuk membahas hasil evaluasi tentang skenario
pembelajaran dan lembar kerja siswa
3. Memperbaiki pelaksanaan tindakan sesuai hasil evaluasi, untuk digunakan
pada siklus berikutnya.

Alat Pengumpulan Data


Sumber dan Jenis Data
Sumber data adalah personil penelitian yang terdiri dari siswa dan guru.
Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif yang diperoleh dari tes
hasil belajar dan data kualitatif yang diperoleh melalui lembar observasi,
angket dan dokumentasi. data yang digunakan sebagai acuan dalam
melakukan tindakan selanjutnya diambil dari hasil pengamatan sesuai
dengan kriteria pengamatan dalam lembar observasi
Teknik Pengumpulan Data
1. Menggunakan lembar observasi
2. Menggunakan tes hasil belajar.
Analisis Data
Tahapan analisis data yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mereduksi data atau menulis kembali data yang ada dengan menambah
atau mengurangi catatan yang ada tanpa mengubah maksud dan inti
catatan yang diperoleh. Data tersebut disingkat dan disusun secara
sistematis.
2. Menyimpulkan, verifikasi dan refleksi. Data yang sudah direduksi
selanjutnya diverifikasi atau dilakukan pengujian terhadap temuan
penelitian sehingga diperoleh kesimpulan akhir. Hasil kesimpulan akhir
dilakukan refleksi untuk menyusun rencana tindakan selanjutnya.
Untuk menghitung persentase keaktifan siswa dalam pembelajaran
digunakan rumus :

Data hasil penelitian ini akan ditabulasi dan dikelompokkan secara


administrasi dalam bentuk-bentuk tabel untuk memberikan makna dari data
yang diperoleh, untuk menentukan rata-rata hasil belajar dan tingkat
ketuntasan belajar dengan menggunakan teknik median modus yaitu:

= jumlah rata-rata
jumlah data
rata-rata (KTSP:2006)

IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Siklus tindakan pertama diadakan hari senin, tanggal 29 September 2014,


pada pukul 08.05 – 09.15 atau 2x 35 menit (1x pertemuan). Materi yang diajarkan
adalah “ Mengenal angka”.

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 6


I. Siklus I
Tabel 4.1. Hasil Observasi Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran Siklus I
Siklus I Pertemuan Pertama
No Pertemuan Jumlah Siswa Persentase
(%)
1. Memperhatikan penjelasan guru 28 75 %
2. Mengerjakan tugas secara individu 37 100 %
3. Berdiskusi dalam kelompok 34 91 %
4. Bertanya dan menjawab pertanyaan 12 32 %
5. Memperhatikan siswa presentasi 24 64 %
Jumlah 362
Rata-Rata 72%

Hasil Penelitian Siklus I


Tabel 4.2 Hasil tes formatif pada siklus I pertemuan pertama
Siklus I Pertemuan Pertama
No Nilai
Jumlah Siswa Persentase (%)
1. 2.00 – 5,00 8 21 %
2. 5,50 – 6,00 2 5%
3. 6,50 – 7,00 12 32 %
4. 7,50 – 10,00 15 40 %
Rata - rata 7,08

Melihat hasil tes formatif pada siklus I pertemuan pertama ini masih
sangat memprihatinkan yang mana nilai dibawah KKM masih 26 %. Hal ini
menun jukkan keberhasilan yang belum memuaskan, dikarenakan belum
maksimalnya menggunakan pembelajaran kontekstual gambar untuk materi “
Mengenal Bilangan” dan masih banyak menggunakan metode ceramah.

Hasil Penelitian Siklus II


Siklus II dibagi menjadi dua kali pertemuan yaitu pertemuan pertama
dilaksanakan pada hari Senin tanggal 6 Oktober 2014 dan pertemuan kedua
merupakan tes evaluasi lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang dilaksanakan
pada hari Rabu tanggal 15 Oktober 2014. Dengan alokasi waktu masing-masing
pertemuan selama 2x 35 menit atau 1x pertemuan.

Tabel .4.3 Hasil tes formatif pada siklus II


Siklus II
No Nilai
Jumlah Siswa Persentase (%)
1. 2.00 – 5.00 3 8%
2. 5.50 – 6.00 1 3%
3. 6.50 – 7.00 2 5%
4. 7,50 – 10,00 31 84 %
Rata - rata 8,56

Melihat tes formatif pada siklus II pertemuan pertama ini masih perlu
perbaikan yang di tekankan pada materi “ Mengenal Bilangan yaitu ketepatan
siswa ketika memilih angka dengan media gambar yang sesuai jumlah dengan
angka yang disebutkan .

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 7


4.1.1 Observasi dan Evaluasi
Tabel 4.4. Hasil Observasi Aktivitas awal Siswa dalam Pembelajaran Siklus II
Siklus II Pertemuan Pertama
No Pertemuan Jumlah Siswa Persentase
(%)
1. Memperhatikan penjelasan guru 34 91 %
2. Mengerjakan tugas secara individu 37 100 %
3. Berdiskusi dalam kelompok 33 89 %
4. Bertanya dan menjawab pertanyaan 30 81%
5. Memeprhatikan siswa presentasi 30 81 %
Jumlah 442
Rata-Rata 88%

Tabel 4.5. Daftar Nilai Hasil Belajar Siswa


Siklus I dan II dalam Pertemuan
No Nama
1 2 3 4
1. Aji Darmasakti 7 9 9 8
2. Andra Aditia 7 8 9 8
3. Anggi Yuliana 8 10 10 10
4. Anissa Yulianti 9 10 10 10
5. Bagas Dwi Kristian 6 6 6 7
6. Dicky Setiawan 7 9 8 9
7. Helmawati 8 10 8 9
8. M. Anjaya 8 8 9 10
9. M. Nuryadi 9 10 9 10
10. M. Fadel Akbar 7 10 10 10
11. M. Tiven Febriansyah 7 6 8 9
12. Nadia Dwi Hafisah 9 9 10 10
13. Recky Fessani 8 10 10 9
14. Reza Novita sari 5 7 9 8
15. Riska rahmadona 9 10 10 10
16. Soliyatari 7 10 9 10
17. M. Ridho Kurniawan 8 10 10 10
18. Dwi Adelia Putri 7 10 7 7
19. Hani Nurul fadiya 5 8 9 9
20. Joko setiawan 4 5 5 6
21. Leni Sulistia 9 10 10 10
22. M. Alhafiz 7 7 5 6
23. Retno Amelia Sari 4 5 9 8
24. Tubagus Ikbal Mualana 7 8 10 9
25. Yogi Saputra 8 7 8 9
26. Sukri wasobri 7 7 9 10
27. Wahyu Pandu Wijaya 5 5 5 7
28. Nikel Egia Andalan 5 7 8 8
29. Radino Musbaqi 7 9 10 10
30. Renata safrilia 9 10 10 10
31. Sundari Handayani 9 10 10 10
32. Ayu Astari 6 10 8 10
33. Rizki Adi saputra 8 6 8 7

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 8


34. Aad Aditya saputra 5 8 8 8
35. Ratih Permata 4 5 7 8
36. Prizka maharani 7 8 8 10
37. Try Dea Wulandari 10 10 9 10
Jumlah 262 307 317 329
Rata-Rata 7,08 8,29 8,56 8,89

Pembahasan
Berdasarkan perbandingan antara hasil tes formatif yang telah
dilaksanakan pada siklus I pertemuan pertama dan kedua serta siklus II pertemuan
pertama dan kedua tampak dari hasil tes tersebut dengan menggunakan
pembelajaran kontekstual gambar dalam pembelajaran: “ Memahami mengenal
bilangan”. Pada standar kompetensi mengenal bilangan bersama teman
mengalami kenaikan yang cukup baik. Data yang disajikan pada tabel diatas
menunjukkan bahwa dari 37 siswa kelas 1 nilainya mengalami kenaikan dari rata-
rata 7,08 mennjadi 8,29 (mengalami kenaikan 1,21), kemudiandari siklus I
pertemuan kedua ke siklus II pertemuan pertama mengalami kenaikan lagi yaitu
dari 8,29 menjadi 8,56 (mengalami kenaikan 0,27) . selanjutnya nilai rata-rata dari
siklus II pertemuan kedua mengalami kenaikan lagi dari 8,56 menjadi 8,89 (
mengalami kenaikan 0,33).
Dari hasil tes formatif siklus I pertemuan pertama sampai dengan tes
formatif siklus II pertemuan kedua, penerapan pembelajaran dengan
menggunakan pembelajaran kontekstual gambar dapat meningkatkan
keterampilan dan keaktifan siswa. Besar rata-rata tentang peningkatan hasil
belajar siswa dalam pembelajaran tematik dengan menggunakan pembelajaran
kontekstual
Untuk persentase aktivitas siswa dalam kriteria kurang aktif pada siklus I
pertemuan pertama sebanyak 22%, pada siklus I pertemuan kedua berkurang
menjadi 14%, pada siklus II pertemuan pertama menjadi 8% dan pada siklus II
pertemuan kedua menjadi 0%. Hasil observasi tentang aktivitas siswa dalam
mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran
kontekstual gambar tersebut dapat mengidentifikasikan bahwa dampak atau imbas
dari hasil pembelajaran tersebut terhadap peningkatan aktivitas siswa berhasil.
Besarnya persentase tentang peningkatan aktivitas siswa dalam pembelajaran
matematika dengan menggunakan pembelajaran kontekstual gambar dapat dilihat
pada grafik berikut ini.

Gambar 4.1 Aktivitas Siswa dalam pembelajaran


Berdasarkan analisis data dan lembar observasi dapat diketahui bahwa dalam
pembelajaran matematika dengan menggunakan pembelajaran kontekstual

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 9


gambar, aktivitas belajar siswa meningkat, dan peningkatan prestasi belajar siswa
dikarenakan guru telah melaksanakan pembelajaran yang aktif, krestif, inovatif,
efektif dan menyenangkan

V. KESIMPULAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan, dengan menerapkan model
pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan dan memaksimalkan hasil belajar
tema diriku pada siswa kelas I SDN No 134/VI Desa Baru TP I Kecamatan Tiang
Pumpung Meningkatkan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran matematika.
Pada akhir pembelajaran ketuntasan belajar siswa mencapai 100%, dengan
keaktifan mencapai 100%.
5.2 Saran
Dalam rangka memperbaiki pelaksanaan tindakan selanjutnya, dan
peningkatan untuk pembelajaran matematika di sekolah dasar, maka penulis
mengajukan beberapa saran sebagai berikut :
1. Dengan menggunakan pembelajaran kontekstual gambar merupakan salah satu
alternatif yang layak untuk dikembangkan dalam rangka mengatasi masalah
rendahnya mutu proses dan hasil pembelajaran
2. Dalam mempersiapkan untuk pelaksanaan penelitian, persiapan guru harus
lebih maksimal mulai dari rencana pelaksanaan pembelajaran sampai pada alat-
pembelajaran kontekstual yang akan dipakai, agar dalam melakukan penelitia
tidak mengalami hambatan.

VI. DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahman, Mulyono. 2001. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar.
Rineka Cipta: Jakarta.
Bimo, Walgito. 2004. Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Andi
Publisher
Depdiknas, 2008. Pengembangan pembelajaran kontekstual. WordPress.com.
Depdiknas. 2005. Model Pembelajaran Tematik Kelas Awal Sekolah Dasar.
Jakarta: Puskur Balitbang.
Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar Dan Menengah, Departemen
Pendidikan Nasional , 2006, Pengembangan Model Pembelajaran Yang
Efektif, Departemen Pendidikan Nasional.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara
Hambali, Julius dkk. 1996. Pintar Matematika. Jakarta : Dunia Pustaka jaya
Handayani,Dewi.2003.Pengertian Hasil Belajar. http://id.shvoong.com/social-
sciences/education/2046047-pengertian-definisi-hasil-belajar-dari/
(27/01/11)
Hakim Thursan, 2004. Belajar Secara Efektif, Puspaswara, Jakarta.
Jabrohim.2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakara: Hanindita GrahaWidya
Jessica. 2009. Pengertian Hasil Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
http://techonly13.wordpress.com/2009/07/04/pengertian hasil belajar dan
faktor-faktor yang mempengaruhinya / (27/01/11)
Krisna.2009. Pengertian dan Ciri-Ciri Belajar. http:// krisna1. blog.uns. ac .id
/2009 /10/19/pengertian-dan-ciri-ciri pembelajaran/ (27/01/11)
Lintang.2005.Pengertian Belajar. http://www.scribd.com/ doc/6439508/
Pengertian-Belajar-Lintang (27/01/11)

ROSNA DEWI: GJA 12 D 113031 PGSD FKIP UNJA Page 10