You are on page 1of 2

Nama : Galuh Fiona Meliana

NIM : 18040704053
Kelas : 2018

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung di dalam


pancasila dihasilkan dari proses pemikiran yang panjang oleh para pemimpin bangsa. Nilai-nilai
yang terkandung di dalamnya tentu merupakan cerminan bangsa Indonesia dan tidak luput dari
ciri khas yang dimilikI oleh bangsa Indonesia. Oleh karena itu, setiap masyarakat Indonesia
harus memahami isi dari pancasila, serta berprilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung di
dalam Pancasila itu.
Dalam pandangan dunia, indonesia dikenal sebagai negara yang sopan, ramah, serta
memiliki moral yang baik. Indonesia dapat membentuk moral yang baik tentunya tidak terlepas
dari peranan pancasila, terutama pancasila sebagai sistem etika. Pancasila sebagai sistem etika
dimaknai sebagai dasar untuk berprilaku bagi masyarakat Indonesia. Dengan berpedoman
kepada nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila, masyarakat Indonesia diharapkan dapat
berprilaku sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam pancasila tersebut. Selain menjadi pedoman
dalam masyarakat untuk berprilaku, pancasila juga menjadi landasan dalam etika politik yang
ada di Indonesia.
Nilai-nilai yang terkandung di dalam pancasila yaitu nilai ketuhan, kemanusiaan,
persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai ketuhanan merupakan nilai yang bersifat mutlak dan
menghasilkan nilai-nilai yang selanjutnya. Nilai kemanusiaan yang terkandung dalam pancasila
memegang prinsip keadilan dan keadaban, keadilan yaitu keseimbangan antar manusia
sedangkan keadaban berarti manusia sebagai makhluk yang lebih unggul dibandingkan hewan
dan tumbuhan. Nilai kesatuan mengandung makna segala tindakan yang dapat memperkuat
persatuan dan kesatuan. Nilai kerakyatan dalam pancasila mengandung nilai lainnya yaitu hikmat
dan kebijaksanaan. Hal tersebut memiliki arti setiap keputusan yang akan diambil harus
menggunakan hikmat dan kebijkasanaan. Nilai keadilan pada sila yang kelima memiliki arti adil
dalam konteks sosial yaitu dalam masyarakat.
Pada tahun 2019 mendatang akan diadakan pilkada dan pilpres serentak di Indonesia.
Adanya pesta demokrasi pemilu tentunya akan menjadi ajang persaingan bagi para politikus
yang akan mencalonkan diri. Para calon politikus akan menggunakan segala cara untuk
mendapatkan suara dari rakyat. Hal yang sering ditemui ketika menjalankan pemilu yaitu adanya
calon kepala daerah ataupun calon presiden yang membagi-bagikan uang untuk mendapat suara
dari rakyat.
Kesadaran masyarakat untuk memilih pemimpinnya yang dapat dipercaya dan memiliki
kualitas yang baik untuk memimpin suatu daerah ataupun negara dikalahkan dengan uang yang
dibagikan oleh calon pemimpin tersebut. Masyarakat cenderung memilih pemimpin yang
memberi mereka uang. Politik uang (money politic) dalam pemilu tentunya dilarang oleh pihak
Badan Pengawas Pemilu.
Adanya politik uang dapat dipidanakan sesuai dengan KUHP Pasal 149 Ayat 1 dan 2
yang berbunyi “Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum,
dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak
pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara
paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling besar empat ribu lima ratus rupiah” dan
“Pidana yang sama diterapkan kepada pemilih, yang dengan menerima pemberian atau janji, mau
disuap.”
Calon pemimpin yang melakukann politik uang dalam pemilihan umum untuk
mendapatkan suara dari rakyat bertentangan dengan etika politik yang berlandaskan pancasila.
Moralitas seakan tidak dilihat untuk menentukan pemimpin yang layak untuk dipilih, tetapi
berapa besar uang yang diberikan kepada pemilih lah yang menjadi acuan untuk memilih
pemimpinnya. Pancasila mengajarkan agar masyarakat Indonesia dapat memiliki moral yang
baik, demikian juga dengan etika politik yang berlandaskan pancasila.
Praktek politik uang juga mencemarkan proses Pemilihan Umum dan menjadi sarana
pembodohan masyarakat secara besar-besaran. Dalam kaitannya dengan pancasila sebagai etika
politik selain tidak bermoral baik, praktek politik uang ini juga bertentangan nilai-nilai
panca s i l a y a n g t e r k a n d u n g d a l a m s i l a k e e m p a t . H a l t e r s e b u t d i k a r e n a k a n
adanya politik uang menyebabkan pemilu yang tidak demokratis. Rakyat
memilih tidak berdasarkan hati nuraninya dan tidak berpartisipasi aktif
dalam pemilihan umum yang merupakan wujud peran rakyat secara
langsung dalam pelakasanaan pemerintahan di Indonesia.