Вы находитесь на странице: 1из 7

Perencanaan

No Diagnosa
NOC NIC
1 Defisiensi kesehatan Prevensi Primer Prevensi Primer
komunitas
Status Kesehatan Komunitas (2701) Pengembangan KesehatanKomunitas (8500)

1. Status kesehatan orang dewasa (2-4) 1. Identifikasi bersama komunitas mengenai masalah,
2. Tingkat partisipasi dalam pelayanan
kekuatan, dan prioritas kesehatan.
keperawatan kesehatan preventif (1- 2. Berikan kesempatan berpatisipasi bagi semua segmen
4) komunitas.
3. Prevalansi program peningkatan 3. Bantu anggota komunitas untuk meningkatkan
kesehatan (1-4) kesadaran dan memberikan perhatian mengenai
4. Prevalansi program perlindungan
masalah-masalah kesehatan.
kesehatan (2-4) 4. Lakukan dialog untuk menentukan masalah-masalah
5. Tingkat partisipasi dalam program
kesehatan komunitas dan mengembangkan rencana
kesehatan di tempat kerja (1-4)
tindakan.
6. Bukti tindakan perlindungan
5. Fasilitasi implementasi dan revesi dari rencana
kesehatan (1-4)
komunitas
7. Anggota dengan cakupan asumsi
6. Bantu anggota komunitas terkait dengan
kesehatan yang memadai (1-4)
pengembangan dan pengadaan sumber daya
8. Kesesuaian dengan standar
7. Bangun komitmen kepada komunitas dengan
kesehatan lingkungan (1-4)
menunjukkan bagaimana partisipasi akan
mempengaruhi kehidupan individual dan
meningkatkan outcome.

Prevensi Sekunder Prevensi Sekunder


Perilaku Promosi Kesehatan (1602) PerlindunganLingkungan Yang Berisiko (8880)

1. Menggunakan perilaku yang 1. Kaji lingkungan terkait dengan adanya risiko potensial
menghidari risiko(1-4) dan actual.
2. Monitor lingkungan terkait dengan 2. Analisis tingkat risiko yang terkait dengan lingkungan
resiko (1-4) (misalnya, kebiasaan hidup, pekerjaaan, suasana
3. Monitor perilaku personal terkait
lingkungan, air, perumahan, makan, limbah, radiasi,
dengan risiko (1-4)
dan kekerasan).
4. Menggunakan teknik-teknik
3. Informasikan populasi yang berisiko mengenai hal-hal
pengurangan stress yang efektif (1-
yang membahayakan di lingkungan.
4) 4. Monitor kejadian penyakit dan cedera yang
5. Menjaga hubungan social (1-4)
berhubungan dengan bahaya yang ada di lingkungan.
6. Melakukan perilaku kesehatan
5. Pertahankan pengetahuan terkait dengan standar
secara rutin (1-4)
lingkungan tertentu (misalnya, peraturan-peraturan
7. Menggunakan dukungan social
badan perlindungan lingkungan (Environmental
untuk meningkatkan kesehatan (1-4)
8. Mendapatkan skrining kesehatan Protection Agency / EPA) dan standar keselamatan
yang direkomendasikan. (1-4) kerja dan administrasi kesehatan (Occupation Safety
9. Minum delapan gelas air setiaphari
and Health Administration / OSHA))
(1-4) 6. Beritahu lembaga berwenang untuk melindungi
10. Menghidaripaparanpenyakitmenular
lingkungan dari bahaya yang sudah diketahui
(1-4) 7. Kolaborasi dengan lembaga-lembaga lain untuk
meningkatkan dari bahaya yang sudah diketahui.
8. Advokasi terkait dengan desain lingkungan yang lebih
aman dengan menggunakan sistem dan alat-alat
perlindungan.
9. Dukung program-program untuk adanya peningkatan /
pemberitahuan akan bahaya yang ada di lingkungan.
10. Skrining populasi berisiko untuk mendapatkan bukti
adanya paparan terhadap bahaya yang ada di
lingkungan.
11. Berpatisipasi dalam pengumpulan data terkait dengan
kejadian dan prevalansi paparan bahaya yang ada di
lingkungan.
Prevensi Tersier Prevensi Tersier

Keefektifan Program Komunitas Manajemen Lingkungan: Kesehatan Pekerja (6489)


(2808)
1. Identifikasi standar kesehatan kerja dan administrasi
1. Tingkat partisipasi program (1-3)
kesehatan (OSHA) dan kepatuhan tempat kerja
2. Pengurangan resiko kesehatan bagi
terhadap standar.
peserta target (1-3)
2. Bahwa peraturan OSHA (misalnya, poster OSHA,
3. Peningkatan status kesehatan
fotokopi UU dan Salinan standar).
peserta (1-3)
3. Informasikan para pekerja terkait zat yang berbahaya
4. Kepuasan komunitas terhadap
yang mungkin mengenai mereka.
program (1-3)
4. Gunakan label atau tanda untuk memperingati para
5. Rencana untuk mempertahankan
pekerja terkait bahaya di tempat kerja.
program yang berhasil (2-3)
5. Catat semua kecelakaan kerja dan penyakit yang
terjadi dalam formulir yang sesuai dengan standar
OSHA dan berpatisipasi dalam pemeriksaan OSHA.
6. Simpan semua catatan kecelakaan dan penyakit para
pekerja.
7. Identifikasi faktor resiko penyakit dan kecelakaan
karena pekerjaan melalui review dokumentasi pola
kecelakaan dan penyakit dari para pekerja
8. Mulai lakukan modifikasi lingkungan untuk
menghilangkan atau meminimalkan bahaya (misalnya,
program pelatihan untuk menurunkan cedera
punggung).
9. Inisiasi program skrining ditempat kerja untuk
mendeteksi secara dini penyakit dan cedera terkait
pekerjaan maupun tidak terkait pekerjaan
(misalnya,tekanan darah,alat bantu dengar, dan lihat
serta terfungsi paru).
10. Indetifikasi dan rawat kondisi akut yang ada ditempat
kerja
11. Buat protocol emergensi dan latih beberapa pekerja
yang terpilih terkait perawatan gawat darurat
12. Kordinasikan perawatan tidak lanjut untuk cedera dan
penyakit terkait pekerja

Implementasi
No Diagnosa Implementasi Evaluasi
Prevensi Primer S:
 Pekerja pabrik
Pengembangan KesehatanKomunitas (8500) mengatakan sudah
mengerti bahwa APD
1. Mengidentifikasi bersama komunitas mengenai masalah, itu penting
kekuatan, dan prioritas kesehatan.  Pekerja pabrik
2. membantu anggota komunitas untuk meningkatkan mengatakan sudah
mengerti masalah
kesadaran dan memberikan perhatian mengenai masalah- kesehatan yang
masalah kesehatan. diakibatkan jika tidak
3. melakukan dialog untuk menentukan masalah-masalah memakai APD
 Pemilik pabrik
kesehatan komunitas dan mengembangkan rencana mengatakan akan
tindakan. melakukan modifikasi
4. memfasilitasi implementasi dan revesi dari rencana lingkungan agar pekerja
lebih nyaman dan sehat
komunitas  Pemilik pabrik
5. membantu anggota komunitas terkait dengan mengatakan akan segera
pengembangan dan pengadaan sumber daya. mengajukan pembuatan
klinik atau melakukan
kerjasama dengan klinik
terdekat

O:
 Pekerja pabrik sudah
memakai APD saat
bekerja
 Pemilik pabrik sudah
melakukan modifikasi
pada lantai dan ventilasi
agar udara lebih efektif
 Disekitar pabrik sudah
Prevensi Sekunder

PerlindunganLingkungan Yang Berisiko (8880)

1. mengkaji lingkungan terkait dengan adanya risiko


potensial dan actual.
2. menganalisis tingkat risiko yang terkait dengan
lingkungan (misalnya, kebiasaan hidup, pekerjaaan,
suasana lingkungan, air, perumahan, makan, limbah,
radiasi, dan kekerasan).
3. Melakukan Monitor kejadian penyakit dan cedera yang
berhubungan dengan bahaya yang ada di lingkungan.
4. Mempertahankan pengetahuan terkait dengan standar
lingkungan tertentu (misalnya, peraturan-peraturan badan
perlindungan lingkungan (Environmental Protection
Agency / EPA) dan standar keselamatan kerja dan
administrasi kesehatan (Occupation Safety and Health
Administration / OSHA))
5. Koordinasi dengan lembaga berwenang untuk melindungi
lingkungan dari bahaya yang sudah diketahui
6. Melakukan Advokasi terkait dengan desain lingkungan
yang lebih aman dengan menggunakan sistem dan alat-
alat perlindungan.
Prevensi Tersier

Manajemen Lingkungan: Kesehatan Pekerja (6489)


1. mengidentifikasi standar kesehatan kerja dan administrasi
kesehatan (OSHA) dan kepatuhan tempat kerja terhadap
standar.
2. menginformasikan para pekerja terkait zat yang berbahaya
yang mungkin mengenai mereka.
3. menggunakan label atau tanda untuk memperingati para
pekerja terkait bahaya di tempat kerja.
4. mencatat semua kecelakaan kerja dan penyakit yang terjadi
dalam formulir yang sesuai dengan standar OSHA dan
berpatisipasi dalam pemeriksaan OSHA.
5. Melakukan modifikasi lingkungan untuk menghilangkan atau
meminimalkan bahaya (misalnya, program pelatihan untuk
menurunkan cedera punggung).
6. Melakukan program skrining ditempat kerja untuk
mendeteksi secara dini penyakit dan cedera terkait pekerjaan
maupun tidak terkait pekerjaan (misalnya,tekanan darah,alat
bantu dengar, dan lihat serta terfungsi paru).
7. Indetifikasi dan rawat kondisi akut yang ada ditempat kerja
8. Melatih beberapa pekerja yang terpilih terkait perawatan
gawat darurat
9. Melakukan koordinasi perawatan tidak lanjut untuk cedera
dan penyakit terkait pekerja.