You are on page 1of 10

GAMBARAN PENGETAHUAN PEKERJA KULI PANGGUL TENTANG NYERI

PUNGGUNG BAWAH DI PASAR INDUK CARINGIN


KOTA BANDUNG
Muhamad Hilmi1, Nisa Utami2
1
Mahasiswa Keperawatan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung
2
Dosen Keperawatan Poltekes TNI AU Ciumbuleuit Bandung
Jl.Ciumbuleuit no.203 Bandung
Muhamadhilmi13@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh risiko tinggi pekerja kuli panggul terhadap nyeri
punggung bawah dipasar terbesar Kota Bandung, yaitu Pasar Induk Caringin, yang di
pengaruhi oleh pengetahuan pencegahan dan penanganan nyeri punggung bawah. Tujuan
dari penelitian ini mengetahui gambaran pengetahuan pekerja kuli panggul tentang nyeri
punggung bawah di Pasar Induk Caringin. Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu
dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan “what” misalnya apa air, apa manusia,
apa alam, dan sebagainya. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.
Populasi penelitian ini adalah kuli panggul sebanyak 3000 orang. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah metode kuota sampling sebanyak 97 orang Instrumen
penelitian berupa lembar kuesioner. Kuesioner yang telah diuji validitas dengan hasil
dalam rentang 0,485 sampai 0,601 dan uji reliabilitas dengan hasil 0,744. Hasil penelitian
terhadap 97 responden diketahui bahwa gambaran pengetahuan pekerja kuli panggul
tentang nyeri punggung bawah di Pasar Induk Caringin sebagian besar kategori
berpengetahuan kurang sebesar 47%. Saran ditujukan kepada Kepala Pengelola Pasar
Induk Caringin, untuk meningkatkan pengetahuan pekerja kuli panggul dengan
memberikan pendidikan dan pelatihan, untuk mencegah dan menangani para kuli panggul
agar terhindar dari keluhan nyeri punggung bawah dalam bekerja.

Kata kunci: Pengetahuan, Nyeri punggung bawah, Kuli panggul,

ABSTRACK

This research is in backround by high porters againts low back pain in the largest market
of Bandung city, namely market Induk Caringin is influenced by knowledge of prevention
and treatment of low back pain. The purpose of this study was to know the description of
the porters knowledge of lowe back pain in market Induk Caringin. knowledge (
knowledge ) is the result of knowing from humans, who simply replied “what” such as
hat water, what human, what neture and so forth. Research method used decsriptive
research. Population research method and population of this research are the porters as
much 97 people. Research instrument in the from of quesionnaire sheet. Quesionnaire
that have been tested for validity with the smallest result 0,485 and largest 0,601 and test
reliability with know that of know ledge of prevention of low back pain of 42% less
knowledge. For knowledge of low back pain management of 50% les know ledgeable
categories. The conclusion of this study in market Induk Caringin most knowledge
categories less than 46%. Suggestions addressed to Caringin market managers head to
improve peer care the porters and provide education and training, so it can be taken into
consideration to the health of the porters who have complaints of low back pain in the
work
.
Keywords : knowledge, low back pain, porters
PENDAHULUAN

Nyeri punggung bawah (NPB) Community Oriented Program for


adalah keluhan yang banyak dialami Control Rheumatic Disease
oleh pekerja di seluruh dunia (COPCORD).
biasanya paling banyak dijumpai tahun 2004, angka kejadian NPB di
sebagai akibat dari kelainan Indonesia menunjukan 18,2% pada
mekanikal gerak atau postural yang pria dan 13,6% pada wanita (Umami,
berlangsung dalam jangka waktu Hartanti, & P.S., 2014).
yang lama, pekerjaan dengan posisi Beberapa hal yang dapat
berdiri yang lama, duduk lama, mempengaruhi timbulnya nyeri
mengangkat benda-benda berat dan punggung bawah adalah kebiasaan
bekerja dengan alat yang bergetar duduk, bekerja membungkuk dalam
menjadi faktor kontribusi terjadinya waktu yang relatif lama, mengangkat
masalah NPB (Rinta, 2013). dan mengangkut beban dengan sikap
World Health Organization yang tidak ergonomis, tulang
(WHO) mengatakan bahwa 2%-5% belakang yang tidak normal, atau
dari karyawan di negara industri tiap akibat penyakit tertentu seperti
tahun mengalami Nyeri Punggung penyakit degeneratif. Disamping itu,
Bawah (NPB), dan 15% dari menurut beberapa ahli, faktor
absenteisme di industri baja serta individu seperti umur, jenis kelamin,
industri perdagangan disebabkan aktivitas fisik, kekuatan fisik dan
karena NPB. Data statistik Amerika ukuran tubuh juga dapat menjadi
Serikat memperlihatkan angka penyebab timbulnya keluhan nyeri
kejadian sebesar 15%-20% per tahun. punggung bawah (Nurma sari, 2013).
Sebanyak 90% kasus nyeri punggung Salah satu pekerjaan yang
bukan disebabkan oleh kelainan berisiko tinggi terhadap keluhan
organik, melainkan oleh kesalahan nyeri punggung bawah adalah
posisi tubuh dalam bekerja. Nyeri sebagai kuli panggul. Pekerjaan kuli
pinggang menyebabkan lebih banyak panggul adalah pekerjaan yang
waktu hilang dari pada pemogokan mengangkat beban berat dengan cara
kerja sebanyak 20 juta hari kerja dipikul, dijinjing ataupun didorong
karenanya (Sakinah, 2013). menggunakan roda. Kekuatan otot
Sebuah penelitian di Swedia dari seorang kuli sangat menentukan
menyatakan bahwa 4,5 juta orang produktivitas karena semakin kuat
pekerja kehilangan hari kerjanya kekuatan otot seorang kuli maka
sebesar 110 hari karena sakit, 60% pendapatan yang didapat akan besar.
dari sakit yang diderita adalah karena Setiap kuli panggul beresiko terhadap
nyeri pinggang dan 75,5% dari nyeri punggung bawah. Tuntutan
penderita nyeri pinggang tersebut ekonomi dan keterbatasan pendidikan
berusia antara 30-59 tahun yang menjadi faktor penyebab orang
merupakan usia produktif (Susanto memilih sebagai seorang kuli
Nanda dkk., 2013). panggul. Kuli panggul ini biasanya
Hasil penelitian yang dilakukan banyak dijumpai di toko-toko grosir
oleh persatuan Dokter Saraf Seluruh besar dan pusat perbelanjaan
Indonesia (PERDOSSI) pada pasien tradisional seperti pasar-pasar besar
di Poliklinik Neurologi Rumah Sakit (Heni, 2010).
Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kuli panggul adalah suatu
tahun 2002 menemukan prevalensi profesi yang bisa dilakukan laki-laki
penderita NPB sebanyak 15,6%. maupun perempuan. pekerjaan ini
Urutan kedua tertunggi sesudah mengutamakan tenaga karena harus
sefalgia (Maulana, Mutiawati, & menggendong barang dari tempat
Azmunir,2016). Berdasarkan satu ke tempat yang lain. Umumnya
penelitian yang dilakukan upah para buruh gendong atau kuli
panggul ini bervariasi sesuai dengan punggung bawah. Sebagian besar
beban atau berat barang yang dibawa. mereka sudah bekerja sebagai kuli
Profesi ini tetap ada karena masih panggul selama 1- 20 tahun sejak
banyak orang yang membutuhkan mulai beroperasinya pasar Induk
tenaga mereka, termasuk di Pasar Caringin. Rata-rata kuli panggul
Induk Caringin Kota Bandung. masih berusia produktif yaitu 20-40
Pasar Induk Caringin adalah tahun, akan tetapi ada juga usia 50-60
pasar tradisional terbesar dan tahun yang berkerja sebagai kuli
pertama ada di Indonesia, yang panggul. Beban berat yang diangkat
bertempat di Kota Bandung. Pasar oleh kuli panggul tidak menetap
Induk Caringin ini adalah pusat antara 20 sampai 60 kilo untuk satu
perdagangan komoditi pertanian kali pikulan dan sehari mereka bisa
dengan skala pasar induk. Berbagai memikul 5 sampai 15 kali pekerjaan
macam hasil pertanian borongan.
diperdagangkan diantaranya yaitu Pekerjaan kuli panggul tersebut
sayur-sayuran, buah-buahan, daging tidak memiliki prosedur kerja yang
sapi, ikan basah dan hasil bumi standar tetapi pernah ada beberapa
lainnya, yang didatangkan dari kali mahasiswa atau petugas
berbagai daerah. Pasar Induk kesehatan memberikan penyuluhan
Caringin ini beroperasi 24 jam, yang tetang nyeri punggung bawah. Tidak
aktifitas ramainya mulai pukul 15.00 semua kuli panggul mengetahui
sampai 24.00. Pasar Caringin ini adanya penyuluhan, sehingga banyak
mampu membuka peluang kerja kuli panggul yang tidak mengikuti
puluhan ribu orang dengan berbagai penyuluhan nyeri punggung tersebut.
profesi diantaranya adalah kuli Hasil observasi terlihat banyak kuli
panggul. Jumlah kuli panggul di panggul Pasar Induk Caringin yang
Pasar Induk Caringin diperkirakan ± mengangkat barang dengan salah
3000 kuli panggul di semua blok. posisi
Hasil studi pendahuluan pada Dari hasil survey langsung di
tanggal 1 April 2018 dengan teknik atas dengan observasi terlihat
wawancara oleh penulis terhadap kuli beberapa kuli panggul Pasar Induk
panggul di Pasar Induk Caringin Caringin mengangkat barang dengan
Kota Bandung mereka menjelaskan salah dan hasil survey wawancara
bahwa dalam sehari pekerjaan langsung beberapa dari mereka
mereka tidak tetap, tetapi tergantung mengatakan tidak mengetahui teknik
dengan datangnya barang dagangan cara mengangkat barang yang benar.
dan dituntut untuk berkerja dengan Dapat kita ketahui bahwa kuli
cepat untuk mendapatkan upah yang panggul di Pasar Induk Caringin
maksimal. Dari 10 kuli panggul 9 Kota Bandung mempunyai resiko
diantaranya sering merasakan nyeri nyeri punggung bawah. Hal ini
punggung bawah setelah mengangkat mendorong penulis untuk meneliti
beban berat, yang menyebabkan dan mengkaji lebih dalam tentang
mereka tidak bekerja atau kinerja gambaran pengetahuan kuli panggul
bekerja berkurang dan 1 diantaranya tentang nyeri punggung bawah di
tidak mengalami keluhan nyeri Pasar Induk Caringin Kota Bandung

KAJIAN LITERATUR

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil melainkan akan menjawab pertanyaan


tahu dari manusia, yang sekedar “why” dan “how” misalnya mengapa air
menjawab pertanyaan “what” misalnya mendidih bila dipanaskan, mengapa
apa air, apa manusia, apa alam, dan bumi berputar, dan sebagainya,
sebagainya. Sedangkan ilmu (Notoatmodjo, 2014).
pengetahuan bukan sekedar “what”,
Tingkat Pengetahuan tingkat analisis apabila orang tersebut
telah membedakan atau memisahkan,
Tingkatan pengetahuan menurut mengelompokkan, membuat diagram
Notoatmodjo (2014) adalah: terhadap pengetahuan atas objek
tersebut.
Tahu (Know)
Sintesish (Syntesis)
Tahu diartikan sebagai
mengingat suatu materi yang telah Sintesish yang dimaksudkan
dipelajari sebelumnya. Termasuk untuk menunjukkan pada suatu
kedalam pengetahuan tingkat ini adalah kemampuan untuk melaksanakan atau
mengingat kembali (review) terhadap menghubungkan bagian-bagian didalam
suatu yang spesifik dan seluruh bahan suatu keseluruhan yang baru. Sintesish
yang dipelajari atau rangsangan yang adalah kemampuan untuk menyusun
diterima. Oleh sebab itu ”tahu” ini formulasi baru dan formula yang telah
adalah merupakan tingkatan ada.
pengetahuan yang paling rendah. Kata
kerja untuk mengukur bahwa orang tahu Evaluasi (Evaluation)
tentang apa yang dipelajari yaitu
menyebutkan, menguraikan, Evaluasi berkaitan dengan
mengidentifikasi, menyatakan, dan kemampuan seseorang untuk melakukan
sebagainya. justifikasi atau penilaian terhadap suatu
materi atau objek tertentu. Penilaian itu
Memahami (Comprehention) berdasarkan suatu kriteria yang
menentukan sendiri atau menggunakan
Memahami artinya sebagai suatu norma-norma yang telah berlaku
kemampuan untuk menjelaskan secara dimasyarakat.
benar tentang objek yang diketahui dan
dimana dapat mengintepretasikan secara Faktor Yang Mempengaruhi
benar. Orang yang telah paham terhadap Pengetahuan menurut Budiman Dan
objek atau materi terus dapat Riyanto (2013) :
menjelaskan, menyebutkan contoh,
menyimpulkan, meramalkan diri dan Pendidikan
sebagainya terhadap suatu objek yang
telah dipelajari. Pendidikan adalah proses
perubahan sikap dan perilaku seseorang
Aplikasi (Application) atau kelompok dan merupakan usaha
mendewasakan manusia melalui upaya
Aplikasi diartikan sebagai pengajaran dan pelatihan (Budiman &
kemampuan untuk menggunakan materi Riyanto, 2013).
yang telah dipelajari pada situasi
ataupun kondisi sebenarnya. Aplikasi Pendidikan
disini dapat diartikan aplikasi atau
penggunaan hukum- hukum, rumus, mempengaruhi proses belajar,
metode, prinsip, dan sebagainya dalam makin tinggi maka sesorang akan
konteks atau situasi yang lain. cenderung untuk mendapatkan
informasi. Dengan pendidikan tinggi
Analisis (Analysis) maka seseorang akan cenderung untuk
mendapatkan informasi, baik dari orang
Analisis adalah suatu lain maupun dari media masa. Semakin
kemampuan untuk menyatakan materi banyak informasi yang masuk semakin
atau suatu objek kedalam komponen- banyak pula pengetahuan yang didapat.
komponen tetapi masih didalam struktur
organisasi tersebut dan masih ada
kaitannya satu sama lain. Indikasi bahwa
pengetahuan seseorang itu sudah sampai
Informasi / media massa Lingkungan yang baik akan
pengetahuan yang didapatkan akan baik
Informasi adalah suatu teknik tapi jika lingkungan kurang baik maka
untuk mengumpulkan, menyiapkan, pengetahuan yang didapat juga akan
menyimpan, memanipulasi, kurang baik.
mengumumkan, menganalisis dan
menyebarkan informasi dengan tujuan Pengalaman
tertentu. Informasi diperoleh dari
pendidikan formal maupun nonformal Pengalaman dapat diperoleh dari
dapat memberikan pengaruh jangka pengalaman orang lain maupun diri
pendek sehingga menghasilkan sendiri sehingga pengalaman yang sudah
perubahan dan peningkatan diperoleh dapat meningkatkan
pengetahuan. Semakin berkembangnya pengetahuan seseorang. Pengalaman
teknologi menyediakan bermacam- seseorang tentang suatu permasalahan
macam media massa sehingga dapat akan membuat orang tersebut
mempengaruhi pengetahuan masyarakat. mengetahui bagaimana cara
Informasi mempengaruhi pengetahuan menyelesaikan permasalahan dari
seseorang jika sering mendapatkan pengalaman sebelumnya yang telah
informasi tentang suatu pembelajaran dialami sehingga pengalaman yang
maka akan menambah pengetahuan dan didapat bisa dijadikan sebagai
wawasannya, sedangkan seseorang yang pengetahuan apabila mendapatkan
tidak sering menerima informasi tidak masalah yang sama.
akan menambah pengetahuan dan
wawasannya. Usia

Sosial, budaya dan ekonomi Semakin bertambahnya usia


maka akan semakin berkembang pula
Tradisi atau budaya seseorang daya tangkap dan pola pikirnya sehingga
yang dilakukan tanpa penalaran apakah pengetahuan yang diperoleh juga akan
yang dilakukan baik atau buruk akan semakin membaik dan bertambah.
menambah pengetahuannya walaupun
tidak melakukan. Status ekonomi juga Pengukuran pengetahuan
akan menentukan tersedianya fasilitas Pengukuran pengetahuan dapat
yang dibutuhkan untuk kegiatan tertentu dilakukan dengan wawancara atau
sehingga status ekonomi akan angket yang menanyakan tentang isi
mempengaruhi pengetahuan seseorang. materi yang ingin diukur dari subjek
Seseorang yang mempunyai sosial penelitian atau responden. Kedalaman
budaya yang baik maka pengetahuannya pengetahuan yang ingin kita ketahui atau
akan baik tapi jika sosial budayanya kita ukur dapat kita sesuaikan dengan
kurang baik maka pengetahuannya akan tingkatan domain diatas (Notoatmodjo,
kurang baik. Status ekonomi seseorang 2003).
mempengaruhi tingkat pengetahuan
karena seseorang yang memiliki status Pengukuran pengetahuan
ekonomi dibawah rata-rata maka penulis menggunakan pengkategorian
seseorang tersebut akan sulit untuk menurut Machfoedz (2009) yaitu:
memenuhi fasilitas yang diperlukan
untuk meningkatkan pengetahuan. Baik, bila subjek mampu menjawab
dengan benar 76-100% dari seluruh
Lingkungan pernyataan.
Lingkungan mempengaruhi
Cukup, bila subjek mampu menjawab
proses masuknya pengetahuan kedalam
dengan benar 56-75% dari seluruh
individu karena adanya interaksi timbal
pernyataan.
balik ataupun tidak yang akan direspons
sebagai pengetahuan oleh individu.
Kurang, bila subjek mampu menjawab hasil. Desain penelitian deskrifptif
dengan benar <56% dari seluruh kuantitatif adalah suatu penelitian yang
pernyataan. dilakukan untuk mendeskripsikan atau
menggambarkan suatu penomena yang
Definisi terjadi didalam populasi tertentu dan
untuk menggambarkan masalah, akurat
Nyeri Punggung Bawah (NBP) fakta dan karakteristik mengenai
adalah perasaan nyeri di daerah populasi atau mengenai bidang tertentu
lumbosakral dan sakroiliakal. NBP ini (Notoatmodjo, 2012).
sering disertai penjalaran ke tungkai
sampai kaki. Mobilitas punggung bawah Penelitian memilih jenis
sangat tinggi, di samping itu juga penelitian deskriftif kuantitatif adalah
menyangga beban tubuh, dan sekaligus untuk mendapatkan gambaran
sangat berdekatan dengan jaringan lain pengetahuan kuli panggul Pasar Induk
ialah traktus urinarius. Kedua jaringan Caringin Kota Bandung tentang nyeri
atau organ ini apabila mengalami punggung bawah Populasi dan Sampel
perubahan patologik tertentu dapat penelitian
menimbulkan nyeri yang dirasakan di
daerah punggung bawah (Harsono, Populasi
2007). Populasi merupakan seluruh
objek yang akan diteliti dan memenuhi
Penatalaksanaan Nyeri Punggung karakteristik yang ditentukan (Riyanto,
Bawah 2011). Populasi pada penelitian ini yaitu
seluruh pekerja kuli panggul di pasar
Menurut Harsono (2007), karena Induk Caringin Kota Bandung yang
penyebab nyeri punggung bawah sangat berjumlah sekitar 3000 pekerja kuli
beraneka ragam, maka panggul di semua blok.
penatalaksanaannyapun juga bervariasi.
Namun demikian, pada dasarnya dikenal Sampel
dua tahapan terapi nyeri punggung Sample merupakan sebagian dari
bawah yaitu, konservatif dan operatif. populasi yang diharapkan dapat
Kedua tahapan terapi tadi mempunyai mewakili atau representative populasi
kesamaan tujuan ialah rehabilitasi. (Riyanto, 2011). Metode pengambilan
sample yang digunakan peneliti ini
Nyeri Punggung Bawah (NBP) adalah quota sampling, teknik ini
adalah perasaan nyeri di daerah digunakan bila populasi mempunyai
lumbosakral dan sakroiliakal. NBP ini anggota atau unsur yang tidak homogen
sering disertai penjalaran ke tungkai dan berstrata secara proposional
sampai kaki. Mobilitas punggung bawah (Sugiyono, 2010).
sangat tinggi, di samping itu juga
menyangga beban tubuh, dan sekaligus Menurut Nursalam (2011),
sangat berdekatan dengan jaringan lain Berdasakan sempel dalam penelitian ini
ialah traktus urinarius. Kedua jaringan ditentukan dengan menggunakan rumus
atau organ ini apabila mengalami slovin :
perubahan patologik tertentu dapat
menimbulkan nyeri yang dirasakan di 𝑁
𝑛=
daerah punggung bawah (Harsono, 1 + 𝑁(𝑑)²
2007). Keterangan :
n = Jumlah Sampel
METODE PENELITIA N = Jumlah populasi
Desain atau rancangan peneliti d = Tingkat signifikan
adalah sesuatu yang sangat penting (p) 0.1
dalam penelitian, memungkinkan Jumlah populasi sebanyak 3000
pengontrol maksimal beberapa faktor orang tukang kuli panggul di Pasar
yang dapat mempengaruhi akurasi suatu Induk Caringin Kota Bandung, dengan
menggunakan perhitungan rumus di atas r table pada n = 20 dan α = 0,05 adalah
maka besar sempel dalam penelitian ini (0,444)
adalah sebagai berikut : Bila r hitung ≥ r tabel ( 0,444) artinya
pernyataan tersebut valid.
3000 Bila r hitung ˂ r tabel ( 0,444) artinya
𝑛=
1 + 3000 (0,1)² pernyataan tersebut tidak valid.
3000 Berdasarkan uji validitas yang
𝑛=
1 + 3000 (0,01) diteliti ternyata dari jumlah 20
3000 pernyataan terdapat 17 soal yang valid
𝑛= dengan r hasil terbesar 0,601 dan r hasil
1 + 30
3000 terkecil 0,485 .Sedangkan pertanyaan
𝑛= yang tidak valid sebanyak 3 pertanyaan
31
𝑛 = 96,77dibulatkan97 orang. nomor 2, 6 dan 15. Pertanyaan yang
Berdasarkan hasil perhitungan di atas tidak valid diganti redaksi kalimatnya
dapat dipastikan sampel yang diambil bersama pembimbing sehingga tetap
adalah sebanyak 97 orang. diikut sertakan ke kuesioner penelitian.
Uji validitas dilakukan dengan
cara membagikan kuesioner yang terdiri Uji Reliabilitas
dari 20 pernyataan kepada 20 responden
Reliabilitas adalah kesamaan
yang merupakan kuli panggul di Pasar
hasil ukur ataupengamatan bila fakta
Ciroyom Bandung.
atau kenyaaan hidup tadi di ukur atau
Skala yang digunakan dalam diamati berkali-kali dalam waktu yang
peneliti ini adalah Skala Guttman, maka berlainan (Nursalam, 2007). Uji
setelah instrumen di konsultasikan reabilitas yang digunakan pada
dengan ahli (dosen), maka uji validitas kuesioner ini menggunakan software
digunakan adalah koefisien korelasi perangkat komputer.
biserial.
Dalam penelitian ini, pengujian
Dengan menggunakan rumus : reabilitas menggunakan rumus
Cronbach Alpha, yaitu :
(𝑋𝑖 − 𝑋𝑡) 𝑃𝑖
𝑟𝑏𝑖𝑠 (𝑖) = (√ ) 𝐾 Ʃ 0b2
𝑠𝑡 𝑞𝑖 𝑟11= [ ] [1- ]
𝑘−1 0t2
Keterangan :
𝑟𝑏𝑖𝑠 (𝑖) : koefisien kolerasi Keterangan :
biseral antara skor 𝑟11 : Cronbach
butir soal nomer i Alpha (Reabilitas
dengan skor total instrumen)
Xi : rata-rata skor total K : Banyaknya
responden yang butir pertanyaan
menjawab benar butir Ʃ 0b2 : Jumlah varians
soal nomor i butir
Xt : rata-rata skor total 0b2 : Varians total
semua responden Instrumen
st : standar deviasi skor dikatakan reabel jika diperoleh nilai
total semua responden alpha lebih atau sama dengan 0,60
Pi : proporsi jawaban yang (Riwidikdo, 2010).
benar untuk butir soal nomor i Berdasarkan hasil uji reliabilitas
Qi : proporsi jawaban yang didapatkan nilai Cronbach’s alpha yaitu
salah untuk butir soal nomor i 0,744 yang apabila nilai
Cronbach’alpha ≥ nilai konstanta 0,6
Keputusan Uji : maka dapat disimpulkan bahwa
pertanyaan yang berada di dalam
kuisioner tersebut reliable.
Analisa Data
Frekuensi Persentase%
Kategori
Jenis analisa yang digunakan
adalah deskriptif yang memberikan Baik 11 11
gambaran terhadap objek yang diteliti. Cukup 41 42
Analisi hasil pengumpulan data yang
digunakan dengan angket pada setiap Kurang 45 47
variabel.
Total 97 100
Persentase dengan rumus : Berdasarkan tabel 4.1 dari 97 responden
yang diteliti mengenai pengetahuan
𝐹 pekerja kuli panggul tentang nyeri
𝑃= × 100%
𝑛 punggung bawah di Pasar Induk
Keterangan : Caringin Kota Bandung, didapatkan
P : Persentase hasil tertinggi yaitu kategori
F : Skor pencapaian berpengetahuan kurang sebesar 47%.
N : Skor maksimal Adapun hasil penelitian sub variable
hasil perhitungan persentasi yang dilakukan pada 97 respoden di
terseut dimasukan kedalam kriteria Pasar Indung Caringin sebagai berikut :
dengan skoring sebagai berikut : Gambaran pengetahuan pencegahan
a. Tingkat pengetahuan Baik bila nyeri punggung bawah pada kuli
skore atau nilai 76%-100% panggul di Pasar Induk Caringin
b. Tingkat pengetahuan Cukup bila
skore atau nilai 56%-75 % Tabel 4.2 Distribusi Frekuensi
c. Tingkat pengetahuan Kurang Gambaran Pengetahuan Pencegahan
nilai <56% Nyeri Punggung Bawah pada Kuli
Panggul di Pasar Induk Caringin Kota
HASIL Bandung.
Penelitian dilaksanakan pada
tanggal 25 Juni sampai 27 Juni 2018 di
Pasar Induk Caringin Kota Bandung.
Adapun sampel penelitian ini adalah kuli
panggul Pasar Induk Caringin sebanyak
97 orang. Penelitian ini mengenai Kategori Frekuensi Persentase%
gambaran pengetahuan pekerja kuli Baik 21 22
panggul di Pasar Induk Caringin Kota
Bandung, adapun sub variabelnya Cukup 35 36
adalah: pencegahan nyeri punggung Kurang
bawah dan penanganan nyeri punggung 41 42
bawah. Total 97 100.0
Berdasarkan tabel 4.2 dari 97
Berdasarkan hasil penelitian mengenai
responden yang diteliti mengenai
gambaran pengetahuan pekerja kuli
gambaran pengetahuan pekerja kuli
panggul tentang nyeri punggung bawah
panggul tentang nyeri punggung bawah
di Pasar Induk Caringin kota Bandung:
di Pasar Induk Caringin, didapatkan
Tabel 4.1 Distribusi Frekuensi
hasil tertinggi yaitu kategori
Gambaran Pengetahuan Tentang Nyeri
berpengetahuan kurang sebesar 42%,
Punggung Bawah Pada Kuli Panggul di
sedangkan sisanya kategori
Pasar Induk Caringin Kota Bandung
berpengetahuan cukup sebesar 36% dan
kategori berpengetahuan baik sebesar
22%.
Gambaran pengetahuan penanganan pengetahuan pekerja kuli panggul
nyeri punggung bawah pada kuli tentang nyeri punggung bawah di Pasar
panggul di Pasar Induk Caringin Induk Caringin, secara keseluruhan
diketahui kategori tertinggi adalah
Tabel 4.3 Distribusi Frekuensi berpengetahuan kurang sebanyak 47%.
Gambaran Pengetahuan Penanganan Adapun rincian gambaran pengetahuan
Nyeri Punggung Bawah pada Kuli pekerja kuli panggul tentang nyeri
Panggul di Pasar Induk Caringin Kota punggung bawah dapat di simpulkan
Bandung sebagai berikut:
Kategori Frekuensi Persentase% Gambaran pengetahuan pencegahan
Baik 23 24 pekerja kuli panggul tentang nyeri
punggung bawah di Pasar Induk
Cukup 48 49 Caringin kategori kurang sebesar 42%.

Kurang 26 27 Gambaran pengetahuan penanganan kuli


panggul tentang nyeri punggung bawah
Total 97 di Pasar Induk Caringin kategori cukup
100
sebesar 49%.
Berdasarkan tabel 4.3 dari 97 responden Saran
yang diteliti mengenai gambaran
pengetahuan pekerja kuli panggul Bagi Pasar Induk Caringin Kota
tentang nyeri punggung bawah di Pasar Bandung
Induk Caringin, didapatkan hasil
tertinggi yaitu kategori berpengetahuan Hasil penelitian ini digunakan
cukup sebesar 49%, sedangkan sisanya sebagai acuan untuk meningkatkan
kategori berpengetahuan kurang sebesar pengetahuan pekerja kuli panggul
27% dan kategori berpengetahuan baik dengan memberikan pendidikan dan
sebesar 24% . pelatihan, sehingga dapat dijadikan
pertimbangan terhadap kesehatan para
Berdasarkan hasil penelitian kuli panggul yang mengalami keluhan
didapatkan hasil gambaran pengetahuan nyeri punggung bawah dalam bekerja.
pekerja kuli panggul tentang nyeri
punggung bawah di Pasar Induk Bagi Poltekes TNI AU Ciumbuleuit
Caringin secara umum didapatkan hasil Bandung
47% responden memiliki kategori Penelitian ini dapat dijadikan
berpengetahuan kurang. Hal ini ini bahan acuan untuk penyuluhan ke pasar
disebabkan karena sebagian besar Induk Caringin Kota Bandung atau
responden dalam sumber informasi dan pengabdian masyarakat bagi Poltekkes
pengetahuan yang kuli panggul Pasar TNI AU Ciumbuleuit Bandung.
Induk Caringin dapat sangat kurang.
Selain itu sebagian kuli panggul belum Bagi Peneliti Selanjutnya
terpapar informasi dari petugas
kesehatan secara menyeluruh dan media Untuk data awal penelitian
massa yang jarang membahas nyeri selanjutnya berkaitan dengan nyeri
punggung bawah. Hal tersebut dapat punggung bawah di Pasar Induk
dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu Caringin Kota Bandung.
pendidikan, sumber informasi, dan
umur.
REFRENSI
PENUTUP Alchard, G dan Eleanor, B. (2007).
Berdasarkan hasil penelitian Simple Guide : Nyeri
yang dilakukan pada tanggal 25 juni – punggung bawah. Alih bahasa
27 juni 2018 mengenai gambaran
Juwalita Surapsari. Jakarta: studi D III keperawatan.
Erlangga. 8 Januari 2014. Bandung: Poltekes TNI AU.
Aspuah, S. (2013). Kumpulan kuesioner Rinta. (2013). Pengaruh back exercise
dan instrumen penelitian terhadap pengurangan nyeri
kesehatan. Yogyakarta: Nuha punggung bawah pada petugas
Medika instalasi rekam medik rsup
Azwar, Saifuddin. (2013). Sikap H.Adam Malik Medan.
manusia pengetahuan dan Rahmaniyah, D.A, Dkk. (2007). Analisa
sikap. Yogyakarta: Pustaka pengaruh aktivitas kerja dan
Pelajar. beban angkat terhadap
Harsono. (2007). Kapita selekta kelelahan
neurologi edisi kedua. muskuloskeletal.PDF.Diakses
Yogyakarta. Gadjah Mada Riyanto, A. (2011). Aplikasi metodologi
University Press. penelitian kesehatan.
Heni, (2010). Peran kuli panggul di Yogyakarta: NuhaMedika
pasar klewer surakarta dalam Rusamsi, Y. Dkk. (2007). Asyik
pendidikan formal anak berhitung matematika: 6.
tingkat SMA, Jakarta: Yudhistira.
Hidayat, dan Aziz, A. (2011). Metode Sakinah. (2013). Faktor yang
penelitian keperawatan teknik berhubungan dengan keluhan
analisis data. Jakarta: Salemba nyeri punggung bawah pada
Medika. pekerja batu bata di
Markam, S. (2008). Penuntun kelurahan lawawoi kabupaten
Neurologi. Tanggerang. sidrap,
Binarupa aksara Susanto, N. Ida, W. Siswi, J. (2013).
Maulana, mutiawati, & Azmunir. Jurnal kesehatan masyarakat,
(2016). Pasien NPB di faktor-faktor yang
poliklinik neurologi rumah berhubungan dengan keluhan
sakit cipto mangunkusumo nyeri pinggang pada buruh
(RSCM) tahun 2002, diakses gendong di pasar bandungan
2018 kabupaten semarang volume 2,
Nurma, S. W. (2013). Hubungan antara nomor 2
sikap kerja duduk dengan Sugiyono, (2010). Metode penelitian
keluhan subyektif nyeri kuantitatif kualitatif dan R&D,
punggung bawah pada pekerja Bandung : ALFABET.
pembuat terasi. Suhadri, B. (2008). Perancangan sistem
Nasrullah, R. (2007). Mengenal pasar. kerja dan ergonomi industri
Jakarta. Tropica. jilid 2, direktorat pembinaan
Nursalam. (2008). Konsep dan sekolah menengah kejuruan,
penerapan metodologi Jakarta. Diakses 2008.
penelitian ilmu keperawatan.
Jakarta: Salemba Medika.
Nurwahyuni. (2012). Faktor yang
berhubungan dengan keluhan
nyeri punggung bawah pada
pekerja bongkar muat barang
pelabuahan nusantara kota
pare-pare tahun 2012..
Notoatmodjo, S. (2010). Metode
penelitian kesehatan. Jakarta :
Rineka Cipta
Poltekes TNI AU. (2013). Pedoman
penyusunan dan penulisan
karya tulis ilmiah program