You are on page 1of 3

EPC

EPC merupakan singkatan dari Engineering, Procurement, Construction.


Terkadang ditambah dengan Installation, sehingga menjadi EPCI (biasanya ini
untuk yang bermain di offshore/platform). Juga bisa ditambah C lain (jadi EPCC)
jika dimasukkan Commissioning (test unjuk kerja). Dari singkatannya itu sudah
jelas bahwa tugas dari EPC adalah melakukan rekayasa dan design (engineering)
dari suatu plant/pabrik, melakukan pembelian (procurement) barang2/ equipment
yang terkait dan kemudian mendirikannya / membangun (construction). Kadang
EPC ini dapat juga disebut ‘integrator’, karena di EPC lah yang menjembatani
dan mengkordinasikan seluruh bagian yang terkait dalam pembangunan suatu
plant, mulai dari licensor (yang punya lisensi), vendor (yang jual barang) ,
shipper (yang ngirim barang) bahkan kadang sampai operator (yang
mengoperasikan plant). Suatu perusahaan EPC ngga mesti melakukan E-P-C nya
sekaligus, bisa aja salah satu atau salah duanya. Jadi sangat normal jika ada EPC
yang hanya mengambil E-nya saja (bertindak sebagai konsultan engineering atau
dalam hal mempersiapkan design ny saja), E dan P atau malah C (hanya
memasang saja) nya saja. Kombinasinya bisa macam2.

Berikut contoh alur dari Bisnis dari perusahaan EPC (silahkan agan kalau mau
menambahkan):

1. Owner mengumumkan rencana pendirian plant baru (Contoh: Pertamina


berencana membangun Plant Offshore dengan kapasitas 80ribu Barrel/hari)
2. Owner mengundang EPC company yang berminat untuk menyampaikan profil
perusahaan (fase Pra Kualifikasi)
3. Owner mengumumkan siapa-siapa saja yang lolos dari Pra Kualifikasi dan
berhak mengikuti proses tender EPC dan melakukan proses Invitation To Bid
(ITB)
4. EPC company yang lolos mengambil dokumen tender dari Owner dan
mendapat penjelasan tentang rule of the game/scope of work dan hal-hal yang
terkait dengan kontrak kerja antar owner dan EPC.
5. Dalam rentang tertentu, EPC EPC company tersebut menyampaikan proposal
teknis dan rencana bagaimana merancang(Engineering), mengadakan barang
(Procurement) dan mengkonstruksi (Construction) dalam batasan2 scope of work
yang telah mereka pelajari sebelumnya.
6. Tahap selanjutnya, EPC akan submit proposal komersial (berapa estimasi
ongkos dan harga pembangunan plant tersebut) ke owner
7. Owner akan mempertimbangkan dari segala aspek (budget, rekam jejak EPC,
kualitas, dsb), Siapa yang terbaik maka akan memenangkan proyek tersebut.
Seringnya akan terjadi nego harga antara owner dan EPC yang memenangkan
tender proyek tersebut.
8. EPC mulai mengerjakan proses E-P-C nya yang jauh lebih mendetail daripada
saat proposal tadi. Jika mampu hemat maka profit akan bertambah (dari perkiraan
saat proposal).

Beberapa perusahaan EPC yang ada di Indonesia

1. TRIPATRA
Tripatra adalah top three EPC Lokal di Indonesia. Bergerak di bidang design n
engineering, project management, EPC, Construction management dan supervise
serta operasi manajemen. Saat ini Tripatra adalah member dari Indika Energy
Group dan Tripatra terbentuk tahun 1973.

2. REKIND (PT Rekayasa Industri)


EPC local yang berdiri tahun 1981 ini memiliki core bisnis EPC di bidang gas,
geothermal, refinery, petrochemical, mineral dan infrastruktur serta kelayakan
studi dan maintenance di plant. Rekind merupakan satu-satu nya EPC yang
berstatus BUMN dan memiliki rekam jejak yang cukup baik. Saat ini beberapa
Proyek LNG di Indonesia ditangani oleh EPC milik negara ini seperti Donggi-
Senoro LNG, Arun-LNG, Merbau Project, dan Muara Karang project.

3. IKPT (Inti Karya Persada Teknik)


IKPT memang telah teruji dalam membangun train2 LNG di tanah air. Mulai dari
proyek terbaru Ujung Pangkah Hess Amerada di Gresik dan South Sumatra Gas
development II di Musi, Prabumulih dari kilen Pertamina. Baru2 ini projek yang
On-going adalah pabrik PKT 5 Bontang, Banyu Urip pipeline system dari Mobil
Cepu. Sampai saat ini IKPT masih EPC local yang terbesar di Indonesia. Karena
memiliki masa depan yang cerah. Sebagian saham IKPT diakuisisi oleh Toyo
Engineering, Japan. Petrofac asal UK juga sudah ada JV (Joint Venture) dengan
IKPT.

4. JGC Indonesia
Perusahaan EPC asal Jepang ini berdiri tahun 1928 dan telah exist di Indonesia
sejak tahun 1974. JGC termasuk ke dalam top five EPC besar dunia dan bergerak
di bidang Enegineering service, project manajemen, kelayakan studi, FEED,
EPCC dan O&M (operation and maintenance).

5. Warley Parson
WorleyParsons masuk sebagai the best International design firm 2013.
WarleyParson memang masih yang terbaik di bidang FEED (Front End
Engineering Desgin). Akan tetapi, dengan kualitas yang teruji, warley parson
cukup terkenal mahal untuk mengeksekusi proyek.
6. Technip Indonesia
Technip merupakan EPC kaliber Internasional asal Prancis.EPC ini memiliki
RHQ office (kantor pusat Regional) di Kuala Lumpur untuk regional Asia
Pasifik. Di Indonesia kantor pusatnya di Jakarta dan Balikpapan. Aktifitas
Technip meliputi bidang Subsea, Offshore dan Onshore. Di Asia Pasific Technip
memiliki 6000 karyawan, 3200 dianataranya di Malaysia. Profil Technip Global.
Sepertinya proyek FLNG (Floating Liquified Natural Gas) banyak yang akan
dihandle oleh Tachnip. Apalagi ada proyek gila-gilaan di Australia saat ini.

7. KBR Indonesia (Kellog Brown n Root)


KBR ini awalnya merupakan anak perusahaan dari Halliburton (Oil Services
Company). Dalam rekam jejaknya, KBR juga terkenal memiliki kualitas yang
baik dalam engineering dan design sama hal nya seperti WarleyParsons.KBR
Indonesia sendiri untuk saati ini posisi strategisnya sudah dipegang orang2
Indonesia sendiri. KBR Saat ini sedang mengerjakan proyek BP Tangguh LNG di
Papua, Indonesia. KBR telah menyelesaikan 14 LNG projek, 100an offshore
platform dan 7 oil refineri.