You are on page 1of 16

BENDA LANGIT

Benda-benda langit adalah sebutan bagi semua benda yang ada di langit (luar angkasa). Contoh
benda langit adalah planet, satelit, bintang, nebula, galaksi, asteroid, meteoroid, sistem keplanetan,
komet, debu antariksa, kluster, lubang hitam, super kluster, dll.

1. Planet

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut:

 mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang;


 mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi
tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan
hidrostatik (bentuk hampir bulat);

 tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya;
dan,

 telah "membersihkan lingkungan" (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak
ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di
daerah sekitar orbitnya

 Berdiameter lebih dari 800 km

Ada 8 Planet di tata surya kita yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus. Ada satu hal yang harus kita ingat bahwa Pluto sudah tidak termasuk
planet sejak tanggal 24 agustus, 2006. Sidang Himpunan Astronomi Internasional
(International Astronomical Union, IAU) ke 26 di praha, Republik Ceko dari tanggal 24
agustus-25 agustus,2006 menyatakan bahwa pluto telah dikeluarkan dari daftar tata surya
kita, karena orbit pluto memotong orbit planet neptunus. akibatnya ketika mengelilingi
matahari pluto kadang berada lebih dekat dari matahari dibandingkan planet neptunus.
Dan juga karena jaraknya dengan satelitnya Charon,sangat berdekatan. Dan sekarang
pluto statusnya adalah katai atau planet kerdil.

Dan baru-baru ini, para ahli astronomi menyatakan bahwa ada planet di galaksi Bima
Sakti yang mempunyai ciri-ciri yang sama dengan Bumi, hanya saja ukurannya dua kali lipat
ukuran Bumi. Planet tersebut diberi nama Gliese 581g atau sering disebut planet bumi super.
Adapun sebuah planet yang mengitari Matahari di luar delapan planet tersebut. Namun, karena
belum diketahui namanya, planet ini disebut Planet X. Banyak orang sering menyebut Venus
sebagai bintang fajar ataupun bintang kejora, namun sebenarnya nama itu kurang tepat, karena
Venus bukanlah sebuah bintang, melainkan planet.
2. Satelit

Satelit adalah benda yang mengelilingi planet yang memiliki orbit peredaran sendiri.
Satelit bersama planet yang dikelilinginya secara bersama-sama mengelilingi bintang. Bulan
adalah satelit alami yang dimiliki oleh bumi yang bersama bumi mengelilingi matahari, sedangkan
satelit palapa, satelit b1, dan sebagainya adalah satelit buatan manusia yang digunakan untuk
tujuan tertentu seperti untuk komunikasi, mata-mata, riset, dan lain sebagainya.

3. Bintang

Bintang merupakan benda langit yang


memancarkan cahaya. Ada dua macam
bintang yaitu bintang semu dan bintang
nyata. Bintang semu adalah bintang yang
tidak menghasilkan cahaya sendiri, tetapi
memantulkan cahaya yang diterima dari
bintang lain. Bintang nyata adalah bintang
yang menghasilkan cahaya sendiri. Secara
umum sebutan bintang adalah objek luar angkasa yang menghasilkan cahaya sendiri (bintang
nyata). Bintang dapat memancarkan cahaya sendiri,karena adanya proses pembakaran gas di
dalamnya. Bintang yang paling dekat dengan Bumi adalah Bintang Proxima Centauri,dengan jarak
4,5 tahun cahaya dan Matahari dengan jarak 150 juta km.

4. Nebula

Nebula adalah awan antarbintang yang terdiri dari debu, gas, dan plasma. Awalnya nebula
adalah nama umum yang diberikan untuk semua obyek astronomi yang membentang, termasuk
galaksi di luar Bima Sakti (beberapa contoh dari penggunaan lama masih bertahan; sebagai
contoh, Galaksi Andromeda kadang-kadang merujuk pada Nebula Andromeda,sebelum Edwin
Hubble menemukan galaksinya). Nebula sering disebut tempat lahirnya galaksi dan bintang-
bintang. Salah satu contoh nebula adalah Eagle Nebula dan Nebula Omega.

5. Galaksi

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi


yang terdiri atas bintang (dengan segala bentuk
manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam),
gas dan debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan
substansi hipotetis yang dikenal dengan materi gelap. Kata
NGC 1300, contoh galaksi spiral berbatang

galaksi berasal dari bahasa Yunani,yaitu galaxias,yang berarti seperti susu yang merujuk pada
galaksi Bima Sakti (Inggris: Milky Way).

Kemungkinan terdapat lebih dari 100 miliar (10 11) galaksi pada alam semesta teramati.
Dalam suatu galaksi yang besar atau raksasa,biasanya terdiri dari 1 trilyun bintang dan 3 milyar
planet,sedangkan dalam galaksi yang kecil biasanya terdapat 10 juta bintang. Sebagian besar
galaksi berdiameter 1000 hingga 100.000 parsec dan biasanya dipisahkan oleh jarak yang dihitung
dalam jutaan parsec (atau megaparsec). Ruang antar galaksi terisi dengan gas yang memiliki
kerapatan massa kurang dari satu atom per meter kubik. Galaksi yang terbesar adalah galaksi
Andromeda,sedangkan galaksi kita,Bima Sakti berada pada urutan kedua terbesar.

6. Asteroid
Asteroid, pernah disebut sebagai planet minor atau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil
daripada planet, tetapi lebih besar daripada
meteoroid, umumnya terdapat di bagian dalam
Tata Surya (lebih dalam dari orbit planet
Neptunus). Asteroid berbeda dengan komet dari
penampakan visualnya. Komet menampakkan
koma ("ekor") sementara asteroid tidak.

7. Meteoroid

Meteoroid adalah benda-benda kecil di tata surya yang ukurannya lebih kecil daripada asteroid tetapi
lebih besar daripada sebuah molekul. Persatuan Astronomi Internasional pada sidang umum IX pada
1961 mendefinisikan meteoroid sebagai berikut : Sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam
ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom
atau molekul. Meteoroid yang masuk ke atmosfer bumi disebut meteor. Meteoroid yang sudah
mencapai permukaan bumi disebut meteorid.

8. Sistem keplanetan

Sistem keplanetan terdiri dari berbagai macam obyek non-bintang, seperti planet, satelit alami,
asteroid, meteoroid, komet, dan debu kosmik, yang mengorbit sebuah bintang. Matahari dan sistem
keplanetannya, yang termasuk Bumi di dalamnya, dikenal sebagai Tata Surya.

9. Komet

Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari


dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau
hiperbolis. Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani, yang
berarti "rambut panjang". Istilah lainnya adalah bintang
berekor yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali
bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang
kemukus karena memiliki ekor seperti buah kemukus yang
telah dikeringkan.

Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada
saat berada jauh dari matahari.[1] Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet
menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga mengelilingi matahari, sehingga termasuk
dalam sistem tata surya. Salah satu contoh komet adalah komet Halley. Komet Halley muncul di bumi
setiap 76 tahun sekali.

10. Kluster

Kluster adalah gabungan-gabungan dari galaksi yang membentuk suatu sistem tersendiri. Dalam
sebuah kluster biasanya terdapat 10-15 galaksi. Gravitasi di kluster berasal dari gaya gravitasi bersama
galaksi-galaksi. Kluster membentuk gugusan-gugusan yang lebih besar bernama super kluster.
11. Debu antariksa

Debu antariksa atau debu kosmik adalah debu-debu ataupun pasir yang ada di angkasa lebih tepatnya
luar angkasa,yang terbentuk dari sampah-sampah antariksa,seperti satelit-satelit dan benda-benda
angkasa lainnya yang hancur.

12. Lubang hitam

Lubang hitam atau blackhole adalah lubang yang berada di luar angkasa yang menghisap benda-benda
langit di sekitarnya. Lubang hitam terjadi karena adanya bintang mati. Karena itu lubang hitam sering
disebut sebagai kuburan angkasa. Sebelum lubang hitam terjadi,ada ledakan yang disebabkan oleh
bintang. Benda-benda langit di sekitar lubang hitam,pasti akan terhisap kedalam lubang hitam. Benda-
benda tersebut terhisap kedalam blackhole karena gravitasi blackhole sangatlah besar. Lubang hitam
atau blackhole sering disamakan dengan wormhole atau lubang cacing atau juga disebut lubang
waktu,padahal sebenarnya blackhole tidak sama dengan wormhole.

13. Supernova

Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak dari
nova. Pengertian umum supernova adalah: "Berakhirnya riwayat suatu bintang." Pada bintang yang
sangat besar,ditandai dengan ledakan karena intinya akan runtuh dan akan merilis sejumlah besar
energi. Supernova inilah yang menyebabkan adanya lubang hitam atau blackhole.

CUACA, MUSIM, ANGIN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEGITAN MANUSIA

Cuaca adalah keadaan udara pada saat tertentu dan di wilayah tertentu yang relatif sempit (tidak
luas) dan pada jangka waktu yang singkat. Atau definisi cuaca ialah keadaan udara harian pada suatu
tempat tertentu dan meliputi wilayah yang sempit, keadaan cuaca ini dapat berubah setiap harinya
Ilmu yang mempelajari cuaca disebut meteorologi. Di indonesia, cuaca diamati dan dipelajari secara
rutin oleh Badan Meteorologi dan Geofisika yang kemudian hasilnya digunakan untuk kepentingan
penerbangan, pelayaran, dan kegiatan lain, yang berkaitan dengan cuaca. Keadaan udara berpengaruh
terhadap keadaan awan dan petir atau guntur.

Cuaca cerah
Cuaca berawan adalah keadaan ketika sinar matahari tertutup oleh awan. Langit menjadi agak
gelap, awan menebal, dan udara terasa dingin. Keadaan cuaca seperti ini menandakan akan turunnya
hujan.

Cuaca berawan
Cuaca panas adalah keadaan ketika matahari memancarkan sinarnya dengan terik. Udara terasa
panas dan terasa membakar kulit. Di saat panas, angin bertiup kencang dan banyak debu berterbangan

Cuaca panas
Cuaca dingin adalah keadaan ketika suhu udara terasa dingin karena berada di bawah suhu normal.

Cuaca dingin
Cuaca hujan adalah keadaan ketika butiran-butiran air jatuh ke bumi. Ketika cuaca hujan udara
terasa dingin dan langit menjadi gelap. Cahaya matahari hanya sedikit terpancar karena tertutup oleh
awan.

Cuaca hujan
Hujan terjadi karena di permukaan bumi terdapat daratan dan perairan. Ketika cuaca panas, air di
seluruh perairan seperti sungai, danau, dan laut akan menguap. Uap air menyatu dengan udara dan
bergerak naik ke atas.
Ketika suhu udara semakin dingin, uap air akan mengembun. Uap air berubah menjadi butiran air.
Semakin lama butiran air bertambah banyak dan terbentuklah awan. Awan yang sudah banyak
mengandung butiran air akan berwarna gelap atau kelabu. Jika sudah terlalu berat maka butiran-
butiran air akan jatuh ke bumi. Inilah yang dinamakan hujan.

Iklim adalah keadaan rata-rata cuaca dari suatu wilayah yang luas dan diperhitungkan dalam jangka
waktu yang lama, antara 30 sampai 100 tahun. Ilmu yang mempelajari iklim disebut klimatologi. Hasil
penyelidikan klimatologi disajikan untuk kepentingan pertanian, peternakan, perikanan, dan kegiatan
lain yang berkaitan dengan iklim.
A. Tipe-Tipe Iklim
Tipe-tipe iklim terbagi atas dua antara lain.
1. Iklim Darat
Iklim darat dibedakan sebagai berikut
1). Daerah tropis dan subropis sampai lintang 40° memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Amplitudo suhu hariannya sangat besar, tetapi amplitudo suhu tahunannya kecil
b. Curah Hujan sedikit, jatuh hanya sebenar, dan disertai topan.

2). Daerah sedang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :


a. Amplitudo suhu tahunan besar, suhu rata-rata pada musim panas cukup tinggi, dan musim dingin
cukup rendah.
b. Curah hujan sangat sedikit dan jatuh pada musim panas.

2. Iklim Laut
Iklim laut dibedakan sebagai berikut.
1). Daerah tropis dan subtropis sampai garis lintang 40° memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Suhu rata-rata tahunannya rendah
b. Amplitudo suhu hariannya rendah
c.Banyaknya awan dan sering terjadi hujan lebat disertai badai.

2). Daerah sedang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :


a. Amplitudo suhu hariannya dan tahunannya kecil.
b. Banyaknya awan dan hujan di musim dingin
c. Pergantian musim panas dan dingin terjadi tidak mendadak

B. Klasifikasi Iklim
Pembagian iklim diklasifikan menjadi iklim matahari dan iklim fisik
a. Iklim Matahari. Iklim matahari, yaitu iklim yang mendasarkan pada perbedaan pemanasan di
permukaan bumi oleh sinar matahari. Menurut iklim matahari, bumi dibagi atas lima daerah iklim
antara lain
1. Daerah iklim tropis

2. Daerah iklim subtropis

3. Daerah iklim sedang.

4. Daerah iklim dingin.

b. Iklim Fisik. Iklim fisik adalah iklim yang terjadi menurut kenyataan yang ada didaerah itu. Iklim
ini ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut.
1. Permukaan bumi berupa daratan dan lautan

2. Angin berupa angin panas dan angin dingin.


3. Bentang alamatau relief daratan

4. Arah arus laut.

Unsur-unsur Cuaca dan Iklim

a. Suhu udara (temperatur udara)

Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara di suatu tempat dan pada waktu tertentu, yang
dipengaruhi oleh banyak atau sedikitnya panas matahari yang diterima bumi. Alat yang digunakan
untuk mengukur suhu udara adalah termometer, dengan skala derajat Reamur (R), Celcius (C), dan
Fahrenheit (F).

Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli telah mampu membuat alat
pencatat suhu udara otomatis (termograf). Data hasil rekaman termograf dinamakan termogram. Data
hasil pengukuran suhu udara (termogram) dalam satu hari dapat diselidiki dan dihitung rata-ratanya,
kemudian dapat digunakan untuk menentukan rata-rata suhu udara harian, bulanan, atau tahunan.
Berdasarkan hasil pengukuran suhu udara yang disajikan oleh instansi terkait (Badan Meteorologi dan
Geofisika), keadaan udara di Indonesia dapat disimpulkan sebagai berikut.
1) Temperatur udara harian di pantai cukup tinggi, yakni sekitar 26 °C dengan temperatur tertinggi
terjadi sekitar pukul 14.00 dan temperatur terendah sekitar 24 °C terjadi sekitar pukul 04.00 dinihari.
2) Amplitudo harian relatif kecil (selisih temperatur udara tertinggi dan terendah dalam waktu satu
hari).
3) Amplitudo tahunan relatif kecil. Amplitudo tahunan rata-rata hanya 1 °C, karena lamanya siang dan
malam hampir sama.

b. Lengas atau kelembaban udara

Kelembaban udara (tingkat kebasahan udara) adalah banyaknya kandungan uap air yang terdapat di
udara. Kelembaban udara dapat diukur dengan higrometer. Berikut ini tiga jenis kelembaban udara
yang umumnya dikenal.

1) Kelembaban absolut/mutlak

Kelembaban absolut adalah beratnya uap air atau berapa gram uap air yang dikandung setiap 1 m3
udara. Kadar kelembaban udara di atmosfer dipengaruhi oleh naik dan turunnya suhu udara di
sekitarnya dan terkait dengan penguapan.

2) Kelembaban relatif/nisbi

Kelembaban relatif adalah perbandingan jumlah uap air yang ada di udara dengan jumlah maksimum
uap air yang dapat dikandung udara pada temperatur yang dinyatakan dengan persen (%).

3) Kelembaban spesifik

Kelembaban spesifik adalah berat uap air per satuan berat udara (termasuk berat uap airnya), yang
umumnya dinyatakan dalam gram air per kilogram udara.

c. Curah hujan

Curah hujan adalah titik-titik air hasil pengembunan uap air di udara yang jatuh ke bumi dalam satuan
milimeter. Dari hasil penelitian, rata-rata butir hujan mempunyai garis tengah antara 0,08 sampai 6
milimeter. Tipe hujan berdasarkan ukuran butirannya antara lain hujan halus, hujan rintik, dan hujan
lebat. Intensitas hujan dapat diukur dengan alat pengukur hujan yang dinamakan ombrometer. Hasil
pencatatan curah hujan secara terus-menerus dapat dibuat informasi rata-rata curah hujan tahunan atau
bulanan.

d. Angin

Menurut Hukum Buys Ballot, angin adalah udara yang bergerak dari daerah bertekanan udara
maksimum ke daerah bertekanan udara minimum. Arah angin berubah-ubah karena pengaruh
perbedaan tekanan udara di suatu tempat. Kecepatan angin dapat diukur dengan menggunakan alat
yang dinamakan anemometer dan dinyatakan dalam satuan meter per detik.

e. Tekanan Udara

Udara mempunyai massa atau tenaga yang menekan bumi dari segala arah. Penekanan udara terhadap
permukaan bumi ini dinamakan tekanan udara dan diukur dengan alat yang disebut barometer dalam
satuan milibar (mb).
f. Penyinaran matahari

Penyinaran matahari adalah penerimaan energi matahari oleh permukaan bumi dalam bentuk sinar-
sinar gelombang pendek yang menerobos atmosfer. Banyak atau sedikitnya panas matahari yang
diterima bumi dipengaruhi oleh beberapa hal berikut.

1) Besarnya sudut datang sinar matahari


Panas yang diterima bumi pada pagi hari relatif lebih kecil daripada siang hari.
2) Lama penyinaran matahari
Lamanya penyinaran matahari adalah penyinaran yang sampai di permukaan bumi (insolasi)
setelah mengalami proses melalui lapisan atmosfer.

3) Jenis tanah atau benda yang disinari oleh matahari

Jenis dan warna tanah atau benda dipengaruhi oleh penyerapan dan pemantulan sinar matahari.
4) Keadaan awan pada waktu penyinaran

Keberadaan awan dapat menjadi penghambat sinar matahari yang mencapai bumi (ada proses
absorbsi).
C. Pengaruh Cuaca dan IklimBagi Kegiatan Manusia
1. Bidang Pertanian
Manfaat iklim dalam bidang pertanian diantaranya adalah sebagai berikut:
· Menentukan waktu tanam
· Menentukan tanaman yang sesuai
Selain itu cuaca dan iklim juga memiliki dampak bagi pertanian (SoerjadiWirjohamidjojo, 1993:
54) diantaranya:
Dampak secara langsung yaitu dampak yang ditimbulkan oleh sesuatu unsur cuaca/iklim kepada
kegiatan pertanian. Dampak lansung tersebut ada yang dirasakan seketika, dan ada yang dirasakan
secara lambat.Misalnya curah hujan yang lebat atau terus menerus dapat menimbulkan tanah longsor
saat itu, angin kencang menimbulkan kerusakan batang tanaman, dan adanya embun beku yang
mengenai tanaman membuat daun dan batang tanaman menjadi kering.Dampak langsung yang
diraskan secara lambat adalah kadar cuaca yang baru dirasakan setelah berkali-kali terjadi, misalnya
tanah menjadi lembap setelah beberapa hari turun hujan, tanah menjadi kering setelah beberapa hari
hujan makin berkurang.
Dampak tidak langsung adalah dampak yang ditimbulkan oleh faktor lain tetapi faktor tersebut
timbul berkaitan dengan cuaca/iklim yang terjadi, sedangkan kadar cuaca/iklim yang terjadi tersebut
diperlukan bagi kegiatan pertanian pada waktu itu.
Cuaca/iklim tidak hanya diperlukan tanaman saja tetapi hama penyakit, tumbuhan parasit juga
memerlukan cuaca/iklim. Sering terjadi bahwa kerusakan tanaman tidak karena cuaca saat itu secara
langsung, tetapi karena timbulnya hama, penyakit, parasit yang justru hidup subur pada saat adanya
cuaca yang dipelukan bagi tanaman dan kegiatan pertanian waktu itu.
Dengan demikian gangguan tidak timbul dari cuaca, tetapi karena hama, penyakit, dan parasit
yang hidup subur karena didukung cuaca waktu itu.
2. Transportasi atau perhubungan
Faktor-faktor cuaca dan iklim mempunyai peranan yang besar tehadap bidang transportasi. Seperti
cuaca, suhu, arah dan kecepatan angin, awan, dan kabut sangat mempengaruhi kelancaran jalur
penerbangan. Selain berpengaruh terhadap penerbangan, faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula
terhadap transportasi laut. Seperti arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, badai dan lain-lain.
3. Telekomunikasi
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang telekomunikasi. Seperti arus angin dapat
dimanfaatkan untuk berkomunikasi antar daerah dengan menggunakan telepon angin. Pengaruh lain
yaitu kondisi cuaca yang kurang baik dapat mengganggu jaringan telekomunikasi. Misalnya saat
kondisi hujan atau mendung sinyal Handphone menjadi melemah.
4. Pariwisata
Faktor cuaca dan iklim berpengaruh pula terhadap bidang pariwisata. Seperti cuaca cerah, banyak
cahaya matahari, kecepatan angin, udara sejuk, kering, panas, dan sebagainya sangat mempengarui
terhadap pelaksanaan wisata, baik wisata darat maupun laut.
A.PENGERTIAN ANGIN

Angin adalah udara yang bergerak akibat rotasi bumi dan perbedaan tekanan udara di sekitarnya.
Angin bergerak dari tempat bertekanan udara tinggi ke bertekanan udara rendah.

B.PROSES DAN FAKTOR TERJADINYA ANGIN

Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai menjadi lebih ringan sehingga naik.
Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun karena udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya
mengalir ke tempat yang bertekanan rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke
tanah. Di atas tanah udara menjadi panas lagi dan naik kembali.Aliran naiknya udara panas dan
turunnya udara dingin ini dinamakan konveksi.

Faktor-faktor yang menyebabkan angin terhadi antara lain adalah:


 Gradien Barometris, yaitu bilangan yang menunjukkan perbedaan tekanan udara dari dua
isobar yang jaraknya 111 km. Makin besar gradien barometrisnya, makin cepat tiupan
anginnya.
 Lokai, kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat daripada angin yang jauh dari garis
khatulistiwa.

 Tinggi Lokasi, semakin tinggi lokasinya semakin kencang pula angin yang bertiup. Hal ini
disebabkan oleh pengaruh gaya gesekan yang menhambat laju udara. Di permukaan bumi,
gunung, pohon, dan topografi yang tidak rata lainnya memberikan gaya gesekan yang besar.
Semakin tinggi suatu tempa, gaya gesekan ini semakin kecil.

 Waktu, Angin bergerak lebih cepat pada siang hari, dan sebaliknya terjadi pada malam hari.

 Sebenarnya yang kita lihat saa angin berhembus adalah partikel-partikel ringan seperti debu
yang terbawa bersama angin. Angin bisa kita rasakan hembusannya karena kita mempunyai
indra perasa, yaitu kulit, sehingga kita bisa merasakannya.

C.SIFAT-SIFAT ANGIN
Beberapa sifat angin antara lain:
 Angin menyebabkan tekanan terhadap permukaan yang menentang arah angin tersebut.
 Angin mempercepat pendinginan dari benda yang panas.

 Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tampat lain, dan dari waktu ke waktu.
D.KECEPATAN ANGIN
Kecepatan angin ditentukan oleh perbedaan tekanan udara antara tempat asal dan tujuan angin dan
resistensi medan yang dilaluinya.

E.JENIS-JENIS ANGIN

1.Angin laut dan Angin Darat

a. Angin Laut
Angin laut adalah angin yang bertiup dari arah laut ke arah darat yang umumnya terjadi pada siang
hari dari pukul 09.00 sampai dengan pukul 16.00. Angin ini bisa dimanfaatkan para nelayan untuk
pulang dari menangkap ikan di laut.

b.Angin Darat
Angin darat adalah angin yang bertiup dari arah darat ke arah laut, yang pada umumnya terjadi saat
malam hari, dari jam 20.00 sampai dengan 06.00.

Angin jenis ini bermanfaat bagi para nelayan untuk berangkat mencari ikan dengan perahi bertenaga
angin sederhana.

2.Angin Lembah dan Angin Gunung

a.Angin Lembah
Angin Lembah adalah angin yang bertiup dari arah lembah ke puncak gunung dan biasa terjadi pada
siang hari.
b.Angin Gunung
Angin Gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung ke lembah gunung dan terjadi pada
malam hari.

3.Angin Fohn

Angin Fohn (Angin Jatuh) adalah angin yang terjadi sesuai hujan Orografis. Angin yang bertiup pada
suaatu wilayah dengan temperatur dan kelengasan yang berbeda.

Angin Fohn terjadi karena ada gerakan massa udara yang naik pegunungan yang tingginy lebih dari
200 meter , naik di satu sisi lalu turun di sisi lain. Angin Fohn yang jatuh dari puncak gunung bersifat
panas dan kering , karena uap air sudah di buang pada saat hujan orografis.

Biasanya angin ini bersifat panas merusak dan dapat menimbulkan korban. Tanaman yang terkena
angin ini bisa mati dan manusia yang terkena angin ini bisa turun daya tahan tubunya terhadap
serangan penyakit.

4.Angin Muson
Angin muson atau biasanya disebut sengan angin musim adalah angin yang berhembus secara periodik
(minimal 3 bulan) dan antara periode yang satu dengan periode yang lain polanya akan berlawan yang
berganti arah secara berlawanan setiao setengah tahun.

Angin Muson terbagi atas dua macam,yaitu :

a.Angin Muson Barat

Angin Musim/Muson Barat adalah angin yang mengalir dari benua Asia (musim dingin) ke Benua
Australia (musim panas) dan mengandung curah hujan yang banyak di Indonesia bagian barat, hal ini
disebabkan karena angin melewati tempat yang luas, seperti perairan dan samudra. Contoh perairan
dan samudra yang dilewati adalah Laut China Selatan dan Samudra Hindia. Angin Musim Barat
menyebabkan Indonesia mengalami musim hujan. Angin ini terjadi pada bulan Desember, Januari dan
Februari, dan maksimal pada bulan januari dengan Kecepatan Minimum 3 m/s.

b. Angin Muson Timur


Angin Musim/Muson Timur adalah angin yang mengalir dari Benua Australia( musim dingin) ke
Benua Asia (Musim panas) sedikit curah hujan ( kemarau) di Indonesia bagian timur karena angin
melewati celah-celah sempit dan berbagai gurun (Gibson, Australia Besar, dan Victoria). Ini yang
menyebabkan indonesia mengalami musim kemarau. Terjadi pada bulan juni, juli dan Agustus, dan
maksimal pada bulan juli.

F.ALAT UNTUK MENGUKUR ANGIN


Alat untuk mengukur angin antara lain:
 Anemometer, adalah alat yang mengukur kecepatan angin.

 Wind Vane, adalah alat untuk mengetahui arah angin.


 Windsock, adalah alat untuk mengetahui arah angin dan memperkirakan besar kecepatan
angin, yang biasanya banyak ditemukan di bandara-bandara.