You are on page 1of 15

Kolonoskopi – Metode, Fungsi dan Bahaya

Kolonoskopi merupakan sebuah tindakan medis yang ada hubungannya dengan usus besar, yakni rektum
dan kolon. Diketahui bahwa kolonoskopi ini adalah prosedur yang menggunakan alat dengan bentuk pipa
untuk dimasukkan ke usus besar. Proses ini biasanya bertujuan untuk memeriksa eksistensi polip atau
kecurigaan timbulnya kanker di dalam tubuh, khususnya bagian usus.

Prosedur dari kolonoskopi ini terbilang sangat penting karena menjadi salah satu dari prosedur
pencegahan kanker. Tes diagnosa kolonoskopi ini sebetulnya tidak begitu memiliki reputasi yang baik
atau menyenangkan, tapi ketika pasien benar-benar mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan
benar, tak banyak kesulitan yang akan dihadapi oleh pasien. Bahkan bila berhasil, tentunya ada jaminan
bahwa pasien tak usah lagi menjalaninya.

(Baca juga: gejala infeksi usus – bahaya konsumsi jeroan bagi kesehatan)

Definisi Kolonoskopi

Pada dasarnya, kolonoskopi merupakan sebuah tindakan rawat jalan untuk pemeriksaan bagian dalam
usus besar. Proses pun dilakukan dengan peneropongan lewat kamera yang ada pada alat khusus untuk
dimasukkan ke dalam usus besar. Dari situlah dokter mampu menilah adanya masalah di dalam
pencernaan, seperti perdarahan pada dubur dan sakit perut.

Ahli pencernaan adalah yang biasanya akan melakukan kolonoskopi dan menggunakan alat yang
bernama kolonoskop atau teropong usus. Kolonoskop sendiri adalah alat yang bentuknya tabung
panjang, lentur dan tipis di mana ini melekat di sebuah kamera berukuran kecil dan dihubungkan pada
layar TV.

Gastroenterologis adalah nama atau sebutan untuk seorang ahli saluran pencernaan, dan dengan
memanfaatkan beragam kontrol pada perangkat khusus, dokter ahli ini akan memandu alat yang sudah
dimasukkan untuk memeriksa dan menyelidiki gejala pada usus besar. Dari proses ini, dokter juga baru
bisa menentukan potensi penyebab gejala yang dirasakan pasien di saluran pencernaan.
Bila Anda pernah mendengar tentang sigmoidoskop, maka ini merupakan varian yang lebih pendek dari
kolonoskop dan biasanya dokter memanfaatkannya untuk mendeteksi masalah yang lebih khusus.
Sigmoidoskop ini pada umumnya lebih digunakan untuk masalah terbatas yang berada di bagian bawah
usus besar.

(Baca juga: obat infeksi usus)

Persiapan dan Metode Kolonoskopi

Sebelum kita masuk ke poin cara kerjanya, perlu juga untuk mengetahui apa saja langkah yang harus
ditempuh untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani prosedurnya. Di bawah ini merupakan hal-hal
yang sangat perlu diperhatikan dan dilakukan untuk membuat prosesnya nanti berhasil dan sempurna.

Tujuan Kolonoskopi

Tersedianya kolonoskopi sebetulnya sangat membantu banyak orang dan ini juga merupakan salah satu
teknologi terbaik untuk pasien bisa menerima kepastian ada tidaknya pertumbuhan kanker maupun
prakanker atau polip pada organ usus besar. Ketika dideteksi atau terdiagnosa dari awal, maka perawatan
yang dibutuhkan pun akan menjadi jauh lebih cepat juga.

Dengan perawatan yang juga diberikan sedari awal, ini otomatis secara efektif akan mencegah
perkembangan dari sel kanker untuk bertumbuh ke tahap berikutnya. Pada orang-orang tua yang usianya
sudah ada 50 tahun lebih dan memiliki potensi terkena kanker usus besar dianjurkan untuk menempuh
metode kolonoskopi lebih sering. Sementara itu, yang risikonya lebih kecil pun tetap harus
memeriksakan diri paling tidak 10 tahun sekali.

Orang-orang yang perlu sering-sering menjalani kolonoskopi adalah:

Yang beriwayat polip atau kanker usus besar.

Yang beriwayat keluarga ada yang menderita kanker usus besar.

Yang beriwayat penyakit radang usus atau penyakita Crohn.

Yang merupakan keturunan kanker usus non-poliposis.


Yang dengan poliposis familial adenomatosa.

Karena dokter perlu tahu apa yang menjadi riwayat kesehatan tertentu yang pernah atau tengah diderita
pasien, maka perlu juga bagi pasien untuk memberi tahu apa saja obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Dokter biasanya akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsi obat-obatan tersebut beberapa
hari sebelum kolonoskopi dilakukan.

Meski pada beberapa kasus Anda tetap bisa mengonsumsi obat-obatan yang sedang dikonsumsi, namun
kebanyakan dokter akan tetap melaang Anda untuk mengonsumsinya supaya proses kolonoskopi
nantinya bisa jauh lebih optimal. Tak hanya obat-obatan, beberapa suplemen pun dapat mengganggu
tes, jadi perhatikan obat dan suplemen apa saja yang perlu dihentikan konsumsinya seperti di bawah ini:

Obat tekanan darah.

Aspirin

Obat pengencer darah.

Obat anti-inflamasi.

Suplemen minyak ikan.

Obat diabetes.

Persiapan Tubuh dan Rencana untuk Hari-H

Perlu dan pentingkah pasien untuk mempersiapkan tubuh sebelum kolonoskopi dimulai? Ya, tentu saja.
Saat sudah bertemu dengan dokter di awal, diskusi akan meliputi kolonoskopi berikut juga instruksi bagi
pasien untuk mempersiapkan diri dengan benar sebelum tesnya dimulai. Biasanya, pasien tak akan
diperbolehkan untuk makan makanan padat dan cairan yang harus diminum pun ditentukan.

Persiapan tersebut wajib untuk ditaati oleh setiap pasien yang hendak menjalani kolonoskopi supaya
usus besar benar-benar dalam keadaan kosong dan bersih saat diperiksa. Ketika pasien melanggar dan
malah makan atau minum cairan yang bukan seperti disarankan dokter, maka kamera tak akan mampu
menampilkan keadaan usus secara jernih.

Saat kamera gagal menampilkan secara jelas, risikonya pasien harus mengulangi kembali kolonoskopi di
lain waktu yang tentunya malah akan lebih merepotkan. Jadi, ingatlah bahwa mengonsumsi camilan saja
akan membuat tes kolonoskopi batal. Memang berpuasa adalah hal yang berat, apalagi sehari
sebelumnya, namun hasilnya nanti akan memuaskan dan tak perlu diulang.

Proses pun bakal dilakukan secara cepat ketika keadaan perut atau usus besar bersih. Jika ingin lebih
mudah, cobalah untuk mempersiapkan diri 1 minggu sebelumnya dengan membuat porsi makan
menjelang hari-H lebih sedikit dari hari biasanya. Cara ini akan sangat membantu Anda mempersiapkan
diri jauh lebih baik dan mudah.

Ada jenis-jenis makanan atau cairan yang perlu disantap oleh pasien namun ditentukan oleh dokter, alias
tak boleh sembarangan. Cairan yang masuk ke dalam tubuh pun disarankan untuk yang berwarna
bening, seperti:

Kaldu ayam.

Kopi atau teh tanpa tambahan susu.

Air putih.

Jus apel yang tanpa ampas.

Madu

Permen keras.

Es loli.

Minuman olahraga bening.

Minuman soda.

Sayur bening.

(Baca juga: penyebab feses berwarna hitam – perut terasa penuh)

Bila sudah mengetahui makanan atau cairan bening apa saja yang bisa dikonsumsi, Anda pun perlu
mengetahui makanan serta minuman apa yang menjadi pantangan sebelum kolonoskopi. Yang paling
dilarang oleh dokter adalah makanan padat atau cairan buram. Hindarilah cairan yang ada ampasnya,
bahkan susu pun tak diperbolehkan; berikut ini detilnya.

Sayur
Biji-bijian

Buah

Daging

Sup yang ada potongan makanannya.

Produk susu, seperti keju maupun susu kocok dan olahan susu lainnya.

Jus buah yang tidaklah tembus pandang alias buram, seperti jus nanas, jus jeruk dan jus buah lainnya.

Smoothie yang juga merupakan campuran buah serta sayur.

Setiap kali makan, minumlah minimal cairan bening 4 gelas. Minimal 236-298 ml cairan bening yang
perlu untuk Anda konsumsi setiap kali sehabis sarapan, makan siang serta makan malam tepat 1 hari
sebelum kolonoskopi dijalani. Anda boleh-boleh saja mengonsumsi segelas kopi tanpa ampas dan tanpa
tambahan susu, 2 gelas air putih dan 1 gelas jus apel untuk sarapan.

Alternatif lainnya adalah meminum 1 gelas kaldu bening, 1 gelas minuman olahraga, serta 1 gelas air
untuk makan siang. Mengonsumsi camilan juga boleh, asalkan itu permen bening yang keras, agar-agar
bening atau es loli. Sedangkan untuk menu makan malamnya, nikmatilah 1 gelas kaldu sayuran, 2 gelas
air putih, dan juga 1 gelas teh.

Untuk makanan dan minuman sudah dibahas, namun persiapan tes juga meliputi pemberian obat oleh
dokter di mana dokter akan memberikan pasiennya obat wajib minum di waktu tertentu, yakni jam 6
sore sehari sebelum kolonoskopi dilakukan. Obat ini merupakan obat persiapan dan fungsinya adalah
sebagai pembersih usus untuk esok harinya.

Resep obat dari dokter tersebut akan diberikan terpisah di mana setengah perlu dikonsumsi malam hari
dan setengahnya lagi pada saat hari-H di mana tes akan dilangsungkan. Dengan mengikuti petunjuk
dokter berikut juga petunjuk yang ada pada kemasan obat, Anda bisa mengonsumsinya secara lebih
tepat tanpa takut akan efeknya.

Pasca konsumsi obat pemberian dokter tersebut, biasanya ada efek yang didapat dan berkaitan dengan
feses yang dikeluarkan. Feses yang keluar biasanya bakal kelihatan seperti cairan yang bening seperti
cairan yang masuk ke dalam tubuh sebelumnya. Kalau demikian, ini kemudian menandakan bahwa obat
persiapan telah bekerja secara maksimal.
Justru ketika feses yang keluar warnanya masih kelihatan keruh atau kecoklatan, obat persiapan tersebut
belumlah bekerja di dalam tubuh Anda. Apabila warnanya adalah oranye dan bening atau cokelat dan
bening, obat berarti sudah mulai bekerja karena sudah ada efek beningnya. Feses yang sudah kuning dan
bening warnanya menandakan bahwa Anda sudah siap untuk ke rumah sakit menjalani kolonoskopi;
biasanya warna persis dengan urin yang sehat.

Ketika sudah persiapan tubuh, Anda tetap perlu melakukan persiapan rencana untuk menempuh
kolonoskopi di hari-H atau hari tesnya. Ketika gejala radang usus besar mulai terjadi, jangan ragu untuk
ke dokter supaya dokter bisa melakukan tes kolonoskopi secepatnya.

Jalannya proses kolonoskopi pada umumnya dilakukan pada pagi hari, sehingga akan jauh lebih baik
untuk mengosongkan jadwal demi hendak menjalani tes ini. Karena dokter pun bakal memberikan obat
kepada pasien untuk berisitirahat, pasien rata-rata akan merasakan kantuk luar biasa sehingga akan
sangat berbahaya apabila melakukan rutinitas seperti biasanya.

Ketika Anda hendak beraktivitas dan butuh untuk pergi-pergi, sebaiknya pun mintalah seseorang untuk
mengantarkan maupun menjemput Anda. Tak masalah untuk ambil waktu libur 1 hari supaya persiapan
makin maksimal dan hasil kolonoskopi juga sempurna. Paling tidak, Anda yang sibuk bisa juga
meluangkan 1-2 jam untuk mengistirahatkan tubuh.

Cara Kerja

Sesudah mengetahui tujuan dari kolonoskopi, penting juga untuk kemudian mengenal akan cara kerja
dari proses kolonoskopi. Yang pertama-tama dokter akan lakukan adalah pemeriksaan dubur di mana
dokter perlu memeriksa area sekitar dubur dan anal. Alat yang tadi sudah disebutkan berupa pipa akan
dimasukkan oleh dokter melalui anus untuk menuju bagian dalam usus.

Kamera kecil ada di bagian ujungnya untuk melengkapi alat ini sehingga fungsinya dapat menampilkan
kondisi usus besar, polip, maupun adanya perkembangan lainnya. Seperti halnya ketika operasi pada
umumnya, pasien diminta untuk tidak makan apapun, atau biasanya tidak diperbolehkan makan
makanan padat sehari sebelum kolonoskopi atau tepat pada hari prosedur hendak dilakukan.

Ketika usus besar dalam keadaan kosong atau tidak bekerja terlalu keras, maka kamera biasanya
dipastikan mampu menunjukkan gambar usus besar secara lebih jelas lewat kamera pada alat tadi.
Dokter pun tak ketinggalan memberikan obat pada pasien untuk merilekskan tubuh pasien selama
prosedur kolonoskopi dijalankan.

Seperti operasi, obat tersebut adalah obat bius di mana akan memberikan efek tidak sadar pada pasien.
Bahkan kebanyakan orang tak lagi mampu untuk mengingat kembali prosedur yang telah berlangsung
sesudah efek obatnya hilang. Prosedur ini pada umumnya akan berlangsung selama setengah jam hingga
1 jam, jadi tak akan terlalu lama.

Selama prosesnya, dokter ahli biasanya akan memastikan bahwa pasien merasakan kenyamanan dan
jangan khawatir karena banyak pasien sudah membuktikannya. Ketidaknyamanan tidak akan ada sama
sekali atau sedikit saja walaupun Anda berpotensi memiliki keinginan untuk kram kecil dan buang air
besar. Karena alatnya lentur serta bisa bergerak fleksibel mengitari lengkungan usus besar, Anda tak
perlu takut.

Sesekali agar dokter lebih mudah meneropong, Anda akan diminta untuk merubah posisi demi
mendorong alat agar pas dalam menampilkan bagian tertentu. Sejumlah kecil jaringan bakal diambil
untuk biopsi atau analisis dengan melihatnya melalui teropong apabila didapati adanya kelainan.

Atau, jaringan bisa juga sepenuhnya dokter ambil ketika termasuk dalam kasus polip jinak. Pada kasus
pendarahan anus, dokter akan mengambil contoh jaringan setelah mengenali situs perdarahan supaya
bisa menilai dan kemudian mengobatinya. Peneropongan atau kolonoskopi ini rupanya sangat handal
karena memberikan hasil diagnosa yang akurat tanpa memerlukan operasi.

Fungsi Kolonoskopi

Tindakan pemeriksaan kolonoskopi ini dilakukan ketika seseorang hendak menentukan penyebab dari
gejala-gejala penyakit ini:

Nyeri di bagian dubur.

Nyeri perut.

Perubahan kebiasaan buang air besar.

Diare kronis atau diare berkepanjangan.

Perdarahan usus besar.


Kehilangan banyak darah.

Proses atau tindakan umum satu ini juga banyak dokter gunakan untuk penyelidikan lebih lanjut akan
kelainan pada tubuh seseorang yang sebelumnya sudah dikenali lewat CT scan maupun rontgen di usus
besarnya. Bahkan dengan kolonoskopi ini jugalah, dokter bisa mengenali adanya kanker usus serta cara
mengobati polip usus besar. Pasien dengan riwayat polip usus besar, kanker usus besar, dan kolitis
ulseratif atau radang usus memang harus diperiksa dnegan langkah tes ini.

Para spesialis atau dokter ahli pencernaan pun melakukan metode kolonoskopi ketika hendak
menghilangkan pertumbuhan mencurigakan di dalam tubuh pasiennya. Tanpa rasa sakit, pasien akan
merasa lebih aman ketika proses ini dilakukan dan dari cara ini, dokter bisa mengambil contoh jaringan
atau biopsi sehingga analisis lebih lanjut dapat ditentukan.

Kapan Pasien Perlu Melaksanakan Kolonoskopi?

Saat seseorang sudah mengalami ketidaknyamanan seperti timbulnya gejala-gejala penyakit dan
gangguan pencernaan berkelanjutan, seperti sakit perut yang tak kunjung sembuh, penting untuk segera
ke dokter. Dokter kemungkinan bisa memberikan Anda arahan untuk ke spesialis pencernaan apabila
memang gejala sudah pada tahap parah.

Dokter ahli atau spesialis pencernaan bakal lebih jeli dalam melakukan penyelidikan demi menentukan
apa pemicu gejala yang terjadi pada Anda. Gejala penyakit saluran pencernaan yang di level sedang
sampai yang parah biasanya dianjurkan untuk diperiksa dengan kolonoskopi ini. Ketika ditemukan bahwa
gejala lebih serius dari yang dibayangkan, kolonoskopi perlu dilakukan sering-sering.

(Baca juga: penyebab usus bocor – penyebab perut melilit dan mencret)

Efek Samping/Bahaya Kolonoskopi

Meski kelihatannya aman dan nyaman bagi pasien, tentu setiap tindakan medis selalu ada risikonya. Efek
samping atau bahaya atau komplikasi dapat membayangi pasien dan hal ini perlu diketahui oleh setiap
orang yang hendak melakukan jalur kolonoskopi. Pasca tindakan, biasanya pasien akan dibawa ke area
perawatan dan pemulihan lebih dulu.
Tujuan dari pemindahan pasien ke area pemulihan adalah menunggu sampai efek dari obat
penenangnya hilang total. Pada waktu ini, pasien akan sering merasakan kram atau pembuangan gas
yang cukup cepat. Hal tersebut wajar, namun yang paling penting untuk diperhatikan adalah
menghindari obat-obatan tertentu, seperti obat pengencer darah, khususnya apabila dokter telah
menghilangkan polip atau contoh jaringan.

Selain itu, ada juga kemungkinan bagi pasien mengalami yang namanya pendarahan kecil di area polip
atau contoh jaringan yang diambil. Anda tak usah khawatir karena pada umumnya, pendarahan ini hanya
sementara saja. Dalam beberapa hari, pendarahan akan hilang dan tak usah khawatir.

Namun selalu ada komplikasi di dalam kolonoskopi sekalipun prosedurnya dianggap aman. Komplikasi
yang terjadi pun tak sebesar dan seberbahaya yang Anda bayangkan dan cukup langka juga terjadi pada
pasien. Komplikasi yang dimaksud antara lain adalah menusuk atau memotong dinding usus yang
memang langka sehingga kemungkinannya termasuk sangat kecil.

Anda pun perlu memberi tahu dokter secepatnya ketika setelah proses kolonoskopi Anda mengalami
perdarahan dubur yang berkelanjutan dan berlebihan. Apabila ditambah dengan sakit perut yang parah
disertai juga dengan demam serta menggigil selama 2 minggu lebih. Meski komplikasi seperti ini
terbilang jarang, tetap saja ada potensi untuk terjadi, jadi konsultasikan dengan dokter.

Ketika beberapa masalah komplikasi tampak atau mulai dirasakan, silakan untuk menemui dokter untuk
mengatasinya. Pemeriksaan lebih lanjut pun sangat dibutuhkan berdasarkan dari hasil kolonoskopi.
Metode yang akurat ini pun tetap saja memiliki bahaya dan komplikasi walaupun kecil, dan Anda perlu
mengenali setiap bahayanya supaya terdeteksi dengan cepat.

(Baca juga: penyebab radang usus)

Perawatan

Bahkan bila dokter tak menyarankan secara spesifik dan mendetil, Anda bisa langsung kembali pada pola
makan normal sesudah kolonoskopi. Hanya saja, yang paling tidak dianjurkan adalah kegiatan atau
rutinitas di luar ruangan, mengemudi sendiri, mengonsumsi alkohol, serta mengendalikan mesin-mesin
berat. Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang perlu dihindari hingga 24 jam sesudah proses kolonoskopi
dilakukan.

Risiko komplikasi akan makin tinggi ketika Anda tak menjaga tubuh dengan baik tepat pasca kolonoskopi.
Hal-hal apa sajakah yang mampu membuat risiko komplikasi meningkat? Faktor-faktor di bawah ini
menjadi ancaman bagi kesehatan Anda sehingga perlu diwaspadai:

Terapi radiasi yang mungkin didapat pada pengobatan sebelumnya.

Kolitis aktif, diverkulitis atau kondisi gangguan usus lain.

Pernah operasi perut sebelum melakukan kolonoskopi.

Memiliki penyakit ginjal maupun jantung.

Merokok

Hindari merokok dan aktivitas yang terlalu berat dan setelah kembali ke rumah pasca kolonoskopi,
silakan untuk memastikan bahwa Anda mengikuti petunjuk dari dokter. Minumlah secara rutin obat-
obatan yang memang diberikan oleh dokter. Lanjutkan pula diet normal dan istirahatlah yang cukup.

Apabila terjadi sembelit, sakit perut yang berlebihan dan parah, tanda-tanda infeksi, susah buang angin,
sesak nafas, dada sakit, batuk, mual dan muntah, perdarahan di rektum, serta demam disertai menggigil,
waktunya Anda menghubungi atau menemui dokter kembali. Gejala-gejala tersebut jangan sampai
diabaikan dan perlu untuk segera ditangani.

(Baca juga: bab berdarah – perut terasa penuh)

Itulah tentang kolonoskopi atau peneropongan yang merupakan metode pemeriksaan di dalam usus
besar ketika terjadi gejala-gejala yang mencurigakan. Setelah mengetahui apa itu kolonoskopi, berikut
juga persiapan sebelum dilaksanakan, metode atau cara kerjanya, serta efek samping dan perawatan,
kiranya Anda bisa lebih mantap ketika hendak menjalaninya. Asalkan dokter ahli yang Anda tuju adalah
yang terpercaya, segala risikonya tak perlu dikhawatirkan.
16 Persiapan Sebelum Kolonoskopi yang Aman dan Berhasil

Kolonoskopi merupakan prosedur memasukkan alat dengan bentuk menyerupai pipa ke dalam usus
besar yang dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya polip atau pertumbuhan seperti kanker. Prosedur
ini sangat penting dilakukan untuk pencegahan terhadap penyakit kanker. Ada beberapa persiapan
sebelum kolonoskopi yang harus anda lakukan dan ulasannya akan kami bahas selengkapnya berikut ini.

Tanda Harus Menjalani Kolonoskopi

Nyeri pada area perut yang menyakitkan

Terdapat darah di dalam tinja

Diare terus-menerus

Hasil CT scan usus menunjukan ketidaknormalan

Mengalami anemia defisiensi besi

Memiliki riwayat kanker usus di anggota keluarga

Penurunan berat badan secara drastis.

Pahami Tujuan Kolonoskopi

Kolonoskopi merupakan teknologi baru untuk melihat pertumbuhan kanker dan juga prakanker yang
dinamakan polip pada usus besar. Deteksi sedini mungkin akan membuat penderita bisa mendapatkan
penanganan secepatnya untuk mencegah pertumbuhan kanker.

Ada beberapa orang yang memiliki risiko terkena kanker usus besar lebih tinggi dan harus menjalani
kolonoskopi ini lebih teratur, yakni:

Memiliki riwayat kanker usus besar atau polip

Memiliki riwayat penyakit radang usus atau crohn

Memiliki riwayat keluarga kanker usus besar

Memiliki keturunan kanker usus nin poliposis


Pahami Cara Kerja Kolonoskopi

Prosedur kolonoskopi ini akan diawali dengan memeriksa dubur memakai sebuah pipa panjang tipis
yakni kolonoskop yang akan masuk ke usus lewat anus. Alat ini juga dilengkapi dengan kamera ukuran
kecil untuk menampilkan keadaan usus besar, polip dan lain sebagainya.

Pasien dilarang untuk makan makanan padat sehari sebelum prosedur dan pada hari prosedur
berlangsung.

Pasien akan diberikan obat bius selama prosedur yang biasanya berlangsung 30 menit.

Puasa dan Minum Banyak Cairan

Saat awal pertemuan dengan dokter, maka ia akan melarang pasien untuk makan makanan padat serta
menyarankan minum banyak cairan dan waktu untuk melakukannya. Instruksi dari dokter tersebut wajib
dilakukan pasien sehingga usus besar tetap dalam keadaan bersih saat hari prosedur tersebut dijalankan.
Apabila ini diabaikan, maka kondisi usus tidak bisa dilihat dengan jelas dan pasien harus mengulang
prosedur tersebut kembali pada hari yang berbeda.

Catat Obat Yang Sedang Dikonsumsi

Jika pasien sedang minum beberapa obat-obatan tertentu, maka harus dihentikan beberapa hari
sebelum menjalani tes tersebut. Pasien juga diharuskan mencatat jenis obat-obatan tersebut dan
memberitahukan pada dokter sebelum tes kolonoskopi dijalankan.

Pada beberapa kasus, pasien masih diperbolehkan mengkonsumsi obat apabila memang diperbolehkan
oleh dokter. Beberapa jenis obat yang harus anda catat dan beritahukan pada dokter diantaranya adalah:

Aspirin

Obat anti inflamasi

Obat diabetes

Obat pengencer darah

Obat tekanan darah

Suplemen minyak ikan


Siapkan Rencana pada Hari Tes

Umumnya, kolonoskopi dilakukan pada pagi hari sehingga pasien harus mengosongkan jam tersebut
untuk menjalani tes. Selain itu, dokter juga kemungkinan akan memberikan obat untuk istirahat sehingga
hindari mengendarai kendaraan sendiri.

Konsumsi Cairan dan Makanan Bening

Makanan dan minuman yang bening menjadi asupan yang boleh dikonsumsi pasien sehari sebelum
menjalani kolonoskopi. Beberapa jenis asupan yang diperbolehkan diantaranya adalah:

Teh atau kopi tanpa susu

Air putih

Jus apel tanpa ampas

Soda

Agar agar

Kaldu ayam atau sayur bening

Madu

Hindari Konsumsi Makanan Padat

Asupan cairan yang mengandung ampas, susu dan hampir semua makanan padat tidak boleh dikonsumsi
saat akan menjalani kolonoskopi. Beberapa makanan yang harus dihindari diantaranya adalah:

Produk susu seperti milkshake dan keju

Jus jeruk, nanas dan lainnya yang tidak transparan

Biji bijian

Daging

Sayur

Buah

Minum Cairan Setiap Makan


Semua makanan yang dikonsumsi pasien mulai dari sarapan sampai makan malam harus terdiri dari
setidaknya 298 ml cairan bening.

Pasien diperbolehkan minum segelas kopi tanpa susu, 1 gelas jus apel dan 2 gelas air putih untuk
sarapan

Minum segelas minuman berenergi, 1 gelas kaldu bening dan 2 gelas air untuk makan siang.

Konsumsi camilan seperti permen bening, es loli atau agar agar

Minum 1 gelas teh, 1 gelas kaldu sayuran dan 2 gelas air untuk makan malam.

Konsumsi Obat Persiapan Kolonoskopi

Dokter akan memberikan obat pada pasien yang harus diminum pada jam 6 sore, 1 hari sebelum tes
kolonoskopi. Obat ini berfungsi untuk membersihkan usus pada esok harinya. Selain itu, dokter juga
mungkin akan memberikan resep obat persiapan secara terpisah yang dikonsumsi pada malam hari dan
pada saat hari tes akan dijalankan.

Ikuti petunjuk yang dokter berikan dan juga petunjuk dalam kemasan obat persiapan kolonoskopi
tersebut. Sesudah mengkonsumsi obat ini, dalam tinja yang keluar akan terlihat seperti cairan berwarna
bening dan ini menjadi tanda jika obat sudah bekerja.

Apabila tinja yang keluar masih berwarna coklat, maka obat belum bekerja.

Apabila tinja berwarna coklat atau oranye bercampur bening, menandakan obat mulai bereaksi.

Jika usus sudah siap, maka pasien sudah diperbolehkan ke rumah sakit apabila tinja berwarna bening
dan kekuningan menyerupai urin.

Persiapan Pada Hari Kolonoskopi

Setelah melakukan beberapa persiapan untuk hari tes, ada beberapa tahapan lagi yang harus dilakukan
pada hari dilaksanakannya kolonoskopi.

Mengkonsumsi Cairan Bening Saat Sarapan


Pasien tidak diperbolehkan untuk makan makanan padat pada pagi hari saat kolonoskopi akan dijalankan
dan hanya cukup mengkonsumsi air putih, teh, jus apel atau kopi hitam untuk pagi hari.

Persiapan Usus Tahap Kedua

Persiapan usus tahap kedua juga dilakukan apabila memang dibutuhkan. Dokter akan memberikan
instruksi untuk tahap persiapan dan pasien akan menjalani tahap kedua pada pagi hari saat tes akan
dilakukan. Pasien diwajibkan untuk mengikuti instruksi lanjutan dengan sangat baik.

Minum Minuman Berenergi

Pasien juga disarankan untuk minum minuman berenergi antara 236 sampai 298 ml sebelum pergi
menjalani tes dan daftarkan diri untuk tes yang sudah dijadwalkan tersebut.

Tips Sebelum Menjalani Kolonoskopi

Sesudah obat pencahar diminum, maka tinja akan berubah menjadi padat akan tetapi lama kelamaan
akan berubah menjadi encer sampai akhirnya menyerupai cairan seluruhnya.

Ikuti saran dokter sepenuhnya agar proses kolonoskopi bisa berjalan dengan baik dan pasien tidak harus
melakukan kolonoskopi untuk kedua kalinya.

Minumlah air sebanyak mungkin dengan campuran cuka sari apel sebelum tes kolonoskopi supaya tubuh
bisa selalu terhidrasi dengan sangat baik yang artinya mampu mencegah bahaya dehidrasi juga.

Hindari juga beberapa jenis obat-obatan yang tidak diperbolehkan seperti obat pengencer darah,
suplemen zat besi dan berbagai multivitamin yang mengandung zat besi.

Setelah semua persiapan sebelum kolonoskopi selesai dilakukan, maka tes kolonoskopi bisa segera
dilakukan oleh pasien. Sesudah semua tahap kolonoskopi selesai dilakukan, maka pasien diperbolehkan
untuk mengkonsumsi makanan dan minuman apapun seperti biasa. Semua persiapan ini haruslah ditaati
dengan baik oleh pasien, untuk menghindari pengulangan kolonoskopi yang tentunya akan merugikan
pasien.