Вы находитесь на странице: 1из 12

Flexible Manufacturing Systems : Cost Management and Cost

Accounting Implications

A. Latar Belakang Penggunaan FMS

Pada pertengahan tahun 1960-an, persaingan pasar semakin kompleks. Selama tahun
1960 hingga 1970 biaya adalah hal yang diutamakan, tetapi setelah itu kualitas menjadi
prioritas utama dan dengan adanya persaingan pasar yang semakin kompleks ketepatan waktu
pemesanan menjadi hal yang dibutuhkan oleh konsumen. Untuk itu perusahaan harus
mempunyai kemampuan merespon berbagai perubahan secara efisien. Kemampuan respon
perusahaan tersebut diantaranya adalah kemampuan memproduksi banyak produk yang
berbeda, memperpendek siklus hidup (life cycle) produk, dan melakukan produksi secara
efektif. Kemampuan respon perusahaan ini akan dapat dicapai oleh perusahaan dengan
menerapkan fleksibilitas manufaktur.

Fleksibilitas manufaktur merupakan kemampuan perusahaan untuk merespon secara


efektif perubahan yang terjadi, baik yang terajadi di internal (operasi) perusahaan, maupun di
eksternal lingkungan perusahaan (Gerwin, 1993). Ada empat area lingkungan perusahaan yang
mempengaruhi fleksibilitas manufaktur yaitu: Strategi, Faktor lingkungan, teknologi dan
atribut organisasi (gerwin,1987).

FMS adalah sistem terintegrasi untuk pemrosesan unit kerja otomatis secara acak melalui
berbagai stasiun kerja di dalam sistem.

Elemen kunci yang termasuk di dalam FMS adalah :

1. penanganan material otomatis;


Sebuah sistem penanganan material yang otomatis dan fleksibel dimana hal itu
memungkinkan pekerja untuk beralih di antara setiap pasang mesin sehingga setiap
routing pekerjaan dapat diikuti.
2. stasiun kerja semi independen; dan
Seperangkat stasiun kerja yang memuat peralatan mesin yang tidak memerlukan set up
time yang signifikan atau mengubah urutan pekerjaan.
3. jaringan komputer pengawas.
Sebuah jaringan dan mikroprosessor pengawasan computer yang melakukan beberapa
tugas-tugas berikut :
a. mengarahkan routing pekerjaan melalui sistem.
b. melakukan pemeriksaan terhadap setiap status pekerjaan.
c. melewati setiap instruksi untuk setiap proses dan memastikan bahwa alat yang
tersedia tepat untuk pekerjaan tersebut.
d. pemantauan kinerja operasi.

B. Motivasi untuk mengadopsi FMS

Perusahaan-perusahaan mengadopsi FMS untuk berbagai macam alasan. Alasan ini


bisa dikelompokkan menjadi lima kategori umum :

1. Biaya

Sumber- sumber pengurangan biaya adalah:

1. Tingkat persediaan lebih rendah. Pengurangan ini terjadi terutama melalui


pengurangan barang dalam proses (karena berkurangnya siklus atau waktu proses).
2. Pengurangan biaya tenaga kerja. Pengurangan biaya baik secara langsung (contoh:
operator mesin) dan biaya tidak langsung (pengelola bahan baku) seperti yang telah
dilaporkan.
3. Pengurangan kesalahan dan perbaikannya. Peningkatan otomatisasi dalam FMS
berkaitan dengan peningkatan hasil.
4. Mengurangi biaya kebutuhan ruangan. Pengurangan antara 30 persen dan 70
persen seperti dilaporkan.
5. Pengurangan biaya untuk perolehan informasi.Tipe instalasi FMS yang khas adalah
pengumpulan komputer secara online dan pemantauan informasi. Kapasitas online
ini secara substansial dapat meningkatkan akurasi informasi yang dikumpulkan dan
mengurangi jumlah orang yang terkait dengan pengumpulan informasi.

2. Waktu

FMS dapat mengurangi waktu didalam siklus yang dimulai dari desain produk,
kemudian ke pengembangan produk, sampai pembuatan, dan kemudian diakhiri dengan
distribusi ke pelanggan. Pengurangan tersebut dapat mendukung strategi perusahaan yang
menekankan waktu yang lebih pendek di segala aspek operasi. Waktu antara perubahan desain
produk dengan pemomresan dalam rancangan yang baru relatif lebih singkat di banyak FMS.
Contohnya, lini perakitan yang fleksibel untuk PC Board dapat mengakomodasi perubahan di
dalam jumlah komponen masing- masing board di dalam panjang dan lebar masing-masing
board, dan persentase komponen yang dimasukkan secara otomatis. Kemampuan ini dapat
mempercepat perubahan desain sampai perubahan manufaktur yang dapat mengurangi waktu
antara permintaan pelanggan untuk sebuah PC Board yang baru sampai diantarkan ke tangan
pelanggan. Sumber pengurangan siklus-waktu mencakup hal-hal berikut:

1. Kemampuan mengatasi "bottlenecks" kemacetan


2. Waktu set-up yanglebih rendah,
3. Mengurangi kesalahan dalam peralatan
4. Mengurangi campur tangan manusia disetiap tahap manufaktur .

Berdasarkan laporan perusahaan bahwa pengurangan waktu siklus produksi mereka dari empat
puluh lima hari menjadi lima hari .

3. Pemasaran

Keuntungan pemasaran menghasilkan produk di FMS meliputi:

1. Waktu distribusi yang lebih singkat (lihat alasan berbasis waktu);


2. Mampu untuk mengelola produksi dalam volume kecil;
3. Mampu untuk membuat perubahan cepat dalam bauran produk dan volume untuk
mengakomodasi pergeseran pasar; dan
4. lebih cepat dalam memperkenalkan pruduk baru dan memodifikasi produk.
Contohnya:
FMS yang diinstal oleh Remington Arms Company: “ kemampuan mengubah bauran
produk dalam empat jam yang sebelumnya dalam enam hari, FMS memungkinkan
perusahaan memperkenalkan produk batu didalam enam bulan dibandingkan
sebelumnya membutuhkan waktu delapan belas bulan. Hal ini memungkinkan
perusahaan memperoleh pasar dengan memproduksi dalam jumlah kecil item-item
untuk kolektor, dan memproduksi kembali line produk lama yang sebelumnya tidak
diproduksi karena alasan biaya tidak efektif ketika memakai peralatan manufaktur
tradisional”.

4. Kualitas
Banyak fasilitas FMS, dalam sekali produksi dapat beroperasi dengan kualitas tinggi
dan dapat menjaga tetap konsisten dalam level kualitas produk tersebut pada bagian
yang diproduksi.
5. Teknologi
Penggunaan teknologi tingkat tinggi dapat mendatangkan atau mempertahankan
keunggulan bersaing. Alasan lain yang berhubungan untuk mengadopsi FMS termasuk
keinginan untuk bereksperimen dengan teknologi yang baru dan keinginan untuk
perintis teknologi.

C. Konsekuensi positif dari mengadopsi FMS

1. Mengurangi biaya tenaga kerja langsung


2. Meningkatkan efisiensi dalam penggunaan mesin
3. reduksi dalam waktu siklus produksi
4. Mengurangi luas lantai produksi (pada industri modern hal ini merupakan keuntungan
yang dapat diperhitungkan)
5. Penurunan rata-rata waktu siklus produksi
6. pengurangan berarti dalam pekerjaan dalam proses
7. peningkatan penggunaan mesin

D. Konsekuensi negative dari mengadopsi FMS

1. Biaya terkait
Mahalnya biaya installasi Flexible Manufacturing System ( Cost Related)
2. Waktu terkait
Waktu implementasi yang lama
3. Teknologi terkait
Produksi bisa macet total apabila terjadi gangguan pada perangkat keras maupun
pemrograman pada jaringan computer.
4. Tenaga kerja terkait
Semakin banyak pengangguran karena Flexible Manufacturing Systems telah
menggunakan mesin-mesin canggih sebagai pengganti tenaga kerja.

E. Perencanaan dan biaya informasi FMS

Bagian ini berfokus pada peran laporan informasi biaya dalam hal
1. Memutuskan bagaimana menginstal FMS

2. Memutuskan produk mana yang akan di proses dengan fasilitas FMS

Gabungan antara Internal Development dan External Vendor

Faktor kunci dalam perencanaan sebuah FMS adalah gabungan antara internal
development dan external vendor. Akan ada internal development yang minimum. External
vendor akan menyediakan “turnkey system” di mana semua aspect AGV, mesin, hardware,
software, dan training personel disediakan oleh pihak external. Keahlian teknis dari vendor,
pengalaman masa lalu, dan perbandingan biaya merupakan factor kunci dalam memutuskan
mix antara Internal Development dan External Vendor.

Faktor penting lainnya adalah kebijakan akuntansi yang berhubungan dengan biaya
pengembangan internal system, yang langsung dibebankan kepada cost. Kebijakan ini
menciptakan bias terhadap pemanfaatan vendor eksternal melalui pengembangan internal.
Biaya external vendor semua dikapitalisasi, sehingga beban menjadi lebih rendah.

Pilihan Produk untuk Proses pada FMS

Ketika teknologi baru muncul, ada beberapa pertimbangan dalam memutuskan perlu
atau tidaknya penerapan FMS pada perusahaan. Perusahaan harus mengetahui jenis produk dan
jumlah produksi. Satu hal penting lagi, perusahaan harus memiliki informasi akuntansi biaya
yang akurat untuk setiap lini produk yang di produksi. Karena informasi ini memiliki
berpengaruh besar dalam pengambilan keputusan.

F. MANAJEMEN DAN INFORMASI BIAYA OPERASI FMS

Bagian ini mempelajari peranan yang dimainkan informasi biaya dalam keputusan
operasional harian ( contoh: perputaran pekerjaan individu terhadap mesin dan usulan produksi
yang dijalankan di masing-masing pekerjaan).

Alokasi pekerjaan dalam FMS biasanya dijalankan dengan bantuan komputer yang
terjadwal secara alogaritma. Kriteria yang memungkinkan untuk membangun algoritma :

• Berbasis waktu ( misal: siklus waktu minimal)

• Berbasis mesin ( misal: memaksimalkan penggunaan mesin) dan

• Berbasis biaya ( misal: meminimalisir biaya operasi jangka pendek)


Informasi biaya merupakan faktor non ekspilisit dalam menentukan penjadwalan algoritma.

Beberapa alasan untuk pengecualian eksplisit dari informasi biaya dalam penjadwalan
algoritma, termasuk :

1. Variabel non keuangan yang paramount dalam keputusan penjadwalan. Sebagai


contoh, waktu itu sangat penting untuk beberapa pekerjaan pada sebuah bagian
permesinan dalam sebuah penerbangan – pekerjaan AOG( aircraft on ground) diberikan
prioritas terbesar.
2. Variabel non keuangan termasuk dalam penjadwalan algoritma diasumsikan menjadi
proxy yang bagus untuk faktor yang terkait dengan biaya. Beberapa manajer
manufaktur melaporkan bahwa pemaksimalan penggunaan mesin dan meminimalisir
pergantian alat merupakan cara operasional untuk meminimalisir biaya operasional.
Mereka itu, untuk menggunakan istilah baru, pencetus biaya operasinya pada FMS.
3. Kepercayaan bahwa biaya operasi relatif tidak sensitif terhadap perubahan dalam
penjadwalan algoritma. Sebagai contoh, pada beberapa perakitan yang fleksibel, semua
unit membuat penggunaan garis bagian perakitan yang sama. Jika biaya set-up untuk
setiap produksi minimal, biaya operasi akan sedikit dipengaruhi oleh beberapa variasi
dalam jadwal operasi.
4. Kepercayaan bahwa sistem akuntansi biaya yang ada mengukur biaya operasi secara
tidak sempurna. Komentar yang dibuat disini terfokus pada biaya depresiasi sebagai
alat ukur tidak sempurna untuk biaya penggunaan mesin.

Terdapat sejumlah algoritma individual yang bisa digunakan untuk menjadwalkan


pekerjaan di FMS. Sebagai permasalahan penting yang belum terselesaikan adalah
mengevaluasi pilihan algoritma. Interview mengumumkan bahwa tidak ada kasus perusahaan
yang melakukan analisa sistematis dari implikasi biaya dari penjadwalan algoritma yang dipilih
vis-à-vis algoritma alternatif.

Database komputer yang menjelaskan banyak FMS membantu perencanaan biaya yang
detail. Contohnya adalah biaya alat potong. Dengan bar-coding masing-masing alat potong,
pencatatan bisa dilakukan mengenai berapa lama dan berapa banyak pekerjaan berbeda setiap
alat potong yang telah digunakan. Informasi ini memungkinkan manajer operasional untuk
menajamkan kembali atau membuang alat sebelum pecah pada saat penggunaan mesin.
Mengantisipasi kerusakan berarti waktu produksi tidak hilang dan pengerjaan kembali dalam
pekerjaan yang rusak pada saat kerusakan mesin bisa dikurangi. Area yang literatur
produksinya menyarankan sebuah peranan biaya informasi dalam manajemen operasional
adalah menentukan ukuran batch optimal (optimal batch size- OBS) untuk masing-masing unit
produksi untuk produk yang berbeda.

G. FMS Perfomance Measures dan Cost Information

Banyak ukuran kinerja yang ditemukan dalam bagian FMS mirip dengan yang
digunakan pada bagian lain yang berada dalam lingkungan bermodal intensif. Sebagai
tambahan, beberapa bagian mempunyai ukuran spesifik yang ditangkap dalam kinerja beraspek
fleksibel.

a) Ukuran biaya

Biaya material adalah komponen biaya utama dalam banyak bagian FMS. Varians
penggunaan material sering digunakan sebagai ukuran kinerja. Sebuah perusahaan Jepang
dengan pabrik Jepang, di Inggris, dan Amerika Serikat menggunakan material sebenarnya pada
pabrik yang paling efektif di Jepang sebagai tolak ukur pabrik yang tidak berada di Jepang
untuk menghitung rasio inventory turnover yang juga digunakan secara luas – penggunaannya
konsisten dengan pengurangan inventory yang menjadi alasan utama pengadopsian FMS oleh
perusahaan.

Banyak perusahaan(secara tidak sengaja) melaporkan kurangnya penekanan pada


ukuran kinerja berbasis pekerja. Sebuah alasan adalah pengurangan dalam persentase relatif
dari biaya pekerja menjadi biaya total pada kebanyakan pabrik. Yang pasti, dalam beberapa
kasus FMS bisa beroperasi dalam situasi yang sama sekali tanpa pekerja. Permasalahannya
sebagai berikut:

Kritik yang muncul pada manajemen yang ada pada bagian ini mengukur :

1. Fokus hanya pada biaya pekerja langsung dan bukan total biaya manufaktur

2. Unit yang digunakan pada produksi dibanding barang yang terjual sehingga manajemen

bisa memperbaiki dengan cara memproduksi untuk persediaan.

b) Ukuran waktu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kriteria waktu termasuk dalam banyak
penjadwalan algoritma. Variabel yang berhubungan dengan waktu termasuk dalam ukuran
kinerja yang digunakan dalam beberapa bagian FMS (seperti: jadwal attainment dan waktu
throught).

c) Ukuran kualitas

Dua kunci utama ukuran kinerja kualitas dalam beberapa FMS adalah:

1. Persentase kualitas first-time-through

2. Persentase pengerjaan ulang dan kerusakan dan tren dollar.

Dalam beberapa bagian, ada peningkatan fokus pada pengukuran kinerja kualitas dari
subkomponen dan pada bagian kuartal dari garis produksi. Keuntungan pada fokus ini adalah
jumlah dollar pada work in process terikat pada pengujian kualitas bisa dikurangi. Tidak ada
lagi hingga tahap akhir produksi sebelum pengujian kualitas.

d) Ukuran Kinerja Operasional

Definisi dari sebuah FMS yang diberikan pada catatan sebelumnya adalah sebuah
elemen kunci “jaringan komputer pengawas”. Banyak aspek dari proses produksi yang diawasi
oleh jaringan komputer pengawas ini. Kinerja eksplisit mengukur hal yang terkait dengan
proses produksi yang ditemukan pada kejadian berikut:

1. Persentase Sistem Downtime. Persentase ini menggambarkan pada setiap sub area ( sebaga
contoh: AGV, peralatan, set-up, dan permesinan) sejalan dengan penjelasan waktu “terhenti”

2. Persentase Sistem Penggunaan. Tingkat pemanfaatan untuk area individual dimonitor secara
teratur sebaga bagian untuk mengantisipasi masalah “tutup botol”/ kemacetan.

e) Ukuran Fleksibilitas

Ukuran kinerja yang digunakan pada tiga bagian yang terkait dengan fleksibilitas
terhadap produk switch-over-time pada mesin dan jumlah produk berbeda dalam manufaktur.
Pada beberapa pabrik yang menggunakan FMS di AS, ada sedikit atau tidak sama sekali
penekanan pada memproduksi produk berbeda dalam jumlah besar. Yang pasti, ada dua
perusahaan yang melaporkan penggunaan FMS mereka pada tahuh-tahun sebelumnya untuk
memanufaktur volume produk terbesar. Rasionalisasi mereka adalah bahwa ini merupakan
produk yang mereka punya pengalaman paling banyak dalam pemanufakturannya. (ini
konsisten dengan penemuan Jaikumar bahwa perusahaan AS yang secara rata-rata mempunyai
sistem sepuluh produk dibandingkan dengan sistem sembilan puluh tiga produk pabri di
Jepang).

Sebuah pertimbangan utama manajer pada dua perusahaan yang gagal dalam kinerja
mereka saat ini mengukur bahwa penekanan pada motivasi awal terletak pada pengadopsian
FMS. Secara umum pertimbangan adalah kurangnya penekanan eksplisit yang tepat waktu dan
ukuran fleksibilitas saat FMS pertama kali disetujui, faktor-faktor ini sangat banyak diberi
penekanan.

H. Product Costing In FMS Settings

Pelaporan perubahan dikategorikan sebagai berikut:

1. Perubahan komponen biaya langsung;


Dua mekanisme dalam komponen biaya langsung:
(1) mekanisme cost item dari kategori tidak langsung menjadi langsung
(2) mekanisme cost item dari langsung menjadi tidak langsung

Jaringan komputer merupakan bagian penting dari bantuan FMS dalam pembebanan
biaya menjadi produk individu. . Di beberapa toko mesin tradisional, alat pemotong telah
digolongkan sebagai biaya tidak langsung dan dialokasikan ke masing-masing produk melalui
tarif overhead tunggal. Ketika suatu FMS diadopsi , bagaimanapun ,biaya alat pemotong yang
digunakan hanya untuk permesinan produk individu agar lebih mudah ditelusuri produk
tersebut. Dua toko mesin melaporkan mengganti klasifikasi biaya alat pemotong ini dari
kategori biaya tidak langsung menjadi biaya langsung.

Komponen tenaga kerja yang terdiri dari total biaya operasi sering berkurang ketika
perusahaan beralih dari fasilitas yang sering digunakan ke FMS. Sebenarnya , beberapa fasilitas
yang kita amati dapat menjalankan fungsinya dalam sebuah fungsi yang tidak beraturan.
Perubahan-perubahan yang diamati pada tenaga kerja langsung menunjukkan semua arah
menuju penyederhanaan atau eliminasi.

Penyederhanaan dilakukan dengan cara :

1. Mengurangi kategori jumlah tenaga kerja, atau

2.“Passive Vouchering” sebagai kebalikan dari “Active Vouchering”(“active vouchering”


adalah ketika tiap-tiap jam dari tenaga kerja langsung dicatat pada sistem akuntansi internal.
Sedangkan “passive vouchering” adalah ketika yang hanya dicatat dari tiap tenaga kerja
langsung dalam sistem akuntansi internal dengan kondisi tenaga kerja langsung tidak
berhubungan langsung dengan aktivitas utamanya).

2. Perubahan dalam alokasi biaya tidak langsung; atau

Ada perbedaan yang cukup besar di fasilitas FMS di basis yang digunakan untuk
mengalokasikan biaya tidak langsung ke produk. Fasilitas permesinan fleksibel biasanya
menggunakan jam tenaga kerja langsung (dolar) atau jam kerja sebagai basis alokasi. Alasan
yang paling sering ditawarkan untuk jam kerja langsung sebagai basis alokasi adalah "tradisi"
dan "keinginan perusahaan untuk memiliki sistem biaya produk tunggal." Tidak ada
perusahaan yang membuat perubahan-perubahan pada dasar pengalokasian yang beralih ke
berbasis tidak ada tenaga kerja. Poin penting dalam pengalokasian jam mesin adalah dalam
mengartikan jam mesin pada saat beroperasi. Mesin tunggal dapat berbeda dari segi biaya dan
pemotongan waktu operasi. Walaupun tidak ada perusahaan telah menjadikan pool beban
terpisah untuk tiap-tiap jenis mesin pemotong yang berbeda. Beberapa diantaranya digunakan
untuk mengukur pengaruh pada biaya produk yang dilaporkan. DLH / Direct Labor Hours
(dollar) paling sering digunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya manufaktur tidak
langsung pada fasilitas yang fleksibel.

3. Perubahan biaya diperlakukan sebagai biaya periode.


Dua fasilitas perakitan fleksibel yang langsung membebankan direct material kepada
tiap-tiap produk pada sisi bahwa fasilitas-fasilitas yang relatif baru dan sistem
pembiayaan produk yang diterapkan menunjukkan perubahan dari fasilitas-fasilitas lain
yang digunakan oleh perusahaan ini.
Contoh 1 :
Perusahaan R menjalankan lini perakitan untuk perlengkapan elektrik. Diperkirakan
terdapat sekitar 700 jenis produk rakit yang berbeda (walaupun hanya terdapat 2 fasilitas
produk yang berbeda). Waktu produksi yang digunakan untuk tiap –tiap unit adalah
kurang dari 1 jam. Alasan-alasan berikut diberikan untuk membebankan semua periode
biaya kecuali direct material :
 Biaya tidak berperan dalam pembiayaan, mereka hanya menerima harga pasar
dunia yang diberikan.
 Produk-produk individu sedikit berbeda dalam penggunaan pada beban
manufaktur. Pembebanan biaya overhead secara detail pada produk yang berbeda
dianggap tidak menghasilkan pengetahuan baru.
 Perusahaan R tidak memiliki inventory. Perusahaan menggunakan sistem
pembelian Just In Time (JIT) sehingga bahan-bahan pematerial dikirim tiap hari.
Ini menimbulkan permintaan. Ketika barang – barang tersebut telah terpenuhi
mereka akan segera dikirim ke distributor.

Perusahaan R memiliki kapasitas berlebih pada pabrik dan belum membuat keputusan
mengenai alokasi pengurangan fasilitas pada produk-produk individu.

Alasan untuk tidak membuat perubahan dalam sistem penetapan harga produk

1. Tempat FMS relatif kecil dibandingkan dengan total operasi manufaktur dan
perusahaan berharap memiliki sebuah sistem biaya tunggal yang digunakan pada semua
fasilitas.
2. Hambatan eksternal ada untuk membuat perubahan pada sistem pembiayaan produk
Departemen Pertahanan AS merupakan yang paling sering medapatkan halangan-
halangan eksternal. Sebuah respon yang sama dilaporkan pada suatu survey apakah
kontraktor Departemen Pertahanan merubah sitem pembiayaan mereka ketika
teknologi manufaktur baru dipakai.
3. Akuntansi biaya tidak terlihat sebagai area investasi dengan prioritas utama.
4. Sistem pembiayaan produk yang ada dianggap memberikan keputusan tanpa indikasi
bahwa ia menghasilkan sinyal-sinyal yang salah.
Terdapat 2 penjelasan untuk situasi yang tidak memiliki feedback ini :
a. Sistem tersedia menunjukan informasi biaya produk yang cukup atau
b. Tidak terdapat mekanisme feedback yang efektif tentang informasi biaya
produk yang tidak cukup potensial.

Kesimpulan

Terdapat perbedaan pada tipe pabrik manufaktur yang menggunakan FMS dan ukuran dari
FMS yang relatif terhadap pabrik perusahaan lainnya. Seperti yang diharapkan tidak terdapat
blue print tentang bagaimana praktek Manajemen Biaya dan akuntansi biaya terpengaruh oleh
penggunaan FMS. Kesimpulan ini sama dengan yang ditemukan pada penelitian sebelumnya
tentang sistem pembelian Just In Time atau pendekatan produksi Just In Time.

Alasan dari penggunaan FMS ini sangatlah beragam diantaranya : biaya, waktu, pemasaran,
dan kualitas. Banyak menajer yang ditanya memberikan jawaban pada konsistensi yang besar
antara motivasi penerapan FMS dan metode manajemen operasi (termasuk penunjukan kinerja
yang digunakan untuk mengevaluasi aktivitas dan manajer dari aktivitas-aktivitas itu).

Perusahaan menerapkan sistem mesin fleksibel yang memiliki respon yang paling sama
terhadap manajemen biaya dan akuntansi biaya. Kebanyakan perubahan termasuk didalamnya:

(1) Pengurangan pada varian-varian tenaga kerja

(2) Pengurangan tenaga kerja sebagai kategori langsung

(3) Peningkatan penggunaan jam mesin untuk mengalokasikan beberapa atau semua biaya
tidak langsung terhadap produk.

Perusahaan menerapkan sistem perakitan fleksibel yang relatif beragam yang berdampak pada
manajemen biaya atau akuntansi biaya. Perubahan yang paling terlihat pada perusahaan
perakitan circuit boards. Perubahan-perubahan ini melibatkan peningkatan kategori biaya tidak
langsung dan peningkatan fokus costs driver terhadap aktivitas-aktivitas berbeda dalam
perakitan circuit boards.