You are on page 1of 3

Soal Harga Beras, Bulog Diminta Tetap Berperan

Jakarta,(10/2) - Perum Bulog diminta untuk tetap berperan dalam melakukan stabilsasi harga
beras di pasaran baik melalui Operasi Pasar (OP) maupun Operasi Pasar Khusus (OPK)
karena sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya yang kurang mampu.

Pedagang beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Nellys Soekidi, Senin (9/2),
menyatakan, OP yang ditujukan bagi masyarakat umum dan pedagang, maupun OPK untuk
program raskin, selain menjamin ketersediaan beras juga menstabilkan harga pada saat
musim penghujan dan transisi seperti saat ini.

"Peran Bulog tersebut layak diapresiasi. Tanpa intervensi Bulog melalui Operasi Pasar, sudah
pasti harga beras tidak terkendali," kata Nellys yang juga Ketua Persatuan Penggilingan Padi
dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi).

Kalaupun saat ini terdapat sedikit kenaikan harga, menurut dia masih dalam kondisi wajar
dan hal itu setidaknya akan berlangsung hingga Maret 2015, ketika tiba musim panen raya.

Saat ini, lanjutnya, harga beras grosir di PIBC untuk jenis IR3, berkisar antara Rp8.800-
8.900/kg, sedangkan IR2, antara Rp9.200-9.300/kg, IR1 antara Rp9.400-9.500/kg, dan IR
Super di atas Rp9.600/kg.

Nellys menambahkan, untuk komoditas beras, tidak ada patokan harga normal yang penting
masih tetap terkendali stabilitas harga.

"Jika harga tidak stabil, bukan hanya masyarakat yang menjerit, namun juga pedagang dan
petani, " katanya.

Pedagang , lanjutnya, tidak senang jika harga tinggi, selain menambah beban modal, juga
menghadapi risiko kerugian yang tidak sedikit, ketika tiba-tiba harga turun secara drastis.

"Namun syukurlah selama ini Bulog selalu melakukan intervensi, sehingga dalam kondisi
apapun harga tetap stabil," katanya.

Menurut dia, peran Bulog tersebut tidak hanya ketika musim transisi seperti saat ini namun
pada musim panen raya BUMN itu juga melakukan pengadaan dengan membeli langsung
kepada petani sehingga menjamin harga jualnya tidak anjlok.

Selain OP, peran Bulog juga terlihat dalam Operasi Pasar Khusus yakni dengan menyalurkan
raskin kepada masyarakat miskin yang sangat membutuhkan.

Terkait program tersebut, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengapresiasi program
Raskin, sebagai suatu komitmen Pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat kurang mampu di Tabanan.

Untuk itulah bupati berharap, program raskin dapat dilanjutkan dan tetap menyentuh
langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, karena beban masyarakat miskin bisa
berkurang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok, yakni beras.

Menurut dia, program raskin sesuai dengan program Pemkab Tabanan yang selalu
berkomitmen menempatkan skala prioritas berbagai program dalam mengentaskan
kemiskinan.

http://www.beritasatu.com/ekonomi/247784-soal-harga-beras-bulog-diminta-tetap-
berperan.html.
Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak
melemah tipis pada perdagangan di awal pekan ini. Menunggu pengumuman inflasi,
penguatan rupiah tertahan.

Mengutip Bloomberg, Senin (27/2/2017), rupiah dibuka di angka 13.335 per dolar AS,
melemah tipis jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di
angka 13.331 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 13.335 per dolar AS hingga
13.348 per dolar AS. Jika dihitung dari awal pekan, rupiah masih mampu menguat 0,96
persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank
Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 13.339 per dolar AS. Patokan tersebut melemah tipis
jika dibandingkan dengan Jumat lalu yang ada di level 13.336 per dolar AS.

Gerak dolar AS memang sedikit liar pada perdagangan akhir pekan kemarin. Beberapa
sentimen mempengaruhi pergerakan dolar AS salah satunya adalah kebijakan dari Presiden
AS Donald Trump.

Dalam kampanyenya, Trump menjanjikan akan mengurang atau memotong pajak untuk
perusahaan maupun individual. Namun sejauh ini belum ada kepatian mengenai pemotongan
pajak tersebut. Investor mulai tarik menarik antara beli dan jual karena ketidakpastian
tersebut.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menjelaskan, gerak rupiah masih terbawa arus
global, terlihat dari penguatannya yang sejalan dengan pelemahan dolar AS di Asia pada
perdagangan Jumat lalu.

Namun memang, penguatan rupiah, yang sejalan dengan penurunan imbal hasil Surat Utang
Negara (SUN), terlihat relatif rendah dibanding nilai tukar negara lain di Asia.

Sentimen negatif dari angka inflasi Februari 2017 yang diharapkan naik drastis, dipercaya
membatasi ruang penguatan rupiah. "Pengumuman inflasi akan dilakukan pada Rabu siang,
diperkirakan akan berada di kisaran 4 persen (year on year).

"Ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas mendekati rilis angka inflasi serta
merespon dollar index yang mulai kembali menguat," tutur dia. (Gdn/Ndw)