You are on page 1of 2

Analisa Jurnal Effects of Strengthening and Aerobic Exercises on Pain Severity and Function

in Patients with Knee Rheumatoid Arthritis

1. Judul & tahun terbit


Effects of Strengthening and Aerobic Exercises on Pain Severity and Function in
Patients with Knee Rheumatoid Arthritis (Pengaruh Penguatan Dan Latihan Aerobik
Pada Tingkat Nyeri Dan Fungsi Pada Pasien Dengan Lutut Rheumatoid Arthritis),
2012

2. Nama Pengarang
Nader Rahnama, Vahid Mazloum

3. Penerbit dan Kota Terbit


Medknow Publications & Media Pvt. Ltd., International Journal of Preventive
Medicine (IJPM), India.

4. Desain dan Sample


Kami melakukan studi desain kuasi - eksperimental dan perspektif diawasi dengan
non - acak , kelompok kontrol pretest - posttest . 54 pasien diakses dengan unilateral
lutut RA dipilih . Kriteria eksklusi adalah osteoarthritis lutut , patah tulang tungkai
bawah , epilepsi , kondisi jantung dan pernapasan , dan tidak ada kepuasan individu
untuk berpartisipasi dalam penelitian ini . Mengenai kriteria ini , 6 orang tersingkir ,
maka 48 peserta (mean ± SD : usia 58,6 ± 7,8 tahun , tinggi 1,72 ± 0,07 m , berat
badan 81,0 ± 6,4 kg ) dianggap sebagai sampel untuk penelitian ini

5. Tujuan
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki efek dari dua jenis teknik
rehabilitasi , termasuk aerobik dan latihan penguatan pada pasien dengan rheumatoid
arthritis lutut ( RA ) .

6. Metode
48 pasien laki-laki dengan RA lutut secara acak menjadi 3 kelompok , termasuk
latihan aerobik , memperkuat latihan , dan kontrol . Dua kelompok pertama selesai
protokol pengobatan mereka selama 8 minggu , 3 hari seminggu . Visual Skala
Analog , WOMAC kuesioner , 6 menit tes berjalan , goniometer standar yang
digunakan untuk menilai tingkat keparahan nyeri , kemampuan fungsional , berjalan
kemampuan , sendi lutut ROM masing-masing pada awal dan setelah menerapkan
intervensi terapeutik .

7. Hasil
Peserta memiliki mean ± SD usia 58,6 ± 7,8 tahun (tinggi 1,72 ± 0,07 m , berat badan
81,0 ± 6,4 kg ) dengan tidak ada perbedaan yang signifikan antara tiga kelompok .
Kedua intervensi terapi mengurangi rasa sakit secara signifikan ( P < 0,001 )
dibandingkan dengan kelompok kontrol , tanpa perbedaan yang signifikan antara
kedua kelompok eksperimen . Para pasien terpenuhi latihan aerobik mencapai tingkat
yang lebih tinggi dari fungsi dan kemampuan berjalan dibandingkan dengan
penguatan kelompok secara signifikan ( P < 0,001 ) . Rentang gerak lutut ( ROM )
secara signifikan ( P < 0,001 ) meningkat dalam dua kelompok eksperimen
dibandingkan dengan kontrol , kelompok penguatan memiliki lebih signifikan
peningkatan ( P < 0,001 ) .

8. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa program latihan aerobik meningkatkan kemampuan
fungsional dan berjalan pada pasien dengan RA lutut , dan memperkuat latihan
memiliki efek yang lebih efisien pada ROM lutut , latihan baik aerobik dan
memperkuat sama bisa menghilangkan rasa sakit .