You are on page 1of 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Ketidak selarasan tujuan mengakibatkan tujuan organisasi atau tujuanindividu
tidak tercapai. Untuk itu diperlukan suatu pengendali kerja sehingga tujuan
individu bisa selaras dengan tujuan organisasi. Sebuah organisasi dalam
menjalankan aktivitas operasionalnya harus dikendaliakan oleh orang-orang
yang bekerja di dalamnya untuk memastikan bahwa tujuan strategisnya dapat
tercapai, sehingga erencanaan dilakukan melalui aktivitas yang melibatkan
individu-individu. Dalam proses pengendaliannya akan memaksa manajemen
pada seluruh tingkatan untuk memastikan dan mengontrol bahwa orang-orang
yang bekerja di dalamnya mengimplemetasikan strategi yang dimaksud
dengan efektif dan efisien. Proses pengendalian mengukur kemajuan kearah
tujuan dan memungkinkan manajer mendeteksi penyimpangan dari
perencanaan tepat pada waktunya untuk mengambil tindakan perbaikan. Salah
satu alat untuk mencapai hal tersebut adalah adanyasistem pengendalian
manajemen yang baik. Dalam pengendalian stratejik terdapat implementasi
stratejik yang secara efektif membutuhkan tiga kunci pengendalian stratejik
yaitu, budaya, penghargaan, dan batasan. Ada beberapa konsep system
pengendalian stratejik, dari mulai yang bersifat tradisional seperti konsep
yang dikemukakan oleh Robert Simons, yaitu konsep Four Levers of Control.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah ang diaksud dengan Four Levers of Control?
2. Apa yang dimaksud dengan Belief and Bondary System?
3. Bagaimana dengan Kaitannya dengan Kasus Automation Consulting
Services?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Untuk memahami Four Levels of Contol
2. Untuk mengetahui Belief and Bondary System
3. Untuk Memahami kaitan teori dengan kasus Automation Consulting
Services