You are on page 1of 23

ASUHAN KEPERAWATAN PADA “Nn.

M “DENGAN GANGGUAN
SISTEM KARDIOVASKULER : ANEMIA DI RUANGAN MAWAR
RUMAH SAKIT TK. II DR. AK. GANI PALEMBANG
TAHUN 2018

D
I
S
U
S
U
N

Oleh :
KELOMPOK II ( DUA) :

 VENY VANESA S
 INTAN KARTIKA
 DEVI MARLINA

DOSEN PEMBIMBING : NIKEN PUSPITA ASIH, M.KES

UNIVERSITAS KADER BANGSA PALEMBANG


FAKULTAS KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2018
BAB I

LAPORAN PENDAHULUAN
1. DEFINISI

Anemia adalah istilah yang menunjukkan rendahnya hitung sel darah merah dan
kadar hemoglobin dan hematokrit dibawah normal. Anemia bukan merupakan penyakit,
melainkan merupakan pencerminan keadaan suatu penyakit atau akibat gangguan fungsi tubuh.
Secara fisiologis anemia terjadi apabila terdapat kekurangan jumlah hemoglobin untuk
mengangkut oksigen ke jaringan.

2. ANATOMI-FISIOLOGI

Darah merupakan bentuk jaringan ikat khusus, terdiri atas elemen pembentuk yaitu sel-
sel darah, trombosit dan plasma darah. Volume darah pada manusia dewasa sehat kurang lebih
lima liter dan bila dibandingkan darah meliputi sekitar 8% berat badan. Darah terdiri dari tiga
sel utama yaitu sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Setiap jenis sel darah menjalani
beberapa tahap kematangan dan diferensiasi yang kompleks ketika berkembang dari sel induk
menjadi sel matur (matang). Pada orang dewasa, pembentukan sel darah terutama berada di
dalam sumsum tulang.

Sel darah merah merupakan sel yang berdiferensiasi jauh dan mempunyai fungsi transpor
oksigen. Sel darah putih adalah sel yang mengandung inti, melindungi tubuh dari invasi bakteri
dan reaksi melawan terhadap benda atau jaringan asing, sedangkan platelet berperan dalam
pelepasan sel-sel koagulasi.

3. ETIOLOGI / PENYEBAB

Anemia dapat dibedakan menurut mekanisme kelainan pembentukan, kerusakan atau


kehilangan sel-sel darah merah serta penyebabnya. Penyebab anemia antara lain sebagai
berikut:

 Anemia pasca perdarahan : akibat perdarahan massif seperti kecelakaan, operasi dan
persalinan dengan perdarahan atau perdarahan menahun:cacingan.
 Anemia defisiensi: kekurangan bahan baku pembuat sel darah. Bisa karena intake kurang,
absorbsi kurang, sintesis kurang, keperluan yang bertambah.
 Anemia hemolitik: terjadi penghancuran eritrosit yang berlebihan. Karena faktor intrasel:
talasemia, hemoglobinopatie,dll. Sedang factor ekstrasel: intoksikasi, infeksi –malaria,
reaksi hemolitik transfusi darah.
 Anemia aplastik disebabkan terhentinya pembuatan sel darah oleh sumsum tulang
(kerusakan sumsum tulang).
4. TANDA DAN GEJALA / MANIFESTASI

 Tanda-tanda dan gejala umum anemia:


- Lemah, letih, lesu dan lelah
- Sering mengeluh pusing dan mata berkunang-kunang
- Gejala lanjut berupa kelopak mata, bibir, lidah, kulit dan telapak tangan menjadi pucat.
- tacicardi,
- bising sistolik anorganik, bising karotis,
- pembesaran jantung.
 Manifestasi khusus pada anemia:
a. Anemia defisiensi: konjungtiva pucat (Hb 6-10 gr/dl),
telapak tangan pucat (Hb < 8 gr/dl), iritabilitas, anoreksia, takikardi, murmur sistolik,
letargi, tidur meningkat, kehilangan minat bermain atau aktivitas bermain. Anak tampak
lemas, sering berdebar-debar, lekas lelah, pucat, sakit kepala, anak tak tampak sakit,
tampak pucat pada mukosa bibir, farink,telapak tangan dan dasar kuku. Jantung agak
membesar dan terdengar bising sistolik yang fungsional.
b. Anemia Hemolitk: ptekie, ekimosis, epistaksis,
ulserasi oral, infeksi bakteri, demam, anemis, pucat, lelah, takikardi.
c. Anemia aplastik : ikterus, hepatosplenomegali.

5. PATOFISIOLOGI
Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum atau kehilangan sel darah
merah secara berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum dapat terjadi akibat kekurangan
nutrisi, pajanan toksik, invasi tumor atau kebanyakan akibat penyebab yang tidak diketahui.
Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemplisis (destruksi), hal ini dapat akibat
defek sel darah merah yang tidak sesuai dengan ketahanan sel darah merah yang menyebabkan
destruksi sel darah merah.
Lisis sel darah merah (disolusi) terjadi terutama dalam sel fagositik atau dalam system
retikuloendotelial, terutama dalam hati dan limpa. Hasil samping proses ini adalah bilirubin
yang akan memasuki aliran darah. Setiap kenaikan destruksi sel darah merah (hemolisis)
segera direfleksikan dengan peningkatan bilirubin plasma (konsentrasi normal ≤ 1 mg/dl, kadar
diatas 1,5 mg/dl mengakibatkan ikterik pada sclera).
Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, seperti yang terjadi
pada berbagai kelainan hemolitik, maka hemoglobin akan muncul dalam plasma
(hemoglobinemia). Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas haptoglobin plasma
(protein pengikat untuk hemoglobin bebas) untuk mengkat semuanya (mis: apabila jumlahnya
lebih dari sekita 100 mg/dl), hemoglobin akan terdifusi dalam glomerolus ginjal dan ke dalam
urin (hemoglobinuria). Jadi ada atau tidaknya adanya hemoglobinemia dan hemoglobinuria
dapat memberikan infrmasi mengenai lokasi penghancuran sel darah merah abnormal pada
pasien dengan hemolisis dan dapat merupakan petunjuk untuk mengetahui sifat proses
hemolitik tersebut.
Kesimpulan mengenai apakah suatu anemia pada pasien disebabkan oleh penghancuran
sel darah merah atau produksi sel darah merah yang tidak mencukupi biasanya dapat diperleh
dengan dasar:1. hitung retikulosit dalam sirkulasi darah; 2. derajat proliferasi sel darah merah
muda dalam sumsum tulang dan cara pematangannya, seperti yang terlihat dalam biopsi; dan
ada tidaknya hiperbilirubinemia dan hemoglobinemia.
6. PATHWAY

7. KOMPLIKASI
Kemungkinan Komplikasi yang muncul

Komplikasi umum akibat anemia adalah:


- gagal jantung,
- parestisia dan
- kejang.
Komplikasi lainnya:
a. Jantung →Menyebabkan gagal jantung kongestif
b. Paru →Menyebabkan infark paru,pneumonia,pneumonia,pneomokek
c. SSP→Menyebabkan trombosis serebral
d. Genito urinaria →Menyebabkan disfungsi ginjal,pria pismuse.
e. GI→Menyebabkan kolesisfitis,fibrosis hati dan abses hati.
f. Ocular→Menyebabkan ablasia retina,penyakit pembuluh darah perifer, pendarahan
g. Skeletal→Menyebabkan nekrosis aseptic kaput femoris dan kaput humeri, daktilitis
(biasanya pada anak kecil)
h. Kulit→Menyebabkan ulkus tungkai kronis

8.KLASIFIKASI
Klasifikasi berdasarkan pendekatan fisiologis:
1. Anemia hipoproliferatif, yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah
merah disebabkan oleh defek produksi sel darah merah, meliputi:
2. Anemia aplastik
Penyebab:
- agen neoplastik/sitoplastik
- terapi radiasi
- antibiotic tertentu
- obat antu konvulsan, tyroid, senyawa emas,
fenilbutason
- benzene
- infeksi virus (khususnya hepatitis)

Penurunan jumlah sel eritropoitin (sel induk) di sumsum tulang
Kelainan sel induk (gangguan pembelahan, replikasi, deferensiasi)
Hambatan humoral/seluler

Gangguan sel induk di sumsum tulang

Jumlah sel darah merah yang dihasilkan tak memadai

Pansitopenia

Anemia aplastik

Gejala-gejala:
 Gejala anemia secara umum (pucat, lemah, dll)
 Defisiensi trombosit: ekimosis, petekia, epitaksis, perdarahan saluran cerna,
perdarahan saluran kemih, perdarahan susunan saraf pusat.
 Morfologis: anemia normositik normokromik

3. Anemia pada penyakit ginjal


Gejala-gejala:
-Nitrogen urea darah (BUN) lebih dari 10 mg/dl
-Hematokrit turun 20-30%
-Sel darah merah tampak normal pada apusan darah tepi
Penyebabnya adalah menurunnya ketahanan hidup sel darah merah maupun defisiensi
eritopoitin

4. Anemia pada penyakit kronis


Berbagai penyakit inflamasi kronis yang berhubungan dengan anemia jenis normositik
normokromik (sel darah merah dengan ukuran dan warna yang normal). Kelainan ini
meliputi artristis rematoid, abses paru, osteomilitis, tuberkolosis dan berbagai keganasan

5. Anemia defisiensi besi


Penyebab:
- Asupan besi tidak adekuat, kebutuhan meningkat selama hamil, menstruasi
- Gangguan absorbsi (post gastrektomi)
- Kehilangan darah yang menetap (neoplasma, polip, gastritis, varises oesophagus,
hemoroid, dll.)

gangguan eritropoesis

Absorbsi besi dari usus kurang

sel darah merah sedikit (jumlah kurang)
sel darah merah miskin hemoglobin

Anemia defisiensi besi
Gejala-gejalanya:
- Atropi papilla lidah
- Lidah pucat, merah, meradang
- Stomatitis angularis, sakit di sudut mulut
Morfologi: anemia mikrositik hipokromik

6. Anemia megaloblastik
Penyebab:
- Defisiensi defisiensi vitamin B12 dan defisiensi
asam folat
- Malnutrisi, malabsorbsi, penurunan intrinsik
faktor (aneia rnis st gastrektomi) infeksi parasit, penyakit usus dan keganasan, agen
kemoterapeutik, infeksi cacing pita, makan ikan segar yang terinfeksi, pecandu alkohol.


Sintesis DNA terganggu

Gangguan maturasi inti sel darah merah

Megaloblas (eritroblas yang besar)

Eritrosit immatur dan hipofungsi

7. Anemia hemolitika, yaitu anemia defisiensi jumlah sel darah merah disebabkan oleh
destruksi sel darah merah:
- Pengaruh obat-obatan tertentu
- Penyakit Hookin, limfosarkoma, mieloma
multiple, leukemia limfositik kronik
- Defisiensi glukosa 6 fosfat dihidrigenase
- Proses autoimun
- Reaksi transfusi
- Malaria

9. PEMERIKSAAN PENUNJANG

a. Jumlah darah lengkap (JDL) : hemoglobin dan hematokrit menurun.Jumlah eritrosit :


menurun, menurun berat (aplastik);
b. MCV (molume korpuskular rerata) dan MCH (hemoglobin korpuskular rerata) menurun
danmikrositik dengan eritrosit hipokronik, peningkatan. Pansitopenia (aplastik).
c. Jumlah retikulosit : bervariasi, misal; menurun, meningkat (respons sumsum tulang
terhadapkehilangan darah / hemolisis).Pewarna sel darah merah : mendeteksi perubahan
warna dan bentuk (dapat mengindikasikantipe khusus anemia).
d. LED : Peningkatan menunjukkan adanya reaksi inflamasi, misal : peningkatan
kerusakan seldarah merah : atau penyakit malignasi.Masa hidup sel darah merah :
berguna dalam membedakan diagnosa anemia, misal : pada tipeanemia tertentu, sel
darah merah mempunyai waktu hidup lebih pendek.
e. Tes kerapuhan eritrosit : menurun. SDP : jumlah sel total sama dengan sel darah
merah(diferensial) mungkin meningkat (hemolitik) atau menurun (aplastik).Jumlah
trombosit : menurun caplastik; meningkat; normal atau tinggi (hemolitik)
f. Hemoglobin elektroforesis : mengidentifikasi tipe struktur hemoglobin.Bilirubin serum
(tak terkonjugasi): meningkat (hemolitik).
g. Folat serum dan vitamin B12 membantu mendiagnosa anemia sehubungan dengan
defisiensimasukan/absorpsi
Besi serum : tak ada; tinggi (hemolitik)
BC serum : meningkat
Feritin serum : meningkat
Masa perdarahan : memanjang (aplastik)
LDH serum : menurun
Tes schilling : penurunan eksresi vitamin B12 urine
Guaiak : mungkin positif untuk darah pada urine, feses, dan isi gaster, menunjukkan
perdarahan akut/kronis.
h. Analisa gaster : penurunan sekresi dengan peningkatan pH dan tak adanya asam
hidroklorik bebas.
i. Aspirasi sumsum tulang/pemeriksaan/biopsi : sel mungkin tampak berubah dalam
jumlah,ukuran, dan bentuk, membentuk, membedakan tipe anemia, misal: peningkatan
megaloblas,lemak sumsum dengan penurunan sel darah (aplastik).
j. Pemeriksaan andoskopik dan radiografik : memeriksa sisi perdarahan : perdarahan GI
(Doenges,1999).

10.PENATALAKSANAAN

Tindakan umum:
Penatalaksanaan anemia ditunjukan untuk mencari penyebab dan mengganti darah
yang hilang.
1. Transpalasi sel darahmerah.
2. Antibiotik diberikan untuk mencegah infeksi.
3.Suplemen asam folat dapat merangsang pembentukan sel darah merah.
4. Menghindari situasi kekurangan oksigen atau aktivitas yang membutuhkan oksigen
5.Obati penyebab perdarahan abnormal bila ada.
6.Diet kaya besi yang mengandung daging dan sayuran hijau.

Pengobatan (untuk pengobatan tergantung dari penyebabnya) :


1) Anemia defisiensi besi
Mengatur makanan yang mengandung zat besi, usahakan makanan yang diberikan
adalah ikan, daging, telur, dan sayur.
Pemberian preparat fe,Perrosulfat 3x200mg/hari/per oral sehabis makan
Peroglukonat 3x200mg/hari/oral sehabis makan.
2) Anemia pernisiosa: pemberian vitamin B12
3) Anemia asam folat: asam folat 5 mg/hari/oral
4) Anemia karena perdarahan : mengatasi perdarahan dan syok dengan pemberian cairan
dan transfuse darah

11. PENCEGAHAN

Makanan dan Minuman Sehat


1. Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi
2.Konsumsi Makanan Tinggi Folat
3. Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin B12
4. Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin C
5. Batasi Minum Kopi dan Teh
6.Konsumsi Makanan Tinggi Serat
7. Minum Banyak Air Mineral

Gaya Hidup Sehat


1. Cukup Tidur
2. Jangan Minum Alkohol
3.Berikan ASI untuk Bayi
4. Hindari Stres
5. Jangan Merokok

BAB II
ASUHAN KEPERAWATAN TEORITIS

PENGKAJIAN.
1. Aktifitas / Istirahat
- Keletihan, kelemahan, malaise umum.
- Kehilangan produktifitas, penurunan semangat untuk bekerja
- Toleransi terhadap latihan rendah.
-Kebutuhan untuk istirahat dan tidur lebih banyak
2. Sirkulasi
- Riwayat kehilangan darah kronis,
- Riwayat endokarditis infektif kronis.
- Palpitasi.
3. Integritas ego
Keyakinan agama atau budaya mempengaruhi pemilihan pengobatan, misalnya:
penolakan tranfusi darah.
4. Eliminasi
- Riwayat pielonenepritis, gagal ginjal.
- Flatulen, sindrom malabsobsi.
- Hematemesi, melana.
- Diare atau konstipasi
5. Makanan / cairan
- Nafsu makan menurun
- Mual/ muntah
- Berat badan menurun
6. Nyeri / kenyamanan
Lokasi nyeri terutama di daerah abdomen dan kepala.
7. Pernapasan
Napas pendek pada saat istirahat maupun aktifitas
8. Seksualitas
- Perubahan menstuasi misalnya menoragia, amenore
- Menurunnya fungsi seksual
- Impotent

Diagnonsa yang mungkin muncul

NO Diagnosa Keperawatan NOC NIC


1 Keletihan Energy Conservation: Energy management:
tindakan personal untuk
1. Mendukung verbalisasi
mengatur energi untuk
perasaan tentang keletihan
memulai dan mempertahankan
2. Memonitor intake nutrisi
aktifitas, dengan kriteria hasil:
untuk mejamin sumber energi
1. keseimbangan aktiftas dan
yang adekuat
istirahat
3. Memonitor respon
2. mengenali keterbatasan
kardiorespiratori terhadap
energi
aktivitas
3. menjaga nutrisi yang
4. Memonitor pola tidur
adekuat
pasien dan jumlah waktu tidur
4. tidur siang untuk
mengembalikan energi
5. melaporkan ketahanan yang
adekuat saat beraktifitas
2 Resiko Infeksi Risk Control Proteksi Infeksi:
Aksi personal untuk mencegah, 1. tingkatkan cairan dan
menghilangkan, atau nutrisi
mengurangi ancaman 2. pertahankan teknik aspetik
kesehatan dalam setiap tindakan
1. pasien dapat mengerti 3. tingkatkan tidur dan
tentang faktor resiko yang istirahat
dapat menyebabkan infeksi 4. ajarkan kepada pasien dan
2. memonitor faktor resiko keluarga cara menghindari
yang ada dilingkungan infeksi
3. menghindari keterpaparan 5. memonitor tanda-tanda
terhadap ancaman kesehatan infeksi
Immune Status
1. absolute white blood
2. differential white blooed
3 Ketidakseimbangan Status nutrisi intake Manajemen Nutrisi:
makanan dan cairan, dengan 1. menentukan status nutrisi
nutrisi kurang dari
kriteria hasil: pasien dan kemampuan
kebutuhan tubuh b.d. 1. Intake makanan peroral pasien untuk memenuhi
yang adekuat kebutuhan nutrisi
ketidakmampuan
2. Intake NGT adekuat 2. mengidentifikasi alergi
untuk mengunyah atau 3. Intake cairan peroral atau intoleransi makanan
adekuat 3. memonitor intake nutrisi
mengabsorbsi nutrisi
4. Intake cairan yang 4. memonitor kehilangan atau
dikarenakan faktor adekuat penambaan bera badan
5. Intake TPN adekuat
biologis, psikologi

4 Intoleransi aktivitas Energy Conservation: Energy management:


tindakan personal untuk
1. Mendukung verbalisasi
mengatur energi untuk
memulai dan mempertahankan perasaan tentang keletihan
aktifitas, dengan kriteria hasil:
2. Memonitor intake nutrisi
1. keseimbangan aktiftas dan
untuk mejamin sumber energi
istirahat
yang adekuat
2. mengenali keterbatasan
3. Memonitor respon
energi
kardiorespiratori terhadap
3. menjaga nutrisi yang
aktivitas
adekuat
4. Memonitor pola tidur
4. tidur siang untuk
pasien dan jumlah waktu tidur
mengembalikan energi
5. melaporkan ketahanan yang
adekuat saat beraktifitas

ASUHAN KEPERAWATAN PADA “Nn. M “DENGAN GANGGUAN SISTEM


KARDIOVASKULER : ANEMIA DI RUANGAN MAWAR
RUMAH SAKIT TK. II DR. AK. GANI PALEMBANG
TAHUN 2018

I. DATA DEMOGRAFI
A. Biodata
Nama : Nn “M”
Umur : 28 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Plaju Rt/Rw 01/02 No.Telp 082211223344
Suku : Jawa
Status Pernikahan : Belum Kawin
Agama : Islam
Pekerjaan : Kariyawan Honorer
Diagnosa Medik : Anemia
Tanggal Masuk : 17 Oktober 2018 ( 08.00)
Tanggal Dikaji : 18 Oktober 2018 (09.00)

B. penanggung jawab
Nama : Tn “B”
Umur : 50 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Pekerjaan : Pedagang
Hub Dg Klien : ayah kandung

II. KELUHAN UTAMA


Klien mengatakan badannya lemas

III. RIWAYAT KESEHATAN

A. Riwayat kesehatan sekarang


klien mengatakan Sejak ± 1 minggu yang lalu SMRS badannya lemas disertai mual
muntah, pusing,tidak nafsu makan,seluruh badan terasa sakit,lemas yang dirasakan
seperti tak bertenaga,lemas diraskan saat beraktivitas kemudian pasien di bawak oleh
keluarga ke kerumah sakit Rumah Sakit Tk. II Dr. Ak. Gani Palembang

B. Riwayat kesehatan lalu


- Klien mengatakan bahwa ia sering mengalami penyakit ini karena merupakan
penyakit keturunan
- Klien mengatakan imunisasi klien lengkap
- Klien tidak ada alergi obat-obatan maupun makanan

C. Riwayat Kesehatan Keluarga


klien mengatakan bahwa anggota keluarganya ada yang menderita
Penyakitseperti yang diderita klien saat ini yaitu nenek klien.
 Genogram
Ket :
: laki-laki
: perempuan yang terkena anemia
: perempuan
: Tinggal serumah

IV. RIWAYAT PSIKOSOSIAL


a. Klien mengatakan tidak nyaman dengan penyakit yang dideritanya.
b. Hubungan klien dengan keluarga baik
c. Pasien merasa terbebeni dengan penyakitnya.
V. RIWAYAT SPIRITUAL
a. Klien menganut agama ISLAM
b. Selama pasien dirawat dirumah sakit tidak melakukan ibadah.

VI. Pemeriksaan Fisik


A. Keadaan Umum Klien
B. Kesadaran: compos mentis
C. Tanda – tanda vital
TD : 110/ 78 mmHg
Nadi : 98 x/menit
Suhu : 37,2°C
RR : 20 x/ menit
D. Sistem Pernapasan
Hidung : tidak ada polip, tidak ada obstruksi, tidak ada perdarahan
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Dada
Inspeksi : bentuk dada simetris, tidak ada jejas
P alpasi : Tidak terasa nyeri tekan
P erkusi : resonan
Auskultasi : vesikuler
E. Sistem Kardiovaskuler
Inspeksi : normal (tidak hipertropi jantung)
Palpasi : nadi normal, tidak ada pembesaran jantung
Perkusi : Pekak
Auskultasi : bunyi s1 (lup) dan s2 (dup) murni
F. Sistem Pencernaan
- Mulut : Bersih, Gigi palsu 1
- Abdomen
Inspeksi : tidak ada jejas
Auskultasi : bising usus 13x/menit
Palpasi : tidak ada nyeri tekan
Perkusi : tidak kembung
G. Sistem indra
1. Mata: mata simetris, konjungtiva tak anemis
2. Hidung: Penciuman normal
3. Telinga: Pendengaran normal

H. Sistem Saraf
1. fungsi cerebral
a. status mental = Emosi stabil, bicara jelas, Nyambung dengan pertanyaan, , klien
tahu sekarang berada di RS
b.kesadaran GCS = 15 E:4 V:5 M:6
c. Bicara ekspresive

I. Sistem muskuloskeletal
5 5
5 5

Keterangan :
Skala Kenormalan kekuatan Ciri-ciri
(100%)

0 0 Paralisis total

1 10 Tidak ada gerakan, teraba/terlihat adanya


kontraksi
2 25 Gerakan otot penuh menentang gravitasi
dengan songkongan
3 50 Gerakan normal menentang gravitasi

4 75 Gerakan normal penuh menentang


gravitasi dengan sedikit penahanan
5 100 Gerakan normal penuh, menentang
gravitasi dengan penahanan penuh

J. Sistem integumen
Rambut Hitam, Kulit coklat, terdapat bulu kulit halus, terdapat lecet ditangan kiri
K. Sistem endokrin
Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada riwayat diabetus mellitus
L. Sistem reproduksi
Tidak terkaji
M.Sistem immun
Tidak ada alergi obat maupun makanan

VII. AKTIVITAS SEHARI-HARI


a. Nutrisi
Sebelum Masuk RS : Pasien biasa makan 3x dalam sehari,
Menu makan dalam 24 jam: selalu berbeda dari pagi sampai sore (sayur, lauk,
buah)
Selama di RS : Pasien diit BB
Pagi : Nasi (175 kal), lauk (40 kal), sayur (40 kal), buah (40 kal)
Siang : Nasi (175 kal), lauk (90 kal), Sayur (40 kal)
Malam : Nasi (175kal), lauk 120 kal, sayur (40 kal), buah (40 kal)
b. Cairan
Sebelum Masuk RS : Pasien hanya minum ±1000 cc/ hari
Jenis minuman yang dikonsumsi dalam 24 jam: pasien minum air putih dan susu.
Saat di RS : Cairan masuk ±2500 cc. Enteral ±1000cc, parenteral ±1500cc
c. Eliminasi
BAB : sebelum masuk RS frekuensi 1x dalam sehari, konsistensi lunak, warna
kuning. Selama di Rumah Sakit belum BAB
BAK : Sebelum masuk RS Frekuensi: 4-5x dalam sehari, warna kuning.
Selama di RS pasien menggunakan DC sejak tanggal 14-4-2018.
b. Istirahat Tidur
Sebelum masuk RS Jam tidur: siang jam 14.00an tapi kadang-kadang, malam jam
21.00an ke atas
Selama di RS pasien Jam tidur siang jam 13.00an,malam jam 20.00an
c. Olahraga
-
d. Pola komunikasi
Pasien mampu diajak berkomunikasi dengan baik.
e. Personal hygiene
Mandi: Selama di RS ADL sebagian dibantu keluarga.
f. Rokok/ alkohol dan obat-obatan
Klien tidak merokok dan tidak minum-minuman keras
g. Personal hygiene
Klien mandi 2x /hari

H. Aktivitas/mobilitas fisik
Selama di RS ADL sebagian dibantu Keluarga. Mulai dari minum, mandi dll.
Saat di RS aktivitas klien hanya banyak di tempat tidur. Miring kanan, miring kiri
duduk.
Kemampuan perawatan Keterangan :
0 1 2 3 4
diri

Makan - minum √

Mandi √

Toileting √

Berpakaian √

Mobilitas di tempat tidur √

Berpindah √

Ambulasi/ROM √

0 : mandiri
1 : alat bantu
2 : dibantu orang lain
3 : dibantu orang lain dan alat
4 : tergantung total
I. Rekreasi

VIII. TEST DIAGNOSTIK :Data Laboratorium


Tanggal Pemeriksaan Pemeriksaan hasil Batas normal
laboratorium

18 Oktober 2018 HB 5,9 g/dl P: 12-14 g/dl

Golongan Darah B

ureum 50 Mg% 20-40 mg%

creatinin 1,0 mg% P:0,6-1,1 mg%

19 oktober 2018 Laju endap darah 125 mm/jam P: <20 mm/jam


IX.THERAPHY

TANGGAL NAMA OBAT YANG DI DOSIS CARA


PEMBERIAN PEMAKAIAN
BERIKAN
18-10-2018 IVFD RL GTT 20 X/ MNT IV
Ranitidin 2x1 amp IV
Parasetamol 1 tap (extra) IV
Transfusi Darah (PRC) 250 cc gtt 20x/m IV

19-10-2018 IVFD RL GTT 20 X/ MNT IV


Ranitidin 2x1 amp IV
Ceftriaxon 2x1 gram IV
Ondancentron 2x1 amp IV
Transfusi Darah (PRC) 250 cc gtt 20x/m IV

ANALISA DATA
No Data Etiologi Masalah
1 Ds : klien mengatakan badanya transport O₂ me↓ Intoleran Aktivitas
lemas.

Do : - klien tampak lemas kebutuhan O₂ tidak terpenuhi


-Aktivitas klien di bantu
keluarga dan perawat
TTV: metabolisme anaerob
TD : 110/70 mmHg
Puls : 110x/mnt
RR :32x/mnt
Temp: 37,2 0c Cepat lelah
HB 5,9 gr/dl

Intoleransi Aktivitas
2. Aliran darah git menurun Ketidak seimbangan
nutrisi kurang dari
Ds : klien mengatakan, mual Mual dan muntah kebutuhan
nafsu Makan berkurang.
Anorexia

intake menurun
Do : -klien tampak lemas

-klien tampak pucat


Ketidak seimbangan nutrisi
-Porsi yang disajikan tidak
kurang dari kebutuhan
habis (2-3 sendok)

3. DS: Proses penyakit dan Ansietas


Klien mengatakan apakah pengobatan
penyakit ini bisa disembuhkan
DO:
Bertanya-tanya tentang kapan
bisa pulang, kapan sembuhnya
Tampak gelisah

I.DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.intoleran aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik


2. Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan nutrisi berhubungan dengan anorexia
3. Ansietas berhubungan dengan Proses penyakit dan pengobatan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

Nama pasien : Nn “M” Tgl masuk : 18-10-2018


Dx Medis : Anemia Ruang : MAWAR
Diagnosa
No. NOC NIC
Keperawatan
1. Intoleran Aktivitas Energy Conservation: Energy management:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 1. Dukung verbalisasi perasaan tentang keletihan
jam diharapkan pasien mampu mengontrol energi untuk 2.Monitor intake nutrisi untuk mejamin sumber energi
memulai dan mempertahankan aktifitas, dengan kriteria yang adekuat
hasil: 3. Monitor respon kardiorespiratori terhadap aktivitas
1. mampu menyeimbangan aktiftas dan istirahat 4. Monitor pola tidur pasien dan jumlah waktu tidur
5. Monitor ketahanan yang adekuat saat beraktifitas
2. mampu mengenali keterbatasan energi
3. mampu menjaga nutrisi yang adekuat
4. mampu tidur siang untuk mengembalikan energi
5. mampu melaporkan ketahanan yang adekuat saat
beraktifitas
2 Ketidak seimbangan Nutrition status Nutrition Management
nutrisi kurang dari Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1.Kaji adanya alergi makananKolaborasi dengan
kebutuhan
diharapkan : ahli gizi untukmenentukan jumlah kalori
1.Adanya peningkatan berat badansesuai dengan
dannutrisi yang dibutuhkan pasien.
tujuanBerat badan ideal sesuai dengantinggi badan 2.Anjurkan pasien untuk meningkatkan intake
2.Mampu mengidentifikasikebutuhan nutrisiTidak ada
Fe Anjurkan pasien untuk meningkatkan protein
tanda-tanda malnutrisi dan vitaminC
3.Menunjukkan peningkatan fungsipengecapan dan 3.Berikan substansi gulaYakinkan diet yang
menelanTidak terjadi penurunan beratbadan yang dimakan mengandung tinggi serat untuk
berarti mencegah konstipasi Berikan makanan yang
terpilih(sudah dikonsultasikan denganahli gizi)
3. Ansietas berhubungan Setelah dilakukan tindakan keperawatan dalam 1x 24 Penurunan kecemasan :
dengan Proses penyakit
jam cemas klien dan keluarga berkurang dengan kriteria 1. Bina hubungan saling percaya
dan pengobatan
2. Jelaskan harapan terhadap klien
hasil:
3. Jelaskan semua prosedur
Anxiety level 4. Dengarkan keluhan dengan penuh perhatian
1. Mampu mengidentifikasi dan mengungkapkan Terapi Relaksasi
gejala cemas 1. Ajarkan teknik relaksasi (nafas dalam)
2. Mengungkapkan cara mengontrol cemas Ciptakan lingkungan yang tenang
3. Vital sign dalam batas normal
Ekspresi menunjukkan berkurangnya cemas

IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Nama pasien : Nn “M” Tgl masuk : 18-10-2018


Dx Medis : Anemia Ruang : MAWAR
No TGL Dx Keperawatan JAM IMPLEMENTASI TTD

1. 18-10-2018 intoleran aktivitas 10.00 1.Mendukung verbalisasi perasaan tentang keletihan


berhubungan dengan 2.Memonitor intake nutrisi untuk mejamin sumber energi yang adekuat
kelemahan fisik
3. Memonitor respon kardiorespiratori terhadap aktivitas
4. Memonitor pola tidur pasien dan jumlah waktu tidur
5. Memonitor ketahanan yang adekuat saat beraktifitas

2. 18-10-2018 Ketidak seimbangan 11.00 1.Mengkaji adanya alergi makananKolaborasi dengan ahli gizi
nutrisi kurang dari untukmenentukan jumlah kalori dannutrisi yang dibutuhkan pasien.
kebutuhan nutrisi 2.menganjurkan pasien untuk meningkatkan intake Fe
berhubungan dengan 3. Menganjurkan pasien untuk meningkatkan protein dan vitaminC
anorexia 4. .Berikan substansi gulaYakinkan diet yang dimakan mengandung tinggi serat
untuk mencegah konstipasi Berikan makanan yang terpilih(sudah
dikonsultasikan denganahli gizi)
3. 18-10-2018 Ansietas 12.00 1. Membina hubungan saling percaya
berhubungan 2. Menjelaskan harapan terhadap klien
dengan Proses 3. Menjelaskan semua prosedur
4. Mendengarkan keluhan dengan penuh perhatian
penyakit dan
pengobatan

CATATAN PERKEMBANGAN

HARI / DIAGNOSA KEPRAWATAN Catatan perkembangan


TANGGAL
19-10-2018 intoleran aktivitas berhubungan S : klien mengatakan lemas
dengan kelemahan fisik O :k/u lemahAktivitas klien di bantu
keluarga dan perawatTTV:
TD : 110/70 mmHg
Puls : 110x/mnt
RR :32x/mnt
Temp: 36 0c
HB 7,9 gr/dl

A :masalah belum teratasi


P : intervensi lanjut
I:monitor v.s
E: intervensi dilanjutka
19-10-2018 Ketidak seimbangan nutrisi kurang S : pasien mengatakan mual
O : -k/u lemah
dari kebutuhan nutrisi
-makanan yang disajikan tidak di habiskan (2-
berhubungan dengan anorexia 3 sendok)
A : masalah belum teratsi
P : intervensi lanjut
I: monitor v.s
Berikan makanan sedikit tapi sering
E: intervensi dilanjutkan
19-10-2018 Ansietas berhubungan dengan Tanggal 15-05-2018
Proses penyakit dan pengobatan S: Pasien Mengatakan lebih lega

O:Wajah tampak tenang

TD : 128/70 mmHg
N : 72x/menit
R :18 x/menit

A: Masalah cemas teratasi

P: Anjurkan menggunakan teknik nafas


dalam jika cemas muncul kembali