Вы находитесь на странице: 1из 1

PELAYANAN FARMASI BILA TERJADI

KETIDAKTERSEDIAAN STOK OBAT DI RS

No. Dokumen No. Revisi Halaman


RUMAH SAKIT UMUM 800/UPTD-
DAERAH NOONGAN RSUDN/SPO/…../III/2017 2 1/1

Ditetapkan Oleh :
STANDAR PROSEDUR Tanggal diterbitkan Direktur RSUD Noongan.
OPERASIONAL
(SPO) 8 Maret 2017

Dr. Enrico Rawung, MARS


NIP : 19720305 200112 1 006

Pengertian Suatu kegiatan yang dilakukan dalam rangka menyediakan obat yang
dibutuhkan pasien
Tujuan Agar pasien menerima obat sesuai diagnose atau indikasi sehingga
sehingga pengobatan yang optimal dapat tercapai.
Kebijakan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Noongan Nomor
800/UPTD.RSUD-N/SK/ /I/2017,tentang Kebijakan Pelayanan
Instalasi Farmasi.
Prosedur a. Koordinasi antara petugas apotek dan gudang tentang obat yang
kosong dan stok obat kurang.
b. Bagian gudang melaporkan ke bagian administrasi Instalasi
Farmasi, disampaikan ke bagian pengadaan, dibuat pesanan obat
oleh bagian pemesanan.
c. Pesanan dengan urutan pertama pada PBF yang harganya lebih
rendah dari harga e-katalog, kemudian yang ditunjuk Pemerintah
untuk harga e-katalog obat tersebut, kemudian yang harganya
mendekati harga e-katalog, kalau memang tidak ada persediaan,
barulah mempertimbangkan harga yang lebih tinggi, dan dengan
telaah obat kosong di PBF penyedia, asalkan tidak terjadi
kekosongan obat.
d. obat yang benar-benar kosong, dan semua PBF tidak ada
persediaan, maka jika ada anggaran (mungkin GU, dll), dicari
Petugas Instalasi Farmasi ke Apotek atau PBF yang belum kerja
sama, dengan dokumen foto dan nota atau faktur obat dengan cap.
Dan jika belum ada anggaran, dianfrak pada Apotek Kimia Farma
Noongan jika ada persediaan, dengan tetap nego harga.
Unit Terkait 1. Instalasi Farmasi.
2. Bagian Pengadaan
3. PBF Pemasok Obat (MAO)
4. Penyedia Obat lain: PBF, Apotek.