Вы находитесь на странице: 1из 5

PRAKTIKUM IMUNOLLOGISEROLOGI

Judul : Pemeriksaan Widal Metode Slide dengan Prinsip Aglutinasi


Praktikum
Hari, Tanggal : Jum’at, 9 Maret 2018
Tempat : Laboratorium Klinik Terpadu Politeknik Unggulan
Kalimantan
Tujuan : Untuk mengetahui ada atau tidaknya antigen Salmonella
sp dengan adanya aglutinasi.
Prinsip : Pasien yang mengalami penyakit demam typhoid akan
memiliki antibodi di dalam serumnya yang mana dapat
bereaksi dan beraglutinasi dengan antigen Salmonella
enterica serotype typhi pada tes aglutinasi tabung maupun
tes aglutinasi slide.
Dasar Teori : Perintis Uji Widal adalah Grunbaum dan Georges
Fernand Isidore Widal pada tahun 1896. Grunbaum dan
Widal berusaha menentukan kuantitas antibodi di serum
pasien demam tifoid. Metoda yang dipelopori oleh
Grunbaum dan Widal ini masih bertahan sampai kini dan
telah dikembangkan tidak hanya untuk demam tifoid tetapi
bisa pula untuk penyakit lain (Benson, 1998; Taylor, 1988;
Thomas, 1985).
Prinsip dasar Uji Widal adalah reaksi aglutinasi antara
antigen dengan antibodi. Sebenarnya Uji Widal adalah
penerapan imunologi sebagai metode bantu untuk diagnosis
penyakit demam tifoid. Seperti diketahui, selain reaksi
aglutinasi ada banyak reaksi lain di dalam imunolologi
diagnostis misalnya reaksi presipitasi, netralisasi, fiksasi
komplemen, teknik antibodi-fluoresen, ELISA, dan
radioimunoasai (Tortora dkk.,2007).
Sebagai antigen dipergunakan suspensi kuman
Salmonella thypi, Salmonella patathypi A, dan Salmonella
paratyphi B (Shanson, 1982). Sebagai antibodi
dipergunakan serum pasien. Larutan garam fisiologis
dimanfaatkan sebagai pengencer serum. Yang dilihat pada
Uji Widal adalah tabung terakhir yang masih
memperlihatkan aglutinat.

Alat : 1. Slide Kertas(latar belakang hitam)


2. Pipet Tetes
3. Tangkai Pengaduk
4. Mikropipet 50 µl
5. Slide Porselin

Bahan : 1. Serum O (utama)


2. Serum H
3. Serum CO
4. Serum CH

Cara Kerja : Ambil serum


letakkan pada
Siapkan alat uji dan
porselin putih
sampel
menggunakan
mikropipet 50 µl

Serum O adalah
tambahkan 1 tetes
serum utama yang
serumO, H, CO, CH
harus dibaca
dan homogenkan
langsung

baca hasil apakah Jangan membaca


terjadi aglutinasi hasil setelah 2
atau tidak menit

Pengenceran/
Cara Antigen O H CO CH
menurunkan : Aglutinasi + + + +
Titer dan (Tebal) Pernah
Penguat Penguat
Interpretasi Keterangan + Terkena
(Demam) (Demam)
Thypoid Thypoid
Hasil
 Fokus ke antigen O
 Lihat tebal tipisnya aglutinasi
 Jika tipis maka memakai titer :

Serum Titer
80 µl 1/20
40 µl 1/40
20 µl 1/80
 Jika tebal maka memakai titer :
Serum Titer
10 µl 1/160
5 µl 1/320
2,5 µl 1/640

Titer 1/160 1/320 1/640


Aglutinasi + + -
Terjadi
Aglutinasi Tidak
Terjadi
Keterangan (maka Terjadi
Aglutinasi
titernya Aglutinasi
1/320)

Titer 1/40
(Sumber: Foto Pribadi,2018)

(Sumber: Foto Pribadi,2018)

Interpretasi Hasil
Serum Titer
80 µl 1/20
40 µl 1/40
20 µl 1/80
10 µl 1/160
5 µl 1/320
2,5 µl 1/640
Pembahasan : Tes aglutinasi tabung memiliki akurasi yang lebih akurat
daripada tes aglutinasi slide karena titernya dapat sampai
1:1280, sedangkan tes aglutinasi slide hanya mencapai titer
1:320. Dalam masalah efisiensi waktu tes aglutinasi slide
lebih cepat dibandingkan tes aglutinasi tabung, dimana tes
aglutinasi slide membutuhkan waktu 5 menit untuk
mendapatkan hasilnya sedangkan tes aglutinasi tabung
membutuhkan waktu sekitar 18 jam(Anonim, 2011)
Tes Widal umumnya menunjukan hasil positif pada hari
ke 5 atau lebih setelah terjadinya infeksi bakteri Salmonella
enterica serotype typhi. Oleh karena itu bila infeksi baru
berlangsung beberapa hari sering kali hasil tes Widal
menunjukan hasil negatif dan menjadi positif bilamana
pemeriksaan diulang beberapa hari kedepan. Dengan
demikian hasil tes Widal negatif terutama pada beberapa
hari pertama demam belum dapat menyingkirkan
kemungkinan terjadinya demam typhoid. Tes Widal
memiliki sensitifitas dan spesifisitas yang rendah. Selain itu
tes Widal dapat menyebabkan hasil positif-palsu dalam
mendiagnosis demam typhoid karena Salmonella enterica
serotype typhi sama-sama memiliki antigen O dan antigen H
dengan Salmonella serotype lainnya dan memiliki reaksi
silang epitope dengan Enterobacteriace(WHO, 2003)
Keuntungan tes Widal adalah tes ini mudah dilakukan
oleh dokter dan merupakan tes yang sangat membantu
dokter dalam mendiagnosis demam typhoid di negara
berkembang kususnya di daerah atau rumah sakit yang tidak
memiliki fasilitas bakteriologik yang memadai(Mulyawan
Silvia, 2011)

Kesimpulan : Dari hasil yang didapat pada serum 40 µl maka didapat titer
1/40

Daftar Pustaka : Mulyawan Sylvia, Surjawidjaja Julius. Tinjauan Ulang Peranan


Uji Widal Sebagai Alat Diagnostik Penyakit Demam
Typhoid Di Rumah Sakit. Jakarta :2004. p. 14-6. accessed 7
januari 2011 Diakses pada tanggal 19 April 2018.

WHO. The Diagnosis, Treatment, and Prevention of Thypoid


Fever. Geneva : 2003. p. 11-16. Available from . Diakses
pada tanggal 19 April 2018.
Widal Test. Swemed Diagnostik. Banglora. Available from :
http://www.swemedbio.com/pdf/WIDAL_TEST.pdf.
Diakses pada tanggal 19 April 2018.