You are on page 1of 2

Artikel Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah upaya-upaya dalam menciptakan suatu
kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok, dan masyarakat dalam sikap dan perilaku
agar dapat menerapkan hidup sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan
meningkatkan derajat kesehatan.PHBS di sekolah adalahsekumpulan perilaku yang di
praktikan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar
kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah
penyakit, meningkatkan kesehatan, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan
yang lebih sehat.

Program pendukung KKN Tematik 64 Sangiang Api yaitu Perilaku Hidup Bersih dan
Sehat dilaksanajan pada tanggal 26 April 2018 di SD N Sangiang. Penyuluhan dan
sosialisasi dilakukan dalam durasi 3 jam dimulai pada Pukul 09.00 s/d 12.00 WITA.
Sosialiasi PHBS diperuntukkan untuk seluruh siswa dan siswi SD N Sangiang dari kelas
1-6, bekerjasama dengan Puskesmas Kecamatan Tawali sebagai Pemateri. Materi yang
disampaikan saat Sosialiasi Hidup Berih dan Sehat meliputi 8 Indikator, yaitu :

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun

Dalam materi mencuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun telah di praktikan oleh
seluruh siswa SD N Sangiang dengan cara senam cuci tangan bersama. Senam cuci
tangan ini dipandu oleh Tenaga Ahli dari Puskesmas Tawali sub-bagian Kesehatan
Lingkungan dan seluruh mahasiswa KKN Tematik Sangiang.

2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

Jajanan yang paling di gemari di Desa Sangiang yaitu Salome dan Gorengan. Jajanan ini
tidak begitu sehat mengingat saos yang di pakai merupakan saos yang tidak memiliki
label BPOM.

3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat

Pemateri mencontohkan bagaimana sample Jamban yang bersih dan sehat, hal ini
dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat Desa Sangiang dalam hal MCK (Mandi,
Cuci, dan Kaskus), dilihat dari life style warga Desa Sangiang terkhusus yang berada di
pesisir pantai, masih membuang hajat di pantai. Melalui sosialisasi terhadap generasi
muda Sangiang diharapkan kedepannya setiap rumah di Desa Sangiang memiliki Jamban
yang bersih dan sehat.

4. Menggosok gigi yang bersih dan benar

Paparan mengenai cara menggosok gigi yang bersih dan benar dilakukan dengan cara
praktik langsung di Halaman sekolah SD N Sangiang. Peserta didik membawa sendiri
sikat gigi, untuk pasta gigi disediakan oleh Tim KKN Tematik Sangiang. Dengan cara
praktik langsung diharapkan agar para murid dapat ingat dan paham akan kesehatan
mulut dan gigi.

5. Memberantas jentik nyamuk

Desa Sangiang memiliki riwayat penyakit Malaria di tiap tahunnya, melalui sosialisasi
PHBS di Sekolah ini diharapkan dapat menurunkan prosentase penyakit malaria, melalui
gaya hidup yang bersih dan sehat baik di lingkungan sekolah maupun rumah tangga.

6. Tidak merokok di sekolah

Merokok di sekolah merupakan tindakan yang tidak terpuji, hal ini biasanya dilakukan
oleh Oknum Pengajar (Guru) pada saat Istirahat Sekolah. Pada Kesempatan Sosialisasi
ini di paparkan bagaimana bahaya merokok yang dapat pula di contoh oleh peserta didik.

7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan

Belum adanya kegiatan penimbangan berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6
bulan sekali di SD N Sangiang, sehingga pembicara menghimbau kepada Sekolah untuk
melaksanakan kegiatan ini, sebagai bahan monitoring dan evaluasi kesehatan peserta
didik.

8. Membuang sampah pada tempatnya

Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat Desa Sangiang dalam hal membuang sampah
pada tempatnya dirasa sangat memprihatinkan. Hal ini dipicu oleh ketiadaan fasilitas tong
sampah dan tempat pembuangan sementara (TPS) maupun Akhir (TPA) di Desa
Sangiang. Pengelolaan sampah yang masih minim dengan cara dibakar atau di buang di
selokan/pantai menjadi target utama Tim KKN Tematik Sangiang dalam hal Peningkatan
Pelayanan Kesehatan di masyarakat. Pada sesi ini dilakukan pemutaran Video tentang
Bahaya dan Dampak Sampah yang di buang ke laut maupun pantai.

Kendala yang dihadapi yaitu kurangnya koordinasi dengan tim pemateri dari Puskesmas
Tawali sehingga terjadi pengunduran acara, yang seharusnya dimulai pada pukul 08.00
WITA menjadi pukul 09.00 WITA.