You are on page 1of 6

JKJBKNJ

RISIKO PENYAKIT DIABETES MILLITUS TIPE 2 DIKALANGAN PEMINUM


KOPI DIKOTA MADYAH PALEMBANG TAHUN 2006-2007

R.M. Suryadi Tjekyan

Departemen of Public Health and Community medicine, Medical Faculty, Sriwijawa


University, Palembang 30126, Indonesia

Email : suryaditjekyan@yahoo.com

1. Latar belakang
a. Penyakit DM tipe 2 menyerang usia dewasa diatas 40 tahun
b. Kopi murni merupakan faktor proteksi diabetes tipe 2 dan bermakna X²=4.61,
p=0.036, takaran 1-3 sendok makan dibandingkan dengan kelompok yang tidak
minum kopi didapatkan odd ratio= 0,65, p=0.001036.
c. Disimpulkan jumlah kopi yang diminum berperan menurunkan angka kejadian
diabetes tipe 2

2. Pendahuluan
a. Diabetes melitus adalah sindrom kelainan metabolisme karbohidrat yang ditandai
hiperglikemia kronik akibat defek pada sekresi insulin dan atau inadekuat fungsi
insulin
b. Diabetes melitus tipe 2 adalah kelompok DM akibat kurangnya sensitifitas
jaringan sasaran atau yang dikenal dengan resistensi insulin atau tanpa
hiperinsulinemia
c. Fator penyebabnya adalah adanya kombinasi antara kelainan genetik, obesitas,
inaktivitas, faktor lingkungan dan makanan.
d. Angka kejadian Diabetes melitus tipe 2 pada penduduk cukup tinggi
e. Kafein yang merupan stimilan ringan termasuk zat psikoaktif yang paling banyak
digunakan
f. Contoh kandungan kafein terdapat didalam kopi dan teh. Kafein meningkatkan
sekresi norepinefrin dan aktifitas saraf pada berbagai area di otak

r
JKJBKNJ

Efek kafein pada tubuh


Pada orang yang minum kopi secara teratur dapat menurunkan resiko diabetes tipe
2. Kopi juga dapat menurunkan resiko penyakit batu empedu. Kanker kolon dan
resiko kerusakan hati.

Kafein dan diabetes melitus tipe 2


a. Komponen pada kopi dapat membantu metabolisme gula didalam tubuh dan
mengurangi resiko penyakit diabetes melitus. Minumkopi 4-6 cangkir sehari
dapat menurunkan resiko penyakit DM sampai 29%.
b. Penelitian yang dimuat pada the journal of the american medical assosiation
menunjukan efek perlindungan kopi pada resiko Diabetes maningkat seiring
dengan tingginya konsumsi kopi terutama pada wanita.
c. Konsumsi kopi telah diasumsikan berhubungan dengan penurunan resiko
menderita diabetes tipe 2 karena luasnya penggunan kopi ini, pemahaman
hubungan antara konsumsi kopi dan sekresi insulin dapat mempunyai
implikasi dalam pencegahan DM
d. Penelian jangka pendek ini menunjukan bahwa konsumsi kafein dalam waktu
(2-4 minggu) dapat menurunkan sensitifitas insulin hanya selama 100-180
menit.
e. Arnlov (2004) menemukan bahwa konsumsi kopi dan teh dapat meningkatkan
sensitifitas insulin dan peningkatan konsumsi 1 gelas kopi sehari berhubungn
dengan peningkatan sensitifitas insulin sebesar 0.16 unit.
f. Kopi maupun teh mengandung senyawa fenol yang mempunyai aktifitas
antioksidan yang dapat meningkatkan sensitifitas insulin pada penderita DM
tipe 2
g. Dari penelitian Wu dkk (2005) , Johnston 2003 dapat disimpulkan bahwa
konsumsi kopi baik yang berkafein maupun yang decaffeinated jangka
panjang dapat mengurangi sekresi insulin , strategi ini efektif untuk
mengurangi resistensi insulin khususnya pada wanita yang kelebihan berat
badan dengan demikian menunjukan bahwa konsumsi kopi dapat mencegah
terjadinya kegagalan disfungsi sel β pankreas
h. Dapat disimpulkan pada individu peminum kopi rutin mempunyai resiko
untuk mendapatkan diabetes tipe 2 lebih rendah baik laki laki maupun wanita
dan dapat terjadi terhadap faktor resiko lainnya seperti IMT , kebiasaan rokok

r
JKJBKNJ

diet dan gaya hidup . akan tetapi disini tidak dapat menjelaskan hubungan
kausal bahwa kopi dapat mencegah diabetes tipe 2 , karna harus diteliti lebih
lanjut pengaruh jangka panjang kafein terhadap hemeostasis glukose,
resistensi insulin dan pemakaian energi

3. Metode penelitian
Penelitian menggunakan rancangan studi kasus kontrol dengan sampel 482 kelompok
diabetes tipe 2 dengan gula darah sewaktu ≥ 200 mg% dan kelompok kontrol non DM
tipe 2 diambil secara acak dengan penyepadanan kelompok umur dengan batasan usia
subjek penelitian lebih dari 45 tahun. Data yang diperoleh dari data primer melalui
wawancara langsung dan data sekunder melalui data penduduk di kantor kecamatan
puskesmas dan seluruh rumah sakit.

4. Hasil dan pembahasan


Kelompok wanita lebih banyak mengonsumsi kopi . kelompok responden yang
mempunyai riwayat genetik DM lebih banyak tidak mengonsumsi kopi dibandingkan
dengan kelompok yang tidak mempunyai riwayat genetik DM tipe 2 gaya hidup yang
buruk lebih tinggi dari pada kelompok peminum kopi kebiasaan minum teh lebih
tinggi pada kelompok diabetes tipe 2 . dengan lama nya minum teh antara 3-10 tahun
dapat disimpulkan teh merupakan salah satu faktor resiko kejadian DM tipe 2
Dari tabel 1 dapat disimpulkan kebiasaan minum kopi merupakan protektif terhadap
kejadian diabetes tipe 2 dan berdasarkan jenis kopi yang dikonsumsi kelompok non
diabes tipe 2 lebih banyak mengonsumsi kopi murni.

Tabel 1 . hubungan kebiasaan minum kopi dan kejadian DM tipe 2


Diabetes tipe 2 Tidak minum kopi Minum kopi total
Normal 148 334 482
DM tipe 2 242 240 482
Total 390 574 964

Tabel 2 . kejadian penyakit DM tipe 2 dan jenis kopi

Diabetes tipe 2 Tidak minumkopi Kopi murni Kopi tidak murni Jumlah

r
JKJBKNJ

Negatif 182 260 50 482


DM tipe 2 222 218 30 480
Jumlah 404 478 80 962

Tabel 3 . jumlah sendok kopi yang diminum dan penyakit DM tipe 2

Jumlah kopi yang Normal DM tipe 2 total


diminum
0 sendok makan 172 222 394
1-3 sendok makan 308 258 366
>3 sendok makan 2 2 4

Tabel 4 . lama minum kopi dan penyakit DM tipe 2

Lama minum kopi Normal DM tipe 2 Jumlah


0 tahun 148 240 388
Kurang dari 1 tahun 10 8 18
1-2 tahun 18 16 34
3-5 tahun 46 10 56
6-10 tahun 70 58 128
11-20 tahun 122 118 240
>20 tahun 68 32 100

Tabel 5 . frekuensi minum kopi dan penyakit DM tipe 2

Frekuensi minum kopi Normal DM tipe 2 Jumlah


0 gelas / hari 166 222 388
1-3 gelas / hari 278 234 512
4-6 gelas / hari 18 12 30
7-9 gelas / hari 2 0 2
1>9 gelas / hari 20 12 32

r
JKJBKNJ

a. Dapat disimpulkan bahwa kopi tidak murni juga sebagai faktor protektif dari
kejadian diabetes tipe 2 dan dengan kopi takaran 1-3 sendok makan merupakan
faktor pencegah kejadian diabetes tipe 2
b. Dari distribusi odd ratio lamanya mengkonsumsi kopi secara keseluruhan
konsumsi protektif terhadap DM tipe 2 dengan angka pencegahan tertinggi pada
lamanya mengonsumsi kopi selama 3-5 tahun atau dengan kata lain makin lama
durasi minum kopi maka makin rendah resiko untuk terkena DM tipe 2
c. Makin banyak kopi yang yang diminum dan makin kental kopi tanpa gula maka
mempunyai faktor protektif yang sangat tinggi
d. Penelitian Grobbe DE mendapatkan penungkatan konsumsi kopi tidak
meningkatkan resiko penyakit jantung
e. Kafein meningkatkan sensitifitasinsulin dengan dimediasi oleh adrenalin dan
sensitifitas insulin ini bertambah meningkat berhubungan dengan lamanya minum
kopi.

5. Kesimpulan
a. Terdapat hubungan penurunan resiko kejadian DM tipe 2 pada kelompok peminum
kopi.
b. Frekuensi, kekentalan kopi, jenis kkopi, lamanya minum kopi yang tinggi merupakan
faktor protektif terhadap DM tipe 2.
c. Peran kafein dalam dalam metabolisme adalah memblock pengaruh adenosin A 1
reseptor pada uptake glucose pada otot skeletal, dilain pihak secara invivo kafein
meningkatkan sensifitas insulin lengan dimediasi oleh peningkat kadar adrenalin.
d. Kafein juga meningkat energi basal dengan merangsang oxidasi lemak memobilisasi
glikogen dalam otot dan meningkat lipolisis [pelepasan asam lemak bebas] dari
jaringan perifer.
e. Penurunan resiko terjainya diabetes tipe 2 tidak dipengaruhi IMT dan faktor resiko
lainnya. Kopi juag mengandung bahan lainya seperti potassium, niacin, magnesium
dan antioxidant seperti alfa tocopherol, asam fenol kolinergik dan bahan ini dapat
meningkatkan resiko timbulnya diabetes melalui pengarun sinergik metabolisme
glucose dan resistensi insulin.
f. Intake kopi tetap menurunkan resiko diabetes tipe 2 walaupun terdapat bahan
tambahan pada kopi

r
JKJBKNJ

g. Dalam hal ini intake kopi mungkin berhubungan dengan diet dan gaya hidup yang
biasanya peminum kopi mempunyai gaya hidup yang kurang sehat antata lain
merokok, peminum alkohol, diet yang kurang baik, akan tetapi setelah dikontrol
dengan analisa stratifikasi faktor-faktor tersebut dapat dikontrol dan kopi tetap
menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 2.
Kesimpulan penelitian ini terdapat hubunngan terbalik antara intake kopi
reguler dan resiko kejadian diabetes tipe 2 baik pada wanita maupun lelaki dan
hubungan ini tidak dipegaruhi oleh faktor resiko lainnya.

6. Saran
a. Penelitian ini tidak dapat membuktikan hubungan asosiasi causal dan untuk hal
tersebut diperlukan penelitian metabolik pengaruh jangka panjang intake kafein
terhadap homeostsis glukose, insulin resisten dan penggunaan energi basal.
b. Bafi keluarga yang mempunyai riwayat genetik DM dianjurkan mengkonsumsi
kopi dengan takaran optimal atau tidak berlebihan disertai dengan memperbaiki
gaya hidup dengan menghindari faktor resiko timbulnya DM tipe 2 .
c. Perlu penelitian lebih lanjut secara mendalam mengenai peran kopi sebagai
protektor DM tipe 2