You are on page 1of 9

7.

GELOMBANG

7.1 Pengantar
Situasi fisis yang ditimbulkan pada suatu titik menjalar dalam medium kemudian dapat dirasakan
pada bagian lain, merupakan proses gerakan gelombang. Beberapa contoh sehari-hari mengenai hal ini,
misalnya bunyi yang dapat didengar (menjalar di udara), riak yang terjadi apabila kita melempar batu
kedalam air, kamar yang terang apabila lampu dinyalakan, atau bahkan transmisi sinyal listrik. Sekalipun
mekanisme fisis untuk contoh-contoh tersebut berbeda, semuanya menunjukkan hal yang dapat disebut
sebagai gerakan gelombang.
Gelombang adalah suatu gangguan yang menjalar dalam medium. Yang dimaksud dengan medium
disini adalah sekumpulan benda yang saling berinteraksi ditempat gangguan itu menjalar. Berdasarkan arah
rambatannnya dapat dibedakan dua jenis gelombang, yiatu :
1. Gelombang transversal, yaitu arah rambatannya tegak lurus arah getarannya
2. Gelombang longitudinal, yaitu arah rambatannya searah dengan arah getarannya.
Pada umumnya gelombang membutuhkan medium untuk perambatan gangguannya disebut gelombang
mekanik, sebagai contoh gelombang pada tali, gelombang permukaan air dan gelombang bunyi. Tetapi ada
juga gelombang yang tidak memerlukan medium untuk perambatannya yaitu gelombang tak mekanik,
misalnya gelombang elektromagnetik yang dapat menjalar pada ruang hampa.
Gelombang mekanik berasal dari suatu sumber dan menjalasr didalam suatu medium. Penjalaran energi
di dalam medium terjadi karena satu bagian medium mengganggu bagian medium disekitarnya. Nyatalah
bahwa penjalaran gelombang didalam medium terjadi karena adanya interaksi didalam medium. Makin kuat
interkasi didalam medium makin cepat penjalaran gelombang. Kelajuan penjalaran gelombang juga
bergantung pada inersia medium, yaitu seberapa sukar medium digerakkan. Makin besar inersia medium,
makin lambat penjalaran gelombang.

7.2 Materi Pembelajaran


7.2.1Teori
7.2.1.1 Penjalaran Gelombang
Untuk mempermudah peninjauan tentang penjalaran gelombang, akan ditinjau sebuah gelombang pulsa
yang ada pada tali. Pada tali dapat dilihat dua sebagai berikut :
1. Adanya suatu gangguan berupa pulsa yang menjalar tanpa perubahan bentuk dengan kecepatan
konstan. Hal ini dapat terjadi bila tidak ada energi yang hilang, energi itu berupa energi gesekan
antara molekul dengan udara, yang menyebabkan pulsa teredam.
2. Bagian tali yang dilewati gelombang bergerak dengan arah tegaklurus arah jalar, yaitu gelombang
transversal.

Dalam ungkapan matematika dapat dituliskan :


y  f x  vt  ...................................................................................................................(7.1)
Dengan v adalah kecepatan jalar gelombang dan t adalah waktu. Bila digambarkan ungkapan tersebut :

(a) (b) v

Gambar 7.1. (a) Gelombang diam, fungsi gelombangnya dituliskan sebagai y=f(x),
(b) Gelombang bergerak kekanan dengan kecepatan v, fungsi gelombangnya y=f(x-vt)

Berdasarkan Gambar 7.1, dapat dilihat bahwa fungsi gelombang berbentuk sinus atau cosinus,
sehingga kita dapat mengambil fungsi gelombang yang menjalar ke arah sumbu x positif dengan kecepatan v
sebagai berikut :
 
y  y o Cos 2 x  vt  ...................................................................................................... (7.2)
dan untuk harga t berikut : Cos 2   dan  adalah sudut tertentu.

Gejala Gelombang
y y y

t=0 t=/4 t=/2

Gambar 7. 2. Gelombang bergerak

Bila besar x naik seharga , maka sudut 2   naik sebesar 2. Jadi  adalah panjang gelombang
atau gelombang akan berulang sendiri setelah menempuh jarak . Bila sudut 2 x  vt  pada Persamaan
(7.2) sama dengan nol, harga Y akan maksimum, yaitu terjadi bukit,
2

 
x  vt   0 , maka x=vt atau v=x/t
Yang merupakan kecepatan gelombang, dan jika dituliskan dengan menggunakan frekuaensi, dapat diberikan
sebagai berikut :
f  v .......................................................................................................................... (7.3)
Dengan f adalah frekuensi gelombang. Ambil persamaan (7.3), kemudian kalikan kedua ruas dengan 2,
2
 

2f   v atau

2
v

Dengan  adalah frekuensi sudut. Jika pada Persamaan (7.2) kecepatan v diganti dengan /2 maka
diperoleh :

y  y o Cos 2xt 
kuantitas k=2/ sering digunakan dan disebut sebagai bilangan gelombang. Akibatnya kita dapat
menuliskan,
y  y o Cos kx  t 
Dengan
k = 2/ (bilangan gelombang) .................................................................................... (7.4)
/k = v (kecepatan gelombang) .................................................................................. (7.5)
Kadangkala persamaan y ditulis sebagai y  y o Cos t   , dimana  adalah sudut fasa. Hal ini
dikatakan setiap titik pada tali berosilasi naik-turun dengan gerakan harmonik sederhana. Selanjutnya akan
diturunkan persamaan kecepatan gelombang sebagai fungsi T (gaya tegangan tali) dan  (rapat massa
persatuan panjang). Ambil panjang tali yang besarnya x dan membentuk sudut 1, dan 2 pada ujung-
ujungnya dengan sumbu-x. Anggap  adalah kecil, sehingga sin ==dy/dx. Gaya vertikal total pada tali
adalah :
Ftotal  T 1  T 2 
d2y
Dan ini harus sama dengan massa (x) dikalikan percepatan arah vertikal , sehingga
dt 2

d2y
Ftotal  T1  T 2   x 
dt 2
  
2
d y
T  2
 x  dt
d    d 2 y
 
dx  T  dt 2
dy
Subtitusikan   pada ruas kiri, diperoleh :
dx
 d2y     d2y
 
 dx 2   T  dt 2 (persamaan gelombang tali) .............................................................(7.6)
 
Untuk memperoleh kecepatan jalar gelombang, diturunkan persamaan (7.2) dan masukkan ke Persamaan
(7.6) :

Gejala Gelombang
 d2y  2
    y o  2  Cos  2 x  vt 
 dx 2       
 
 d2y  2
    y o  2  v 2 Cos  2 x  vt 
 dt 2       
 
Masukkan kedua persamaan diatas pada persamaan (7.6) didapat :
2
 2     2v 
     
    T   
1/ 2
T
v    (kecepatan jalar gelombang tali) .............................................................(7.8)

dan bila /T diganti dengan 1/v2, maka Persamaan (7.6) menjadi :
d2y  1  d2y
   (persamaan gelombang) .................................................................(7.9)
dx 2  v 2  dt 2

7.2.1.2 Gelombang Air


Berlainan dengan gelombang tali yang berbentuk satu dimensi, maka gelombang air merupakan
gelombang dua dimensi. Disini akan terbentuk dua macam gelombang yaitu gelombang lingkaran yang
terjadi pada permukaan ar dan gelombang lurus, yaitu gerak vertikal medium.
Pada gelombang lingkaran yang terjadi pada permukaan air, setiap titik pada puncak lingkaran
setiap saat menpunyai fasa yang sama. Kedudukan titik-titik tersebut disebut muka gelombang. Jadi muka
gelombang untuk gelombang lingkaran akan berbentuk lingkaran dan muka gelombang untuk gelombang
lurus akan berbentuk garis lurus. Kita tinjau gelombang lurus sinus yang menjalar pada arah k. Pada medium
dua dimensi, hubungan antar vektor kecepatan v dan bilangan gelombang k dapat dituliskan sebagai berikut :

k
v
Akibatnya bentuk fungsi gelombang menjadi;

 
y  y o Cos k  r  t   o 
Kecepatan jalan gelombang air bergantung pada tegangan permukaaan, tekanan hidrostatik, kedalaman dasar,
rapat massa dan gravitasi. Akibatnya gelombang air sukar dianalisa secara matematis. Persamaan jalar
gelombang air dapat dituliskan sebagai berikut :
 g 2  2h
v     tanh
 2   

y’ y
muka gelombang

 k

P x’
Q
r
x
Gambar 7.3. Gelombang lurus sinus menjalar pada arah k

Dengan, g = percepatan gravitasi,  = panjang gelombang,  = tegangan permukaan zat cair,  = rapat massa
zat cair dan h = jarak permukaan ke dasar zat cair.
untuk harga h>>>1, kecepatan jalar gelombang tidak bergantung lagi pada h, sehingga;
2h  2h 
1 atau tanh    1 , sehingga
   

Gejala Gelombang
 g 2 
v     ............................................................................................................ (7.9)
 2  
Untuk >>>1, suku kedua Persamaan (7.9) dapat diabaikan sehingga ;
 g 
v  
 2 
Gelombang semacam ini disebut gelombang gravitasi, makin besar  makin cepat penjalarannya. Untuk
<<<1, suku pertama pada Persamaan (7.9) dapat diabaikan sehingga;
 2 
v   
  
Gelombang seperti ini disebut riak, yaitu gelombang yang timbul jika ada angin kecil yang bertiup
dipermukaan air, atau gelombang yang terjadi dalam tangki riak.

7.2.1.3 Gelombang Bunyi


Gelombang bunyi adalah gelombang tiga dimensi, karena gelombang ini dapat menjalar dalam ruang,
akibatnya muka gelombangnya akan berbentuk bola. Selama itu gelombang bunyi adalah gelombang
mekanik longitudinal yang disebabkan oleh perubahan tekanan.
Gelombang bunyi yang biasa kita dengar mempunyai daerah frekuensi antara 20 Hz hingga 20.000 Hz.
Dibawah frekuensi 20 Hz disebut gelombang infrasonik, dan gelombang dengan frekuensi lebih besar dari
20.000 Hz disebut gelombang ultrasonik. Ambang pendengaran manusia berada pada frekuensi 16 Hz.
Untuk mendapatkan kecepatan jalarnya, mari kita tnjau gelombang yang menjalar pada medium fluida.
Dengan menggunakan Hukum Newton II
F  ma
 P  P A  PA
 PA
 v 
  o Av t   
 t 
Dimana v adalah kecepatan dan o adalah rapat massa medium (kg/m3)

Daerah tekanan

P P+P P

Vdt (V+V) t Vdt

Gambar 10. 4, Gelombang bunyi

 P
o v 2 
v / v
Bila pada tekanan P terjadi perubahan volume sebesar :
V A.v.t v
 
V A.v.t v
 P
Jadi, o v 2 
/v
 VP
Sedangkan besar modulus Bulk untuk medium diberikan sebagai B  , akibatnya kecepatan jalar
V
gelombang bunyi pada medium fluida diberikan sebagai;

Gejala Gelombang
B
v ......................................................................................................................(7.10)
o
Bila medium fluida tersebut adalah gas, maka persamaan kecepatan menjadi;
P
v ......................................................................................................................(7.11)
o
Jika medium gas berkelakuan gas ideal yang memenuhi persamaan keadaan PV=nRT, maka Persamaan
(7.11) dapat ditulis;
RT
v  ....................................................................................................................(7.12)
M
Dengan;  adalah konstanta hasil bagi kalor jenis gas, R adalah tetapan gas umum (8,31x10 3 J/mole.K.), T
adalah temeperatur gas (Kelvin) dan M adalah berat molekul gas dalam satuan kg/mole.
Bila gelombang bunyi menjalar pada medium padat seperti kawat, maka modulus Bulk diganti
dengan modulus Young, tetapi bila luas penampang tidak dapat diabaikan, maka konstanta interaksinya akan
bergantung pada modulus Bulk dan modulus geser (M), Akibatnya kecepatan jalar gelombang menjadi ;
B  43 M
v ................................................................................................................(7.13)
o

7.2.1.4 Fungsi Gelombang


Pergeseran molekul gas karena adanya gelombang bunyi pada arah longitudinal, dan harganya
sebagai fungsi posisi setimbang dari molekul (x), dan waktu t diberikan oleh;
y  y m Cos kx  t )  ......................................................................................................(7.14)
Fungsi gelombang tekanannya dapat diperoleh;
V A.y dy
P  B  B  B (untuk x  0) ...................................................(7.15)
V A.x dx

  ky m Sin kx  t  sehingga dari persamaan (7.15) diperoleh ;


dy
Dari Persamaan (7.14) diperoleh
dx
P  Bky m Sin kx  t  ....................................................................................................(7.16)
B
Karena v  , maka Persamaan (7.16) dapat ditulis sebagai
o
 
P  k o v 2 y m Sin kx  t 

 Pm Sin kx  t  2 
Jadi amplitudo gelombang tekanan P m diberikan oleh
P  k o v 2 y m ..................................................................................................................(7.17)
Perhatikan bahwa gelombang tekanan dan gelombangsimpangan berbeda sudut fasa sebesar 90 o

7.2.1.4 Gelombang Elektromagnetik


Gelombang elektromagnetik merupakan jenis gelombang yang tidak memerlukan medium dalam
perambatannya. Didalam ruang hampa gelombang elektromagnetik menjalar dengan kecepatan 3x10 8m/dt,
yaitu sama dengan kecepatan cahaya. Sumbernya yaitu akibat gerakan muatan listrik. Gelombang
elektromagnetik mempunyai dua komponen, yaitu medan listrik E dan medan magnet B. Kedua medan ini
saling tegak lurus arah perambatannya, sehingga gelombang elektromagnetik termasuk dalam jenis
gelombang transversal.
Persamaan gelombang medan listrik:
d2E 1 d2E
 ..........................................................................................................(7.18)
dt 2  o  o dx 2
Persamaan gelombang magnetnya :
d2B 1 d2B

dt 2  o  o dx 2

Gejala Gelombang
1
Dimana kecepatan gelombangya v 2 
oo
Spektrum gelombang elektromagnetik berkisar antara 10 3 Hz hingga 1022 Hz. Beberapa contoh gelombang
elektromagnetik :
a. Gelombang Radio
Frekuensi berkisar antara beberapa Hertz hingga 109 Hz. Sedangkan energi fotonnya berkisar dari
hampir 0 - 10-5 eV, digunakan pada televisi dan pemancar radio.
b. Gelombang Mikro
Daerah frekuensi berkisar antara 109 Hz – 3x1011 Hz. Energi fotonnya berkisar 10 -5 eV- 10-3 eV,
digunakan pada radar dan sistem komunikasi. Daerah gelombang mikro juga disebut sebagai UHF
(Ultra Frequency Relative to Radio Frequency)
c. Gelombang Imframerah
Daerah frekuensi berkisar antara 3x1011 Hz. Energi fotonnya berkisar dari 10-3 eV-1,6 eV. Digunakan
dalam bidang industri, kedokteran, dan astronomi.
d. Cahaya Tampak
Daerah frekuensinya sama dengan frekuensi sensitif retina mata manusia, yaitu 4x10 14 Hz - 8x1014 Hz,
Energi fotonnya berkisar dari 1,6 eV – 3,2 eV
e. Ultraviolet
Daerah frekuensinya berkisar antara 8x1014 Hz - 3x1017 Hz, Energi fotonnya berkisar dari 3 eV – 2x103
eV energi ini berhubungan dengan efek kimia pada mahluk hidup.
f. Sinar X
Daerah frekuensinya berkisar antara 3x1017 Hz -5x1019 Hz. Energi fotonnya berkisar dari 1,2x10 3 eV-
2x103 eV. Sumber sinar X adalah Bremsstrahlung atau perlambatan radiasi dalam atom. Biasa
digunakan dalam bidang kedokteran.
g. Sinar Gamma
Daerah frekuensinya berkisar antara 3x1018 Hz -5x1022 Hz. Energi fotonnya
berkisar dari 104 eV- 10-7 eV, energi ini berhubungan dengan proses nuklir.

7.2.2 Latihan Soal


1. Sebuah gelombang transversal pada tali dihasilkan oleh suatu sumber pada ujung tali. Sumber itu berupa
suatu plat yang bergetar selaras dengan simpangan maksimum sebesar 10 cm dan periode getaran 0,5
detik. Jika tali mempunyai rapat massa 2 gram/cm dan gaya tarik pada tali 9 N, tuliskan fungsi
gelombangnya jika gelombang menjalar ke arah kanan !.
2. Untuk soal nomor (1), hitunglah kecepatan dan percepatan pada titik P pada tali yang terletak pada jarak
5 m dari sumber serta hitung pula jarak antara dua titik yang mempunyai beda fase sebesr 600 !.
3. Gelombang transversal berfrekuensi 120 Hz merambat pada tali dengan rapat massa 0,25 kg/m.
Amplitudo gelombang 0,25 cm yang ditimbulkan oleh tegangan tali 90 N. Jika gelombang itu merambat
kearah x positif dan pada keadaan mula-mula x = 0 dan y = 0, hitunglah : Cepat rambat, panjang
gelombang, dan persamaan gelombang tersebut !
4. Suatu gelombang transversal dinyatakan dengan fungsi gelombang y=5/100 Cos (2x+t) dengan x,y
dalam meter dan t dalam detik, Tentukanlah :
a. Panjang dan frekuensi gelombang
b. Kecepatan penjalaran gelombang dan arahnya
c. Kecepatan transversal dan arahnya dari suatu titik dalam medium pada jarak x=2 m pada waktu
t=7/6 detik!
 
5. Suatu gelombang pada permukaan air dinyatakan dengan fungsi gelombang y = 5 cos ( k  r -t) dengan

 
k = 2 ( 3î  4 ˆj ) dan  = 10 rad/detik., Tentukanlah besarnya simpangan ditempat r  10î  15 ˆj m
pada saat t = 10 detik !.

7.2.2 Jawaban Latihan Soal


1. Diketahui : Pada sumber: amplitudo A = 10 cm = 0,10 m.
 = 2f = 2/T = 4 rad/detik.
Pad tali: T = 9 N.
 = 2 gram/cm = 0,2 kg/m
Ditanya: Fungsi gelombang tali ?

Gejala Gelombang
Sumber yang bergetar selaras akan menghasilkan gelombang sinus. Misal sumber terletak pada x = 0,
maka persamaan geraknya dinyatakan
Y = A sin t, Y = 0,1 sin 4t.
Gelombang tali yang dihasilkan
Y = A sin (kx - t + 0)
T 9
Pada tali ini, kecepatan gerak gelombang dinyatakan oleh v   6,7 m/detik. Panjang
 0,2
gelombangnya  = vT = (6,7)(0,5) = 3,35 m. sehingga bilangan gelombang k dapat dihitung:

2
k  0 ,6 m-1.

Jadi persamaa gelombangnya menjadi
Y = A sin (kx - t + 0) = 0,1 sin (0,6x -4t + 0)
Pada titik x = 0, persamaan gerak tali sama dengan persamaan gerak sumber, sehingga
0,1 sin (-4t + 0) = 0,1 sin 4t, 0 = .
Sehingga fungsi gelombangnya menjadi
Y = + 0,1 sin (0,6x - 4t + ) = - 0,1 sin (0,6x - 4t).

2. Diketahui : Dari fungsi gelombang yang didapatkan dari soal nomor (1).
Persamaan gerak titik P pada x = 5 m diberikan oleh
Y = - 0,1 sin (0,6(5) - 4t) = - 0,1 sin (3 - 4t) = - 0,1 sin 4t
Terlihat bahwa titik pada tali bergerak dengan fasa yang berlawanan terhadap sumber. Kecepatan gerak
titik P diberikan oleh:
V = dy/dt = - 0,1 (4) cos 4t.
Percepatan titik P diberikan oleh:
ap = dv/dt = - 0,1 (4)2 sin 4t.
Sedangkan jarak antara dua titik yang mempunyai beda fasa 600 dapat dihitung dengan memisalkan
bahwa kedua titik itu adalah x1 dan x2. Sudut fasa pada titik x1 dan x2 berturut-turut diberikan oleh:
1 = kx1 - t, 2 = kx2 - t.
Beda sudut fasa  = 1 - 2 = 600 = 2/3 radian. Jadi
 = kx1 - kx2 = k(x1 -x2)
(x1 -x2) = /k = (2/3)/(0,6) = 1,11 m.

3. Diketahui : Gelombang transversal f = 120 H,  = 0,25 kg/m.


A = 0,25 cm, T = 90 N.
Ditanya: Cepata rambat gelombang, p[anjang gelombang dan fungsi gelombangnya ?
Cepat rambat gelombang diberikan oleh
T 90
v   19 m/detik.
 0,25
Panjang gelombang diberikan oleh:
v 19
   0 ,16 m.
f 120
Jika gelombang itu merambat kearah x positif dan pada keadaan mula-mula x=0 dan y=0, maka
persamaan umum gelombangnya
Y = A sin (kx - t - )
Pada keadaan t = 0 dan x = 0 mengharuskan y = 0, yang menghasilkan
0 = A sin (-),  = 0.
2 2 
Dengan A = 0,25 dan k    cm-1 serta  = vk = (1900) (/8) =950/2 radian/ detik.
 16 8
Jadi didapatkan persamaan gelombang tersebut adalah
Y = 0,25 sin {(/8)x – (950/2)t}.
Dimana x dan y dalam centimeter dan t dalam detik.

4. Diketahui : fungsi gelombang y = 5/100 cos (2x+t) (x,y dalam meter dan t dalam detik).
Ditanya: a. Panjang, frekuensi dan cepat rambat gelombang.

Gejala Gelombang
b. Kecepatan transversal dan arahnya dari suatu titik dalam medium pada jarak x=2 m pada
waktu t=7/6 detik.
a. Jika fungsi gelombang di atas dibandingkan dengan fungsi gelombang umum Y = A sin (kx - t -
), maka terlihat bahwa fungsi gelombang tersebut bergerak ke arah x negatif dengan amplitudo A =
5/100 m, k = 2 m-1 dan  =  radian/detik, sehingga:
2 2
Panjang gelombang     1 m.
k 2
 
Frekuensi gelombang f    0 ,5 Hertz.
2 2
Cepat rambat gelombang v = f = (1) (0,5) = 0,5 m/detik.
b. Kecepatan transversalnya dapat diperoleh dari:
v = dy/dt = -5/1002 sin (2x+t)
Pada jarak x = 2 m dan t = 7/6 detik diperoleh
v = -5/1002 sin (2(2)+(7/6)) = -5/1002 sin ((31/6)) = (-5/1002) (-1/2)
v = (5/200) 2 m/detik. (pada arah x negatif).
 
5. Diketahui : fungsi gelombang permukaan air dinyatakan sebagai y = 5 cos ( k  r -t).
k = 2 ( 3î  4 ˆj ) m-1 dan  = 10 rad/detik

 
r  10î  15 ˆj m, t = 10 detik.
Ditanya: y = ............?
Karena k  k x2  k y2  2  3 2  4 2  5 m-1, maka panjang gelombangnya
2 2
   20 cm.
k 5

 
sudut fasa pada tempat r  10î  15 ˆj m dan saat t = 10 detik adalah
 
 = k  r - t = kx + ky - t = 80 radial.
Sehingga besarnya simpangan ditempat ini adalah
y = 5 cos (8) = -5 cm.

7.3. Tes Formatif


Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar diantara 4 (empat) jawaban pilihan dengan memberi tanda
silang () pada jawaban (a) atau (b) atau (c) atau (d).
1. Pernyataan berikut yang menyatakan bahwa cahaya dan bunyi memiliki sifat fisis yang sama adalah
a. Keduanya merupakan gelombang. c. Memerlukan medium untuk merambat
b. Bentuk dan arah rambatnya sama. d. Kecepatan perambatannya sama.
2. Gelombang berjalan dengan persamaan y = 4 sin (5t + ¼x) (x dan y dalam cm dan t dalam detik). Pada
saat t = 5 detik dan x = 5 cm, besar simpangannya adalah
a. 0 cm c. 2 2 cm
b. 2 cm d. 4 cm
3. Dibawah ini merupakan persamaan yang memenuhi persamaan gelombang, kecuali
a. A sin (kx - t + 0) c. A sin (kx - t)
b. A sin (2/T)(t – x/v) d. A sin 2(t/T -)
4. Prinsip yang dimiliki oleh suatu gelombang sehingga dapat bersuperposisi adalah
a. Bertemu kemudian berpisah.
b. Bertemu dan mengalami perubahan bentuk.
c. Selama reaksi medium terhadap gangguan adalah linear.
d. Adanya simpangan.
5. Jika gelombang merambat pada tali yang bersambungan dengan tali lain yang lebih besar, maka pada
saat gelombang mengenai sambungan tali, gelombang tersebut...............
a. Berhenti. c. Diteruskan.
b. Dipantulkan d. Sebagian dipantulkan dan sebagian diteruskan.

Gejala Gelombang
6. Kereta api mendekati stasiun dengan kecepatan tetap 72 km/jam. Sambil bergerak, kereta api itu
membunyikan peluit dengan frekuensi 400 Hz. Seorang pengamat berdiri di stasiun ini. Kecepatan bunyi
di udara 340 m/s. Frekuensi peluit yang didengar oleh pengamat untuk sebelum kereta api lewat adalah
a. 340 Hz. c. 425 Hz.
b. 250 Hz. d. 370 Hz.
7. Gelombang bunyi dengan intensitas 5·10-14 watt/m2 datang tegak lurus pada jendela yang ukurannya
(50·120) cm2. Besarnya daya yang diterima jendela itu adalah
a. 3·10-10 watt. c. 25·10-10 watt.
-10
b. 5·10 watt. d. 30·10-10 watt.
8. Pembiasan gelombang terjadi, jika.....................
a. Gelombang datang tiba pada perbatasan antara dua medium yang berlainan.
b. Pulsa gelombang lurus pada permukaan.
c. Mengalami gelombang refleksi (dipantulkan) dan gelombang transmisi (diteruskan).
d. Arah jalar atau sinar dari gelombang tegak lurus terhadap muka gelombang.
9. Ciri gelombang permukaan air adalah..............
a. Satu dimensi, yaitu hanya memiliki panjang.
b. Dua dimensi, yaitu memiliki panjang dan lebar.
c. Tiga dimensi, yaitu memiliki bentuk lingkaran, bola dan datar.
d. Riak.
10. Sebuah getaran mempunyai persamaan simpangan y = 5 sin 4t (y dalam cm dan t dalam detik). Pada
saat t = 3,25 detik, maka besarnya sudut fase dan fase adalah
a.  = 100,  = ½. c.  = 130,  = ½.
b.  = 12 ,  = ½.
0
d.  = 150,  = ½.

7.3. Jawaban Tes Formatif

No. Jawaban No. Jawaban


1. A B C D 6. A B C D
2. A B C D 7. A B C D
3. A B C D 8. A B C D
4. A B C D 9. A B C D
5. A B C D 10. A B C D

Referensi
Halliday, D dan R. Resnick, 1990, Fisika Jilid 1, Edisi Ke-3, Erlangga, Jakarta.
Sutrisno, 1990, Seri Fisika Dasar: Gelombang dan Optik, Institut Teknologi Bandung.
Sears, F.W., M.W. Semansky and J. Yong, University Physics, Addison Wesley Co. Inc. Philadelpia.
Tipler, P.A., 1998, Fisika Untuk Sains dan Teknik, Jilid I Edisi I, Erlangga, Jakarta.

Gejala Gelombang