You are on page 1of 8

SENAM LANSIA

Oleh
Dra. Siti Mulyani, M.Hum, Desrah Wahyuningsih
Unit/Fakultas dari DPL
Email: diisi email DPL

Abstrak
Senam Lansia merupakan senam yang khusus dibuat dan dirangcang untuk para
lanjut usia. Gerakan senam ini berbeda dengan senam-senam lain pada umumnya
karena menggunakanlangkah-langkah yang jauh lebih mudah dan sederhana dengan
tepukan-tepukan dan hitungan-hitungan yang mudah diingat. Senam lansia adalah
senam yang diperuntukkan bagi para lansia baik yang masih sehat memiliki penyakit
tertentu seperti diabetes. Senam ini memiliki gerakan yang mudah dan ringan.Senam
ini sangat cocok untuk dilakukan oleh para lansia.Tujuan dari program ini adalah
untuk membantu meningkatkan kesehatan tubuh dan kesehatan organ dalam untuk
tetap terjaga, karena pola makan yang harus juga di imbangi dengan olah raga ringan
untuk para lansia agar terhindar dari segala macam jenis penyakit yang disebabkan
umur yang sudah mulai menua. Masyarakat Dusun Pojok Desa Wonokerto dapat
mengetahui betapa pentingnya kesehatan yang harus di jaga untuk masa tua nanti
dengan pelaksanaan senam lansia secara rutin. Selain itu senam lansia juga dapat
meningkatkan hubungan antar warga itu sendiri.

Kata kunci :kesehatan, Senam lansia


A.PENDAHULUAN
a. Analisis Situasi

Lansia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang
semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup.
Semakin tingginya usia harapan hidup, maka semakin tinggi pula faktor resiko
terjadinya berbagai masalah kesehatan. Masalah umum yang dialami para lansia
adalah rentannya kondisi fisik para lansia terhadap berbagai penyakit karena
berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar serta
menurunnya efisiensi mekanisme homeostatis, oleh karena hal tersebut lansiamudah
terserang berbagai penyakit.

Menurut Jubaidi (2008) ada beberapa perubahan fisik pada lansia yang dapat
menjadi suatukondisi lansia terserang penyakit, seperti perubahan kardiovaskuler.
Terdapat beberapa macam penyakit yang bisa menimpa para lansia antara lain
hipertensi, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, katarak, dan lain sebagainya.
Macam-macam masalah kesehatan tersebut yang sering menimpalansia yaitu
hipertensi yang bisa menjadi awitan dari berbagai masalah kardiovaskuler lainnya
yanglebih gawat.Prevalensi kejadian hipertensi sangat tinggi pada lansia, yaitu 60%-
80% pada usia diatas 65 tahun. Tidak sedikit orang yang menganggap penyakit
hipertensi pada lansia adalah hal biasa.Sehingga mayoritas masyarakat menganggap
remeh penyakit ini. Hipertensi dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi
antara lain gagal jantung dan stroke (Muhammad, 2010).

Bukti-bukti yang ada menunjukkan bahwa latihan dan olahraga pada usia lanjut
dapat mencegahatau melambatkan kehilangan fungsional, bahkan latihan yang teratur
dapat mengurangi morbiditasdan mortalitas yang diakibatkan oleh penyakit
kardiovaskuler. Penelitian yang telah dilakukan diJepang memberikan salah satu
bukti bahwa olahraga yang teratur sangat efektif untuk menurunkantekanan darah
(Williams & Wilkins, 2001). Salah satu olahraga yang mudah dilakukan adalah
senam.
2. Tujuan PPM

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas hidup lansia dengan
cara mengajak pola hidup sehat dan aktivitas olahraga disamping itu karena
banyaknya lansia di dusun pojok desa wonokerto yang kurang aktivitas olahraga,
selain itu berikut ini adalah berbagai tujuan dari program kerja:

a. Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif


b. untuk membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran
jasmani dan rokhani.
c. Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme tubuh.
d. Membangun kekuatan dan daya tahan.
e. Menurunkan lemak.
f. Meningkatkan kondisi otot dan sendi.

3. Manfaat PPM

Berikut ini macam-macam manfaat dari senam lansia untuk usia lansia :

a. Sebagai Pencegahan

Pada usia 40 tahun keatas senam sangat baik untuk mengatasi proses-proses
degenerasi tubuh. Setelah umur 40 tahun ternyata olahraga yang bersifat endurance
sangat baik untuk mengatasi proses degenerasi tubuh, sehingga orang akan kelihatan
lebih muda. Kekurangan gerak juga menyebabkan otot dan tulang tidak tumbuh
dengan baik, otot yang lemah akan menyebabkan kelainan posisi badan yang
nantinya akan menjadi kelainan tulang.

b. Sebagai Pengobatan (Kuratif)

Penyakit yang dapat disembuhkan dan dikurangi dengan senam lansia adalah
kelemahan/kelainan sirkulasi darah, DM, kelainan infark jantung, kelainan
insufisiensi koroner, kelainan pembuluh darah tepi, thromboplebitis dan osteoporosis.

c. Sebagai Rehabilisasi

Dengan senam yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai berikut:


 Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan usia.
 Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan.
 Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam bertambahnya
tuntutan (sakit).

B. METODE

1. KHALAYAK SASARAN

Khalayak sasaran kegiatan Senam Lansia adalah 9 orang lansia di RT 03 dan


16 di RT 01 dan 04 Dusun Pojok Desa Wonokerto. Pelaksanaan kegiatan ini telah di
selenggarakan di halaman rumah Pak RT 03 dan dihalaman rumah salah satu warga
di RT 01 dengan jadwal yang telah ditentukan dan dilakukan selama KKN dengan 5
kali pertemuan.

2. METODE KEGIATAN

Metode kegiatan yang digunakan meliputi :

a. Persiapan senam lansia

sebelum memulai senam lansia sebelumnya para lansia di bariskan dengan


rapi, dijelaskan manfaat dari senam lansia bagi kesehatan tubuh yang lanjut usia
sambil menunggu salah satu anggota KKN 145 menyiapkan backsound.

b. Memulai Senam Lansia

setelah semua siap para lansia diajak untuk berdoa bersama munurut
kepercayaan masing-masing. Senam lansia diawali dengan pemanasan , kondisioning
(inti), dan penenangan (pendinginan). Dimana saya sebagai anggota KKN 145 yang
mengadakan program ini langsung menjadi intruksi dari senam lansia. Senam lansia
dilakukan dengan iringan musik.

3. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN

Adapun langkah-langkah kegiatan Senam Lansia sebagai berikut :


a. menjelaskan manfaat dari senam lansia bagi kesehatan tubuh

b. membariskan para lansia dan mengajak berdoa sebelum melakukan senam lansia

c. memulai senam lansia diawali dengan pemanasan, kondisioning (inti), dan


penenangan (pendinginan) diiringi dengan musik.

4.FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan dan hasil kegiatan dapat diidentifikasi


faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan program pengabdian
masyarakat ini.

Secara umum faktor pendukung dan penghambat dalam kegiatan ini adalah:

1. FAKTOR PENDUKUNG:

a. Antusias lansia dalam mengikuti senam lansia sangat bersemangat


b. Sarana dan prasarana untuk senam lansia disiapkan langsung dari ibu RT dan
alat berupa kaset dipinjamkan oleh instruktur senam lansia
c. Sarana dan prasarana untuk senam lansia tidak mengeluarkan biaya

2. FAKTOR PENGHAMBAT:

Didusun pojok terdapat 4 RT dan hanya diRT 02 program ini tidak terlaksana
karena kurangnya antusias dari mayarakat disamping itu memiliki kesibukan masing-
masing sehingga tidak ada waktu luang untuk melakukan aktifitas senam lansia.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN

Senam Lansia dilaksanakan oleh KKN 145 UNY yang ikut didampingi oleh
teman-teman kelompok KKN 145. Program ini di ikuti sebanyak 9 orang lansia di RT
03 dan dilaksanakan setiap hari sabtu jam 15.30-17.30 di halaman depan rumah pak
RT 03 dusun Pojok Desa Wonokerto, sedangkan di RT 01 gabung dengan RT 04
diikuti sebanyak 16 orang lansia dan dilaksanakan setiap hari sabtu jam 15.30-17.30
di halaman depan rumah salah satu warga di RT 01 (Ibu Ati). Meskipun jadwal
senam lansia bertabrakan kami megatur jadwal dengan selang seling dan sepakat
mengadakan senam lansia minggu pertama pada tanggal 21 juli di RT 03 sedangkan
di RT 01 dan 04 diadakan diminggu ke dua pada tanggal 28 Juli 2018. para lansia
diajak untuk mengikuti senam lansia dan diajak langsung oleh Ibu RT. Hasil yang
dicapai dari kegitan senam lansia adalah: warga RT 03 maupun RT 01,04 khususnya
lanjut usia sangat antusias untuk mengikuti senam lansia, saat pelaksanaan warga
lansia sangat bersemangat mengikuti dan tak kenal lelah sehingga tubuh menjadi
bugar dan sehat.Sarana dan prasarana untuk senam lansia disiapkan langsung dari ibu
RT dan alat berupa kaset dipinjamkan oleh instruktur senam lansia pada saat
pelaksanaan senam terdapat 5 jenis lagu pemutaran senam lansia.
D. PENUTUP

1. Kesimpulan

Lansia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat


yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan
hidup.Semakin tingginya usia harapan hidup, maka semakin tinggi pula faktor resiko
terjadinya berbagai masalah kesehatan.Masalah umum yang dialami para lansia
adalah rentannya kondisi fisik para lansia terhadap berbagai penyakit karena
berkurangnya daya tahan tubuh dalam menghadapi pengaruh dari luar serta
menurunnya efisiensi mekanisme homeostatis, oleh karena hal tersebut lansia mudah
terserang berbagai penyakit.Dengan melakukan kegiatan senam lansia secara rutin
dapat meningkatkan kualitas hidup lansia dengan cara mengajak pola hidup sehat dan
aktivitas olahraga, Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif, untuk
membina dan meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan
rokhani, Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme tubuh, Membangun
kekuatan dan daya tahan, Menurunkan lemak, dan Meningkatkan kondisi otot dan
sendi

2. Saran

Tindak lanjut dari program senam lansia adalah ada baiknya bagi ibu-ibu
maupun bapak-bapak yang telah lanjut usia dapat menjaga pola hidup sehat dengan
melakukan aktivitas olahraga secara rutin tidak hanya gerak namun pola makan juga
tetap terjaga dan teratur sehingga badan menjadi sehat dan bugar dan terhindar dari
penyakit.
DAFTAR PUSTAKA

https://www.scribd.com/document/356892124/makalah-senam-lansia-docx

http://metamorfosisofbutterfly.blogspot.com/2013/05/senam-lansia.html