You are on page 1of 13

BAB 7

1. Apakah masala-masalah etika yang dihadapi riset keprilakuan?


Jawaban:

Masalah-masalah etika yang dihadapi riset keperilakuan di antaranya adalah sebagai


berikut. Melakukan riset bukanlah hal yang mudah. Butuh tahapan-tahapan panjang hingga
akhirnya terwujudlah suatu hasil riset yang baik. Dan dalam penyusunannya pun juga tidak
sembarangan. Ada beberapa hal yang wajib untuk diperhatikan. Untuk itulah mengapa
sebelum melakukan riset, terlebih dahulu dimengerti tentang apa itu etika riset. Ini karena
dalam melakukan sebuah riset, banyak pihak yang terlibat dan etika riset digunakan sebagai
pedoman peneliti dalam bertindak terutama dengan orang lain yang notabene adalah subjek
penelitian. Selain itu, karena riset merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sebuah siklus
keilmuan dimana hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan dunia ilmu itu
sendiri, tentunya dalam perkembangan keilmuan tersebut, terdapat sebuah etika yang
melandasi seorang peneliti dalam melakukan riset. Hal ini telah memberikan sebuah
penilaian mengenai pentingnya etika dalam riset yang dapat dijadikan sebuah patokan
sehingga penelitian tersebut benar-benar berada dalam koridor siklus keilmuan.
Permasalahan profesi akuntansi sekarang ini banyak dipengaruhi masalah kemerosotan
standar etika dan krisis kepercayaan. Krisis kepercayaan ini seharusnya menjadi pelajaran
bagi para akuntan untuk lebih berbenah diri, memperkuat kedisiplinan mengatur dirinya
dengan benar, serta menjalin hubungan yang lebih baik dengan para klien atau masyarakat
luas. Misal: skandal Enron yang melibatkan Arthur Anderson, serta skndal Worldcom, Merck,
dan Xerox, profesi akuntan di dunia menjadi gempar. Cara yang lebih baik dan ideal dalan
mengatasi dilema ini adalah dengan mempertimbangkan kecukupan dari kesempatan yang
ada selanjutnya memberikan reaksi terhadap apa yng menjadi kekawatiran di dalamnya.

2. Bagaimana desain riset yang berhubungan dengan temuan masalah


Jawaban:

Desain riset adalah kerangka kerja atau rencana untuk melakukan studi yang akan digunakan
sebagai pedoman dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Desain riset berhubungan
dengan temuan masalah sebagai berikut.Desain penelitian/riset (research design)
merupakan suatu cetak biru (blue print) dalam hal bagaimana data dikumpulkan, diukur, dan
dianalisis. Melalui desain inilah peneliti dapat mengkaji alokasi sumber daya yang
dibutuhkan. Desain penelitian yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan tujuan penelitian,
yaitu untuk mengetahui, mendeskripsikan, atau mengukur, maka desain penelitian masing-
masing adalah desain eksploratif, deskriptif, atau kausal.

3. Sebagai seorang peneliti , bagaimana anda menangani temuan masalah?


Jawaban:

Sebagai seorang peneliti, sikap saya dalam menangani temuan masalah adalah sebagai
berikut. Ketika berada dalam proses menemukan masalah, peneliti sering mengalami
kendala maupun hambatan-hambatan. Kendala ini terkadang mengakibatkan stres yang
dapat menurunkan motivasi saya sebagai seorang peneliti untuk melanjutkan
riset/penelitian. Jika ditelusuri lebih terperinci, terdapat berbagai kesalahan yang saya
lakukan sebagai seorang peneliti dalam menemukan masalah, karena itu saya harus
menghindari dan/atau menangani masalah-masalah/beberapa kesalahan umum yang dapat
saya lakukan sebagai berikut.
 Peneliti mengumpulkan data tanpa rencana atau tujuan riset yang jelas
 Peneliti memperoleh sejumlah data dan berusaha merumuskan masalah riset sesuai
dengan data yang tersedia
 Peneliti merumuskan masalah riset dalam bentuk yang terlalu umum dan ambigu
sehingga menyulitkan interpretasi hasil dan pembuatan kesimpulan riset
 Peneliti menemukan masalah tanpa terlebih dahulu menelaah hasil-hasil riset
sebelumnya dengan topik sejenis sehingga masalah riset tidak didukung oleh kerangka
teoretis yang baik
 Peneliti memilih masalah riset yang hasilnya kurang memberikan kontribusi
terhadap pengembangan teori atau pemecahan masalah praktis.

Kemudian peneliti harus mengetahui nilai-nilai dan teori. Peneliti harus mengetahui apa
yang harus dipahami, dijelaskan, dan gejala apa yang diprediksi dalam temuan masalah
4. Bagaimana Data sekunder dan data primer dikatakan valid?
Jawaban:

Dalam menjamin validitas data primer dan sekunder, hanya informasi-informasi esensial
yang seharusnya diharapkan dari responden. Para peneliti seharusnya menentukan dasar
dari keinginan informasi dan memilih suatu format pertanyaan yang akan menyediakan
informasi dengan sedikit pembatasan terhadap responden. Pertanyaan-pertanyaan dapat
bersifat terbuka (open ended) atau sudah ditentukan kemungkinan-kemungkinan
jawabannya (close ended). Suatu pertanyaan open-ended diminta untuk suatu jawaban yang
bebas. Pertanyaan close-ended menawarkan bermacam-macam pilihan jawaban kepada
responden. Responden diminta untuk memilih satu atau lebih pilihan jawaban. Manfaat dari
format pertanyaan ini termasuk memudahkan jawaban dari para responden dan
memudahkan tabulasi dan penjelasan dari peneliti.

5. Apakah seharusnya alat ukur riset valid dan andal?


Jawaban:

Tidak ada ukuran ataupun skala untuk mengukur sikap kerja atau untuk mengidentifikasikan
suatu organisasi atau keberhasilan secara tepat. Oleh karena itu, seorang peneliti harus
mengembangkan instrumen risetnya untuk mengukur fenomena-fenomena perilaku
tersebut.
Terdapat dua hal penting yang berhubungan dengan perencanaan riset perilaku, yang
pertama adalah yang diukur berkaitan dengan hal-hal yang sah (validitas) dan yang kedua
adalah yang diukur berkaitan dengan hal-hal yang tidak representatif (andal). Dua hal
tersebut dinilai dengan validitas dan keandalan.
Validitas mengacu pada lingkup apa yang diukur pada kenyataannya. Reliabilitas mengacu
pada suatu instrumen alat ukur yang andal akan menghasilkan alat ukur yang stabil di setiap
waktu. Aspek lain dari keandalan adalah akurasi dari instrumen pengukuran.

BAB 8
1. Definisi pengendalian mengutamakan “kepercayaan” dan “profitabilitas”. Bagaimana
keutamaan ini berbeda dari keutamaan “kenyataan” dan “kepastian” ?
2. Bedakan antara pengendalian dalam perilaku dan pengendalian yang bukan perilaku
3. Bedakan antara pendekatan formal dan informal dalam pengendalian da berikan contoh
4. Indikasi bagaimana hubungan antara perencanaan, operasi, dan kegiatan umpan balik dalam
suatu organisasi dapat menghasilkan hasil yang tidak konsisten dengan potensial nyata yang
ada pada organisasi
5. Untuk menggambarkan pengendalian dalam sektor laba dan nirlaba, cobalah indikasi
beberapa alat kunci evaluasi kinerja yang dapat bermanfaat pada pusat administrasi dalam
pencapaian pengendalian

BAB 9

1. Mengapa aspek-aspek keprilakuan diikutsertakan dalam bahasa akuntansi


pertanggungjawaban secara simultan?
Jawaban

Salah satu tujuan akuntansi pertanggungjawaban adalah untuk memastikan perilaku individu
dari anggota perusahaan, bahwa individu-individu pada seluruh tingkatan di perusahaan
tersebut telah memberikan kontribusi yang memuaskan terhadap pencapaian tujuan
perusahaan secara menyeluruh. Hal ini dicapai dengan cara membagi-bagi suatu perusahaan
ke pusat-pusat pertanggungjawaban yang memberikan suatu kerangka kerja dalam
menetapkan tujuan kinerja. Hal tersebut juga memberikan kepada top management
mengenai hasil kinerja secara keseluruhan serta data mengenai bagaimana manajer divisi
menjalankan fungsinya. Akuntansi pertanggung jawaban digunakan untuk perilaku manusia,
peran mereka, dan tugas-tugas yang dibebankan pada mereka. Hal tersebut memberikan
feedback secara periodik kepada para manajer divisi mengenai keberhasilan mereka dalam
mencapai tujuan tertentu.

2. Bagaimana pola yang dirancang untuk menangani pertanggungjawaban yang tumpang tindih
antarpusat pertanggungjawaban?
Jawaban

Hal pertama adalah menyeleksi tipe struktur organisasi dan tugas, setelah itu hal yang
penting dalam membuat konstruksi sistem perilaku pertanggung jawaban yang efektif
adalah menggambarkan pertanggung jawaban itu sendiri. Setiap orang memiliki
pertanggungjawaban dan tantangan, untuk merasa bertanggungjawab maka setiap orang
harus merasa memiliki keahlian dan merasa diperlukan. Hal tersebut terimplikasikan dengan
memilliki kewenangan dalam membuat keputusan dan termotivasi untuk memperbaiki
kinerjanya.

Dalam menetapkan pertanggungjawaban perlu adanya tugas yang spesifik untuk tugas
individu. Setiap orang diberi tanggungjawab dan ditentukan pula aktivitas dan fungsinya,
dalam kenyataannya adalah berarti bertugas dengan atasan. Setiap individu mempunyai
tanggungjawab pada satu direksi, agar tidak terjadi overlapping tanggungjawab. Faktor
terpenting dalam menggambarkan tanggungjawab adalah persetujuan dengan direksi dan
pertanggungjawaban atas sumber daya yang didelegasikan berdasarkan fungsi atau tugas.

Dengan membebankan tanggungjawab secarta hati-hati ke satu orang saja, masing- masing
individu tersebut pada gilirannya harus melapor kepada satu manajer saja. Harus ada
jaringan pertanggungjawaban dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari manajer
divisi. Pusat pertanggungjawaban harus dikelompokkan pusat biaya, pusat pendapatan,
pusat laba, pusat investasi.

3. Diskusikan cara mewujudkan keselarasan antara tujuan organisasi dan tujuan individu dari
anggotanorganisasi
Jawaban :

a. Memvisualisasikan pekerjaan-pekerjaan organisasi atau perusahaan sebagai kesempatan


untuk memenuhi kepentingan pekerjaan pribadi dan memanfaatkan kapasitas pribadi, dan
kemajuan ke arah pencapaian tujuan- tujuan karir pribadi.

b. Mengembangkan pengertian yang menyeluruh tentang aktivitas-aktivitas organisasi agar


dapat diantisipasi perbaikan-perbaikan untuk melaksanakan pekerjaan dan untuk memenuhi
syarat-syarat organisasi.

c. Menganalisa tugas-tugas dan kesempatan promosi dengan memperhatikan harapan


tentang tujuan-tujuan pribadi.

d. Menentukan secara periodic, minat dan kemampuan-kemampuan pribadi yang berubah


sehubungan dengan rencana-rencana dan perubahan- perubahan yang terjadi di dalam
lingkungan perusahaan.

e. Mengetahui kapasitas pekerja untuk memberikan sumbangan kea rah realisasi tujuan
manajerial atau organisasi.

f. Mendorong pengembangan diri setiap pekerja untuk melampaui prestasi kerja biasa

g. Menganalisa hubungan kontribusi setiap pekerja dengan kontribusi pekerja- pekerja lain
di lingkungan perusahaan, dan dengan produk atau hasil yang dicapai, agar setiap pekerja
mengerti besarnya sumbangsih mereka.

h. Menunjukkan bahwa seorang pekerja hanya mencapai kemajuan hingga tingkat bahwa
yang bersangkutan memberikan kontribusi atau sumbangsih langsung kearah pencapaian
tujuan yang ditetapkan.

4. Kondisi-kondisi yang bagaimanakah yang dapat mendukung terwujudnya manajemen


berdasarkan tujuan sesuai dengan harapan?
Jawaban :
a. Dalam menetapkan tujuan pusat pertanggungjawaban, manajemen puncak harus
menyediakan arahan secara keseluruhan dengan menspesifikasikan tujuan dan cita-cita
perusahan secara keseluruhan.

b. Dalam formulasi bersama dari tujuan kinerja dan rencana tindakan terperinci, manajemen
puncak dan manajer pusat pertanggungjawaban harus memaksimalkan keselarasan antara
kebutuhan pribadi dan aspirasi karier dari kelompok kerja serta tujuan perusahaan secara
keseluruhan.

c. Motivasi akan meningkat jika orang-orang percaya bahwa pencapaian tujuan perusahaan
akan memenuhi kebutuhan pribadi mereka secara simultan.

d. Jika orang-orang memandang tujuan organisasi sesuai dengan tujuan mereka, maka
mereka akan menginternalisasi tujuan perusahaan dan keselarasan tujuan dicapai.

5. Berikan alasan mengapa pusat pertanggungjawaban harus digambarkan secara jelas hingga
pada tingkatan manajemen yang paling rendah sebelum di operasikan
Jawaban:

Dalam akuntansi pertanggungjawaban struktur organisasi harus dapat menggambarkan


aliran tanggungjawab, wewenang dan posisi yang jelas untuk setiap unit kerja dari setiap
tingkat manajemen, selain itu harus menggambarkan pembagian tugas dengan jelas pula.
Dimana organisasi disusun sedemikian rupa sehingga wewenang dan tanggungjawab tiap
pimpinan jelas dan tidak tumpang tindih. Dengan demikian wewenang mengalir dengan jelas
dari tingkat manajemen atas ke bawah, sedangkan tanggungjawab adalah sebaliknya.

Untuk dapat berfungsi secara memadai, pusat pertanggungjawaban harus sesuai dengan
desain dan struktur organisasi tersebut. Struktur organisasi harus dianalisis terhadap
kelemahan-kelemahan dalam pendelegasian wewenang agar tanggung jawab yang
didelegasikan tidak tumpang tindih. Pendekatan yang digunakan untuk mendesain struktur
organisasi dan pembebanan tanggung jawab bervariasi dari setiap organisasi, tergantung
pada pemilihan dan gaya kepemimpinan manajemen puncak.

Setiap pusat pertanggung jawaban harus efektif dan efisien, dengan kata lain organisasi
perusahaan harus mencapai tujuan dengan cara yang optimum. Sebuah pusat pertanggung
jawaban akan dikatakan efisien jika melakukan hal-hal tertentu secara tepat dan dikatakan
efektif jika melakukan hal-hal yang tepat.

BAB 10

1. Mengapa anggaran sering dipandang sebagai enghalang birokratis untuk karier lebih lanjut?
Jawaban:

Anggaran memiliki dampak langsung terhadap perilaku manusia. Anggaran membatasi


tindakan manajemen. Anggaran merupakan alasan kinerja manajer dipantau secara kontinu
dan standar terhadap mana hasil kinerja dibandingkan. Orang-orang merasakan tekanan dari
anggaran yang ketat, kegelisahan dari laporan kinerja yang buruk, dan kegembiraan atau
rasa lega karena memenuhi anggaran. Manajer sering kali menghadapi masalah mengenai
sesuatu yang “tidak ada dalam anggaran” atau bahwa “anda sudah melebihi anggran anda”.
Para manajer diperingatkan secara priodik.

Oleh karena itu adalah tidak mengherankan bahwa sentimen-sentimen seperti “anggaran
melumpuhkan gaya saya” sering kali disuarakan. Anggaran sering kali dipandang sebagai
penghalang atau ancaman birokratis terhadap kemajuan karier. Ketidaksukaan terhadap
proses penyusunan anggaran secara keseluruhan bahkan dapat mendorong orang untuk
melakukan sabotase terhadap anggaran tersebut

2. Mengapa anggaran begitu penting bagi suatu organisasi?


Jawaban :

Menyusun anggaran sebuah proyek maupun program dalam suatu organisasi bisa menjadi
tugas yang sangat berat, namun hal itu sangat penting bagi suatu organisasi yang merupakan
cara untuk merencanakan dan memastikan bahwa sebuah organisasi tersebut telah
mengalokasikan sumber dayanya dengan baik. Penganggaran tidak hanya sekedar mengisi
lembaran dengan jumlah pengeluaran dan pendapatan, tetapi melibatkan langkah-langkah
penting lainnya seperti perencanaan, pengawasan, dan penerapan terus menerus.

Selain itu, anggaran bagi suatu perusahaan merupakan suatu rencana keuangan yang
digunakan perusahaan sebagi pedoman menilai kinerja (Schiff dan Lewin,1970), alat untuk
memotivasi kinerja para anggota organisasi (Chow dkk,1988), alat koordinasi dan komunikasi
antara pimpinan dengan bawahan dalam organisasi (Kenis, 1979) dan alat untuk
mendelegasikan wewenang pimpinan kepada bawahan (Hofstede, 1968).

3. Apa saja tiga langkah utama dalam poses penyusunan anggaran dan mengapa manusia
memainkan peranan penting dalam setiap proses tersebut?
Jawaban :

Ada tiga tahapan utama dalam proses penyusunan anggaran yaitu:

1. Penetapan Tujuan

Aktifitas perencanaan dimulai dengan menerjemahkan tujuan organisasi yang luas ke dalam
tujuan-tujuan aktivitas yang khusus. Controler dan direktur perencanaan memainkan
peranan kunci dalam proses penyusunan anggaran yang disesuaikan dengan struktur
organisasi, maupun gaya kepemimpinannya. Manajer tingkat bawah dan para karyawan
sebaiknya diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam proses penetapan tujuan,
karena mereka merupakan bagian dari organisasi tersebut, dengan demikian proses
penyusunan anggaran akan terlaksana lebih efektif.

2. Implementasi

Pada tahap implementasi, rencana formal digunakan untuk mengkomunikasikan tujuan dan
strategi organisasi, serta untuk memotivasi orang secara positif dalam organisasi. Konsep
ilmu keperilakuan utama yang mempengaruhi tahap implementasi adalah komunikasi,
kerjasama, dan koordinasi.

3. Pengendalian dan Evaluasi Kinerja

Setelah anggaran diimplementasikan, maka anggaran tersebut berfungsi sebagai elemen


kunci dalam sistem pengendalian. Anggaran menjadi tolok ukur terhadap kinerja aktual
dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan.

4. Apakah konsep utama keprilakuan yang mempengaruhiberbagai bagian dari proses


perencanaan anggaran?
Jawaban :
a. Dampak dari lingkungan perencanaan

Pada dasarnya lingkungan perencanaan mengacu pada struktur, proses, pola-pola interaksi
dalam penetapan kerja. Hal tersebut kadang kala disebut dengan budaya atauu iklim
organisasi

b. Ukuran dan struktur organisasi Ukuran dan strutur pada organisasi mempengaruhi prilaku
manusia dan pola interaksi dalam tahap penetapan tujuan, implementasi, dann
pengendalian serta evaluasi terhadap proses perencanaan
c. Gaya kepemimpinan

Gaya kepemimpinan juga dapat mempengaruhi lingkungan perencanaan organisas. Teori X


dari McGregor menjelaskan gaya kepemimpinan yang otoriter dan dikendalikan secara
ketat, dimana kebutuhan efisiensi dan pengendalian mengharuskan pendekatan manajerial
tersebut untuk berurusan dengan bawahannya. Berbeda dengan Teori Y yang dikemukakan
oleh McCregor dan gaya kepemimpinan Likert mendorong tingkat keterlibatan dan
partisipasi karyawan dalam penentuan tujuan dan pengembilan keputusan.

d. Stabilitas lingkungan organisasi

Faktor lingkungan eksternal juga mempengaruhi lingkungan perencanaan yang meliputi iklim
politik dan ekonomi, ketersediaan pasokan, struktur industri yang melayani organisasi,
hakikat persaingan, dll.

5. Apakah konsekuensi disfungsungsional dari proses perencanaan anggaran? Mengapa hal itu
terjadi? Dapatkah hal itu dihindari?
Jawaban :
1. Rasa Tidak Percaya

Suatu anggaran terdiri atas seperangkat tujuan-tujuan tertentu.Walaupun anggaran tersebut


dapat disesuaikan untuk kejadian-kejadian yang tidak diantisipasi, anggaran menampilkan
rasa tidak percaya, rasa pertumbuhan, dan mengarah pada kinerja yang menurun. Alasan
dari rasa tidak percaya ini didasarkan pada keyakinan penyelia.

2. Resistensi
Pada proses anggaran memerlukan waktu dan perhatian yang besar. Manajer atau penyelia
mungkin merasa terlalu terbebani dengan permintaan yang ekstensif atas waktu dan
tanggung jawab rutin mereka. Oleh karena itu, mereka tidak ingin terlibat dalam proses
penyusunan anggaran.

3. Konflik Internal
Konflik internal dapat berkembang sebagai akibat dari interaksi ini, atau sebagai akibat dari
laporan kinerja yang membandingkan satu departemen dengan departemen lain. Gejala-
gejala umum dari konflik adalah ketidakmampuan mencapai kerja sama antar-pribadi dan
antar-kelompok selama prosesn penyusunan anggaran. Konflik internal menciptakan suatu
lingkungan kerja yang kompetitif dan bermusuhan. Situasi ini menyebabkan keselarasan
tujuan menjadi lebih sulit. Hal tersebut menimbulkan kebencian terhadap manajemen dan
anggaran.
4. Efek Samping Lain yang Tidak Diinginkan
 Anggaran akan menghasilkan pengaruh lain yang tidak diinginkan. Salah satu
pengaruh lainnya adalah terbentuknya kelompok-kelompok informal kecil yang
menentang tujuan anggaran. Kelompok-kelompok ini biasanya dibentuk untuk
melawan konflik internal dan tekanan yang diciptakan oleh anggaran tersebut
 Anggaran juga dapat menghambat inisiatif individu dan inovasi yang efektif biaya
karena metode bisnis yang telah ada dengan probabilitas keberhasilan yang
diketahui lebih dipilih dibandingkan dengan metode baru dengan peluang
keberhasilan yang belum terbukti.
 Manajemen dan tenaga kerja yang berpendidikan kemungkinan besar akan bekerja
sama dalam menyusun anggaran dan rencana laba.

6. Bagaimana struktur organisasi dan ukuran organisasi memengaruhi tahap penetapan tujuan,
implementasi, pengendalian, dan evaluasi dari proses penyusunan anggaran?
Jawaban :

Ukuran dan struktur organisasi mempengaruhi perilaku manusia dan pola-pola interaksi
dalam tahap penyusunan sasaran, implementasi, serta pengendalian dan evaluasi dari
proses perencanaan. Ukuran organisasi dapat digambarkan sebagai jumlah tenaga kerja,
nilai bangunan fisik dalam unit moneter, volume penjualan, jumlah cabang perusahaan, atau
ukuran-ukuran kuantitatif lainnya yang membedakan organisasi.

Ukuran organisasi mempengaruhi struktur organisasi. Dalam perusahaan kecil, struktur


perencanaan dan pengendalian relatif sederhana karena kegiatan organisasi dilakukan hanya
oleh beberapa orang. Perusahaan besar harus mengembangkan struktur birokrasi yang
kompleks untuk mengatasi administrasi berbagai fungsi oganisasi yang ada. Otoritas
didelegasi dan disebarluaskan dari tingkat yang lebih tinggi.

7. Jelaskan penyusunan anggaran secara langsung


Jawaban:
1. Mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun anggaran.
2. Pengolahan data dan informasi yang telah dikumpulkan untuk melakukan penaksiran-
penaksiran
3. Menyusun anggaran serta menyajikannya secara sistematis.
4. Pengkoordinasian pelaksanaan anggaran
5. Pengumpulan data dan informasi untuk keperluan pengawasan kerja dengan melakukan
penilaian.
6. Pengolahan dan penganalisaan data untuk menghasilkan kesimpulan terhadap kegiatan
kerja yang telah dilaksanakan serta menyusun kebijakan-kebijakan sebagai tindak lanjut dari
kesimpulan yang telah di ambil.

BAB 11
1. Apakah tujuan utama akuntansi biaya? Apa yang terjadi jika aspek-aspek keprilakuan
diabaikan?
Jawaban

Menghasilkan informasi biaya melalui proses identifikasi, kuantifikasi, akumulasi dan


pelaporan berbagai elemen biaya yang berkaitan dengan produksi barang/jasa untuk
membantu perencanaan, pengendalian, dan evaluasi aktivitas operasional organisasi.

Yang terjadi bila aspek perilaku diabaikan akan mendorong respon-respon negatif dari
individu yang akan mengganggu penyediaan informasi biaya yang akurat misalnya:

 hambatan dalam pengambilan tindakan operasi yang tidak menguntungkan


 menghambat adaptasi atas praktik akuntansi perusahaan (menciptakan partisipasi
semu anggota organisasi dalam bekerja)
2. Mengapa sistem biaya tradisional tidak layak digunakan dalam melakukan pengendalian
manajerial yang efektif?
Jawaban

Sistem tradisional hanya memberikan sedikit informasi yang bermanfaat bagi perencanaan
dan pengambilan keputusan manajerial untuk mengantisipasi perubahan lingkungan dan
persaingan bisnis. Informasi yang diberikan sistem tradisional menyebabkan akumulasi data
biaya historis tanpa perbandingan dengan sasaran biaya yang telah ditentukan sebelumnya,
sehingga mengakibatkan:

 tujuan kinerja dan sasaran biaya per unit untuk masa datang tidak dapat ditetapkan
 kinerja aktual pusat pertanggungjawaban tidak dapat dibandingkan dengan tingkat
kinerja yang diinginkan
 penyimpangan-penyimpangan tidak ditindaklanjuti (yang sebenarnya berperan
sebagai umpan balik bagi individu) sehingga anggota organsisasi bawah tidak
termotivasi memperbaiki diri.
3. Apakah yang diketahui mengenai sistem biaya standar? Apakah langkah-langkah pokok
dalam pengembangan suatu kerangka kerja dari sistem biaya?

Jawaban

Pendekatan manajemen kontemporer terhadap penentuan besarnya biaya untuk


melaksanakan tugas/aktivitas tertentu atau menghasilkan produk tertentu, dengan
merencanakan biaya-biaya/input perunit dengan tepat pada tingkat output aktual yang
dapat dicapai. Sistem biaya standar berpotensi digunakan sebagai alat bantu untuk
meningkatkan motivasi dan keselarasan tujuan anggota dan organisasi secara keseluruhan.

Langkah-langkah :

 menetapkan tujuan organisasi


 menentukan pusat pertanggungjawaban yang sesuai dan penugasan fungsi pada setiap
bagian/divisi organisasi
 menempatkan staf pada pusat-pusat pertanggungjawaban dengan individu yang memiliki
kemampuan , motivasi yang cukup untuk melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya
 membentuk jalur komunikasi antara pusat pertanggungjawaban dan unit organisasi,
lingkungan eksternal dan di mana diperlukan
 penerapan prosedur yang memastikan bahwa informasi cukup, relevan, tepat waktu
 desain dan implementasi pengendalian yang mengukur dan mengevaluasi kinerja dan
memberikan umpan balik mengenai proges pencapaian tujuan atau kinerja

4. Bagaimana biaya dbedakan dalam perhitungan biaya langsung atau variabel?Apakah


keuntungan dari sistem biaya ini?
Jawaban :

Dalam biaya perhitungan langsung terjadi perbedaan perlakuan antara biaya produksi
dengan biaya siap menghasilkan (overhead tetap/biaya periode). Biaya produksi hanya
mengakui biaya yang disebabkan oleh aktivitas produksi atau penyerahan jasa saat sekarang,
sedangkan biaya periode merupakan biaya untuk memelihara dan menjamin ketersediaan
potensi kemampuan produksi jangka panjang

Keuntungan sistem biaya langsung tercermin pada informasi biaya yang diberikan guna
membantu manajemen puncak membuat keputusan strategis sehari-hari tanpa harus
menunggu proses akuntansi yang menyita waktu

5. Bagaimana standar ditetapkan dalam sistem biaya standar? Mengapa standar dipandang
oleh pekerja sebagai sasaran kinerja yang valid dianggap penting?
Jawaban:

Standar berisikan kriteria-kriteria terukur yang dipakai untuk mengukur kinerja dan
mengendalikan biaya. Bila kriteria standar tepat dan membawa perubahan kualitas dan
aspirasi anggota organisasi, , maka kan menghasilkan perilaku pekerja yang nyata dan
efisien.

 Kriteria-kriteria yang dijadikan standar disusun dengan menyertakan partisipasi


anggota organisasi, sehingga mereka mengetahui tuntuan yang diharapkan dan
dampak- dampaknya bagi mereka
 kriteria-kriteria tersebut memberikan hasil terukur dan objektif dan dapat digunakan
sebagai umpan balik manajemen bagi anggota untuk melakukan tindakan koreksi
segera (terhindar dari curiga dan penilaian pribadi)

6. Apakah pentingnya margin kontribusi dalam pengambilan keputusan? Berikan contoh dari
situasi dimana konsep ini digunakan
Jawaban :
 individu akan termotivasi membuat komitmen yang tegas, sehingga akan bekerja keras
untuk mencapainya
 meminimalkan keraguan dan curiga dalam diri individu terhadap keputusan bersama
sehingga lebih berkonsentrasi pada aktivitasnya

contoh: partisipasi anggaran. Keterlibatan manajer merumuskan kegiatan/rencana- rencana,


volume kegiatan, besaran pagu akan memberikan tanggung jawab manajer tersebut untuk
melaksanakan dengan baik.

7. Apakah dua jenis biaya tidak langsung yang dibedakan oleh perusahaan dalam Fremgen dan
Liao?
Jawaban
a. Biaya jasa korporat

Biaya jasa yang dilakukan secara terpusat, memberikan manfaat bagi korporat dan pusat-
pusat tanggung jawab yang memberikan hubungan kerja dengan aktivitas manajemen
puncak

b. Biaya administratif korporat

Biaya yang diperlukan untuk mengoperasikan kantor korporat (manajemen) termasuk biaya
gaji, hubungan masyarakat, dan lainnya.

BAB 12
1. Informasi apakah yang di inginkan untuk mengenal dan mendefinisikan suatu masalah atau
suatu kesempatan?
Jawaban :

Untuk mengenali dan mendefinisikan masalah dan peluang, pembuat keputusan


membutuhkan informasi lingkungan, keuangan, dan operasi. Informasi kondisi lingkungan
sekitar eksternal dapat mengungkapkan produk baru atau peluang pasar atau ancaman
terhadap status quo. Keuangan atau informasi operasional mungkin mengingatkan
manajemen untuk masalah yang membutuhkan perhatian segera mereka. Misalnya
menutupi anggaran, akan menyoroti perbedaan antara kinerja aktual dan diharapkan dalam
conters tanggung jawab khusus.

2. Langkah manakah yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan?Apa saja
faktor-faktor yang memengaruhi hal ini?
Jawaban

Tahap yang paling penting dalam proses pengambilan keputusan adalah memilih salah satu
dari beberapa alternatif. Meskipun langkah ini mungkin memunculkan pilihan rasional,
pilihan terakhir sering didasarkan pada pertimbangan politik dan psikologis daripada fakta
ekonomi

Para manajer dalam membuat pilihan akhir mungkin menghadapi beberapa alternative yang
layak, masing-masing memiliki kelebihan tertentu atas lainnya dalam hal kriteria keputusan
yang dipilih. Manajer juga menyadari manfaat "politik" dan biaya dari setiap alternatif.
Sebagai contoh, beberapa alternatif mungkin berhubungan dengan kepentingan khusus atau
aspirasi dari eksekutif perusahaan "penting". Dalam kasus lain, penolakan terhadap
alternatif mungkin mengakibatkan rasa malu secara pribadi untuk para sponsor.

3. Adakah komponen-komponen yang relevan dari motif kognitif dalam konsep pengambilan
keputusan? Mengapa motif ini penting?
Jawaban

Motif kognitif sangat penting dalam pengambilan keputusan karena memberikan energi
pada proses berpikir. Dua komponen yang paling relevan dari motif kognitif dalam konteks
pengambilan keputusan adalah: (1) kebutuhan untuk keseimbangan atau kepastian, dan (2)
kebutuhan akan kompleksitas dan keberagaman.

Kebutuhan akan keseimbangan mendasari keinginan kita untuk suatu prediktabilitas,


keakraban, dan ketertiban. Ini menjadi pendorong bagi keinginan kita untuk membuat
bagian- bagian dari konsep yang cocok satu sama lain secara konsisten. Motif ini
mengaktifkan baik pikiran sadar dan bawah sadar untuk membuat masuk akal suatu
ketidakseimbangan, ambigu, atau ketidakpastian informasi.

Motif kompleksitas menyebabkan keinginan kita untuk menstimulasi dan mengeksplorasi.


Hal ini mengaktifkan pikiran sadar dan bawah sadar untuk mencari data baru dari memori
lingkungan, yang mana motif keseimbangan kemudian mengaturnya. Dua dimensi penting
dalam proses pengambilan keputusan adalah kompleksitas dan prediktabilitas (kepastian
dan ketidakpastian).

4. Apakah perbedaan antara keempat jenis model keputusan ? Model pengambilan keputusan
yang manakah yang diambil dalam suatu orgaisasi?
Jawaban

1. Model keputusan yang diprogram secara sederhana.


Model ini ditandai dengan aturan-aturan prediksi yang tidak kompleks, yang ditetapkan
oleh orang lain yang bukan si pengambil keputusan. Alternatif yang memuaskan, ketika
pertama kali ditemukan, biasanya langsung dipilih. Alternatif-alternatif tersebut dinilai
berdasarkan kriteria-kriteria yang sederhana dengan risiko yang minimum, yang
penerapannya dilakukan secara individu.

2. Model keputusan yang tidak diprogram secara sederhana.

Pada model ini, apa pun akan terlihat baik pada saat itu bagi si pengambil keputusan
yang langsung memilih alternatif tersebut. Informasi bersumber dari prasangka melalui
keyakinan-keyakinan umum. Dalam organisasi, informasi juga dapat berasal dari sistem
informasi manajemen dengan akuntansi yang menjadi komponen utama. Alternatif pertama
yang dipilih harus mampu menyesuaikan diri dengan tujuan laba jangka pendek yang
diinginkan dengan mengabaikan risiko yang ada.

3. Model keputusan yang diprogram secara kompleks.

Pada model ini melibatkan perencanaan yang begitu rinci. Masalah dan peluang
diantisipasi dengan skala prioritas yang begitu hati-hati. Alternatif-alternatif yang ada
dievaluasi berdasarkan pertimbangan memaksimalkan manfaat jangka panjang.

4. Model keputusan yang tidak diprogram diprogram secara kompleks

Model ini memiliki ciri khas yaitu partisipasi yang terus-menerus dari semua orang yang
terlibat untuk memaksimalkan perolehan informasi dan koordinasi

5. Apakah keputusan terprogram itu? Bagaimana hal ini berbeda denngan keputusan tidak
terprogram?

Jawaban

Keputusan yang terprogram dianggap suatu Keputusan yang dijaIankan secara rutin saja, tanpa
ada persoalan-persoalan yang bersifat krusial. Karena setiap pengambilan keputusan yang
dilakukan hanya berusaha membuat pekerjaan yang terkerjakan berlangsung secara baik dan
stabil. Dalam realitas Keputusan terprogram mampu diselesaikan ditingkat lini paling rendah
tanpa harus membutuhkan masukan Keputusan dari pihak sangat terkait, seperti para middle
dan top management.

Berbeda dengan Keputusan yang terprogram, Keputusan yang tidak terprogram biasanya
diambil dalam usaha memecahkan masalah-masalah baru yang belum pernah dialami
sebelumnya, tidak bersifat repetitif, tidak terstruktur, dan sukar mengenali bentuk, hakikat, dan
dampaknya