Вы находитесь на странице: 1из 4

PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


Jalan Palasari No.80 Telp. (0261) 201021 Fax. 204970
S U M E D A N G 45311

FORMULIR MONITORING PELAKSANAAN PPI DI LABORATORIUM


Tanggal/ Bulan/ Tahun :
NO JENIS MONITORING INDIKATOR YA TIDAK NA
1. Fasilitas – fasilitas Laboratorium 1. Listrik
2. Ventilasi
3. Air
4. Meja kerja
5. Wastafel
6. Emergency Alarm
7. Emergency Shower
8. Emergency Eyes
9. Emergency Fire
10. Alat pemadam kebakaran

1. Harus terdiri dari 2 pintu yaitu pintu masuk


2 Tata ruang bangunan laboratorium dan pintu darurat
2. Terdapat ruang tunggu
3. Terdapat ruang ganti
4. Terdapat ruang makan
5. Terdapat toilet
6. Usahakan pojok meja dibuta elips agar mudah
dibersihkan
7. Jauh darai pemukiman

Peralatan kerja keamanan


3 laboratorium 1. Jas Laboratorium
2. Sarung tangan
3. Masker
4. Lemari asam
5. Lemari kabinet
6. Lemari Air Flow
7. Autoklaf
8. Obat-obatan P3K

1. Peralatan kerja ergonomis


Penempatan peralatan kerja harus disesuiakan
dengan posisi teknisi laboratorium dalam bekerja
4 Persyaratan Laboratorium
2. SDM harus terampil
3. Bahan-bahan di laboratorium harus dianggap
infeksius

Pelaksanaan Pencegahan 1. Lakukan kebersihan tangan sesai indikasi ( Five


5 Pengendalian Infeksi bagi petugas Moment ).

2. Pakai Alat Pelindung Diri (sarung tangan,


masker).
3 Beri tanda atau simbol pada ruang lab. yang
menganndung bahan infektif
4. Pakailah jas laboratorium pada waktu bekerja
dengan bahan infektif. Jangan memakai jas lab.
bila di luar ruangan.
5. Makan dan merokok hanya diperkenankan
dalam ruang yang telah ditentukan. Jangan
minum dengan menggunakan alat-alat gelas lab
6. Ruangan kerja bersih dan bebas dari benda-
benda yang tidak diperlukan
7. Tidak menyimpan makanan dan minuman
dalam lemari es atau freezer
8. Siapkan desinfektan pada setiap tempat yang
menangani bahan infektif.

9. Bersihkan dan lakukan dekontaminasi seluruh


permukaan tempat kerja tiap hari dengan bahan
desinfektan
10. Bersihkan dan lakukan dekontaminasi
secepatnya semua tumpahan.

11. Bila wadah atau tabung berisi kultur atau


bahan infektif pecah, tutup dengan kertas tissue
dan genangi dengan desinfektan. Lapor
secepatnya kepada atasan untuk mengambil
tindakan lain yang perlu bila terdapat bahan
yang sangat infektif
12. Jangan menuangkan cairan yang mudah
menguap atau terkontaminasi ke dalam pipa
saluran. Bahan-bahan yang terkontaminasi
harus terlebih dahulu disterilkan dengan bahan
kimia atau di-autoclave sebelum dibuang

Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi
Terhadap Tenaga
Pelayanan
2 Kesehatan Gigi
1. Kebersihan Tangan sesuai indikasi
dan five moment a. Bila tangan terlihat kotor.
b. Setelah menyentuh bahan/objek yang
terkontaminasi darah, cairan tubuh,
ekskresi dan sekresi.

c. Sebelum memakai sarung tangan.

d. Segera setelah melepas sarung tangan.

e. Sebelum menyentuh pasien.

f. pSebelum melakukan prosedur asep k.


g. setelah kontak dengan permukaan dalam
ruang praktek termasuk peralatan, gigi
palsu, cetakan gips
2. Penggunaan Alat Pelindung Diri a. Sarung tangan diganti setiap pasien
b. Masker ganti diantara pasien atau jika
masker lembab

c. Kacamata Pelindung
d. Gaun/baju Pelindung
a. Petugas pelayanan kesehatan gigi yang
sudah di training tentang penanganan
3. Manajemen Limbah dan Benda limbah yang tepat, metode pembuangan
Tajam dan bahaya kesehatan
b. Gunakan kode warna dan label kontainer,
warna kuning untuk limbah infeksius dan
warna hitam untuk limbah noninfeksius.
c. Tersedia Safety Box untuk limbah B3
tidak dalam keadaan penuh
d. cDarah, cairan suc on atau limbah cair lain
dibuangke dalam drain yang terhubung
dengan sistem sanitary.
e. Pembuangan gigi yang dicabut ke limbah
infeksius, kecuali diberikan kepada
keluarga
a.Bersihkan seluruh permukaan lingkungan
(lantai,dinding,
meja, troley) dengan detergen dan air atau
disinfektan,
tergantung dari permukaan, tipe dan tingkat
4) Manajemen Lingkungan kontaminas
b. Pasang pelindung permukaan untuk mencegah
permukaan
kontak klinik terkontaminasi, khususnya yang
sulit
dibersihkan seperti switches on dental
chair dan ganti
pelindung permukaan setiap pasien.

c. Bersihkan dan disinfeksi permukaan kontak


klinik yang tidak
di lindungi dengan pelindung setelah kegiatan
satu pasien,

gunakan disinfeksi tingkat sedang jika


kontaminasi dengan
darah.
c. Pakai Alat Pelindung Diri saat melakukan
pembersihan dan
disinfeksi pemukaan lingkungan
d. Bersihkan kain pembersih setelah digunakan
dan keringkan
sebelum dipakai ulang, atau gunakan yang sekali
pakai,
disposible kain

e.T ersedia cairan pembersih atau cairan


disinfektan siap pakai setiap hari
f. Dinding, pembatas ruangan, gordyn jendela
diarea perawatan pasien terlihat bersih

g. Apabila ada tumpahan darah atau bahan


infeksius lainnya segera dibersihakan dengan
menggunakan cairan disinfektan

h. Tidak ada karpet dan furniture dari bahan kain


yang menyerap di daerah kerja, laboratorium
dan daerah
pemerosesan instrumen.
5) Penanganan Linen (Kain Alas a. Segera ganti linen yang terkontaminasi dengan
Instrumen, Kain Sarung Dental darah,
Unit cairan tubuh atau bahan infeksius lainnya
b. Ganti linen diantara pasien

u Area pemrosesan instrumen melipu area


a..
penerimaan,
pembersihan dan disinfeksi, persiapan dan
pembungkusan,
6) Peralatan Perawatan Pasien sterilisasi dan penyimpanan
b. Saat melakukan pemrosesan alat petugas
menggunakan APD lengkap

c.Pembersihan alat menggunakan pembersih


otomatis ( Ultrasonic cleaner atau washer-
disinfector )
d.Penyimpan .Alat instrument kritis sebelum
dipergunakan selalu dalam keadaan steril dan siap
pakai dengan menggunakan feoces ( Pembungkus )
7) Perlindungan Kesehatan Mendapatkan vaksinasi
Karyawan

n8) Penyun kan yang Aman SPO Penyuntikan yang aman

E9) E ka Batuk SPO Etika Batuk

Poster Etika batuk


Edukasi Etika batuk

Petugas supervisi,
Keterangan:
Ya : Ada/tersedia/ dikerjakan sesuai indikator
Tidak : Tidak ada/ tdk tersedia/ tdk sesuai dgn indikator (............................)
NA : Not Aplication/ tdk dpt dikerjakan