You are on page 1of 12

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analitik dengan
pendekatan cross sectional yaitu suatu cara penelitian yang dilakukan
dengan cara mengumpulkan data tentang dua variabel atau lebih pada
waktu yang bersamaan.

B. Subjek Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang
diteliti (Notoatmodjo, 2002). Populasi yang di gunakan adalah seluruh
penderita yang memiliki keluhan hipertensi yang berobat di wilayah
kerja Puskesmas Perawatan Setapuk Singkawang utara dengan
jumlah rata-rata 87 orang dari bulan Agustus sampai Desember Tahun
2010
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari populasi yang dipilih untuk bisa
memenuhi atau mewakili populasi (Nursalam, 2001 : 64). Sampel yang
di gunakan dalam penelitian ini adalah seluruh pasien dengan
hipertensi yang berobat di wilayah kerja Puskesmas Perawatan
Setapuk Singkawang Utara dengan karakteristik subjek penelitian
sebagai berikut:
a. kriteria Inklusi
1) Tinggal dalam wilayah kerja Puskesmas Perawatan setapuk
singkawang utara.

22
23

2) Pasien yang mempunyai keluhan hipertensi yang berobat di


wilayah kerja Puskesmas Perawatan Setapuk Singkawang
Utara.
3) Bisa membaca dan menulis
4) Bersedia menjadi responden
b. kriteria eksklusi
merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak dapat
mewakili sampel karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel
(Notoatmodjo, 2005). kriteria eksklusi dalam penelitian ini adalah
1) pasien yang tidak mempunyai keluhan hipertensi
2) Tidak bisa membaca dan menulis
3) Tidak bersedia menjadi responden
3. Teknik pengambilan sampel
Dalam penelitian ini untuk mengambil sampel digunakan cara
Acedental Sampling yaitu sampel di ambil secara acak dari seluruh
penderita hipertensi yang datang berobat di wilayah kerja Puskesmas
Perawatan Setapuk Singkawang utara.
4. Besarnya sampel
Penentuan besarnya sampel ditentukan dengan rumus slovin
karena jumlah populasinya di bawah 10.000 (Notoatmodjo, 2005).
Rumus :
n= N
1+N(d)2
Dimana :
n : besar sampel
N : besar populasi sampel
d : tingkat kesalahan yang diinginkan yaitu sebesar 10%
24

Berdasarkan rumus diatas dengan tingkat kesalahan 10% dan


jumlah populasi sebanyak 87 orang maka didapatkan jumlah sampel
sebanyak 46 orang
n= 87
1+87*(0,1)2
n= 87
1+87* 0,01
n= 87
1+0,87
n= 46,524 n = 46

C. Tempat dan Waktu penelitian


Penelitian ini dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Perawatan
Setapuk Singkawang Utara dengan waktu pelaksanaan penelitian dari
Bulan Juni sampai Juli 2011.

D. Variabel Penelitian
Variable dalam penelitian ini adalah:
1. Variable bebas : tingkat kepatuhan penderita hipertensi
2. Veriabel terikat : Diet hipertensi

E. Defenisi Operasional

Menurut Hidayat (2007) Definisi operasional adalah


mendefinisikan variabel secara operasional berdasarkan karakteristik
yang diamati, sehingga memungkinkan peneliti untuk melakukan
observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau
fenomena. Variabel dalam penelitian ini meliputi tingkat kepatuhan pasien
hipertensi dan diet hipertensi. Sedangkan skala pengukuran peneliti
25

memakai skala nominal dan ordinal dengan hasil ukur untuk masing-
masing variabel yang terdiri dari 2 kelas yaitu untuk variabel tingkat
kepatuhan terdiri dari patuh dan tidak patuh, sedangkan untuk variabel
diet hipertensi terdiri dari 3 kelas yaitu baik, cukup, kurang. Sehingga
menurut Hidayat (2007) menentukan hasil ukur dengan rumus :

i = Rentang

Banyak Kelas

Dimana i = Interval Kelas


Rentang = Skore tertinggi-skore terendah
Banyak kelas = Tingkat kepatuhan = 2 (Patuh, Tidak Patuh)
= Diet hipertensi = 3 (Baik, Cukup, Kurang)
 Tingkat Kepatuhan

10 - 0
I =  i= 5
2

sehingga untuk hasil kepatuhan : Patuh : 0-5 dan Tidak Patuh : 6-10
 Diet Hipertensi

50 - 10
i=  i = 13,33
3
i = 13

Sehingga untuk hasil diet hipertensi : Baik : 27-50


Cukup : 14-26
Kurang : 0-13
26

Table 3.1. Defenisi Operasional


No Variable DO Alat ukur Skala Kategori
1 Kepatuhan Menjalankan semua kuesioner Nominal Patuh = 0-5
perintah dan Tidak patuh = 6-10
meninggalkan semua
yang dilarang dalam
program diet
2 Diet Mengatur pola kuesioner Ordinal 1. Baik = 27-50
hipertensi makanan sehari-hari 2. Cukup = 14-26
dengan baik dan 3. Kurang = 0-13
seimbang untuk
membantu
menurunkan tekanan
darah sehingga
komplikasi hipertensi
dapat di hindari.

F. Metode Pengumpulan Data


Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara
tidak langsung dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada
responden. Data dari masing-masing responden di kumpulkan dan
dikelompokkan untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan pasien
hipertensi dengan diat hipertensi yang tercantum pada lembar kuesioner.

G. Instrument Penelitian
Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan dua kuisioner yang
berbeda yaitu kuisioner kepatuhan pasien hipertensi dan diet hipertensi.
27

Sedangkan kuesioner kepatuhan pasien hipertensi menggunakan


Guttmann pertanyaan dengan cara yang berisi 2 kelompok pertanyaan,
yaitu :
Jawaban betul : Nilai 1
Jawaban salah : Nilai 0
Kuisioner diet hipertensi menggunakan pertanyaan dalam bentuk
skala likert yang berisi 5 kelompok pertanyaan, yaitu :
SL : Selalu : Nilai 1
SR : Sering : Nilai 2
KD : Kadang – Kadang : Nilai 3
JR : Jarang : Nilai 4
TP : Tidak Pernah : Nilai 5

Seluruh item dikalikan skor tertinggi (5 x 1 = 5) diklasifikasi menurut


arikunto (2000)
Table 3.2. Kisi- kisi kuesioner penelitian
Variable Sub variable Jumlah
soal
Hubungan tingkat pengetahuan penderita Kepatuhan 10
hipertensi dengan diet hipertensi di wilayah
kerja Puskesmas Perawatan Setapuk Diet hipertensi 10
Singkawang Utara.
Jumlah 20
28

H. Tehnik Pengolahan Data


Menurut Mardalis (2004), langkah-langkah dalam pengolahan data
yaitu:
1. Pengkodean (Koding)
Yaitu usaha untuk mengklasifikasi jawaban menurut macamnya.
Klasifikasi dilakukan dengan jalan menandai masing-masing dengan
kode berupa angka-angka kemudian memasukan kedalam lembar
table agar memudahkan untuk membacanya.
2. Tabulasi (Tabulating)
Kegiatan yang dilakukan adalah memasukan data dari hasil
yang dikumpulkan kedalam tabel sesuai kriteria-kriteria tertentu.
3. Pengeditan (Editing)
Yaitu kegiatan meneliti kembali kuesiner-kuesioner yang telah
diisi, mengenai kelengkapan isi dan jawaban dari tiap-tiap butir
pertanyaan dan pernyataan dalam kuesioner penelitian.
4. Pemasukan data (Data Entry)
Kegiatan ini merupakan proses memasukan data kedalam
kategori tertentu.

I. Tehnik Analisa Data


1. Teknik Univariat
Analisa dengan menggunakan tabel distribusi dari tiap-tiap
variabel (Notoatmodjo, 2005). Teknik analisa data yang digunakan
adalah teknik perhitungan persentase sebagai berikut :
a. Menghitung semua hasil dari kuesioner terhadap setiap alternatif
jawaban.
b. Menjumlahkan hasil dari kuesioner pada setiap alternatif jawaban.
29

Dengan menggunakan rumus :

𝐹
P= x100%
𝑁
Keterangan :
P : Jumlah persentase yang dicari
F : Jumlah responden
N : Total responden
Setelah diperoleh hasil, kemudian disajikan dalam bentuk
tabel untuk melihat hubungan variabel (Arikunto, 2004).
2. Teknik Bivariat
Analisa bivariat di lakukan dengan uji analisis statistik Chi
Square. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan atau
korelasi antara variable penelitian, yaitu variable bebas dan
variable terikat yang keduanya masing-masing bersekala nominal
dan sampelnya besar, maka untuk menguji hipotesis digunakan Chi
Square dengan rumus sebagai berikut (Arikunto,1997)

(𝑓𝑜−𝑓𝑒)2
x2 = ∑ 𝑓𝑒

keterangan :

X2 = chi kuadrat
Fo = frekuensi yang di observasi
Fe = frekuensi yang diharapkan
30

Sehingga menurut Hidayat, 2007 untuk mencari frekuensi yang


diharapkan di gunakan rumus sebagai berikut :

(𝑓𝑘∗𝑓𝑏)
Fe = ∑
𝑇
Keterangan :
Fh = frekuensi yang diharapkan
fk = jumlah frekuensi pada kolom
fb = jumlah frkuensi pada baris
T = jumlah keseluruhan baris dan kolom
Setelah itu membandingkan x2 hitung dengan x2 tabel dimana :
X2 tabel = (k-1) (b-1)
Keterangan :
k = banyaknya kolom
b = banyaknya baris

“jika x2 hitung > x2 tabel maka h0 di tolak artinya signifikan. Jika

x2 hitung < x2 tabel maka h0 diterima artinya tidak signifikan.”

Sehingga untuk mengatahui hubungan antara variable


digunakan rumus koefisien kontingensi (Sugiyono, 2002)

X2
C= Dimana : C = Koefisien kontingensi
N+X2
X2 = Chi Kuadrat
Dengan kriteria sebagai berikut :
1) 0,00 – 0,19 = Hubungan sangat lemah
2) 0,20 – 0,39 = Hubungan lemah
3) 0,40 – 0,59 = Hubungan cukup kuat
31

4) 0,60 – 0,79 = Hubungan kuat


5) 0,80 – 1,00 = Hubungan sangat kuat

J. Tehnik Penyajian Data


data diolah data tersebut disajikan dalam bentuk tabel dan
dinarasikan supaya lebih mudah dipahami oleh pembaca.

K. Jalannya Penelitian
Jalannya penelitian yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
1. Persiapan penelitian
Kegiatan penelitian dimulai dengan melakukan seminar
proposal dan merancang kuisioner untuk penelitian . kuisioner yang
telah dirancang di konsultasikan dengan pembimbing I dan
pembimbing II.
2. Pelaksanaan penelitian
Pelaksanaan penelitian dimulai dengan menyebarkan kuesioner
kepada 46 responden yang menjadi subjek penelitian yang tinggal di
wilayah kerja Puskesmas Perawatan Setapuk Singkawang Utara dan
sebelumnya peneliti menjelaskan maksud dan tujuan penyebaran dan
pengisian kuesioner. Pengisian kuesioner dijelaskan langsung oleh
peneliti, diharapkan pengisian kuesioner secara objektif dan dijamin
kerahasiaan atas pengisian kuesioner. Dalam pengisiaan peneliti
mendampingi responden sampai pengisian kuesioner selesai
dilakukan.
3. Penyelesaian penelitian
Penyelesaian penelitian adalah dengan mengolah data yang
telah terkumpuldan di olah kedalam bentuk yang mudah di baca.
32

L. Etika Penelitian
Etika dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting dalam
pelaksanaan sebuah penelitian, mengingat penelitian keperawatan akan
berhubungan langsung dengan manusia. Oleh karena itu, segi etika
penulisan harus diperhatikan karena manusia mempunyai hak asasi
dalam kegiatan penelitian. Menurut sugiyono 2003) masalah etika dalam
penelitian:

1. Informed Consent (Persetujuan)


Merupakan cara persetujuan antara peneliti dengan responden
penelitian dengan memberikan lembaran persetujuan (informed
consent). Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian
dilakukan dengan memberikanlembar persetujuan untuk menjadi
responden. Tujuan informed consent adalah agar subjek mengerti
maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya, jika subjek
bersedia maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan
dan jika responden tidak bersedia maka peneliti harus menghormati
subyek tersebut
2. Anomity (Tanpan nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan
dengan cara tidak memberikan namaresponden pada lembar alat ukur
hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Merupakan masalah etika dengan menjamin kerahasiaan dari
hasil penelitian baik informasi maupun masalah –masalah lainnya,
semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasiaan oleh
peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan di laporkan pada
hasil riset.
33

M. Kelemahan Penelitian
Dalam penelitian ini terdapat beberapa kelemahan adalah :
1. Kesulitan dalam mengungkapkan diri dalam bahasa terutama saat
menjelaskan maksud dan tujuan penelitian kepada responden karena
sebagian besar responden berpendidikan SD dan umur >55tahun
2. Kemampuan peneliti masih kurang, karena peneliti masih termasuk
taraf pemula, sehingga hasil penelitian masih banyak kekurangan
3. Keterbatasan waktu dalam penelitian
4. Instrument pengumpulan data di olah peneliti tanpa melaksanakan uji
coba, sehingga masih perludi uji coba untuk validitas dan reliablitas

N. Jadwal Penelitian
No Kegiatan Bulan
Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agts
1 Pembuatan
proposal
2 Seminar
proposal
3 Pengumpulan
data
4 Analisa data
5 Pembuatan
laporan
6 Seminar hasil