Вы находитесь на странице: 1из 25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Tahun Pelajaran 2016/2017

Nama Sekolah : SMK NEGERI 4 KLATEN


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : X /1
Materi Pokok : Relasi dan Fungsi
Pertemuan Ke :1–2
Alokasi Waktu : 2 x 2 jam @45 menit

A. Kompetensi Inti

3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak
secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai dengan kaidah
keilmuan

B. Kompetensi Dasar

3.6 Mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dandaerah hasil suatu relasi antara dua
himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, himpunan pasangan terurut,
atau ekspresi simbolik)
3.7 Mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi.
4.7.Menerapkan daerah asal, dan daerah hasil fungsi dalam menyelesaikan masalah.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi:
3.6 Mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dandaerah hasil suatu relasi antara dua
himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, himpunan pasangan terurut,
atau ekspresi simbolik)
Indikator:
 Mampu mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dan daerah hasil suatu relasi
antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk grafik
 Mampu mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dan daerah hasil suatu relasi
antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk himpunan pasangan
terurut
 Mampu mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dan daerah hasil suatu relasi
antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk ekspresi simbolik
3.7 Mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang merupakan fungsi.
 Mampu mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang
merupakan fungsi.
4.7.Menerapkan daerah asal, dan daerah hasil fungsi dalam menyelesaikan masalah.
 Mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan daerah asal, daerah
kaan dan daerah hasil suatu fungsi.
D. Tujuan Pembelajaran:
Dengan kegiatan diskusi dan pembelajaran kelompok dalam pembelajaran Relasi dan
Fungsi ini diharapkan siswa mampu bekerja sama dalam kelompok, berfikir kritis, dan
toleran terhadap pendapat teman yang lain serta dapat :
 Mampu mengidentifikasi hubungan antara daerah asal, daerah hasil suatu fungsi dan
ekspresi simbolik yang mendefinisikannya serta mendiskusikan hubungan yang
teridentifikasi dengan menggunakan berbagai representasi bersama temannya.
 Mampu mengidentifikasi relasi yang disajikan dalam berbagai bentuk yang
merupakan fungsi.
 Mampu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan daerah asal, daerah kaan
dan daerah hasil suatu fungsi.
E. Materi Pembelajaran
Terlampir
F. Metode Pembelajaran
Pertemuan 1
Model pembelajaran : CTL
Pendekatan pembelajaran: Pendekatan saintifik (scientific)
Metode pembelajaran : Penemuan Terbimbing
Pertemuan 2
Model pembelajaran : PBL
Pendekatan pembelajaran: Pendekatan saintifik (scientific)
Metode pembelajaran : Tanya jawab
G. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan

 Guru mempersiapkan media pembelajaran


 Guru memberikan gambaran tentang himpunan dan relasi
10 menit
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.

Kegiatan Inti

1. Siswa diminta untuk mempelajari contoh-contoh soal,


contoh kasus dan alternatif penyelesaian relasi baik pada
buku siswa maupun sumber lain.
2. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi yang telah dipelajari dari buku
pegangan siswa maupun dari sumber lain dengan bahasa
yang baik dan benar.
3. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan
tiap kelompok terdiri dari 2 siswa yang heterogen.
4. Setiap kelompok diarahkan untuk mencoba menyelesaikan
70 Menit
masalah yang ada.
5. Selama siswa bekerja dalam kelompok, guru
memperhatikan dan mendorong semua siswa untuk terlibat
dalam diskusi, dan mengarahkan bila ada kelompok yang
melenceng jauh dari pekerjaannya.
6. Beberapa kelompok diskusi (tidak harus kelompok yang
terbaik) diminta untuk mempresentasikan hasil diskusinya
di depan kelas. Sementara kelompok lain menanggapi dan
menyempurnakan apa yang dipresentasikan.
7. Guru mengumpulkan semua hasil diskusi tiap kelompok.

Penutup

 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan


10 menit
pembelajaran
 Guru memberikan tugas atau PR
 Guru mengucap salam dan meninggalkan kelas

Pertemuan Kedua
RINCIAN KEGIATAN WAKTU
Pendahuluan

 Guru mempersiapkan media pembelajaran


 Guru memberikan gambaran tentang relasi
10 menit
 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
 Membahas PR

Kegiatan Inti

1. Siswa diminta untuk mempelajari sifat – sifat relasi


2. Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan
yang terkait dengan materi yang telah dipelajari dari buku
pegangan siswa maupun dari sumber lain dengan bahasa
yang baik dan benar.
3. Guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok dengan
tiap kelompok terdiri dari 2 siswa yang heterogen.
4. Tiap kelompok mengerjakan LKS mengenai relasi
70 Menit
5. Beberapa kelompok mempresentasikan hasil diskusi ke
depan kelas

Penutup

 Guru bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan


10 menit
pembelajaran
 Guru memberikan tugas atau PR
 Guru mengucap salam dan meninggalkan kelas

H. Alat/Media/Sumber Pembelajaran

 Alat : Penggaris, Whiteboard, Boardmarker.


 Media : Buku matematika MGMP kelas X SMK, Lembar Kerja Siswa dan
buku-buku yang relevan
 Sumber belajar: Sinaga, Bornok. 2014(Edisi Revisi). Buku Siswa Matematika SMA
Kelas X. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional.

I. Penilaian Hasil Belajar


1. Teknik Penilaian: pengamatan, tes tertulis
2. Prosedur Penilaian:

No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Pengetahuan Pengamatan dan tes Penyelesaian tugas


individu dan
1. Dapat mengetahui konsep relasi
kelompok
dan sifat – sifat relasi.
2. Dapat mengetahui konsep
fungsi.
3. Dapat menyelesaikan
permasalahan relasi dan fungsi.
2. Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas
(baik individu maupun
a. Terampil menerapkan
kelompok)
konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang
relevan yang berkaitan dengan
relasi dan fungsi.
Mengetahui, Klaten, November 2016
Guru Pembimbing Mahasiswa PPL

Ninuk Haryanti, S.Pd Suryandaru Prasetyo Jati


NIP. 19670311 200701 2 014 NIM : 13 131 02534
LAMPIRAN – LAMPIRAN

Lampiran 1 : Materi Pembelajaran


Lampiran 2 : Lembar Kerja Siswa
Lampiran 3 : Lembar Penilaian Pengetahuan
Lampiran 4 : Lembar Penilaian Ketrampilan
Lampiran 1:

Materi Pembelajaran

1. Pengertian Produk Cartesius


Jika A dan B adalah dua himpunan yang tidak kosong, maka produk Cartesius himpunan A
dan himpunan B adalah himpunan semua pasangan terurut (𝑥, 𝑦) dengan 𝑥  𝐴 dan 𝑦  𝐵
dan ditulis 𝐴 × 𝐵 = {(𝑥, 𝑦) | 𝑥 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑦  𝐵}.
Contoh :
Misal 𝐴 ∶ {𝑎, 𝑏, 𝑐} dan 𝐵 ∶ {1, 2}, tentukan :
a. 𝐴 × 𝐵 c. 𝐴 × 𝐴
b. 𝐵 × 𝐴 d. 𝐵 × 𝐵
Jawab:
𝐴 × 𝐵 = {(𝑎, 1), (𝑏, 1), (𝑐, 1), (𝑎, 2), (𝑏, 2), (𝑐, 2)}
𝐵 × 𝐴 = {(1, 𝑎), (1, 𝑏), (1, 𝑐), (2, 𝑎), (2, 𝑏), (2, 𝑐)}
𝐴 × 𝐴 = {(𝑎, 𝑎), (𝑎, 𝑏), (𝑎, 𝑐), (𝑏, 𝑎), (𝑏, 𝑏), (𝑏, 𝑐), (𝑐, 𝑎), (𝑐, 𝑏), (𝑐, 𝑐)}
𝐵 × 𝐵 = {(1,1), (1,2), (2,1), (2,2)}
2. Relasi
Suatu relasi 𝑅 = {(𝑥, 𝑦) | 𝑥  𝐴 dan 𝑥  𝐵} dapat ditulis dengan menggunakan :
a. Diagram panah
b. Himpunan pasangan terurut
c. Grafik pada bidang Cartesius
Contoh 1:
Dalam rangka memperingati HUT RI ke- 68 di Kabupaten Sorong, SMA Negeri 1 Sorong
akan mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar siswa SMA pada
pertandingan tenis lapangan, bola voli, bola kaki, badminton, tenis meja, dan catur. Terdapat
6 siswa (Udin, Joko, Dayu, Siti, Beni, dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut.
Sekolah membuat dua alternatif pilihan dalam menentukan pertandingan yang akan diikuti
oleh keenam siswa tersebut. Kedua pilihan itu adalah:
1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola voli, Joko ikut pertandingan badminton,
Dayu ikut pertandingan catur, Siti ikut pertandingan bola voli, Beni ikut pertandingan
tenis meja, dan Tono ikut pertandingan tenis meja.
2) Dayu dan Siti mengikuti pertandingan bola voli, Joko dan Udin mengikuti pertandingan
bola kaki, Tono mengikuti pertandingan tenis meja, dan Beni mengikuti pertandingan
catur.
Jika pilihan sekolah adalah butir (1), pasangkanlah siswa dengan jenis pertandingan yang
akan diikuti menggunakan diagram panah, pasangan terurut, dan diagram kartesius.
Alternatif Penyelesaian:
Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut.
1) Dengan menggunakan pilihan butir (1), pasangan siswa dengan jenis pertandingan
yang diikuti sebagai berikut.
a) Dengan diagram panah

b) Dengan Himpunan Pasangan Terurut


Himpunan pasangan terurut: {(Udin, tenis lapangan), (Udin, bola volley), (Joko,
badminton), (Dayu, catur), (Siti, bola volley), (Beni, tenis meja), (Tono, tenis
meja)}
c) Dengan Diagram Kartesius
Dari contoh diatas dapat kitas simpulkan bahwa:

Definisi 1:
Misalkan A dan B adalah himpunan. Relasi dari A ke B adalah aturan pengaitan/
pemasangan anggota-anggota A dengan anggota-anggota B.

Catatan:
1. Relasi dapat terbentuk apabila terdapat dua himpunan/kelompok yang memiliki
anggota yang akan dipasangkan satu dengan yang lain. Pada contoh permasalah diatas
himpunan pertama yaitu himpunan siswa SMA Negeri 1 Sorong yang akan mengikuti
pertandingan dan himpunan kedua yaitu himpunan cabang olah raga yang akan
dipertandingkan.\
2. Relasi dapat terbentuk apabila ada aturan yang mengaitkan antara anggota
himpunan yang satu dengan anggota himpunan yang lain. Pada contoh diatas, siswa
yang akan bertanding dihubungkan dengan jenis pertandingan yang akan diikuti.
3. Himpunan yang anggotanya akan dipasangkan pada contoh diatas adalah
himpunan siswa disebut daerah asal (domain). Himpunan pertandingan yang akan diikuti
disebut daerah kawan (kodomain). Himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah
kawan yang memiliki pasangan di daerah asal disebut daerah hasil (range)
Contoh 2:

Dari gambar di atas diperoleh data berikut.


 Relasi himpunan siswa dengan himpunan makanan adalah ‘makanan kesukaan’.
 Makanan kesukaan Siti dan Joko adalah nasi goring.
 Makanan kesukaan Beni adalah bakso.
 Makanan kesukaan Dayu adalah mie goreng.
 Makanan kesukaan Tono adalah martabak.
Berdasarkan gambar padaa contoh 2 diatas, himpunan siswa disebut daeral asal, himpunan
makanan disebut daerah kawan, dan himpunan yang anggotanya adalah anggota daerah
kawan yang memiliki pasangan dengan anggota daerah asal disebut daerah hasil, ditulis
sebagai berikut.
 Daerah asal: {Siti, Beni, Joko, Dayu, Tono}
 Daerah kawan: {bakso, mie goreng, pizza, nasi goreng, martabak}
 Daerah hasil: {bakso, mie goreng, nasi goreng, martabak}

Definisi 2:
Daerah asal atau biasa disebut domain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong dimana
sebuah relasi didefinisikan..

Definisi 3:
Daerah kawan atau biasa disebut kodomain suatu relasi adalah himpunan tidak kosong
dimana anggota domain memiliki pasangan sesuai relasi yang didefinisikan.

Definisi 4:
Daerah hasil atau biasa disebut range suatu relasi adalah sebuah himpunan bagian dari
daerah kawan (kodomain) yang anggotanya adalah pasangan anggota domain yang
memenuhi relasi yang didefinisikan..

Definisi 5:
Misalkan A dan B dua himpunan. Relasi dari A ke B yang memasangkan setiap anggota
himpunan A ke setiap anggota himpunan B disebut hasil kali kartesius A dan B, dan ditulis:
A × B = {(x,y)│ x ∈ A dan y ∈ B}.
3. Notasi Relasi
Misalkan didefinisikan himpunan A dan B. Relasi pasangan berurutan dari himpunan A ke
himpunan B adalah aturan pemasangan yang menghubungkan setiap anggota himpunan A ke
setiap anggota himpunan B. Hubungan ini biasa dinotasikan sebagai berikut :
𝐴 × 𝐵 = {(𝑥, 𝑦)│∀𝑥 ∈ 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ∈ 𝐵}
4. Sifat – Sifat Relasi
a. Reflektif
Perhatikan contoh berikut
Diketahui R relasi pada himpunan A = {1,2,3,4}, dan dinyatakan dengan pasangan
terurut: R = {(1,1), (1,2), (1,3), (2,1), (2,2), (2,3), (3,1), (3,2), (3,3),(1,4),(2,4),(3,4)}.
Dari relasi ini diperoleh bahwa:
 Domain R adalah: {1, 2, 3} dan range R adalah: {1, 2, 3, 4}.
 1 ∈ domain R berpasangan dengan dirinya sendiri atau 1 berpasangan dengan 1.
Pasangan terurut (1,1) ∈ R.
 2 ∈ domain R berpasangan dengan dirinya sendiri atau 2 berpasangan dengan 2.
Pasangan terurut (2,2) ∈ R.
 3 ∈ domain R berpasangan dengan dirinya sendiri atau 3 berpasangan dengan 3.
Pasangan terurut (3,3) ∈ R.
Karena seluruh domain R berpasangan dengan dirinya sendiri, maka relasi R bersifat
reflektif.

Sifat 1
Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Relasi R
dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p, p) ∈ R.

b. Simetris

Sifat 2
Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat simetris,
apabila untuk setiap (x, y) ∈ R berlaku (y, x) ∈ R.
Contoh:
Diberikan himpunan P = {1, 2, 3}. Didefinisikan relasi R pada himpunan P dengan R =
{(1,1) , (1,2), (1,3), (2,2), (2,1), (3,1), (3,3)}. Relasi R bersifat simetris sebab untuk setiap
(x,y) ∈ R, berlaku (y,x) ∈ R.
c. Transitif

Sifat 3
Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R bersifat transitif apabila
untuk setiap (x,y) ∈ R dan (y,z) ∈ R maka berlaku (x,z) ∈ R.

Contoh:
Diberikan himpunan P = {1, 2, 3}. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan
hasil relasi adalah himpunan R = {(1,1), (1,2), (2,2), (2,1), (3,3)}. Relasi R tersebut
bersifat transitif sebab (x,y) ∈ R dan (y,z) ∈ R maka berlaku (x,z) ∈ R
d. Antisimetris

Sifat 4
Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat
antisimetris, apabila untuk setiap (x,y) ∈ R dan (y,x) ∈ R berlaku x = y.

.
Contoh:
Diberikan himpunan C = {2, 4, 5}. Didefinisikan relasi R pada himpunan C dengan R = {
(a,b) ∈ a kelipatan b, a,b ∈ C} sehingga diperoleh R = {(2,2), (4,4), (5,5), (4,2)}. Relasi
R tersebut bersifat antisimetris.

Definisi 6:
Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R dikatakan relasi
ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat reflektif, simetris,
dan transitif.

Contoh:
Diberikan himpunan P = {1, 2, 3}. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan R =
{(1,1), (1,2), (2,2), (2,1), (3,3)}. Relasi R tersebut bersifat reflektif, simetris dan transitif.
Oleh karena itu relasi R merupakan relasi ekivalensi.
Lampiran 2

LEMBAR KERJA SISWA ( LKS )


Relasi dan Fungsi

Nama :

Kelas :

Satuan Pendidikan : SMK


Kelas / Semester : X / Gasal
Pokok Bahasan : Relasi

Tujuan Pembelajaran :
Mampu mendeskripsikan daerah asal, daerah kawan, dandaerah hasil suatu relasi
antara dua himpunan yang disajikan dalam berbagai bentuk (grafik, himpunan
pasangan terurut, atau ekspresi simbolik)
PENDAHULUAN

Ingat Kembali Materi Relasi dan Fungsi


Gambar di bawah ini merupakan hubungan antara kelompok siswa dengan olahraga
favoritnya.
Olahraga favorit

Anang Basket

Yoga Voly

Prasetyo Tenis

Jati Futsal

Andy Lari

Kelompok Siswa Olahraga

Dari gambar di atas dapat ditemukan :


1. Anang olahraga favoritnya adalah ….
2. Yoga olahraga favoritnya adalah ….
3. Prasetyo olahraga favoritnya adalah ….
4. Jati tidak mempunyai makanan favorit dari kelompok makanan yang diberikan.
5. Andi olahraga favoritnya adalah ….
6. Tidak ada siswa di atas yang olahraga favoritnya ….
Sekarang kita bandingkan dengan gambar di bawah ini :

Apa perbedaan antara kedua gambar di atas?


KEGIATAN INTI

Materi 1 : Relasi

Dari gambar 1 kita peroleh definisi yaitu :

Definisi 1
Relasi himpunan 𝐴 ke himpunan 𝐵 adalah aturan pemasangan atau pengaitan atau perkawanan
anggota himpunan 𝐴 ke anggota himpunan 𝐵.

Berdasarkan gambar 1 di atas, himpunan siswa disebut sebagai __________________, himpunan


olahraga yang disukai adalah _______________. Sedangkan anggota daerah kawan yang mempunyai
pasangan dengan daerah asal disebut ______________. Himpunan daerah asal adalah {_____, _____,
_______, _______, ______}. Himpunan daerah kawan adalah {_______, _______, _______, _______,
_______, _______}. Himpunan daerah hasil adalah {_____, ______, ______, _______, ______}.
Dari contoh di atas kita dapat menemukan definisi daerah asal, daerah kawan, dan daerah hasil.

Definisi 2

Daerah asal atau domain dari suatu relasi adalah …………………………………………………


……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………....
Definisi 3

Daerah kawan atau kodomain dari suatu relasi adalah …………………………………………..


……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………………....
Definisi 4

Daerah hasil atau range adalah…………………………………………..………………………..


……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………………………...............
2. Notasi Relasi
Misalkan didefinisikan himpunan 𝐴 dan 𝐵. Relasi pasangan berurutan dari himpunan 𝐴 ke
himpunan 𝐵 adalah aturan pemasangan yang menghubungkan setiap anggota himpunan 𝐴 ke
setiap anggota himpunan 𝐵. Hubungan ini biasa dinotasikan sebagai berikut :
𝐴 × 𝐵 = {(𝑥, 𝑦)|∀𝑥 ∈ 𝐴 𝑑𝑎𝑛 𝑦 ∈ 𝐵}
3. Cara Menyatakan Relasi
Permasalahan
Dalam rangka memperingati HUT RI ke- 68 di Kabupaten Sorong, SMA Negeri 1 Sorong akan
mengirimkan siswanya untuk mengikuti pertandingan antar siswa SMA pada pertandingan tenis
lapangan, bola voli, bola kaki, badminton, tenis meja, dan catur. Terdapat 6 siswa (Udin, Joko,
Dayu, Siti, Beni, dan Tono) yang akan mengikuti pertandingan tersebut. Sekolah membuat dua
alternatif pilihan dalam menentukan pertandingan yang akan diikuti oleh keenam siswa tersebut.
Kedua pilihan itu adalah:
1) Udin ikut pertandingan tenis lapangan dan bola voli, Joko ikut pertandingan badminton,
Dayu ikut pertandingan catur, Siti ikut pertandingan bola voli, Beni ikut pertandingan tenis
meja, dan Tono ikut pertandingan tenis meja.
2) Dayu dan Siti mengikuti pertandingan bola voli, Joko dan Udin mengikuti pertandingan
bola kaki, Tono mengikuti pertandingan tenis meja, dan Beni mengikuti pertandingan catur.

 Jika pilihan sekolah adalah butir (1), pasangkanlah siswa dengan jenis pertandingan yang
akan diikuti menggunakan diagram panah, pasangan terurut, dan diagram kartesius.
Alternatif Penyelesaian ada di halaman 165 buku paket.
 Bagaimanakah jika pilihan sekolah adalah butir (2), pasangkanlah siswa dengan jenis
pertandingan yang akan diikuti menggunakan diagram panah, pasangan terurut, dan diagram
kartesius.

Alternatif penyelesaian masalah ditunjukkan sebagai berikut.


Dengan menggunakan pilihan butir (2), pasangan siswa dengan jenis pertandingan
yang diikuti sebagai berikut.
 Dengan diagram panah

Kelompok Siswa Kelompok


Pertandingan
 Dengan Himpunan Pasangan Terurut
Definisi:
Perkalian kartesian (Cartesian Products) antara himpunan A dan B ditulis 𝐴 × 𝐵
didefinisikan sebagai semua himpunan pasangan terurut dengan komponen pertama adalah
anggota himpunan 𝐴 dan komponen kedua adalah anggota himpunan 𝐵.
Jadi himpunan pasangan terurut dari permasalahan diatas adalah:
{(Dayu, ), (Siti, ), (Joko, ),
(Udin, ), (Tono, ), (Beni, )}

 Dengan Diagram Kartesius

4. Sifat-Sifat Relasi
A. Reflektif
Sifat 1
Misalkan R sebuah relasi yang didefinisikan pada himpunan P. Relasi R
dikatakan bersifat refleksif jika untuk setiap p ∈ P berlaku (p, p) ∈ R.
Perhatikan Pernyataan dibawah ini.
 Misalkan 𝑉 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan V dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,1), (2,4), (3,3), (4,1), (4,4)}. Apakah Relasi R merupakan
relasi Reflektif? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
 Misalkan 𝑊 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan W dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,1), (1,3), (2,2), (3,1), (3,3), (4,2), (4,4)}. Apakah 𝑅
merupakan relasi Refleksif? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
B. Simetris

Sifat 2
Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat simetris,
apabila untuk setiap (x, y) ∈ R berlaku (y, x) ∈ R.

Perhatikan Pernyataan dibawah ini.


 Misalkan 𝑉 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan V dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,1), (2,4), (3,3), (4,1), (4,4)}. Apakah Relasi R merupakan
relasi Simetris? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
 Misalkan 𝑊 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan W dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,1), (1,3), (2,2), (3,1), (3,3), (4,2)}. Apakah 𝑅 merupakan
relasi simetris? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
 Misalkan 𝑊 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan W dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,2), (1,3), (1,4), (2,1), (2,2), (3,1), (4,1)}. Apakah 𝑅
merupakan relasi simetris? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

C. Transitif

Sifat 3
Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R bersifat transitif apabila
untuk setiap (x,y) ∈ R dan (y,z) ∈ R maka berlaku (x,z) ∈ R.

\ Perhatikan Pernyataan dibawah ini.


 Diberikan himpunan P = {1, 2, 3}. Didefinisikan relasi pada himpunan P dengan
hasil relasi adalah himpunan R = {(1,1), (1,2), (2,2), (2,1), (3,3)}. Apakah R bersifat
transitif? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
 Misalkan 𝑊 = {1,2,3,4}. Didefinisikan relasi pada himpunan W dengan hasil relasi
adalah himpunan 𝑅 = {(1,1), (1,2), (2,3), (3,4), (4,3)}. Apakah 𝑅 merupakan relasi
transitif? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
D. Anti Simetris
Sifat 4
Misalkan R sebuah relasi pada sebuah himpunan P. Relasi R dikatakan bersifat
antisimetris, apabila untuk setiap (x,y) ∈ R dan (y,x) ∈ R berlaku x = y.

Perhatikan Pernyataan dibawah ini.


 Misalkan 𝑉 = {2,4,5}. Didefinisikan relasi pada himpunan V pada himpunan C dengan
𝑅 = {(𝑎. 𝑏)|𝑎 𝑘𝑒𝑙𝑖𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑏, 𝑎, 𝑏 ∈ 𝐶 dengan hasil relasi adalah himpunan 𝑅 =
{(2,2), (4,4), (4,2), (5,5)}. Apakah Relasi R merupakan relasi Simetris? Berikan
alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
 Misalkan 𝑉 = {1,2,3}. Didefinisikan relasi pada himpunan V dengan hasil relasi adalah
himpunan 𝑅 = {(1,2), (2,1), (1,2), (2,2)}. Apakah Relasi R merupakan relasi
Antisimetris? Berikan alasanmu!
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................
...............................................................................................................................................

Catatan:

Misalkan R sebuah relasi pada himpunan P. Relasi R dikatakan relasi


ekivalensi jika dan hanya jika relasi R memenuhi sifat reflektif, simetris,
dan transitif.
Lampiran 3:

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN PENGETAHUAN

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Waktu Pengamatan : 2 x 2 jam

Indikator penguasaan materi dalam pembelajaran Relasi


1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak menguasai materi dalam pembelajaran.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menguasai materi dalam pembelajaran
tetapi belum begitu menguasai.
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah menguasai materi dalam pembelajaran.

Indikator penggunaan proedur atau pemahaman mengenai langkah-langkah


penyelesaian Relasi.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk memahami langkah-langkah
penyelesaian masalah relasi.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk memahami langkah-langkah penyelesaian
masalah relasi.
3. Sangat baik jika sudah mampu dan memahami langkah-langkah penyelesaian masalah
relasi.

Indikator ketepatan hasil jawaban dalam menyelesaikan persoalan yang berkaitan


dengan Relasi.
1. Kurang baik jika sama sekali tidak tepat dalam menjawab atau menyelesaian persoalan
relasi.
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menjawab atau menyelesaikan persoalan
dengan jawaban yang tepat walaupun hasil akhirnya tidak tepat.
3. Sangat baik jika dapat menjawab persoalan mengenai relasi dengan hasil jawaban yang
tepat.
Pengetahuan

Pemahaman
No Nama Siswa Penguasaan materi Ketepatan hasil jawaban
prosedur

KB B SB KB B SB KB B SB

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.


Keterangan:
KB : Kurang baik
B : Baik
SB : Sangat baik
Lampiran 4

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN

Mata Pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Waktu Pengamatan : 2 x 2 jam

Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang


relevan yang berkaitan dengan Relasi.
1. Kurangterampil jika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan relasi
2. Terampil jika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan nilai relasi tetapi belum
tepat.
3. Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan relasi.

Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.

Keterampilan

Menerapkan konsep/prinsip
No Nama Siswa dan strategi pemecahan
masalah

KT T ST

5
Keterangan:

KT : Kurang terampil

T : Terampil

ST : Sangat terampil

Mengetahui, Klaten, November 2016


Guru Pembimbing Mahasiswa PPL

Ninuk Haryanti, S.Pd Suryandaru Prasetyo Jati


NIP. 19670311 200701 2 014 NIM . 13 131 02534