You are on page 1of 2

Nama : Danny D.K.

Lakoro

NIM : 841416086

Kelas : Keperawatan C/2016

Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan peingkatan


kemampuan pihak yang disupervisi agar mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan
yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif. Supervisi keperawatan adalah
kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh
supervisor (orang yang melakukan supervisi) mencakup masalah pelayanan
keperawatan masalah ketenangan dan peralatan agar pasen mendapatkan pelayanan
yang bermutu setiap saat.(Huber, 2000 dalam Nursalam 2015).

Sedangkan model-model supervisi terdiri atas 4 yaitu model konvensional,


model ilmiah, model klinis dan model artistik. Secara singkat penejelasanya Model
konvensional dilakukan melalui inspeksi langsung untuk menemukan masalah dan
kesalahan dalam pemberian asuahan keperawatan, model ini sering tidak adil karena
hanya melihat sisi negatif dari pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan para perawat
pelaksana sehingga sulit terungkap sisi positif, hal-hal yang baik ataupun keberhasilan
yang telah dilakukan. Model ilmiah Supervisi dilakukan dengan pendekatan yang
sudah direncanakan sehingga tidak hanya mencari kealahan atau masalah saja.
Supervisi model klinis bertujuan untuk membantu perawat pelaksana dalam
mengembangkan profesionalisme sehingga penampilan dan kinerjanya dalam
pemberian asuahn keperawatan meningkat. Supervisi dilakukan secara sistematis
melalui pengamatan pelayanan keperawatan yang diberikan oleh seorang perawat
selanjutnya dibandingkan dengan standar keperawatan. Sedangkan Supervisi model
artistic dilakukan dengan pendekatan personal untuk menciptakan rasa aman sehingga
supervisor dapat diterima oleh perawat pelaksana yang disupervisi.

Dari ke 4 model tersebut menurut saya yang paling efektif diterapkan di


lingkunagn keperawatan adalah supervisi model klinis. Dikarenakan mengingat
pelayanan keperawatan yang profesional perlu dijaga, dimonitor dan evaluasi
sehingga menjadi lebih baik selain itu dari beberapa jurnal yang saya kumpulkan dan
analisa paling banyak menunjujakn bahwa supervisi model klinis adalah supervisi
yang dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja perawat baik internal
maupun eksternal. Hal ini di buktikan dalam jurnal Supervisi Klinik Dalam Pelayanan
Keperawatan Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Perawat Di Rumah Sakit oleh
Yudhanoorsanti Elmonita, Clara Agustina, Dr. Meidiana Dwidiyanti,S.Kp.,M.Sc
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh supervisi klinis terhadap
peningkatan kompetensi perawat. Hasil penelitian didapatkan adanya perbedaan
pelayanan keperawatan yang ditunjukkan dari peningkatan kinerja perawat dan juga
menunjukan bahwa superfisi klinik Dapat memberikan dampak positif terhadap
kinerja perawat baik secara internal maupun eksternal.
Selain itu supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan perawat dalam
meningkatkan kemampuan dalam menerapkan patien center care, hal ini di buktikan
dengan jurnal “The Effects Of Clinical Supervision Of Academic Model To Improve
The Ability Of Nurses In Applying Patient-Centered Care (PCC) At Hospita”l oleh
Arifin Dwi Atmaja , MC. Inge Hartini , Luky Dwiantoro Supervisi yang di gunakan
dalam penelirian ini adalah supervisi model akademis dengan hasil penelitian
menunjukan supervisi klinik model akademik kepala ruang mempunyai pengaruh
yang signifikan untuk meningkatkan penerapan patient centered care. Supervisi model
klinis juga dapat memberikan pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan
kepuasan kerja perawat. Hal ini dibuktikan dengan jurnal “The Reflective Supervison
Model : an efferot to increase nurse job statisfaction” oleh Santoso, Rita Kartika Sari,
Anggorowati dengan hasil Model pengawasan reflektif memiliki pengaruh yang
signifikan dalam meningkatkan kepuasan kerja perawat.

Dan juga supervisi klinis dapat meningkaykan mutu pelayanan keperawatan,


hal ini dibuktikan dengan jurnal “model supervisi klinis yang dapat meningkatkan
mutu pelayanan keperawatan” oleh Dewi Suryaningsih, Luky Dwintaro dengan hasil
upervisi klinis dalam pelaksanaannya harus berdasarkan evidance based nursing
practice agar pelaksanaan supervisi klinis dapat dilaksanakan secara efektif. Supervisi
model proctor merupakan supervisi klinik yang efektif karena mengandung tiga
fungsi yaitu fungsi normatif dalam upaya pengembangan profesionalitas; fungsi
formatif dalam upaya pengembangan keterampilan dan pengetahuan; dan fungsi
restoratif dalam upaya memberikan dukungan. Selain itu supervisi klinis yang tetap
relevan sampai saat ini yaitu supervisi reflektif. Proses reflektif mengharuskan
perawat belajar dari refleksi. Setiap opini, memori, dan pengalaman dalam praktek
dievaluasi secara kritis. Oleh karena itu modifikasi sintesis dari kedua model supervisi
klinis tersebut dapat menjadi efektif dalam meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan. Pelaksanaan supervisi klinis modifikasi reflektif proctors dapat
meningkatkan mutu pelayanan keperawatan.

Sehigga dapat disimpulkan bahawa Supervisi model klinis ini sangat efektif
dalam membantu perawat dalam mengembangkan profesionalisme, sehingga
penampilan dan kinerjanya dalam pemberian asuahn keperawatan meningkat.