You are on page 1of 21

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kebutuhan jaman manusia yang semakin pesat seiring dengan perkembangan

ilmu pengetahuan yang semakin pesat dan modern pula. Tekhnologi yang semakin

berkembang dan beraneka ragam tentu saja semakin mempermudah pekerjaan bagi

manusia yang mengerti dan memahami tentang tekhnologi tersebut. Dengan adanya

tekhnologi di masyarakat waktu dan tenaga yang dikeluarkan menjadi lebih efisien

namun menghasilkan sesuatu yang lebih maksimal. Tentu saja hal ini sangat

menggembirakan.

Mengingat manfaat dari refraktometer yang cukup besar maka perlu dilakukan

kajian lebih lanjut tentang refraktometer, bagian-bagian dari refraktometer, cara

penggunaan, cara kalibrasi dan cara perawatan dari refraktometer. Kita tidak aan

menggunakan refraktometer apabila kita tidak mengetahui apa refraktometer dan

kegunaan dari alat tersebut. Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat

menimbulkan hasil yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti

ini digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara kerja

peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum melakukan

praktikum di laboratorium kimia.

Bukan hal yang mustahil bila terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena

kesalahan dalam pemakaian dan penggunaan alat – alat dan bahan yang dilakukan

dalam suatu praktikum yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya, disamping

itu, pemilihan jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan

tujuan penelitian.

1
B. TUJUAN

Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mengetahui tentang refraktometer dan jenis-jenis refraktometer.

2. Mengetahui komponen-komponen dari refraktometer dan fungsinya.

3. Mengetahui tentang penggunaan refraktometer.

4. Mengetahui prinsip kerja refraktometer.

5. Mengetahui tentang cara pengukuran menggunakan refraktometer.

6. Mengetahui tentang cara kalibrasi refraktometer.

7. Mengetahu tentang cara perawatan refraktometer.

C. RUMUSAN MASALAH

Rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah :

1. Apa pengertian dari refraktometer dan apa saja jenis-jenis refraktometer ?

2. Apa sajakah komponen-komponen dari refraktometer dan fungsinya?

3. Bagaimana cara penggunaan refraktometer ?

4. Bagaimana prinsip kerja refraktometer?

5. Bagaimana cara pengukuran menggunakan refraktometer ?

6. Bagaimana cara kalibrasi refraktometer ?

7. Bagaimana cara perawatan refraktometer ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN REFRAKTOMETER

Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi

bahan terlarut misalnya : Gula, Garam, Protein dsb. Prinsip kerja dari refractometer

sesuai dengan namanya adalah dengan memanfaatkan refraksi cahaya. Refraktometer

merupakan suatu instrument yang digunakan untuk mengukur pembengkokan dari

cahaya yang dilewatkan dari satu medium ke medium lainnya.

Satuan yang digunakan dalam instrument refractometer ini adalah refractive

index (RI). Aldof Brix, ilmuan dari jerman kemudian membuat konversi dari nilai

refractive index tersebut ke satuan brix yang diambil dari namanya. Brix sendiri

didefinisikan sebagai banyaknya sucrose murni per 100 gram air. Sebagai contoh : 10

gram sucrose murni di dalam 90 gram air akan menghasilkan nilai 10 % brix. Pada

praktek analisa di laboratorium, pengukuran % brix sangat dipengaruhi oleh suhu

lingkungan, sehingga hal ini teramat sangat penting untuk diperhatikan. Tabel

conversi nilai temperature tersebut bisa didapatkan dari ICUMSA, Appendix 2, SPS –

3 (1998) halaman 8. Dimana dalam tabel tersebut digambarkan pengaruh perubahan

suhu dari 15 derajat celcius s/d 40 derajat celsius untuk nilai brix dari 0 – 85 % brix

untuk setiap perubahan 5 % brix. Sebagai contoh Nilai brix dari sucrosa 10 % adalah

10 % pada suhu 20 derajat celsius tetapi nilai tersebut akan bertambah 0.36 % jika

analisa dilakukan pada suhu 25 derajat celsius sehingga menjadi 10.36 % brix.

Demikian signifikannya pengaruh perubahan suhu pada pengukuran refraktometer

sehingga hal ini sangat penting untuk diperhatikan. Dalam melakukan verivikasi

3
refractometer dapat menggunakan air yang tentunya bebas dari pengotor di suhu 20

dimana hasilnya harus menunjukkan nilai 0% brix plus minus nilai akurasi alat yang

biasanya bisa kita dapatkan dari manual book alat bersangkutan. Jika kita

menginginkan untuk melakukan verivikasi refraktometer di beberapa titik (hal ini

sangat disarankan) kita bisa membeli standar sukrosa bersangkutan yang biasanya

dijual di agen bersangkutan. Meskipun untuk standar sukrosa ini tergolong mahal

(kisaran harga sekitar Rp. 700.000,- untuk volume sekitar 5 ml). Standar sukrosa

tersebut biasanya tersedia untuk nilai brix 5, 10, 20, 30, dst. Pembuatan larutan

sukrosa sendiripun sebenarnya bisa dilakukan tetapi sangat tidak disarankan karena

mengingat larutan sukrosa ini mudah sekali rusak dan harus segera digunakan, dari

dari pengalaman saya sendiri sukrosa tersebut juga sangat tidak stabil pada saat

dilakukan penimbangan. Sehingga sampai saat ini banyak yang lebih suka

menggunakan larutan standar pabrikan untuk menjamin ketelusurannya. Satu hal yang

juga harus diperhatikan dalam operasional brix ini adalah pastikan bahwa lensa untuk

tetap dijaga agar tidak tergores karena hal ini akan mempengaruhi nilai pembacaan.

Refractometer saat ini hadir dengan berbagai macam model dari yang sederhana yang

bisa dibawa kemana mana, sampai dengan model yang canggih. Begitu pentingnya

pengukuran nilai brix pada sebuah industri (karena hal ini berhubungan dengan

kuantitas sukrosa yang ada di dalam larutan) terutama dalam sebuah industri

makanan, maka saat ini muncul refractometer yang bersifat in line. Dimana

pengukuran brix dilakukan di setiap prosesnya. Hal ini sangat berbeda dengan

refractometer yang selama ini digunakan sebagai control dari produk akhir semata.

4
B. JENIS-JENIS REFRAKTOMETER

 Refraktometer Abbe

Merupakan alat untuk determinasi secara cepat konsentrasi, kemurnian,

kualitas dispersi dari sampel cair, padat, dan plastik. Dapat digunakan untuk

mengukur bermacam – macam indeks bias suatu larutan. Dapat juga digunakan untuk

mengukur kadar tetapi kita harus membuat kurva standar.

Bagian refraktormeter abbe yaitu mempunyai dua lubang pengamatan. Contoh sampel

yang dapat digunakan untuk dianalisis dengan refraktometer abbe adalah

a) Larutan: alkohol dan eter

b) Minyak : wax(lilin)

c) Minuman : sari buah, sirup

Gambar 1. Refraktometer Abbe

 Refraktometer Brix

Refraktometer Brix digunakan untuk mengkur konsentrasi padatan terlarut

dari gula,garam, protein, dan lebih spesifiknya untuk makanan dan cairan ideal untuk

control kualitas. Hand refraktometer brix digunakan untuk gula 0-32%.

5
Gambar 2. Refraktometer Brix

 Refraktometer Salt

Refraktometer Salt digunakan untuk mengukur kada garam pada bagian

perseribu atau ppt dan berat jenis atau persen salinitas(kadar garam) tergantung pada

model. Refraktmeter salt digunakan untuk mengukur konsentrasi garam dari air atau

air garam. Hand refraktometer salt untuk NaCl 0-28%.

Gambar 3. Refraktometer Salt

 Refraktometer tangan/hand refractometer

Refraktometer tangan hanya untuk mengukur kadar zat tertentu saja. Bagian

hand refraktometer hanya mempunyai satu luang pengamatan saja.

Ada dua jenis refraktometer tangan/genggam yaitu analog dan digital.

6
Gambar 4. Refraktometer tangan/hand refractometer

Prinsip kerja dari refraktometer analog maupun digital yaitu cahaya yang masuk ke

prisma memiliki karakteristik yang unik. Setiap karakteristik cahaya memiliki nilai pada

skala dalam satuan yang dikenal sebagai ° Brix. Indikasi bahwa lampu tidak diganggu saat

melewati prisma yaitu ketika cahaya masuk ke dalam prisma dengan kondisi yang kering,

bidang pandang pada refraktor analog secara keseluruhan akan berwarna biru (Gambar 2 ).

Sedangkan pada refraktometer digital , ditandai dengan pesan error atau tidak yang

akan muncul. Untuk pengukuran air murni pada refraktometer harus menghasilkan

pembacaan nol (Gambar 3 ) . Suatu larutan yang mengandung sukrosa ( gula meja atau jus

buah ) jika ditempatkan pada permukaan prisma maka akan mengubah arah cahayanya secara

signifikan . Tergantung pada jumlah sukrosa dalam larutan, º Brix akan berkisar dari 0

7
sampai 25 + untuk pengukuran kadar gula pada tanaman pertanian. Pada Gambar 4 , sebuah

refraktometer analog menampilkan pembacaan dari sampel yaitu 17 º Brix .

Refraktometer analog Handheld nyaman karena tidak memerlukan sumber energi.

Namun, mereka mungkin tidak akurat jika digunakan di luar rentang suhu tertentu.

Refraktometer yang sudah tua akan memberikan pembacaan yang akurat hanya ketika suhu

berada pada 68 º F ( 20 º C ) . Ketika suhu berada di atas atau di bawah optimal , meja

koreksi (corrections table) diperlukan untuk menentukan º Brix sebenarnya . Pembacaan pada

refraktometer bisa menurun hingga 0,89 º Brix ketika suhu 50 º F ( 10 º C ) jika faktor koreksi

tidak dilakukan.

8
C. KOMPONEN-KOMPONEN YANG TERDAPAT PADA REFRAKTOMETER

Gambar 5. Komponen-kompone refraktometer

1. Sumber Cahaya

Sumber cahaya berfungsi sebagai sumber cahaya polikromatis yang pada

nantinya menyinari day light plate dan sampel.

2. Day light plate

Day light plate berfungsi untuk melindungi prisma dari goresan, debu dan

benda asing yang dapat menempel. Day light plate juga berfungsi menjaga

sampel yang diteteskan pada prisma tidak jatuh dan tumpah. Day light plate

biasanya terbuat dari bahan kaca.

3. Prisma

Prisma merupakan komponen yang sensitif terhadap goresan dan pengganggu

cahaya yang masuk ke prisma, contohnya debu. Prisma mengubah cahaya

polikromatis menjadi monokromatis

4. Lensa

Lensa pada refraktometer berfungsi untuk memfokuskan cahaya dan berada

dalam bagian handle.

9
5. Biomaterial-skip

Biomaterial skip merupakan komponen yang berfungsi untuk menstabilkan

suhu dengan range suhu 20-25oC dan berada dibagian dalam handle.

6. Lensa pembesar

Lensa pembesar berfungsi untuk melihat atau mempermudah ketajaman skala,

serta berada dibagian dalam handle.

7. Eye pieces

Untuk melihat pembacaan skala dengan menggunakan detektor mata.

8. Knop pengatur skala

Berfungsi untuk mengkalibrasi alat dengan menggunakan aquades. Cara

kalibrasi yaitu obeng minus diletakkan pada pengatur skala, lalu diputar

hingga spesific gravity atau rapatan jenis menunjukkan hasil 1,000 .

9. Skala

Sebagai pembacaaan spesific gravity atau rapatan jenis (Sp G) , indeks refraksi

atau indeks bias (ND), dan konsentrasi suatu zat yang dianalisis. Skala berada

di bagian dalam handle.

10. Handle

Area genggaman pada saat memegang refraktometer yang dilengkapi dengan

grip (permukaan kasar) agar tidak licin saat memegang alat tersebut dan juga

menjaga suhu tetap stabil. Handle terbuat dari bahan karet karena merupakan

bahan isolator yang tahan terhadap panas dan juga dapat menjaga kestabilan

suhu.

10
D. CARA PENGGUNAAN REFRAKTOMETER

1. Bersihkan Alat

2. Teteskan sampel yang akan diperiksa indeks biasnya pada tempat sampel refraktometer.

3. Tutup dengan rapat dan biarkan cahaya melewati larutan dan melalui prisma agar cahaya

pada layar dalam alat tersebut terbagi menjadi dua

4.Geser tanda batas tersebut dengan memutar knop pengatur, sehingga memotong titik

perpotongan dua garis diagonal yang saling berpotongan terlihat pada layar.

5. Mengamati dan membaca skala indeks bias yang ditunjukan oleh jarum layar skala melalui

mikroskop.

6. Layar hasil dua warna yang telah diatur sedemikian sehingga memberikan dua warna yang

mempunyai warna yang jelas dan tegas.

a. Prinsip Kerja Refraktometer

 Cahaya yang masuk melalui prisma-cahaya hanya bisa melewati bidang batas antara

cairan dan prisma kerja yang dibatasi oleh sudut tertentu

11
 Jika sampel merupakan larutan dengan konsentrasi rendah, maka sudut refraksi akan

lebar

 Jika sampel merupakan larutan dengan konsentrasi tinggi, maka sudut refraksi akan

menyempit

b. Lingkungan

 Peralatan disimpan pada tempat bebas debu dan tidak terkena sinar matahari langsung

 Bila ruangan AC, jaga kelembapan 60-70% rh

 Apabila ruangan tidak menggunakan AC, harus dipasang dehumidifier dan terhindar

dari penyimpanan bahan kimia.

 Laboratorium harus dilengkapi dengan genset apabila listrik PLN sering padam.

c. Keselamatan kerja

 Alat refraktometer diletakkan menjauhi pinggir meja agar tidak jatuh mengenai analis.

 Analis menggunakan alat pelindung diri yang sesuai.

 Pastikan kabel daya terhubung dengan baik dan tidak ada yang rusak.

d. Pemeliharaan alat refraktometer

 Alat refraktometer diletakkan di tempat yang datar dan tahan getaran.

 Hindarkan dari kotoran, debu, hewan-hewan kecil, dll.

e. Pemeliharaan komponen refraktometer

1. Prisma

 -Sebelum dan sesudah digunakan selalu dibersihkan dengan aquades

 -Diseka menggunakan tissue atau bahan yang lembut dan menyerap air secara

satu arah dan bebas

 -Hindarkan dari cahaya matahari agar terhindar dari terbentuknya embun.

 -Prisma dijaga agar tidak tergores karena jika tergores akan mengganggu hasil

pengukuran

12
2. Day light plate

 -Sebelum dan sesudah digunakan selalu dibersihkan dengan aquades.

 -Diseka menggunakan tissue atau bahan yang lembut dan menyerap air secara

satu arah dan bebas.

 -Hindarkan dari cahaya matahari agar terhindar dari terbentuknya embun.

3. Knop pengatur skala

 -Hindarkan dari tumpahan bahan kimia dan minyak yang membuat knop

menjadi licin ketika dipakai.

 -Sebelum dan sesudah digunakan dibersihkan dengan tissue atau lap kering.

 -Knop selalu di cek apabila knop sudah longgar.

4. Lensa

 -Hindarkan dari cahaya matahari agar terhindar dari terbentuknya embun.

 Hindarkan dari kotoran, debu, hewan-hewan kecil, dll.

5. Handle

6. Biomaterial skip

7. Lensa pembesar

8. Eye pieces

9. Skala

E. KALIBRASI

Mengkalibrasi refraktometer adalah langkah pertama dalam mengevaluasi kadar

dalam sampel. Ini adalah tugas yang mudah tetapi sering diabaikan . Kalibrasi untuk

memverifikasi agar pembacaan baseline tepat nol, memastikan bahwa pembacaan untuk

pengukuran sampel berikutnya akurat . Pembacaan kadar yang tidak akurat dapat

mempengaruhi kualitas sampel, misalkan untuk daya tahan penyimpanan sampel dan

penjualan sampel. Refraktometer harus dikalibrasi pada awal setiap kali digunakan dan,

13
tergantung pada berapa banyak sampel yang sedang diukur, dilakukan secara berkala selama

proses sampling.

Kalibrasi yang tepat membutuhkan sumber air murni dan larutan pembanding untuk

sampel yang akan diuji. Untuk pengukuran air murni harus " nol ". Sebuah sumber air yang

ideal berasal dari air deionisasi(deionized (DI) ) atau air destilasi - air yang telah disaring

untuk menghilangkan ion seperti natrium , kalsium , besi dan kotoran lainnya. Atau bisa

digunakan air minum dalam kemasan , yang telah disaring menggunakan reverse osmosis

untuk menghilangkan kotoran. Larutan uji yang diperlukan untuk mengkalibrasi

refraktometer Anda. Kit merupakan larutan yang diketahui nilai º Brix nya, dapat dibeli dari

produsen refraktometer tetapi mahal . Metode berikut dapat digunakan untuk membuat

larutan kit sendiri untuk uji kalibrasi Anda.

a. Membuat Kalibrasi Uji Kit

1. Mendapatkan bahan-bahan berikut (Gambar 6).

 4 botol air minum yang mengandung 500 ml (16,9 floz) masing-masing.

 Gula saset dengan masing-masing saset yang berisi 3 gram gula, di mana

terdapat informasi gizi pada kemasan tersebut.

 Label penanda.

 TC atau ATC refraktometer.

 Sebuah kain bersih, lembut, kain-bebas serat.

14
2. Hati-hati ketika penambahan gula ke air dalam botol yang terisi penuh.

3. Tulis pada label dengan jelas untuk setiap botol dengan: 0, 5, 10, 20. Tandai botol

menggunakan spidol permanen, sesuai dengan jumlah gula (saset) yang ditambahkan.

4. Cek sasetan gula. Meskipun dalam saset menunjukkan bahwa setiap saset berisi gula 3

gram gula, akan tetapi sering ditemukan banyak variabilitas dalam berat aktual dari

paket gula. Hati-hati dalam menuangkan isi gula ke dalam masing-masing botol. Botol

yang ditandai dengan 5 akan menerima 5 saset gula, dll.

5. Tutup dan kocok setiap botol sampai gula benar-benar larut. Pada akhir langkah ini,

empat botol yang mengandung 0, 5, 10, dan 20 saset gula adalah lautan kit untuk

digunakan dalam proses kalibrasi Anda.

b. Langkah-langkah untuk Kalibrasi

1. Periksa prisma refraktometer dari goresan, chip, atau penyimpangan lainnya yang

dapat mengganggu pembacaan yang tepat (Gambar 9). Jika berdebu, bilas dengan

air dan lap dengan bersih, lembut, kain-bebas serat.

2. Perhatikan suhu pada saat pembacaan. Kebanyakan refraktometer ATC beroperasi

dengan baik pada kisaran 68-86 º F. Sebuah laboratorium atau kantor harus

15
disesuaikan setara dengan suhu kamar, jika suhu tidak harus disesuaikan dengan

range suhu yang direkomendasikan.

3. Mulailah kalibrasi refraktometer Anda dengan mengangkat daylight plate dan

teteskan 2-3 tetes air murni pada permukaan prisma. Jika itu adalah refraktometer

analog, tutup dengan covernya atau kaca penutup (daylight plate) sehingga air

menyebar di seluruh permukaan prisma tanpa gelembung udara atau tempat kering .

Jika membentuk gelembung, hilangkan dengan menekan penutup dengan lembut

atau larutan ditambahkan lagi. Untuk refraktometer digital, pastikan bahwa

gelembung tidak ada sehingga tidak mengganggu dalam pembacaan.

4. Pegang refraktometer hingga cahaya alami atau lampu pijar cukup untuk melakukan

pembacaan. Lihat ke dalam lensa, seseorang harus bisa melihat pemisahan yang

tegas antara bagian biru dan putih bertemu atau sering disebut "kontras" line. Jika

garis kontras tidak langsung nol, kemudian sesuaikan dengan memutar sekrup di

bagian atas refraktometer sampai terbaca nol (Gambar 3). Sesuaikan sekrup

kalibrasi, untuk mencegah air memasuki refraktometer. Setelah refraktometer

dikalibrasi ke nol dengan air murni, keringkan permukaan dengan kain bersih.

Refraktometer digital harus dikalibrasi dengan menekan tombol nol dengan air

yang dalam wadah tersedia.

16
5. Isi larutan dari botol dengan 5saset pada prisma dan tutup penutupnya, pastikan

bahwa seluruh permukaan terisi dan tidak ada gelembung. Perhatikan nilai yang

terbaca dan tulis dalam Tabel 1 pada klom “your value”. Untuk refraktometer

digital, letakan larutan pada wadah yang tersedia pada alat dan tekan tombol start.

Catat nilai pada Tabel 1. Nilai akan tetap pada layar LED hingga sampel terbaca.

6. Bersihkan permukaan prisma refraktometer dengan air murni dan lap kering.

7. Ulangi langkah 5 dan 6 dengan botol ditandai 10 dan 20. Catat nilai-nilai pada

Tabel 1.

8. Bandingkan nilai Anda dengan average pada Tabel 1. Jika nilai-nilai Anda berada

di luar kisaran yang diharapkan, ikuti langkah-langkah kalibrasi untuk kedua

kalinya. Jika mereka masih berada di luar jangkauan, berikutnya baca "Trouble

Shooting" dibawah ini.

c. Trouble Shooting Tips

1. Periksa untuk memastikan bahwa botol air yang digunakan adalah belum dibuka /

baru.

2. Periksa untuk memastikan bahwa botol air 500ml dan 3g saset gula yang digunakan.

17
3. Periksa untuk memastikan bahwa paket telah dekat dengan jumlah yang sama gula di

dalamnya dan bahwa jumlah yang tepat dari paket yang ditambahkan ke masing-masing

botol.

4. Periksa untuk melihat apakah refraktometer masuk kedalam rentang suhu kompensasi.

Jika tidak, meja koreksi yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian. Meja koreksi

hanya berlaku jika setiap suhu tercatat untuk 1 pembacaan.

5. Periksa untuk memastikan bahwa refraktometer ATC digunakan dalam jangkauan 68-86

ºF.

6. Periksa untuk memastikan bahwa larutannya adalah dalam kisaran suhu refraktometer

ATC.

7. Ganti baterai dalam refraktometer digital.

F. PEMELIHARAAN

Refraktometer adalah instrumen analisis yang harus dijaga dengan baik agar

pembacaan yang dilakukan akurat. Berikut adalah beberapa tips sederhana untuk

memastikan pembacaan atau pengukuran yang akurat.

 Pengukuran yang akurat tergantung pada kalibrasi yang hati-hati . Ikuti petunjuk dengan

baik. Ingat : Perbedaan antara suhu ruangan sekitar prisma dan suhu sampel akan

mengurangi keakuratan pembacaan Anda . Ingatlah untuk memungkinkan sampel untuk

menyesuaikan kondisi pada perakitan prisma selama 30 detik sebelum mengambil

pembacaan atau pengukuran

 Refraktometer tidak boleh terkena lingkungan basah. Bersihkan refraktometer setelah

setiap pembacaan atau sebelum menyimpan refraktometer, prisma harus dibersihkan

dengan air menggunakan lap halus dan dikeringkan. Kegagalan untuk membersihkan

18
prisma secara teratur akan menyebabkan hasil yang tidak akurat dan kerusakan lapisan

prisma itu .

 Jangan mengekspos refraktometer dengan membiarkan larutan pada permukaan prisma.

Jika bidang pandang dalam refraktometer analog menjadi keruh, itu kemungkinan besar

telah kerendam air atau air telah masuk ke dalam tubuh refraktometer dan hanya bisa

diperbaiki oleh teknisi profesional. Mengekspos refraktometer digital untuk kelebihan air

dapat merusak elektronik internal.

 Jangan menggunakan larutan yang tidak sesuai untuk refraktometer atau Jangan

mengukur bahan kimia abrasif atau korosif dengan instrumen ini , karena mereka dapat

merusak lapisan prisma itu.

 Refraktometer adalah alat optik . Hal ini membutuhkan penanganan dan penyimpanan

hati-hati. Kegagalan untuk melakukannya dapat mengakibatkan kerusakan pada

komponen optik dan struktur dasar , menjatuhkannya dapat mematahkan, goresan, atau

menggantikan optik dan / atau prisma. Dengan perawatan , alat ini akan memberikan

tahun layanan handal . Simpan refraktometer Anda pada lokasi yang memiliki suhu

konstan. Menyimpan refraktometer pada lokasi yang memiliki perbedaan lebih dari 5 º F,

sangat akan membahayakan optik dan prisma.

19
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Refraktometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur kadar / konsentrasi

bahan terlarut misalnya : Gula, Garam, Protein dsb. Ada beberapa jenis refraktometer

antara lain : Refraktometer Abbe, Refraktometer Brix, Refraktometer Salt, Refraktometer

tangan/hand refractometer. Komponen-komponen yang terdapat pada refraktometer

adalah day light plate, prisma, lensa, biomaterial-skip, lensa pembesar, eye pieces, knop

pengatur skala, skala, handle. Prinsip kerja refraktometer adalah cahaya yang masuk

melalui prisma-cahaya hanya bisa melewati bidang batas antara cairan dan prisma kerja

yang dibatasi oleh sudut tertentu. Refraktometer sebaiknya disimpan pada tempat bebas

debu dan tidak terkena sinar matahari langsung. Keselamatan kerja saat menggunakan

alat ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Pemeliharaan

dan perawatan alat cukup mudah yaitu dengan meletakkan alat pada tempat yang datar

dan tahan getaran serta terhindar dari kotoran dan debu. Kalibrasi perlu dilakukan untuk

memverifikasi agar pembacaan baseline tepat nol, memastikan bahwa pembacaan untuk

pengukuran sampel berikutnya akurat . Refraktometer adalah instrumen analisis yang

harus dijaga dengan baik agar pembacaan yang dilakukan akurat

20
DAFTAR PUSTAKA

Khopkar, S.M. 2007. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : UI Press.

Suparno. 1994. Fisika Dasar 2. Jakarta : Erlangga.

Tim Dosen Kimia Analisis Instrumen. 2008. Penuntasan Praktikum Kimia Analisis
Instrumen.Makassar : FMIPA UNM.

Zemansky, Sears. 1994. Fisika Untuk Universitas 3 Optika. Jakarta : Bina Cipta.

Khopkar,1990 Konsep Dasar Kimia Analitik. Universitas Indonesia Jakarta

Bassett ,J dkk,1994 Buku Ajar VOGEL Kimia Analitik Kuantitatif Anorganik, Penerbit buku
kedokteran EGC. Jakarta

Darmawangsa Penuntun Praktikum Analisis Instrumental (Dasar-dasar dan penggunaan ) Penerbit


CV Grayuna Jakarta

21