You are on page 1of 8

JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER

MANAJEMEN KEUANGAN

DOSEN:

Dr. Dikdik Tandika, SE., M,Sc

Roni Yunarto

20090318029

MAGISTER MANAJEMEN RUMAH SAKIT


PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
2018
1. Terdepat tiga keputusan oleh seorang Manajer Keuangan yaitu fungsi keuangan;
Investment, Financing dan Devident.
a. Dengan menggunakan contoh, jelaskan bagaimanakah ke tiga keputusan
tersebut dilakukan!
b. Bagaiamanakah hubungan ke tiga fungsi keuangan dalam menghadapi risiko
yang mungkin akan terjadi?

Jawaban :

a.
 Investment : Keputusan yang diambil oleh manajer keuangan dalam
mengalokasikan dana ke dalam bentuk investasi yang dapat menghasilkan laba di
masa yang akan datang.
o Contoh : Memutuskan untuk membangun klinik, menentukan lokasi,
pembangunan, jumlah karyawan dan alat-alat yang akan digunakan.
 Financing : Keputusan manajemen keuangan dalam melakukan pertimbangan dan
analisis perpaduan antara sumber-sumber dana yang paling ekonomis bagi
perusahaan untuk mendanai kebutuhan-kebutuhan investasi serta kegiatan
operasional perusahaan.
o Contoh : Mencari modal untuk membangun klinik. Menghitung modal
sendiri yang dimiliki, pmencari rekan kerja untuk menambah modal,
melakukan pinjaman modal ke bank jika masih kurang.
 Devidend : Keputusan devident adalah keputusan manajemen keuangan dalam
menentukan besarnya proporsi laba yang akan dibagikan kepada para pemegang
saham dan proporsi dana yang akan disimpan di perusahaan sebagai laba ditahan
untuk pertumbuhan perusahaan.
o Contoh : Ketika klinik sudah dibangun dan berjalan. Berapakah anggaran
yang mesti disiapkan untuk manajemen risiko dan perawatan alat-alat
yang digunakan. Pembayaran kas guna membayar modal yang dipinjam ke
bank dan pembagian keuntungan dengan rekan pembangunan klinik.
b. Hubungan antara fungsi keuangan (invesment, financing dan devident) adalah sama-sama
bersumber dari laba perusahaan. Laba perusahaan akan digunakan untuk membayar

1
devident kepada para pemegang saham, pembayaran utang yang dipinjam dan sisanya
akan ditahan sebagai yang akan digunakan untuk investasi perusaah guna pertumbuhan di
masa yang akan datang.Sehingga semakin tinggi dana perusahaan dipakai untuk
investasi, maka akan semakin kecil pendapatan yang akan diterima para pemegang saham
sebagai devident, begitupun sebaliknya.

2. Konsep Time Value of Money sangat penting untuk mengevaluasi keputusan


keuangan yang akan dilakukan. Jelaskan bagaimanakah aplikasinya dalam
pengelolaan Rumah Sakit!

Jawaban :

Time Value of Money bermanfaat untuk mengetahui apakah investasi yang kita lakukan dapat
memberikan keuntungan atau tidak dan menghitung anggaran. Dalam penggunaannya di Rumah
Sakit ini biasanya digunakan dalam fasilitas baru yang akan dihadirkan di Rumah Sakit.
Contohnya, Mesin CT Scan yang akan didatangkan ini akan memberikan keuntungan atau tidak
dalam penggunaannya hari ini dan tahun-tahun yang akan datang.

3. Dalam pengambilan keputusan investasi setiap Rumah Sakit harus memperhatikan


risiko bisnis dan risiko keuangan.
a. Gunakan contoh, jelaskan yang dimaksud dengan kedua jenis risko tsb!
b. Bagaimana cara untuk menghindari atau mengurangi kedua risiko tsb?

Jawaban :

a. Risiko bisnis dan keuangan adalah risiko yang timbul akibat ketidakpastian target
keuangan sebuah usaha dan branding usaha yang kita miliki.
 Contoh risiko keuangan : Pengeluaran yang tidak dicatat/dibukukan maka akan
menghambat proses pertanggungjawaban laporan keuangan RS.
 Contoh risiko bisnis : Brand RS yang berhubungan dengan keuntungan bersaing
dengan RS lain.
b. Identifikasi risiko dan penilainan risiko dengan mendeskripsikan risiko yang ada dan
temukan sumber risikonya atau hal-hal yang dapat men-trigger risiko tersebut. Setelah
diidentifikasi kita bisa lakukan analisis terhadap risiko tersebut dengan memahami risiko

2
tersebut dan menentukan level risiko tersebut (tinggi, sedang, rendah). Evaluasi risiko
dan lakukan risk treatment dengan cara menghilangkan atau menekan risiko tersebut
hingga ke level terendah dan meminimalisir dampak atau kerugian yang timbul dari
insiden yang sudah terjadi.

4. Setiap manajemen berharap bahwa Rumah Sakit yang dikelolanya tidak


mengalami kebangkrutan.
a. Strategi keuangan apa yang harus dilakukan agar Rumah Sakit dalam
kondisi yang sehat?
b. Sebelum mencapai kebangkrutan, langkah-langkah apa yang harus
dilakukan agar Rumah Sakit tidak menjadi bangkrut?

Jawaban :

a. Membuat daftar value Rumah sakit dengan menentukan apa yang dibutuhkan dan apa
yang tidak dibutuhkan saat ini, lalu mengatur tujuan dengan mengetahui apa yang harus
kita lakukan untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan. Menentukan pendapatan dan
pengeluaran dengan membuat catatan keuangan. Merencanakan anggaran untuk
keperluan RS dan apa yang dibutuhkan selanjutnya. Pengeluaran kita harus kurang atau
sama dengan total pendapatan. Kembangkankan pendapatan yang dimiliki, biasanya
kita lakukan portofolio. Tambahkan fasilitas pemeriksaan dan poliklinik di RS untuk
menambah pendapatan dan menghindari kebangkrutan.
b. Melakukan analisis evaluasi dengan metode internal dan eksternal. Analisis internal
melakukan analisa strategi perusahaan yang memfokuskan pada persaingan yang
dihadapi, struktur biaya, kemampuan manajemen dalam mengendalikan biaya, dan
kualitas manajemen lainnya. Analisis internal bisa menggunakan analisis trend yaitu
menganalisa laporan keuangan yang mencakup beberapa periode tahun buku, sehingga
diperoleh informasi tentang penurunan atau kelemahan posisi kas, kekurangan modal
kerja, overinvestment dalam piutang, persediaan atau aktiva tetap, kenaikan utang dan
penundaan utang yang telah jatuh tempo. Bisa juga dengan cara analisis rasio keuangan
untuk mendapatkan gambaran tentang baik dan buruknya keadaan tentang posisi
keuangan RS. Analisis eksternal dilakukan atas data yang bersumber dari luar RS seperti

3
laporan perdagangan, statistik maupun indikator ekonomi yang dikeluarkan oleh
pemerintah ataupun swasta.
5. Rumah Sakit Semangat (RSS) untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien akan
merencanakan pengembangan RSS dengan alternatif pilihan sbb :
a. Memperluas ruang layanan pendaftaran pasien
b. Menambah ruang inap
c. Menambah ruang poli rawat jalan
Dengan menggunakan berbagai asumsi, data dan informasi yang dibutuhkan, serta
berbagai aspek penilaian. Pilih salah satu dari rencana pengembangan RSS tersebut
sehingga dapat dinyatakan layak!
Ssaudara dapat menggunakan format bebas untuk menyusun proposal
kelayakannya.

Jawaban :

Format Proposal Kelayakan Menambah Ruang Rawat Inap di RSS

Materi permasalahan
Pendahuluan
a. Latar Belakang
b. Tujuan dan sasaran
c. Ruang lingkup
Identifikasi Pasar dan Pemasaran
a. Gambaran umum prospek pasar
b. Produk
c. Analisis Peluang
d. Persaingan
e. Penetapan harga
f. Distribusi
g. Promosi
h. Strategi pemasaran
i. Analisa SWOT

4
Identifikasi teknis dan teknologi
a. Deskripsi produk
b. Peralatan medis dan tekonologi
c. Lokasi penambahan ruang rawat inap
d. Layout ruang rawat inap
e. Rancangan produk
Identifikasi Manajemen dan SDM
a. Analisis stakeholder
b. Manajemen waktu
c. Struktur organisasi
Identifikasi Ekonomi dan keuangan
a. Perkiraan modal kerja
b. Asumsi ekonomi
c. Perkiraan biaya investasi
d. Perkiraan biaya operasional
e. Perkiraan pendapatan
f. Perkiraan arus keuangan (cash flow)
Kesimpulan
a. Hasil analisa aspek kelayakan
b. Penutup

6. Management BPJS dianggap amburadul karena semakin buruk atau seretnya


pembayaran klaim rumah sakit melalui BPJS. Hal ini menyebabkan sejumlah
rumah sakit terancam bangkrut karena tunggakan biaya pasien yang melambung
tinggi dan belum terbayar. Jika memang hal ini sampai berdampak serius bagi
pihak rumah sakit tentu pemerintah harus segera menanganinya karena jelas ini
menyangkut nyawa masyarakat.
a. Bagaimana pendapat saudara tentang pernyataan tersebut?
b. Solusi apa yang dapat saudara sarankan agar pihak Rumah Sakit dan BPJS
dapat melaksanakan fungsinya dengan baik dilihat dari aspek keuangan?

5
Jawaban :

a. Menurut saya BPJS harus segara diperbaiki atau diperbarui regulasinya agar masalah
tunggakan biaya yang menumpuk dan belum terbayar dapat segera ditangani.
b. Solusi yang saya sarankan adalah membuat segmen pelanggan tertentu seperti pasien
BPJS, asuransi lain dan umum. Membatasi pasien BPJS perhari menurut saya dapat
membantu meringankan pengeluaran RS terkait barang-barang habis pakai dan obat-
obatan. Memperbanyak peluang untuk pasien-pasien dengan biaya pribadi/pasien umum
dapat meningkatkan pemasukan RS secara langsung karena pendapatan yang didapat
tidak harus menunggu pencairan dana seperti BPJS. Memperbaiki regulasi operasional
RS seperti patient flow juga dapat mengurangi pengeluaran RS dan mengevaluasi apa
yang perlu dan tidak perlu dilakukan agar penggunaan BPJS dapat optimal tidak melebihi
batas.

7. Modal kerja bagi Rumah Sakit merupakan hal yang sangat penting, sehingga perlu
dilakukan Manajemen Modal Kerja (Aktiva Lancar)
a. Pada Rumah Sakit motif menahan uang kas on Hand and Bank manakah
yang paling sering dilakukan? Jelaskan!
b. Jenis piutang yang bagaimanakah yang mendominasi di Rumah Sakit? Dan
bagaimanakah cara menyelesaikannya?

Jawaban :

a. Rumah Sakit menggunakan kedua motif menahan uang yaitu kas on Hand dan Bank. Kas
on hand maupun bank digunakan untuk pembayaran gaji karyawan, insentif, keperluan
operasional rumah sakit, pembelian bahan-bahan habis pakai, pembayaran hutang rumah
sakit dll. Kas sendiri diartikan sebagai harta paling lancar bagi perusahaan. Kas kecil
(Cash on Hand) merupakan uang kas yang ada dalam brankas perusahaan yang
digunakan untuk membayar dalam jumlah yang relatif kecil misalnya pembelian alat-alat
habis pakai, biaya transportasi dan pembayaran lain dalam jumlah yang kecil. Kas di
Bank (Cash in Bank) merupakan uang kas yang dimiliki perusahaan yang tersimpan di

6
Bank dalam bentuk giro/bilyet dan kas ini dipakai untuk pembayaran dalam jumlah yang
besar dan biasanya dalam bentuk cek.
b. Piutang di Rumah Sakit biasanya menggunakan sistem kredit. Kredit merupakan kriteria
yang dipakai Rumah Sakit untuk menyeleksi para pasien asuransi yang akan diberikan
akses untuk menunda pembayaran dari pelayanan dan berapa jumlah yang harus
diberikan. Cara menyelesaikan piutang dengan cara kredit adalah sebagai berikut : Pasien
memakai kredit  pasien diberikan pelayanan yang seharusnya  piutang  ditagihkan
ke bank yang mengeluarkan kartu kredit. Atau jika pasien menggunakan asuransi,
asuransi  piutang ditagihkan ke perusahaan asuransi.