You are on page 1of 4

Kendala-Kendala yang dihadapi dalam Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing di Kelas

X IPS 1 SMA PGRI 2 Kota Jambi pada Materi GLBB


(1)
Anjar Widaningrum
Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Jambi
Email: anjarwidaningrum26@gmail.com

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan model
pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi GLBB. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 1 SMA PGRI 2 Kota Jambi yang
seluruhnya berjumlah 25 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala-kendala yang
dihadapi dalam penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi GLBB yaitu yang
pertama kurangnya sarana dan prasarana yang memadai seperti infocus dan alat-alat untuk
melakukan praktikum. Yang kedua, kurangya motivasi dan keaktifan siswa selama proses
praktikum berlangsung.
Kata Kunci: Inkuiri terbimbing

Abstract

This study aims to determine the obstacles faced in the application of the guided inquiry learning
model in GLBB material. The research method used is a qualitative method. The subjects of this
study were students of class X IPS 1 SMA PGRI 2, Jambi City, all of which were 25 students. The
results showed that the constraints faced in applying the guided inquiry learning model in the
GLBB material were the first lack of adequate facilities and infrastructure such as infocus and tools
for practicing. The second is the lack of motivation and activeness of students during the practicum
process.
Keywords: Guided inquiry

1
dapat dimengerti. Seperti merupakan salah satu
PENDAHULUAN manusia yang beriman ilmu pengetahuan lainnya, penyebab rendahnya hasil
Pendidikan dan bertakwa kepada ilmu fisika berdasarkan belajar siswa.
merupakan kebutuhan Tuhan Yang Maha Esa, pada pengamatan Sehingga dituntut
manusia yang sangat berakhlak mulia, sehat, eksperimental dan kemampuan guru untuk
penting karena pendidikan berilmu, cakap, kreatif, pengukuran kuantitatif dapat mengupayakan
mempunyai tugas untuk mandiri, dan menjadi (Serway dan Jewett, model pembelajaran yang
menyiapkan sumber daya warga negara yang 2009). Pembelajaran tepat, sesuai dengan
manusia bagi demokratis serta fisika memiliki tujuan, tingkat perkembangan
pembangunan bangsa dan bertanggung jawab. yaitu pembelajaran yang mental siswa dan
negara. Pendidikan adalah Proses pembelajaran membekali siswa membantu siswa untuk
suatu proses bertujuan untuk melatih pengetahuan, pemahaman, mencapai kompetensi
mengembangkan semua manusia agar menjadi serta sejumlah dasar dan indikator
aspek kepribadian lebih bisa dan menjadi kemampuan untuk pembelajaran. Sejalan
manusia yang mencakup lebih baik, sehingga guru mengembangkan ilmu dengan pembelajaran
pengetahuannya, nilai dan harus dapat sedemikian pengetahuan dan tersebut menunjukkan
sikapnya, serta rupa menciptakan situasi teknologi. bahwa pendidikan terletak
keterampilannya. belajar yang Proses pembelajaran pada tanggung jawab
Pendidikan adalah usaha menyenangkan sehingga menggunakan Kurikulum guru, bagaimana
sadar dan terencana untuk siswa dapat memahami 2013 menuntut siswa pembelajaran yang
mewujudkan suasana materi pelajaran. Agar untuk aktif dalam kegiatan disampaikan dapat
belajar agar peserta didik guru dapat melaksanakan pembelajaran, sehingga dipahami oleh anak didik
secara aktif proses pembelajaran dalam proses secara benar karena
mengembangkan potensi dengan lebih baik, guru pembelajaran yang terjadi haknya siswa
dirinya. Setelah harus mempunyai adalah berpusat pada mendapatakan
mengembangkan potensi kesiapan baik mental, siswa sedangkan guru pengetahuan yang mudah
dirinya melalui proses personal dan sosial. sebagai fasilitator. Oleh dipahami dan membekas.
pendidikan diharapkan Proses belajar sebab itu, fisika Berdasarkan
memiliki kekuatan mengajar dapat merupakan sarana untuk pengalaman peneliti
spiritual, keagamaan, terselenggara secara melatih siswa dalam selama PLP di SMA PGRI
kecerdasan, akhlak efektif jika peran guru mengembangkan 2 Kota Jambi dalam
manusia, serta berjalan secara baik, pengetahuan berupa mengajar mata pelajaran
keterampilan yang sebagai pengajar maupun konsep-konsep maupun fisika di kelas X IPS 1.
diperlukan dirinya, sebagai pendidik. Dalam asas-asas yang mendorong Siswa di kelas tersebut
masyarakat, bangsa dan hal ini berkaitan dengan siswa untuk memiliki memiliki motivasi belajar
Negara. pengelolaan kelas melalui keterampilan berpikir yang rendah, hal ini
Menurut undang- peran guru dalam kritis dan kecakapan ditandai dengan peserta
undang sistem pendidikan mengelola kelas secara ilmiah dalam upaya didik tidak serius dalam
nomor 20 tahun 2003 professional diharapkan mencapai tujuan mengikuti proses
tentang fungsi dan tujuan tujuan pembelajaran dapat pembelajaran. pembelajaran, tidak
pendidikan bangsa tercapai secara optimal Dalam proses memperhatikan guru
indonesia adalah serta dapat pembelajaran, banyak ketika sedang
pendidikan nasional mengkontribusi hasil yang siswa masih menganggap menjelaskan suatu materi.
berfungsi berkualitas. fisika merupakan mata Oleh sebab itu,
mengembangkan Fisika merupakan pelajaran yang sulit dan perlunya upaya
kemampuan dan ilmu yang mempelajari membosankan, sehingga meningkatkan motivasi
membentuk watak serta benda-benda yang ada di siswa kurang berminat belajar siswa tersebut.
peradaban bangsa yang alam, kejadian-kejadian dan kurang termotivasi Upaya tersebut dapat
bermartabat dalam rangka alam serta interaksi dari dalam menerima diwujudkan dengan
mencerdaskan kehidupan benda-benda di alam pembelajaran. Kurangnya pemilihan model
bangsa, bertujuan untuk tersebut secara fisik, serta kerjasama antar siswa pembelajaran yang tepat
berkembangnya potensi mencoba merumuskannya secara positif dalam dan penggunaan media
peserta didik agar menjadi secara matematis sehingga proses pembelajaran juga
pembelajaran yang Saat penerapan suatu (2007) jumlah populasi SMA tersebut juga kurang
menarik. model pembelajaran yang kurang dari 100 lengkap, seperti tidak
Menurut Suyanti tentunya akan ada seluruh populasi dijadikan tersedianya alat-alat
(2010), pembelajaran kendala-kendala yang sampel penelitian praktikum untuk
inkuiri merupakan dihadapi baik itu sedikit semuanya. Sampel yang melakukan percobaan
pembelajaran yang ataupun banyak. Maka digunakan adalah siswa GLBB seperti tiker timer
berpusat pada siswa yang dari itu, peneliti ingin SMA PGRI 2 Kota Jambi (pewaktu ketik), trolly,
memiliki peran untuk mengetahui kendala- tepatnya pada kelas X IPS dan bidang miring.
mencari dan menemukan kendala apa saja yang 1 sebanyak 25 orang yang Sehingga peneliti
sendiri materi pe-lajaran, dihadapi dalam penerapan terdiri dari laki-laki 16 memiliki alternataif untuk
sedangkan guru berperan model pembelajaran orang dan perempuan 9 membeli tiker timer dan
sebagai fasilitator untuk inkuiri tebimbing di kelas orang. trolly serta membuat
mendorong siswa dapat X IPS 1 SMA PGRI 2 Instrumen bidang miring. Alat-alat
me-ngembangkan disiplin Kota Jambi pada materi pengumpulan data yang untuk melakukan
intelektual dan GLBB. digunakan yaitu berupa praktikum GLBB juga
keterampilan berpikir studi dokumen dan lembar terbatas sehingga harus
dengan memberikan observasi. bergantian ketika akan
pertanyaan-pertanyaan. METODE melakukan percobaan.
Inkuiri terbimbing Metode penelitian Selama proses
(guided inquiry) yang digunakan dalam HASIL DAN kegiatan praktium
merupakan model penelitian ini adalah PEMBAHASAN berlangsung tidak semua
pembelajaran yang dapat metode penelitian Kendala-kendala siswa ikut aktif dalam
melatih keterampilan deskriptif kualitatif. yang dihadapi dalam melakukan percobaan,
siswa dalam Menurut Bogdan dan penerapan model hanya beberapa orang
melaksanakan proses Taylor 1975 (dalam pembelajaran inkuiri siwa yang mau bekerja
investigasi untuk Moleong, 2014:4) yang terbimbing yaitu yang dalam kelompok.
mengumpulkan data menyatakan bahwa pertama kurangnya sarana Sedangakan siswa yang
berupa fakta dan metodologi kualitatif dan prasarana yang lain sibuk dengan hp nya
memproses fakta tersebut sebagai prosedur memadai seperti infocus masing-masing. Pada saat
sehingga siswa mampu penelitian yang dan alat-alat praktikum. mengerjakan LKS tidak
membangun kesimpulan menghasilkan data Yang kedua yaitu semua siswa juga ikut
secara mandiri guna deskriptif berupa kata- kurangnya motivasi siswa mengerjakan , hanya satu
menjawab pertanyaan atau kata tertulis atau lisan dari selama poses atau dua orang yang
permasalahan yang orang-orang dan perilaku pembelajaran berlangsung. mengerjakan LKS dalam
diajukan oleh guru yang diamati. Pada Di SMA PGRI 2 setiap kelompok, yang lain
(teacher-proposed penelitian ini, peneliti Kota Jambi hanya sibuk dengan kegiatan
research question) Bell ingin mengetahui kendala- memiliki satu buah masing-masing ada yang
dan Smetana (dalam kendala yang dihadapi infokus, sehingga ketika mengobrol, bermain hp,
Maguire dan Lindsay, dalam penerapan model akan mengajar dan lain sebagainya.
2010: 55). pembelajaran inkuiri menggunakan infokus Di kelas X IPS 1
Menurut Gulo terbimbing pada materi sangat susah bahkan bisa mata pelajaran fisika
(2002), strategi inkuiri GLBB. dibilang tidak bisa. diletakkan di jam terakhir
berarti suatu kegiatan Dalam penelitian ini Sehingga peneliti dalam atau jam ke 7 sampai jam
belajar yang melibatkan teknik pengambilan menerapkan model ke 8 yaitu dari jam 12.15
secara maksimal seluruh sampel adalah total pembelajaran inkuiri WIB sampai jam 13.45
kemampuan siswa untuk sampling. Total sampling terbimbing tidak WIB. Jam tersebut adalah
mencari dan menyelidiki adalah teknik menggunkan infocus. jam rawan hal ini
secara sistematis, kritis, pengambilan sampel Padahal infocus memiliki menyebabkan siswa
logis dan analitis sehingga dimana jumlah sampel peran yang penting yaitu kurang konsentrasi dan
dapat merumuskan sendiri sama dengan populasi untuk menampilkan video kurang fokus dalam
penemuannya dengan (sugiyono, 2007). Alasan dan gambar serta PPT. mengikuti proses
penuh percaya diri. mengambil total sampling Selain itu, alat-alat pembelajaran dikarenakan
karena menurut sugiyono praktikum yang ada di kelelahan, hal ini ditandai
dengan banyak siswa yang Moleong, L. J. 2014.
tidak memperhatikan Metode
ketika guru sedang Penelitian
Kualitatif.
menjelaskan suatu materi
Bandung: PT
di depan kelas selain itu Rosdakarya
juga ada beberapa siswa
yang tidur di kelas.
Sugiyono. 2011. Metode
Penelitian
SIMPULAN Pendidikan.
Kendala yang Bandung:
dihadapi dalam penerapan Alfabeta.
model pembelajaran
inkuiri terbimbing pada Suyanti, R.D. (2010).
materi GLBB yang Strategi
pertama yaitu kurangnya Pembelajaran
sarana dan prasarana yang Kimia.
memadai seperti infocus Yogyakarta:
dan alat-alat praktikum Graha Ilmu.
yang tidak lengkap. Yang
kedua, kurangnya motivasi
dan keaktifan siswa dalam
melakukan praktikum.

SARAN
Berdasarkan hasil
penelitian yang telah
dilakukan, peneliti
menyarankan dalam
penerapan model
pembelajaran inkuiri
terbimbing sebaiknya
sarana dan prasarana
penunjang harus memadai
agar proses pembelajaran
dapat terlaksana dengan
baik dan hasil yang
diharapkan dapat tercapai
secara maksimal.

DAFTAR PUSTAKA
Gulo, W. (2002). Strategi
Belajar
Mengajar.
Jakarta: PT
Gramedia
Widiasarana
Indonesia