You are on page 1of 2

Kesimpulan

Seorang laki-laki berusia 40 tahun datang dengan keluhan demam, dysuria, nyeri perut,

myalgia, malaise kejang dan menggigil pada pemeriksaan fisik juga di dapatkan orang tersebut

tingat kesadaranya somnolen menggigil dan berkeringat ke terdapat hepatomegali, ikterus dan

sering berkeringat. Dari hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik jelas disebutkan orang tersebut

terdapat trias malaria, meskipun dari faktor resiko tidak memiliki riwayat malaria maupun tinggal

di daerah yang endemik malaria, tentu hasil anamnesa dan pemeriksaan fisik tersebut harus di

dukung pemeriksaan penunjang gold standar malaria dengan pemeriksaan apusan darah untuk

menemukan plasmodium atau dengan pemeriksaan rapid diagnostic test (RDT).

Penatalaksanaan malaria harus dimulai dari kegiatan promotif, preventif, kuratif dan

rehabilitatif sebagai kompetensi dokter layanan primer. Kegiatan promotif yang dapat dilakukan

dengan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya malaria dan diberikan pula materi

tentang menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengumpulkan kader-kader kesehatan untuk

membantu berperan serta aktif dalam pencegahan atau dalam pemberantasan malaria, untuk

kegiatan preventif dapat dilakukan dengan menghidupkan kembali gerakan 3M dari pemerintah

pada setiap rumah masing-masing. Penatalaksanaan secara kuratif tergantung tipe atau jenis

malaria yang terdapat pada tubuh penderita, untuk malaria tipe falciparum diberikan fixed dose

combination (FDC) yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA)2-4 mg/kgBB dan piperakuin

(DHP)16-32 mg/kgBB sedangkan pada lini kedua yang tidak respon terhadap DHP dapat

diberikan Kina 10mg/kgBB dikombinasikan dengan doksisiklin 3,5mg/kgBB dan primakuin

0,75mg/kgBB. Sedangkan malaria vivax dan ovale diberikan Dihydroartemisinin (DHA)2-4

mg/kgBB dan piperakuin (DHP)16-32 mg/kgBB, pada lini kedua diberikan kina 10mg/kgBB dan

Primakuin 0,25 mg/kgBB. Kemudian dilanjutkan dengan rehabilitatif, untuk menghindari

terulangnya malaria maka harus menghindari faktor resiko yang menyebabkan timbulnya malaria.

Saran
Mahasiswa harus belajar untuk dapat berpartisipasi dan berpikir kritis,
agar pertemuan menjadi lebih baik
Mahasiswa lebih aktif dalam menanggapi pendapat anggota lain