You are on page 1of 7

BAB V

MASALAH KESEHATAN

5.1 Identifikasi Masalah


5.1.1 Curah Pendapat (Brain Storming)
Masalah yang ditemukan pada pelaksanaan Program PHBS di SDN 134/IV Thehok di
wilayah kerja Puskesmas Kebun Kopi pada tahun 2018 adalah :
Input :
1. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari hanya dilakukan apabila siswa
melihat tangannya sudah kotor
2. Kurangnya sarana untuk melakukan praktik cuci tangan pakai sabun
3. Pengetahuan siswa mengenai manfaat cuci tangan pakai sabun masih rendah
Proses :
1. Kurangnya Penyuluhan dan sosialisasi yang diberikan ke sekolah
2. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan kurang menarik
Output :
1. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari kurang dipraktikkan

5.1.2 Konfirmasi dengan data


1. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari hanya dilakukan apabila siswa
melihat tangannya sudah kotor.
Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pada siswa sebanyak 76,6 % dari 30
orang siswa yaitu 23 orang yang sadar bahwa mencuci tangan tidak hanya dilakukan
pada saat tangannya kotor saja.
2. Kurangnya Penyuluhan dan sosialisasi yang diberikan ke sekolah
Berdasarkan hasil wawancara dengan petugas promosi kesehatan didapatkan bahwa
pelaksanaan pemantauan cuci tangan pakai sabun pada sekolah-sekolah tertunda
karena pada beberapa bulan terakhir banyaknya petugas yang sibuk mengurus
akreditasi.
3. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari kurang dipraktikkan
Berdasarkan hasil kuisioner yang diberikan pada siswa sebanyak 33,3 % dari 30 orang
siswa yaitu hanya ada 10 orang yang menjawab benar mengenai langkah-langkah
mencuci tangan.
5.1.3 Pernyataan Masalah
1. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari hanya dilakukan apabila siswa
melihat tangannya sudah kotor.
2. Kurangnya Penyuluhan dan sosialisasi yang diberikan ke sekolah
3. Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari kurang dipraktikkan.
5.2 Menentukan Prioritas Masalah
Menentukan prioritas masalah menggunakan metode MCUA (Multiple Criteria Utility
Assessment) dan teknik scoring PAHO (Pan American Health Organization).Penentuan nilai
prioritas masalah dengan tabel MCUA dapat dilihat pada Tabel 5.1, serta dengan teknik
scoring PAHO dapat dilihat pada Tabel 5.1

Tabel 5. MCUA (Multiple Criteria Utility Assessment)

No
Kriteria
Pengaruh Pengaruh
Teknologi
terhadap terhadap Komitmen JUM
Masalah dan SDM
kesehatan kesehatan Politis LAH
yang dimiliki
masyarakat pasien

Bo 5 4 3 2
bot
1. Cuci tangan pakai sabun N 7 10 5 2 24
dalam kehidupan sehari- BN 35 40 15 2 82
hari hanya dilakukan
apabila siswa melihat
tangannya sudah kotor.
Kurangnya Penyuluhan N 6 8 7 5 26
2. dan sosialisasi yang BN 30 32 21 10 93
diberikan ke sekolah
Cuci tangan pakai sabun N 8 10 7 2 27
3. dalam kehidupan sehari- BN 40 40 21 4 105
hari kurang dipraktikkan.
Keterangan:
B= Bobot
N= Nilai
BN = Bobot x Nilai = Skor (S),
Bobot ditentukan 1-5, Nilai ditentukan 1-10
Tabel 5.2 Tabel Teknik Scoring PAHO Penentuan Prioritas Masalah

NO MASALAH M S V C Total

1. Cuci tangan pakai sabun dalam


kehidupan sehari-hari hanya dilakukan 5 5 2 2 100
apabila siswa melihat tangannya sudah
kotor.
2.
Kurangnya Penyuluhan dan sosialisasi 5 4 2 3 120
yang diberikan ke sekolah
3. Cuci tangan pakai sabun dalam
kehidupan sehari-hari kurang 5 5 2 3 150
dipraktikkan.
Keterangan :

M (Magnitude) : luasnya masalah

S (Severity) : beratnya kerugian yang timbul

V (Vulnerability) : ketersediaan tekhnologi

C (Community Concern) : perhatian masyarakat dan politisi

Nilai 1 = tidak ada hubungan Nilai 4 = hubungan erat

Nilai 2 = hubungan lemah Nilai 5 = hubungan sangat erat

Nilai 3 = hubungan cukup

Tabel 5.3 Penentuan prioritas masalah dengan metode USG

No. Masalah U S G Total


1. Cuci tangan pakai sabun dalam 4 4 2 10
kehidupan sehari-hari hanya
dilakukan apabila siswa
melihat tangannya sudah kotor.
2. Kurangnya Penyuluhan dan 4 4 2 10
sosialisasi yang diberikan ke
sekolah
3. Cuci tangan pakai sabun dalam 4 4 3 11
kehidupan sehari-hari kurang
dipraktikkan.
Keterangan :
a. U (Urgency) : Beratnya masalah
b. S (Seriousness) : Keseriusan masalah
c. G(Growth) : Potensi perkembangan masalah
Skor ditentukan 1-5 dan skor kolom Total : U+S+G

Dari hasil tabel MCUA, PAHO dan USG diatas, maka diperoleh masalah yang
prioritas masalah adalah : “Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari kurang
dipraktikkan.”.
5.3.1 Diagram Alur (Flow Chart)

Petugas membawa
surat tugas dari
puskesmas

Memberikan surat YA Petugas


ke sekolah menjelaskan
maksud dan tujuan
TIDAK kedatangan

Petugas berkonsultasi Petugas kembali ke


dengan kepala puskesmas Mengumpulkan
puskesmas siswa kelas VI
SDN 134 Thehok
di ruang kelas

Petugas memberikan
informasi kesehatan
tentang CTPS di
sekolah

Pencatatan dan
Dokumentasi

Pulang

Gambar 5.1 Diagram Alur Kegiatan

Diagram alur ini dibuat untuk mengkaji kembali tahapan kegiatan yang dilakukan
selama ini dalam melakukan kegiatan yang menjadi masalah. Berikut alur kegiatan dalam
pelaksanaan kegiatan.
Sebelum membuat Bagan Tulang Ikan, berdasarkan simpul kegiatan yang rawan diatas dapat
dicari siapa-siapa yang terkait pada kegiatan tersebut. Tujuannya yaitu mencari hal-hal yang
terkait Cuci tangan pakai sabun dalam kehidupan sehari-hari yang masih rendah hanya 33,3
% di SDN 134/IV Thehok untuk mengungkapkannya dan selanjutnya ikut memecahkan
masalah, selanjutnya dilakukan curah pendapat untuk menggali penyebab masalah.
5.3.2 Identifikasi Penyebab Masalah dengan Diagram Tulang Ikan (Fish Bone)
Untuk menanggulangi suatu masalah, harus diketahui terlebih dahulu sebab terjadinya
masalah tersebut. Salah satu caranya dengan menggunakan diagram tulang ikan (Fish Bone)
atau diagram sebab akibat. Alat bantu ini dapat ;
- Melakukan identifikasi sebab-sebab dari suatu masalah.
- Sangat efektif untuk membantu tim dalam mencari akar penyebab suatu masalah.
- Sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi dan memperagakan sebab-sebab masalah.
Dalam mencari faktor-faktor penyebab masalah dominan dalam permasalahan ini,
maka digunakan diagram Fish Bone :

Manusia
Material/bahan

Fasilitas
CTPS kurang
Siswa menjadi
malas CTPS

Dana yang
kurang Kurangnya Cuci tangan
dana pengetahuan
mengenai CTPS
pakai sabun
dalam
kehidupan
Tidak ada Penyuluhan sehari-hari
masalah. kurang kurang
dipraktikkan
Petugas sibuk hanya 33,3 %

Petugas
memegang >1
program

Lingkungan Proses

Gambar 5.2 Diagram Fish Bone


5.3.3 Mencari Dukungan Data untuk Membuktikan Penyebab Paling Mungkin
menjadi Akar Penyebab

Dukungan data berguna untuk membuktikan penyebab paling mungkin yang menjadi
akar penyebab masalah.
1. Faktor manusia
 Siswa malas menjalankan cuci tangan pakai sabun dikarenakan kurangnya
pengetahuan siswa tersebut mengenai cuci tangan pakai sabun.
2. Faktor bahan/material
 Kurangnya dana menyebabkan kurangnya fasilitas CTPS di sekolah
4. Proses
 Kurangnya penyuluhan mengenai pentingnya penerapan CTPS disekolah
mengakibatkan perilaku siswa untuk menerapkan CTPS masih rendah.
4. Lingkungan
 Tidak ada masalah pada lingkungan.

5.3.4 Menentukan Penyebab Masalah Dominan


Dari beberapa akar penyebab, dicari penyebab yang paling dominan artinya dengan
menangulangi penyebab yang paling dominan, sebagian besar masalah sudah dapat
dipecahkan. Karena itu, dilakukan urutan dominan (pentingnya) dengan cara diskusi, adu
argumentasi dan justifikasi antar anggota tim pemecah masalah untuk menentukan penyebab
yang paling dominan dan didapatkan hasil bahwa penyebab yang paling dominan yaitu
kurangnya penyuluhan dari petugas Puskesmas mengenai cara dan langkah cuci tangan pakai
sabun.