Вы находитесь на странице: 1из 23

ASURANSI

A. Pengertian Asuransi

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, di mana penanggung mengikatkan


diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan penggaantian kepadanya
karena suatu kerugian, kerusakan,atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang
mungkin terjadi karena suatu peristiwa tak tertentu1.

Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih,di mana pihak
penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,dengan menerima premi asuransi,untuk
memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian,kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan,atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin
akan di derita tertanggung,yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti,atau untuk
memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang
yang dipertanggungkan2

Asuransi merupakan suatu lembaga keuangan karena melalui asuransi dapat dihimpun
dana besar,yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan,di samping bermanfaat
bagi masyarakat yang berpartisipasi dalam bisnis asuransi,serta asuransi bertujuan
memberikan perlindungan atau proteksi atas kerugian keuangan (financial loss),yang
ditimbulkan oleh peristiwa yang tidak diduga sebelumnya (fortuitious event)3

B. Perkembangan Asuransi

Asal mula kegiatan asuransi yang dijalankan di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi
yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. Sedangkan Peraturan Pemerintah
Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976 dengan
keluarnya Surat Keputusan Menteri Keuangan pada waktu itu.

Kemudian Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1136/KMK/IV/1978 Tentang


Penetapan Besarnya Cadangan Premi dan Biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
Selanjutnya keluar Keputusan Menteri Keuangan Nomor 1249/KMK.013/1988 Tanggal 20

1
Menurut Kitab UU Hukum Dagang
2
UU No.2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian
3
Menurut paham ekonomi
Desember 1988 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian
dan Nomor 1250/KMK.013/1988 Tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.

Peraturan Menteri Keuangan ini kemudian tidak berlaku lagi dengan keluarnya Undang-
Undang Nomor 2 tahun 1992 Tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan
Pemerintah Nomor 73 Tahun 1992 Tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.Di
samping kedua perundang-undangan dan peraturan tersebut dasar acuan pembinaan dan
pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan kepada Keputusan Menteri
Keuangan Nomor :

 223/KMK.017/1993 Tanggal 26 Februari 1993 Tentang Izin Perusahaan Asuransi dan


Reasuransi.
 224/KMK.017/1993 Tanggal 26 Februari 1993 Tentang Kesehatan Keuangan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.
 225/KMK.017/1993 Tanggal 26 Februari 1993 Tentang Penyelenggara Usaha Asuransi
dan Perusahaan Reasuransi.
 226/KMK.017/1993 Tanggal 26 Februari 1993 Tentang Perizinan dan Penyelenggaraan
Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi.

C. Manfaat Asuransi

Pada dasarnya asuransi dapat memberikan manfaat bagi tertanggung, antara lain:

a. Rasa aman dan perlindungan


Polis asuransi yang dimiliki oleh tertanggung akan memberikan rasa aman dari
risiko atau kerugian yang mungkin timbul.Kalau risiko atau kerugian benar-benar
terjadi,pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau
ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.
b. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil
Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukan nilai
pertanggungan dan premi harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik
dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam
asuransi tersebut.Semakin besar nilai pertanggungan semakin besar pula premi
periodik yang harus dibayar tertanggung.
c. Polis asuransi dapat dijadikan sebagai jaminan untuk memperoleh kredit.
d. Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan
Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan
tabungan.Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang
dibayarkan dan juga bonus.
e. Alat penyebaran resiko
Risiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga pada
penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai
pertanggungan.
f. Membantu meningkatkan kegiatan usaha
Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan risiko kerugian yang
bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian,kebakaran,kecelakaan).

D. Resiko Asuransi

Resiko adalah kemungkinan kerugian yang akan ditanggung, bahaya yang mungkin
akan terjadi, tetapi tidak diketahui apakah akan terjadi dan kapan. Besar kecilnya suatu resiko
merupakan salah satu pertimbangan besarnya premi asuransi yang harus dibayar. Dalam
praktiknya resiko-resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi
adalah :

a. Resiko Murni: Resiko yang diderita sepenuhnya apabila menimpa suatu objek, yang
menderita kerugian adalah pemilik objek. Contoh : rumah mungkin akan
terbakar,terjadi kecelakaan.
b. Resiko Spekulatif: Mengandung unsur memperoleh keuntungan, pas-pasan atau
kerugian, resiko ditanggung oleh yang berspekulasi.
c. Resiko Fundamental: Risiko yang tidak bisa dilimpahkan kepada seseorang dan
yang menderita bukan seseorang atau beberapa orang saja, risiko ini menimpa orang
banyak dan tidak dapat disalahkan kepada satu orang/beberapa orang sebagai
penyebabnya.
d. Resiko Khusus: Risiko yang bersumber dari peristiwa-peristiwa yang sifatnya
mandiri, risiko dapat diketahui dan ditentukan penyebabnya.
e. Resiko Dinamis: Risiko yang timbul karena perkembangan dan kemajuan
masyarakat dibidang ekonomi, ilmu dan teknologi.
f. Resiko Statis: Risiko yang tetap ada walaupun tidak ada perkembangan atau
kemajuan masyarakat dibidang ekonomi, ilmu dan teknologi.
g. Resiko Terhadap Benda: Risiko yang menimpa benda tersebut, seperti rumah
terbakar, mobil terbakar.
h. Resiko Terhadap Manusia: Risiko yang menimpa manusia seperti risiko hari tua.

Cara menangani resiko :

 Menghindari resiko
Perlu mempertimbangkan resiko yang mungkin muncul dari aktivitas yang akan
dilakukan dengan cara menarik diri dari kegiatan tersebut.
 Mengurangi resiko
Mengambil tindakan yang bersifat meminimalisasi kemungkinan terjadinya risiko
kerugian.
 Menahan resiko
Tidak melakukan apa-apa terhadap resiko tersebut.
 Membagi resiko
Melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi resiko.
 Mentransfer resiko
Memindahkan resiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia atau mampu
memikul beban resiko.

E. Prinsip-prinsip asuransi

Setiap perjanjian dilakukan mengandung prinsip-prinsip asuransi. Tujuannya adalah


untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara pihak perusahaan
asuransi dengan pihak nasabahnya.

Prinsip-prinsip asuransi sebagai berikut :

a. Insurable Interest merupakan hak berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan


suatu resiko berkaitan dengan keuangan,yang diakui sah secara hukum antara
tertanggung dan suatu yang dipertanggungkan dan dapat menimbulkan hak dan
kewajiban keuangan secara hukum.Ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi agar
memenuhi kriteria insurable interest :
 Kerugian tidak dapat diperkirakan
Misalnya kebakaran rumah,terbakarnya rumah tidak dapat ditentukan
sebelumnya mengenai waktu terjadinya dan penyebabnya.
 Kewajaran
Resiko yang dipertanggungkan dalam asuransi adalah benda atau harta yang
memilki nilai material baik bagi penanggung maupun tertanggung.
 Catastrophic
Resiko yang mungkin terjadi haruslah tidak menimbulkan suatu kemungkinan
rugi yang sangat besar,yaitu jika sebagian besar pertanggungan kemungkinan
akan mengalami kerugian pada waktu yang bersamaan.
 Homogen
Benda atau harta yang akan dipertanggungkan harus homogen,yang berarti
banyak barang yang serupa atau sejenis.
b. Utmost Good Faith (itikad baik) dalam penetapan setiap kontrak haruslah didasarkan
kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi
baik materil maupun immateril. Kewajiban kedua belah pihak untuk
mengungkapkan fakta disebut duty of disclosure. Faktor-faktor yang melanggar
prinsip duty of disclosure adalah :
 Nondisclosure. Adanya data-data penting yang tidak diungkapkan sehingga
menyalahi utmost good faith.
 Concealment. Secara sengaja melakukan kebohongan dan tidak
mengungkapkan fakta penting.
 Fraudulent misrepresentation. Sengaja memberikan gambaran yang tidak
cocok dengan kondisi riil.
 Innocent Misrepresentation. Secara tidak sengaja memberi gambaran yang
salah dan memiliki pengaruh besar dalam proses akuntansi.
c. Indemnity (ganti rugi) artinya mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah
terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian tersebut.Dalam hal
ini tidak berlaku bagi kontrak asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan karena prinsip
ini didasarkan kepada kerugian yang bersifat keuangan.Indemnity dapat dilakukan
dengan beberapa cara : pembayaran tunai,penggantian,perbaikan,dan pembangunan
kembali.
d. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif,efisien yang mengakibatkan terjadinya
suatu peristiwa secara berantai atau berurutan dan intervensi kekuatan lain,diawali
dan bekerja dengan aktif dari suatu sumber baru dan independen.
e. Subrogation merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada
tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan
asuransinya mengalami suatu peristiwa kerugian.Artinya dengan prinsip ini
penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang benar-benar
dideritanya.
f. Contribution suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung-
penanggung lain yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut serta bersama
membayar ganti rugi kepada seseorang tertanggung,meskipun jumlah tanggungan
masing-masing penanggung belum tentu sama besarnya.

F. Polis Asuransi

Bukti tertulis atau surat perjanjian antara pihak-pihak yang mengadakan perjanjian.
Menurut pasal 255 KUHD pembuatan persetujuan mewajibkan penanggung untuk
menandatangani polis dan menyerahkannya kepada tertanggung pada jangka waktu tertentu.
Walaupun yang menandatangani hanya penanggung tetapi juga mengikat tertanggung. Fungsi
polis:

a. Perjanjian pertanggungan.
b. Sebagai bukti jaminan dari penanggung kepada tertanggung untuk mengganti
kerugian yang mungkin dialami tertanggung.
c. Sebagai pembayaran premi asuransi oleh tertanggung kepada penanggung sebagai
balas jasa atas jaminan penanggung.

Macam-macam polis:

a. Polis perjalanan: menjamin barang unsureable interest selama perjalanan sampai


ditempat.
b. Polis pelabuhan: menanggung risiko yang mungkin menimpa kapal selama
dipelabuhan.
c. Polis waktu: pertanggungan yang berlaku selama jangka waktu tertentu.
d. Polis veem: menanggung barang selama berada di gudang dari kemungkinan risiko
rusak, terbakar, atau hilang.

Polis asuransi memuat hal-hal sebagai berikut :

 Nomor polis
 Nama dan alamat tertanggung
 Uraian resiko
 Jumlah pertanggungan
 Jangka waktu pertanggungan
 Besar premi,bea materai,dan lain-lain
 Bahaya-bahaya yang dijaminkan
 Khusus untuk polis pertanggungan kendaraan bermotor ditambah dengan nomor
polisi,nomor rangka (chasis),dan nomor mesin kendaraan.

G. Premi Asuransi

Premi adalah sesuatu yang diberikan sebagai hadiah atau derma, atau sesuatu yang
dibayarkan ekstra sebagai pendorong atau perancang atau sebagai pembayaran bahan. Dalam
asuransi, premi adalah:

a. Imbalan jasa atas jaminan dari penanggung kepada tertanggung sebagai ganti rugi
yang diderita tertanggung.
b. Imbalan jasa atas jaminan perlindungan yang diberikan oleh penanggung kepada
tertanggung berupa uang (benefit).

Klaim adalah bentuk ganti rugi yang diberikan oleh penanggung kepada
tertangggung. Kemampuan penanggung untuk membayar klaim merupakan pertimbangan
bagi tertanggung pada saat menutup asuransi.

Macam-macam premi:

a. Premi Dasar: premi yang dibebankan kepada tertanggung pada saat pengeluaran
polis.
b. Premi Tambahan: premi yang didapatkan bila terjadi perubahan dana atau tambahan
data tentang interest hal ini dapat menyebabkan tambahan premi.
c. Redukasi Premi: pengurangan jumlah premi karena biaya yang dikeluarkan dalam
jasa pelayanan premi cukup banyak.
d. Tarif Kompeni: tarif yang digunakan oleh para anggota dari gabungan perusahaan
asuransi pada saat penutupan asuransi.
e. Tarif Non-Kompeni: tarif yang digunakan dalam menentukan besarnya premi bukan
tariff yang disusun oleh gabungan tetapi yang ditentukan oleh penanggung untuk
asuransinya.

Faktor penentu besarnya premi:

a. Jenis barang yang diasuransikan.


b. Kondisi pertanggungan dan lamanya pertanggungan.
c. Macam kapal yang mengangkut barang.
d. Cara penimbunan dikapal.

H. Objek Asuransi

Kepentingan yang menjadi penyebab diadakannya perjanjian asuransi oleh penanggung


dan tertanggung.

a. Syarat objek asuransi


 Objek harus layak diasuransikan (insurable)
Objek yang diasuransikan adalah kepentingan tertanggung atas barang,
sedangkan barang hanya sebagai wujud dari kepentingan supaya dapat dinilai
dengan uang.
 Syarat agar mempunyai kepentingan:
- Memperoleh keuntungan apabila barang itu selamat.
- Memperoleh kerugian apabila barang itu rusak.
- Dapat dibebani tanggung jawab atas barang itu.
 Objek harus mempunyai nilai uang
Memiliki nilai uang merupakan salah satu syarat pertanggungan, premi
asuransi dan ganti rugi bila kepentingan kerugian/kerusakan.
 Objek harus legal
Barang yang harus disetujui oleh UU memiliki kekuatan hokum atau barang
legal.
b. Subjek asuransi
Subjeknya adalah pihak-pihak yang bertindak aktif untuk melaksanakan perjanjian
itu, pihak-pihak itu adalah penanggung dan tertanggung.
 Asuransi kredit
1. Pengertian asuransi kredit
Asuransi yang memberikan pelayanan kepada tertanggung dalam hal ini
pemberi kredit, misalnya bank. Apabila kredit yang diberikan bank kepada
nasabahnya mengalami kemacetan, dalam hal ini yang ditanggung oleh
penanggung adalah risiko kredit dari nasabah.
2. Tujuan asuransi kredit.
Bertujuan melindungi pemberi kredit dari kemungkinan tidak diperolehnya
kembali kredit yang diberikan kepada nasabah, juga membantu
kegiatan/pengarahan dan keamanan perkreditan, baik kredit perbankan
maupun kredit lainnya diluar perbankan.
3. Tata Cara Penutupan Asuransi Kredit
Bank memberitahukan kepada perusahaan asuransi bahwa akan dilaksanakan
penutupan pertanggungan untuk kepentingan barang jaminan
nasabahnya.Pihak asuransi segera melakukan survey on the spot ke lokasi
objek pertanggungan untuk melihat keadaan barang yang akan
diasuransikan.Tahap berikutnya pihak asuransi membuatkan cover note. Atas
dasar cover note ini dibuatkan polis sesuai dengan bahaya yang
dipertanggungkan,maupun luas pertanggungannya (extended coverage),resiko
yang diminta,jangka waktu,dan persyaratan-persyaratan lain yang dianggap
perlu.
4. Ketentuan Bank (Banker’s Clause)
Apabila jaminan kredit (agunan) diasuransikan oleh bank,maka bank berhak
meminta agar pada polis atas pertanggungan asuransi jaminan kredit tersebut
ditutup dengan persyaratan Banker’s Clause yang berarti setiap ganti rugi yang
diberikan penanggung kepada tertanggung harus diterimakan lebih dahulu
kepada pihak bank.Jika ada jumlah yang tersisa dapat diserahkan kepada
debitur.Berdasarkan hal itu,telah ada kata sepakat antara bank dan tertanggung
bahwa jika terjadi kehilangan atau kerusakan pada yang
dipertanggungkan,pembayaran kerugian akan diurus bank kepada
penanggung.Dalam hal asuransi jaminan kredit,maka yang harus diasuransikan
dengan syarat banker’s clause adalah sebesar 150% dari jumlah kredit yang
diterima.Apabila jaminan debitur melebihi jumlah kredit yang diterimanya,
maka bank dapat menganjurkan agar sisanya diasuransikan juga. Akan tetapi
jumlah sisa ini tidak wajib dilekati dengan Banker’s Clause.

I. Jenis-jenis Asuransi
1. Dilihat dari sifat pelaksanaannya
a) Asuransi sukarela
Asuransi yang sifatnya sukarela dan semata-mata dilakukan atas kesadaran
seseorang akan kemungkinan terjadinya resiko kerugian atas sesuatu yang
dipertanggungkan, misalnya: asuransi kecelakaan, asuransi kebakaran, asuransi
kendaraan bermotor.
b) Asuransi wajib
Asuransi yang sifatnya wajib dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang
pelaksanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang
ditetapkan pemerintah,misalnya : asuransi tenaga kerja,asuransi kecelakaan.
2. Dilihat dari segi fungsinya4
a) Asuransi Kerugian (non life insurance)
Asuransi kerugian yaitu usaha memberikan jasa untuk menanggulangi suatu resiko
atas kerugian, kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti.
Pada umumnya dunia perbankan menggunakan beberapa jenis asuransi jaminan
kredit, dan yang sering dipakai antara lain:
 Asuransi Kebakaran
Dalam asuransi kebakaran, kerugian yang dapat ditanggung meliputi,kebakaran
disebabkan oleh api sendiri, kealpaan, kesalahan pada pembantu, karena
tetangga,karena kebakaran sekitarnya (langsung maupun tidak langsung),
kerusakan atau kerugian akibat air atau obat pemadam kebakaran ketika
kebakaran terjadi, kehilangan dan kerugian barang-barang ketika
kebakaran,akibat sambaran petir.

4
Menurut UU No.2 Tahun 1992
Syarat- syarat asuransi untuk si tertanggung :

- Tertanggung sudah dewasa, normal, dan mampu membuat perjanjian.


- Barang-barang yang ditanggung harus ada, si tertanggung betul-betul
berkepentingan.
- Bersedia membayar premi sesuai dengan ketentuan.
- Keterangan yang benar mengenai harga, letak, sifat, jenis, dan
sebagainya.
- Karena kesalahan sendiri tidak diberi ganti rugi.
 Asuransi pengangkutan
Pada dasarnya asuransi pengangkutan dibedakan menjadi dua yakni:
- Pengangkutan Laut: asuransi atas kapal sendiri (marine hull) dalam asuransi
laut, barang-barang yang diasuransikan:
 Kapal
 Muatan kapal (marine cargo) yaitu barang, ongkos, angkut, dan
keuntungan yang diuperhitungkan.
- Pengangkutan Udara: dalam asuransi udara, barang-barang yang
diasuransikan adala:
 Pesawat terbang
 Asuransi atas barang-barang angkutan institute air cargo clause all
risk).
 Asuransi kendaraan bermotor
Yang biasanya diasuransikan atas kendaraan bermotor adalah akibat benturan,
tabrakan, terbalik, tergelincir dari jalan, risiko pencurian sebagian /
keseluruhan.Dalam hal terjadi suatu kecelakaan atau kecurian terhadap
kendaraan bermotor yang diasuransikan, maka pihak tertanggung wajib
melaksanakan langkah-langkah berikut dibawah ini agar proses penyelesaian
klaim dapat terlaksana dengan baik.
1. Pelaporan Klaim
a. Laporan tentang kecelakaan atau kecurian harus disampaikan kepada
perusahaan asuransi secepatnya, maksimum 3×24 jam setelah terjadinya
kecelakaan atau kecurian.
b. Untuk kejadian yang terjadi diluar kota Jakarta, tertanggung dapat
melapor kepada kantor perwakilan atau cabang perusahaan asuransi
terdekat yang ada dikota anda.
2. Perbaikan Kendaraan
a. Segera mengirimkan kendaraan yang bersangkutan kepada salah satu
bengkel rekanan perusahaan asuransi.
b. Untuk kejadian yang terjadi diluar kota Jakarta dimana tidak terdapat
bengkel rekanan, maka tertanggung dapat memasukkan kepada bengkel
yang dipilih, namun tidak menginstruksikan bengkel untuk melakukan
perbaikan sebelum ada persetujuan dari perusahaan asuransi. Untuk itu
estimasi biaya perbaikan harus dikirimkan terlebih dahulu dari pihak
bengkel tersebut kepada perusahaan asuransi.
c. Perusahaan asuransi harus diberi kesempatan untuk survey atau
memeriksa bagian kendaraan yang rusak atau hilang sebelum dilakukan
perbaikan.
d. Mengisi dan melengkapi dokumen klaim sbb:
 Formulir Klaim diisi lengkap
 Fotokopi SIM & STNK
 Surat Keterangan Polisi (untuk klaim kehilangan)
3. Klaim yang Melibatkan Pihak Ketiga
 Melibatkan Kendaraan Pihak Ketiga
a. Apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan pihak ketiga, Tertanggung
jangan mengakui atau membuat pernyataan mengambil alih tanggung
jawab atas kejadian kecelakaan sebelum terlebih dahulu mendapat ijin
dari perusahaan asuransi.
b. Apabila ada tuntutan perbaikan dari pihak ketiga, maka surat tuntutan
yang ditujukan kepada Tertanggung harap dikirimkan ke perusahaan
asuransi dengan fax terlebih dahulu, disertai surat laporan kepolisian atas
kejadian kecelakaan, apabila dianggap perlu.
c. Perusahaan asuransi setelah mempelajari kejadian kecelakaan dan
semua dokumen yang ada, akan menginstruksikan mobil pihak ketiga
untuk masuk bengkel rekanan, apabila memang jelas-jelas kesalahan
berada di pihak tertanggung.
d. Perusahaan asuransi harus diberikan kesempatan untuk melakukan
survey atau memeriksa bagian kendaraan yang rusak sebelum dilakukan
perbaikan..
e. Mengisi dan melengkapi dokumen klaim sbb:
 Formulir Klaim
 Fotokopi SIM & STNK Tertanggung
 Fotokopi SIM & STNK Pihak Ketiga
 Surat Tuntutan Pihak Ketiga
 Surat Keterangan Polisi
 Surat Pernyataan tidak berasuransi ( Pihak Ketiga )
 Estimasi Bengkel Rekanan
 Melibatkan Korban Pihak Ketiga (selain kendaraan)
a. Apabila terjadi kecelakaan yang melibatkan korban pihak ketiga,
Tertanggung jangan mengakui atau membuat pernyataan mengambil
alih tanggung jawab atas kejadian kecelakaan sebelum terlebih dahulu
mendapat ijin dari perusahaan asuransi.
b. Apabila ada tuntutan perbaikan dari pihak ketiga, maka surat tuntutan
yang ditujukan kepada Tertanggung harap dikirimkan ke perusahaan
asuransi dengan fax terlebih dahulu, disertai surat laporan kepolisian
atas kejadian kecelakaan, apabila dianggap perlu.
c. Perusahaan asuransi setelah mempelajari kejadian kecelakaan dan
semua dokumen yang ada, akan memutuskan apakah tertanggung
secara hukum bertanggung jawab.
d. Menyerahkan seluruh kwitansi asli untuk biaya pengobatan maupun
biaya duka, atau biaya perbaikan harta benda yang sudah diterima oleh
pihak korban, termasuk dokumen pendukung klaim lainnya ke
perusahaan asuransi.
e. Menyerahkan surat pernyataan penyelesaian damai dari pihak korban
atau keluarganya yang menyatakan tidak ada tuntutan lagi dari pihak
siapapun untuk dikemudian hari atas akibat kejadian kecelakaan
tersebut.
4. Klaim Total Loss / Pencurian
Dalam hal terjadi kerugian Total Loss atau Pencurian kendaraan
bermotor,perusahaan asuransi akan melakukan atau menunjuk pihak lain
(surveyor) untuk melakukan pemeriksaan dan wawancara perihal peristiwa
tersebut.Dokumen klaim yang diperlukan, sbb:
 Formulir Klaim
 Fotokopi SIM & STNK
 Surat Keterangan Polisi
 Survey Lokasi & Wawancara
 Surat Tuntutan ke Pihak Ketiga
 Surat Blokir STNK
 Asuransi kebongkaran
Adalah asuransi atas pembongkaran dengan merusak bangunan, seperti pintu,
jendela, loteng, penggunaan kunci palsudan sebagainya. Kerusakan-kerusakan
tersebut bisa diasuransikan melalui asuransi pengangkutan.
b) Asuransi Jiwa (life insurance)
Asuransi jiwa merupakan suatu jasa yang diberikan perusahaan asuransi dalam
penanggulangan risiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang
yang dipertanggungkan. Asuransi jiwa memberikan :
 Dukungan bagi pihak yang selamat dari suatu kecelakaan
 Santunan bagi tertanggung yang meninggal
 Bantuan untuk menghindari kerugian yang disebabkan oleh meninggalnya
orang
 Penghimpunan dana untuk persiapan pensiun
Perbedaan pokok antara berbagai jenis polis asuransi jiwa terletak pada jangka
waktu, keuntungan, dan fleksibilitasnya. Dibawah ini akan dijelaskan beberapa
polis yang termasuk dalam asuransi jiwa :
 Term Insurance (asuransi berjangka)
Merupakan polis untuk asuransi yang mewajibkan penanggung untuk
membayar jumlah nominal polis apabila pihak tertanggung meninggal dalam
suatau periode tertentu. Apabila pihak tertanggung tetap hidup sampai
dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam polis, maka kontrak berakhir
tanpa nilai. Bentuk umum asuransi berjangka adalah level term insurance,
dimana jumlah pembayaran premi tetap sama (konstan) selama periode
berjalan.
Di samping itu terdapat juga bentuk decreasing term insurance: di mana
jumlah nominal polisnya berkurang secara periode, increasing term
insurance: polis yang memberikan pertanggungan yang mengalami
pertanggungan secara periodik.
 Endowment Insurance (Asuransi Tabungan)
Suatu jenis polis asuransi yang mewajibkan pihak penanggung membayar
sejumlah uang kepada pihak tertanggung atau pihak keluarga tertanggung
(beneficiary) apabila pihak tertanggung tetap hidup selama periode
pertanggungan. Dengan demikian premi jenis pertanggungan seperti ini
lebih tinggi dibandingkan dengan harga polis asuransi berjangka.
Asuransi jenis ini dapat digunakan sebagai tabungan yang dilindungi
dengan asuransi jiwa.
 Whole Life Insurance (Asuransi Seumur Hidup)
Whole life Insurance atau asuransi seumur hidup juga dikenal sebagai
asuransi nilai tunai atau asuransi nilai permanen. Asuransi jenis ini
menawarkan pertanggungan selama hidup tertanggung. Polis asuransi ini
juga dipandang sebagai jenis endowment insurance dengan maturitas 100
tahun, hal ini karena polis asuransi membayarkan sejumalah uang sebesar
nilai polis pada para tertanggung yang telah mencapai umur 100 tahun.
 Annuity Contract ( Anuitas)
Merupakan jenis polis yang menyediakan pemasukan secara periodic dan
teratur bagi pihak tertanggung untuk suatu periode tertentu. Annuity
contract yang menyediakan pendapatan seumur hidup (life annuity
contract). Polis jenis ini dapat dibeli dengan pembayaran premi secara
periodic (bulanan atau tahunan) dengan premi yang fleksibel (yaitu dalam
jumlah berapa saja dan untuk waktu kapan saja) atau dengan premi
tunggal. Umumnya pihak tertanggung menggunakan premi periodic untuk
membeli annuity dengan tujuan persiapan masa pensiun.
Asuransi jiwa berakhir karena :
 Terjadi evenemen yaitu meninggalnya tertanggung.Maka penanggung
berkewajiban membayar uang santunan kepada penikmat yang ditunjuk
oleh tertanggung atau kepada ahli waris.
 Jangka waktu berakhir.Sejak jangka waktu berlaku asuransi habis
diikuti dengan pengembalian sejumlah uang kepada tertanggung.
 Asuransi gugur.
 Asuransi dibatalkan.Asuransi berakhir karena pembatalan sebelum
jangka waktu berakhir.Pembatalan tersebut dapat terjadi karena
tertanggung tidak melanjutkan pembayaran premi sesuai dengan
perjanjian atau karena permohonan sendiri.
 Disability Insurance (Asuransi Kecacatan)
Asuransi ini memberi perlindungan terhadap aliran pendapatan bila pihak
tertanggung mengalami cacat tubuh sehingga tidak bisa bekerja.
 Asuransi Kesehatan
Asuransi yang memberi proteksi terhadap biaya kesehatan atau perawatan
para anggota asuransi jika jatuh sakit atau kecelakaan. Untuk itu perusahaan
asuransi mengatasi tingginya biaya kesehatan dengan cara :
1) Membiayai pengeluaran kesehatan yang besar,sedangkan biaya
kesehatan lainnya dibiayai oleh perusahaan tempat bekerja.
2) Bekerja sama dengan penyedia kesehatan, misalnya HMO (Health
Maintanance Organizations) dengan membayar sejumlah dana tertentu
yang tetap bagi tiap peserta untuk menyediakan jasa kesehatan bagi
pelanggan asuransi.

Perusahaan yang menyelenggarakan asuransi kesehatan seperti : PT Askes


Indonesia yang menyelenggarakan asuransi kesehatan terutama kepada PNS
atau Non Sipil dengan menjamin anak-anak mereka hingga umur 21
tahun,para pensiunan istri atau suami seumur hidup.Dan ada juga
menyediakan asuransi kepada warga berpenghasilan rendah yang disebut
Jamkesmas yang dibiayai oleh APBN.
Pada tahun 2010, sekitar 237 juta penduduk Indonesia memiliki asuransi
kesehatan disediakan baik oleh PT Askes Indonesia,PT Jamsostek,PT Asabri
maupen lewat program Jamkesmas.
c. Reasuransi (reinsurance)
Merupakan perusahaan yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang
terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian.Pihak tertanggung
disebut ceding company sedangkan penanggung disebut reasuradur.
Fungsi reasuransi :
 Meningkatkan kapasitas akseptasi. Dengan melakukan reasuransi, pemasukan
asuransi dapat memperbesar jumlah nilai pertanggungan.
 Alat penyebaran resiko. Denagn adanya mekanisme penyebaran resiko ini maka
akan tertanggulangi adanya kemungkinan kerugian dalam jumlah yang sangat
besar yang tidak mungkin ditanggung sendiri.
 Meningkatkan stabilitas usaha. Denagn penyebaran resiko ke perusahaan
asuransi lain maka kekhawatiran akan adanya kegagalan usaha akan semakin
kecil.
 Meningkatkan kepercayaan. Reasuransi akan menambah kepercayaan bagi
tertanggung karena kemungkinan resiko yang akan dialami mendapat jaminan
dari perusahaan asuransi.
Jenis reasuransi ini digolongkan ke dalam :
 Treaty dan facultative reinsurance
Reasuradur memberikan sejumlah pertanggungan yang diinginkan dengan
perjanjian kontrak dan reasuradur menerima jumlah yang ditawarkan.
 Reasuransi proporsional
Pembagian resiko antara ceding company dengan reasuradur dilakukan secara
proporsional berdasarkan jumlah retensi yang telah ditetapkan. Retensi adalah
jumlah maksimum resiko yang ditahan atau ditanggung oleh ceding company.
 Reasuransi nonproporsional
Bentuk ini memberikan kemungkinan bagi reasuradur untuk tidak membayar
klaim atau membayar klaim terbatas jumlah yang ada dalam treaty.
3. Dilihat dari segi kepemilikannya
Dalam hal ini yang dilihat adalah siapa pemilik perusahaan asuransi tersebut,baik
asuransi kerugian,asuransi jiwa ataupun reasuransi.
a) Asuransi milik pemerintah
Yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100% oleh
pemerintah Indonesia.
b) Asuransi milik swasta nasional
Asuransi ini kepemilikan sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh swasta
nasional,sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham,maka memiliki
suara terbanyak dalam RUPS.
c) Asuransi milik perusahaan asing
Perusahaan asuransi jenis ini biasanya beroperasi di Indonesia hanyalah
merupakan cabang dari negara lain dan jelas kepemilikannya pun dimiliki
100% oleh pihak asing.
d) Asuransi campuran
Merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta
nasional dengan pihak asing.

J. Keuntungan Asuransi

Keuntungan ini digunakan untuk membiayai seluruh aktivitasnya.Demikian pula dengan


nasabah yang mengharapkan polis asuransi akan menerima manfaat dengan jasa asuransi
yang digunakannya.
Keuntungan dari usaha asuransi untuk masing-masing pihak adalah :

a. Bagi perusahaan asuransi


 Keuntungan dari premi yang diberikan ke nasabah
 Keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain
 Keuntungan dari hasil bunga investasi disurat-surat berharga
b. Bagi nasabah
 Memberikan rasa aman
 Merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali
 Terhindar dari resiko kerugian atau kehilangan
 Memperoleh penghasilan dimasa yang akan datang
 Memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan

K. Peraturan Perasuransian di Indonesia

Peraturan perundangan yang digunakan sebagai dasar acuan pembinaan dan pengawasan
atas usaha perasuransian di Indonesia saat ini adalah :
1. UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian
2. PP No.73 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian
3. Keputusan Menteri Keuangan,antara lain :
 Nomor 233/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan
Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.
 Nomor 224/KNE.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan
Keuangan Perusahaan Asuransi atau Reasuransi.
 Nomor 225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asuransi atau Reasuransi.
 Nomor 226/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan
Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi.

L. Perizinan Pendirian Perusahaan Asuransi


Pemberian izin oleh Menteri Keuangan bagi perusahaan perasuransian dilakukan dalam
dua tahap5,yaitu :
a. Persetujuan prinsip
Adalah persetujuan yang diberikan untuk melakukan persiapan pendirian suatu
perusahaan yang bergerak di bidang perasuransian,di mana batas waktu persetujuan
prinsip dibatasi selama-lamanya satu tahun.
b. Izin usaha
Adalah izin yang diberikan untuk melakukan usaha setelah persiapan pendirian
selesai,di mana izin usaha diberikan setelah persyaratan izin usaha telah
dipenuhi.Ketentuan modal disetor perusahaan perasuransian.

M. Aspek Hukum Kontrak Asuransi

Terdapat beberapa ketentuan yang mempengaruhi suatu kontrak asuransi. Ketentuan-


ketentuan tersebut antara lain :

 Warranties
Adalah suatu ketentuan khusus atau suatu pernyatan tertulis dalam polis yang
berhubungan dengan sifat risiko yang ditanggung oleh pihak penanggung: misalnya

5
PP No.73 Tahun 1992
pernyatan pihak tertanggung berjanji untuk merawat sistem deteksi kebakaran dalam
banguna kantor yang diasuransikannya. Jikan ketentuan ini dilanggar oleh pihak
tertanggung, maka kontrakasuransi dinyatakan tidak berlaku. Dengan adanya
warranties ini, kepentingan asuransi pihak penanggung dilindungi.
 Representations
Merupakan suatu pernyataan yang berkaitan dengan risiko yang disertakan oleh
pihak tertanggung untuk memperoleh polis asuransi. Representations mirip dengan
warranties, hanya saja repsentations tidak bersifat tidak tertulis dan bukan
merupakan bagian formal dari polis asuransi.
 Concealment
Adalah kegagalaan pihak tertanggung untuk memberikan segala informasi yang
berkaitan dengan risiko secara baik dan benar. Jika perusahaan asuransi dapat
membuktikan adanya concealment maka klaim dapat dinyatakan tidak berlaku.
Kasus concealment dapat dijelaskan dalam contoh berikut: seorang tertanggung
dalam polis asuransi kebakaran dapat kehilangan klaimnya apabila dalam polis
asuransi kebakaran tersebut ia secara tidak sengaja tidak memberitahukan bahwa ia
menggunakan peralatan dapur yang mudah terbakar, sedangkan peralatan dapur ini
yang menjadi penyebab terjadinya kebakaran.
 Fraund ( fraundulent misrepresentations)
Adalah suatu tindakan dengan sengaja membuat pernyataan palsu tidak benar. Fraud
juga dapat didefinisikan sebagai tindakan sengaja untuk menyembunyikan fakta
yang dapat mengakibatkan penolakan pihak perusahaan asuransi untuk melakukan
penggantian.

N. 10 Daftar Perusahaan Asuransi Terbaik Di Indonesia


a. PT. AIA Financial
Berdiri tahun 1983. Sempat berganti nama dari PT Asuransi Lippo Jiwa Sakti
menjadi Lippo Life, kemudian AIG Lippo dan Setelah 80% sahamnya
dimiliki American International Assurance, berubah nama menjadi AIA Financial.
AIA Financial menawarkan berbagai produk asuransi mulai dari asuransi jiwa,
asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan diri, asuransi yang dikaitkan dengan
investasi, termasuk asuransi dengan prinsip Syariah, maupun program kesejahteraan
karyawan, program pesangon, dan program Dana Pensiun (DPLK).
b. PT.Asuransi Allianz Life Indonesia
Merupakan cabang dari Allianz SE Jerman, yang merupakan salah satu perusahaan
asuransi terbesar di dunia. Masuk di Indonesia sejak tahun 1981 namun untuk
asuransi jiwa dan kesehatan didirikan pada tahun 1996. Bergerak pada bidang
asuransi jiwa, kesehatan, employee benefit, serta dana pensiun dan saving.Saat ini
perusahaan Allianz telah memiliki 2 juta tertanggung baik dari segmen individu
maupun grup.
c. PT Avrist Assurance ( Avrist )
Berdiri sejak 1975, PT Avrist Assurance (Avrist) adalah perusahaan asuransi jiwa
patungan multinasional pertama di Indonesia, yang menyediakan program asuransi
jiwa, asuransi kecelakaan dan kesehatan, asuransi jiwa kredit dan pensiun, baik untuk
perorangan maupun kelompok, termasuk produk-produk asuransi jiwa berbasis
syariah/takaful, melalui beragam saluran distribusi.
d. PT AXA Mandiri Financial Services
Merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh Bank Mandiri dan AXA
Group yang berdiri pada tahun 2003. PT Axa Mandiri merupakan salah satu
perusahaan asuransi dengan aset besar yaitu 5-10 Triliun Rupiah. Kombinasi kekuatan
dua sektor yaitu perbankan dan finansial membuat axa merupakan salah satu
perusahaan dengan reputasi terbaik di Indonesia.
e. Bumiputera 1912
Merupakan salah satu perusahaan asuransi paling tua di Indonesia. Sesuai namanya,
didirikan pada tahun 1912. yang menarik dari asuransi ini adalah prinsip mutual share
yang mereka pegang, dimana setiap pemegang polis adalah pemilik perusahaan.
f. CIGNA
Asuransi CIGNA berdiri di Indonesia sejak tahun 1990. Merupakan cabang dari
perusahaan asuransi CIGNA Group yang bermarkas di connecticut, Amerika Serikat.
g. Jiwasraya
PT Asuransi Jiwasraya adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang bergerak
di sektor asuransi. Perusahaan ini didirikan pada 31 Desember 1859 dengan nama
Nederlandsche Indische Levenverzekering en Lijvrente Maatschappij (NILLMIJ) dan
merupakan perusahaan asuransi jiwa pertama yang didirikan di Indonesia.
h. PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia merupakan anak perusahaan dari Manulife
Financial yang melakukan bisnis di jasa keuangan dan manajemen aset yang berbasis
di Kanada. Selain asuransi jiwa dan kesehatan bisnis lain dari Manulife sangat kuat di
pengelolaan jasa keuangan dan aset manajemen. Dan saat ini Manulife memiliki
sekitar 26.000 karyawan di seluruh dunia. Di Indonesia perusahaan ini berdiri sejak
tahun 1985.
i. PT Prudential Life Assurance
Didirikan pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia)
merupakan bagian dari Prudential plc, group jasa keuangan ritel berbasis di London,
Inggris yang telah beroperasi lebih dari 150 tahun. Pada tahun 2011, unit asuransi
jiwa dari Prudential dinobatkan sebagai perusahaan asuransi terbaik oleh majalah
investor untuk perusahaan dengan aset diatas 10 trilyun.Saat ini prudential telah
memiliki lebih dari 1,7 juta nasabah di seluruh Indonesia.
j. PT. Asuransi Jiwa SInarmas MSIG
Asuransi Sinar Mas (ASM) merupakan anak perusahaan dari perusahaan Sinar Mas
Group yang didirikan pada tanggal 27 Mei 1985. Pada pertama kali berdiri,
dinamakan PT. Asuransi Kerugian Sinar Mas Dipta. Kemudian pada tahun 1991 baru
berubah menjadi PT. Asuransi Sinar Mas.Perusahaan ini bergerak di berbagai bidang
seperti properti dan keuangan. Perusahaan ini telah memiliki lebih dari 500.000
nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan total premi Rp. 10,7 triliun di
akhir tahun 2012.
Daftar Pustaka

Kasmir. 2002. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta : PT Raja Grafindo
Persada.

Triandaru, Sigit dan Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain.
Jakarta : Salemba Empat.

Suyatno,Thomas.dkk. 2001. Kelembagaan Perbankan. Jakarta : PT Gramedia Pustaka


Utama.

Pandia,Frianto.dkk. 2005. Lembaga Keuangan. Cetakan Pertama. Jakarta : PT Asdi


Mahasatya.

Silvanita,Ktut. 2009. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta : Erlangga.