You are on page 1of 3

Ria Indi Rohmawati

14030204083
PBB 2014
Al-Qur’an Sebagai Mu’jizat
Mu’jizat artinya sesuatu yang luar biasa yang tiada kuasa manusia membuatnya
karena hal itu adalah diluar kesanggupanya. Mu’jiazat ini hanya diberikan kepada para nabi-
nabi yang di kehendaki Allah untuk menguatkan kenabian dan kerasulannya, dan bahwa
agama yang dibawanya bukanya bikinannya sendiri melainkan benar-benar dari Allah SWT.
Kepada nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad saw telah diberikan mu’jizat yang bermacam-
macam seperti tongkat yang diberikan kepada Nabi Musa as yang dapat menelan semua ular
yang di datangkan oleh para tukang-tukang sihir Fir’aun dan dapat membelah laut, sehingga
nabi Nabi Musa as dan kaumnya dapat menyelamatkan diri dari kejaran tentara Fir’aun
dengan menyebrangi lautan yang telah terbelah dua dan akhirnya Fir’aun bersama tentaranya
karam di lautan. Sebagainya mana telat tertulis dalam Surat Asy-Syuraa ayat 45 dan 63,64,65
dan 66 :

ََ ‫ف َما يَأْفِك‬
……………………………..(45) ‫ُون‬ ََ ‫صا َهُ فَ ِإذَا ِه‬
َُ َ‫ي ت َ ْلق‬ َ ‫ع‬ َ ‫فَأ ََْلقَىَ ُمو‬
َ َ‫سى‬
َِ ‫ط ْو َِد ا ْلعَ ِظ‬
(63) ‫يم‬ ََ ‫صاكََ ْلبَحْ ََر فَا ْن َفلَقَََۖا فَك‬
َّ ‫َان كُلَ فِ ْرقَ كَال‬ َ َ‫ب ِبع‬ ْ ‫سىَ أَن ا‬
َْ ‫ض ِر‬ َ ‫فَأ َ ْو َح ْينَا ِإلَىَ ُمو‬
َ ‫( أ َ ْغ َر ْقنَاث ُ ََّم ْاْل َخ ِر‬65)َ‫ين‬
(66)َ‫ين‬ َ ‫ن َمعَ َهُ أَجْ َم ِع‬ َ ‫( َوأ َ ْن َج ْينَا ُمو‬64)َ‫ين‬
َْ ‫سىَ َو َم‬ َ ‫اوأ َ َْز ْاْلث َ ََّم َخ ِر‬
َ َ‫َل ْفن‬
Artinya:
“Kemudian Musa melemparkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu
yang mereka ada-adakan itu.(45)…………………………………………………………
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkatmu". Maka
terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar.(63)
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.(64) Dan Kami selamatkan Musa dan
orang-orang yang besertanya semuanya.(65) Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain
itu.(66)”
Mu’jizat yang dapat menghidupkan kembali orang yang sudah mati dan sebagainya
yang di berikan kepada Nabi Isa as sebagaimana dalam Surat Ali-Imran ayat 49 :

“Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel ( yang berkata kepada mereka):
"Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari
Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku
meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan
orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku
menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu
makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu
adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman."
Demikian pula kepada Nabi besar kita Nabi Muhammad saw telah diberikan beberapa
mu’jizat diantaranya Israa’ dan Mi’raj dalam satu malam sebagaimana tertulis dalam Surat
Al-Israa’ ayat 1 dan keluar air dari ujung jarinya ketika ketiadaan air. Mu’jizat terbesar yang
diberikan kepada Nabi Muhammad saw adalah Al-Qur’an, suatu mu’jizat yang dapat di
saksikan oleh seluruh umat manusia sepanjang masa karena memang beliau di utus lngsung
oleh Allah SWT untuk keselamatan manusia dimana dan di masa apapun mereka berada.
Oleh sebab itu Allah menjamin keselamatan Al-Qur’an sepanjang masa. Sebagaimana tertulis
dalam Al-Qur’an dalam Surat Al-Hijr ayat 9 :

َ ‫ظ‬
(9)َ‫ون‬ َُ ْ‫إِنَّا ََوإِنَّاال ِذِّك َْرنَ َّز ْلنَانَح‬
ُ ِ‫ن لَ َهُ لَ َحاف‬
Artinya : “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami
benar-benar memeliharanya.”
Al-Qur’an sangat berbeda dengan kitab-kitab yang sebelumnya di turunkan kepada
nabi-nabi. Mu’jizat itu terletak dalam keindahan susunan dan gaya bahasanya serta isinya
tiada tara bandingannya. Mustahil manusia dapat membuat susunan yang serupa dengan Al-
Qur’an yang dapat menandinginya.
Disamping itu, Al-Qu’an di tinjau dari dari segi bahasanya adalah suatu mu’jizat yang
besar, maka di tinjau dari segi isinya pun ia mengandung mu’jizat pula. Beberapa contoh
anatara lain :
1. Di dalam Al-Qur’an terdapat berita-berita dan janji-janji mengenai masa yang akan
datang. Kejadian-kejadian yang akan terjadi di masa depan adalah diluar kuasa
manusia untuk mengetahuinya. Memang ada ramalan-ramalan tukang tenung
mengenai masa depan, tetapi iu hanya ramalan yang tiada dapat dijamin kebenaranya,
tetapi semua berita-berita dan jani-janji yang tersebut dalam Al-Qur’an adalah benar
dan telah menjadi kenyataan seperti : Kerap kali kaum musyrikin mekah sebelum
hijrah menentang kaum muslimin dan mengatakan “Bangsa Rum yang mempunyai
Kitab Injil telah di kalahkan oleh orang persia ( menganut agama Majusi).” Maka
kami akan pasti mengalahkan kamu, karena kamu adalah ahli kitab pula. Kemudian
turunlah Surat Ar-Rum ayat 2-3 :
َ ُ‫سيَ ْغ ِلب‬
(3)َ‫ون‬ َ ‫ن‬
َ ‫غلَ ِب ِه َْم‬ َ ِ ‫( فِي أ َ ْدنَى ْاْل َ ْر‬2)َ‫ت الرو ُم‬
َْ ‫ض َو ُه َْم بَ ْعد ِِم‬ ُ
َِ َ‫غ ِلب‬
Artinyaَ :َ “Telah dikalahkan bangsa Rumawi, di negeri yang terdekat dan mereka
sesudah dikalahkan itu akan menang,” (Ar-Rum ayat 2-3)

Memang Kerajaan Rum di waktu turunya ayat ini dalam keadaan sangat lemah
dan tidak mungkin akan bangun lagi. Tetapi apa yang di beritakan Al-Qur’an telah
menjadi kenyataan dalam beberapa tahun kemudian.
2. Di dalam Al-Qur’an terdapat pula fakta-fakta ilmiah yang tidak mungkin diketahui
manusia di tanah arab waktu itu, tetapi fakta tersebut di jelaskan dengan tepat dan
sekarang di akui kebenaranya, seperti : Pada masa turunya Al-Qur’an ilmu kedokteran
di tanah arab boleh dikatakan tidak ada, yang ada hanya ilmu pengobatan secara
primitif dan takhyul. Namun demikian Al-Qur’an menerangkan dalam surat
Almu’minuun ayat 12-14 :

“Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati


(berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan)
dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air amni itu kami jadikan segumpal
darah, lalu (segumpal) darah itu kami jadikan segumpal daging dan segumpal daging
itu kami jadikan tulang belulang. Kemudian tulang-tulang itu kami bungkus dengan
daging. Sesudah itu Kami jadikan ia mahluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha
Sucilah Allah Pencipta Yang Paling Baik.”

Demikianlah dengan ringkas dapat disimpulkan bahwa Al-Qur’an itu adalah suatu
mu’jizat di pandang dari segi bahasanya dan mengandung mu’jizat pula di tinjau dari segi
isinya dan mu’jizat ini akan kekal sepanjang masa karena ia telah dijamin terperihala oleh
Allah Subhanahu Wata’ala.
Allah SWT akan memperlihatkan tanda-tanda kekuasaa-Nya di seluruh penjuru dunia dan
pada diri manusia itu sendiri sehingga terbukti kebenaranya bahwa Al-Qur’an adalah benar
dan merupakan Mu’jizat Nabi Muhammad saw. Fungsi diturunkannya Al-Qur’an adalah
untuk memberikan kepada berbagai persoalan umat manusia dan memberikan jalan keluar
dalam menyelesaikan persoalan-persoalan dan perselisihan yang dihadapi di dalam
masyarakat.