You are on page 1of 18

ANALISIS PENGARUH KEPEMILIKAN MANAJERIAL,

PROFITABILITAS, DAN DEBT TO EQUITY RATIO TERHADAP


KEPUTUSAN INVESTASI PADA PERUSAHAAN
FOOD AND BEVERAGE DI BURSA
EFEK INDONESIA (BEI)

Devi Triana Br Bangun


STIE Perbanas Surabaya
Email: 2011310453@students.perbanas.ac.id
Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya

ABSTRACT

Investment decision refers to the basic policy of the company regarding the amount of
each category of current assets that are targeted and how the current assets would be
financed. The analysis method used in this research is multiple linear regression analysis.
The stages of multiple linear regression analysis performed in this study is a descriptive test,
the classical assumption test, and test hipotesis.Analisis conducted in this study suggest that
the Managerial Ownership positive and significant impact on the profitability of a positive
influence investment decisions, profitability and significant positive effect on investment
decisions, Debt to Equity Ratio significant positive effect on investment decisions on food and
beverage companies in the Stock Exchange in 2009-2013.

Keywords : Investment Decision, Managerial Ownership, Profitability, DER


PENDAHULUAN

Aktivitas investasi merupakan investasi baru maka perusahaan tersebut


aktivitas yang diharapkan pada berbagai tidak memiliki prospek positif.
macam resiko dan ketidakpastian yang Keputusan investasi adalah suatu
sering kali sulit diprediksi oleh para keputusan yang diambil untuk
investor. Untuk mengurangi ketidakpastian menanamkan modal pada satu atau lebih
yang terjadi diperlukan berbagai macam aset untuk mendapatkan keuntungan di
informasi yang relevan, baik dari segi masa yang akan datang. Dengan demikian
ekonomi dan politik suatu negara perlunya pihak pihak manajer perusahaan
(Brigham Gapenski, 1990). untuk mempertimbangkan faktor- faktor
Dalam perusahaan, para pemilik apa saja yang akan mempengaruhi
modal atau pemegang saham memberi keputusan investasi dalam memilih
wewenang kepada para manajer peluang investasi yang baik bagi suatu
perusahaan dalam pengambilan keputusan. perusahaan.
Keputusan – keputusan yang dibuat oleh Keputusan investasi juga didasari
manajer antara lain keputusan investasi, oleh pengeluaran modal. Dengan dana
keputusan pendanaan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan akan
deviden. Bagi para pemegang saham diperoleh manfaat lebih dari satu tahun.
keputusan investasi sangat penting karena Untuk memperbaharui aktiva tetap atau
investasi dijadikan indikator eksistensi mencari manfaat yang mungkin less
perusahaan yang apabila tidak ada tangible dalam jangka panjang merupakan

1
motif dasar dari pengeluaran modal keuntungan. Penelitian yang dilakukan
perusahaan (Hidayat , 2010). Saragih (2008) menunjukkan profitabilitas
Penganggaran modal (Capital berpengaruh positif dan tidak signifikan
Budegeting) merupakan bagian dari terhadap keputusan investasi sedangkan
pengeluaran modal perusahaan. Dalam hasil Hasibuan (2005) yaitu signifikan
penganggaran modal menjelaskan negatif.
perlunya diperhatikan nilai waktu uang Menurut Aivazian et al. (2005),
sewaktu melakukan keputusan investasi penjelasan lain dari hubungan antara DER
meskipun diakui bahwa penentuan present dan investasi adalah teori overinvestment
value tidaklah mudah, konsep yang merupakan konflik potensial antara
penganganggaran modal ini memberikan manajer dan pemegang saham. Menurut
dasar bagi teori penilaian. teori ini, manajer memiliki keinginan
Manajer keuangan dapat menentukan untuk memperbesar ukuran perusahaan
apakah tingkat pengembalian atas investasi sehingga terkadang menerima proyek
pada aktiva nyata mampu menutupi biaya merugikan yang dapat mengurangi
penggunaan dana dengan menggunakan kesejahteraan pemegang saham.
alat analisa penganggaran modal. Alat Kemampuan manajer dalam
analisa dari penganggaran modal antara mengendalikan fruktuasi arus kas dalam
lain net present value, internal rate of perusahaan harus dibatasi dengan
return, pay back period dan sebagainya. penggunaan hutang. Penggunaan struktur
Apabila tingkat pengembalian atas aktiva modal akan membuat para manajer
nyata mampu menutupi biaya penggunaan perusahaan harus membayar bunga kepada
dana maka manajemen akan pemegang obligasi sehingga melakukan
merealisasikan keputusan investasi dan investasi manajer akan lebih berhati-hati
keputusan pendanaan. dan tidak berinvestasi pada proyek yang
Lipson et al. (2009) menyebutkan merugikan perusahaan. Sedangkan
bahwa Keputusan investasi perusahaan menurut Bayu (2011) menunjukkan
dapat dilihat dari pertumbuhan perusahaan. pengaruh leverage terhadap keputusan
Investor menghendaki pertumbuhan yang investasi dengan growth opportunity
tinggi karena pertumbuhan perusahaan sebagai variabel moderasinya.
yang tinggi menunjukkan prospek Penelitian – penelitian mengenai
keuntungan di masa depan yang sekaligus pengambilan keputusan investasi telah
berasosiasi negatif dengan resiko banyak dilakukan, pada dasarnya
perusahaan. Namun menurut Verdi (2006), penelitian tersebut bertujuan untuk
perilaku oportunis manajer yang mengejar menentukan keputusan yang aman yang
pertumbuhan aktiva besar dalam jangka dinilai baik dan tepat dalam mengambil
pendek, dapat menyebabkan perusahaan investasi yang mempengaruhi keputusan
memproleh kerugian dimasa depan karena investasi sulit untuk diukur. Penelitian
adanya masalah keputusan investasi yang yang dilakukan oleh Hidayat (2010)
tidak tepat. menganalisis tentang keputusan investasi
Profitabilitas adalah hasil akhir dari dan financial constraints: studi empiris
sejumlah kebijakan dan keputusan pada Bursa Efek Indonesia”. Proksi yang
manajemen perusahaan, jadi dikatakan digunakan adalah book to market ratio,
profitabilitas adalah kemampuan cash flow, dan DER. Hasil penelitiannya
perusahaan dalam memperoleh laba bersih adalah menunjukkan bahwa adanya
dari aktivitas yang dilakukan pada periode pengaruh positif likuiditas terhadap
akuntansi (Brimingham dan Gapenski: keputusan investasi.
2006). Hubungan profitabilitas berkaitan Penelitian yang dilakukan oleh
dengan keputusan investasi yaitu sebagai Wahyuningsih (2001) meneliti tentang
pengaturan anggaran dan proyeksi variabel keputusan investasi, hutang,

2
deviden, ROI, Pertumbuhan, dan suku terhadap keputusan investasi pada
bunga. Penelitian tersebut dianalisis perusahaan food and beverage di bursa
dengan menggunakan metode seemingly efek indonesia (BEI) ”.
unrelated regression (SUR) untuk
mengestimasi sistem persamaan dan data LANDASAN TEORITIS DAN
yang digunakan merupakan gabungan data PENGEMBANGAN HIPOTESIS
cross sectional dan time series. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan bahwa antara Pecking order theory
keputusan investasi dan keputusan deviden Pecking order theory adalah teori yang
adalah berpengaruh negatif. mendasari keputusan pendanaan
Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan. Teori ini mengemukakan
Saragih (2008) menganalisis pengaruh laba argumentasi mengenai adanya
bersih, struktur modal, ROI, total hutang, kecenderungan suatu perusahaan untuk
dan tingkat penjualan terhadap investasi menentukan pemilihan sumber pendanaan
pada perusahaan barang konsumsi. Hasil berdasarkan pecking order theory. Manajer
penelitian ini menunjukkan struktur modal, lebih memilih tingkat pembelanjaan modal
ROI, dan tingkat penjualan berpengaruh yang memastikan kemakmuran pemegang
positif terhadap keputusan investasi. saham saat ini, tanpa memperhatikan
Faktor yang paling dominan kepemilikan manajer tersebut atas dasar
mempengaruhi keputusan investasi adalah saham perusahaan. Manajer cenderung
struktur modal, dan hipotesis diuji membuat keputusan pendanaan modal atas
menggunakan model regresi linear ketersediaan dana internal dan eksternal
berganda. dengan alasan adanya asymetric
Jenis perusahaan yang digunakan information antara manajer tersebut
dalam penelitian ini adalah perusahaan dengan calon pemegang saham potensial.
food and beverage yang terdaftar di Bursa Pecking order theory juga merupakan
Efek Indonesia. Menurut peneliti suatu teori yang mendasarkan pada
sebelumnya (Saragih,2008) perusahaan asimetri informasi. Asimetri informasi
industri sektor makanan dan minuman akan mempengaruhi struktur modal
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia perusahaan dengan cara membatasi akses
dengan alasan sektor makanan dan sumber pendanaan dari luar. Investor
minuman akan survive dan paling tahan biasanya akan menginterpretasikan sebagai
terhadap krisis dibandingkan dengan berita buruk apabila perusahaan membuat
sektor lainnya, sebab dalam kondisi krisis keputusan pendanaan dengan menerbitkan
ataupun tidak produk makanan dan ekuitas.
minuman tetap dibutuhkan.
Alasan peneliti melakukan penelitian Signalling Theory
ini kembali adalah untuk memperdalam Menurut Myers (1984), signalling theory
penelitian dan untuk menilai kembali adalah asumsi bahwa manajer memiliki
keterkaitan variabel dengan cara peneliti informasi yang lebih baik mengenai
dan adanya perbedaan hasil penelitian kesempatan investasi perusahaannya
antara beberapa penelitian mengenai daripada investor dan tindakan investor
pengaruh kepemilikan manajerial, didasarkan pada kepentingan terbaik untuk
profitabilitas, DER terhadap keputusan pemegang saham yang ada. Ada informasi
investasi, sehingga masih terjadi topik tertentu yang hanya diketahui oleh
yang menarik untuk diteliti. manajer, sedangkan pemegang saham tidak
Dari masalah-masalah diatas, mengetahui informasi tersebut sehingga
penelitian ini akan mengambil topik terdapat informasi yang tidak simetri
mengenai “analisis pengaruh kepemilikan (asymetric information) antara manajer dan
manajerial, profitabilitas, DER pemegang saham. Akibatnya,

3
ketika struktur modal perusahaan berdampak baik kepada perusahaan serta
mengalami perubahan, hal ini dapat memenuhi keinginan dari para pemegang
membawa informasi kepada pemegang saham. Semakin besar kepemilikan
saham yang akan mengakibatkan nilai manajerial dalam perusahaan maka
perusahaan berubah. Dengan kata lain, manajemen akan lebih giat untuk
perilaku manajer dalam hal menentukan meningkatkan kinerjanya karena
struktur modal, dapat dianggap sebagai manajemen mempunyai tanggung jawab
sinyal oleh pihak luar. untuk memenuhi keinginan dari pemegang
saham yang tidak lain adalah dirinya
Investasi sendiri. Manajemen akan lebih berhati-hati
Eduardus (2010), menerangkan bahwa dalam mengambil suatu keputusan, karena
investasi adalah komitmen atas sejumlah manajemen akan ikut merasakan manfaat
dana atau sumber daya lainnya yang secara langsung dari keputusan yang
dilakukan pada saat ini, dengan tujuan diambil. Selain itu manajemen juga ikut
memproleh sejumlah keuntungan menanggung kerugian apabila keputusan
keuntungan di masa yang akan datang. investasi yang diambil oleh mereka salah.
Investasi sebagai komitmen
menanamkan sejumlah dana pada satu atau Hubungan Profitabilitas dengan
lebih aset selama beberapa periode pada Keputusan Investasi
masa mendatang. Dana yang Menurut Birmingham dan Gapenski
diinvestasikan di pasar modal adalah “dana (2006) profitabilitas adalah hasil akhir dari
lebih”, bukan dana cadangan yang akan sejumlah kebijakan dan keputusan
digunakan untuk keperluan darurat. Tujuan manajemen perusahaan, jadi dikatakan
dari investasi haruslah jelas, dari apa saja profitabilitas adalah kemampuan
tujuan melakukan investasi di pasar modal, perusahaan dalam memperoleh laba bersih
membuat sekala prioritas manakah yang dari aktivitas yang dilakukan pada periode
paling penting, tingkat toleransi terhadap akuntansi. Hubungan profitabilitas
resiko dan jangka waktu investasi. berkaitan dengan keputusan-keputusan
antara lain keputusan investasi yaitu
sebagai pengaturan anggaran dari proyeksi
Hubungan Kepemilikan Manajerial keuntungan. Profitabilitas menjadi
Dengan Keputusan Investasi pertimbangan penting bagi investor dalam
Kepemilikan manajerial adalah pemegang keputusan investasi. Perusahaan yang
saham dari pihak manajemen yang secara memiliki ROA yang semakin besar maka
aktif ikut dalam pengambilan keputusan semakin efektif dan efisien dalam
perusahaan (Hatta, 2002). Kepemilikan menggunakan keseluruhan aktivanya
managerial dapat diperoleh dari jumlah didalam menghasilkan laba bersih. Dan
saham yang dimiliki oleh direksi dan sebaliknya, perusahaan dengan ROA yang
manajer dibagi dengan jumlah saham yang kecil maka perusahaan tersebut tidak
beredar . efektif dan efisien dalam menggunakan
Kepemilikan manajer diprokasikan aktivanya untuk menghasilkan laba. Selain
dengan persentase kepemilikan saham oleh itu, semakin tinggi profitabilitas suatu
direksi dan dewan komisaris. perusahaan maka semakin besar
Meningkatkan kepemilikan manajerial kemampuannya untuk membayarkan
digunakan sebagai salah satu cara untuk dividennya. Sehingga para investor akan
mengatasi masalah yang ada di tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan
perusahaan. Dengan meningkatnya yang menghasilkan tingkat profitabilitas
kepemilikan manajerial maka manajer yang tinggi. Penelitian yang dilakukan
akan termotivasi untuk meningkatkan Wahyuningsih (2001) menunjukkan bahwa
kinerjanya sehingga dalam hal ini akan

4
profitabilitas berpengaruh positif terhadap perusahaan lebih besar daripada total yang
keputusan investasi. dimiliki perusahaan. Dengan semakin
tingginya rasio DER menunjukkan
Hubungan Debt to Equity Ratio dengan
Keputusan semakin besarnya dana yang disediakan
Investasi oleh kreditur. Hal tersebut akan membuat
Menurut Aivazian et al. (2005), penjelasan investor berhati-hati untuk berinvestasi di
lain dari hubungan antara DER dan perusahaan yang rasio DER tinggi
investasi adalah teori overinvestment yang karena semakin tinggi rasio DER
merupakan konflik potensial antara semakin tinggi pula resiko investasinya
manajer dan pemegang saham. Menurut DER itu sendiri menyangkut suatu
teori ini, manajer memiliki keinginan kondisi yang baik dimana biaya stabil dan
untuk memperbesar ukuran perusahaan mengarah kepada sederetan besar tingkat
sehingga terkadang menerima proyek keuntungan. Keputusan – keputusan
merugikan yang dapat mengurangi tentang penggunaan DER seharusnya
kesejahteraan pemegang saham. menyeimbangkan hasil pengembalian yang
Kemampuan manajer dalam lebih tinggi yang diharapkan dengan
mengendalikan fruktuasi arus kas dalam bertambahnya resiko dan konsekuensi
perusahaan harus dibatasi dengan yang dihadapi perusahaan jika mereka
penggunaan hutang. Penggunaan hutang tidak dapat memenuhi pembayaran bunga
akan membuat para manajer perusahaan atau kewajiban yang sudah jatuh tempo.
harus membayar bunga kepada pemegang Sedangkan menurut Bayu (2011)
obligasi sehingga melakukan investasi menunjukkan pengaruh signifikan
manajer akan lebih berhati-hati dan tidak DER terhadap keputusan investasi
berinvestasi pada proyek yang merugikan dengan growth opportunity sebagai
perusahaan. Sebuah perusahaan dikatakan variabel moderasinya.
tidak solvabel apabila total hutang

Kepemilikan
manajerial
Keputusan
investasi
Profitabilitas

DER

Gambar 1
Kerangka Pemikiran

Berdasarkan tujuan penelitian, penelitian ini Tujuan penelitian kuantitatif adalah


merupakan penelitian deduktif berupa mengembangkan dan menggunakan model-
penelitian yang bertujuan untuk menguji model matematis, teori-teori dan/atau
hipotesis melalui validasi teori atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena
pengujian aplikasi teori dalam keadaan alam. Proses pengukuran adalah bagian yang
tertentu ( Indrianto dan Supomo, 2001). sentral dalam penelitian kuantitatif karena
Penelitian ini merupakan penelitian hal ini memberikan hubungan yang
kuantitatif, yaitu penelitian ilmiah yang fundamental antara pengamatan empiris dan
sistematis terhadap bagian-bagian dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan
fenomena serta hubungan hubungannya. kuantitatif.

5
Batasan Penelitian permasalahan bagaimana manajer keuangan
Penelitian ini hanya terbatas pada perusahaan harus mengalokasikan dana ke dalam
food and beverage yang terdaftar di Bursa bentuk- bentuk investasi yang akan datang
Efek Indonesia (BEI) dan sumber data yang mendatangkan keuntungan di masa yang
dipakai berasal dari Indonesian Capital akan datang. Bentuk dan komposisi dari
Market Directory (ICMD) dan investasi akan mempengaruhi dan
www.idx.co.id . Penelitian ini juga hanya menunjang tingkat keuntungan di masa
dibatasi ruang lingkupnya sesuai variabel depan yang diharapkan dari investasi
independen dan variabel dependennya saja. tersebut tidak diperkirakan secara pasti.
Dirumuskan dengan ROE (Hidayat, 2010).
Identifikasi Variabel

1. Variabel dependennya yaitu keputusan


investasi.
2. Variabel independennya adalah 2. Kepemilikan Manajerial
kepemilikan manajerial, profitabilitas, Kepemilikan manajerial adalah pemegang
Debt to Equity Ratio saham dari pihak manajemen yang secara
aktif ikut dalam pengambilan keputusan
Definisi Operasional dan Pengukuran perusahaan (Hatta,2002). Kepemilikan
Variabel managerial dapat diperoleh dari jumlah
Berikut ini adalah penjelasan tentang definisi saham yang dimiliki oleh direksi dan
operasional dan pengkuran yang diteliti: manajer dibagi dengan jumlah saham yang
beredar (Wijaya,2011). Kepemilikan
1. Keputusan investasi managerial dapat dihitung berdasarkan:
Keputuan investasi adalah suatu keputusan
yang diambil untuk menanamkan modal
pada satu atau lebih aset untuk mendapatkan
keuntungan di masa yang akan datang atau 3.
Profitabilitas
Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan
dalam memperoleh laba bersih dari aktivitas
yang dilakukan pada periode akuntansi.
Hubungan profitabilitas berkaitan dengan HASIL PENELITIAN
keputusan-keputusan antara lain keputusan DAN PEMBAHASAN
investasi yaitu sebagai pengaturan anggaran
dari proyeksi keuntungan. Uji Deskriptif
Analisis deskriptif bertujuan untuk
memberikan penjelasan mengenai presentase
dan nilai rata-rata variabel yang digunakan
dalam penelitian yang meliputi variabel
4. Debt to Equity Ratio dependen yaitu keputusan investasi dan
Leverage adalah semua mekanisme yang variabel independen yang digunakan adalah
digunakan untuk mengurangi terjadinya kepemilikan manajerial, profitabilitas dan
masalah overinvestment dalam perusahaan. leverage. Berikut adalah hasil analisis
Debt to Equity Ratio adalah proporsi antata deskriptif variabel-variabel tersebut:
total hutang dan total modal dalam
memenuhi kebutuhan perusahaan.

6
Tabel 1
Analisis Deskriptif

Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
ROE 75 ,04 ,64 ,1962 ,10976
KM 75 ,00 ,44 ,1251 ,14684
ROA 75 -,08 ,66 ,1008 ,09098
DER 75 ,16 ,90 ,4901 ,14752

Keputusan Investasi Keputusan investasi merupakan


Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui rata- keputusan yang diambil untuk
rata keputusan investasi pada 15 menanamkan modal pada satu atau lebih
perusahaan food and beverage yang aset untuk mendapatkan keuntungan di
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) masa yang akan datang. Dengan
selama 5 tahun adalah sebesar 0,1962 investasi yang menguntungkan akan
dan memiliki rentang untuk masing- menarik para investor agar menanamkan
masing Keputusan investasi adalah modalnya sehingga dapat meningkatkan
sebesar 0,10976 . Nilai rata- rata nilai perusahaan. Perusahaan yang
keputusan investasi lebih besar dari memiliki keputusan investasi terkecil
rentang datanya. Data tersebut bersifat adalah adalah. PT. Tunas Baru Lampung
homogen, hal ini disebabkan oleh Tbk senilai 0,04 pada tahun 2013.
rendahnya variasi pada datanya dari Sedangkan perusahaan yang memiliki
tahun yang satu ke tahun yang lain. Keputusan investasi tertinggi adalah
PT Pioneerindo Gourmet International PT. Indofood Sukses Makmur Tbk, dan
Tbk senilai 0,64 pada tahun 2009. PT. Sinar Mas Agro Resources
Technology Tbk senilai 0,00 selama
Kepemilikan Manajerial
periode penelitian yaitu pada tahun 2008
Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui
bahwa nilai rata-rata kepemilikan - 2012. Sedangkan perusahaan yang
memiliki kepemilikan manajerial
manajerial pada 15 perusahaan food and
beverage yang terdaftar di bursa efek tertinggi adalah PT. Fast Food Indonesia
senilai 0,44 selama periode penelitian
indonesia (BEI) selama 5 tahun adalah
pada tahun 2008-2012.
sebesar 0,1251 dan memiliki rentang
untuk masing kepemilikan manajerial
adalah sebesar 0,14684. Nilai rata- rata Profitabilitas

kepemilikan manajerial lebih kecil dari Profitabilitas merupakan kemampuan


rentang datanya. Data tersebut bersifat perusahaan dalam menghasilkan laba
heterogen, hal ini disebabkan oleh selama periode tertentu. Profitabilitas
banyaknya variasi pada datanya dari tersebut diproksikan ke dalam Return On
tahun yang satu ke tahun yang lain. Assets (ROA). Berdasarkan tabel 1
Kepemilikan manajerial digunakan diketahui bahwa nilai raat- rata ROA
untuk mengukur seberapa besar pada 15 perusahaan food and beverage
pengaruh kepemilikan manajer dan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
(BEI) selama 5 tahun adalah sebesar
direksi dalam membuat keputusan
0,1008 dan memiliki rentang untuk
investasi dalam perusahaan. Perusahaan
masing- masing Profitabilitas adalah
yang memiliki kepemilikan manajerial
sebesar 0,09098. Nilai rata- rata ROA
terkecil adalah PT. Cahaya Kalbar Tbk,
lebih besar dari rentang datanya. Data
7
tersebut bersifat homogen, hal ini menggunakan sumber dana dari luar
disebabkan oleh rendahnya variasi pada untuk membiayai kegiatan operasional
datanya dari tahun yang satu ke tahun perusahaan baik sumber pembiayaan
yang lain. Profitabilitas menunjukkan jangka pendek maupun jangka panjang.
efisiensi manajemen dalam mengelola Artinya sedikit banyaknya dana yang
aset dan mengambil keputusan investasi tersedia akan mempengaruhi keputusan
dalam menghasilkan laba bagi investasi yang diambil para manajer.
perusahaan. Profitabilitas merupakan sehingga para manajer harus mampu
indikator untuk meningkatkan wealth mengelola hutang perusahaan dengan
para investor, termasuk didalamnya baik dan membuat nilai keputusan
pemegang saham. Perusahaan yang investasi perusahaan tinggi.
memiliki ROA terkecil adalah adalah Perusahaan yang memiliki DER
PT. Akasha Wira International Tbk terkecil adalah PT Delta Jakarta senilai
senilai -0,08 pada tahun 2008 . 0,16 pada tahun 2010. Sedangkan
Sedangkan perusahaan yang memiliki perusahaan yang memiliki DER tertinggi
ROA tertinggi adalah PT Ultrajaya Milk adalah PT Pioneerindo Gourmet
Industry & Trading Company Tbk International Tbk senilai 0,90 pada tahun
senilai 0,66 pada tahun 2008. 2008.

Debt to Equity Ratio Uji Normalitas


Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui rata- Uji normalitas bertujuan untuk menguji
rata DER pada 15 perusahaan food and apakah dalam model regresi, variabel
beverages yang terdaftar di Bursa Efek pengganggu atau residual mempunyai
Indonesia (BEI) selama 5 tahun adalah distribusi normal atau mendekati normal.
senilai 0,4901 dan memiliki rentang Model regresi yang baik adalah memiliki
untuk masing- masing DER adalah distribusi data normal atau mendekati
sebesar 0,14752. Nilai rata-rata DER normal. Pada prinsipnya normalitas
lebih besar dari dari rentang datanya. dapat dideteksi dengan melihat
Data tersebut bersifat homogen, hal ini penyebaran data (titik) pada sumbu
disebabkan oleh rendahnya variasi pada diagonal pada grafik atau melihat
datanya dari tahun yang satu ke tahun histogram dari residualnya.
yang lain. DER digunakan
bagi para manajemen dalam
Tabel 2
Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized Residual
N 75
Mean 0E-7
Normal Parametersa,b Std. Deviation ,09727497
Absolute ,141
Most Extreme
Positive ,141
Differences
Negative -,110
Kolmogorov-Smirnov Z 1,223

8
Berdasarkan tabel 2 melalui uji Uji Multikolinieritas
Kolmogorov- Smirnov menunjukkan Uji multikolinieritas bertujuan untuk
bahwa variabel pengganggu atau residual menguji apakah model regresi
dalam model regresi linear berganda ditemukan adanya korelasi antar variabel
yang digunakan dalam penelitian ini bebas (independen). Model regresi yang
berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan baik seharusnya tidak terjadi korelasi di
bahwa Kolmogorov-Smirnov memiliki antara variabel independen. Jika variabel
nilai 1,223 dengan profitabilitas sebesar independen saling berkorelasi, maka
0,100 lebih dari taraf signifikasi 0,05. variabel- variabel ini tidak ontogonal.

Tabel 3
Hasil Uji Multikolinieritas

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity
Coefficients Coefficients Statistics
B Std. Beta Toleranc VIF
Error e
(Constant) -,020 ,054 -,367 ,715
KM ,202 ,085 ,271 2,394 ,019 ,864 1,157
1
ROA ,366 ,143 ,303 2,565 ,012 ,790 1,266
DER ,314 ,088 ,421 3,553 ,001 ,786 1,272

Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa yang berurutan sepanjang waktu


nilai VIF ada disekitar 1 (satu) atau tidak berkaitan satu sama lainnya. Adanya
ada satu variabel independen yang autokorelasi dalam model regresi, maka
memiliki nilai VIF lebih dari 10. Jadi digunakan uji Durbit- watson dengan
dapat disimpulkan bahwa tidak ada dasar pengambil keputusan:
multikolinearitas antar variabel 1. Jika dU < d < 4 - dU, Ho
independen dalam model regresi. diterima, tidak ada autokorelasi
2. Jika d< dL atau d > 4 - dU, Ho
Uji Autokorelasi ditolak, ada autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji 3. Jika dL < d < dU atau 4-dU < d <
apakah dalam suatu model regresi linear 4 - dL, pengujian tidak
ada korelasi antara keasalah pengganggu menyakinkan (tidak ada
pada periode berjalan dengan kesalahan kesimpulan).
pengganggu pada periode sebelumnya.
Autokorelasi muncul karena observasi
Tabel 4
Hasil Uji Autokorelasi

Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson
Square Estimate
a
1 ,463 ,215 ,181 ,09931 2,176

9
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui nilai Uji Heteroskedastisitas
Durbin- Watson sebesar 2,176. Nilai ini Uji heterokedastisitas bertujuan untuk
akan dibandingkan dengan nilai tabel menguji apakah variabel dalam model
yang menggunakan nilai signifikasi 0,05 regresi terjadi ketidaksamaan variance
jumlah sampel (n) 75 dan jumlah dari residual satu peengamatan ke
variabel independen 3 (k=3). Dari hasil pengamatan lain tetap, maka disebut
nilai perbandingan dieroleh nilai dl = homokedastisitas dan jika berbeda
1,391 dan du = 1600. Oleh karena, nilai disebut heteroskedastisitas. Model
Durbin- Watson sebesar 2,176 lebih regresi yang baik adalah yang
kecil dari 4 – 1600 (4-du) dan kurang homokedastisitas dan tidak terjadi
dari 1,391, maka dapat disimpulkan heteroskedastisitas.
bahwa Ho diterima yang berarti bahwa
tidak ada autokorelasi.
Tabel 5
Hasil Uji Heteroskedastisitas

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized t Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -,020 ,054 -,367 ,715
KM ,202 ,085 ,271 2,394 ,019
1
ROA ,366 ,143 ,303 2,565 ,012
DER ,314 ,088 ,421 3,553 ,001

Hasil tampilan pada tabel 5 dengan jelas Analisis Regresi Linear Berganda
menunjukkan bahwa semua variabel Setelah uji asumsi klasik, kemudian
independen berpengaruh signifikan dilakukan perhitungan analisis regresi
terhadap keputusan investasi. Hal ini linear berganda yaitu uji F dan uji t.
terlihat dari probabilitas signifikasinya Hasil dari perhitungan pengolahan data
dibawah tingkat kepercayaan 0,05. Jadi dengan bantuan program SPSS 20 dapat
dapat disimpulkan bahwa model regresi dilihat pada tabel berikut
tidak mengandung adanya
heteroskedastisitas.
Tabel 6
Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -,020 ,054 -,367 ,715
KM ,202 ,085 ,271 2,394 ,019
1
ROA ,366 ,143 ,303 2,565 ,012
DER ,314 ,088 ,421 3,553 ,001

10
Berdasarkan tabel 6 maka persamaan persen akan meningkatkan keputusan
model regresi linear berganda dalam investasi sebesar 0,202.
penelitian ini adalah: c) Koefisien ROA sebesar 0,366.
ROE = -0,020 + 0,202 KM + Artinya setiap kenaikan ROA satu
0,366 ROA+ 0,314 LEV + e persen akan meningkatkan keputusan
Berikut ini akan dijelaskan tentang investasi sebesar 0,366.
persamaan model regresi linear berganda d) Koefisien DER sebesar 0,314. Artinya
di atas: setiap kenaikan DER satu persen akan
a) Konstanta sebesar -0,020 menyatakan meningkatkan keputusan investasi
bahwa besarnya variabel terikat sebesar 0,314.
(keputusan investasi) tidak e) Error/ residu (e) menunjukkan
dipengaruhi oleh variabel-variabel variabel pengganggu atau residual di
bebas antara lain kepemilikan luar kepemilikan manajerial,
manajerial, profitabilitas dan profitabilitas dan leverage.
leverage.
b) Koefisien kepemilikan manajerial Uji F
sebesar 0,202. Artinya setiap Uji ini bertujuan untuk menguji fit atau
kenaikan kepemilikan manajerial satu tidaknya model regresi model regresi
linear berganda.

Tabel 7
Hasil Uji F

ANOVAa
Model Sum of Df Mean F Sig.
Squares Square
Regression ,191 3 ,064 6,468 ,001b
1 Residual ,700 71 ,010
Total ,892 74

Berdasarkan table 7 didapat nilai uji F model dalam menerangkan variasi


hitung sebesar 6,468 dengan variabel dependen. Nilai koefisien
profitabilitas 0,001 dan profitabilitas determinasi adalah antara nol dan satu.
tersebut lebih kecil dari taraf signifikasi Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan
0,05. Hal ini menunjukkan Ho ditolak, variabel-variabel independen dalam
artinya model regresi linear berganda fit menjelaskan variabel-variabel dependen
atau dapat dikatakan bahwa variabel amat terbatas. Sedangkan nilai yang
kepemilikan manajerial, profitabilitas mendekati satu berarti variabel-variabel
dan DER secara bersama- sama independen memberikan hampir semua
(simultan) berpengaruh terhadap informasi yang dibutuhkan untuk
keputusan investasi perusahaan. memprediksi variabel dependen (Imam,
2012).
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi pada intinya
mengukur seberapa jauh kemampuan

11
Tabel 8
Hasil Uji Koefisien Determinasi

Model Summary
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
a
1 ,463 ,215 ,181 ,09931

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan Uji t


bahwa variabel kepemilikan manajerial, Uji t digunakan untuk menguji pengaruh
profitabilitas dan DER hanya dapat masing-masing variabel independen
menjelaskan keputusan investasi sebesar (kepemilikan manajerial, profitabilitas
0,215 atau 21,5%. Sedangkan sisanya dan DER) terhadap variabel dependen
0,785 atau sebesar 78,5% dijelaskan oleh (keputusan investasi).
variabel lain diluar model.

Tabel 9
Hasil Uji t

Coefficientsa
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -,020 ,054 -,367 ,715
KM ,202 ,085 ,271 2,394 ,019
1
ROA ,366 ,143 ,303 2,565 ,012
DER ,314 ,088 ,421 3,553 ,001

Berdasarkan hasil uji signifikasi yang variabel independen memiliki pengaruh


telah ditunjukkan pada tabel 4.9, maka positif jika dilihat dari nilai beta pada
diperoleh hasil penelitian yaitu semua masing- masing variabel adalah positif
ini dapat dilihat dari nilai terhadap keputusan investasi. Seperti
profitabilitasnya kepemilikan manajerial yang dijelaskan pada bab- bab
0,019 lebih kecil dari taraf signifikansi sebelumnya, penelitian ini menganalisis
0,05. ROA memiliki nilai probabilitas perusahaan food and beverage yang
0,012 lebih kecil dari taraf signifikansi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
0,05. Sedangkan DER memiliki nilai pada periode 2008 – 2013. Sesuai
probabilitas 0,001 lebih kecil dari 0,05. dengan kriteria pengambilan sampel
Sehingga semua variabel independen dalam penelitian ini maka sampel yang
yaitu kepemilikan manajerial, diteliti berkurang menjadi 75 sampel
Profitabilitas dan DER memiliki dari jumlah seluruhnya yaitu sebanyak
pengaruh signifikan terhadap keputusan 100 sampel. Uji model regresi linear
investasi perusahaan. berganda dinyatakan dapat digunakan
untuk memprediksi keputusan investasi
Pembahasan perusahaan. Berikut adalah penjelasan
Penelitian ini bertujuan untuk masing - masing variabel independen
mengetahui pengaruh kepemilikan terhadap variabel dependen:
manajerial, profitabilitas, DER

12
Pengaruh Kepemilikan Manajerial ikut menanggung kerugian apabila
Terhadap Keputusan Investasi keputusan investasi yang diambil oleh
Kepemilikan manajerial adalah mereka salah contohnya PT. Fast Food
pemegang saham dari pihak manajemen Indonesia senilai 0,44 pada tahun 2008-
yang secara aktif ikut dalam 2012.
pengambilan keputusan perusahaan Hasil penelitian ini bertolak
(Hatta, 2002). Kepemilikan managerial belakang dengan penelitian yang
dapat diperoleh dari jumlah saham yang dilakukan oleh Wijaya (2011) yang
dimiliki oleh direksi dan manajer dibagi menyatakan bahwa kepemilikan
dengan jumlah saham yang beredar manajerial tidak berpengaruh signifikan
(Nuringsih, 2005). terhadap keputusan investasi perusahaan.
Kepemilikan manajer diprokasikan
dengan persentase kepemilikan saham Pengaruh Profitabilitas Terhadap
oleh direksi dan dewan komisaris. Keputusan Investasi
Meningkatkan kepemilikan manajerial Menurut Birmingham dan Gapenski
digunakan sebagai salah satu cara untuk (2006) profitabilitas adalah hasil akhir
mengatasi masalah yang ada di dari sejumlah kebijakan dan keputusan
perusahaan manajemen perusahaan, jadi dikatakan
Dari hasil uji t menunjukkan profitabilitas adalah kemampuan
bahwa kepemilikan manajerial memiliki perusahaan dalam memperoleh laba
nilai profitabilitas 0,019 lebih kecil dari bersih dari aktivitas yang dilakukan pada
taraf signifikansi 0,05. Hal ini periode akuntansi. Hubungan
menunjukkan bahwa Ho ditolak, artinya profitabilitas berkaitan dengan
Kepemilikan Manajerial berpengaruh keputusan-keputusan antara lain
signifikan terhadap keputusan investasi keputusan investasi yaitu sebagai
perusahaan. Hal ini diduga karena para pengaturan anggaran dari proyeksi
manajer mampu mengelola aset keuntungan. Profitabilitas menjadi
perusahaan lebih baik ketika memiliki pertimbangan penting bagi investor
sebagian saham perusahaan. Dengan dalam keputusan investasi.
meningkatnya kepemilikan manajerial Dari hasil uji t menunjukkan
maka manajer akan termotivasi untuk bahwa ROA memiliki nilai profitabilitas
meningkatkan kinerjanya sehingga 0,012 lebih kecil dari taraf signifikansi
dalam hal ini akan berdampak baik 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho
kepada perusahaan serta memenuhi ditolak, artinya Profitabilitas
keinginan dari para pemegang saham. berpengaruh signifikan terhadap
Semakin besar kepemilikan manajerial keputusan investasi perusahaan. Hal ini
dalam perusahaan maka manajemen diduga karena kenaikan atau penurunan
akan lebih giat untuk meningkatkan profitabilitas akan mempengaruhi
kinerjanya karena manajemen keputusan investasi perusahaan. Dengan
mempunyai tanggung jawab untuk kata lain, perusahaan yang memiliki laba
memenuhi keinginan dari pemegang dalam jumlah yang besar dapat
saham yang tidak lain adalah dirinya menggunakan labanya dalam jumlah
sendiri. besar pula untuk mendanai aset
Manajemen akan lebih berhati-hati perusahaan. Perusahaan yang memiliki
dalam mengambil suatu keputusan, ROA yang semakin besar maka semakin
karena manajemen akan ikut merasakan efektif dan efisien dalam menggunakan
manfaat secara langsung dari keputusan keseluruhan aktivanya didalam
yang diambil. Selain itu manajemen juga menghasilkan laba bersih. Dan

13
sebaliknya, perusahaan dengan ROA perusahaan harus membayar bunga
yang kecil maka perusahaan tersebut kepada pemegang obligasi sehingga
tidak efektif dan efisien dalam melakukan investasi manajer akan lebih
menggunakan aktivanya untuk berhati-hati dan tidak berinvestasi pada
menghasilkan laba. Selain itu, semakin proyek yang merugikan perusahaan.
tinggi profitabilitas suatu perusahaan Sebuah perusahaan dikatakan tidak
maka semakin besar kemampuannya solvabel apabila total hutang perusahaan
untuk membayarkan dividennya. lebih besar daripada total modal yang
Sehingga para investor akan tertarik dimiliki perusahaan. Dengan semakin
untuk berinvestasi pada perusahaan yang tingginya rasio DER menunjukkan
menghasilkan tingkat profitabilitas yang semakin besarnya dana yang disediakan
tinggi. Contohnya PT Ultrajaya Milk oleh kreditur. Hal tersebut akan
Industry & Trading Company Tbk membuat investor berhati-hati untuk
senilai 0,66 pada tahun 2008. Hasil berinvestasi di perusahaan yang rasio
penelitian ini mendukung penelitian DER tinggi karena semakin tinggi rasio
yang dilakukan oleh Wahyuningsih DER semakin tinggi pula resiko
(2001) yang menyatakan bahwa variabel investasinya DER itu sendiri
profitabilitas berpengaruh signifikan menyangkut suatu kondisi yang baik
terhadap keputusan investasi perusahaan. dimana biaya stabil dan mengarah
kepada sederetan besar tingkat
Pengaruh DER Terhadap Keputusan keuntungan. Keputusan – keputusan
Investasi tentang penggunaan DER seharusnya
Menurut Aivazian et al. (2005), menyeimbangkan hasil pengembalian
penjelasan lain dari hubungan antara yang lebih tinggi yang diharapkan
DER dan investasi adalah teori dengan bertambahnya resiko
overinvestment yang merupakan konflik dan konsekuensi yang dihadapi
potensial antara manajer dan pemegang perusahaan jika mereka tidak dapat
saham. Menurut teori ini, manajer memenuhi pembayaran bunga atau
memiliki keinginan untuk memperbesar kewajiban yang sudah jatuh tempo.
ukuran perusahaan sehingga terkadang Contohnya PT Pioneerindo Gourmet
menerima proyek merugikan yang dapat International Tbk memiliki DER senilai
mengurangi kesejahteraan pemegang 0,90 pada tahun 2008. Hasil penelitian
saham. ini mendukung penelitian yang
Dari hasil uji t menunjukkan dilakukan oleh Hidayat (2010) yang
bahwa DER memiliki nilai profitabilitas menyatakan bahwa DER
0,001 lebih kecil dari taraf signifikansi berpengaruh signifikan terhadap
0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho keputusan investasi perusahaan.
ditolak, artinya DER
berpengaruh signifikan terhadap KESIMPULAN, KETERBATASAN
keputusan investasi perusahaan. Hal ini DAN SARAN
diduga karena Para manajer mampu
Kesimpulan
mengelola hutang perusahaan dengan
Berdasarkan hasil analisis yang telah
baik sehingga nilai keputusan
dilakukan sebelumnya, maka dapat
investasinya tinggi. Kemampuan diambil kesimpulan sebagai berikut:
manajer dalam mengendalikan fruktuasi
1. Berdasarkan uji F menunjukkan
arus kas dalam perusahaan harus dibatasi
bahwa model regresi linear berganda
dengan penggunaan hutang. Penggunaan
fit, artinya model regresi tersebut
hutang akan membuat para manajer
dapat digunakan untuk memprediksi
kepemilikan manajerial, profitabilitas,

14
dan DER secara bersama-sama menggunakan labanya dalam jumlah
berpengaruh terhadap keputusan besar pula untuk mendanai aset
investasi perusahaan. Hal ini dapat perusahaan.
dilihat berdasarkan nilai F hitung c. Variabel DER memiliki nilai
6,468 dengan signifikasi 0,001 lebih probabilitas 0,001 lebih kecil dari
kecil dari 0,05. 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa Ho
2. Berdasarkan uji Koefisien ditolak, artinya DER berpengaruh
2 secara signifikan terhadap keputusan
Determinasi (R ) menunjukkan
bahwa variabel kepemilikan investasi perusahaan. Artinya sedikit
manajerial, profitabilitas, dan DER banyaknya dana yang tersedia akan
hanya dapat menjelaskan keputusan mempengaruhi keputusan investasi
investasi sebesar 0,215 atau 21,5%. yang diambil para manajer. sehingga
Sedangkan sisanya 0,785 atau sebesar para manajer harus mampu mengelola
78,5% dijelaskan oleh variabel lain hutang perusahaan dengan baik dan
diluar model. membuat nilai keputusan investasi
3. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan perusahaan tinggi. Hasil penelitian ini
hasil analisis sebagai berikut: mendukung penelitian yang dilakukan
a. Variabel Kepemilikan manajerial oleh Hidayat (2010) yang menyatakan
memiliki nilai probabilitas 0,019 lebih bahwa DER berpengaruh signifikan
kecil dari taraf signifikansi 0,05. Hal terhadap keputusan investasi
ini menunjukkan bahwa Ho perusahaan.
ditolak, artinya Kepemilikan
Manajerial berpengaruh secara Keterbatasan penelitian
signifikan terhadap keputusan Penulis menyadari bahwa penelitian
investasi perusahaan. Hal ini diduga yang telah ditentukan memiliki
karena para manajer mampu keterbatasan- keterbatasan. Berikut
mengelola aset perusahaan lebih baik adalah beberapa keterbatasan dalam
ketika memiliki sebagian saham penelitian ini, yaitu:
perusahaan. Hasil penelitian ini
bertolak belakang dengan penelitian 1. Jumlah sampel yang terbatas, hal
yang dilakukan oleh Wijaya (2011) ini disebabkan karena kurang
yang menyatakan bahwa kepemilikan lengkapnya laporan keuangan
manajerial tidak berpengaruh dan perusahaan yang mengalami
signifikan terhadap keputusan kerugian.
investasi perusahaan. 2. Pada penelitian ini hanya
b. Variabel ROA memiliki nilai meneliti tiga variabel independen
probabilitas 0,012 lebih kecil dari yaitu kepemilikan manajerial,
taraf signifikansi 0,05. Hal ini profitabilitas dan DER dan
menunjukkan bahwa Ho ditolak, variabel dependen yaitu
artinya Profitabilitas berpengaruh keputusan investasi.
secara signifikan terhadap keputusan Saran
investasi perusahaan. Hal ini berarti Adanya keterbatasan dalam penelitian
terjadinya kenaikan dan penurunan ini, maka saran yang dapat diberikan
variabel profitabilitas akan dalam penelitian ini adalah:
mempengaruhi keputusan investasi 1. Bagi peneliti selanjutnya disarankan
perusahaan. Dengan kata lain, untuk menambah variabel- variabel
perusahaan yang memiliki laba dalam lain yang mempengaruhi keputusan
jumlah yang besar dapat investasi seperti resiko investasi,

15
kesempatan investasi, growth Volume 12 No. 4, April 2010, hal.
opportunity, dan likuiditas 445-468.
perusahaan. Lipson, M.L, S. Mortal dan M.J. Schill.
2. Peneliti ini dapat dilanjutkan dengan 2009. What Explains the Asset
menambahkan sampel penelitian, Growth Efect in Stock Returns?.
tidak hanya pada sektor perusahaan Internasional Research Journal Of
food and beverage saja agar data yang Finance And Economics.
diperoleh menjadi lebih baik seperti Myers, S., dan S., Majluf. 1984.
sektor perusahaan manufaktur atau Corporate Financing and
sektor perusahaan jasa. Investment Decision When Firm
Have Information That Investors
DAFTAR RUJUKAN Do Not Have. Journal of Financial
Aivazian, V.A., and Qiu, J. 2005. The Economics.
Impact Of Leverage On Firm Nur Indriantoro dan Bambang Supomo.
Investment: Canadian evidence. 2001. Metodologi Penelitian Bisnis
Journal of Corporate untuk Akuntansi dan Manajemen.
Finance.11(1), 227-291. Edisi pertama. BPFE. Yogjakarta.
Brigham, E.F. dan L.C. Gapenski. 1990. Saragih, Joana L. 2008. Pengaruh
Intermediate Financial kepemilikan manajerial, Leverage
th dan profitabilitas terhadap
Management. 3 Edition.
Florida : Penerbit The Dryden kebijkan investasi perusahaan.
Press. Akuntansi, 68. Rectrieved from
Brigham, E.F. dan L.C. Gapenski. 2006. http://repository.usu.ac.id/handle/1
Intermediate Financial 23456789/4024.
th Tandelin, Eduardus. 2010. Portofolio
Management. 7 Edition.
Sea Harbor Drive: Penerbit The dan investasi. Edisi pertama.
Dryden Press. Kanisius. Yogyakarta.
Bayu, Christine Novanti. 2011. Verdi, R.S. 2006. Financial Reporting
Pengaruh Financial Leverage Quality and Investment Eficiency.
Terhadap Keputusan Investasi Internasional Research Journal Of
Dengan Growth Sebagai Variabel Finance And Economics.
Moderasi. Jurnal dinamika Wahyuningsih. 2001. Analisis Hubungan
akuntansi. Interdependensi Antara keputusan
Hatta, Atika J. 2002. Faktor- Faktor Investasi, Hutang , Dan Dividen
Yang Mempengaruhi Kebijakan Perusahaan-Perusahaan Properti
Deviden. Jurnal akuntansi dan Go Public Di Bursa Efek Jakarta.
auditing Indonesia. Vol. 6. No. 2 Media Riset Bisnis Dan
Desember, Hlm. 1-22. Manajemen.
Hasibuan. 2005. Faktor- Faktor Yang Wijaya, Anggita Langgeng, & Juli
Mempengaruhi Keputusan Murwani. 2011. Pengaruh
Investasi Pada Perusahaan kepemilikan manajerial, leverage,
Makanan Dan Minuman. Jurnal dan profitabilitas terhadap
akuntansi dan auditing Indonesia. kebijakan investasi perusahaan.
Hidayat, Riskin. 2010. Keputusan Jurnal dinamika akuntansi. 3(1),
Investasi dan Financial 33-41.
Constraints: Studi Empiris pada www.idx.co.id
Bursa Efek Indonesia. Buletin Indonesian Capital Market Directory
Ekonomi Moneter dan Perbankan, (ICMD)

16
17