You are on page 1of 1

PENYEBAB DAN PENCEGAHAN KALKULUS

( DIET EFFECT TO THE ESTABLISHMENT OF THE CALCULUS )

Safira Maulida Suci

NIM: 180600019
Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Sumatera Utara
Jl. Alumni No. 2 Kampus USU Medan 20155
E-mail: safiramaulida813@gmail.com

Abstract
Calculus (tartar) is a continuous irritating factor against gum so that it can cause
inflammation of the gums. Mineral calcium and phosphate as a calculus (tartar) forming can
be obtained from consumption food and Drink. Calcium and phosphate in saliva are
important role in the enamel remineralization process and also in the calculus formation. The
aim of this research is to know how do the calcium concentration in saliva make formation of
supragingival calculus. Previous analyses of proteins extracted from ancient dental calculus
revealed the presence of the dietary milk protein b-lactoglobulin, providing direct evidence of
dairy consumption in the archaeological record. However, the potential for calculus to
preserve other food-related proteins have not yet been systematically explored. In addition to
milk proteins, detected proteomic evidence of foodstuffs such as cereals and plant products,
as well as the digestive enzyme salivary amylase.

Key words: calculus, diet, gingiva

Abstrak
Kalkulus (tartar) merupakan suatu faktor iritasi yang terus menerus terhadap gusi sehingga
dapat menyebabkan keradangan pada gusi. mineral kalsium dan phosphat sebagai pembentuk
kalkulus (tartar) dapat diperoleh dari konsumsi makanan dan minuman. kalsium dan fosfat di
dalam saliva penting dalam proses remineralisasi email dan berperan juga dalam pembentukan
karang gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kadar kalsium dalam saliva
membentukan karang gigi. Analisis sebelumnya protein yang diekstrak dari Kalkulus gigi kuno
mengungkapkan adanya protein susu makanan b-laktoglobulin, menyediakan bukti langsung
dari konsumsi susu di catatan arkeologi. Namun, potensi kalkulus untuk melestarikan protein
lain yang berkaitan dengan makanan belum dieksplorasi secara sistematis. Selain protein susu,
dideteksi bukti proteomika bahan makanan seperti sereal dan produk tanaman, dan juga amilase
kelenjar ludah enzim pencernaan.

Kata kunci: gusi, kalkulus, makanan