You are on page 1of 13

PROPOSAL TESIS

HUBUNGAN KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA


DENGAN KEPUASAN KERJA PADA PERAWAT RUMAH
SAKIT AL IHSAN BANDUNG

Pebri Riansyah Cladio Lodra Malhotra 20090318049

DOSEN PEMBIMBING
Dosen pembimbing utama
Dosen pembimbing pendamping 1

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAGEMEN RUMAH SAKIT


PROGRAM PASCASARJANA UNIVERISTAS ISLAM BANDUNG
2018
1.1 Latar Belakang
Hampir semua organisasi, menganggap karyawan merupakan sumber daya vital dan
mereka mewakili investasi penting dalam perusahaan, apabila mereka puas dan loyal
terhadap pekerjaan mereka. Kepuasan merupakan keadaan terakhir dari suatu psikologis,
yakni konsep multi dimensi yang mencakup aset perasaan yang mengntungkan atau tidak
menyenankan yang dirasakan oleh karyawan dari pekerjaan mereka. Kepuasan keraja
merupakan istilah baru yang mengatakan bahwa banyak orang merasa puas dengan
pekerjaan mereka. Kepuasan kerja adalah reaksi gabungan berdasarkan pesan atau
gangguan psikologis, fisiologi dan lingkungan yang membuat karyawan mengatakan
bahwa dia puas atau tidak puas, disisi lain menjelaskan kepuasan kerja adalah semua
tentang perasaaan tentang pekerjaan atau yang dikerjakannya. Kepuasan kerja adalah arah
yang efektif menuju hasil yang diinginkan.
kepuasan kerja merupakan faktor utama untuk meningkatkan dan mempertahanan
keseluruhan hasil ogansiasasi dan kesetiaan pekerjaan dengan layanan yang efisien dan
kinerja yang lebih baik. faktor yang mempengaruhi dan berhubungan dengan kepuasan
kerja yang diambil yaitu, partisipasi dalam pengambilan keputusan, pemberedayaan,
penghargaan, dan pengakuan, lingkungan tempat kerja.
Kompensasi adalah pendekatan sistematis untuk memberikan nilai moneter kepada
karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan. Kompensasi karyawat dapat
mencapai beberapa tujuan dalam rekutmen, kinerja pekerjaan dan kepuasan kerja.
“kompensasi karyawan mengacu pada semua bentuk pembayaran karyawan dan timbul dari
pekerjaan mereka”. Stategi kompensasi yang baik mengacu keseimangan antara ekuitas
interal dan daya saing ekternal, kompensasi dan manfaat mempengaruhi produktivitas dan
kebahagian karyawan.
Seiring dengan keamanan kerja, kompensasi/pembayaran telah menjadi salah satu yang
teratas pada lima kontributor untuk kepuasan kerja sejak tahun 2002, 63% karyawan
menunjukan bahwa pentingnya kompensasi kerja untuk kepuasan kerja. Pada tahun 2016
kepuasan kerja naik menjadi posisi ke empat sebagai kontributor kepuasan kerja.
Lingkungan tempat kerja merupakan faktor penting yang memiliki dampak signifikan
pada kinerja karyawan, memenuhi kebutuhan intrinsik, ekstrinsik dan sosial mereka,
membentuk dasar bagi mereka tinggal di organsiasi serta menjadi penentu utama kualitas
dalam pekerjaan dan tingkat kinerja. Lingkungan kerja yang positif karenanya memiliki
banyak manfaat bagi suatu organsisasi. Lingkungan kerja yang menarik dan mendukung
sangat pentinguntuk kepuasan kerja. Lingkungan kerja memiliki banyak sifat yang dapat
mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental. Tempat kerja yang berkualitas sangat
penting untuk mempertahankan pekerja pada berbagai tugas merkea dan bekerja secara
efektif. Tempat kerja yang baik diperiksa oleh karakterisitik seperti upag yang kompetitif,
hubungan saling percaya antara karyawan dan manajemen, kesetaraan dan keadilan untuk
semua orang, dan yang masuk akal dalam beban kerja dengan tujuan yang menantang
namun dapat dicapai.
Rumah sakit al – Ihsan merupakan

1.2 Identifikasi Masalah


Berdasarkan dari penjelasan pada latar belakang masalah di atas maka dapat di buat
perumusan masalah dalam penelitian ini adalah “bagaimana pengaruh kompensasi dan
lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja perawat pada rumah sakit al – ihsan bandung.

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 untuk mengetahui kompensasi perawat pada rumah sakit al – Ihsan
1.3.2 untuk mengetahui lingkungan kerja perawat pada rumah sakit al – ihsan
1.3.3 untuk mengetahui kepuasan kerja perawat pada rumah sakit Al – ihsan
1.3.4 untuk mengetahui pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja perawat pada
rumah sakit al ihsan
1.3.5 untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja perawat
pada rumah sakit al ihsan
1.3.6 untuk mengetahui pengaruh kompensasi dan lingkungan kerja terhadap keuasan
kerja perawat pada rumah sakit al – ihsan

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Manfaat Akademis
1.4.1.1 Penelitian ini diharapkan menjadi acuan teori untuk upaya meningkatkan
kepuasan kerja di rumah sakit
1.4.1.2 Menjadi acuan untuk penelitian berikutnya dan diharapkan menjadi ilmu yang
bermanfaat bagi pengembangan ilmu.
1.4.2 Manfaat praktis
1.4.2.1 Menjadi acuan untuk menyusun langkah strategis untuk mengatur kepuasan
kerja pada rumah sakit
1.4.2.2 Menjadi tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka kepuasan
kerja pada lingkungan kerja rumah sakit
1.4.3 pihak rumah sakit
1.4.3.1 Menjadi tindakan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan angka kepuasan
kerja pada lingkungan kerja rumah sakit

1.5 Landasan Teori


1.5.1 Kepuasan kerja
Kepuasan kerja merupakan keadaan akhir dari suatu proses psikologis, konsep
multi dimensi yang mencangkup aset perasaan yang menyenangkan atau tidak
menyenangkan yang dirasakan oleh karyawan dari pekerjaan mereka. Kepuasan kerja
merupakan istilah baru yang mengungkapkan bahwa beberapa orang merasa puas
dengan pekerjaan. Kepuasan kerja dapat juga di amati melalui sikap umum karyawan
terhadap pekerjaannya yang berpengaruh positif terhadap pekerjaan mereka.
Kepuasan kerja merupaka reaksi gabungan berdasarkan pesan atau gangguan
psikologis, fisiologis dan lingkungan yang membuat karyawan mengatakan bahwa
mereka puas dan tidak puas. Disisi lain kepuasan kerja adalah semua tentang perawaan
seseorang tentang pekerjaan atau yang dikerjakannya. Kepuasan kerja adalah
pandangan khusus dari karyawan terhadap pekerjaannya.
Kepuasan kerja merupakan faktor utama untuk meningkatkan dan mempertahankan
keseluruhan hasil organisasi dan kestiaan pekerjaan dengan layanan yang efisien dan
kinerja yang merasa lebih baik.

Gambar mewakili responden dimana mereka agak puas atau sangat puas dengan pekerjaan
mereka saat ini didasarkan pada skala di mana 1 = "sangat tidak puas" dan 5 = "sangat puas."
"Netral / Tidak puas atau tidak puas" dikeluarkan dari
analisis ini.
Sumber: Kepuasan Kerja Karyawan dan Keterlibatan (SHRM, 2016)
\
Pada tahun 2015, 88% karyawan Amerika serikat melaporkan mengenai kepuasan
dengan pekerjaan mereka secara menyeluruh dengan dilaporkan 37% mereka merasa sangat
puas dan 51% melaporka agak puas. Presentasi ini menandai tingkat kepuasan tetinggi selama
10 tahun terakhir. Sejak 2013 presentasi karyawan yang puas tejadi kenaikan namun demikian
ini hal tersebut terbukti bahwa sebagian besar karyawan hanya puas sampai batas tetentu. 45
% mengindikasikan sedang agak puas dan 40% diindaksikan sangat puas dengan
organisasinya.
67% sangat penting dalam pengobatan pegawai kala sakit, pada 63% keseluruhan
kompensasi/pembayaran adalah yang penting pada urutan kedua yang berkontibutor pada
kepuasan kerja yang melompat menjadi posisi ke 4 pada tahun 2014.
1.5.2 Kompensasi
Kompensasi adalah pendekatan sistematis untuk membeirkan nilai moneter
kapada karyawan sebagai imbalan atas pekerjaan yang dilakukan. Kompensasi
karyawan dapat mencapai beberapa tujuan dalam rekutmen, pekerjaan – kinerjaan dan
kepuasan kerja. Kompensasi karyawan mengcu pada semua bentuk bayaran karyawan
dan berasal dari hasil kerja keras mereka. Kompensasi dapat didefinisikan sebagai
semua imbalan yang diperoleh karyawan sebagai imbalan atas kerja mereka.
Kompensasi dalam kesehariannya dibagi menjadi yakni kompensasi langsung dan tidak
langsung.
a. Kompensasi langsung yakni seperti gaji, upah, bonus dan komisi disediakan
sebagain interval reguler dan konstan.
b. Kompenasi tidak langsung yakni yang bukan hal pembayaran yang masuk kedalam
kompensasi langusng dan dapat dipahami untuk membentuk bagian kontrak sosial
antara pemberi kerja dan karyawan seperti manfaat , rencana pensiun, pendidikan
dan layanan karyawan.
c. Kompensasi non finansial mengacu pada topik seperi karir peluang pengembangan
dan kemajuan, peluan untuk pengakuan serta kondisi kerja. Namun menentukan
penghargaan yang efektif, keunikan masing masin karyawan harus
dipertimbangkan.
Stategi kompenasi yang baik mencangkup keseimbangan antara internal ekuitas dan
daya saing ekternal. Kompensasi dan manfaat mempengaruhi produktivitas dan
kebahagiaan karyawan.
1.5.3 Lingkungan Kerja
lingkungan kerja adalah keseluruhan sarana dan prasarana yang ada di sekitar karyawan
yang sedang melakukan pekerjaan itu sendiri. Lingkungan kerja ini meliputi: tempat kerja,
fasilitas dan alat bantu pekerjaan, kebersihan, pencahayaan, ketenangan termasuk juga
hubungan antara orang-orang yang ada di tempat tersebut.
Lingkungan kerja merupakan seluruh bentuk suasana disekitar para pekerja yang dapat
mempengaruhi para pekerja dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya,
seperti tempat kerja yang baik, ventilasi, penerangan lampu yang memadai, kebersihan
tempat pekerjaan, keamanan, pewarnaan dan hal lainnya yang berhubungan dengan tempat
tinggal seseorang (Handoko, 2001:195). Adapun indikator lingkungan kerja menurut
Sedarmayanti (2002:86) adalah sebagai berikut :
1) Suasana kerja
2) Hubungan sesama karyawan
3) Tersedianya fasilitas kerja
4) Kerjasama kelompok
5) Pengawasan pimpinan
Dalam mengakses tingkat di mana staf dipengaruhi oleh berbagai faktor di tempat
kerja, 62% responden menilai fisik lingkungan sangat penting untuk kepuasan mereka yang
harus dipertahankan atau diperbaiki. Responden ini prihatin tentang suasana, tingkat laminasi,
suhu area kerja dan tata letak kantor. 23 (22%) dari 105 responden sangat peduli tentang
hubungan sosial sedang bekerja. Mereka menyukai kehidupan dan kerja komunal. 17% adalah
Lebih tertarik pada konten pekerjaan. Yang ini ambil mempertimbangkan tingkat monoton
dalam suatu pekerjaan, kompleksitas pekerjaan, pengakuan dari pekerjaan dan lainnya. Lihat
gambar 1 di bawah ini untuk rincian tanggapan.

1.6 Objek dan Metode penelitian


1.6.1 Objek Penelitian
Penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam sebagai teknik
pengumpulan data pada perawat mengenai kompensasi dan lingkungan kerja terhadap
pengaruh kepuasan kerja perawat di rumah sakit al ihsan.
1.6.1.1 Visi Misi organisasi Al – Ihsan
Visi : menjadi rumah sakit umum daerah terdepan dan rujukan utama di jawa barat
tahun 2018
a. Meningkatkan pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit menular dan tidak
menular dengan arah kebijakan peningkatan pelayanan kesehatan, pencegahan dan
peannggulangan penyakit menular dan tidak menular termasuk masalah gizi
masyarakat
b. Meningkatkan kuantitas dan kuaitas sumber daya kesehatan di puskesmas dan
rumah sakit dengan araha kebijakan peningkatan sumber daya kesehatan di
puskesmas dan rumah sakit untuk masyarkaat dan rakyat miskin.
Misi :
a. Mewujudkan center of excellent (pelayanan unggulan : ajntung, traumatic,
degeneratif, perinatologi, stroke, diabetic, cancer, infeksi, emergency)
b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM yang profesional yang dilandasi
keimanan dan ketaqwaan kepada tuhan yang maha esa
c. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang
berkualitas
d. Mengembangkan kemitraan dalam bidang pelayanan kesehatam, pelatihan, rumah
sakit pendidikan dan pelatihan yang berhasil guna
e. Mengingkatkan mutu pelayanan kesehatan yang berbasis pada sistem informasi
yang terpadu
1.6.1.2 Struktur Organisasi Al – ihsan
STRUKTUR ORGANISASI RSUD AL IHSAN
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas
Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun 2008 Tetang Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Rumah Sakit Daerah Provinsi Jawa Barat

Dewan Pengawas Rumah Sakit


Ketua : Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
Anggota :
1. Kepala Biro Keuangan Provinsi Jawa Barat
2. Prof. Dr. H. Iwin Sumarman, dr., Sp. THT-KL(K)
Sekretaris bukan anggota : Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat
Susunan `Direksi dan Middle Manager` RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat
Direktur : H. Komar Hanifi, dr., MKM
Wadir Umum & Keuangan : H. Agus Muharam, dr., MM
Wadir Medik & Keperawatan : DR. H. Yusuf Heryadi, dr., Sp. Onk
Wadir SDM & Pendidikan : H. Pandith A. Arismunandar, dr., MM
Kepala Bagian Keuangan & Akuntansi : Iman Sugestiana, S. Sos, M. Si
Kepala Bagian Perencanaan, Program, Evaluasi & Laporan : Irlan Hendriana, SE
Kepala Bagian Umum dan Hukum : Dede Setia Rosana, S. Sos., MM
Kepala Bidang Medik & Penunjang : Nani Linaningsih, dr
Kepala Bidang Keperawatan : Hj. Iim Susanti, SKp. Ners
Kepala Bagian SDM : Cecep Setiawan, SH
Kepala Bagian Pendidikan & Penelitian : Yani Maryani, S.Kep. Ners
Kepala Subbagian Keuangan : Nanan Komaruzzaman, SE
Kepala Subbagian Akuntansi : Dedi Suwandi, BA
Kepala Subbagian Perencanaan & Program : Rudi, SE
Kepala Subbagian Evaluasi & Pelaporan : Titik Herawati, S. Kep. Ners
Kepala Subbagian Kerumahtanggaan & Perlengkapan : Hj. Kokom Komariah, SE
Kepala Subbagian Hukum, Humas & Pemasaran : M. Jaenal Arifin, SE
Kepala Seksi Pelayanan Medik : Nani Linaningsih, dr
Kepala Seksi Penunjang Medik : H. Tedi Rasmadi, dr
Kepala Seksi Pengembangan Mutu & Logistik Keperawatan :Nining
Komalasari,S.Kp.Ners.,M. Kep
Kepala Seksi Pelayanan Keperawatan : Oom Umriah, S. Kep. Ners
Kepala Subbagian Administrasi & Pengembangan Karir Peg. : Asep Azka Abudl Aziz, SE
Kepala Subbagian Kesejahteraan Pegawai : Dewi Hasanah, SE
Kepala Subbagian Pendidikan & Pelatihan : Dadan Ginanjar, SKM
Kepala Subbagian Penelitian & Pengembangan : Agus Juhaeni, SE
Satuan Pengawas Internal
Ketua : H. Ahmad Dahlan, SE., MM
Sekretaris : Hj. Maria Zaina Rahmansjah. Dra., MM
Koordinator Adm. SDM dan URT : Cucu Cahyani, SE
Koordinator Adm. Keuangan : Atang Rusmana, SE
Koordinator Adm. Pelayanan : Hj. Yulianti, dr
Komite Medik
Ketua : Krishna Pradananta, dr., Sp. B.-FInaCS
Sekretaris : dr. Nani Linaningsih
Komite Keperawatan
Ketua : Nining Komalasari, S.Kp. Ners., M. Kep
Sekretaris : Neni Widiastuti, S. Kep., Ners
Komite Administrasi dan Penunjang
Ketua : M. Jaenal Arifin, SE
Sekretaris : Agus Juhaeni, SE
Komite Etik dan Hukum
Ketua : H. Gunawan Day, dr., Sp. THT-KL., MARS
Sekretaris : H. Ahmad Dahlan, SE., MM
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi
Ketua : Hj. Ummie Wasitoh, dr,. Sp. PD
Sekretaris : Asep Fadilah R. AMK

1.6.2 Metode Penelitian


1.6.2.1 lokasi penelitian
penelitian ini dilakukan pada rumah sakit al ihsan bandung, Jl. Ki Astramanggala,
Baleendah, Bandung, Jawa Barat 40381.
1.6.2.2 populasi dan sampel
populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat ruangan zumar rumah sakit al
ihsan yang sudah menjadi pegawai tetap dan tidak mengambil cuti.
Kompenasasi
Cukup Tidak Depresi
kompensasi Sangat Puas Puas
puas puas kerja

Direct

Indirect
adapun sampel dari penelitian ini penulis menggunakan teknik simple random
sampling yang berjumlah 30 orang perawat

1.6.2.3 teknik pengumpulan data


teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan metode
wawancara.
1.6.2.4 teknis analisis data
Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deksiptif kuantitiatif. Untuk analisis
kuantitiatif dicari menggunakan bantuan program Epi Info 7. Untuk menguji hipotesis
dilakukan uji validasi, uji reabilitas, analisis regresi lienar sederhana dan beganda.

1.6.2.5 Operasional Variable


Variable Subvariable Konsep Dimensi Indikator Ukuran Scale
X1 Bisa displit Cari Ada Apa aja Ordinal
gak secara di1.5 teorinya kepemimopinan sealu
teori dwdiniii jadi x tu jaang
pelatihan nama, gimana kadang
tahun aja kanda
lakukan
pada
semua
variable
X2
X2
Y
1.7 Kerangka Pemikiran
sangat puas
(50-60)

puas (40 -
49)

kepuasan cukup puas


indrek
kerja (30 - 39)

tidak puas
(20 - 29)

depresi kerja
(1 - 19)

kompensasi sangat puas

puas

kepuasan
direk cukup puas
kerja

kepuasa
non finansial tidak puas
kerja

depresi kerja

suasan kerja
hubungan dengan karyawan
lingkungan kerja tersedianya fasilitas kerja kepuasan kerja
kerjasama kelompok
pengawasan pimpinan

1.8 Uji Hipotesis


berdasarkan uraiain yang telah di kemukakan di atas, maka dapat di tarik sebuah dugaan
hipotesis peneitian sebagai berikut :
H1 : kompensasi berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat rumah sakit al ihsan
H2 : lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat rumah sakit al ihsan
H3 : kompensasi dan lingkungan kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja perawat
rumah sakit al ihsan.