You are on page 1of 3

Tiroid merupakan kelenjar endokrin tubuh yang letaknya perifer atau superfisial.

1,2 Letaknya yang


superfisial menyebabkan kelenjar ini rentan akan radioaktif sehingga hal tersebut membuat seseorang
pada masa kanak-kanak disaat pertumbuhan pesat terjadi akan rentan untuk terpapar radiasi. Kita
sering tidak paham mengenai kelenjar ini padahal peranannya sangat penting bagi tubuh. Terkadang kita
menyadari peran dan keberadaannya dalam tubuh bila kelenjar ini mengalami pembesaran dan terlihat
secara kasat mata pada orang yang mengalami kelainan akibat letaknya yang superfisial atau mendekati
permukaan tubuh.
Sekilas yang perlu kita ketahui bahwa sistem endokrin merupakan salah satu dari dua sistem
regulatorik/pengatur utama tubuh yang bekerja melalui hormon yang disekresikan dan masuk ke dalam
aliran darah. Bila kita masih mengingat pelajaran sekolah dahulu bahwa hormon berperan amat penting
dalam mengontrol pertumbuhan dan adaptasi stres. Dalam hal ini hormon yang dihasilkan akan
mencapai sel target untuk melaksanakan aktivitas homesotatik yaitu mengatur konsentrasi molekul
nutrien, air, garam dan elektrolit lain. Proses homeostatik mutlah dibutuhkan untuk kelangsungan hidup
sel oleh karena sel membutuhkan pasokan nutrien terus menerus yang diperlukan dalam menopang
reaksi kimia penghasil energi.1

EMBRIOLOGI DAN ANATOMI TIROID


Secara embriologis, kelenjar tiroid berasal dari pertumbuhan bagian tengah dasar faring dimana daerah
tersebut merupakan tempat asal munculnya lidah yang kemudian akan bermigrasi ke bagian bawah
sehingga pada akhirnya tiroid terletak di bagian depan samping leher tepatnya di bawah laring dan atas
trakea.2 Kelenjar tiroid memiliki berat sekitar 15-25 gram. Kelenjar ini terdiri dari dua lobus yaitu kanan
dan kiri. Diantara kedua lobus tersebut terdapat isthmus tipis seperti jembatan yang menghubungkan
keduanya. Bila diamati dengan baik, kelenjar tiroid akan tampak seperti dua sayap atau kupu-kupu.
Kelenjar ini bahkan terletak di posisi yang sama dengan dasi kupu-kupu biasa diletakkan.1,2

Gambar 1. Anatomi Kelenjar Tiroid1


FISIOLOGI TIROID
Kelenjar tiroid menghasilkan hormon yang dibutuhkan terus-menerus oleh tubuh untuk mengontrol laju
metabolisme dan mengaktifkan proses diferensiasi sel-sel lainnya. Struktur penyusun dari kelenjar tiroid
yaitu folikel namun tidak berkelompok ataupun berderet. Di sekitar folikel terdapat sel-sel folikel yang
berfungsi untuk menghasilkan hormon tiroid. Selain itu terdapat pula sel-sel parafolikel yang
menghasilkan hormon kalsitonin.3 Fungsi hormon tiroid sebagai regulator laju metabolisme basal (BMR)
keseluruhan tubuh. Selain berfungsi mempercepat reaksi metabolisme bahan bakar yaitu penguraian
karbohidrat, lemak dan protein, efek dari hormon ini juga dapat mengaktifkan saraf simpatis,
meningkatkan kecepatan dan kekuatan kontraksi jantung, perkembangan normal sistem saraf terutama
SSP juga menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu mendadak terutama pada saat bayi lahir dan
keluar dari perut ibunya. Sedangkan hormon kalsitonin berfungsi untuk mengatur metabolisme
kalsium.1

PELEPASAN HORMON TIROID


Pengaturan dari pengeluaran hormon tiroid diatur oleh sumbu hipotalamus-hipofisis-tiroid dapat dilihat
pada gambar 2. Kelenjar hipofisis merupakan kelenjar endokrin kecil yang terletak di rongga tulang pada
dasar otak tepat dibawah hipotalamus, dimana keduanya terhubung oleh sebuah tangkai tipis.
Hipolamus akan menghasilkan thyrotropin-releasing hormone (TRH) untuk merangsang hipofisis dan
kemudian hipofisis yang menerima perintah dari hipotalamus akan mengeluarkan hormon juga yaitu
thyroid-stimulating hormone (TSH) untuk merangsang organ target. Oleh sebab itu hipofisis sering
dikenal sebagai master of the gland atau kelenjar pengendali yang akan menghasilkan berbagai macam
hormon untuk mengatur berbagai macam fungsi pada berbagai organ. Dalam merangsang pengeluaran
hormon tiroid bagian hipofisis yang bekerja adalah hipofisis bagian depan atau hipofisis anterior. Jika
dibayangkan betapa luar biasanya peran dari sistem ini. Kita kembali lagi dalam menghasilkan hormon
tiroid yang seimbang kerja mekanisme ini memerlukan mekanisme umpan balik negatif agar
pengeluaran hormon ini tidak berlebihan. Mekanisme ini dikontrol oleh hormon tiroid sendiri yang
dihasilkan oleh kelenjar tiroid, dimana hormon tiroid akan memadamkan aktivitas sekresi TSH pada
hipofisis anterior.1 Sungguh amat ajaib bukan tubuh kita? Memang segala sesuatu harus berlangsung
secara teratur dan demikian pula ALLAH menciptakan sistem ini dalam tubuh kita juga teratur.

Gambar 2. Regulasi Hormon Tiroid1


Sumber :

1. Sherwood L. Fisiologi Manusia: dari sel ke sistem. Edisi 6. Jakarta: EGC; 2011. h. 731, 756-61.
2. Moore KL, Dallery AF, Agur AMR, Moore ME. Anatomi Berorientasi Klinis. Edisi Ke-5. Jilid 3.
Jakarta: Erlangga Medical Series; 2013. h. 199.
3. Eroschenko VP. Atlas Histologi di Fiore dengan Korelasi Fungsional. Edisi 9. Jakarta: EGC; 2003.h.
269-70.