You are on page 1of 4

UNIVERSITAS GADJAH MADA ACTIVITY ASSESSMENT

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI FORM #4


BAGIAN ILMU PENYAKIT MULUT

Cornell Notes Nama : Shabrina Hasna Yudhana and fandy Tanggal : 3 maret 2014
muhammad
NIM/Klp : 08787 / 08793 / 7 Sesi : Tutorial 2
Peer teaching & Fasilitator : Dr. Drg. Dewi Agustina
learning
TOPIK 1 : Kelainan/ penyakit dengan karakteristik vesiko-ulseratif :
ulseratif, vesikuler dan bulosa
RESEARCH TASK: DDx Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis
(ANUG)___________________________________________
A. Pengertian/definisi Acute necrotizing ulcerative gingivitis (ANUG) adalah kondisi
peradangan gingiva dengan ditandai dengan nekrosis papilla
interproksimal. Biasanya muncul dalam bentuk akut. Relatif ringan dan
bentuk persistenya adalah penyakit subakut. Penyakit rekuren ditandai
dengan periode remisi dan eksaserbasi.

ANUG dicirikan dengan serangan tiba-tiba (sudden onset),


terkadang diikuti oleh penyakit yang parah atau infeksi akut traktus
respiratorius. Perubahan kebiasaan hidup, kerja yang berkepanjangan
tanpa istirahat yang cukup, penggunaan tobacco, dan stres psikologi
adalah ciri yang sering dialami penderita

Identifikasi Gejala : terasa sakit, berwarna merah, salivasi berlebihan, terasa metal
yang aneh, perdarahan gingiva spontan, ketajaman indra perasa
berkurang.
Tanda : gigi terlihat ekstrusi, senitif terhadap tekanan, gigi goyah, pasien
merasa kesulitan saat mengunyag, gingiva berubah warna menjadi coklat,
papilla interdental membengkak.
Diagnosis Diagnosis berdasarkan penemuan klinis. Smear bakteri digunakan untuk
menguatkan diagnosis klinis. Diagnosis juga dapat ditegakkan dengan
mengetahui riwayat kecepatan perkembangan, rasa sakit, ulser punch-out
melibatkan marginal gingiva. Rasa sakit, dan perdarahan dari tekanan
ringan atau sentuhan yang diberikan pada jaringan gingiva.
Klasifikasi lesi 1. stage I : hanya bagian atas dari papilla interdental yang terkena.
Ditandai dengan perdarahan saat dilakukan probing
2. stage II : lesi meluas sampai gingiva tepi dengan karakteristik lesi
punch out terdestruksi
3. stage III : sudah meluas sampai gingiva cekat
4. stage IV : proses necrotizing sudah mencapai tulang
Nomenklatur ICD-X A69.1
___________________________________________________________
___________________________
B. Epidemiologi (insidensi/ ANUG terkenal di Eropa dan Amerika Utara beberapa abad yang
prevalensi/demografi) lalu. Di negara-negara Barat dilaporkan ANUG terutama di kalangan
personil militer. Sejauh 401BC, Xenophon menggambarkan sebuah entitas
klinis mirip dengan ANUG dalam mulut prajuritnya. Bergeron tahun 1859
juga menggambarkan sebuah entitas penyakit yang mirip antara st tentara
Perancis yang disajikan dengan. Beberapa kasus yang dilaporkan dalam
literatur di Eropa dan Amerika Utara sebelum hubungannya dengan AIDS
biasanya antara personil militer
.
Namun, dengan infeksi HIV menyebar begitu luas, ANUG telah
menjadi secara luas diakui sebagai lesi yang sangat patognomonik infeksi,
terutama jika dilihat pada orang dewasa muda yang sehat. Laporan
prevalensi ANUG di antara pasien terinfeksi HIV bervariasi antara 4,3%

1
16% .

Penyakit ini masih sering terlihat di negara-negara berkembang,


khususnya di Sub Sahara Afrika di mana itu terjadi hampir seluruhnya di
kalangan anak-anak miskin biasanya antara usia 3 tahun dan 10 tahun dari
latar belakang sosio-ekonomi yang rendah. Pengamatan serupa juga telah
dilaporkan di India. Di Nigeria, studi rumah sakit didasarkan dalam
dekade terakhir menunjukkan kejadian ANUG meningkat di kalangan
anak-anak dengan prevalensi setinggi 23% pada anak di bawah usia 10
tahun yang telah dilaporkan.

ANUG pada 12.500 mahasiswa dirawat di pusat pelayanan


kesehatan Universitas Harvard. Para junior paling sering terkena. Terdapat
hubungan stress ditemukan sebagai bukti melalui peningkatan frekuensi
yang berhubungan dengan periode ujian dan vakansi.

C. Etiologi Faktor local :


a. Perikoronitis
b. Margin perikoronitis yang berlebihan,mahkota yang tidak cekat, inlay
ataupun plat protesa yang sudah longgar
c. Oral higienen buruk
d. Terdapat gingivitismarginal
e. Merokok
_________________________________________________________________________________
Faktor sistemik :
a. Stress emosional
b. Kelelahan
c. Kelainan darah (depresi sumsum tulang dan leukemia)
d. Malnutrisi
Beberapa penyakit seperti leukemia, aplastic anemia, syphilis dan aids
juga dapat menjadi faktor predisposisi ANUG.
D. Patogenesis/patofisiologi Etiologi tepat ANUG tidak diketahui, namun, diyakini infeksi
s polymicrobial dengan organisme terlibat menjadi komensal normal
rongga mulut. Namun, ketika perlawanan lokal dari daerah gingiva
manusia menjadi berkurang, organisme kemudian menjadi pathogen.

Organisme anaerobik utama terlibat dalam ANUG adalah Fusobacterium


necrophorum. Bacteroides meaningenicus spp. Intermedius, sekarang
dikenal sebagai Prevotella intermedia. Fusobacterum nucleatum,
gingivalis Porphyromonas serta strepanoma dan aselemonas SPPS
spesies bacteroides ini menghasilkan berbagai metabolit destruktif,
misalnya kolagenase, fibrinolisin, endotoksin, hidrogen sulfida, amonia
indol, asam lemak, protease mampu menurunkan immunoglobins, dan
melengkapi faktor juga sebagai zat penghambat kemotaksis neutrophil.

Stress dan merokok dapat mempengaruhi sirkulasi gingival. Lesi ANUG


disebebkan oleh nekrosis aseptik dari epitelium gingival sebagai akibat
tidak langsung dari tidak memadainya aliran darah.

E. Perangai klinis 1. 1. Nekrosis dan ulserasi pada gingiva yang eritematosa terutama gingiva
diantara gigi
2. 2. Pseudomembaran abu-abu kekuningan yang lengket menutupi gingiva
yang terkena
3. 3. Perubahan kontur gingiva
4. 4. Gigi geligi dapat menjadi terwarnai superfisial dengan warna coklat
karena gingiva mengalami perdarahan.

5.
6. gambaran klinis lesi :

2
F. Histopatologi lesi Secara miskrokopis, lesi muncul sebagai inflamasi akut necrotizing pada
margin gingival menyertakan stratified squamous epithelium dan
underlying connective tissue. Permukaan epithelium dihancurkan dan
diganti dengan pseudomembranousmeshwork fibrin, sel nekrotik
epithelial, polimorfonuklear leukosit (PMNs dan neutrofil), dan berbagai
tipe mikroorganisme. Ini adalah zona yang terlihat secara klinis pada
permukaan pseudomembran. Jaringan pengikat yang mendasari ditandai
dengan hiperemi, dengan banyak kapiler tertelan dan infiltrasi yang
banyak dari PMNs. Zona ini muncul sebagai linear eritem dibawah
permukaan pseudomembran. Banyak sel plasma akan muncul
disekeliling infiltrasi; ini diinterpretasikan sebagai daerah terbentuknya
marginal gingivitis dimana lesi akut menjadi superimposed. Sel plasma
muncul pada infiltrasi periphery. Korium akan terlihat membengkak,
degenerasi hidropic, detruksi jaringan ikat fibrous, dan edema.

Terdapat 4 zona :
1. Zona 1 : zona bakteri : berada di zona superficial terdapat varian
bakteri. Termasuk sedikit spiroceta dalamukuran kecil, medium dan
besar.
2. Zona 2 : zona kaya netrofil : mengandung banyak leukosit terutama
netrofil dengan bakteri.
3. Zona 3 : zona nekrosis : mengandung jaringan yang mati,fragment
jaringan ikat dan banyak spiroceta
4. Zona 4 : zona infiltrasi spirocetal : jaringan yang terinfiltrasi
spiroceta dengan ukuran besar tanpa ada organisme lain
G. Diagnosis banding dan 1. Agranulocytosis
penegakan dignosis 2. Pemphigus
3. Pemphigoid lichen planus
4. Gonococcal stomatitis
5. Syphilitic gingivitis
6. Candida gingivostomatitis
7. Tubercular ulser
H. Gold standar Pemeriksaan penunjang
pemeriksaan/ 1. Histopatologis
pemeriksaan penunjang
I. Konsep dasar perawatan 1. Mengontrol bakteri
2. Mengeliminasi faktor local dan faktor sistemik
3. Edukasi pasien mengenai kebersihan mulut
4. Mengobati dengan obat-obatan
J. Medikasi. 1. Penicillin V-250 atau 500 mg
2. Erythromycin 250 atau 500 mg
3. Metronidazole 400 mg
Referensi 1. Burket, Lester W. 1970. ORAL MEDICINE Diagnosis and
Treatment. Philadhelpia: J.B Lippincot Company
3
2. Ghom, Anil Govindrao.2007. Textbook of ORAL MEDICINE.
Malaysia : Unipress
3. Greenberg, Glick & Ship. 2008. Burket’s Oral Medicine Ed 11. India
: BC Decker Inc
4. Laskaris, G & Scully, C. 2003. Periodontal Manifestation of Local
and Systemic Disease. Germany : Spinger
5. Lynch MA, Ship II. Initial oral manifestations of leukaemia. J Am
Dent Assoc 1967;75:932-940.
6. Behrman, Richard E. 1999. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Jakarta :
EGC
7. Lewis MAO, Lamey PJ, 1998. Tinjauan Penyakit Mulut. Jakarta:
Widya Medika