You are on page 1of 3

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

2.1 Antimalaria
2.2 Aktivitas Antimalaria terhadap Senyawa Amino Alkohol
2.3 Uji Aktivitas Polimerisasi Heme
2.4 Hipotesis Penelitian

BAB III DASAR TEORI

3.1 Malaria
3.1.1 Vektor malaria
3.1.2 Faktor penyebab penyakit malaria
3.2 Antimalaria

3.2.1 Aktivitas Plasmodium


3.3 Metil Eugenol
3.4 Amina
3.5 Hidrogen Peroksida (H2O2)
3.6 Epoksida
3.6.1 Reaksi Epoksida

3.7 Reaksi Subtitusi Nukleofilik


3.8 Polimerisasi Heme
3.9 Kromatografi
3.9.1 Kromatografi lapis tipis
3.9.2 Kromatografi lapis tipis preparatif
3.10 Spektroskopi FT-IR
3.11 Spektroskopi 1H-NMR
3.12 Liquid Chromatography-Mass Spectrometer (LC-MS)
3.13 Elisa Reader
BAB IV SKEMA KERJA

4.1 Waktu dan Tempat


4.2 Alat
4.3 Bahan
4.4 Cara Kerja
4.4.1 Pembuatan larutan peroxyacetic acid (PAA)
4.4.2 Sintesis senyawa 2-(3,4-dimethoxybenzyl)oxirane
4.4.3 Identifikasi senyawa 2-(3,4-dimethoxybenzyl)oxirane menggunakan Kromatografi Lapis
Tipis (KLT)
4.4.4 Sintesis senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
4.4.5 Identifikasi senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
4.5 Pemisahan Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol dengan
KLT preparatif
4.5.1 Preparasi kromatografi lapis tipis preparatif
4.5.2 Pemisahan senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
dengan KLT preparatif
4.6 Karakterisasi senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
4.7 Uji Aktivitas Antimalaria Melalui Penghambatan Polimerisasi Heme
4.7.1 Pembuatan larutan NaOH 0,1 M
4.7.2 Pembuatan larutan hematin
4.7.3 Pembuatan larutan DMSO 10%
4.7.4 Pembuatan kurva baku hematin
4.7.5 Pembuatan seri konsentrasi dari stok sampel 3 mg
4.7.6 Pembuatan seri konsentrasi kontrol positif (klorokuin)
4.7.7 Uji penghambatan polimerisasi heme
4.7.8 Analisis data
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Sintesis Asam Perasetat
5.2 Sintesis Senyawa 2-(3,4-dimethoxybenzyl)oxirane
5.3 Identifikasi Senyawa 2-(3,4-dimethoxybenzyl)oxirane dengan Kromatografi Lapis Tipis
(KLT)
5.4 Sintesis Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
5.5 Identifikasi Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol dengan
Kromatografi Lapis Tipis
5.6 Pemisahan Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol
menggunakan Kromatografi Lapis Tipis Preparatif
5.7 Hasil Karakterisasi dan Identifikasi Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-
ylamino)propan-2-ol

5.7.1 Karakterisasi senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol


dengan FTIR

5.7.2 Karakterisasi senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-2-ol


dengan Spektroskopi 1H-NMR

5.8 Uji Polimerisasi Heme Senyawa 1-(3,4-dimethoxyphenyl)-3-(naphthalen-2-ylamino)propan-


2-ol terhadap Aktivitas Antimalaria

BAB VI KESIMPULAN

6.1 Kesimpulan

6.2 Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN