You are on page 1of 5

NAMA : RAHMAT HIDAYAT

NIM : 1640200156
RUANGAN : ES-1/IE-1 (SEM-5)

PENGARUH TENAGA KERJA DAN INFLASI TERHADAP PERTUMBUHAN


EKONOMI DI SUMATERA UTAR PADA TAHUN 1990-2009

1. DATA

Tahun Pertumbuhan Ekonomi (y) Tenaga Kerja (X1) Inflasi (X2)


% (Dalam Juta) %
1990 -6.3 3820329 7.6
1991 7.6 4002435 8.9
1992 -7.4 4108795 8.6
1993 -6.4 3820329 9.7
1994 6.5 4726201 8.3
1995 9.3 4009809 7.2
1996 -8.8 4193152 8.7
1997 -8.2 4138993 13.1
1998 -10.8 4493198 83.6
1999 2.6 4575651 11.4
2000 4.8 4642766 15.7
2001 -3.7 4530389 15.5
2002 4 5037500 10.5
2003 4.5 4947539 9.7
2004 5.7 4977323 6.2
2005 -5.5 4928353 22.4
2006 6.2 4835793 6.1
2007 6.9 4756078 6.6
2008 -6.4 5166132 10.7
2009 -5 4859647 2.6
2. HASIL REGRESI

Variables Entered/Removeda

Model Variables Variables Method


Entered Removed

INFLASI, . Enter
1
T_KERJAb

a. Dependent Variable: PE
b. All requested variables entered.

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the


Square Estimate

1 .475a .226 .135 6.302

a. Predictors: (Constant), INFLASI, T_KERJA

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Regression 197.093 2 98.546 2.481 .113b

1 Residual 675.219 17 39.719

Total 872.312 19

a. Dependent Variable: PE
b. Predictors: (Constant), INFLASI, T_KERJA

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.


Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) -16.321 15.350 -1.063 .303

1 T_KERJA 0,000004 .000 .252 1.181 .254

INFLASI -.161 .085 -.405 -1.897 .075

a. Dependent Variable: PE
3. A. MODEL REGRESI AWAL
Y= pertumbuhan ekonomi (dalam %)
X1= tenaga kerja (dalam juta)
X2 = inflasi (dalam %)
PE = 𝛽 0+𝛽 1 (Tenaga kerja)+𝛽 2(Inflasi)+E
B. MODEL REGRESI YANG SUDAH DIISI DATA SESUAI DATA REGRESI
PE = -6,321+ 𝛽 1 0,000004(Tenga kerja)- 𝛽 2 (inflasi)0,161+ E
4. Interpretasi
 𝛽0 = -6,321
Artinya: pada saat tenaga kerja dan inflasi bernilai 0 maka pertumbuhan ekonomi sebesar
-6,321.
 𝛽1 = 0,000004
Artinya: pada saat tenaga kerja sebesar 1% dan infllasi dianggap tetap maka pertumbuhan
ekonomi akan meningkat sebesar 0,000004.
 𝛽2 = 0,161
Artinya: pada saat inflasi meningkat sebesar 1% dan tenaga kerja dianggap tetap maka
pertumbuhan ekonomi akan menurun sebesar 0,161`
 R2 = 0,226 / 22,6%
Artinya: tenga kerja dan inflasi mampu menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi sebesar
22,6% dan sisanya 77,4% dipengaruhi variabel lain diluar model.
5. Hasil asumsi klasik:
a. Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

PE T_KERJA INFLASI

N 20 20 20
Mean -.52 4528520.60 13.66
Normal Parametersa,b
Std. Deviation 6.776 429393.181 17.008
Absolute .198 .133 .352
Most Extreme Differences Positive .196 .133 .352
Negative -.198 -.127 -.278
Kolmogorov-Smirnov Z .884 .593 1.575
Asymp. Sig. (2-tailed) .415 .873 .014
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.

Ketentuan dalam uji normalitas adalah jika nilai signifikasi ( A Symp sig.2 tailed ) kurang dari
0.05 maka data tidak berdistribusi normal.
Dalam hasil penelitian tersebut nilai PE = 0,415, TENAGA KERJA = 0,873 dan INFLASI=
0,014. Jadi, dari data PE,TENAGA KERJA dan INFLASI diatas menunjukkan lebih besar dari
0.05 maka menghasilkan data yang berdistribusi normal.

b. Uji Multikolineritas

Coefficientsa

Model Unstandardized Standardized t Sig. Collinearity Statistics


Coefficients Coefficients

B Std. Error Beta Tolerance VIF

(Constant) -16.321 15.350 -1.063 .303

3.976E- .000 .252 1.181 .254 1.000 1.000


1 T_KERJA
006

INFLASI -.161 .085 -.405 -1.897 .075 1.000 1.000

a. Dependent Variable: PE

Ketentuan dalam uji multikolinearitas adalah jika nilai tolerance variable independent lebih dari
0,10 dan VIF kurang dari 10 maka tidak terjadi multikolinearitas.Dalam hasil penelitian tersebut nilai
tolerance TENAGA KERJA = 1.000 dan INFLASI = 1.000. Sedangkan VIF TENAGA KERJA =
1.000 dan INFLASI = 1000

Jadi, dari data diatas nilai tolerance lebih besar dari 0,10 dan VIF kurang dari 10 maka tidak
terjadi multikolinearitas.

c. Uji auto korelasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson


Square Estimate
1 .475a .226 .135 6.302 2.078
a. Predictors: (Constant), INFLASI, T_KERJA
b. Dependent Variable: PE
Ketentuan :
DW = 2,078
DL = 1,100
DU = 1,537
DU < DW < 4-DU
1,537 < 2,078 < 2,463
Jadi dari hasl tersebut dapat disimpul kan tidak terjadi autokorelasi

d. Uji Heteroskedastisitas

Correlations
Unstandardized
T_kerja INFLASI Residual
Spearman's rho T_kerja Correlation Coefficient 1.000 -.014 -.052
Sig. (2-tailed) . .954 .828
N 20 20 20
INFLASI Correlation Coefficient -.014 1.000 -.228
Sig. (2-tailed) .954 . .334
N 20 20 20
Unstandardized Residual Correlation Coefficient -.052 -.228 1.000
Sig. (2-tailed) .828 .334 .
N 20 20 20

Ketentuan dalam uji heteroskedastisitas jika kolerasi variable independent dengan


unstandardized residual memiliki nilai signifikasi (sig 2 tailed) lebih kecil 0,05 maka terjadi masalah
heteroskedastisitas.
Dalam penelitian nilai Sig 2 tailed TENAGA KERJA = 0,828 dan INFLASI = 0,334 dan tingkat
signifikannya 0,05 lebih besar nilai tenaga kerja dan inflasi dari pada tingkat signifikannya maka dari
data tersebut tidak terjadi heteroskedastisitas.