Вы находитесь на странице: 1из 11

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

ANTARA
CV. ASFI HEALTHY CARE GLOBAL
DENGAN
CV. ……………….
Nomer: …… /….. / DIR-CV.AHCG / …. / 2018

Yang bertanda tangan dibawah ini, masing-masing :

I Nama : H. KARDI BIN H.ATA


Jabatan : Direktur
Alamat : Jl. Sunan Kalijaga Kp. Rawa Gebang RT.003 RW.002 Ds.
Jatibaru Kec. Cikarang Timur Bekasi

Bertindak untuk dan atas nama CV. ASFI Healthy Care Global,sebagai
penyandang dana pembelian material berupa bambu. selanjutnya disebut
sebagai Pihak Pertama.

II Nama : ……………………….
Jabatan : Ketua/ Bandar/ Pengepul Bambu
Alamat : Jl. ………………………………

Bertindak untuk dan atas nama CV……………… Sebagai penyedia


barang berupa bambu untuk bahan bangunan disebut sebagai Pihak
Kedua.

Pada hari ini…………. tanggal …. Bulan……………2018, masing-masing pihak


bersepakat mengadakan perjanjian kerjasama dalam hal penyediaan bahan
bangunan seperti Bambu dengan ketentuan dan disebutkan dalam pasal-pasal
perjanjian ini, sebagai dasar untuk melakukan kerjasama sebagai berikut :

1
Pasal 1
KETENTUAN UMUM

1. Pihak Pertama memberi pekerjaan kepada Pihak Kedua untuk


menyediakan Bambu dengan panjang minimal 6 meter yang digunakan
atau ditempatkan di Pihak Pertama.
2. Permintaan Bambu dilakukan oleh Pihak Pertama kepada Pihak Kedua
dengan menyebutkan syarat-syarat kualifikasi, jumlah dan lama
pemakaian secara tertulis sesuai kebutuhan Pihak Pertama.
3. Pihak Pertama dan Pihak Kedua wajib memenuhi dan mengikuti semua
peraturan dan ketentuan yang telah disepakati bersama.

Pasal 2
KEWAJIBAN DALAM PERJANJIAN

1. Jumlah dan kualifikasi Bambu sesuai dengan permintaan dari Pihak


Pertama dan apabila diperlukan maka kebutuhan terhadap bambu dapat
diperpanjang, ditambah, dikurangi,diliburkan atau diberhentikan sewaktu-
waktu dengan pemberitahuan tertulis oleh Pihak Pertama kepada Pihak
Kedua selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sejak pemberitahuan
diterima oleh Pihak Kedua sebelum atau segera bila ada pelanggaran
peraturan perusahaan Pihak Pertama.

2. Pihak kedua akan memberikan suplai barang kebutuhan proyek atau yang
akan dijual kembali oleh pihak pertama. Barang proyek berupa bambu
dan sesuai dengan permintaan pihak pertama. Dengan ketentuan yang
diatur sebagai berikut :
a. Selama pihak kedua sanggup menjadi suplayer bambu dari pihak
pertama sesuai harga dan kriteria bambu yang disepakati bersama,
maka pihak pertama dilarang mendatangkan atau membeli barang
berupa bambu dari pihak ketiga atau pihak lainnya.
b. Pihak kedua sanggup menyediakan Suplai bambu dengan panjang
bambu minimal 6 meter, diameter batang bambu minimal 6 cm,
bambu layak panen dan tidak tergolong bambu muda dan rapuh
sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pihak pertama.

2
c. Pihak pertama akan memberikan 2 opsi metode pembayaran
kepada pihak kedua. Yaitu perbayaran dilakukan dengan Cash atau
Tunai ketika barang telah diterima oleh pihak pertama di lokasi
pengiriman atau pembayaran dilakukan melalui media perbankan
seperti Transfer sejumlah nominal dana yang disepakati ke nomer
rekening tujuan dari pihak kedua.

Pasal 3
PEMBATALAN DALAM PERJANJIAN

1. Pihak Kedua dapat membatalkan perjanjian sewaktu-waktu bilamana


Pihak Pertama diketahui dan terbukti membeli barang sejenis berupa
bambu dari pihak ketiga tanpa sepengetahuan dari Pihak Kedua.
2. Pihak Pertama juga dapat membatalkan perjanjian ini bilamana diketahui
dan terbukti bahwa barang yang dikirim oleh Pihak Kedua tidak sesuai
persyaratan yang disepakati dan atau jumlah yang dikirim tidak sesuai
dengan jumlah pesanan yang diminta oleh Pihak Pertama.
3. Pihak pertama tidak akan melakukan proses pembayaran kepada pihak
kedua bilamana barang yang dikirim dari pihak kedua tidak layak atau
tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan oleh pihak pertama.

Pasal 4
TATA TERTIB

Pihak Kedua wajib menaati ketentuan / peraturan yang berlaku di lingkungan


kerja Pihak Pertama antara lain:
1 Pihak Kedua bersedia mengirim barang ke lokasi proyek sesuai waktu
(Hari, Tanggal) yang ditentukan atau disepakati oleh kedua pihak.
2 Kendaraan berisi barang kebutuhan proyek yang berasal dari Pihak
Kedua, wajib menggunakan Tanda Pengenal Kendaraan Proyek Seperti
Poster atau Stiker Proyek yang ditempel atau dipasang pada bagian
depan kendaraan.
3 Pada saat kegiatan bongkar muat barang, harus dihadiri oleh Pihak
Pertama atau yang diberikan kuasa oleh pihak pertama tanpa
mengurangi kewenangan dan kewajiban dari pemberi kuasa.

3
4 Pihak Kedua mentaati ketentuan atau peraturan lain yang diberlakukan di
wilayah kerja proyek Pihak pertama.

Pasal 5
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK PERTAMA

Kewajiban Pihak Pertama :


1 Berkewajiban memberikan informasi terkait Persyaratan Barang yang
diinginkan kepada Pihak Kedua sebelum Perjanjian Kerjasama ini
disepakati.
2 Berkewajiban melakukan pembinaan, pengawasan dan penilaian yang
bersifat obyektif, adil dan berimbang terhadap kualitas barang dari
Pihak Kedua.
3 Berkewajiban untuk melakukan pembayaran terhadap barang yang
dikirim ke lokasi proyek oleh Pihak Kedua dengan nominal sesuai dengan
kesepakatan bersama dan terlampir dalam invoice tagihan.
4 Bahwa kewajiban tersebut sudah termasuk kewajiban membayar jasa
pengiriman, jasa bongkar muat dan biaya lainnya yang disepakati kedua
pihak.

Hak Pihak Pertama :


1 Berhak mendapatkan pelayanan penyediaan barang dari Pihak Kedua
sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan seperti sebelumnya.
2 Berhak melakukan pengaduan (complain) atas barang dari Pihak Kedua
apabila barang tersebut tidak sesuai dengan spesifikasinya sebagaimana
yang telah di tetapkan oleh Pihak Pertama.
3 Berhak meminta ganti barang yang dianggap tidak layak pakai atau
tidak sesuai dengan spesifikasi oleh pihak pertama.
4 Berhak mendapatkan barang pengganti maksimal 2 X 24 jam sejak surat
pengaduan (complain) di terima oleh Pihak Kedua untuk :
 Barang yang tidak sesuai baik dari jumlah maupun dari kualitas
barang tersebut.
5. Berhak melakukan penilaian terhadap barang dari Pihak Kedua secara
obyektif dan adil berimbang.

4
Pasal 6
HAK DAN KEWAJIBAN PIHAK KEDUA

Kewajiban Pihak Kedua :


1 Berkewajiban menyediakan barang berupa bambu untuk Pihak Pertama
sesuai dengan spesifikasi yang telah di tetapkan oleh Pihak Pertama.
2 Berkewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap sumber
daya baik personil maupun sarana dari Pihak Kedua yang dikirimkan ke
perusahaan Pihak Pertama.
3 Berkewajiban memberikan barang pengganti untuk barang yang tidak
sesuai kualitas (kelayakan barang) maupun kuantitasnya (Jumlahnya)
maksimal 2 x 24 jam setelah surat complain diterima oleh Pihak Kedua
atau yang mewakili.
4 Berkewajiban memberikan upah kepada seluruh pekerja dari pihak kedua
yang ditugaskan mengirim barang kepada Pihak Pertama.
5 Berkewajiban untuk menyediakan back up atau cadangan kendaraan
pengganti bilamana dalam perjalanan ditemukan adanya kendala yang
berarti.

Hak Pihak Kedua :


1 Berhak mendapatkan pembayaran tepat waktu dari Pihak Pertama sesuai
dengan perjanjian yang disetujui bersama antara Pihak Pertama dengan
Pihak Kedua.
2 Berhak memasuki lokasi atau area proyek dari Pihak Pertama dengan
aman dan selamat.
3 Berhak mendapatkan penilaian yang obyektif, adil dan berimbang dari
Pihak Pertama atas penyediaan barang yang diberikan pihak Pihak
Kedua kepada Pihak Pertama

Pasal 7
SANKSI DAN LAIN-LAIN

1 Selama hubungan kerjasama antara Pihak Kedua dan Pihak Pertama


berlangsung, maka Pihak Kedua wajib mematuhi dan melaksanakan
peraturan Pihak Pertama, serta tunduk pada standar dan peraturan /
ketentuan yang berlaku beserta perubahan, penambahan dan atau
perpanjangannya.
5
2 Pegawai Pihak Kedua wajib (i) menjaga nama baik dan reputasi dimana
pegawai Pihak Kedua ditugaskan; (ii) mematuhi dan melaksanakan
pekerjaan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan aturan yang
berlaku; dan (iii) mentaati dan melaksanakan setiap kewajiban dan
peraturan di area proyek Pihak Pertama.
3 Pihak Pertama berhak sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang
berlaku, sewaktu-waktu dapat memutuskan Perjanjian atau mengenakan
Sanksi berupa denda kepada Pihak Kedua bila ternyata tenaga kerja /
pegawai Pihak Kedua melakukan kesalahan antara lain:
a Penipuan, pencurian dan penggelapan / uang milik orang lain atau
milik relasi Pihak Pertama dimana pegawai pihak kedua ditugaskan
di lokasi proyek.
b Memberikan keterangan palsu atau yang dipalsukan sehingga
merugikan Pihak Pertama dan atau merugikan Pihak Pertama dan
Pihak Kedua.
c Pihak Kedua memahami dengan seksama atas target yang diinginkan
oleh Pihak Pertama baik secara lisan maupun secara tulis yang akan
diberikan langsung oleh Pihak Pertama.
d Mabuk atau minum minuman keras yang memabukkan menggunakan
obat bius atau menyalahgunakan obat-obatan terlarang atau obat-
obatan perangsang lainnya di lokasi kerja atau area proyek Pihak
Pertama yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan.
e Melakukan perbuatan asusila ataupun melakukan perjudian ditempat
kerja Pihak Pertama.
f Melakukan tindakan kejahatan misalnya menyerang, mengintimidasi
atau menipu Pihak Pertama dan atau teman sekerja
memperdagangkan barang terlarang baik didalam maupun di luar
Pihak Pertama.
g Menganiaya, mengancam secara fisik atau mental, menghina secara
kasar karyawan Pihak Pertama / lain dan atau Pihak Pertama,
keluarga Pihak Pertama atau rekan sekerja.
h Menghasut Pihak Pertama atau teman sekerja atau melakukan sesuatu
perbuatan yang bertentangan dengan hukum atau kesusilaan serta
peraturan perundang-undangan yang berlaku.

6
i. Dengan ceroboh atau sengaja, merusak, merugikan atau membiarkan
dirinya atau teman sekerjanya dalam keadaan bahaya atau
menimbulkan kerugian asset atau lingkungan di lokasi proyek pihak
pertama.

Pasal 8
PROGRAM BPJS KESEHATAN DAN JASA RAHARJA

1 Pihak Pertama akan menganjurkan Pihak Kedua untuk mengikutsertakan


pegawainya pada program BPJS Kesehatan sesuai dengan ketentuan yang
berlaku dan karenanya biaya pengobatan / kesehatan pegawai Pihak
Kedua sepenuhnya di Limpahkan pada Pihak Kedua.
2 Pihak Pertama tidak bertanggungjawab dalam hal pengobatan atau
tanggungan bilamana dalam kegiatan pengiriman barang Pihak Kedua
kepada Pihak Pertama mengalami suatu hal yang tidak diinginkan seperti
Kecelakaan dan Tindak Kriminimal dalam perjalanan.

Pasal 9
PENAGIHAN PEMBAYARAN

1. Waktu Penagihan.
a. Penagihan Pihak Kedua dilakukan setiap kali barang diterima oleh
Pihak Pertama di lokasi yang ditentukan.
b. Bukti penagihan (memasukkan invoice) akan diberikan Pihak Kedua
kepada Pihak Pertama bersamaan dengan diterimanya barang di
lokasi yang ditentukan.
2. Waktu Pembayaran.
a. Pembayaran dilakukan secara Tunai atau Cash pada hari yang sama
dimana invoice pihak kedua diterima oleh Pihak Pertama. Atau,
b. Pembayaran dengan metode Perbankan (Transfer) dilakukan 1 hari
setelah invoice pihak kedua diterima oleh pihak pertama kecuali hari
libur operasional bank (sabtu dan minggu ) dan hari libur lainnya
yang ditentukan pemerintah.
c. Waktu jatuh tempo pembayaran adalah selambat-lambatnya 2 hari
kerja setelah invoice di terima pihak pertama.

7
3. Jumlah Pembayaran
Besarnya pembayaran adalah hasil dari penjumlahan jumlah barang
(Bambu) yang diterima x harga perbatang.

Pasal 10
FORCE MAJEUR

1 Bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seperti permasalahan


hukum dan tindakan merugikan lainnya yang disebabkan oleh pekerja
atau pegawai Pihak Kedua, maka Pihak Pertama tidak di ikut sertakan
dalam permasalahan tersebut karena hal tersebut merupakan tanggung
jawab Pihak Kedua.
2 Dalam hal terjadi Force Majeur yang diakibatkan kejadian-kejadian alam
Gempa Bumi, Banjir besar, Peperangan dan atau yang lainnya maka
para pihak harus memberitahukan kepada pihak lain satu hari kalender
setelah kejadian Force Majeur dinyatakan aman terkendali secara tertulis
dan akan mengadakan musyawarah untuk menentukan akibat dari Force
Majeur tersebut serta cara penyelesaiannya.

Pasal 10
KERAHASIAAN

1 Para pihak sepakat untuk saling menjaga informasi dan kerahasiaan


sehubungan dengan perjanjian ini.
2 Apabila terjadi informasi yang akan disampaikan kepada pihak ketiga
oleh salah satu pihak sehubungan dengan perjanjian ini, para pihak yang
tercantum dalam perjanjian ini sepakat untuk memberitahukan terlebih
dahulu informasi apa saja yang akan disampaikan kepada pihak ketiga
tersebut.

Pasal 11
JANGKA WAKTU PERJANJIAN
Perjanjian ini dimulai sejak ditanda tangani dan berlaku untuk jangka waktu 1
tahun sejak tanggal …. ………………… 2018 sampai dengan …. …………….
2019 dan dapat diperpanjang kembali sesuai dengan kesepakatan kedua belah
pihak.

8
1 Apabila Pihak Pertama tidak bermaksud memperpanjang perjanjian kerja
sebagaimana disebut pada ayat 1 dalam pasal ini, maka Pihak Pertama
harus memberitahukan secara tertulis kepada pihak kedua minimal 30 hari
sebelum jangka waktu perjanjian ini berakhir.
2 Berakhirnya perjanjian ini apabila :
 Kegiatan pekerjaan ini telah diakhiri oleh Pihak Pertama dan Pihak
Kedua.

Pasal 12
AKIBAT PEMUTUSAN PERJANJIAN

1 Berakhirnya perjanjian kerja ini maka para pihak wajib melaksanakan


tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.
2 Dengan berakhirnya perjanjian ini para pihak berhak meminta atau
memiliki kembali semua sarana dan prasana baik itu data-data ataupun
barang-barang pendukung yang disediakan oleh para pihak pada waktu
perjanjian kerja ini dinyatakan berakhir.
3 Jika salah satu pihak masih mempunyai kewajiban apapun kepada pihak
lainnya maka atas kewajiban tersebut pihak lain yang mempunyai
tanggungan tetap berkewajiban untuk menyelesaikan dan atau
melaksanakan kewajiban tersebut.
4 Apabila sebelum masa perjanjian ini berakhir Pihak Pertama memutuskan
hubungan kerja sama dengan Pihak Kedua tanpa pemberitahuan
sebagaimana dijelaskan pada pasal 11 ayat 2 maka Pihak Pertama akan
dikenakan pinalti yang besarnya sebesar tagihan bulan sebelumnya.
Ketentuan ini berlaku juga sebaliknya.
5 Apabila sebelum masa perjanjian ini berakhir Pihak Pertama memutuskan
hubungan kerjasama dengan Pihak Kedua dengan pemberitahuan terlebih
dahulu maka Pihak Kedua tidak lagi dikenakan beban biaya pengganti
Shrinkage dan atau sisanya.

Pasal 13
9
PENYELESAIAN PERSELISIHAN

1 Segala sesuatu yang mungkin timbul di kemudian hari akibat pelaksanaan


perjanjian ini baik karena perbedaan pendapat atau penafsiran maupun
sebab lainnya akan diselesaikan secara musyawarah mufakat dan
kekeluargaan oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua.
2 Apabila penyelesaian secara musyawarah mufakat dan kekeluargaan
tidak berhasil, maka Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan
menyelesaikan secara jalur hukum yang berlaku dengan mengambil tempat
pengadilan negeri Kabupaten Bekasi.

Pasal 14
SURAT MENYURAT

Para pihak sepakat bahwa untuk alamat surat menyurat masing-masing


dialamatkan pada:

Pihak Pertama
Nama : H. KARDI BIN H. ATA
Alamat : Jl. Sunan Kalijaga Kp. Rawa Gebang RT. 003 RW. 002 Ds.
Jatibaru Kec. Cikarang Timur Bekasi.

Pihak Kedua
Nama : ……………………
Alamat : …………………...

Pasal 15
LAIN-LAIN

1 Segala sesuatu yang belum cukup diatur dalam perjanjian ini, akan diatur
dikemudian hari dalam bentuk ADDENDUM (Perjanjian tambahan).
2 Sepanjang mengenai penyelesaian perjanjian ini para pihak sepakat untuk
melepaskan / mengesampingkan pemberlakuan pasal 1266 KUH Perdata
dimana salah satu jika ingin membatalkan perjanjian ini tidak perlu lagi
untuk mendaftarkan pembatalan ke Pengadilan Negeri.
3 Seluruh lampiran-lampiran, apabila ada yang melekat pada perjanjian ini
10
baik yang dibuat sekarang atau dikemudian hari merupakan satu kesatuan
dan tidak dapat dipisahkan dari perjanjian ini.
4 Apabila dalam masa perjanjian kontrak ada perubahan baik peraturan
tertulis maupun tidak tertulis maka akan diatur dikemudian hari dalam
bentuk ADDENDUM (Perjanjian tambahan).

Pasal 16
PENUTUP

1 Perjanjian ini dibuat dalam 2 (dua) rangkap dan ditanda tangani diatas
materai secukupnya oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua dalam
keadaan sadar dan tanpa paksaan dari pihak manapun.
2 Bahwa dengan ditanda tangani kontrak ini, maka Pihak Pertama dan
Pihak Kedua benar-benar telah membaca, memahami dan mengerti
tentang isi dari perjanjian ini.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA


CV. ASFI HEALTHY CARE GLOBAL CV....................................

H. KARDI BIN H. ATA .......................................


Direktur

11