Вы находитесь на странице: 1из 36

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Teknologi informasi semakin berkembang pesat serta semakin
merambah hampir disetiap sendi-sendi kehidupan masyarakat. Berbagai
bidang mulai terlibat dalam inkubator teknologi seperti bisnis, industri,
pertanian, kesehatan, dan tanpa terkecuali pendidikan. Dalam bidang
pendidikan, teknologi informasi telah dimanfaatkan untuk menunjang
layanan administrasi, proses pembelajaran, pendaftaran ulang,
perpustakaan, akses nilai, pencarian referensi secara cepat dan mudah,
proses penelitian, pembayaran SPP, bahkan untuk seleksi penerimaan
mahasiswa baru.
Penerapan teknologi informasi dalam proses pembelajaran telah
mengubah model dan pola pembelajaran pada dunia pendidikan saat ini.
Ada banyak sistem pembelajaran yang menggunakan alat bantu
komputer, salah satunya yaitu aplikasi pembelajaran yang mengacu pada
teknologi berbasis Multimedia dan berbasis Web (Internet). Computer-
Based Instruction (CBI) merupakan bentuk aplikasi komputer yang
diterapkan dalam proses pembelajaran. Pada awalnya, penerapan
Computer-Based Education popular menggunakan program Computer-
Assisted Instruction (CAI), Computer-Assisted
Learning (CAL), Computer-Managed Instruction (CMI), dan
Computer-Assisted Guidance. Dalam perkembangnnya terminologi
aplikasi komputer dalam pembelajaran terus
berkembang, seirama dengan perkembangan teknologi informasi
dalam meningkatkan mutu pembelajaran. Salah satunya adalah E-
learning yang disebut juga dengan pembelajaran berbantuan komputer.
Secara umum, e-learning terdapat dua
katagori yaitu (1) belajar melalui komputer mandiri (standalone) dan
(2) belajar melalui komputer dalam jaringan (Purbo, 2001).

1|Page
Dewasa ini tidak hanya proses pembelajaran yang dapat dilakukan
menggunakan teknologi informasi. Melainkan, dengan pemanfaatan
teknologi informasi juga, memungkinkan dilakukannya Computer Based
Test (CBT) atau evaluasi/tes berbasis komputer. Peserta didik dapat
melakukan tes dari tempat yang berbeda, baik itu dalam jaringan internet
maupun dalam jaringan intranet dalam suatu organisasi. Computer Based
Test dapat dijadikan sebagai sarana dalam evalusi pembelajaran.Dalam
makalah ini akan membahas tentang penggunaan Computer Based Test
(CBT) dalam evaluasin pembelajaran.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1.2.1 Mengetahui defenisi dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran ?
1.2.2 Mengetahui defenisi Tes Berbasis Komputer (Computer based
Test/CBT) dalam evaluasi pembelajaran ?
1.2.3 Memahami tata cara penggunaan Computer-Based-Test (CBT)
dalam evaluasi pembelajaran?
1.2.4 Bagaimana Penerapan Computer-Based Test dalam evaluasi
pembelajaran ?
1.2.5 Mengetahui kelebihan dan kekurangan Computer-Based Test
dalam evaluasi pembelajaran ?

1.3 TUJUAN
1.3.1 Dapat Mengetahui defenisi dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran
1.3.2 Dapat Mengetahui defenisi Tes Berbasis Komputer (Computer
based Test/CBT) dalam evaluasi pembelajaran
1.3.3 Dapat Memahami tata cara penggunaan Computer-Based-Test
(CBT) dalam evaluasi pembelajaran
1.3.4 Dapat memahami Penerapan Computer-Based Test dalam evaluasi
pembelajaran
1.3.5 Dapat Mengetahui kelebihan dan kekurangan Computer-Based
Test dalam evaluasi pembelajaran

2|Page
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Defenisi dan jenis-jenis evaluasi pembelajaran


2.1.1 Defenisi evaluasi pembelajaran
Menurut Zainal Arifin (2013: 10) bahwa pembelajaran adalah
suatu proses atau kegiatan yang sistematis dan sistemik, yang bersifat
interaktif dan komunikatif antara pendidik (guru) dengan peserta
didik, sumber belajar dan lingkungan untuk menciptakan suatu
kondisi yang memungkinkan terjadinya tindakan belajar peserta
didik, baik di kelas maupun di luar kelas, dihadiri guru secara fisik
atau tidak untuk menguasai kompetensi yang telah ditentukan.
Selanjutnya Nana Sudjana (2014:25) mengemukakan hakekat
belajar mengajar adalah ; (a) peristiwa belajar terjadi apabila subjek
didik secara aktif berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur
oleh guru, (b) proses belajar mengajar yang efektif memerlukan
strategi dan metode/teknologi pendidikan yang tepat, (c) program
belajar-mengajar dirancang dan dilaksanakan sebagai suatu system,
(d) proses dan produk belajar memperoleh perhatian dalam
pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, (e) pembentukan kompetensi
professional, (f) kriteria keberhasilan adalah mendemontrasikan
penguasaan kompetensi, (g) materi pengajaran, system pengajarannya
selalu berkembang. Berdasarkan rumusan di atas dapat di simpulkan
hal-hal yang perlu dalam pembelajaran, sebagai berikut: pembelajaran
adalah suatu program, pembelajaran berproses, pembelajaran bersifat
interaktif dan komunikatif, dalam proses pembelajaran, guru
hendaknya menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan
terjadinya belajar peserta didik, proses pembelajaran dimaksudkan
agar guru mencapai tujuan pembelajaran dan peserta didik dapat
menguasai kompetensi yang telah ditetapkan.
Evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana
untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan

3|Page
instrumen dan hasilnya dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk
memperoleh suatu kesimpulan.
Fungsi evaluasi pembelajaran menurut Cronbach (1963) dalam
Suharsimi (2010: 3) menjelaskan “evaluation udes to improved the
course while it is still fluid contributes more to improvement of
education used to appraise a product already on the market”.
Sedangkan menurut Zainal arifin (2014: 16) fungsi evaluasi adalah
fungsi psikologis, sosiologis, didaktismetodis, mengetahui kedudukan
peserta didik, mengetahui taraf kesiapan peserta didik menempuh
program, membantu guru dalam memberikan bimbingan, memberi
laporan kemajuan peserta didik.
Tujuan evaluasi menurut Zainal Arifin (2013: 14) adalah untuk
menentukan keadaan suatu situasi pendidikan atau pembelajaran,
sehingga diusahakan langkah-langkah perbaikan untuk meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah. Menurut Kellough dalam Zainal Arifin
(2013: 14) tujuan evaluasi adalah untuk membantu belajar peserta
didik, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan peserta didik, menilai
efektivitas strategi pembelajaran, menilai dan meningkatkan
efektivitas program kurikulum, menilai dan meningkatkan efektivitas
pembelajaran, menyediakan data yang membantu dalam membuat
keputusan, komunikasi dan melibatkan orang tua peserta didik.
Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan
untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk
pengambilan keputusan Sesuai pendapat Grondlund dan Linn (1990)
mengatakan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu proses
mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara
sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian
tujuan pembelajaran.Untuk memeperoleh informasi yang tepat dalam
kegiatan evaluasi dilakukan melalui kegiatan pengukuran.
Pengukuran merupakan suatu proses pemberian skor atau angka-
angka terhadap suatu keadaan atau gejala berdasarkan atura-aturan
tertentu. Dengan demikian terdapat kaitan yang erat antara

4|Page
pengukuran (measurment) dan evaluasi (evaluation) kegiatan
pengukuran merupakan dasar dalam kegiatan evaluasi.Evaluasi adalah
proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu
informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan
keputusan.
Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang
pembelajaran. Tujuan evaluasi pembelajaran adalah untuk
menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf
kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa, serta
keefektifan pengajaran guru. Evaluasi pembelajaran mencakup
kegiatan pengukuran dan penilaian. Bila ditinjau dari tujuannya,
evaluasi pembelajaran dibedakan atas evaluasi diagnostik, selektif,
penempatan, formatif dan sumatif. Bila ditinjau dari sasarannya,
evaluasi pembelajaran dapat dibedakan atas evaluasi konteks, input,
proses, hasil dan outcome. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga
tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan
pelaporan.
Penilaian merupakan proses penting dalam pembelajaran, karena
dengan penilaian dapat diketahui tingkat pemahaman dan kompetensi
siswa pada materi dan dalam jangka waktu tertentu. Penilaian di
sekolah harus mencakup tiga aspek, yaitu aspek kognitif,
psikomotorik, dan afektif. Aspek afektif dapat dilakukan/dinilai
melalui pengamatan guru dalam perilaku siswa sehari-hari di setiap
pembelajaran. Sementara penilaiann aspek psikomotorik dapat
menggunakan lembar penilaian kompetensi, sedangkan penilaian
aspek kognitif biasa dilakukan dengan melakukan tes hasil belajar.
Menurut peranan fungsionalnya dalam pembelajaran, penilaian/tes
hasil belajar dibagi menjadi empat macam, yaitu: (1) Tes Formatif,
(2)Tes Sumatif, (3) Tes Diagnostik, dan (4) Tes Penempatan. Tes
formatif digunakan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa
setelah mengikuti proses pembelajaran. Tes formatif diujikan setelah
siswa menyelesaikan materi-materi tertentu. Tes formatif dalam

5|Page
praktek pembelajaran dikenal sebagai ulangan harian,sedangkan tes
sumatif merupakan tes yang digunakan untuk mengetahui penguasaan
siswa atas sejumlah materi yang disampaikan dalam satuan kurun
waktu tertentu seperti caturwulan atau semester. Dalam praktik
pembelajaran, tes sumatif dikenal sebagai ujian akhir semester atau
caturwulan tergantung satuan waktu yang digunakan untuk
menyelesaikan materi tersebut. Berbeda dengan tes formatif dan
sumatif, tes diagnostik dilakukan untuk mengidentifikasi siswa-siswa
yang mengalami masalah dan menelusuri jenis masalah yang dihadapi
siswa, sedangkan tes penempatan (placement test) adalah tes hasil
belajar yang dilakukan untuk menempatkan siswa dalam kelompok
yang sesuai dengan kemampuan ataupun bakat minatnya.
Pengelompokan dilakukan agar pemberian layanan pembelajaran
dapat dilakukan sesuai kemampuan, bakat dan minat siswa. Dalam
praktek pembelajaran penempatan merupakan hal yang banyak
dilakukan, misalnya tes penempatan siswa ke dalam kelompok IPA,
IPS, atau Bahasa. Salah satu bentuk pelaksanaan tes sumatif adalah
Ujian Akhir Semeter dan Ujian Nasional (UN). Pelaksanaan ujian
akhir semester dilakukan melalui cara konvensional, seperti
menggunakan kertas sebagai media soal dan instrumen penilaian,
perhitungan menggunakan manual atau berbantuan kalkulator, dan
pelaksanaan ujian yang harus diawasi oleh pengawas. Sistem ujian
konvensioanl ini biasa disebut ujian berbasis kertas (paper based test/
PBT) atau Paper and Pencil Test (P&P Test). Tidak hanya sistem
ujian, kendala muncul saat proses pemeriksaan jawaban siswa, guru
terkadang mengalami kendala seperti kesulitan tulisan siswa yang
tidak terbaca sempurna, kualitas kertas yang kadang tidak baik, dan
faktor humanerror dari guru sendiri.
Teknologi dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran. Salah satu
manfaat teknologi dalam pembelajaran adalah sebagai sumber belajar
alternatif bagi guru dan siswa. Guru dapat memanfaatkan untuk
mencari referensi dalam kaitan materi pelajaran, sementara siswa

6|Page
dapat memanfaatkannya sebagai salah satu sumber belajar. Selain itu,
pemanfaatan teknologi juga dapat dilakukan dalam sistem ujian/tes
hasil belajar. Dengan tersedianya komputer dan layanan akses
internet, sistem ujian yang semula menggunakan kertas, dapat diganti
menjadi sistem ujian berbantuan/berbasis komputer. Penggunaan
komputer di sekolah dalam pengujian hasil belajar dapat berbentuk
Computerized-Based Test (CBT) atau Computerized AdaptiveTesting
(CAT). Agar komputer dapat berfungsi sebagai CBT atau CAT, maka
perlu dikembangkan suatu aplikasi yang dapat menampung butir soal
dari berbagai jenjang pendidikan, tingkat kelas, standar kompetensi
dan kompetensi dasar. Pada prinsipnya, menggunakan CBT sebagai
bentuk ujian, sama seperti ujian menggunakan kertas dan pensil biasa,
hanya saja penyajiannya menggunakan komputer. Jadi semua peserta
tes dalam CBT mengerjakan soal dalam waktu yang sama. Penyajan
butir soal secara CBT masih dikembangkan karena sampai saat ini
CBT masih banyak digunakan, selain itu CBT dapat digunakan untuk
menampung respons peserta. Penyelenggaraan tes
berbantuan/berbasis komputer didukung oleh Menteri Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan yang menyatakan bahwa pelaksanaan
ujian nasional dengan sistem komputer atau computer based test
(CBT) lebih fleksibel atau dinamis karena tidak harus terjadwal secara
nasional pada waktu yang sama. Berkaitan dengan pernyataan
tersebut, Pusat Penilaian Pendidikan telah mengembangkan
penyelenggaraan Ujian Nasional berbantuan/berbasis komputer dan
telah diujicobakan di dua sekolah Indonesia di luar negeri, yaitu
Singapura dan Kuala Lumpur. Hasil ujicoba tersebut menunjukkan
bahwa ujian dengan menggunakan komputer (CBT) memungkinkan
untuk digunakan pada siswa di Indonesia. Ujian Nasional berbasis
komputer akan mulai dirintis tahun 2015. Sebanyak 724 sekolah yang
tersebar di 129 kabupaten/kota pada 27 propinsi di Indonesia sedang
diverifikasi. Kegiatan verifikasi meliputi pengecekan infrastruktur dan
kesediaan sekolah melaksanakan CBT. Sekolah yang menjadi perintis

7|Page
pelaksanaan CBT adalah sekolah yang bersedia dan memiliki
infrastruktur memadai.

Persiapan menghadapi Ujian Nasional


berbantuan/berbasiskomputer perlu dilakukan sekolah agar siswa
membiasakan diri ujian berbantuan komputer. Salah satu cara yang dapat
dilakukan sekolah adalah dengan mengembangkan suatu aplikasi ujian
berbantuan/berbasiskomputer. Oleh karena itu, penelitian ini akan
mengembangkan sistem ujian berbantuan/berbasis komputer atau online
test system sebagai upaya menghadapi ujian nasional
berbantuan/berbasiskomputer (Sri Sudaryati, 2016)

2.1.2 Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran


A. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan dibedakan atas lima jenis
evaluasi
1. Evaluasi diagnostik
Evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang di tujukan untuk
menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor
penyebabnya.

2. Evaluasi selektif
Evaluasi selektif adalah evaluasi yang di gunakan untuk memilih
siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan
tertentu.

3 Evaluasi penempatan
Evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk
menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang
sesuai dengan karakteristik siswa.

4. Evaluasi formatif
Evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk
memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar.

8|Page
5. Evaluasi sumatif
Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk
menentukan hasil dan kemajuan bekajra siswa.

B. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran :


1. Evaluasi konteks
Evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik
mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun
kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam perencanaan

2. Evaluasi input
Evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber
daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.

3. Evaluasi proses
Evaluasi yang di tujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik
mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor
pendukung dan faktor hambatan yang muncul dalam proses
pelaksanaan, dan sejenisnya.

4. Evaluasi hasil atau produk


Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang
dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir,
diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan.

5. Evaluasi outcom atau lulusan


Evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih
lanjut, yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat.

C. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran :


1. Evaluasi program pembelajaran

9|Page
Evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi
program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek
program pembelajaran yang lain.

2. Evaluasi proses pembelajaran


Evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses pembelajaran
dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di
tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan proses
pembelajaran, kemampuan siswa dalam mengikuti proses
pembelajaran.

3. Evaluasi hasil pembelajaran


Evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa
terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum
maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif,
psikomotorik.

D. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi


a. Berdasarkan objek :
1. Evaluasi input
Evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan
kepribadian, sikap, keyakinan.

2. Evaluasi tnsformasi
Evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses
pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-
lain.

3. Evaluasi output
Evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada ketercapaian
hasil pembelajaran.

10 | P a g e
b. Berdasarkan subjek :
1. Evaluasi internal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai
evaluator, misalnya guru.

2. Evaluasi eksternal
Evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai
evaluator, misalnya orangtua, masyarakat.

2.1.3 Fungsi Evaluasi Pembelajaran

Fungsi evaluasi dalam pendidikan dan pengajaran menurut Ngalim


Purwanto (1992:5) dapat dikelompokan menjadi empat fungsi, yaitu :

1. Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan


siswa setelah mengalami atau melakukan kegiatan belajar selama
jangka waktu tertentu
2. Untuk mengetahui tingkat keberhasilam program pengajaran
3. Untuk keperluan bimbingan dan konseling
4. Untuk keperluan pengembangan dan perbaikan kurikulum sekolah
yang bersangkutan.

Wayan Nurkancana (1990:3) secara lebih terperinci mengemukakan


fungsi evaluasi sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui seberapa jauh hasil yang telah dicapai dalam


proses pendidikan yang telah dilaksanakan.

2. Untuk mengetahui apakah suatu oelajaran yang kita ajarkan dapat


kita kanjutkan dengan bahan yang baru ataukah kita harus mengulangi
kembali bahan-bahan pelajaran yang telah lampau.

3. Untuk mendapatkan bahan-bahan informasi apakah seorang anak


dapat dinaikan kedalam kelas yang lebih tinggi atau harus mengulang.

11 | P a g e
4. Untuk membandingkan apakah prestasi yang di capai oleh anak-anak
sudah sesuai dengan kapasitasnya atau belum.

5. Untuk menafsirkan apakah seorang anak telah cukup matang untuk


kita lepaskan ke masyarakat atau ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

6. Untuk mengadakan seleksi.

7. Untuk mengetahui taraf efisiensi metode yang digunakan dalam


proses pembelajaran.

2.2 Definisi Tes Berbasis Komputer (Computer based Test/CBT)


Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT) merupakan
tes yang diselenggarakan dengan menggunakan komputer. Karakteristik
dari tes ini sama dengan tes konvensional yaitu menggunakan satu
perangakat tes untuk beberapa peserta dengan panjang tes yang sama
(fixed test length). Perbedaannya terletak pada teknik penyampaian
(delivery) butir soal yang tidak lagi meggunakan kertas (paperless), baik
untuk naskah soal maupun lembar jawaban. Sistem skoring atau koreksi
langsung dilakukan oleh komputer. Biasanya peserta bisa mengerjakan
dan melihat butir soal dari nomor pertama sampai dengan terakhir.

Computer Based Test (CBT) merupakan cara ujian yang digunakan


oleh seorang trainer atau pendidik menggunakan komputer [1].
Computer Based Test (CBT) sudah digunakan sejak tahun 1960 untuk
mengetahui kemampuan pengetahuan dan pemecahan masalah
menggunakan komputer [2]. Pada saat ini tes menggunakan komputer
menjadi hal yang sangat popular. Hal tersebut dikarenakan tes
menggunakan komputer ini memiliki banyak kelebihan diantaranya hasil
tes yang dapat langsung dilihat ketika peserta tes sudah selesai
mengerjakan, menekan biaya operasional karena dengan menggunakan
tes komputer maka tidak ada lagi bahan yang bersifat kertas (paperless).
Namun disamping keuntungan yang telah disebutkan tadi tes

12 | P a g e
menggunakan komputer ini memiliki kelemahan salah satunya yaitu
kemampuan menggunakan komputer pada masingmasing peserta.

Perancangan aplikasi tes berbasis komputer ini menggunakan


sistem client – server. Dimana file disimpan pada sebuah server
kemudian akan diakses oleh client. Hal ini akan memudah dalam hal
kontrol sistem karena dibuat terpusat. Berikut gambar akses client –
server:

Client

Server

Client

Gambar 3.1 Sistem client - server

Aplikasi yang dirancang dibuat dua buah tampilan halaman masuk


(login). Login dari sisi peserta tes dan login dari sisi administrator.
Peserta hanya diijinkan untuk mendaftar dan melakukan tes sedangkan
administrator diijinkan untuk mengelola sistem seperti mengelola soal,
mengelola text, mengelola nilai dan mengelola perserta. Berikut adalah
fungsi dari masing-masing pengguna:

1. Peserta
a. Melakukan pendaftaran
b. Melakukan tes
c. Melihat hasil tes
2. Administrator
13 | P a g e
a. Mengelola text
b. Mengelola jenis soal
c. Mengelola pengguna
d. Mengelola hasil tes
Dengan demikian pengguna mempunyai fungsi
masing-masing sehingga tidak akan bercampur antara peserta tes dengan
administrator.( Andri Suryadi. 2010)

Menurut john daintith, CBT merupakan penggunaan komputer


untuk mengendalikan, baik digital maupun analog teknik pengujian dan
evaluasi kualitas komponen dan produk.

Tes lekat dihubungkan dengan cara pengukuran terhadap


penguasaan materi tertentu. Hasil dari tes salah satunya digunakan untuk
membuat keputusan sekolah atau guru terhadap muridnya. Hasil tes
dianggap sebagai bukti yang valid dari individu ,yang dapat digunakan
misalnya untuk kenaikan kelas, promosi jabatan, dan kelulusan. Sebelum
adanya tes berbasis komputer, biasanya tes dilakukan secara tertulis
dalam kertas (paper based test), tetapi seiring dengan perkembangan
teknologi informasi tes tertulis mulai bergeser digantikan dengan tes
berbasis komputer bahkan internet.
Ada empat bentuk model tes berbasis komputer dan internet yang
dikembangkan oleh ITC, yaitu :

1. Terbuka (Open Mode)

Tes dengan model terbuka seperti ini, dapat diikuti siapapun dan
tanpa pengawasan siapapun, contohnya tes yang dapat diakses secara
terbuka di internet. Peserta tes tidak perlu melakukan registrasi peserta.

2. Terkontrol (Controlled Mode)

14 | P a g e
Tes dengan model seperti ini, sama dengan tes dengan model
terbuka yaitu tanpa pengawasan siapapun, tetapi peserta tes hanya yang
sudah terdaftar, dengan cara memasukkan username dan password.

3. Supervised Mode

Pada model ini terdapat supervisor yang mengidentifikasi peserta


tes untuk diotentikasi dan memvalidasi kondisi pengambilan tes. Untuk
tes di internet mode ini menuntut administrator tes untuk meloginkan
peserta dan mengkonfirmasi bahwa tes telah diselesaikan dengan benar
pada akhir tes.

4. Managed Mode

Pada model ini biasanya tes dilaksanakan secara terpusat.


Organisasi yang mengatur proses tes dapat mendefinisikan dan
meyakinkan unjuk kerja dan spesifikasi peralatan di pusat tes. Mereka
juga melatih kemampuan pegawai/staff untuk mengontrol jalannya tes.
(Bartram, 2001)

Pada dasarnya pelaksanaan Tes Berbasis Komputer sama halnya


dengan proses pembelajaran menggunakan komputer. Tes Berbasis
Komputerdapat dilaksankan dalam laboratorium komputer yang telah
terkoneksi dengan jaringan dan sistemnya. Dalam pelaksanaan Tes
Berbasis Komputer (TBK/CBT) ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan diantaranya : keontetikan peserta test, bank soal, dan sistem
Computer based test itu sendiri.

 Proses otentikasi
Dalam tes berbasis komputer, merupakan hal yang sangat penting,
untuk menentukan siapa saja yang bisa mengikuti tes. Biasanya dalam
proses ini, peserta tes akan diberikan sebuah username dan password,

15 | P a g e
yang akan digunakan untuk login sehingga peserta dapat masuk dan
mengikuti tes. Selain itu peserta juga diberikan kartu identitas diri dan
print out foto peserta untuk menghindari praktik perjokiaan.

 Ketersediaan soal

dalam jumlah yang cukup banyak menjadi syarat selanjutnya dalam tes
berbasis komputer (TBK/CBT). Dari jumlah soal yang cukup banyak
memungkinkan pemilihan soal secara random/acak sehingga antar
peserta tes akan mendapatkan soal yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk
menghindari adanya kerjasama atau kecurangan peserta tes.

 Bank Soal
(Item Bank) atau item pool bukanlah sekedar kumpulan soal atau gudang
soal. Bank soal mencakup sistem pengelolaan soal yang sistemik dan
sistematik untuk berbagai kepentingan dalam penilaian. Perbedaan antara
bank soal dan gudang soal terletak pada sistem pengelolaan yang lebih
mapan dan kelengkapan informasi butir soal. Informasi tersebut
mencakup identitas butir soal dan properti psikometrik yang biasanya
disebut karakteristik butir soal yang diperoleh dari hasil analisis tes atau
butir soal.
Pada pendekatan teori tes klasik, karakteristik butir soal mencakup
tingkat kesulitan (proporsi jawaban benar, proportion of correct),
daya pembeda atau indeks diskriminan, dan proporsi pada distraktor
(proportion endorsing). Pada pendekatan IRT, karakteristik butir soal
mencakup parameter a (difficulty), parameter b (descriminant), dan
parameter c (pseudo guessing), tergantung model logistik yang
digunakan. Keberadaan bank soal merupakan syarat dari sistem ujian
baku (standardized test) dancomputerized adaptive test (CAT).

 Sistem ComputerBased Test (CBT)


yang telah melalui uji kelayakan sangat diperlukan, mengingat pada
umumnya tes berbasis komputer dilaksanakan dalam waktu yang sama.

16 | P a g e
Sehingga dibutuhkan software dan hardware yang mendukung, istilah
dalam teknologi informasi yaitu client-server. Di mana komputer peserta
tes (client) terhubung dengan sistem tes berbasis komputer melalui
komputer server. Dalam hal ini jumlah client jauh lebih banyak dari
jumlah server, untuk itulah dibutuhkan sistem tes berbasis komputer
yang telah teruji dan layak pakai. Sistem jaringan dan koneksitas
komputer client – server juga sangat menentukan tingkat keberhasilan
pelaksanaan ujian apabila tempat ujian berada jauh dari komputer server.

Sistem Ujian selama ini bersifat (konvensional) artinya ujian dilakukan


dengan menggunakan kertas dan pensil dengan istilah sekarang Paper-
Based Test (PBT), PBT yang dilakukan saat ini banyak masalah/kendala
antara lain :

- Rawan dalam penyiapan bahan ujian,


- Penggandaan dan distribusi naskah soal,
- Kecurangan selama pelaksanaan ujian,
- Scanning LJK dan scoring, membutuhkan biaya, tenaga, dan waktu yang
tidak sedikit.
Jadi ujian dengan PBT kurang efektif & efisien. Perkembangan
teknologi saat ini sangat pesat sehingga memungkinkan untuk
menggunakan Tes Berbasis Komputer (TBK) dalam ujian.Pemanfaatan
teknologi informasi (komputer) sebagai salah satu media yang digunakan
untuk ujian atau tes disebut dengan Tes Berbasis Komputer (TBK)atau
Computer-based Test (CBT). Dengan TBT/CBT diharapkan mampu
menjawab kekurangan ujian konvensional. Sehingga pengguna
TBT/CBT dapat dijadikan sebagai media ujian baik lokal maupun untuk
nasional oleh lembaga/instansi. Selanjutnya penerapan ujian berbasis
komputer ini memiliki fungsi fleksibel berupa pemanfaatan sebagai
media latihan maupun mengukur kemampuan pengguna dalam menjawab
pertanyaan pada ujian yang sebenarnya akan dilakukan nanti(
Yamu’alim, 2011)_.

17 | P a g e
Belloti, et al (2013) dalam penelitian berjudul: Assessment in and
of Serios Games-An Overview, dari Gale Economic Education
Humanities Social-Science mengemukakan dua tujuan pembelajaran dan
tes berbasis computer, Monte Carlo study”, menyimpulkan bahwa CBT
memberikan beberapa keuntungan dibanding pelaksanaan tes dengan
model paper and pencil test diantaranya adalah sistem penskoran yang
otomatis dan mengurangi beban responden atau peserta tes karena lebih
muda mengerjakan soal dalam bentuk computer based test daripada
paperpencil test.

Sedangkan Chang dari Taiwan University dalam penelitian: Using


S-P Chart and Bloom Taxonomy to Develop Intelligent Formative
Assessment, penilaian dan tes formatif berbantuan komputer tidak hanya
memandu siswa dalam pembelajaran, mendiagnosa kesenjangan
ketrampilan dan pengetahuan, tetapi juga mengukur kemajuan dan
evaluasi.
Selanjutnya Tao dari Department of Information Management,
National University of Kaohsiung, Taiwan, R.O.C dalam jurnal
penelitian berjudul: A Practical Computer Adaptive Testing Model for
Small-Scale Scenarios, menyimpulkan bahwa:“Computer Adaptive
Testing (CAT) is theoretically sound and efficient, and is commonly seen
yakni

1) menyenangkan dan menghibur, in large testing programs”


(Computer Adaptive Testing
2) mendidik dan menantang. Belloti, merekomendasikan agar di
masa depan perlu peningkatan tes dan pengujian berbasis
kompute

2.3 Tata cara penggunaan computer-based-test (CBT)

1. Penggunaan harus memastikan kelengkapan sarana dan prasarana


pendukung pelaksanaan CBT, seperti : 1 unit PC (personal

18 | P a g e
computer) untuk setiap siswa dan dilengkapkapi dengan CD
(compact disk) CBT.
2. Soal dikemas dalam bentuk CD. Kemudian dimasukkan kedalam Cd
room yang terdapat pada PC.
3. Soal akan langsung muncul seketika saat CD CBT dimasukkan
kedalam Cdroom (autorun service).
4. Soal berupa tes obyektif bentuk multiple choice item (pilihan ganda)
5. Baca dan silahkan dilihat terlebih dahulu video demo serta petunjuk
umum dan khusus penggunaan CBT.
6. Soal akan berlanjut setelah pengguna menjawab soal sebelumnya,
tanpa bisa mengulanginya kembali. Sebagai upaya mengurangi
kegiatan untuk saling mencotek.
7. Soal berjumlah 20 butir yang terdiri dari pilihan ganda.
8. Skor soal akan langsung muncul setelah pengguna menjawab soal ke
20 (automatic scoring).
9. Masing-masing soal diberikan durasi waktu menjawab selama 1
menit, jika melebihi 1 menit maka akan muncul peringatan bahwa
waktu telah habis.

19 | P a g e
 Mekanisme pelaksanaan CBT

Mekanisme Pelaksanaan CBT

CBT CBT Semi CBT


Offline Online Online
20 | P a g e
1. Mekanisme ujian TBK/CBT Offline

- Tempat pelaksanaan ujian harus menyediakan serveratau jaringan


internet lokal (LAN)
- Penyelenggara/teknisi/admin ujian mendatangi lokasi ujian dengan
membawa hard disk external yang berisikan paket soal dan daftar
peserta ujian
- Hard disk external di plug in ke server lokal oleh
penyelenggara/teknisi/admin

- Peserta mengakses ujian secara offlineke server lokal


- Hasil ujian disimpan dalam hard disk external atau dikirim ke server
pusat secara online sesaat setelah ujian berlangsung
- Keputusan hasil ujian diumumkan setelah diadakannya sidang
yudisium oleh penyelenggara ujian, profesi dan penguji

2. Mekanisme ujian TBK/CBT Semi Online

- Tempat pelaksanaan ujian harus menyediakan server atau jaringan


internet lokal (LAN)
- Penyelenggara/teknisi/admin ujian mendatangi lokasi ujian men-
download paket soal dan daftar peserta ujian secara online dengan
akses internet, dan menginstal di server lokal
- Peserta mengakses ujian secara offlineke server lokal
- Hasil ujian dikirim ke server pusat secara online sesaat setelah ujian
berlangsung
- Keputusan hasil ujian diumumkan setelah diadakannya sidang
yudisium oleh penyelenggara ujian, profesi dan penguji

3. Mekanisme ujian TBK/CBT Online

21 | P a g e
- Tempat pelaksanaan memiliki akses internet dengan bandwith
disesuaikan dengan jumlah komputer peserta
- Komputer peserta harus dapat mengakses internet
- Peserta ujian mengakses paket soal ujian langsung ke server pusat
melalui internet
- Penyelenggara/teknisi/admin ujian berfungsi sebagai teknisi/pembantu
jika ada kesulitan peserta dalam log in kedalam sistem ujian
- Keputusan hasil ujian diumumkan setelah diadakannya sidang
yudisium oleh penyelenggara ujian, profesi dan penguji ( Yamu’alim,
2011)

a. Pelaksanaan CBT offline

b. Pelaksanaan CBT Semi Online

22 | P a g e
c. Pelaksanaan CBT online

23 | P a g e
URGENSI TES BERBASIS KOMPUTER

Menurut (Yamu’alim, 2011) Selama ini pelaksanaan ujian secara cetak


manual memang memiliki beberapa keterbatasan, bahkan hambatan dalam
pelaksanaannya. Ujian dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi komputer
menawarkan beberapa kelebihan dibanding ujian tulis yang dikenal dengan
istilah paper and pencil testantara lain :
1. Hemat biaya
2. Ujian dilaksanakan di lab komputer atau ruang lain yang dilengkapi
komputer. Ujian tidak memerlukan pengawas merupakan efisiensi SDM
yang luar biasa
3. Hasil ujian, bila dibutuhkan, seketika bisa diketahui karena memiliki
kapasitas computerized marking
Alat pemindai (scanner) tidak lagi diperlukan. Objektivitas nilai
dijamin sempurna karena tidak ada lagi campur tangan manusia dalam
mengoreksi. Data nilai tersimpan aman dan tersentral, dan dapat diakses
secara terbuka. ( Yamu’alim, 2011) Dalam pelaksanaan ujian/tes
berbasis komputer ini diperlukan kriteria sarana dan prasarana penunjang
pelaksanaan ujian/tes berbasis komputer antara lain :

1. Kriteria Sarana
- Laboratorium/ruang komputer dengan akses internet
- Hardwa
- re dan software client
- server
- Genset, UPS, PC Client cadangan untuk menjamin
kelancaran pelaksanaan ujian/tes

2. Kriteria Pelaksana
- Staf pelaksana ujian/tes sesuai dengan kualifikasi teknis
- Teknisi laborat sesuai dengan spesifikasi dan kualifikasi
teknis
24 | P a g e
- Berdedikasi, komitmen dan ketidakberpihakan
3. Kriteria Peserta
- Memahami/mengetahui sistem komputer
- Dapat mengoperasikan computer

2.4 Penerapan Computer-Based Test

Umumnya, Computer Based Test diterapkan di perguruan tinggi


terutama dalam tes penerimaan mahasiswa baru. Selain itu pola seleksi
dan rekrutmen CPNS sejak tahun 2014 telah menggunakan sistem
Computer Assisted Test (CAT). Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 144 Tahun 2014, pasal 20 ayat (1) menyebutkan
bahwa: “Pelaksanaan UN SMA/MA dan SMK dapat dilakukan melalui
Ujian Berbasis Kertas (Paper Based Test) dan/atau Ujian Berbasis
Komputer (Computer Based Test)” (permendikbut.2014)
Pada dasarnya pelaksanaan Computer-Based Test sama halnya
dengan proses pembelajaran menggunakan komputer. Computer Based
Test atau tes berbasis komputer dapat dilaksankan dalam laboratorium
komputer yang telah terkoneksi dengan jaringan dan sistemnya. Dalam
pelaksanaan tes berbasis komputer (CBT) ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan diantaranya : ke-ontetikan peserta test, bank soal, sistem
Computer-based test itu sendiri.
Proses otentikasi dalam tes berbasis komputer (CBT), merupakan
hal yang sangat penting, untuk menentukan siapa saja yang bisa
mengikuti tes. Biasanya dalam proses ini, peserta tes akan diberikan
sebuah username dan password, yang akan digunakan untuk login
sehingga peserta dapat masuk dan mengikuti tes. Ketersediaan soal
dalam jumlah yang cukup banyak menjadi syarat selanjutnya dalam tes
berbasis komputer (CBT). Dari jumlah soal yang cukup banyak
memungkinkan pemilihan soal secara random sehingga antar peserta tes
akan mendapatkan soal yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk
menghindari adanya kerjasama antara peserta test.

25 | P a g e
Sistem Computer-Based Test yang telah melalui uji kelayakan
sangat diperlukan, mengingat pada umumnya tes berbasis komputer
dilaksanakan dalam waktu yang sama. Sehingga dibutuhkan software dan
hardware yang mendukung, istilah dalam teknologi informasi yaitu
client-server. Di mana komputer peserta tes (client) terhubung dengan
sistem tes berbasis komputer melalui komputer server. Dalam hal ini
jumlah client jauh lebih banyak dari jumlah server, untuk itulah
dibutuhkan sistem tes berbasis komputer yang layak pakai.

a) Contoh penerapan CBT yang dikembangkan oleh Puspendik


Balitbang
Kemendikbud dalam rangka sosialisasi bagi siswa/siswi yang
mengikuti ujian berbasis komputer (Computer Based Test).

Program Aplikasi Mini – Tes untuk siswa dalam menghadapi UN


berbasis komputerais. Program aplikasi perangkat lunak yang
dikembangkan oleh Puspendik Balitbang Kemendikbud dalam rangka
sosialisasi bagi siswa/siswi yang mengikuti ujian berbasis komputer
(Computer Based Test).

Prosedur penggunaan Mini – Tes adalah sebagai berikut:

 Pendaftaran

26 | P a g e
Bagi yang belum pernah mendaftar silahkan
klik disini atau Login jika sudah mendaftar

 Tes berulang

Peserta yang telah melakukan pendaftaran (registrasi) dapat


mengikuti tes berulang kali tanpa harus melakukan registrasi ulang.
Untuk mencoba program mini tes silakan
kunjungi http://minites.puspendik.org/

b) Soal-soal yang ada dalam program Mini – Tes tersebut hanya


merupakan contoh untuk latihan ujian berbasis komputer.

Contoh soal UN yang menggunakan aplikasi CBT

Berbagai Contoh Aplikasi Computer Based Test


Penelitian awal pada CBT hampir secara eksklusif berfokus pada
isu-isu teoritis seperti meningkatkan efisiensi pengukuran dengan
mencapai tingkat yang memadai uji skor reliabilitas yang digunakan
dengan menggunakan beberapa item yang dibutuhkan dengan tujuan
semua peserta ujian memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan
tes/evaluasi yang sedang berlangsung. Dalam beberapa tahun terakhir,
penelitian tentang CBT telah difokuskan pada pengembangan model-
model yang mempunyai tingkat efisiensi pengukuran sekaligus dapat

27 | P a g e
meminimalkan biaya dan menjaga validitas hasilnya, serta rekayasa
kriteria desain dan implementasi untuk memastikan bahwa kelayakan,
skalabilitas, dan efisiensi yang dievaluasi sudah tepat.

Berikut beberapa contoh pengembangan CBT yang telah diaplikasikan


di beberapa tempat :

1. Pengembangan computer based test pada tes potensi akademik


menggunakan skala pengukuran model item response theory (IRT)
Tes potensi akademik merupakan salah satu dari sekian jenis tes yang
digunakan untuk mengukur dan memberi penilaian beberapa hal terkait
dengan kemampuan dan potensi akademik sesorang dan sejauh ini
penggunaannya sudah semakin luas. Misalnya sebagai salah satu
pertimbangan dalam menentukan kapasitas dan kapabelitas seseorang
yang biasanya disyaratkan dalam kategori tertentu seperti penerimaan
siswa atau mahasiswa baru, penerimaan karyawan, seleksi pegawai
negeri hingga pengukur kecendrungan pola pikir dan kemampuan
intelektual anggota dewan. Bahkan akhir-akhir ini, tes potensi akademik
menjadi bagian dari syarat kenaikan jabatan atau posisi-posisi tertentu
pada perusahaan dan mulai merambah kearea tes kelayakan (proper
test) untuk tugas-tugas tertentu. Pemanfaatan teknologi informasi yang
digunakan pada tes potensi akademik berupa tes berbasis komputer
(Computer-based Test/ CBT) diharapkan mampu menjawab kebutuhan
atas penggunaan tes potensi akademik sehingga pengguna dapat
melakukan latihan atau menjadikan tes potensi akademik berbasis
komputer sebagai media belajar dan bahkan digunakan untuk
melakukan pengujian kemampuan bagi tujuan tertentu oleh lembaga,
organisasi yang membutuhkan.

Tes potensi akademik berbasis komputer ini menggunakan aplikasi


berbasis web dengan konsep Learning Content Management System
(LCMS/ CMS) yaitu MOODLE sehingga baik pengelola maupun
pengguna dapat dengan mudah menggunkan aplikasi open source ini.
Berdasarkan hasil pengujian dan evaluasi dari penggunaan tes potensi
28 | P a g e
akademik berbasis komputer ini menunjukkan bahwa perangkat lunak
berbasis web ini dapat digunakan dengan mudah oleh pengguna dan
pengelola.

Selanjutnya penerapan tes potensi akademik berbasis komputer ini


memiliki fungsi fleksibel berupa pemanfaatan sebagai media latihan
maupun mengukur kemampuan pengguna dalam menjawab pertanyaan
pada tes potensi akademik.

2. Desain dan pembuatan model testing center untuk latihan ujian CCNA
berbasis web
Cisco Systems, Inc. merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dibidang penyediaan alat-alat konfigurasi jaringan dan tenaga
kerja networking. Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja
networking yang handal, Cisco menyediakan berbagai program
sertifikasi, misalnya Cisco Certified Network Associate (CCNA), yang
merupakan sertifikasi mengenai teknologi jaringan tingkat dasar
mengenai penggunaan Cisco router dan switch pada jaringan
LAN/WAN. Untuk mendapatkan sertifikasi CCNA tersebut seseorang
harus mengikuti ujian sertifikasi. Melalui sistem yang dibuat dengan
memanfaatkan teknologi internet ini administrator dapat memilih
kategori soal yang akan dibuat, dengan tujuan memudahkan proses
monitoring bagi kemajuan peserta kelas pelatihan CCNA (student).
Selain fasilitas bagi student melalui freetest, terdapat juga fasilitas bagi
non student melalui paidtest, namun untuk fasilitas paidtest ini
administrator tidak melakukan monitoring terhadap non student (bukan
peserta kelas pelatihan CCNA). Fasilitas lain yang ada misalnya
pengaturan aktivasi tes dan konfigurasi tes untuk IP address tertentu
dan fasilitas history nilai bagi student dan non student. Sistem ini
dikembangkan dengan teknologi PHP dan Java Script serta penggunaan
MySQL sebagai database untuk menyimpan semua data yang digunakan
dalam sistem. Pengujian terhadap sistem ini menunjukkan bahwa sistem
dapat membantu user yang merupakan student atau non student untuk

29 | P a g e
mendapatkan pelatihan mengenai jaringan komputer. Selain itu user
juga mendapat gambaran mengenai bentuk ujian sertifikasi CCNA yang
sebenarnya.

3. Multiple Choice Computer-Based Test with Feedback, using Random


Number Generator
Pelajar perlu mengerti dan pendidik perlu mengetahui apakah
mereka telah mengajarkan pengetahuan mereka dengan baik, keduanya
memerlukan umpan balik. Computer Based Test (CBT) membantu untuk
mempercepat pemenuhan kebutuhan umpanbalik ini. Beberapa sertifikat
profesional juga telah menggunakan CBT, dengan pertanyaan pilihan
ganda. Tetapi cara CBT seperti ini, biasanya dipraktekkan dalam
laboratorium komputer yang tempat duduknya sangat berdekatan,
memberi peluang atau bahkan mengundang orang untuk menyontek.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan


randomisasi untuk urutan soal yang muncul dan randomisasi untuk letak
pilihan jawaban ganda. Di dalam penelitian ini, Linear Congruential
Generator (LCG), suatu fitur randomisasi yang terdapat di dalam Visual
Basic (MS VB), digunakan untuk membuat aplikasi CBT yang
dibutuhkan.

Dua jenis aplikasi VB yang dibuat, berbasiskan data MS


Access atau MS SQL, telah berhasil diuji coba di Laboratorium
Komputer UPH oleh lebih dari 200 orang mahasiswa, dalam kelompok
kelompok secara paralel (oleh 50 mahasiswa atau kurang untuk subyek
seperti: Interaksi Manusia Komputer, Komunikasi Data dan Ujian
saring Asisten Lab. Komputer). Tiga tipe hak akses disediakan:
administrator, dosen dan mahasiswa.

Seusai CBT, pengguna langsung dapat melihat nilainya, di


samping ini, dosen pengampu mata kuliah dapat melihat informasi yang
berguna, seperti: pertanyaan mana saja dijawab salah oleh semua
pengguna dan sebaliknya, nilai rata-rata kelas, waktu untuk

30 | P a g e
menyelesaikan CBT, data login-logout, nama komputer, serta IPnya.
Fitur umpan balik lain pada versi akses dosen adalah, kemampuan CBT
untuk memberikan pesan kepada setiap mahasiswa, saat CBT sedang
berlangsung. Selain CBT meningkatkan persentase pemakaian jaringan
komputer, juga telah berhasil dibuktikan bahwa cara yang dipakai untuk
menghasilkan urutan soal dan letak pilihan jawaban secara acak tidak
mengganggu pemakai CBT (Rosdiana.2008).

2.5 Kelebihan dan kekurangan Computer-Based Test


Beberapa kelebihan dalam penerapan CBT (contoh kasus pada
penerapan Ujian Nasional 2015) antara lain , pihak sekolah bisa
menentukan lebih tepat waktu ujian dan para siswa pun bisa menentukan
kesiapannya untuk menjalani ujian. Selain itu UN berbasis komputer
akan lebih efektif dan efisien karena soal ujian tidak akan habis dan
masih dapat digunakan lagi serta mengurangi produksi kertas/ramah
lingkungan, selain itu dengan CBT ini dapat meminimalisisr
kemungkinan terjadi kebocoran soal.
Kelebihan lainnya mengurangi waktu untuk pekerjaan penilaian
tes dan membuat laporan tertulis, menghilangkan pekerjaan logistik
seperti mendistribusikan, menyimpan hasil tes dan sebagainya, tapi yang
lebih penting yaitu peserta tes dapat langsung mengetahui hasi tes yang
telah dilaluinya pada saat itu juga.
Kekurangan penerapan sistem CBT ini adalah tidak ditunjang
dengan persedian komputer yang cukup memadai bagi dari segi
maintenance maupun segi kuantitas bagi peserta UN di setiap sekolah
sehingga mengakibatkan munculnya rasa jenuh bagi para peserta yang
menunggu giliran untuk ujian/ test.
Tantangan lain dalam penerapan sistem ini yaitu kemampuan
peserta dalam menguasai ketrampilan dalam menggunakan komputer
tidaklah sama, sehingga bagi mereka yang belum mahir dalam
menggunakan alat ini akan tertinggal/lambat dalam penyelesaian testnya
nya.selain itu adanya ketergantungan dengan peralatan seperti
komputer, membutuhkan lab komputer yang memadai (secara hardware
31 | P a g e
dan software serta jumlah), jika sistem Computer-Based Test bermasalah
pelaksanaan tes berbasis komputer akan tertunda (Roslinda, 2008).
b. Kelebihan Computer-Based Test
1. Mengijinkan melakukan tes di saat yang tepat bagi peserta.
2. Mengurangi waktu untuk pekerjaan penilaian tes dan membuat laporan
tertulis.
3. Menghilangkan pekerjaan logistik seperti mendistribusikan,
menyimpan dan tes menggunakan kertas, peserta tes dapat langsung
mengetahui hasil tes.
4. Soal yang dikerjakan secara acak sehingga soal berbeda dengan yang
lainnya.

c. Kekurangan Computer-Based Test


1. Adanya ketergantungan dengan peralatan seperti komputer
2. Membutuhkan lab komputer yang memadai (secara hardware dan
software serta jumlah)
3. Jika sistem Computer-Based Test bermasalah pelaksanaan tes berbasis
komputer akan tertunda
4. Membutuhkan pengetahuan dan ketrampilan komputer bagi peserta
tes.

32 | P a g e
BAB III
PENUTUP

a. KESIMPULAN

1. Evaluasi pembelajaran merupakan evaluasi dalam bidang pembelajaran


yang bertujuan untuk menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk
mengetahui taraf kemajuan, perkembangan, dan pencapaian belajar siswa,
serta keefektifan pengajaran guru.
Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran :
d. Jenis evaluasi berdasarkan tujuan
e. Jenis evaluasi berdasarkan sasaran
f. Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran
g. Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi

2. Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT) merupakan tes yang
diselenggarakan dengan menggunakan komputer.

3. Mekanisme pelaksanaan CBT


 CBT Offline
 CBT Semi Online
 CBT Online

4. Penerapan komputer berbasis tes (CBT), telah diterapkan pada UN dan


SBMPTN

5. Kelebihan Computer-Based Test yaitu Mengurangi waktu untuk pekerjaan


penilaian tes sedangkan kekurangan computer-based test yaitu Adanya
ketergantungan dengan peralatan seperti komputer

33 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

Arifin, Zainal.2013. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik.


Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Belloti, Fransesco. 2013. Advances in HumanComputer Interaction. Journal of


Gale Economic Education Humanities Social-Science.

Kemendikbud No.66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian. Jakarta

Sudjana,N.(2014). Evaluasi Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja


Rosdakarya

Andri Suryadi. 2010. Perancangan Aplikasi Tes Berbasis Komputer (Cbt)


Menggunakan Pendekatan Terstruktur Untuk Penerimaan Mahasiswa Baru Di
Perguruan Tinggi. GARUT: STKIP

Sri Sudaryati.2016. Pengembangan Online Test System Untuk Siswa Sekolah


Menengah Atas .Surakarta : Universitas Muhammadiyah

Yamu’alim.2011.Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test) Dalam Ujian


Uji Kompetensi Kerja Lsp Ppt Migas. Journal Teknologi

http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/lentera_pendidikan/article/view/514

(tanggal akses 19 November 2016)

http://ejurnal.poliban.ac.id/index.php/Positif/article/view/330 (tanggal akses 19


November 2016)

http://echo-tea.blogspot.co.id/2012/03/computer-based-test-cbt-sebagai-
sarana.html (tanggal akses 19 November 2016)

http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/edukasi/1416-
cbt (tanggal akses 19 November 2016)
34 | P a g e
http://www.suprananto.org/index.php/welcome/artikel/10/Tes-Berbasis-
Komputer-Computer-Based-Test (tanggal akses 19 November 2016)

http://www.vedcmalang.com/pppptkboemlg/index.php/menuutama/edukasi/1416-
cbt (tanggal akses 20 november 2016)

http://uncbt.com/blog-3/ (tanggal akses 20 november 2016)

http://almasoem.sch.id/computer-based-test/ (tanggal 20 november 2016)

http://www.academia.edu/28542894/TEKNOLOGI_PEMBELAJARAN_BERBA
SIS_ICT_PENERAPAN_COMPUTER_BASED_TEST_Oleh_Rosdiana (diakses
tanggal 13 november 2017)

http://infotrac.galegroup.com(diakses tanggal 13 november 2017)

35 | P a g e
Lampiran

36 | P a g e