You are on page 1of 5

ARTIKEL KEKERASAN PADA ANAK

‘’Kasus Pembunuhan Angeline”

Nama : Barokah Setya Wardana

NIM : 15110211

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS JANABADRA YOGYAKARTA
TAHUN 2016
I. Alasan Pemilihan judul pada kasus Pembunuhan Angeline yaitu pada kasus ini
Angeline dibunuh oleh wanita bernama Margriet Christina Megawe yang tidak lain
adalah ibu angkatnya sendiri. Angeline tidak saja mengalami kekerasan secara fisik
namun juga kekerasan secara seksual.
II. Artikel Kasus
“Kasus Pembunuhan pada Angeline di Denpasar Bali”’
A. Uraian Kasus
Kekerasan merupakan isu utama saat ini, baik di negara maju maupun di
negara berkembang seperti Indonesia. Perkembangan dewasa ini menunjukan
bahwa tindak kekerasan pada kenyataannya terjadi semakin intensif. Hal tersebut
dapat terlihat dari data kekerasan anak mulai pada tahun 2010-2015.
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebut pengaduan
pelanggaran hak anak terus meningkat. Ini berdasar data yang dihimpun Pusat
Data dan Informasi (Pusdatin) Komnas Anak, dalam kurun waktu 2010-2015.
Sekretaris Jenderal Komnas PA, Samsul Ridwan mengatakan jumlah aduan pada
2010 sebanyak 2.046, di mana 42 persen di antaranya merupakan kejahatan
seksual. Pada 2011 menjadi 2.467 kasus, yang 52 persennya kejahatan seksual.
Sementara pada 2012, ada 2.637 aduan yang 62 persennya kekerasan seksual.
"Meningkat lagi di 2013 menjadi 2.676 kasus, di mana 54 persen didominasi
kejahatan seksual. Kemudian pada 2014 sebanyak 2.737 kasus dengan 52 persen
kekerasan seksual. Melihat 2015, terjadi peningkatan pengaduan sangat tajam,
ada 2.898 kasus di mana 59,30 persen kekerasan seksual dan sisanya kekerasan
lainnya. Berikut ini salah satu contoh kasus kekerasan pada anak yang terjadi
pada tahun 2015 di Denpasar Bali yang terjadi pada bocah bernama Angeline
berusia 8 Tahun.
Angeline anak berumur 8 tahun, yang awalnya dikabarkan hilang akhirnya
ditemukan meninggal beberapa pekan kemudian pada media Mei 2015.
Jenazahnya ditemukan di dekat kandang ayam di belakang rumah ibu angkatnya,
Margriet Christina Megawe. Polisi telah menetapkan tersangka Agus dalam kasus
pembunuhan ini. Namun, siapa sesungguhnya pembunuh sebenarnya? Polisi juga
telah menetapkan ibu angkatnya, Margriet sebagai tersangka dalam kasus dugaan
penelantaran anak. Berikut ini menggambarkan kronologi peristiwa tragis yang
menimpa bocah tak berdosa itu.
Penemuan jenazah Angeline di pekarangan rumah orang tua angkatnya
mengejutkan banyak pihak. Bocah perempuan yang sebelumnya dikabarkan
hilang itu ternyata menjadi korban pembunuhan. Polisi dari Polres Denpasar,
Bali, kemudian meminta keterangan dari sejumlah saksi yang dianggap
mengetahui kejadian mengenaskan ini. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif,
polisi lantas menetapkan Agustinus Tai Hamdamai sebagai tersangka. Agus
merupakan mantan pekerja di rumah Margriet, ibu angkat Angeline. Polisi masih
melakukan pengembangan terkait kasus ini.
Beberapa fakta mengenai tewasnya Angeline, Orang tua angkat Angeline
memelihara banyak ayam di sekitar rumah mereka di Denpasar, Bali. Tak
disangka, di bawah salah satu kandang ayam itulah, jenazah bocah malang
Angeline dikuburkan. Saat penyidik dari Polsek, Polres Denpasar, hingga Polda
Bali melakukan penggeledahan di rumah tersebut, mereka berkali-kali menyium
bau tak sedap. Mereka lantas menemukan adanya gundukan tanah yang tertutup
gundukan sampah di bawah kandang ayam. Setelah dilakukan pengecekan, polisi
menemukan jasad Angeline yang dibungkus bed cover di kedalaman 50 cm.
Warga yang penasaran mulai berdatangan ke rumah Margriet yang telah diberi
garis polisi. Sementara itu jenazah Angeline dibawa ke RS Sanglah untuk
diautopsi.
Margriet, dua anaknya, dan seorang satpam kemudian diamankan untuk
dimintai keterangan. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, polisi
menyatakan Agus sebagai tersangka. Ia merupakan mantan pekerja di rumah
tersebut.
Pernyataan mengejutkan disampaikan Agus, tersangka dalam kasus
pembunuhan Angeline. Pria itu mengaku tak hanya membunuh Angeline, tapi
juga sempat memerkosanya. Setelah membunuh di kamar, Agus juga sempat
melakukan tindakan tak senonoh kepada korban. Usai melakukan tindakan tak
senonoh, Agus membiarkan jenazah Angeline beberapa waktu berada di
kamarnya. Kemudian akhirnya dia memutuskan untuk mengubur Angeline di
pekarangan rumah.
Kepolisian akhirnya menetapkan Margriet Christina Megawe sebagai
tersangka kasus pembunuhan anak angkatnya, Angeline. Status tersangka
dikenakan setelah Polda Bali melakukan serangkaian penyidikan yang mendalam
termasuk dengan uji laboratorium forensik.kepolisian sudah cukup kuat untuk
menetapkan Margriet sebagai tersangka pembunuhan di antaranya yaitu
berdasarkan pengakuan Agustinus Tai Hamdamai yang sudah lebih dulu menjadi
tersangka kasus pembunuhan Angeline.
Alat bukti yang selanjutnya berdasarkan hasil penyelidikan di tempat kejadian
perkara yaitu di rumah Margriet. Dari pemeriksaan olah TKP yang dilakukan
lebih dari satu kali menunjukkan keterlibatan Margriet sangat kuat dalam
membunuh Angeline.

B. Pembahasan Kasus
Dengan ditetapkannya Margriet Christina Megawe sebagai tersangka
pembunuhan, Margriet saat ini dijerat dengan pasal berlapis. Margriet dikenai
Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, 77 B yang masuk dalam pembunuhan
berencana serta pasal penelantaran anak. Tersangka lainnya, Agustinus Tai
Hamdamai yang terlebih dulu menjadi tersangka, dikenai Pasal 340 juncto 56
KUHP terkait pembunuhan berencana, yang dalam hal ini peran Agus adalah
turut serta.

C. Kesimpulan
Pembunuhan berencana merupakan salah satu perbuatan yang diancam dengan
pidana mati, selain itu juga ancaman hukumannya adalah pidana penjara seumur
hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun. Ancaman pidana
bagi pelaku pembunuhan berencana yaitu hukuman mati atau penjara seumur
hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.

D. Saran

Hukum di Indonesia harus lebih di tegakkan lagi agar permasalahan kasus-


kasus hukum pidana di indonesia bisa diatur lebih baik lagi dan yang melanggar
hukum harus diberi hukuman yang setimpal sesuai dengan Undang-undang yang
telah di tetapkan.
Daftar Pustaka

https://www.researchgate.net/publication/326510212_manajemen_kasus_tindak_kekerasan_
anak_di_pusat_pelayanan_terpadu_pemberdayaan_perempuan_dan_anak_p2tp2a_provinsi_
dki_jakarta diakses tanggal 24 Oktober 2018
https://www.liputan6.com/news/read/2398135/5-kisah-anak-korban-kekerasan-paling-
memilukan-sepanjang-2015 diakses tanggal 24 Oktober 2018
https://www.liputan6.com/news/read/2396014/komnas-pa-2015-kekerasan-anak-tertinggi-
selama-5-tahun-terakhir diakses tanggal 24 Oktober 2018
https://www.liputan6.com/news/read/2396014/komnas-pa-2015-kekerasan-anak-tertinggi-
selama-5-tahun-terakhir diakses tanggal 24 Oktober 2018