You are on page 1of 1

Jenis kelamin. Hipertensi lebih banyak terjadi pada pria usia dewasa muda.

Tetapi lebih banyak


menyerang wanita setelah usia 55 tahun.
Umur. Semakin tua umur seseorang, semakin tinggi tekanan darahnya.
Keturunan ( genetik ). Seseorang memiliki risiko lebih besar terkena hipertensi jika orang tuanya
merupakan penderita hipertensi.
Obesitas atau kegemukan. Seseorang yang kegemukan mempunyai risiko 5 kali lebih besar terkena
hipertensi daripada orang yang berat badannya normal.
Kurang olah raga. Orang yang kurang aktivitas mempunyai detak jantung lebih keras, dan otot
jantung bekerja lebih keras pada setiap kontraksi. Ini mengakibatkan tekanan darah meningkat.
Kebiasaan merokok. Merokok bisa meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Selain itu akan
meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Lebih berbahaya lagi, jika pada saat
hipertensi dan tetap merokok, maka akan memicu komplikasi penyakit – penyakit lain yang
berhubungan dengan jantung dan darah.
Mengkonsumsi garam berlebih. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada
penderita diabetes, hipertensi, orang dengan usia tua, dan orang kulit hitam.
Kolesterol. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah menyebabkan timbunan kolesterol pada
dinding pembuluh darah, sehingga pembuluh darah menyempit, pada akhirnya akan mengakibatkan
tekanan darah menjadi tinggi.
Minum alkohol. Alkohol dapat merusak jantung dan juga pembuluh darah. Ini akan mengakibatkan
tekanan darah meninggkat atau tinggi.
Konsumsi kafein. Kandungan kafein dalam kopi terbukti meningkatkan tekanan darah. Setiap cangkir
kopi mengandung 75 – 200 mg kafein, yang berpotensi meningkatkan tekanan darah 5 – 10 mmHg.
Stress. Faktor stress dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
Stress memicu peningkatan aktivitas syaraf simpatis, sehingga meningkatkan tekanan darah.