You are on page 1of 5

Analisis Kritis Artikel

Nama : Susi Yantika Siahaan


Nim : 1640603026
Kelas :B
Hari/ Tanggal: Selasa, 05 Juni 2018

A. BIBLIOGRAFI
Aziz Nasir, Rabail. 2008. A Gross Anatomical and Histological Inspection of the
Mammalian Integument Post-Treated Aluminium Nitrate. University Science of
Malaysia Vol. 8, (Online) diakses 04 Juni 2018

B. TUJUAN PENULIS
Penulis artikel ini ingin memberi informasi mengenai penggunaan dari
produk rumah tangga yang mengandung Aluminium Nitrat dan Aluminium
Klorida. Produk yang sering digunakan sehari-hari dalam rumah tangga ternyata
mengandung logam utama dalam berbagai konsentrasi titrasi dan yang paling
mengejutkannya adalah ternyata zat tersebut mengandung zat beracun yang dapat
menyebabkan histologi integument atau jaringan pada kulit baik pada epidermis
dan dermis dapat terganggu.

C. FAKTA UNIK
Beberapa fakta unik yang muncul dari artikel ini antara lain:
1. University Science of Malaysia melakukan penelitian bahwa produk-
produk rumah tangga banyak mengandung Aluminium Nitrat dan
Aluminium Klorida yang ternyata mengandung zat beracun yang sangat
berbahaya bagi jaringan kulit mamalia. Baik yang terdapat pada produk
sabun mandi, bahan kosmetik, sampo dan produk lainnya.
2. Dalam artikel ini juga dibahas tentang dampak Aluminium Nitrat dan
Aluminium Klorida bagi jaringan kulit (sistem integument) mamalia.
Dimana pada lapisan epidermis dapat mengakibatkan epidermis menebal
dengan hiperkeratosis, sementara pada lapisan dermis dapat terjadi
peningkatan Vaskularisasi, penurunan keringat dan kelenjar sebasea hadir.
3. Aluminium Nitrat dan Aluminium Klorida sering digunakan dalam sebuah
produk karena dapat mencengah bau keringat. Kelenjar keringat Apokrin
yang biasa terdapat pada bagian dibawah lengan dan telapak kaki dan
tangan, sekitar payudara dan selangkangan. Dan bahan kimia Aluminium
Nitrat dan Aluminium Klorida digunakan dalam bentuk antiperspiran yang
mengandung racun dan memiliki mamfaat mengurangi produksi keringat
apokrin sehingga menghilangkan bau. Yang menjadi penyebabnya adalah
terjadi alergi pada permukaan atau jaringan kulit.
4. Salah satu penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan hal tersebut
adalah menjadikan hewan tikus, kelinci dan babi sebagai bahan percobaan
dengan melakukan penerapan larutan kimia Aluminium Nitra dan
Aluminium Klorida sebanyak 10⁒-20⁒ tersebut selama beberapa hari
berturut-turut sampai dengan 15 hari untuk melihat efek langsung
perubahan gross histologis pada epidermis. Terlihat pada hewan
percobaan, terdapat pada epidermis acanthosis, microbaesies epidermis
dan hiperkeratosis sementara pada lapisam dermis menunjukkan adema,
vuskularisasi, penurunan folikel rambut, keringat dan kelenjar sebasea dan
infiltrasi sel imflamasi.
5. Dari percobaan tersebut diketahui Produk yang mengandung garam
aluminium dalam konsentrasi yang lebih tinggi menyebabkan kerusakan
langsung ke integument jika diterapkan terus menerus untuk jangka waktu
yang lama.
6. Anti perpiranst adalah agen kimia yang mengurangi keringat atau
berkeringat. Larutan yang lebih pekat digunakan untuk mengontrol
keringat berlebih (hiperhidrosis), senyawa logam ini memilki beberapa
efek beracun pada kulit yaitu, menghasilkan penebalan, pengerasan,
hipersensitivitas, dan hiperpigmentasi kulit.
7. Aluminium Nitrat secara klinis diketahui lebih mengiritasi jika
dibandingkan dengan Aluminium Klorida
8. Pada penelitian yang dilakukan jelas mendukung dan menunjukkan gross
histologis yang hampir sama dalam kulit yang menutup sekali diterapkan
degan Aluminium Nitrat perubahan yang diamati dalam morfologi kulit.
Jauh lebih parah ketika diterapkan Aluminium Nitrat 20⁒ dibandingkan
Aluminium Nitrat 10⁒

D. PERTANYAAN YANG MUNCUL


1. Apakah sama waktu atau jangka waktu terinfeksi oleh kandungan logam
dalam Aluminium Nitrat dan Aluminium Klorida, pada jaringan kulit
manusia dan hewan? Apakah ada yang membedakannya?
2. Apakah ada solusi atau perlakuan tertentu yang dapat diterapkan jika
terinfeksi oleh kandungan logam pada jaringan kulit kita baik pada
jaringan epidermis maupun dermis?
3. Dalam hasil penelitian tersebut zat kimia yang berbahaya atau bercun
hanya Natrium Nitrat dan Natrium Klorida. Apakah masih ada zat kimia
yang berbahaya pada jaringan kulit mamalia?
4. Apakah ada solusi bagaimana agar manusia tidak menggunakan zat kimia
berbahaya untuk menghilangkan bau kelenjar keringat dan zat kimia apa
yang tidak berbahaya dan memiliki fungsi yang sama sehingga dapat
digunakan dengan aman?

E. KONSEP UTAMA
Masalah berfungsi sebagai dasar dalam proses pembelajaran tentang bahan
kimia yang berbahaya pada jaringan kulit mamalia. Aluminium Nitrat dan
Aluminium Klorida sering digunakan dalam sebuah produk karena dapat
mencengah bau keringat. Kelenjar keringat Apokrin yang biasa terdapat pada
bagian dibawah lengan dan telapak kaki dan tangan, sekitar payudara dan
selangkangan. Dan bahan kimia Aluminium Nitrat dan Aluminium Klorida
digunakan dalam bentuk antiperspiran yang mengandung racun dan memiliki
mamfaat mengurangi produksi keringat apokrin sehingga menghilangkan bau.
Yang menjadi penyebabnya adalah terjadi alergi pada permukaan atau jaringan
kulit.
Salah satu penelitian yang telah dilakukan untuk membuktikan hal tersebut
adalah menjadikan hewan tikus, kelinci dan babi sebagai bahan percobaan dengan
melakukan penerapan larutan kimia 10⁒ tersebut selama beberapa hari berturut-
turut sampai dengan 15 hari untuk melihat efek langsung perubahan gross
histologis pada epidermis. Terlihat pada hewan percobaan pada epidermis
acanthosis, microbaesies epidermis dan hiperkeratosis sementara pada dermis
menunjukkan adema, vuskularisasi, penurunan folikel rambut, keringat dan
kelenjar sebasea dan infiltrasi sel imflamasi.
Dari percobaan tersebut diketahui Produk yang mengandung garam
aluminium dalam konsentrasi yang lebih tinggi menyebabkan kerusakan langsung
ke integument jika diterapkan terus menerus untuk jangka waktu yang lama.
sehingga penulis artikel ini menyaran agar tidak menggunakan produk-produk
yang mengandung bahan kimia tersebut.

F. PERNYATAAN DARI BACAAN YANG MEMPENGARUHI SIKAP


MAHASISWA
1. Ternyata lapisan ataupun jaringan kulit pada mamalia sangat sensitif
sehingga pemilihan bahan produk rumah tangga harus sangat teliti
dilakukan agar tidak membahawa bahaya
2. Kita jadi tahu bahwa bahan kimia yang berbahaya bagi lapisan ataupun
jaringan kulit kita adalah zat Aluminium Nitrat dan Aluminium Klorida
3. Harus membiasakan hidup sehat dengan tidak menggunakan produk-
produk yang mengandung bahan kimia.
4. Harus lebih mengenali lagi bahan-bahan kimia mana saja yang berbahaya
bagi jaringan kulit sehingga tidak salah dalam pemilihan produk rumah
tangga.

G. REFLEKSI DIRI
Hasil analisis kritis artikel ini memang belum cukup mewakili keseluruhan
isi artikel secara sempurna salah satunya belum menjelaskan bahan kimia mana
saja yang lainnya berbahaya atau tidak berbahaya bagi produk rumah tangga.
Namun, hal-hal yang saya anggap perlu untuk disampaikan telah saya paparkan
dalam artikel ini. Penjelasan dalam artikel ini memberikan saya gambaran
mengenai bagaimana sebaiknya tindakan kita menggunakan produk-produk sehat
yang tidak mengandung zat kimia beracun dan dapat menggangu kesehatan kita.
Masyarakat diharapkan agar lebih mengenal zat-zat kimia mana saja yang
berbahaya untuk digunakan karena jangan sampai kita menggunakan produk-
produk tersebut sehingga menjadi bahaya bagi kita. Dalam artikel ini juga
diharapkan agar hidup sehat dan teratur sehingga mendukung juga bagi kesehata
jasmani.Semoga apa yang saya peroleh dari hasil analisis kritis artikel mengenai
bahan kimia berbahya bagi jaringan kulit baik jaringan epidermis ataupun dermis.
ini dapat bermanfaat, khususnya bagi saya sendiri. Amin….