You are on page 1of 11

Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis

Mobile
Dewi

Judul : Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean


Berbasis Mobile

Oktaviana Ariska Dewi Ernestus Alethea Zoe Marcellinus Rico Fajar Kristiawan Brigita Arum Kinanti

Politeknik Mekatronika Politeknik Mekatronika Politeknik Mekatronika Sanata Politeknik Mekatronika


Sanata Dharma Yogyakarta Sanata Dharma Yogyakarta Dharma Yogyakarta Sanata Dharma Yogyakarta

oktavia.ariska@gmail.com Erneszoe03@gmail.com Marcellinusrico.21@gmail.com brigitaarumk@gmailcom

Abstrak
Mengantre merupakan salah satu kegiatan yang menjemukan dan
menghabiskan banyak waktu bagi sebagian orang, terutama mengantre di poliklinik
sebuah rumah sakit. Banyak orang akan menunggu di ruang poliklinik dan tidak
akan meninggalkan ruang tunggu sebelum nomer antriannya dipanggil hal ini
dilakukan karena mereka tidak ingin nomernya terlewat. Jarang dari mereka dapat
menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat di rumah atau menjalankan aktifitas
lainnya. Untuk itu, artikel ini memaparkan suatu sistem antrian untuk memudahkan
pengantrian dan menyelesaikan masalah pada sistem antrian konvensional. Fitur
sistem antrian yang diusulkan yaitu memonitoring sistem antrean berbasis android.
Hal ini didukung dengan adanya teknologi di era sekarang.
Aplikasi sistem antrian berbasis android memiliki kelebihan yaitu, pengantri
cukup mengunggah aplikasi antrian yang telah disiapkan dan memasangnya pada
perangkat android. Selanjutnya pengantri mengambil nomor antrian melalui lokasi
layanan poliklinik. Kemudian pengantri dapat memantau dari android nomor antrean
yang sedang dilayani di loket pelayanan dan memutuskan kapan masuk antrian
manakala nomor antreannya telah mendekati panggilan. Dengan demikian maka akan
memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak yaitu pengantri tidak kehilangan
waktu lama untuk menunggu antrean dan instansi pelayanan Rumah Sakit tidak akan
dijejali oleh banyak pengantri dan tidak perlu mempersiapkan ruang tunggu antrean
yang terlalu besar. Sistem aplikasi ini dibuat dengan menggunakan App Inventor untuk
membuat sebuah aplikasi berbasis dan android, sedangkan untuk server menggunakan
MySQL dan PHP.
Kata kunci : antrean, android, aplikasi, estimasi waktu
Abstract
Queuing up is one of the tedious activities and spends a lot of time for some people,
especially when queuing in the polyclinic of a hospital. Many people will wait in the
polyclinic room and will not leave the waiting room before the queue number is called
because they do not want to miss the number. Actually, they can use that time to rest
at home or run other activities. Therefore, this article describes a queuing system to

1
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
facilitate the queue and resolve problems in conventional queuing system. The
proposed queuing system feature is the android-based queue system monitoring. This
is supported by the technology in the present era.
This application system has advantages; people simply upload the queue application
that has been prepared and install it on android device. After that, they take the queue
number through the location of the polyclinic service. Then they can monitor from the
android queue number being served at the service counter and decide when to queue if
the queue number has approached the call. So it will provide benefits for both sides
that the queue does not lose a long time to wait for the queue and the hospital service
agencies will not be overwhelmed by a lot of queuing and no need to prepare a large
waiting room. This application system is created by using App Inventor to create a
based application and android, while the server is using MySQL and PHP.
Keywords: queue, android, application, time estimation

1. PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Biaya kesehatan setiap tahun semakin meningkat seiring dengan
perkembangan teknologi kesehatan. Berdasarkan data yang dirilis WHO
biaya kesehatan tahunan di Indonesia meningkat sebesar 36 persen selama
10 tahun terakhir (Setiawan, 2017). PT Asuransi Cigna (Anonim, 2017)
menunjukkan pada 2016, kenaikan biaya kesehatan mencapai 15 persen
dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi dibandingkan catatan inflasi
sekitar 5,8 persen.
Peningkatan biaya kesehatan yang cenderung tinggi, dipengaruhi
beberapa kemungkinan. Kemungkinan pertama adanya kecenderungan
provider kesehatan untuk memberikan pelayanan diluar indikasi medis
(over utilisasi). Kedua, kecenderungan pasien yang meminta pelayanan
lebih, serta ketiga dipengaruhi oleh pola hidup dari masyarakat itu sendiri
(Kusumaningrum, 2017). Sehingga biaya kesehatan akan menjadi sangat
mahal apabila tidak dilakukan perencanaan kesehatan yang tepat.
Di Indonesia sendiri, sudah berkembang banyak asuransi kesehatan
yang menawarkan berbagai program penjaminan kesehatan. Namun,
asuransi kesehatan yang ditawarkan oleh perusahaan swasta saat ini cukup
mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia.
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) selaku program
penjamin kesehatan masyarakat yang berasal dari pemerintah saat ini
dinilai memberikan alternatif atau solusi lain untuk masyarakat. Berbagai
keuntungan diberikan melalui BPJS diantaranya biaya atau iuran yang
murah, tidak perlu ada medical check up untuk mendaftar, dijamin seumur
hidup dan tidak ada pengecualian jenis penyakit (Anonim, 2016).

2
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
Namun, dibalik segala kelebihan menggunakan BPJS, sistem ini juga
memiliki beberapa kekurangan diantaranya metode yang berjenjang saat
klaim, antrean yang panjang baik saat pendaftaran, pemeriksaan di poli
maupun saat mengantre untuk mendapatkan obat.
Waktu tunggu adalah waktu yang diperlukan sejak pasien mendaftar
sampai dilayani dokter (Kepmenkes, 2008). Waktu tunggu merupakan
salah satu indikator kinerja sistem antrian. Berdasarkan gambaran diatas,
peneliti membuat sebuah aplikasi yang akan menjadi solusi sekaligus
peningkatan fasilitas di tempat - tempat layanan kesehatan dengan
menjadikan android dan penunjang teknologi lainnya untuk mengatur
sistem antrian tersebut. Fasilitas yang dimaksud yaitu dalam pengambilan
nomor antri. Kondisi di Rumah Sakit Panti Rini saat ini, pasien diharuskan
mengambil nomor antrian terlebih dahulu di lokasi pelayanan lalu
kemudian menunggu nomor antrian untuk dipanggil. Sehingga dalam
rentang waktu tersebut, sebagian besar aktifitas mereka adalah menunggu
yang berakibat menimbulkan kejenuhan. Jarang dari mereka dapat
menggunakan waktu tersebut untuk beristirahat di rumah atau menjalankan
aktifitas lainnya.
Oleh karena itu, di butuhkan sebuah inovasi sistem yang mampu
menampilkan nomer antrean pada display monitor yang terintegrasi dengan
sistem monitoring dengan android (berbasis mobile). Sehingga kualitas
pelayanan dapat lebih efektif serta efisien dan memberikan kemudahan bagi
masyarakat. Hal ini didorong sebagian besar masyarakat yang sudah
menggunakan android. Dengan adanya sistem layanan ini masyarakat dapat
memantau antrean melalui android, tanpa harus berada di lokasi antrean.
Namun pada perkembangannya kami menerapkan sistem ini pada antrean
poliklinik, yang mana sebelumnya sistem akan dipasang pada instalasi
farmasi. Hal tersebut merupakan permintaan mitra yang bekerja sama
dengan tim.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan masalah yang diuraikan dalam latar belakang diatas,
maka perumusan masalah yang dibahas dalam program ini adalah sebagai
berikut:
1. Bagaimana merancang sebuah sistem informasi antrean poliklinik yang
dapat tertampil pada display monitor di ruang tunggu dan dapat diakses
dengan android ?
2. Bagaimana sistem informasi antrean poliklinik dapat terintegrasi dengan
sistem yang tertampil di monitor instalasi poliklinik Rumah Sakit ?

3
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
1.3 Tujuan
Tujuan dari Program Kreativitas Mahasiswa ini yaitu :
1. Pembuatan sistem antrean Poliklinik berbasis mobile dimaksudkan untuk
mempermudah petugas / staf agar dapat menghemat waktu serta dapat
mempermudah pasien mengetahui secara langsung nomor antrean yang
didapatkan dan dapat memonitoringnya tanpa harus berada diruang tunggu.
Sistem ini akan menciptakan kemudahan pada pasien sehingga berpotensi
meningkatkan kualitas pelayanan di Poliklinik.
2. Untuk user tujuan dari program ini yaitu memberikan kemudahan untuk
mendapatkan informasi antrean dan memberikan kenyamanan bagi
masyarakat serta untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa
pelayanan sistem antrean, khususnya Rumah Sakit Panti Rini.

2. METODE PELAKSANAAN
2.1 Waktu dan Tempat Pelaksanaan pada Mitra
Program SIAP (Sistem Antrean Poliklinik) akan dilaksanakan di Rumah Sakit
Panti Rini Kalasan, Sleman, Jogjakarta. Program ini direncanakan dipasang di
ruang poliklinik pada bulan Juli 2018.
2.2 Tahapan Pelaksanaan

Gambar 1. Diagram pelaksanaan program PKM-T


2.3 Studi Literatur
Studi literatur ini berisikan serangkaian kegiatan pencarian dan pengkajian
sumber sumber yang relevan dan terpercaya dalam pengumpulan materi serta
menjadi acuan dalam penulisan PKM ini agar dapat dihasilkan informasi yang
lengkap, terarah dan terpercaya. Dalam judul ini meliputi sistem antrean serta
data jumlah pasien di poliklinik, dari data jumlah pasien ini kami mendapatkan

4
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
hasil bahwa jumlah pasien terbanyak pada poli spesialis. Data ini kami
dapatkan dari pihak rumah sakit.
2.4 Pengumpulan Alat dan Bahan
Dalam pembuatan sistem ini menggunakan aplikasi MIT APPInventor
yang terintegrasi dengan internet untuk pembuatan program (programming),
sedangkan untuk pemasangan di rumah sakit kami menggunakan android box.
Android TV box memiliki fungsi sebagai STB yaitu Set Stop Box dimana
perangkatnya serupa dengan TV box namun sudah tertanam OS (Operating
System) Android, tetapi tidak dilengkapi layar, sehingga kami harus
melengkapi Android TV box dengan LED yang dihubungkan dengan kabel
HDMI. Pembelian android box dan layar TV ini kami lakukan secara bertahap
menyesuaikan dengan alokasi waktu dan dana yang ada. Untuk desain
aplikasi pada Sistem Antrean Poliklinik ini menggunakan software Corel
Draw X7 untuk pembuatan logo serta layoutnya.
2.5 Perancangan Layanan Sistem Antrean
Permasalah utama yang diselesaikan melalui aplikasi ini adalah
pengambilan nomor antrian oleh pasien dan waktu menunggu antrian yang
awalnya tidak dapat diprediksi menjadi dapat diketahui oleh pasien.
Aplikasi terdiri dari Web dan Android. Untuk aplikasi Web dan Android
membutuhkan koneksi internet, agar dapat mengirim data ke server. Sebelum
pasien menggunakan aplikasi dalam android maka diharuskan untuk
melakukan registrasi terlebih dahulu di lokasi pelayanan dokter umum. Pasien
login ke aplikasi android. Kemudian pasien menunggu panggilan antrian
sesuai dengan poliklinik yang dituju, dari aplikasi tersebut berupa notifikasi
suara pada android.
Spesifikasi Pengguna Pengguna aplikasi terdiri dari 2 pengguna, yaitu
operator dan pasien, dengan spesifikasi sebagai berikut :
a. Pasien
Yaitu pengguna yang melakukan monitoring nomor antrean dan yang
menerima notifikasi atau reminder ketika nomor antri tersebut terpanggil oleh
operator.
b. Petugas Yaitu user yang mengaktifkan sistem ketika antrian akan dibuka dan
mematikannya setelah antrian selesai, dan melakukan panggilan kepada
pasien sehingga pasien menerima notifikasi atau reminder.

5
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi

Gambar 2. Diagram Penyelesaian Aplikasi


2.6 Teknologi Yang Digunakan
Sistem antrian adalah suatu cara tertentu untuk mempertahankan
pelanggan sehingga suatu organisasi selalu berusaha untuk memberikan
pelayanan yang terbaik. Pelayanan yang terbaik tersebut diantaranya adalah
memberikan pelayanan yang cepat sehingga pelanggan tidak dibiarkan
menunggu terlalu lama (Fridatama, dkk. 2011). Dalam perancangan sistem
monitoring antrean poliklinik berbasis mobile, digunakan beberapa teknologi
yang sedang berkembang saat ini, diantaranya yaitu MIT App Inventor,
MySQL, PHP. Aplikasi tersebut banyak digunakan di sistem pelayanann
seperti Pengembangan Sistem Informasi Jurusan Berbasis Web untuk
meningkatkan pelayanan dan akses informasi (M.A. Muslim, 2012).
2.6.1 MIT App Inventor
MIT App Inventor adalah aplikasi inovatif yang dikembangan Google
dan MIT untuk mengenalkan dan mengembangkan pemrograman android
dengan mentrasformasikan bahasa pemrograman yang kompleks berbasis
teks menjadi berbasis visual (drag and drop) berbentuk blok-blok
(Dwintaputri, Kartika, 2014).
Mulyadi (2013: 1) menjelaskan App Inventor adalah sebuah tool untuk
membuat aplikasi android yang berbasis visual block programming,
sehingga pengguna bisa membuat aplikasi tanpa melakukan codding.
Visual block programming maksudnya adalah dalam penggunaannya user
akan melihat, menggunakan, menyusun dan drag-drops blok yang
merupakan simbol-simbol perintah dan fungsi event handler tertentu dalam
membuat aplikasi, dan secara sederhana bisa disebut tanpa menuliskan
kode program. Selain itu juga terdapat lembar desain, yaitu halaman untuk
membuat tampilan program, pada halaman ini kita akan memasukkan

6
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
berbagai layout dan sisipan yang lain sesuai dengan program yang akan
kita buat.
2.6.2 MySQL
MySQL merupakan software sistem manajemen database (Database
Management System – DBMS) yang sangat populer di kalangan
pemrograman web, terutama di lingkungan Linux dengan menggunakan
script PHP dan Perl. Software database ini kini telah tersedia juga pada
platform sistem operasi Windows. MySQL dikenal sebagai database yang
pertama kali didukung oleh bahasa pemrograman script untuk Internet –
PHP dan Perl. MySQL dan PHP dianggap sebagai pasangan software
pengembangan aplikasi berbasis web yang ideal (Sidik, 2005).
2.6.3 PHP
PHP(Personal Home Page) merupakan bahasa scripting yang open
source yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML dan
digunakan untuk membuat situs web yang dinamis dan powerful. PHP
pertama kali dibuat oleh Rasmus Lerdorf pada tahun 1995. Pada waktu itu
PHP bernama FI (Form Interpreted). Pada saat tersebut PHP adalah
sekumpulan script yang digunakan untuk mengolah data form dari web.
Saat ini banyak website yang menggunakan program PHP sebagai dasar
pengolahan data.
2.6.4 Android
Android adalah sistem operasi untuk perangkat mobile seperti
smartphone atau tablet PC. Android dikembangkan oleh Google dengan
platform dasar kernel Linux dan software GNU/Linux. Kode program
sistem operasi Android menggunakan bahasa Java yang berorientasi pada
objek (Object Oriented Programming – OOP) berdasarkan Java Core
Libraries, serta kode program lainnya dalam bahasa XML (Safaat, 2011).

7
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi

2.7 Pengujian Alat


Pengujian dengan melakukan uji coba ini di ruang poliklinik Rumah Sakit
Panti Rini Yogyakarta, dimaksudkan untuk memastikan bahwa kinerja sistem
ini dapat berfungsi sesuai yang diharapkan, parameter yang perlu diuji yaitu
tingkat kepuasan pasien dan seberapa bermanfaat sistem aplikasi terhadap
pasien ini serta kendala yang dihadapi dalam pembuatan sistem tersebut.
2.8 Sosialisasi dan Mentoring
Sosialisasi dan Mentoring program kami lakukan dengan pemantauan
langsung di tempat mitra Rumah Sakit Panti Rini. Kami akan melihat seberapa
besar minat pasien terhadap program ini, dan manfaat apa yang diterima baik
oleh user (dalam konteks ini pasien) maupun pihak rumah sakit. Serta
mensosialisasikan video tutorial pemasangan SIAP (Sistem Antrean
Poliklinik) guna memperkenalkan cara menggunakan aplikasi tersebut,
sehingga program ini dapat dipakai oleh user secara optimal.
2.9 Evaluasi
Evaluasi dilakukan guna menilai kinerja sistem baik dari user maupun
server. Apabila alat tidak sesuai dengan harapan maka kami akan mengkaji
ulang untuk dilakukan kembali tahap perancangan, pembuatan dan pengujian
alat.

3. KESIMPULAN
 Berhasil memanfaatan android dan jaringan internet untuk menjalankan
aplikasi sistem antrian pasien pada layanan kesehatan sehingga pengguna bisa
memanfaatkan waktu tunggu dengan tidak mengantri karena sistem antrian
pada android dapat diakses dari manapun sambil mengerjakan aktivitas yang
lain.

8
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
 Aplikasi sistem antrian pasien pada layanan kesehatan memberikan informasi
perkiraan waktu tunggu dan notifikasi untuk mengingatkan pengguna akan
giliran pelayanan yang sudah dekat.

4. UCAPAN TERIMA KASIH


Terima kasih kamu ucapkan kepada dosen pembimbing yang telah
membimbing kami dalam proses pengerjaan alat ini, terima kasih kepada
koordinator Rumah Sakit Panti Rini atas kerjasama dalam pembuatan sistem
antrean.

5. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. HASIL PEMBUATAN APLIKASI
Aplikasi SIAP (Sistem Antrean Poliklinik) yang kami kerjakan ada dua (2)
versi yaitu:
 Aplikasi sistem antreaan untuk android

 Aplikasi sistem antrean untuk display monitor

9
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi
6. Daftar Pustaka
Dwintaputri, Kartika. 2014. Pengenalan App Inventor. Universitas Gunadarma.
Setiawan, S. R. D., 2017. Biaya Kesehatan di Indonesia Naik 36 Persen

Per Tahun (diterbitkan online 2 Februari 2017)


http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/02/145811626/biaya.
kesehatan.di.

Anonim, 2017. Biaya Kesehatan Meningkat Pesat Tiap Tahun.


http://www.koran- jakarta.com/biaya-kesehatan-meningkat-pesat-t
iap-tahun/ diterbitkan online 26 Juli 2017

Anonim, 2016. BPJS Kesehatan, Apa Kelebihan dan kekurangannya?,


https://www.cermati.com/artikel/bpjs-kesehatan-apa-kelebihan-dan-
kekurangannya.

Kasumaningrum, Yulistine. 2017. Biaya Kesehatan Bisa Melebihi Pendapatan,


http://www.pikiran-rakyat.com/ekonomi/2017/02/22/biaya-kesehatan-bisa-
melebihi-pendapatan-394193 diterbitkan online 22 Februari 2017.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. „Standar pelayanan minimal rumah


sakit‟, Kepmenkes nomor: 129/Menkes/SK/II/2008. 2008
Fridatama, dkk. 2011. Rancang Bangun Sistem Layanan Antrian Rumah Sakit
Berbasis Java. http://repo.pens.ac.id/1004/1/paper.pdf diakses 29
Kadir A. 2008. Tuntunan Praktis: Belajar Database Menggunakan MySQL.
Yogyakarta: ANDI.
M.A. Muslim. 2012. Pengembangan Sistem Informasi Jurusan Berbasis Web
untuk Meningkatkan Pelayanan dan Akses Informasi.

Mulyadi. 2011. Android App Inventor. Yogyakarta : Multimedia Center


Publishing

Safaat. Nazrudin. 2011.Pengembangan Aplikasi Mobile Smartphone danTablet


Berbasis Android: Bandung, Informatika.

Sidik B. 2005. MySQL untuk Pengguna, Administrator, dan Pengembang


Aplikasi Web. Bandung: INFORMATIKA

10
Peningkatan Layanan Instalasi Farmasi dengan Sistem Antrean Berbasis
Mobile
Dewi

11