You are on page 1of 4

UAS FILSAFAT

PAK ABDUL ROHIM TUALEKA

ADITYA
101814253019

MAGISTER KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2018
SOAL
Pada soal berikut:
Hasil pengukuran kadar debu maksimum di industri semen A adalah 0,93 mg/m3,
bekerja 3 orang pekerja dengan inisial masing-masing A,B,C dengan berat badan 60
berutut-turut 65 kg, 66 kg, 68 kg setiap hari 8 jam, 300 hari/tahun dan mereka telah
bekerja 10 tahun di perusahaan tersebut dengan RfC debu 0,14 mg/kg/hari.
Anda sudah memaahami dan menyelesaikan soal-soal hitungan di atas.
Tentukan:
1. Terdapat 4 ontologi dari soal di atas, sebutkan dan jelaskan hakekatnya
masing-masing.
2. Berdasarkan gambaran dan jawaban soal di atas, buatkan masing-masing 1
contoh untuk silogisme katagorial, silogisme hipotetik dan silogisme alternative.
3. Jelaskan aksiologi detoksifikasi debu dari dalam tubuh, juga implikasinya dalam
pengendalian penyakit TBC!

JAWABAN

1. Ontologi: Diartikan sebagai permasalahan yang ada dalam kasus tersebut.


Terdapat 4 ontologi yaitu:
a) KONSENTRASI
Kadar debu yang terdapat pada industri semen yaitu 0,93 mg/m3
menunjukkan bahwa kadar tersebut sudah melebihi nilai ambang batas yang
di ijinkan dimana menurut SNI 2005 adalah 0,1 mg/m3
b) FREKUENSI, WAKTU dan DURASI:
Pekerja yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun telah terpapar dengan selama
8 jam per hari atau 300 hari per tahun. Dari perhitungan Intake non
karsinogen data diatas berisiko terhadap efek karsinogenik debu
c) BERAT BADAN: Pekerja yang terpapar dengan debu selama 10 tahun
dengan antropometri tubuh dengan berat badan semakin besar BB pekerja
maka semakin kecil dosis internal yang diterima
d) RFC: Kadar RfC di tempat industri semen adalah 0,14 mg/kg/hari.

2. Silogisme :
a. Silogisme Kategorial
 Semua pekerja di industry memiliki risiko lingkungan kerja yang aman
meskipun dengan nilai RQ < 1 untuk jangka pendek, tapi untuk jangka
panjang pekerja akan berisiko terhadap gangguan kesehatan
 Pekerja di industry semen A memiliki nilai RQ ≤ 1
 Maka pekerja di industry semen A berada pada lingkungan kerja yang
aman
b. Silogisme Hipotetik
 Jika semakin besar BB pekerja maka semakin kecil dosis internal yang
diterima
 Pekerja A memiliki BB paling kecil dari pada pekerja B dan C
 Maka dosis yang diterima pekerja A paling besar dari pada pekerja B
dan C
c. Silogisme Alternative
 Karakteristik risiko karsinogenik terdapat 2 kemungkinan memiliki
nilai RQ ≤ 1 (toksin lingkungan kerja AMAN) atau RQ > 1 (Toksin
Lingkungan kerja TIDAK AMAN)
 Karakteristik risiko non karsinogenik pabrik semen A memiliki nilai
RQ ≤ 1
 Jadi karakteristik risiko non karsinogenik Pabrik Semen A bukan RQ >
1
3. Aksiologi detoksifikasi debu dari dalam tubuh:

Detoksifikasi debu menggunakan sel-sel makrofag. Penyakit pada saluran


nafas bagian bawah disebabkan kurang berperannya sistem imun antara lain
makrofag. Makrofag dapat mengikat debu sehingga mudah diedarkan lewat tubuh.
Makanan mengandung makrofag antara lain bawang putih, bawang Bombay,
minyak ikan, alpukat, blueberry, dan minyak sitake.
Implikasinya dalam pengendalian Strategi dots di tempat kerja yaitu dengan
Strategi DOT’s di tempat kerja:
 Menyusun perencanaan program TB DOT’s
 Mengkoordinasikan program TB DOT’s
 Menjaga mutu pelayanan dan kelangsungan program TB DOT’s
 Memonitor dan mengevaluasi program DOT’s
 Mengintegrasikan program DOT’s dengan manajemen Risiko kesehatan
kerja
 Membangun komunikasi dan jejaring dengan layanan DOT’s pada fasilitas
kesehatan setempat