You are on page 1of 28

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA Tn.

S DENGAN SALAH SATU ANGGOTA


KELUARGA MENGALAMI HIPERTENSI DI RW 03 KRAJAN KELURAHAN
CANDIREJO UNGARAN

Oleh :

Blessa Adhy Nugraha

010114A015

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN

FAKULTAS KEPERAWATAN

UNIVERSITAS NGUDI WALUYO UNGARAN

2017
BAB I

KONSEP TEORI

1. Keperawatan Kesehatan Keluarga


a. Defenisi keluarga
1) Menurut Depkes. RI. 1988

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah
satu atap dalam keadaan saling ke tergantungan.

2) Menurut S .G . Bailon dan Aracelis Maglaya 1989

Keluarga adalah dua atau lebih dari individu yangtergabung karena


hubungan darah, hubungan perkawinan, atau pengangkatan dan mereka hidup
bersama dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan di dalam
perannya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan
( Nasrul Effendi ,1998 : 33 ).

Dari kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keluarga adalah :

1.1. Unit terkecil dari masyarakat.


1.2. Terdiri atas dua orang atau lebih.
1.3. Adanya ikatan perkawianan dan pertalian darah.
1.4. Hidup dalam satu rumah tangga.
1.5. Dibawah asuhan seorang kepala keluarga.
1.6. Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
1.7. Setiap anggota keluarga mempunyai perannya masing-masing.
1.8. Menciptakan dan mempertahankan kebudayaan
2) Keperawaatan kesehatan keluarga

Menurut S.G. Bailon dan Aracelis Maglaya 1978

Perawatan kesehatan keluarga adalah tingkat perawatan kesehatan


masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada keluarga sebagai unit atau
kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan melalui perawatan sebagai
sarana penyalur (Nasrul Effendi,1998:39)
b. Tipe keluarga
Terdiri dari :

1) Keluarga inti (nuclear family) adalah keluarga yang terdiri dari


ayah, ibu, anak-anak.
2) Keluarga besar (extended family) adalah keluarga inti ditambah
dengan sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakandan sebagainya .
3) Keluarga berantai (serial family) ialah keluarga yang terdiri dari
wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan merupakan satu keluarga
inti.
4) Keluarga duda/janda (single family) adalah keluarga yang terjadi
karena perceraian atau kematian.
5) Keluarga berkomposisi (composite) adalah keluarga yang
perkawinanya berpoligami dan hidup secara bersama–sama.
6) Keluarga kabitas (cahabitasia) adalah dua orang menjadi satu tanpa
pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga .
c. Keluarga sebagai unit keperawatan
Alasan keluarga sebagai unit pelayanan ( R.B freedman, 1981 ) adalah sebagai
berikut :

1) Keluarga sebagai unit utama masyarakat dan merupakan lembaga yang


menyangkut kehidupan masyarakat .
2) Keluarga sebagai suatu dapat menimbulkan, mencegah, mengabaikan atau
memperbaiki masalah – masalah dalam kelompoknya
3) Masalah-masalah kesehatan dalam keluarga saling berkaitan dan apabila
salah satu angota keluarganya mempunyai masalah kesehatan akan berpengaruh
terhadap anggota keluarga yang lain.
4) Dalam memelihara kesehatan anggota keluarga sebagai individu ( pasien )
keluarga tetap berperan sebagai pengambil keputusan dalam memelihara
kesehatan anggota keluarganya yang menderita hipertensi.
5) Keluarga merupakan perantara yang efektif dan mudah dalam upaya
kesehatan bagi anggota keluarga yang menderita sakit hipertensi.
d. Factor yang mempengaruhi sehat - sakit
Faktor yang mempengaruhi status kesehatan individu dan keluarga menurut H. L
Bloom yaitu

1) Faktor lingkungan
Faktor lingkungan yang dapat mencegah terjadinya penyakit hipertensi adalah
dengan cara menghindari adanya stres

2) Faktor social budaya


a). Factor social budaya yang dapat mempengaruhi penyakit hipertensi adalah :

(1) Kebiasaan merokok


(2) Kebiasaan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung
garam
(3) Pola diet tidak teratur
(4) Bila sakit tidak segera berobat
b) Status social budaya yang dapat meningkatkan stasus kesehatan pada kasus
hipertensi adalah :

(1) Menghindari kebiasaan merokok.


(2) Mengurangi konsumsi makanan yang banyak
mengandung garam .
(3) Menjaga berat badan dan olah raga yang terratur
(4) Melakukan konril yang teratur
3) Pelayanan kesehatan

Pelayanan kesehatan sangat diperlukan untuk menurunkan angka kesakitan dan


kematian akibat hipertensi

4) Faktor keturunan

Penyakit hipertensi merupakan penyakit yang bersifat genetic

e. Tugas keluarga dalam pemeliharaan kesehatan


Menurut Freedman ( 1981) keluarga mempunyai lima (5 ) tugas memelihara
kesehatan keluarga khususnya keluarga yang anggotanya menderita penyakit
hipertensi yaitu :

1) Mengenal gangguan dan perkembangan kesehatan setiap anggota


keluarga tentang gejala hipertensi
2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat
terhadap angota keluarga yang menderita penyakit hpertensi
3) Memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang menderita
hipertensi
4) Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan
dan perkembangan kepada anggota keluarganya
5) Mempertahankan hubungan timbal balik dengan fasilitas kesehatan
yang dapat mengatasi penyakit hipertensi.
f. Peran perawat dalam memberi asuhan keperawatan pada keluarga yang menderita
penyakit hipertensi.
Dalam proses membantu keluarga yang menderita penyakit hipertensi maka peran
perawat diperlukan sebagai berikut :

1) Pengenal tentang gejala hipertensi


Perawat membatu keluarga untuk mengenal tentang gejala penyakit hipertensi .

2) Pemberi perawatan pada anggota keluarga yang menderita penyakit


hipertensi . Dalam memberikan perawatan pada anggota keluarga yang menderita
penyakit hipertensi, perawat memberikan kesempatan kepada keluarga untuk
mengembangkan kemampuam mereka dalam melaksanakan perawatan dan
memberikan demonstrasi kepada keluarga bagaimana merawat anggota keluarga
yang menderita hipertensi.
3) Koordinator pelayanan kesehatan kepada keluarga yang menderita
penyakit hipertensi .
Perawat melakukan hubungan yang terus menerus dengan kelurga yang menderita
penyakit hipertensi, sehingga dapat menilai, mengetahui masalah dan kebutuhan
keluarga serta mencari cara penyelesaian masalah penyakit yang sedang dihadapi

4) Fasilitator
Menjadikan pelayanan kesehatan dengan mudah untuk mengenal masalah pada
keluarga yang menderita penyakit hipertensi dan mencari alternatif pemecahanya .

5) Pendidik kesehatan
Perawat dapat berperan sebagai pendidik untuk merubah perilaku keluarga dari
perilaku tidak sehat menjadi sehat dalam mencegah penyakit hipertensi

6) Penyuluh dan konsultasi

Perawat berperan sebagai petunjuk dalam asuhan keperawatan dasar terhadap


keluarga yang anggotanya mederita penyakit hipertensi.

2. Hipertensi
a. Pengertian
Hypertensi adalah meningkatnya tekanan darah baik tekanan sistolik
dan diastolic serta merupakan suatu factor terjadinya kompilikasi penyakitt
kardiovaskuler (Soekarsohardi,1999 : 151)

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolic diatas


standar dihubungkan dengan usia (Gede Yasmin,1993 : 191 ).

Dari definisi – definisi diatas dapat disimpulkan bahwa :

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun


diastolic diatas normal sesuai umur dan merupakan salah satu factor resiko
terjadinya kompilkasi penyakit kardiovaskuler.

b. Etiologi
Hipertensi dapat dikelompokan dalam dua kategori :

1) Hipertensi primer artinya belum diketahui penyebabnya yang


jelas.
Berbagai faktor yang turut berperan sebagai penyebab hipertensi seperti
berrtambahnya usia , factor psikologis , dan keturunan.

Sekitar 90 % hipertensi tidak diketahui penyebabnya .

2) Hipertensi sekunder telah diketahui penyebabnya seperti stenosis


arteri renalis, penyakit parekim ginjal, Koartasio aorta. Hiperaldosteron,
pheochromositoma dan pemakaian oral kontrasepsi.
Adapun factor pencetus hipertensi seperti, keturunan, jenis kelamin,
umur, kegemukan, lingkungan, pekerjaan, merokok, alcohol dan social
ekonomi (Susi Purwati , 2000 : 25 )

c. Patofisiologi.
Jantung adalah sistim pompa yang berfungsi untuk memompakan darah
keseluruh tubuh, tekanan teresebut bergantung pada factor cardiac output dan
tekanan peririfer. Pada keadaan normal untuk memenuhi kebutuhan
metabolisme jaringan tubuh yang meningkat diperlukan peningkatan cardiac
output dan tekanan perifer menurun .

Konsumsi sodium (garam ) yang berlebihan akan mengakibatkan


meningkatnya volume cairan dan pre load sehingga meningkatkan cardiac
aouput . Dalam sistim Renin - Angiotensien - aldosteron pada patogenesis
hipertensi, , glandula supra renal juga menjadi factor penyebab oleh
karena faktor hormon

.Sistim Renin mengubah angiotensin menjadi angiotensin I kemudian


angitensin I menjad angiotensin II oleh Angitensi Convertion Ensym
(ACE )

Angiotensin II mempengaruhi Control Nervus Sistim dan nervus


pereifer yang mengaktifkan sistim simpatik dan menyebabkan retensi
vaskuler perifer meningkat . Disamping itu angiotensin II mempunyai efek
langsung terhadap vaskuler smoot untuk vasokonstruksi renalis. Hal
tersebut merangsang adrenal untuk mengeluarkan aldosteron yang akan
meningkatkan extra Fluid volume melalui retensi air dan natrium. Hal
ini semua akan meningkatkan tekanan darah melalui peningkatan cardiac
output. (Jurnlistik international cardiovaskuler,1999 )

d. Komplikasi yang mungkin terjadi akibat hipertensi seperti , penyakit


jntung koroner, gagal jantung ,gagal ginjal ,kerusakan mata, dan kerusakan
pembuluh darah otak ( Sri Rahayu, 2000 : 22,23 dan patologi penyakit jantung
RSUD.dr Soetomo,1997).
e. Perawatan pada penderita hipertensi adalah sebagai berikut :
1) Pengaturan diit
2) Berolah raga
3) Obat-obatan penurun takanan darah antara lain : ga secara teratur
4) Menghilangkaan rasa takut
a) Diuretik : Hidrochlortiasid,Furosemid dll.
b) Betabloker :Proparnolol, dll.
c) Alfabloker : Prazosin dll.
d) Penghambat ACE : Kaptopril dll.
e) Antagonis Kalsium : Diltiasem dll.(farmakologi FKUI,1995)

f. Nutrisi
Dalam merencanakan menu makanan untuk penderita hipertensi ada
beberapa factor yang perlu diperhatikan yaitu keadaan berat badan, derajat
hipertensi,aktifitas dan ada tidaknya komplikasi. Sebelum pemberian nutrisi pada
penderita hipertensi ,diperlukan pengetahuan tentang jumlah kandungan natrium
dalam bahan makanan. Makan biasa ( untuk orang sehat rata-rata mengandung
2800 – 6000 mg per hari ). Sebagian besar natrium berasal dari garam dapur.

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi harus selalu memonitor kadaan tekanan
darah serta cara pengaturan makanan sehari-hari. Secara garis besar ada 4 (empat)
macam diit untuk menanggulangi atau minimal mempertahankan tekanan darah
yaitu :

1) Diet rendah garam


Diet rendah garam pada hakekatnya merupakan diet dengan mengkonsumsi

Makanan tanpa garam.Garam dapur mempunyai kandungan 40% Natrium.

Sumber sodium lainnya antara lain makanan yang mengandung soda kue,
baking powder, MSG (Mono Sodium Glutamat),Pengawet makanan atau
natrium bensoat biasanya terdapat dalam saos,kecap,selai,jelli,makanan yang
terbuat dari mentega.

Penderita tekanan darah tinggi yang sedang menjalankan diet pantang garam
memperhatikan hal sebagai berikut :

a) Jangan menggunakan garam dapur


b) Hindari makanan awetan seperti kecap, margarie, mentega, keju,
trasi, petis, biscuit, ikan asin, sardensis, sosis dan lain-lain.
c) Hindari bahan makanan yang diolah dengan menggunakan bahan
makanan tambahan atau penyedap rasa seperti saos.
d) Hindari penggunaan beking soda atau obat-obatan yang
mengandung sodium.
e) Batasi minuman yang bersoda seperti cocacola, fanta, seperait
2) Diet rendah kolesterol / lemak.
Didalam tubuh terdapat tiga bagian lemak yaitu kolesterol, trigliserida, dan
pospolipid. Sekitar 25 – 50 % kolesterol berasal dari makanan dapat diarsorbsi
oleh tubuh sisanya akan dibuang lewat faeces. Beberapa makanan yang
mengandung kolestero tinggi yaitu daging, jeroan, keju keras, susu, kuning
telur, ginjal, kepiting, hati dan kaviar. Tujuan diet rendah kolesterol adalah
menurunkan kadar kolestero serta menurunkan berat badan bila gemuk. Hal-
hal yang harus diperhatikan dalam mengatur nutrisi pada hypertensi adalah :

a) Hindari penggunaan minyak kelapa, lemak, margarine dan mentega.


b) Batasi konsumsi daging, hati, limpa dan jenis jeroan.
c) Gunakan susu full cream.
d) Batasi konsumsi kuning telur, paling banyak tiga butir per minggu.
e) Lebih sering mengkonsumsi tahu, tempe, dan jenis kacang-kacang
lainnya.
f) Batasi penggunaan gula dan makanan yang manis-manis seperti sirup,
dodol.
g) Lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah – buahan.
3) Diet kalori bila kelebihan berat badan. Hypertensi tidak mengenal usia dan
bentuk tubuh seseorang. Meski demikian orang yang kelebihan berat badan
akan beresiko tinggi terkena hypertensi. Salah satu cara untuk
menanggulanginya dengan melakukan diet rendah kalori, agar berat badannya
menurun hingga normal. Dalam pengaturan nutrisi perlu diperhatikan hal
berikut :
a) Asupan kalori dikurangi sekitar 25 % dari kebutuhan energi atau 500
kalori untuk penurunan 0,5 kg berat badab per minggu.
b) Menu makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan zat gizi.
c) Perlu dilakukan aktifitas olah raga ringan.
Contoh menu untuk penderita hypertensi :

1 piring nasi ( 100 gram ), 1 potong daging ( 50 gram ), 1 mangkok sup ( 130
gram ), 1 potong tempe ( 50 gram ), 1 potong pepaya ( 100 gram ), ( Sri
Rahayu, 2000 ).
e. Dampak masalah.

1) Terhadap individu.
a) Pola persepsi dan tata laksana hidup sehat.
Hypertensi merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya oleh
penderita. Kurangnya pengetahuan klien terhadap penyakit hypertensi,
sebagian besar timbul tanpa gejala yang khas.

b) Pola nutrisi dan metabolisme.


Pada penderita hypertensi sering mengalami keluhan kepala pusing dan
bila berlangsung lama disertai mual-mual dan muntah.

c) Psikologi.
Penderita hypertensi biasanya iritabel, mudah marah dan tersinggung.

d) Pola tidur dan istirahat


Pada klien hypertensi mengalami gangguan tidur sering terbangun karena
sering sakit kepala dan tegang pada leher bagian belakang.

e) Pola persepsi dan pengetahuan.


Pada klien hipertensi sering terjadi kebosanan akan prosedur pengobatan
yang lama ,diet, olah raga, merokok, minuman beralkohol.

f) Pada pola tata nilai dan kepercayaan


Klien akan merasa cemas akan kesembuhan penyakitnya dan merasa tidak
berdaya dengan keberadaan sekarang.

2) Terhadap keluarga
a) Merepotkan dalam memberikan perawatan ,pengaturan diet, mengantar
kontrol dan manambah beban biaya hidup yang terus –menerus.
b) Produktifitas menurun. Apabila hipertensi mengena kepala keluarga yang
berperan sebagai pencari nafkah untuk kebutuhan keluarga ,maka akan
menghambat kegiatannya sehari-hari untuk kegiatan seperti semula.
c) Psikologi .
Peran kepala akan diganti oleh anggoata keluarga yang lain.

3) Terhadap masyarakat
Dengan adanya klien hipertensi dimasyarakat memungkinkan terjadi
perubahan peran dalam masyarakat Selain itu akan menimbulkan kecemasan
terhadap masyarakat dan akan terjadi ancaman kehilangan salah satu
anggotanya.

4) Pelayanan kesehatan
Mengamati prevalensi penyakit hipertensi yang semakin
meningkat,maka akan terjadi beban pelayanan kesehatan di masa yang akan
datang.
DAFTAR PUSTAKA

Jurnalistik Guedilines for the management hipertention 2007

Jurnalistik International of Cardiovasculer Medicine,Surgery and patology 2008

Keperawatan Komunitas dan kesehatan rumah ,pengkajian intervensi dan penyuluhan


.Pengarang Marcia Stanhope dan Ruth N. Knollmueler.Penerbit buku kedokteran EGC
Jakarta : 2009

Patologi hipertensi Lab. SMF. Penyakit jantung RSUD.Dr.Soetomo 2000 Surbaya

Proses keperawatan pada klien dengan gangguan sistim kardiovasculer. Editor Ni Luh
Gede Yasmin SKp. Penerbit buku kedokteran EGC I 2009 Jakarta
BAB II

ASUHAN KEPERAWATAN

A. Pengkajian
Dilaksanakan pada : 30 November 2017
Oleh : Blessa Adhy Nugraha
Metode : Observasi, wawancara, dan pemeriksaan fisik

a. Data Umum

1) Nama Kepala Keluarga : Tn. S


2) Umur : 57 tahun
3) Jenis Kelamin : laki-laki
4) Agama : Islam
5) Alamat : RT 06 RW 03 Krajan Kelurahana Candirejo
6) Nomor Telepon : 085766874657
7) Pekerjaan : -
8) Pendidikan : SD
9) Komposisi Keluarga :
No Nama L/P Umur Hubungan Pendidikan Agama Pekerjaan
1. Ny. S P 56 Istri SD Islam Dagang
2. Hadi L 42 Anak SMA Islam Swasta
3. Lusiana P 42 Anak SMA Islam Swasta
4. Aldi L 17 Cucu SMA Islam Pelajar
5. Dini P 12 Cucu SMP Islam Pelajar
6. Laura P 11 Cucu SD Islam Pelajar

10) Genogram
Keterangan :

: Meninggal

: Laki-laki

: Perempuan

: Tinggal serumah

: Garis keturunan

11) Tipe Keluarga

Keluarga Tn.S adalah termasuk ekstended famili , yang terdiri dari orang
tua, anak yang tinggal bersama cucu

12) Suku Bangsa


Keluarga Tn.S adalah termasuk ke dalam suku jawa
13) Identifikasi Agama
Keluarga Tn.S seluruhnya adalah beragama islam
14) Status Sosial Ekonomi Keluarga
Pencari nafkah dalam keluarga yaitu Tn. S adalah Ny. S yang berdagang
jajanan di depan rumah yang mempunyai penghasilan setiap hari dan Tn. H
dan Ny. L sebagai karyawan swasta yang bekerja dari pagi hingga malam dan
mempunyai gaji bulanan . Total penghasilan keluarga berkisar antara 4 jt
sampai dengan 5 jt. Keluarga Tn S mempunyai tabungan berupa uang dan
tanah. Selain itu di dalam keluarga juga mempunyai barang elektronik tv ,
kulkas, dan lainnya.
15) Mobilitas Kelas Sosial
Keluarga Tn.S saling berinteraksi dengan baik dengan anggota keluarga yang
lain dengan baik.
b. Tahap Perkembangan dan Riwayat Keluarga

1) Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini


Tahap perkembangan yang dijalani keluarga saat ini adalah keluarga usia tua
dimana mereka masih mempertahankan suasana kehidupan rumah tangga yang
saling menyenangkan pasangannya, mempertahankan keakraban pasangan
kekuatan fisik, dan penghasilan keluarga

2) Tahap Perkembangan Keluarga Yang belum Terpenuhi

Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi adalah kemandirian anak di


masyarakat.

3) Riwayat Keluarga
Sekarang ini anggota keluarga yang sedang sakit adalah Ny S. tekanan darah
paling tingginya adalah 180 / 120 mmHg. Sekarang ini tekanan darahnya 160/100
mmHg. Ny.S tidak pernah berolahraga dan suka makan gorengan. Dengan tekanan
darah yang tinggi seperti itu Ny S tetap melaksanakan aktifitas dan rutin
memeriksakan tekanan darahnya ke pusat pelayanan kesehatan. Anggota keluarga
yang lain dalam keadaan sehat.

4) Riwayat Keluarga Sebelumnya


Menurut Ny S, Ibu dan Bapak dari Ny M adalah bukan penderita tekanan darah
tinggi dan sekarang bapak Ny S telah meninggal karena ketuaan dan Ibu Ny S
masih dalam keadaan sehat . Tidak ada riwayat penyakit menular pada keluaga Tn
S.
c. Data Lingkungan
1) Karakteristik Rumah
Jenis rumah Tn S adalah rumah semi permanen dengan lantai plester, terdiri dari 2
kamar tidur, 2 ruang tamu, mushola, 1 dapur, 1 kamar mandi dan sumur. Rumah
milik sendiri. Perabot rumah tangga disimpan di rak dan almari. Rumah, dapur
dan kamar mandi terawat. Keluarga memiliki jamban, pembuangan limbah rumah
tangga di alirkan ke kebun dan terbuka. Ventilaasi rumah baik, penerangan dengan
listrik, ukuran rumah adalah 15 x 8 m2. Pembuangan sampah terbuka.

2) Denah Rumah

Dapur
U

Km tidur

Km tidur

Km tidur R. keluarga

Km tidur

Ruang tamu

Lorong kampung

3) Karakterisitik Lingkungan dan Komunitas yang lebih besar


Keluarga Tn. S termasuk dalam wilayah RT 6 RW 03 Krajan Kelurahan
Candirejo. Lingkungan pedesaan dengan masih banyak terdapat kandang ternak.
Hubungan antar anggota masyarakat masih baik, dan perkumpulan
kemasyarakatan masih berjalan diantaranya adalah perkumpulan dasa wisma,
perkumpulan PKK, dan pengajian.
4) Mobilitas Geografi Keluarga
Keluarga Tn. S tidak pernah pindah rumah. Sejak menikah sampai sekarang
menempati rumah ini dan anak cucunya tinggal serumah dengan Tn S dan
cucunya bersekolah di sekitar rumah.
5) Interaksi Keluarga dengan Masyarakat
Keluarga Tn. S masih mengikuti kegiatan kemasyarakatan yang ada di sekitar
lingkungan, hubungan dengan keluarga dan masyarakat baik. Tidak ada
pertemuan keluarga secara rutin.
d. Struktur Keluarga

1) Pola Komunikasi Keluarga


Cara berkomunikasi keluarga Tn. S menggunakan bahasa Jawa. Komunikasi antar
anggota keluarga terbuka, bila ada masalah di keluarga dibicarakan bersama oleh
seluruh anggota keluarga

2) Struktur Kekuatan Keluarga


Pengambilan keputusan jika ada masalah di keluarga adalah dengan cara
musyawarah dengan di pimpin oleh Tn. S. tidak ada anggota keluarga yang
terlalu berpengaruh, semuanya dianggap mempunyai hak untuk menyampaikan
pendapat. Bila ada permasalahan internal akan di bicarakan dengan Tn S atau
dengan Ny S lebih dahulu dan tidak di bicarakan tingkat keluarga.

3) Struktur Peran
Sebagai kepala rumah tangga yang sudah dalam usia tua dan serumah dengan
anaknya yang sudah dewasa dan bekerja Tn H bertanggung jawab memenuhi
nafkah seluruh anggota keluarga dan di bantu oleh istrinya Ny. L. Dalam
mengurus anak-anak tugas ibu sudah relatif terkurangi karena sudah besar, hanya
saja keluarga ini belum bisa mandiri semua. Peran anak untuk belajar menuju
kemandirian terlihat terarah. Peran Ny L sebagai istri sesuai dengan harapan
suaminya.

4) Nilai dan Norma Keluarga


Keluarga Tn. S menganut nilai dan norma Jawa dalam kehidupan sehari-hari,
berkumpul dengan anggota keluarga pada malam hari. Tidak ada nilai dan norma
yang bertentangan dengan kesehatan.

e. Fungsi Keluarga

1) Fungsi Afektif
Hubungan dengan anggota keluarga berjalan harmonis, saling menghargai satu

sama lain, antara anggota keluarga saling memberikan dukungan pada saudaranya.

Pola asuh yang diberikan adalah bebas tetapi terbatas.

2) Fungsi Sosialisasi
Interaksi di dalam keluarga dan tetangga berjalan baik. Demikian juga hubungan
dengan famili lain. Hubungan anggota keluarga dan hubungannya dengan
tetangga tidak ada masalah. Mereka mempunyai teman masing-masing yang
selalu bersilaturahmi.

3) Fungsi Perawatan Keluarga


Bila ada anggota keluarga yang sakit pertama-tama akan di upayakan pengobatan
ke puskesmas atau petugas kesehatan lain. Kemudian mereka di perlakukan
sebagai anggota yang sedang sakit dengan di berikan waktu istirahat. Ny S
mengatakan memiliki penyakit hipertensi dan kolesterol, selama ini melakukan
perawatan rutin di rumah sakit, Ny S mengatakan belum mengetahui lebih dalam
mengenai penyakit hipertensi dan belum pernah mendapatkan penyuluhan
hipertensi. Selain itu, Ny. S juga hanya melakukan pengobatan secara medis dan
mengkonsumsi jamu untuk pegel linu.

f. Stress dan Koping Keluarga

1) Stressor, kekuatan, dan persepsi keluarga


Keluarga Tn. S merasakan bahwa kondisi kesehatan Ny S yang selama ini
membutuhkan biaya untuk berobat rutin ke rumah sakit membuat keluarga
berfikir menjadi beban pikiran sendiri bagi Ny S jika sakitnya kambuh dan cepat
marah.

2) Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Stressor

Dalam menghadapi masalah keluarga saling diskusi terutama ketika sedang


kumpul bersama atau nonton tv bareng. Tidak ada kalimat menyalahkan, tetapi
malah memberi motivasi kepada anggota keluarga. Misalnya dorongan kepada
Ny. S untuk tetap semangat dan rajin berobat.

3) Strategi Koping Keluarga

Keluarga Tn. S jarang marah-marah. Semua masalah dihadapi dengan kepala


dingin. Bila ada kebahagiaan selalu bersyukur. Dan bila ada masalah selalu
berpasrah, itu yang di sampaikan Tn. S..

4) Adaptasi Keluarga
Ny S terkadang bosan harus berobat setiap minggu untuk pergi ke RS
memeriksakan kesehatannya, tetapi saat ini beliau sudah dapat menyesuaikan diri
dan menyadari bahwa hal itu merupakan suatu kebutuhannya dan hal itu ia
lakukan demi kesehatannya.
5) Melacak stressor, koping, adaptasi sepanjang waktu
Ny S terkadang sering cepat marah apabila kesehatannya menurun, dan jika beliau
sudah menyadarinya beliau langsung solat dan berdoa agar diberikan kesehatan.

ANALISA DATA

NO DATA FOKUS ETIOLOGI PROBLEM


1. DS : Ny. S mengatakan bahwa Perubahan Penurunan curah
dirinya mengalami tekanan darah tekanan darah jantung
tinggi. berhubungan
Ny.S mengatakan bahwa dirinya
dengan
rutin be rutin memeriksakan tekanan perubahan
darahnya ke pusat pelayanan frekuensi
kesehatan. jantung.
Ny. S mengatakan tidak pernah
berolahraga .
DO : Tekanan darah Ny. S saat ini
adalah 160/100 mmHg
2. DS : Ny. S mengatakan memiliki Kurang Ketidakefektifan
penyakit hipertensi dan kolesterol. pengetahuan pemeliharaan
Ny. S mengatakan
tentangpraktik kesehatan
belum mengetahui lebih dalam
kesehatan dasar berhubungan
mengenai penyakit hipertensi
Ny. S mengatakan belum pernah dengan sumber
mendapatkan penyuluhan kesehatan daya tidak cukup
mengenai hipertensi (Pengetahuan)
DO : Ny. S belum mengetahui lebih
dalam penyebab hipertensi

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan frekuensi jantung
(Domain 4 . Aktivitas/Istirahat, Kelas 4. Respon Kardiovaskuler/Pilmonal, 00029)
2. Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan berhubungan dengan sumber daya tidak
cukup (Pengetahuan) (Domain 1.Promosi Kesehatan, Kelas 2. Manajemen
Kesehatan. 00099)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN KELUARGA

NO DX KEP NOC NIC


1. Penurunan curah Keefektifan Pompa Perawatan Jantung (4040) :
1. Monitor tanda tanda vital
jantung Jantung (0400) dengan
secara rutin
berhubungan kriteria hasil :
2. Evaluasi perubahan tekanan
1. Tekanan darah sistol
dengan perubahan
darah
dari berat ke normal
frekuensi jantung 3. Lakukan terapi relaksasi otot
2. Tekanan darah
(Domain 4 . progresif sebagaimana
diastole dari berat ke
Aktivitas/Istirahat, mestinya
normal
4. Instruksikan pasien dan
Kelas 4. Respon
keluarga mengenai tujuan
Kardiovaskuler/Pil perawatan dan bagaimana
monal, 00029) kemajuannya akan diukur.
Peningkatan Latihan (0200) :
1. Gali pengalaman individu
sebelumnya mengenai
latihan.
2. Gali hambatan untuk
melakukan latihan
3. Lakukan latihan bersama
individu, jika diperlukan
4. Libatkan keluarga/orang
yang memberi perawatan
dalam merencanakan dan
meningkatkan program
latihan.
2. Ketidakefektifan Perilaku Patuh : Diet Pendidikan Kesehatan (5510) :
1. Tentukan pengetahuan
pemeliharaan yang sehat (1621)
kesehatan dan gaya hidup
kesehatan dengan kriteria hasil :
1. Menghindari perilaku saat ini pada
berhubungan
makanan yang dapat individu, keluarga, atau
dengan sumber
berinteraksi dengan kelompok sasaran.
daya tidak cukup
2. Tekankan manfaat kesehatan
obat-
(pengetahuan)
positif yang langsung atau
obatan/medikasi.
(Domain 1.
2. Mendiskusikan jangka pendek
Promosi 3. Aplikasikan strategi untuk
penggunaan obat
Kesehatan, Kelas 2 meningkatkan harga diri.
herbal dengan tenaga
4. Kembangkan materi
Manajemen
kesehatan.
pendidikan tertulis yang
Kesehatan, 00099)
tersedia dan sesuai
5. Libatkan individu, keluarga,
dan kelompok, dan
kelompok dalam
perencanaan dan rencana
implementasi gaya hiudp
atau modifikasi perilaku
kesehatan
6. Pertimbangkan dukungan
keluarga, temn sebaya dan
masyarakat terhadap perilaku
yang kondusif bagi
kesehatan.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI FORMATIF

HARI, TGL NO DX IMPLEMENTASI EVALUASI FORMATIF TTD


JAM KEP
Kamis, 30 2 Kaji pengertian DS : Klien mau untuk dilakukan
November keluarga tentang pengkajian
2017 hipertensi DO : Klien kooperatif dan terbuka

Sabtu, 2 1 Monitor tanda tanda DS : Klien mau untuk dilakukan


Desember pengukuran tekanan darah
vital secara rutin
2017 DO : Klien tampak senang

2 1. Tentukan DO : Klien mau untuk diberikan


penyuluhan mengenai penyakit
pengetahuan
hipertensi
kesehatan dan gaya DO : Klien tampat antusias saat
diberikan penyuluhan
hidup perilaku saat
ini pada individu,
keluarga, atau
kelompok sasaran.
2. Kembangkan
materi pendidikan
tertulis yang
tersedia dan sesuai

Senin, 4 2 1. Tentukan DS : Klien bersedia untuk


Desember diajarkan teknik relaksasi otot
pengetahuan
2017 progresif
kesehatan dan gaya DO : Klien tampat antusias dan
mau mencoba latihan yang
hidup perilaku saat
diberikan
ini pada individu,
keluarga, atau
kelompok sasaran.
2. Libatkan individu,
keluarga, dan
kelompok, dan
kelompok dalam
perencanaan dan
rencana
implementasi gaya
hiudp atau
modifikasi perilaku
kesehatan
(mengajarkan
teknik relaksasi
progresif
kelompok untuk
menurunkan
tekanan darah)

Rabu, 6 1 Monitor tanda tanda DS : Klien mau untuk dilakukan


Desember di ukur tekanan darahnya
vital secara rutin
2017 DO : Klien tampak senang saat
rutin di cek tekanan darahnya
2 Libatkan individu, DS : Klien bersedia untuk
diajarkan senam hipertensi
keluarga, dan
DO : Klien tampak antusias saat
kelompok, dan diajarkan senam hipertensi
kelompok dalam
perencanaan dan
rencana implementasi
gaya hiudp atau
modifikasi perilaku
kesehatan
(mengajarkan teknik
relaksasi progresif
kelompok untuk
menurunkan tekanan
darah)
CATATAN PERKEMBANGAN

TGL DX KEPERAWATAN EVALUASI SUMATIF TTD


Kamis, 30 Ketidakefektifan S: Ny. S mengetahui bahwa dirinya
November terkena hipertensi
pemeliharaan kesehatan
2017 O: keluarga merespon diskusi yang
berhubungan dengan disampaikan perawat
A: Ny.S dan keluarga belum
sumber daya tidak cukup
mengetahui lebih lanjut mengenai
(pengetahuan) (Domain penyakit hipertensi
P: Beri penyuluhan tentang hipertensi
1. Promosi Kesehatan,
dan kemungkinan komplikasinya.
Kelas 2 Manajemen Berikan advis untuk rutin kontrol dan
pengobatan, aktivitas dan diit.
Kesehatan, 00099)
Sabtu, 2 Penurunan curah jantung S : Ny S mengatakan dalam keadaan
Desember sehat.
berhubungan dengan
2017 O : TD = 150/90 mmHg
perubahan frekuensi A : Ny.S dan keluarga belum
mengetahui lebih lanjut mengenai
jantung (Domain 4 .
penyakit hipertensi
Aktivitas/Istirahat, Kelas P: Beri penyuluhan tentang hipertensi
dan kemungkinan komplikasinya.
4. Respon
Berikan advis untuk rutin kontrol dan
Kardiovaskuler/Pilmonal, pengobatan, aktivitas dan diit.
00029)
Ketidakefektifan S : Ny.S mengatakan belum
mengetahui apa itu hipertensi
pemeliharaan kesehatan
O : Ny.S dan keluarga tampak antusias
berhubungan dengan saat diberikan pendidikan kesehatan
A : masalah teratasi sebagian
sumber daya tidak cukup
P : lanjutkan intervensi
(pengetahuan) (Domain
1. Promosi Kesehatan,
Kelas 2 Manajemen
Kesehatan, 00099)
Senin, 4 Ketidakefektifan S : Ny.S mengatakan mengetahui apa
Desember itu hipertensi
pemeliharaan kesehatan
2017 O : Ny.S dan lansia lainnya tampak
berhubungan dengan antusias saat diberikan latihan
relaksasi otot progresif
sumber daya tidak cukup
A : masalah teratasi sebagian
(pengetahuan) (Domain P : lanjutkan intervensi
1. Promosi Kesehatan,
Kelas 2 Manajemen
Kesehatan, 00099)
Rabu, 6 Penurunan curah jantung S : Ny S mengatakan dalam keadaan
Desember sehat.
berhubungan dengan
2017 O : TD = 145/90 mmHg
perubahan frekuensi A : Ny.S dan keluarga sudah
mengetahui apa itu hipertensi
jantung (Domain 4 .
P: Lanjutkan intervensi
Aktivitas/Istirahat, Kelas
4. Respon
Kardiovaskuler/Pilmonal,
00029)

Ketidakefektifan S : Ny.S mengatakan mengetahui apa


itu hipertensi
pemeliharaan kesehatan
O : Ny.S tampak antusias saat
berhubungan dengan diberikan senam hipertensi
A : masalah teratasi sebagian
sumber daya tidak cukup
P : lanjutkan intervensi
(pengetahuan) (Domain
1. Promosi Kesehatan,
Kelas 2 Manajemen
Kesehatan, 00099)

Dokumentasi