You are on page 1of 17

MAKALAH

TUGAS AKHIR AL – QUR’AN DAN HADIST

Disusun oleh:

Nama : Salsabila Septina


Kelas : IX A
Tahun pelajaran 2016/2017

SMP BANI SALEH 1 BEKASI


Alamat: JL. R.A. Kartini Kampus Kenari No: 7B Bekasi
Kode Pos: 17113 telp (021)-88343363
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahhi Robbil `alamin, Puji syukur kita panjatkan kepada Allah


SWT, Tuhan semesta alam. Rahmat dan keselamatan semoga senantiasa
dilimpahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, Keluarga dan para
sahabatnya, serta para pengikutnya yang setia hingga hari pembalasa
kelak. Dan tak lupa saya bersyukur atas tersusunnya makalah “Tugas
akhir Al-Qur`an” .

Tujuan kami menyusun makalah ini adalah tiada lain untuk memperkaya
ilmu pengetahuan, dan untuk memenuhi tugas Al-Qur`an hadist.
Dengan terselesaikannya makalah ini, maka tidak lupa kami
mengucapkan terimakasih kepada pihak – pihak yang berperan dalam
membantu penyusunan makalah ini hingga selesai seperti saat ini.

Akhir kata saya mengharapkan adanya kritik dan saran atas kekurangan
saya dalam penyusunan makalah ini, dan makalah ini, dan semoga
makalah ini dapat bermanfaat dan berguna khususnya bagi siswa/siswi
Sekolah SMP BANI SALEH 1 BEKASI.

Bekasi,27 Januari 2017

Salsabila Septina

i
MAKALAH INI TELAH DIKOREKSI DAN DISAHKAN
PADA:

Hari :
Tanggal :
Bulan :
Tahun :

Sebagai persyaratan kelulusan.

Wali kelas Pembimbing

Ermawati,SPd. Mat Qomariah

Mengetahui,

Kepala SMP Bani Saleh 1

Hj.Ichda Rahmawati, SS. M. Pd

ii
DAFTAR ISI

Kata pengantar……………………………………………………………………………………. i

Lembar pengesahan……………………………………………………………………………. ii

Daftar isi…………………………………………………………………………………………….. iii

A. Ayat ayat suci Al-Qur’an


Q.S YUNUS [10] : 5……………………………………………………………………………….
1
Q.S ALI IMRAN [3] : 27………………………………………………………………………….
2
Q.S ALI IMRAN [3] : 190-191……………………………………………………………….. 3
Q.S LUQMAN [31] : 12-15…………………………………………………………………….
4

B.Bahasan
Fenomena alam……………………………………………………………………………………
8
Menjaga dan melestarikan lingkungan alam……………………………………….
10
Menghargai waktu dan menuntut ilmu………………………………………………
11
Penutup……………………………………………………………………………………………. 12
iii
Q.S YUNUS [10]:5

Artinya:
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan
ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan
bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan
(waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan
hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-
orang yang mengetahui”.{5}
1
Q.S ALI IMRAN [3]:27

Artinya:
“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang
ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan
Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki
siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”.{27}
2
Q.S ALI IMRAN [3]:190-191

Artinya:
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih
bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang
yang berakal.”{190}

Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk
atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka
peliharalah kami dari siksa neraka.”{191}

Q.S LUQMAN [31]:12-15

Artinya:
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu:
"Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur (kepada
Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan
barang siapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha
Kaya lagi Maha Terpuji”.{12}
4
Q.S LUQMAN[31]:13

Artinya:
Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, di waktu ia
memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu
mempersekutukan (Allah) sesungguhnya mempersekutukan (Allah)
adalah benar-benar kelaliman yang besar".{13}
5
Q.S LUQMAN[31]:14

Artinya:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.
Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu.{14}
6
Q.S LUQMAN [31]:15

Artinya:
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua
orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan
lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua
tahun.Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu,
hanya kepada-Kulah kembalimu.{15}
7
FENOMENA ALAM
Fenomena alam adalah peristiwa non-artifisial dalam pandangan fisika,
dan kemudian tak diciptakan oleh manusia, meskipun dapat
memengaruhi manusia (bakteri, penuaan, bencana alam). Contoh
umum dari fenomena alam termasuk letusan gunung merapi, cuaca,
dan pembusukan.

Aourora merupakan salah satu fenomena alam


Sebagian besar fenomena alam tak berbahaya seperti hujan. Fenomena
alam seperti letusan gunung berapi, tsunami dan tornado dianggap
berbahaya dan dapat menimbulkan kematian.Fenomena adalah hal
yang luar biasa dalam kehidupan di dunia dan dapat terjadi dengan
tidak terduga dan tampak mustahil dalam pandangan manusia.

8
A.Perilaku menyikapi fenomena alam
1. Menganggapnya sebagai pelajaran, peringatan, bukan sekadar
fenomena alam biasa
Berbagai bencana, perubahan alam, dan azab yang terjadi zaman
sekarang, seperti gempa, badai, banjir, kekeringan, kemarau, paceklik,
kelaparan, dan kejadian (bencana) yang baru, hari demi hari semakin
bertambah. Sudah sepantasnya setiap muslim mengambil pelajaran
darinya.
2. Tidak merasa aman
Seringkali seseorang merasa aman dari suatu musibah atau bencana
karena merasa bahwa dirinya berada di radius aman.
3. Bencana adalah suatu ketetapan
Yang harus diyakini oleh setiap muslim dan tidak boleh ada keraguan
sedikit pun dalam hal ini, yaitu prinsip bahwa segala bencana yang
menimpa sesungguhnya telah ditentukan oleh Allah l sebelum alam dan
seisinya tercipta.
4. Sikap lapang dada
Telah disebutkan di atas bahwa seluruh musibah dan bencana telah
ditetapkan oleh Allah l sebelum segalanya diciptakan dan segala sesuatu
yang telah Dia l tetapkan, pasti akan terjadi dengan izin-Nya. Oleh
karena itu, seorang muslim harus ridha atas ketetapan-Nya dan tidak
boleh marah serta mencela. Semua harus dihadapi dengan kerelaan,
kesabaran, kelapangan dada, tidak berkeluh-kesah atau larut dalam
kegelisahan.
5. Tidak berburuk sangka
Hendaknya seseorang berbaik sangka kepada Allah l atas musibah yang
menimpa dan menghilangkan buruk sangka kepada-Nya.

9
B.Kerusakan pada bumi
Kebanyakan manusia yang hidup di jaman sekarang ini, menjadikan
barometer dalam menilai hal-hal yang terjadi di sekitarnya dengan
perkara-perkara lahir yang nampak dalam pandangan mereka, sebagai
akibat dari kuatnya dominasi hawa nafsu dan kecintaan terhadapa
dunia dalam diri mereka.
Mereka lalai dari memahami hakekat semua kejadian tersebut, karena
mereka tidak memiliki keyakinan yang kokoh terhadap perkara-perkara
yang gaib (tidak nampak) dan lupa pada kehidupan abadi di akhirat
nanti.
Allah Ta’ala berfirman yang artinya:
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (nampak) dari kehidupan dunia;
sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” (QS ar-
Ruum:7).
Sebagai contoh nyata dalam hal ini, memahami arti “kerusakan di muka
bumi” yang sebenarnya. Sementara ini, banyak orang, tidak terkecuali
kaum muslimin, yang mengartikan “kerusakan di muka bumi” hanya
sebatas pada hal-hal yang nampak, seperti bencana alam, kebakaran,
pengrusakan hutan, tersebarnya penyakit menular dan lain sebagainya.
Mereka melupakan kerusakan-kerusakan yang tidak kasat mata,
padahal ini adalah kerusakan yang paling besar dan fatal akibatnya,
bahkan kerusakan inilah yang menjadi sebab terjadinya kerusakan-
kerusakan “lahir” di atas.
10
MENGHARGAI WAKTU UNTUK MENUNTUT
ILMU
“Secara bahasa pengertian ilmu adalah lawan kata bodoh/Jahil, sedang
secara istilah berarti sesuatu yang dengannya akan tersingkaplah segala
hakikat yang secara sempurna. Secara istilah Syar’i pengertian ilmu
yaitu, ilmu yang sesuai dengan amal, baik amalan hati, lisan maupun
anggota badan dan sesuai dengan petunjuk Rasulullah Saw.”
Ibnu Munir berkata : “Ilmu adalah syarat benarnya perkataan dan
perbuatan, keduanya tidak akan bernilai kecuali dengan ilmu, maka ilmu
harus ada sebelum perkataan dan perbuatan, karena ilmu merupakan
pembenar niat, sedangkan amal tidak akan di terima kecuali dengan
niat yang benar.”
Dalam pengertian lain “Ilmu itu modal, tak punya ilmu keuntungan apa
yang bisa didapat, ilmu adalah kunci untuk membuka pintu kebaikan
kesuksesan, kunci untuk menjawab pertanyaan dan masalah di dunia.”
Berdasarkan beberapa definisi tentang pengertian ilmu di atas dapat
disimpulkan bahwa, ilmu merupakan sesuatu yang penting bagi
kehidupan manusia karena dengan ilmu semua keperluan dan
kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah
baik secara lisan (perkataan), maupun berupa perbuatan (anggota
badan), tanpa ilmu kesuksesan tak pernah ketemu karena ilmu
merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seperti kebutuhan
manusia akan oksigen untuk bernapas.
11
PENUTUP
Demikianlah makalah yang saya buat ini, semoga bermanfaat dan
menambah pengetahuan para pembaca. saya mohon maaf apabila ada
kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat yang kurang jelas,
dimengerti, dan lugas.Karena kami hanyalah manusia biasa yang tak
luput dari kesalahan Dan kami juga sangat mengharapkan saran dan
kritik dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Sekian
penutup dari kami semoga dapat diterima di hati dan kami ucapkan
terima kasih yang sebesar-besarnya.

Wasallamu’allaikum wr. Wb.


12