You are on page 1of 26

5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.

com

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan karunianya
kami dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini dengan judul,

“ OBAT TETES MATA GOLONGAN : ANTISEPTIK DAN ANTI


INFEKSI,KORTIKOSTEROID,MIOTIK,MIDRIATIK,GLAUKOMA,DAN
LARUTAN LENSA KONTAK.” 

Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan dan
motivasi yang telah diberikan sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Dengan segala

kerendahan hati kami mengucapkan terima kasih kepada:


1.  Mira Febrina, M.Sc,Apt selaku pembimbing mata kuliah farmasetik III.
2.  Teman-teman serta pihak lainnya yang telah membantu penulis dalam
mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penulisan makalah ini.

Penulis sangat menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu kami mengharapkan saran dan kritikan dari pembaca, dan dosen demi
 penyempurnaan makalah ini dimasa yang akan datang dan untuk perkembangan dan
kemajuan akademik penulis.

Akhirnya penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semuanya.
Amin.

Pekanbaru, 28 November 2014

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 1/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

DAFTAR ISI

KATAPENGANTAR............................................................................................................ .1

DAFTAR ISI..........................................................................................................................2

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang.........................................................................................................3

1.2 Tujuan Penulisan.....................................................................................................4

1.3 Rumusan masalah....................................................................................................4

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Pengertian obat tetes mata........................................................................................5


2.2 Golongan obat tetes mata Antiseptik dan antiinfeks................................................9
2.3 Golongan obat tetes mata Kortikosteroid..............................................................14
2.4 Golongan obat tetes mata Midriatik.......................................................................17 

2.5 Golongan obat tetes mata Miotik dan Anti Glaukoma.....................................19

2.6 Larutan Lensa Kontak...............................................................................................22

BAB III PENUTUP


3.1 KESIMPULAN....................................................................................................................25

3.2 SARAN................................................................................................................................25

DAFTAR PUSTAKA

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 2/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

BAB 1 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Mata merupakan organ yang peka dan penting dalam kehidupan, terletak dalam lingkaran
 bertulang yang berfungsi untuk memberi perlindungan maksimal sebagai pertahanan yang
 baik dan kokoh. Mata mempunyai pertahanan terhadap infeksi, karena sekret mata
mengandung enzim lisozim yang dapat menyebabkan lisis pada bakteri dan dapat membantu
mengeliminasi organisme dari mata (Muzakkar, 2007).

Dalam pengobatan berbagai penyakit dan kondisi pada mata, ada beberapa bentuk sediaan
 pada obat mata, dimana masing-masing obat mata tersebut memiliki mekanisme kerja
tertentu. Salah satunya bentuk sediaan obatnya adalah tetes mata (Lukas, 2006). Obat tetes
mata adalah sediaan steril berupa larutan atau suspensi yang digunakan dengan meneteskan
obat pada selaput lendir mata disekitar kelopak dan bola mata. Persyaratan tetes mata antara
lain: steril, jernih, tonisitas, sebaiknya sebanding dengan NaCl 0,9 %. Larutan obat mata
mempunyai pH yang sama dengan air mata yaitu 4,4 dan bebas partikel asing. Penggunaan
tetes mata pada etiketnya, tidak boleh digunakan lebih dari satu bulan setelah tutup dibuka,
karena penggunaan dengan tutup terbuka kemungkinan terjadi kontaminasi dengan bebas
(Muzakkar, 2007).

Selain obat tetes mata digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan kondisi pada
mata, dapat juga digunakan untuk menghilangkan ketidaknyamanan pada mata ( American
 Academy of Ophthalmology, 2011 ). Menurut khasiatnya, obat mata dikenal antara lain
sebagai anestetik topikal, anestetik lokal untuk suntikan, midriatik & sikloplegik, obat-obat
yang dipakai dalam pengobatan glaukoma, kortikosteroid topikal, campuran kortikosteroid &
obat anti-infeksi, obat-obat lain yang dipakai dalam pengobatan konjungtivitis alergika, dan
obat mata anti-infeksi.

Sediaan pengobatan dapat berupa larutan dan suspensi dengan cara meneteskannya pada mata
(Vaughan & Asbury, 2010). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tetes mata (oculoguttae)
merupakan cara pemberian obat pada mata yang dapat digunakan untuk persiapan pemeriksaan
struktur internal mata dengan cara mendilatasi pupil, untuk mengukur refraksi lensa dengan cara
melemahkan otot lensa,kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi
mata(Aziz,2011).

Selain obat tetes mata digunakan untuk mengobati berbagai penyakit dan kondisi pada mata,
dapat juga digunakan untuk menghilangkan ketidaknyamanan pada mata ( American Academy of
Ophthalmology, 2011 ). Menurut khasiatnya, obat mata dikenal antara lain sebagai anestetik
topikal, anestetik lokal untuk suntikan, midriatik & sikloplegik, obat-obat yang dipakai dalam
 pengobatan glaukoma, kortikosteroid topikal, campuran kortikosteroid & obat anti-infeksi, obat-
obat lain yang dipakai dalam pengobatan konjungtivitis alergika, dan obat mata anti-infeksi.

Sediaan pengobatan dapat berupa larutan dan suspensi dengan cara meneteskannya pada mata
(Vaughan & Asbury, 2010). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa tetes mata (oculoguttae)
merupakan cara pemberian obat pada mata yang dapat digunakan untuk persiapan pemeriksaan
struktur internal mata dengan cara mendilatasi pupil, untuk mengukur refraksi lensa dengan cara

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 3/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

melemahkan otot lensa, kemudian juga dapat digunakan untuk menghilangkan iritasi mata (Aziz,
2011) . 

Sangatlah penting untuk diingat bahwa seluruh obat-obatan termasuk tetes mata memiliki
efek samping. Beberapa efek samping yang ditimbulkan oleh tetes mata bersifat lokal, artinya
hanya berefek pada mata saja. Seperti mata merah, iritasi, dan penglihatan yang kabur. Sebagian
 besar bahan medikasi pada tetes mata dapat tertinggal didalam atau disekitar mata. Tetapi dalam
 jumlah kecil, dapat juga berefek pada tubuh ( American Academy of Ophthalmology, 2011 ).

Tetes mata diserap kedalam aliran darah melalui lapisan membran mukosa pada permukaan
mata, sistem pengeluaran air mata, dan hidung. Ketika diabsorbsi pada aliran darah, tetes mata
dapat menyebabkan efek samping pada bagian tubuh lainnya. Beberapa efek samping diantaranya
adalah: denyut jantung melemah, rasa pusing, dan sakit kepala. Walaupun demikian, umumnya
obat tetes mata memiliki resiko efek samping yang lebih kecil daripada jenis obat-obatan lain
yang dikonsumsi secara oral ( American Academy of Ophthalmology, 2011 ).

1.2  Tujuan Penulisan

-  Untuk mengetahui jenis obat tetes mata dalam golongan antiseptic dan anti
infeksi,glukoma,midriatik,miotik,dan kortikosteroid.
-  Untuk mengetahui larutan lensa kontak beserta contoh larutannya.

1.3  Rumusan Masalah

- Apakah obat dan fungsi dari tiap-tiap golongan obat tetes mata?

- Apakah larutan lensa kontak itu beserta contoh larutan yang sering digunakan oleh
masyarakat?

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 4/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Obat tetes mata

Tetes mata adalah sediaan steril yang berupa larutan atau suspensi yang digunakan dengan
cara meneteskan obat pada selaput lendir mata disekitar kelopak mata dari bola mata.DOM Martin :
880Tetes mata adalah seringkali dimasukkan ke dalam mata yang terluka atau kecelakaan atau
pembedahan dan mereka kemudian secara potensial lebih berbahaya daripada injeksi intavena. 

Larutan mata merupakan cairan steril atau larutan berminyak dari alkaloid garam-garam
alkaloid, antibotik atau bahan-bahan lain yang ditujukan untuk dimasukkan ke dalam mata. Ketika
cairan, larutan harus isotonik, larutan mata digunakan untuk antibakterial, anstetik, midriatikum,
miotik atau maksud diagnosa. Larutan ini disebut juga tetes mata dan collyria (singular collyrium).  

Larutan mata (colluria) 

Obat yang dimasukkan ke dalam mata harus diformulasi dan disiapkan dengan
pertimbangan yang diberikan untuk tonisitas, pH, stabilitas, viskositas dan sterilisasi. Sterilisasi ini
diinginkan karena kornea dan jaringan bening ruang anterior adalah media yang bagus untuk
mikroorganisme dan masuknya larutan mata yang terkontaminasi ke dalam mata yang trauma
karena kecelakaan atau pembedahan dapat menyebabkan kehilangan penglihatan. 

Tetes mata adalah cairan steril atau larutan berminyak atau suspensi yang ditujukan untuk

dimasukkan ke dalam saccus conjungtival. Mereka dapat mengandung bahan-bahan antimikroba


seperti antibiotik, bahan antiinflamasi seperti kortikosteroid, obat miotik seperti fisostigmin sulfat
atau obat midriatik seperti atropin sulfat. 

Dengan definisi resmi larutan untuk mata adalah larutan steril yang dicampur dan dikemas
untuk dimasukkan dalam mata. Selain steril preparat tersebut memerlukan pertimbangan yang
cermat terhadap faktor-faktor farmasi seperti kebutuhan bahan antimikroba, isotonisitas, dapar,
viskositas dan pengemasan yang cocok.  

1.  Syarat-syarat Tetes Mata

Faktor-faktor dibawah ini sangat penting dalam sediaan larutan mata :

  Ketelitian dan kebersihan dalam penyiapan larutan;


  Sterilitas akhir dari collyrium dan kehadiran bahan antimikroba yang efektif untuk
menghambat pertumbuhan dari banyak mikroorganisme selama penggunaan dari sediaan;
  Isotonisitas dari larutan;
  pH yang pantas dalam pembawa untuk menghasilkan stabilitas yang optimum

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 5/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

2.  Keuntungan Tetes Mata

Secara umum larutan berair lebih stabil daripada salep, meskipun salep dengan obat yang
larut dalam lemak diabsorpsi lebih baik dari larutan/salep yantg obat-obatnya larut dalam air.Tidak
menganggu penglihatan ketika digunakan.Dengan definisi, semua bahan-bahan adalah lengkap
dalam larutan, keseragaman tidak menjadi masalah, hanya sedikit pengaruh sifat fisika dengan
tujuan ini.Salep mata umumnya menghasilkan bioavailabilitas yang lebih besar daripada larutan
berair.

3.  Kerugian Tetes Mata

Kerugian yang prinsipil dari larutan mata adalah waktu kontak yang relatif singkat antara
obat dan permukaan yang terabsorsi.

Bioavailabilitas obat mata diakui buruk jika larutannya digunakan secara topical untuk
kebanyakan obat kurang dari 1-3% dari dosis yang dimasukkan melewati kornea. Sampai ke ruang
anterior. Sejak boavailabilitas obat sangat lambat, pasien mematuhi aturan dan teknik pemakaian
yang tepat.

4.  Penggunaan Tetes Mata:


  Cuci tangan
  Dengan satu tangan, tarik perlahan-lahan kelopak mata bagian bawah
  Jika penetesnya terpisah, tekan bola karetnya sekali ketika penetes dimasukkan ke dalam
botol untuk membawa larutan ke dalam penetes
  Tempatkan penetes di atas mata, teteskan obat ke dalam kelopak mata bagian bawah
sambil melihat ke atas jangan menyentuhkan penetes pada mata atau jari.
  Lepaskan kelopak mata, coba untuk menjaga mata tetap terbuka dan jangan berkedip paling
kurang 30 detik
  Jika penetesnya terpisah, tempatkan kembali pada botol dan tutup rapat
  Jika penetesnya terpisah, selalu tempatkan penetes dengan ujung menghadap ke bawah
  Jangan pernah menyentuhkan penetes denga permukaan apapun
  Jangan mencuci penetes
  Ketika penetes diletakkan diatas botol, hindari kontaminasi pada tutup ketika dipindahkan
  Ketika penetes adalah permanen dalam botol, ketika dihasilkan oleh industri farmasi uunutk
farmasis, peraturan yang sama digunkahn menghindari kontaminasi

  Jangan pernah menggunakan tetes mata yang telah mengalami perubahan warna
  Jika anda mempunyai lebih dari satu botol dari tetes yang sama, buka hanya satu botol saja
  Jika kamu menggunakan lebih dari satu jenis tetes pada waktu yang sama, tunggu beberapa
menit sebelum menggunakan tetes mata yang lain
  Sangat membantu penggunaan obat dengan latihan memakai obat di depan cermin
  Setelah penggunaan tetes mata jangan menutup mata terlalu rapat dan tidak berkedip lebih
sering dari biasanya karena dapat menghilangkan obat tempat kerjanya.

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 6/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

5.  Karakteristik Sediaan Mata:


1.  Kejernihan
a.  Larutan mata adalah dengan definisi bebas adari partikel asing dan jernih secara
normal diperoleh dengan filtrasi, pentingnya peralatan filtrasi dan tercuci baik
sehingga bahan-bahan partikulat tidak dikontribusikan untuk larutan dengan desain
peralatan untuk menghilangkannya. pengerjaan penampilan dalam lingkungan
bersih.
b.  Penggunaan Laminar Air Flow dan harus tidak tertumpahkan akan memberikan
kebersamaan untuk penyiapan larutan jernih bebas partikel asing. Dalam beberapa
permasalahan, kejernihan dan streilitas dilakukan dalam langkah filtrasi yang sama.
Ini penting untuk menyadari bahwa larutan jernih sama fungsinya untuk
pembersihan wadah dan tutup. keduanya, wadah dan tutup harus bersih, steril dan
tidak tertumpahkan. Wadah dan tutup tidak membawa partikel dalam larutan
selama kontak lama sepanjang penyimpanan. Normalnya dilakukan test sterilitas.

2.  Stabilitas
a.  Stabilitas obat dalam larutan, seperti produk tergantung pada sifat kimia bahan
obat, pH produk, metode penyimpanan (khususnya penggunaan suhu), zaat
tambahan larutan dan tipe pengemasan
b.  Obat seperti pilokarpin dan fisostigmin aktif dan cocok pada mata pada pH 6.8
namun demikian, pH stabilitas kimia (atau kestabilan) dapat diukur dalam beberapa
hari atau bulan. Dengan obat ini, bahan kehilangan stabilitas kimia kurang dari 1
tahun. Sebaliknya pH 5, kedua obat stabil dalam beberapa tahun.
c.  Tambahan untuk pH optimal, jika sensitivitas oksigen adalah satu faktor, stabilitas
adekuat diinginkan antioksidan. kemasan plastik, polietilen densitas rendah
“Droptainer” memberikan kenyamanan pasien, dapat meningkatkan deksimental
untuk kestabilan dengan pelepasan oksigen menghasilkan dekomposisi oksidatif
bahan-bahan obat.
3.  Buffer dan pH
a.  Idealnya, sediaan mata sebaiknya pada pH yang ekuivalen dengan cairan mata yaitu
7,4. Dalam prakteknya, ini jarang dicapai. mayoritas bahan aktif dalam optalmologi
adalah garam basa lemah dan paling stabil pada pH asam. ini umumnya dapat dibuat
dalam suspensi kortikosteroid tidak larut suspensi biasanya paling stabil pada pH
asam.
 
b. pH optimum umumnya menginginkan kompromi pada formulator. pH diseleksi jadi
optimum untuk kestabilan. Sistem buffer diseleksi agar mempunyai kapsitas adekuat
untuk memperoleh pH dengan range stabilitas untuk durasi umur produk. kapasitas
buffer adalah kunci utama, situasi ini.
4.  Tonisitas
a.  Tonisitas berarti tekanan osmotik yang diberikan oleh garam-garam dalam larutan
berair, larutan mata adalah isotonik dengan larutan lain ketika magnefudosifat
koligatif larutan adalah sama. larutan mata dipertimbangkan isotonik ketika
tonisitasnya sama dengan 0,9% laritan Na Cl.
b.  Sebenarnya mata lebih toleran terhadap variasi tonisitas daripada suatu waktu yang
diusulkan. Maka biasanya dapat mentoleransi larutan sama untuk range 0,5%-1,8%
NaCl. Memberikan pilihan, isotonisitas selalu dikehendaki dan khususnya penting

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 7/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

dalam larutan intraokuler. Namun demikian, ini tidak dibutuhkan ketika total
stabilitas produk dipertimbangkan.
5.  Viskositas
a.  USP mengizinkan penggunaan bahan pengkhelat viskositas untuk memperpanjang
lama kontak dalam mata dan untuk absorpsi obat dan aktivitasnya. Bahan-bahan
seperti metilselulosa, polivinil alkohol dan hidroksi metil selulosa ditambahkan
secara berkala untuk meningkatkan viskositas.
b.  Para peneliti telah mempelajari efek peningkatan viskositas dalam waktu kontak
dalam mata. umumnya viskositas meningkat 25-50 cps range yang signifikan
meningkat lama kontak dalam mata.
6.  Additives/Tambahan
a.  Penggunaan bahan tambahan dalam larutan mata diperbolehkan, namun demikian
pemilihan dalam jumlah tertentu. Antioksidan, khususnya Natrium Bisulfat atau
metabisulfat, digunakan dengan konsentrasi sampai 0,3%, khususnya dalam larutan

yang mengandung garam epinefrin. Antioksidan lain seperti asam askorbat atau
asetilsistein juga digunakan. Antioksidan berefek sebagai penstabil untuk
meminimalkan oksidasi epinefrin.
b.  Penggunaan surfaktan dalam sediaan mata dibatasi hal yang sama. surfaktan
nonionik, kelas toksis kecil seperti bahan campuran digunakan dalam konsentrasi
rendah khususnya suspensi dan berhubungan dengan kejernihan larutan.
c.  Penggunaan surfaktan, khususnya beberapa konsentrasi signifikan sebaiknya dengan
karakteristik bahan-bahah. surfaktan nonionik, khususnya dapat bereaksi dengan
adsorpsi dengan komponen pengawet antimikroba dan inaktif sistem pengawet.
d.  Surfaktan kationik digunakan secara bertahap dalam larutan mata tetapi hampir
invariabel sebagai pengawet antimikroba. benzalkonium klorida dalam range 0,01-
0,02% dengan toksisitas faktor pembatas konsentrasi. Benzalkonium klorida sebagai
pengawet digunakan dalam jumlah besar dalam larutan dan suspensi mata
komersial.

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 8/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

2.2 Golongan obat tetes mata Antiseptik dan Antiinfeksi

Obat mata golongan antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena
adanya infeksi oleh mikroba, masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata
luka/ulkus. Kebanyakan infeksi mata superfisial akut dapat diobati secara topikal. Blefaritis
dan konjungtivitis sering disebabkan oleh stafilokokus; sedangkan keratitis dan endoftamitis
mungkin bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Blefaritis bakterial dapat diobati
dengan pemberian salep mata antibakteri di kantung konjungtiva atau di pelupuk mata.

Hampir semua kasus infeksi konjungtiva akut dapat sembuh dengan sendirinya.
Antibakteri tetes mata atau salep mata digunakan bila diperlukan tindakan pengobatan.
Respons yang kurang baik terhadap pemberian obat menunjukan konjungtivitis kemungkinan
disebabkan oleh virus atau alergi.

Konjungtivitis gonokokus diobati dengan antimikroba sistemik dan topikal.


Sementara itu, ulkus kornea dan keratitis perlu penanganan oleh dokter spesialis dan mungkin
membutuhkan penggunaan antimikroba subkonjungtival atau sistemik. Endoftalmitis adalah
kedaruratan medik yang juga membutuhkan penatalaksanaan oleh dokter spesialis dan sering
membutuhkan pengobatan menggunakan antibiotik parenteral, sub-konjungtival atau
sistemik.
Kandungan obat antiseptik dan antiinfeksi mata selain pembawa yang harus steril dan
inert (tidak menimbulkan efek pada mata atau tidak bereaksi dengan zat aktifnya/obat) dalam
 bentuk tetes atau salep, juga zat aktifnya merupakan antibiotik/antiseptik atau antivirus
dengan berbagai golongan.
Obat antiinfeksi untuk mata dibagi lagi dalam beberapa bagian yakni antibakteri,
antijamur, dan antivirus, yang masing-masing golongan tersebut ada spesialisasi tersendiri
khusus untuk obat-obatnya.
Golongan senyawa obat khusus untuk antibakteri dan antijamur yakni: asam fusidat,
firamisetin sulfat, gentamisin, kloramfenikol, levofloksasin, neomisin sulfat, polimiksin B
sulfat, ciprofloxacin, tobramisin, dibekasin, oxitetrasiklin, sulfasetamid, dan tetrasiklin.
Sementara golongan senyawa obat yang termasuk antivirus yakni: asiklovir dan idoksuridin
untuk infeksi herpes simpleks seperti ulcer kornea.

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 9/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Efek   Mekanisme Sediaan 


Golongan Obat  Indikasi  Kontraindikasi  Dosis 
Samping  Kerja  Beredar 
Gentamisin  Konjungtivitis Hipersensitif Pandangan 1 tetes pada golongan Danigen 
, keratitis, terhadap kabur, iritasi mata yang aminoglikosida (Dankos) Tetes
keratokunjung golongan obat sementara. sakit 3 kali yang efektif untuk mata (K); 
tivitis, tukak gentamisin  Lebih jarang sehari. menghambat Garexin 
kornea, terjadi: mata Gunakan  bakteri penyebab (Global Multi
 blefaritis, dan kering, nyeri  berselang infeksi pada mata.   Pharmalab)
sakit mata okular.  minimal 10 Salep mata
lainnya yang menit.  3mg/ml; tetes
rentan mata 3mg/ml
terhadap (K); 
gentamisin.  Genoint (Erela)
salep mata
0.3%; tetes
mata 
Isotict timact
(Fahrenheit)
tetes mata
0.3%, 0.5%
(K); 
Sagestam
(Sanbe Farma)
tetes mata dan
tetes telinga
3mg/ml (K); 
Ximex konigen 
(Konimex) tetes
mata 0.3% (K). 

Ciprofloxacin  Ulkus kornea Hipersensitif Rasa Ulkus Ciprofloxacin Baquinor


yang terhadap terbakar atau kornea : 2  bekerja dengan (Sanbe Farma)
disebabkan Siprofloksasin rasa tidak tetes tiap 15 cara menghambat Tetes mata
oleh bakteri/ atau golongan enak menit subunit A pada 3mg/ml (K); 
virus. Dan kuinolon lainnya.  setempat, selama 6 DNA-gyrase Isotic Renator
 juga untuk gatal-gatal,  jam pertama, (topoisomerase) (Fahrenheit)
Konjungtivitis edema lalu 2 tetes yang merupakan tetes mata
(radang kelopak tiap 30  bagian esensial 3mg/ml (K); 
selaput ikat mata, mata menit dalam proses Ximex
mata) yang  berair.  selama sisa sintesa DNA Cylowam
disebabkan hari pertama.  bakteri.  (Konimex)
oleh strain Hari kedua : Siprofloksasin Tetes mata
 bakteri yang 2 tetes tiap efektif terhadap 0.3% (K). 
rentan  jam. Hari  bakteri gram-
terhadap ke-3 sampai negatif dan gram-
ciprofloxacin hari ke-14 :  positif. 
atau golongan 2 tetes tiap 4
kuinolon  jam. 
lainnya.  Konjungtivi
tis : 1-2 tetes
tiap 2 jam
selama 2
hari & 1-2
tetes tiap 4

10

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 10/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

 jam selama
5 hari
 berikutnya. 

Kloramfenikol  Blepharitis, Penderita yang Rasa pedas 1 tetes pada Kloramfenikol Cendofenicol 
catarrhae, hipersensitif sementara, mata yang memiliki spektrum (Cendo) salep
conjunctivitis, terhadap laporan yang sakit 3 kali yang luas sebagai mata 1%; tetes
traumatic Kloramfenikol  jarang sehari antibakteri mata 0.25%,
keratitis, mengenai gunakan sehingga dapat 0.5%, 1% (K); 
trachoma, anemia  berselang mengatasi infeksi Cloramidina 
ulcerative aplastik; minimal 10 akibat (Armoxindo)
keratitis   pasien yag menit dari mikroba/bakteri salep mata 1%
hipersensitif  penggunaan  patogen.  (K); 
terhadap obat penurun Colme 
golongan tekanan (Interbat) tetes
obat ini.  okular yang mata 0.5% (K); 
lain.  Erlamycetin
(Erela) Salep
mata 1%; tetes
mata 5mg/ml
(K); 
Isotic Salmicol 
(Fahrenheit)
tetes mata 0.5%
(K); 
Kemicetine 
(Dankos) Salep
mata 1%; Tetes
mata 10mg/ml
(K); 
Reco (GMP)
tetes mata 0.5%
salep mata 1%
(K); 
Spersanicol 
(Novartis) salep
mata 1%, tetes
mata 5mg/ml
(K); 

*Albucetine 
(Cendo) salep
mata, tetes mata
(K); 
*Kloramixin 
(Armoxindo)
tetes mata (K) 

11

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 11/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Efek   Mekanisme Sediaan 


Golongan Obat  Indikasi  Kontraindikasi  Dosis 
Samping  Kerja  beredar 
Tobramisin  Terapi infeksi Hipersensitif Hipersensitif  Ringan atau Antibiotika Bralifex (Sanbe
 bagian luar terhadap , gatal dan sedang: 1-2 kelompok Farma) tetes
mata dan tobramisin   bengkak tetes setiap 4 aminoglikosida mata (K); 
adneksanya  pada  jam;  yang larut dalam Isotic Tobryne
disebabkan kelopak Berat: 2 air dan spektrum (Fahrenheit)
 bakteri yang mata, tetes per jam luas yang aktif tetes mata (K); 
 peka.  eritema hingga terhadap bakteri Tobrex (Alcon)
konjungtiva, sembuh   patogen Gram- tetes mata
toksisitas negatif dan Gram- 0.3%, salep
okular lokal   positif pada mata.  mata 0.3% (K) 
*Bralifex Plus 
(Sanbe) tetes
mata 3mg/ml
(K); 
*Tobradex 
(Alcon) tetes
mata, salep
mata (K) 

Dibekasin/ Ulkus kornea, Hipersensitif Iritasi atau Sehari 4 x 2 Antimikroba- Dibekacin 


Dibekasin Sulfat  infeksi terhadap sensitisasi tetes  antibakteri  Meiji (Meiji)
glandula golongan tetes mata
tarsal, dibekasin  3mg/ml (K) 
kordeolum,
 blefaritis,
dakriosistitis,
konjungtivitis,
keratitis,
episkleritis. 
Oksitetrasiklin/O Infeksi okular Hipersensitif   Reaksi Oleskan Oxytetracycline Terramycin 
ksitetrasiklin superfisial Alergi  dalam sehari  bersifat (Pfizer) salep
HCl  yang 4-6 kali ke  bakteriostatik mata 1% (K); 
mengenai kantong dengan cara *Terracortril 
konjungtiva konjungtiva  menghambat (Pfizer) Salep
dan/ kornea  sintesis protein mata (K) 
 bakteri 

Sulfasetamid/ Tukak kornea, Hipersensitif Reaksi alergi 1-2 tetes aktivitas Albucid 

Sulfasetamid  blefaritis, terhadap dan infeksi  dam diulangi antimikroba (Nicholas) tetes
 Natrium   blefarokonjun golongan  paling dengan spektrum mata (T) 
gtivitis, sulfasetamid/ sedikit 4 kali luas, dapat Albuvit 
konjungtivitis sulfasetamid sehari mencegah (Cendo) tetes
kronik, natrium  selama  pertumbuhan dan mata 10% (T); 
dakriosistitis,  beberapa  perkembangan Bleph-10
trakom, hari   berbagai jenis Allergan 
 pencegahan  bakteri, baik gram (Darya Varia)
infeksi pada  positif maupun tetes mata (K); 
abrasi kornea, gram negatif   Cendocetamid
laserasi atau e (Cendo) salep
terbakar, mata 100mg/g,
 pengeluaran tetes mata 10%,
 benda asing 15% (T); 
dari mata  Dansemid
(Dankos) tetes

12

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 12/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

mata 15% (K); 


*Cendocetapre
d (Cendo) tetes
mata, salep
mata (K); 
*Albucetine 
(Cendo) salep
mata, tetes mata
(K); 

Tetrasiklin/ Infeksi Hipersensitif   Pada Sehari 3-4 Menghambat Enkacyclin 


Tetrasiklin HCL  superfisial individu kali, sintesis protein (Kimia Farma)
oleh bakteri tertentu dioleskan  bakteri dan bersifat Salep mata (K); 
gram positif dapat  pada bagian  bakteriostatik, Erlacyclin 
dan negatif, menimbulka mata yang  bersifat (Erela) Salep
 protozoa, n reaksi sakit  menghambat baik mata (K) 
virus dan alergi seperti untuk bakteri gram
ricketsia.  urtikaria,  positif maupun
edema  bakteri gram
 palpebra negatif  
serta
menjadi
 peka
terhadap
cahaya
(fotosensitas
i kulit) 

Asiklovir   Keratitis Hipersensitif   Rasa pedih Sehari 5 kali Di dalam sel, Termiral
Herpes ringan dengan asiklovir (Sanbe) Salep
Simpleks  sementara interval 4 mengalami mata (K) 
keratopati,  jam 1 cm fosforilasi menjadi
 blefaritis, salep  bentuk aktif
konjungtiviti ditempatkan acyclovir trifosfat
s.   pada yang bekerja
kantung menghambat virus
konjungtiva herpes simplex
 bawah, DNA polymerase
dilanjutkan 3 dan replikasi DNA
hari setelah virus, sehingga
sembuh.  mencegah sintesa
DNA virus tanpa
mempengaruhi
 proses sel yang
normal. 

13

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 13/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Contoh sediaan obat tetes mata golongan antiseptic dan antiinfeksi

2.3 Golongan obat tetes mata Kortikosteroid

Kortikosteroid yang digunakan secara lokal (seperti tetes mata, salep mata, atau
injeksi subkonjungtival) atau secara oral dan sistemik memiliki peranan penting dalam
 pengobatan inflamasi segmen anterior, termasuk yang disebabkan oleh pembedahan. Tiga
risiko yang berhubungan dengan penggunaan kortikosteroid yakni: mata merah, glaukoma
steroid dan katarak steroid.
Peradangan pada mata sering juga disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur dan
alergi. Gejala yang dirasakan pasien misalnya mata berair dan gatal, tampak kemerahan,
adanya secret/kotoran mata, silau, buram atau kelopak mata bengkak. Pengobatan
 bergantung kepada penyebabnya dapat berupa antibiotika,anti inflamasi, anti alergi, anti
 jamur dan antivirus.
Sediaan lain yang digunakan untuk pengobatan topikal inflamasi dan konjungtivitis
alergi meliputi antihistamin, lodoksamid dan natrium kromoglikat. Sediaan topikal
antihistamin seperti tetes mata yang mengandung antazolin sulfat, ketotifen, levokasbatin,
dan olopatadin dapat digunakan untuk konjungtivitis alergi. Tetes mata natrium kromoglikat
mungkin berguna untuk keratokonjungtivitis vernal dan konjungtivitis alergi lainnya. Tetes
mata lodoksamid digunakan untuk konjungtivitis alergi termasuk yang musiman. Tetes mata
diklofenak juga digunakan untuk konjungtivitis alergi musiman.

14

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 14/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Efek   Mekanisme Sediaan 


Golongan Obat  Indikasi  Kontraindikasi  Dosis 
Samping  Kerja  beredar 
Betametason  Alergi kronik Hipersensitif, Reaksi Dosis awal, Betametason Betam-opthal
dan akut berat, kondisi-kondisi Hipersensif, teteskan 1- adalah (Sanbe Farma)
inflamasi pada  bakteri, virus, tekanan intra 2 tetes glukokortikoid tetes mata 0.1%
mata yang  jamur, okuler naik,  pada mata sintetik yang (K); 
responsif tuberkulosa, atau  penglihatan yang sakit mempunyai efek *Garasone
terhadap  purulen pada kabur, setiap jam sebagai (Schering-
steroid, atau mata, glaukoma katarak    pada siang antiinflamasi dan Plough) tetes
alergi pada atau herpetik hari dan imunosupresan. mata (K) 
mata.  keratitis.  setiap 2 Betametason
 jam pada menstabilkan
malam leukosit lisosomal,
hari, bila mencegah
mulai  pelepasan
membaik, hidrolase perusak
gunakan 1 asam dari leukosit,
tts setiap 4 menghambat
 jam, akumulasi
selanjutnya makrofag pada
sehari 3-4 daerah radang. 
kali 1 tetes. 

Deksametason  Keadaan mata Hipersensitif, Sensitasi Untuk merupakan Alletrol (Erela)


yang responsif infeksi herpes alergi, mata 1-2 kortikosteroid tetes mata 0.1%
terhadap terapi simpleks akut dan  peningkatan tetes pada sintetik yang (K); 
dengan  penyakit virus tekanan mata yang  berkhasiat sebagai Cendometason 
deksametason, lainnya pada intraokular, sakit anti inflamasi (anti (Cendo) tetes
radang mata kornea dan  potensi hingga 6 radang) yang mata 1mg/ml
disertai dengan konjungtiva, terjadinya kali sehari ditimbulkan oleh (K); 
infeksi bakteri, tuberkulosis pada glaukoma, atau lebih mikroorganisme, Isopto-Dex 
luka pada mata, jamur pada  pembentuka sering jika zat kimia, iritasi (Alcon) tetes
kornea.  mata, trakoma, n katarak diperlukan.  termis, trauma, mata 0.1%,
infeksi purulen subkapsular maupun allergen. salep mata
akut pada mata.   posterior   Peradangan dapat 0.1% (K); 
ditekan dengan *Tobradex 
cara menghambat (Alcon) tetes
kerja zat-zat seperti mata, salep
 prostaglandin yang mata (K); 
merupakan *Danigen Plus 
mediator inflamasi.  (Dankos) tetes
mata (K) 

15

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 15/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Fluorometolon  Pengobatan Erosi kornea, Peningkatan Gunakan Menekan radang, Flumetholon 


lokal inflamasi ulkus kornea, tekan tetes mata sama dengan (Ferron) tetes
(jangka keratokonjungtivi intraokular 2-4 golongan mata 0.02%,
 pendek)  tis karena virus, dan kali/hari kortikosteroid 0.1% (K) 
tuberkulosis mata, glaukoma, (mula-mula lainnya. 
 penyakit mata herpes tiap jam
karena jamur atau kornea, untuk 1-2
 penyakit mata keratomikosi hari,
supuratif.  s, perforasi kemudian
kornea.  frekuensi
dikurangi. 

Hidrokortison Blefaritis, Hipersensitif tukak Salep Hidrokortison  Kombinasi


Asetat konjungtivitas kornea, mata: adalah suatu dengan
(Kombinasi)  akut dan  peningkatan oleskan 2-4 hormon kloramfenikol  
menahun, tekanan kali sehari.  glukokortikoid Cendomycos
keratokonjungti intraokular, yang dihasilkan (Cendo) Tetes
vitas, keratitis, gangguan oleh korteks mata (K); 
skleritis daya adrenal, Kemicort 
episkleritis dan  penglihatan  hidrokortison (Kalbe Farma)
gangguan pada memiliki khasiat Salep mata,
mata yang farmakologi tetes mata dan
cenderung sebagai anti telinga (K); 
mengalami radang, misalnya  Kombinasi
infeksi dan akibat trauma, dengan
membutuhkan alergi dan infeksi. tetrasiklin: 
 pengobatan Hidrokortison juga Enpicortyn 
dengan steroid.  memiliki daya (Nicholas) salep
Pengobatan immunosupresi mata (K); 
lokal inflamasi.  dan anti alergi.  Terra-Cortril
Opth (Pfizer)
salep mata (K) 
Tetrahidrozolin/ Meredakan Pasien dengan Rasa seperti 2-3 kali Tetrahidrozolin Braito
Tetrizolin  mata merah glaukoma, atau tersengat, sehari 1-2 HCl memberikan Original 
karena iritasi yang hipersensitif terbakar tetes ke efek secara lokal (Konimex)
mata ringan  dengan  pada mata & dalam mata sehingga Tetes mata
tetrahidrozolin.  hiperemia yang sakit  memberikan efek 0.05% (T); 
reaktif (jika sebagai antialergi Ailin (Erela)
digunakan dan anti iritasi Tetes mata
dengan secara cepat 0.5% (T); 
 berlebihan)  dengan konsentrasi Isotic Clearin 
tertentu.  (Fahrenheit)
Tetes mata
0.5mg/ml (T); 
Santo (Sanbe)
tetes mata 0.5
mg/ml (T); 
Visine (Pfizer)
tetes mata
0.05% (T); 
Visolin (Darya
Varia) Tetes
Mata (T); 
Visto (GMP)
tetes mata
5mg/ml (T) 

16

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 16/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Contoh sediaan obat tetes mata golongan kortikosteroid

2.4 Golongan obat tetes mata Midriatik

Digunakan untuk memperlebar pupil mata, biasanya digunakan bila akan dilakukan
 pemeriksaan pada mata untuk melihat detail mata. Tetes mata midriatik secara temporer akan
menstimulasi pelebaran otot iris pada mata.
Midriatik biasa digunakan untuk alasan berikut ini:

 
1.
2.  Relaksasi otot lensa
Dalam operasi matamata dalam
untuk melakukan
menghindari fokus
luka mata.
gores dengan memperlebar pupil mata
(misal: operasi katarak).
3.  Untuk menghindari operasi katarak pada penderita katarak kecil yang masih kecil.
4.  Post operatif Glaukoma.
5.  Pada anak-anak penderita amblyopia (mata malas), midriatik digunakan sebagai
terapi untuk memburamkan pandangan mata agar otak anak terstimulasi.

Antimuskarinik melebarkan pupil dan melumpuhkan otot siliaris; keduanya berbeda


dalam potensi dan lama kerja. Midriatik yang relatif lebih lemah, kerja singkat, seperti
tropikamid 0.5%, digunakan untuk funduskopi. Penggunaan Midriatik menyebabkan
 pelebaran pupil mata sehingga lebih sensitif terhadap cahaya. Oleh sebab itu selain obat
 penggunaan kacamata UV juga dapat membantu.
Berikut beberapa golongan senyawa obat yang termasuk obat mata midriatik dan
sikloplegik: antimuskarinik (atropin sulfat, siklopentolat HCL, homatropin HBr,
Tropikamid), simpatomimetik (fenilefrin HCL).

17

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 17/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Efek   Mekanisme Sediaan 


Golongan Obat  Indikasi  Kontraindikasi  Dosis 
Samping  Kerja  beredar 
Atropin Sulfat  Sebagai Pasien glaukoma Iritasi lokal, Untuk Atropin sulfat Cendotropin
midriatikum atau konjungtiviti memecahka (Cendo) tetes
dan  berkecenderungan s foliculas, n posterior menghambat M. mata 0.5%, 1%
sikloplegikum, menjadi  penyumbata synechiae   1
constrictor (K) 
 pengobatan glaukoma, n vaskular, tts  pupillae dan M. Isotic Cycloma 
uveitis anterior hipersensitif   edema,  bergantian ciliaris lensa (Fahrenheit)
terutama eksudat, dengan 1 tts mata, sehingga tetes mata 0.1%
mencegah dermatitis larutan menyebabkan (K) 
 posterior kontak, Fenilefrin
 synechiae,  penglihatan 2.5% atau
midriasis dan
glaukoma kabur dan 10% setiap 5 siklopegia
malignant,  bertambahny menit, (paralisis
midriatik pra a sensitivitas masing- mekanisme
operasi, mata masing 3 akomodasi)
midriatik pasca terhadap kali. 
operasi.  cahaya   Medriatik
praoperasi: 
1 tts + 1 tts
larutan
Fenilefrin
2.5% atau
10%
sebelum
 pembedahan. 
Midriatik
pasca
operasi: 1-

3kali 1 tts 
Glaukoma
malignant:
awal 1 tts
 bersamaan
dengan
 pemberian 1
tts larutan
Fenilefrin
2.5% atau
10%, 3 atau
4 kali sehari. 

Tropikamida  Siklopegia dan Hipersensitif Peningkatan Dewasa: 2 Menghambat Cendo


midriatikum terhadap tekanan intra tetes interval respon otot Mydriatil
diagnostik pada komponen obat okular, 5 menit jika sfinger iris dan (Cendo) Tetes
semua umur, khususnya reaksi  perlu berikan otot akomodasi mata 0.5%, 1%
operasi katarak, golongan  psikotik, 1-2 tetes  badan ciliar (K) 
melumpuhkan tropikamida.  pedih setelah 30 terhadap Midric (Sanbe
akomodasi/ Penderita sementara, menit.  perangsangan Farma) tetes
siklopegik dan glaukoma primer  pandangan kolinergik, mata 0.5% 
midriatik untuk atau cenderung kabur, menghasilkan
 perosedur glaukoma. fotofobia, dilatasi pupil
diagnosa.  Penderita takikardia, (midriasis) dan
 pemakai lensa sakit kepala,  paralisis
kontak   atau reaksi akomodasi

18

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 18/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

alergi  (sikoplegia). 

Contoh sediaan obat tetes mata golongan M i dri atik

2.5 Golongan obat tetes mata Miotik dan Anti Glaukoma

Glaukoma adalah kelainan yang ditandai dengan kehilangan pandangan penglihatan


yang berhubungan dengan kerusakan pada optic disc  dan saraf mata. Walaupun umumnya
glaukoma dikaitkan dengan peningkatan intraokular tapi juga dapat terjadi pada tekanan
intraokular normal.
Glaukoma yang paling umum terjadi adalah glaukoma sudut terbuka primer
(glaukoma simplek kronik; glaukoma sudut lebar) dimana sumbatannya terjadi pada
trabecular meshwork . Kondisi ini sering tanpa gejala dan pederita kehilangan penglihatan
secara bermakna. Glaukoma sudut tertutup primer (glaukoma sudut tertutup akut; glaukoma
sudut sempit) disebabkan tertutupnya aliran aqueous humour ke bilik anterior dan secara
medis merupakan keadaan gawat darurat.
Hanya obat yang dapat menurunkan tekanan intraokular yang dapat digunakan dalam

 pengobatan glaukoma;
topikal atau analog obat tersebut
prostaglandin bekerja
umumnya melalui obat
merupakan mekanisme berbeda. Obat
pilihan pertama. Beta-blocker
ini perlu
dikombinasikan dengan obat lain seperti miotik, simpatomimetik, dan inhibitor anhidrase
karbonik untuk mengontrol tekanan intraokular.
Miotik digunakan dengan tujuan konstriksi/memperkecil pupil mata. Obat jenis ini
 bertolak belakang dengan penggunaan tetes mata midriatik. Sedangkan antiglaukoma
digunakan untuk mencegah peningkatan Tekanan Intra Okular yang berakibat pada
 perubahan patologis optik mata yang dapat menyebabkan kebutaan.

19

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 19/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Efek   Mekanisme Sediaan 


Golongan Obat  Indikasi  Kontraindikasi  Dosis 
Samping  Kerja  beredar 
Timolol Maleat  Untuk Gagal jantung, Iritasi Dewasa: 1 Timolol Isotic Adretor 
 pengobatan  bradikardi, syok ringan, tetes pada merupakan (Fahrenheit)
 peningkatan kardiogenik, asma hiperaremia mata yang  penghambat non Tetes mata
tekanan intra  bronkial, ringan, sakit, 1 kali selektif terhadap 0.25%, 0.5%
okular pada obstruksi saluran sensasi asing sehari; jika  beta 1 dan beta 2 (K); 
 pasien dengan napas kronis  pada tubuh, menggunaka adrenergik. Kentimol ED 
hipertensi dengan rasa n sediaan Mekanisme yang (Darya-Varia)
okular atau kecenderungan menyengat tetes mata  pasti dari aksi Tetes mata
glaukoma sudut spasmus bronkus dan panas lain, harus  penurunan 0.5% (K); 
lebar.  atau riwayat setelah  pada interval tekanan Nyolol 
spasmus bronkus,  pemberian, 5 menit; intraocular (Novartis) Tetes
hipersensitif  pandangan  periksa timolol belum mata 0.25%,
terhadap timolol kabur, mual, tenakan intra diketahui, namun 0.5%, gel mata
maleat dan  pusing, okular 34 studi tonografi 1mg/g (K); 
 benzalkonium hipoglikemia minggu dan Opthil (GMP)
klorida.  , asthenia.  setelah awal fluorofotometri Tetes mata
 pengobatan  pada manusia 0.25%, 0.5%
dan selama menunjukkan (K); 
 pengobatan  bahwa timolol Timolol
 periksa menurunkan Maleat (Cendo)
tekanan intra tekanan Tetes mata
okular secara intraocular 0.25%, 0.5%
teratur dengan cara (K); 
karena mengurangi Tim-Ophtal 
respon  produksi cairan (Sanbe) Tetes
 pasien dapat mata  mata 0.25%,
 berubah- 0.5% (K); 
ubah.  Ximex
Opticom 
(Konimex)
Tetes mata
0.5% (K) 

Betaksolol  Menurunkan Hipersensitif, Mata kering Gunakan Terutama Betoptima 


tekanan intra  penderita dengan sementara, tetes mata 2 memblok (Alcon) Tetes
okular pada sinus bradikardia  blefarokonju kali sehari  reseptor mata 0.25%,
 penderita yang lebih berat ngtivitis adrenergik ß1/ 0.5% (K); 
glaukoma sudut dari blok alergis.  Penyekat beta-1 Optibet 
terbuka kronis antrioventrikular reseptor yang (Sanbe) Tetes
dan hipertensi tingkat I, syok selektif sehingga mata 5mg/ml 
okuler.  kardiogenik atau menurunkan
 penderita gagal frekuensi jantung
 jantung.  dan curah
 jantung dan
 penurunan
 pelepasan rennin. 

20

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 20/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Latanopros  Peningkatan Hipersensitif Konjungtiva Gunakan 1 Analog Xalacom 


tekanan intra- terhadap hiperemis tetes pada  prostaglandin dan (Pfizer) Tetes
okular pada komponen obat,.  ringan s/d mata yang menaikan aliran mata (K); 
glaukoma sudut sedang, erosi sakit, sehari keluar uveosklera Xalatan 
lebar dan epitel 1 kali, pada kerjanya (Pfizer) Tetes
hipertensi  pungtata malam hari.  merelaksasikan mata 0.005%
okular yang sementara, M. Siliaris dan (K) 
tidak edema dan mengganggu
mentoleransi erosi kornea.  metabolisme
obat lain atau matriks
respon yang ekstraseluler otot
kurang baik   siliaris. 

Pilokarpin  Untuk Hipersensitif Rasa Gunakan merangsang saraf Cendo Carpine 


menciutkan terhadap terbakar, tetes mata 3-  parasimpatik, (Cendo) Tetes
 pupil, komponen obat, gatal, sakit, 6 kali sehari  sehingga terjadi mata 1%, 2%,
mengendalikan radang iris akut,  penglihatan kontraksi M. 3%, 4%, 5%,
tekanan anterior uveitis kabur, miopi, longitudinalis 6% (K); 
intraokular, dan papillary sensitisasi ciliaris yang Miokar 
glaukoma  block glaukoma, kelopak mata menarik tali (Sanbe) Tetes
terbuka.   penderita pemakai dan sclera, akibatnya mata 10 mg/ml
lensa kontak.  konjungtiva, membuka (K); 
katarak, trabekulum Epicarpine
kerusakan meshwork. Juga (Cendo) Tetes
retina dan menyebabkan mata (K) 

sakit kepala.  kontraksi M.


sfingter pupil
sehingga pada
glaucoma sudut
tertutup akan
terjadi miosis dan
sudut menjadi
terbuka. 

21

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 21/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

Contoh sediaan obat tetes mata golongan Miotik dan Anti Glaukoma.

2.6 Larutan Lensa Kontak

Lensa kontak adalah lensa plastik tipis yang dipakai menempel pada kornea mata
dimana memiliki fungsi yang sama dengan kacamata, yaitu mengoreksi kelainan refraksi,
kelainan akomodasi, terapi dan kosmetik.
Lensa kontak dapat terbuat dari gelas atau bahan plastik, untuk menutupi kornea dan
sebagian sklera. Ruang di antara lensa kontak dan kornea diisi dengan larutan garam
fisiologis.
Sistim ini dapat menghilangkan astigmatisme kornea dan mengadakan koreksi
ametropia.Lensa kontak mulai dipakai pada tahun 1930-an, di mana lensanya besar dan
terbuat dari gelas. Pada tahun 1947 mulai dikenal lensa kontak yang terbuat dari plastik yang
lebih kecil dan lebih tipis dari yang semula.

I.  Bentuk Lensa Kontak:


a) Lengkung belakang terdiri dari :
(1) PPC : Peripheral Posterior Curve (lengkung datar atau Base curve).
(2) Intermediate Posterior Curve.
(3) CPC : Central Posterior Curve.
 b) Lengkung depan terdiri atas :
(1) CAC : Central Anterior Curve (lengkung depan tengah).
(2) Intermediate Anterior Curve.
(3) PAC : Peripheral Anterior Curve.

22

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 22/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

II.  Larutan lensa kontak


  Jenis-jenis larutan lensa kontak

a.  Larutan serba guna ( multipurpose solution ).

Larutan serba guna lensa kontak berfungsi membersihkan,mensterilkan dan


menyimpan lensa kontak.lensa kontak bulanan dan tahunan harus direndam dengan larutan
minimal 6 jam untuk mencuci lensa kontak sehingga terhindar dari kontaminasi yang
merusak mata.
Contoh :

Larutan serbaguna

 b.  Larutan pencuci lensa kontak

Larutan pencuci lensa kontak biasanya dianjurkan untuk lensa kontak tahunan,Namun dapat
digunakan juga oleh lensa kontak bulanan.Larutan pencuci digunakan untuk menghilangkan
sisa-sisa yang menumpuk di lensa kontak,seperti minyak dan protein.
Contoh :

L aru tan pencuci l ensa kontak

23

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 23/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

c.  Larutan pelembab lensa kontak( lubricating and rewetting drops)

Larutan yang diteteskan untuk melumasi lensa ketika lensa kontak sedang
dipakai.Larutan tersebut dapat digunakan sepanjang hari untuk menjaga kelembaban mata
dan untuk meningkatkan kenyamanan pemakaian lensa kontak.
Contoh :

L aru tan pel embab lensa kont ak.

24

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 24/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa obat memiliki cara pemakaian
yang khusus. Pasien diharapkan mengikuti prosedur yang telah diberikan untuk menjaga
kenyamanan dan keselamatan dalam berobat.
Selain itu, berpikir cermat dalam memilih obat khusus adalah sikap yang bijak ketika
sakit. Karena tidak semua obat dengan merk yang berbeda memiliki khasiat yang sama.
Dari pembahasan diatas dapat dilihat bahwa obat tetes mata harus lah :

a.  steril
 b.   bebas dari partikel tersuspensi kecuali bentuk suspense
c.  sedapat ungkin isotonis dan isohidris
d.  Dibufer
e.  Dalam wadah kecil, praktis dan steril
f.  Mengandung zat bakteriostatik untuk menjaga sterilitas dan stabilitas
Formulasi suspense obat mata dapat dibuat jika diperlukan untuk membuat produk
yang bertujuan mengingkatkan waktu kontak kornea, atau diperlukan untuk obat tidak larut
atau tidak stabil dalam pembawa air.

1. Midriatik adalah golongan obat yang mempengaruhi dilatasi atau ukuran pupil bola mata
dapat membesar (midriasis).
2. miotik adalah golongan obat yang mempengaruhi kontraksi atau ukuran pupil bola mata dapat
mengecil (miosis).
3. antiseptik dan antiinfeksi digunakan pada gangguan mata karena adanya infeksi oleh mikroba,
masuknya benda asing ke dalam kornea mata atau kornea mata luka/ulkus.
4. Kortikosteroid yang digunakan secara lokal (seperti tetes mata, salep mata, atau injeksi
subkonjungtival) atau secara oral dan sistemik memiliki peranan penting dalam pengobatan
inflamasi segmen anterior, termasuk yang disebabkan oleh pembedahan.

3.2 SARAN
  Sebelum memberikan larutan atau suspense optalmik sebaiknya pengguna mencuci

tangan sampai bersih. Selama penanganan dan pemberian obat ata, harus berhati-hati
agar penetes tidak berkontak dengan mata, kelopak mata, atau permukaan lain.
  Mencegah lebih baik daripada mengobati.

25

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 25/26
5/18/2018 MAKALAHGOLONGANOBATTETESMATA-slidepdf.com

DAFTAR PUSTAKA

  Anonim. www.hidupkusehat.com. Sudahkah Kamu Tahu Cara Menggunakan Salep


Mata dengan Benar?. Diakses tanggal 13 Maret 2013.

  Anonim. www.hidupkusehat.com.Menggunakan Tetes Mata dengan Benar. Diakses


tanggal 13 Maret 2013.

  Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran UI, 2000, Farmakologi dan Terapi, ed. 4,
Gaya Baru, Jakarta, hal 155.

  Depkes RI, 1979, FI ed III, Jakarta, hal 10, 86, 403, 498, 499, 983.

  Depkes RI, 1995, FI ed IV, Jakarta, hal 675  –  676, 1144

26

http://slidepdf.com/reader/full/makalah-golongan-obat-tetes-mata 26/26