You are on page 1of 36

LAPORAN PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

PT. KERETA API INDONESIA


DAERAH OPERASI VIII SURABAYA
Jl. Gubeng Masjid

Oleh :

Erisa Veby Aristi Anah (201610160311073)


Yulianti Mauludiyah (201610160311089)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2018
LEMBAR PENGESAHAN
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

Lokasi :PT. KAI Daerah Operasi VIII Surabaya Jl. Gubeng Masjid no. 1
Pelaksana Praktik Kerja Lapangan :

Pelaksana : Erisa Veby Aristi Anah (201610160311073)


Yulianti Mauludiyah (201610160311089)

Waktu Pelaksanaan : 11 Juli 2018 – 24 Juli 2018


Telah disetujui dan dikoreksi oleh :

Ketua Pelaksana Pembina Lapangan

Yulianti Mauludiyah Novrita. L. Niswah


NIM: 201610160311089 NIPP: 64386

Ketua Jurusan
Manajemen

Dr.Marsudi, M.M
NIP. 10785110357

i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
Magang. Pelaksanaan kegiatan Magang ini merupakan tugas untuk memeuhi syarat
dalam mengajukan skripsi untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Univrsitas Muhammadiyah Malang. Penulis menyadari bahwa
penyusunan laporan pelaksanaan Magang ini tidak akan terwujud tanpa adanya
bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini
penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. Marsudi, MM selaku ketua jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Seluruh Dosen Pengajar bidang study Manajemen yang telah memberikan
ilmu yang bermanfaat bagi penulis.
3. Pimpinan, staf dan karyawan pada Kantor Daerah Opersi VIII Surabaya
yang telah memberikan ijin dan bantuan selama penulis melakukan kegiatan
Magang.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan
Magang ini baik dalam teknik penyajian materi maupun pembahasan. Demi
kesempurnaan laporan Magang ini, saran dan kritik yang sifatnya membangun
sangat penulis harapkan. Semoga karya tulis ini bermanfaat dan dapat memberikan
sumbangan yang berarti bagi pihak yang membutuhkan.

Malang, Juli 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................... i


KATA PENGANTAR ............................................................................ ii
DAFTAR ISI ........................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR .............................................................................. iv
DAFTAR TABEL ................................................................................... v
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................... vi
BAB I : PENDAHULUAN ..................................................................... 1
1.1.Latar Belakang ............................................................................ 1
1.2.Tujuan Kegiatan Praktik Kerja Langsung ................................... 2
1.3.Manfaat Praktik Kerja Langsung ................................................ 2
1.3.1. Bagi Mahasiswa ................................................................. 2
1.3.2. Bagi Perusahaan atau Instansi............................................ 3
1.3.3. Bagi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis ... 4
BAB II :PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN .............. 5
2.1.Gambaran Umum Tempat Praktik Kerja Lapangan.................... 5
2.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ........................................ 5
2.1.2. Visi dan Misi Perusahaan ........................................... 7
2.1.3. Logo Kereta Api ......................................................... 8
2.1.4. Budaya Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) ...................................................................... 11
2.1.5. Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia
(Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya .................... 12
2.2.Deskripsi Hasil Praktik Kerja Lapangan ..................................... 19
2.2.1. Uraian Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan ............. 19
2.3.Pembahasan ................................................................................. 21
BAB III : PENUTUP .............................................................................. 27
3.1.Kesimpulan ................................................................................. 27
3.2.Saran ............................................................................................ 27
LAMPIRAN-LAMPIRAN

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1Logo PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ............................ 10


Gambar 2.2Logo Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) ............... 11
Gambar 2.3Struktur Organisasi PT. KeretaApi Indonesia (Persero)
Daerah Operasi VIII Surabaya....................................................... 13
Gambar 2.4Flowchart Prosedur pengadaan barang/jasa di bagian
Pengadaan ................................................................................... 24
Gambar 2.5Flowchart Prosedur Pengadaan Barang atau Jasa dari Unit
Keuangan Eksternal Sampai Pemotongan Pajak ........................... 26

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Karyawan pada Tahun 2015 ....................................... 7


Tabel 2.2Uraian pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan diPT. Kereta
Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya ............. 20

v
DAFTAR LAMPIRAN

Foto kegiatan praktek kerja lapang

Gambar bukti potong

vi
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi yang
menyelenggarakan pendidikan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
diharapkan mampu menghasilkan lulusan-lulusan yang terampil, professional
dan siap pakai pada bidangnya. Hal ini menuntut disesuaikannya program
pendidikan dengan perkembangan lapangan pekerjaan yang sesungguhnya,
sehingga para mahasiswa dapat mempergunakan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang diperoleh di bangku kuliah sebagai pegangan dalam
menghadapi berbagai kendala yang mungkin akan terjadi dikemudian hari di
lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Perguruan tinggi dalam hal ini sebagai tempat untuk membekali ilmu
pengetahuan dan ketrampilan sedangkan perusahaan sebagai pasar dari output
perguruan tinggi tersebut, membutuhkan keterkaitan antara dua lembaga itu
yang guna terjadinya transformasi timbal balik atas ilmu pengetahuan,
teknologi, alih informasi, ketrampilan lebih lanjut. Salah satu media efektif
untuk mengimplementasikan konsep tersebut dibutuhkan suatu aplikasi teknis,
salah satu manifestasinya adalah melalui program Praktek Kerja Langsung.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis memilih, PT. Kereta Api
Indonesia (Persero) Daop 8 Surabaya yang didalamnya terdapat lembaga
keuangan, lembaga operasional serta lembaga pengelolaan sumber daya
manusia, serta lembaga usaha, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 8
Surabaya lainnya yang terkait dengan program studi manajemen sebagai
tempat Praktek Keja Lapangan bagi mahasiswa.
Memperhatikan situasi perkembangan ekonomi akhir-akhir ini, sehingga
bagi pihak pengelola program studi dituntut untuk perbaikan disegala bidang.
Sedangkan, perusahaan atau instansi dituntut untuk menentukan langkah serta
upaya yang tepat untuk menjaga eksistensi perusahaan untuk mencapai tujuan
yang diharapkan. Hal ini akan memberikan pelajaran yang sangat berharga
2

bagi anak didik kami. Dari pihak pemerintah sendiri juga telah memberikan
perhatian yang cukup luas terhadap dunia bisnis dengan menetapkan berbagai
peraturan dan kebijakan yang sifatnya mendorong pertumbuhan perusahaan di
Indonesia.
1.2 Tujuan Kegiatan Praktik Kerja Langsung
Pada saat ini kegiatan praktik kerja langsung memiliki beberapa tujuan yang
sangat bermanfaat bagi setiap mahasiswa. Adapun tujuan kegiatan magang
adalah sebagai berikut:
a. Untuk memberikan pengalaman dan mengimplementasikan bidang studi
yang ditempuh para mahasiswa sebagai upaya untuk melahirkan tenaga
yang professional, kreatif, berwawasan ke depan, inovatif serta tanggung
jawab yang tinggi.
b. Agar mahasiswa memperoleh keterampilan dan pengalaman kerja praktis
sehingga secara langsung dapat memecahkan permasalahan yang ada
dalam kegiatan di bidangnya.
c. Agar mahasiswa dapat melakukan dan membandingkan penerapan teori
yang diterima di perkuliahan dengan praktek yang dilakukan di lapangan.
d. Meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara teori
dan penerapannya sehingga dapat memberikan bekal bagi mahasiswa
untuk terjun ke masyarakat.
e. Meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara perguruan tinggi,
pemerintah, dan perusahaan.
1.3 Manfaat Praktik Kerja Langsung
1.3.1 Bagi Mahasiswa
a. Dapat memperoleh tambahan wawasan, pengetahuan dan keterampilan
yang relevan untuk meningkatkan kompetensi, kecerdasan intelektual
dan emosi.
b. Berkesempatan untuk belajar menerapkan pengetahuan teoritis yang
diperoleh di program pendidikan dalam berbagai kasus riil perusahaan
atau lembaga lain.
3

c. Mahasiswa dapat belajar untuk lebih profesional dalam mengerjakan


setiap pekerjaan dengan keterampilan emosional secara luas dalam
dunia kerja yang dibutuhkan.
d. Mengetahui dengan lebih jelas mengenai realita dunia kerja secara
langsung
e. Mampu beraktualisasi dan berkreasi pada ilmu yang dimiliki serta
dalam hubungan berkomunikasi dalam lingkungan kerjanya
f. Memperdalam dan meningkatkan keterampilan dan kreatifitas diri
dalam lingkungan yang sesuai dengan disiplin ilmu yang dimilikinya
g. Menjadi bahan persiapan menghadapi dunia kerja dan menyiapkan
langkah-langkah yang diperlukan untuk menyesuaikan diri dalam
lingkungan kerjan di masa mendatang.
h. Menambah wawasan dan pengetahuan kerja agar siap terjun langsung
di dunia kerja.
1.3.2 Bagi Perusahaan atau Instansi
a. Dapat melaksanakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan atau lembaga kepada masyarakat.
b. Sebagai sarana untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik antara
perusahaan dengan Universitas Muhammadiyah Malang, khususnya
Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan sebagai wujud kepedulian perusahaan
terhadap masa depan generasi muda serta menunjukkan keterbukaan
perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan nilai atau citra
publik di masyarakat.
c. Merupakan sarana penghubung antara instansi atau perusahaan dan
Lembaga Pendidikan Tinggi.
d. Sebagai sarana untuk memberikan pertimbangan dalam menentukan
kriteria tenaga kerja yang dibutuhkan oleh instansi atau perusahaan
yang bersangkutan, dilihat dari segi sumber daya manusia yang
dihasilkan Lembaga Pendidikan Tinggi.
e. Membantu tugas dari karyawan instansi atau perusahaan dalam bidang
yang berhubungan dengan pekerjaan yang bersangkutan
4

f. Sebagai sarana peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya


manusia, terutama calon tenaga kerja sehingga memudahkan dalam
proses pencarian tenaga kerja profesional.
1.3.3 Bagi Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
a. Sebagai sarana untuk memperluas jaringan kerja sama dengan
perusahaan dan lembaga lain yang terkait
b. Sebagai sarana dalam penerapan teori-teori yang telah dipelajari selama
mengikuti perkuliahan ke dunia kerja yang sesungguhnya
c. Untuk menambah wawasan praktis pada perusahaan sehingga
mahasiswa mendapatkan gambaran realita kerja yang sesungguhnya.
5

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

2.1 Gambaran Umum Tempat Praktik Kerja Lapangan


Gambaran umum ini terdiri dari sejarah berdirirnya dan perkembangan
Pt. Kereta Api Indonesia (Persero), visi dan misi Pt. Kereta Api Indonesia
(Persero), arti logo perusahaan, budaya perusahaan, dan struktur organisasi Pt.
Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya.
2.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Kehadiran kereta api untuk pertama kalinya di Indonesia ditandai
dengan pencangkulan pertama pada pembangunan jalan KA di desa
Kemijen, pada hari Jum'at tanggal 17-Juni-1864 oleh Gubernur Jenderal
Hindia Belanda yakni Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan
ini diprakarsai oleh Naamlooze Venootschap yang dipimpin langsung oleh
Ir. J.P de Bordes dari Kemijen ke desa Tanggung sejauh 26 Km dengan lebar
kereta 1435 mm. Ruas jalan tersebut dibuka untuk angkutan umum tepatnya
pada hari Sabtu, tanggal 10-Agustus-1867. Keberhasilan Naamlooze
Venootschap dalam membangun jalan Kereta api antara Kemijen
hinggaTanggung, sampai bisa menghubungkanantara kota Semarang dan
Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong para investor untuk membangun
jalur KA di daerah yang lainnya. Tak mengherankan, jika pertambah
panjang jalan rel pada tahun 1864 hingga 1900 tumbuh dengan cukup pesat.
Jika tahun 1867 sekitar 25 Km yang berkembang, pada tahun 1870
bertumbuh lagi menjadi 110 Km, kemudian pada tahun 1880 mampu
mencapai 405 Km, tahun 1890 mencapai 1.427 Km dan pada tahun 1900
bisa mencapai 3.338 Km.
Selain di Jawa, pembangunan jalur KA juga juga dilakukan di Aceh
pada tahun 1874, Sumatera Utara pada tahun 1886, Sumatera Barat pada
tahun 1891, Sumatera Selatan pada tahun 1914, bahkan pada tahun 1922 di
Sulawasi juga sudah dibangun jalan Kereta api sepanjang 47 Km
6

diantar Makasar dan Takalar, yang pengoperasiannya dikerjakan pada


tanggal 1-Juli-1923, sisanya Ujungpandang - Maros masih belum sempat
diselesaikan pada waktu. Sedangkan di Kalimantan, walaupun belum
sempat dibangun, tapi studi jalan KA antar Pontianak dan Sambas (220 Km)
telah diselesaikan. Demikian pula di pulau Bali dan juga Lombok, pernah
juga dilakukan studi untuk pembangunan jalan KA. Hingga tahun 1939,
panjang jalur KA di Indonesia sudah mencapai 6.811 Km. Namun, pada
tahun 1950 panjang jalan tersebut berkurang menjadi 5.910 km, sekitar 901
Km yang raib, diperkirakan karena dibongkar pada masa pendudukan
Jepang dan dipindahkan ke Burma untuk pembangunan KA di sana.
Jalan rel KA yang di Indonesia awalnya dibedakan menjadi
beberapa jenis, lebar kereta 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) lalu 600 mm pada
beberapa lintas cabang. Jalan rel KA yang dibongkar pada waktu
pendudukan Jepang pada tahun 1942 hingga 1943 sepanjang 473 Km,
sedangkan dibangun pada masa pendudukan Jepang ialah 83 km antara
Bayah hingga Cikara dan 220 Km diantara Muaro hingga Pekanbaru.
Namun sangat disayangkan, dengan memakai teknologi yang seadanya,
jalur KA Muaro – Pekanbaru yang direncanakan selesai pembangunannya
sekitar 15 bulan yang mempekerjakan kurang lebih 27.500 orang, 25.000
diantaranya merupakan Romusha. Jalan KA yang melintasi perbukitan,
rawa-rawa, serta sungai yang aliranya deras sudah banyak menelan korban
yang pemakamanya banyak tersebar di sepanjang Muaro hingga Pekanbaru.
Lalu pada tanggal 17-Agustus-1945, seusai kemerdekaan Indonesia
diproklamirkan, karyawan KA yang masuk dalam Angkatan Moeda Kereta
Api atau AMKA mengambil alih kekuasaan KA dari pihak Jepang. Kejadian
bersejarah tersebut tepatnya terjadi pada tanggal 28-September-1945.
Pernyataan sikap yang dilakuakan oleh Ismangil dan beberapa anggota
AMKA lainnya, menegaskan jika mulai tanggal tersebut kekuasaan
perkeretaapian sudah berada di tangan rakyat Indonesia. Orang Jepang tidak
diinzinkan untuk ikut campur dengan urusan perkeretaapian yang ada di
Indonesia. Inilah yang landasan utama mengapa tanggal 28 September 1945
7

ditetapkan sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, dan dibentuknya Djawatan


Kereta Api Republik Indonesia atau DKARI. Setelah itu PT KAI mengalami
perkembangan dari tahun ke tahunya.
Selanjutnya tepat pada Tahun 2016, PT KAI (Persero) mempunyai
karyawan sejumlah 25.361 orang untuk memberikan pelayanan di Jawa dan
juga Sumatera. Jumlah tersebut dibagi menurut pendidikan, dan usia seperti
yang tertera pada tabel berikut ini :
Tabel. 2.1
Jumlah Karyawan pada Tahun 2016
Pendidikan Jumlah Pegawai Usia Jumlah Pegawai
Tahun 2016 Tahun 2016
SD 1.512 <30 11.272
SLTP 1.536 31-40 5.157
SLTA 20.275 41-50 5.736
D3 583 51-56 3.196
S1 1.377
S2 78
JUMLAH 25.361 JUMLAH 25.361

2.1.2 Visi dan Misi Perusahaan


Dasar Pengesahan Visi dan Misi :
Visi dan Misi KAI telah dikaji dan ditetapkan oleh Dewan Komisaris
dan Direksi dalam RJPP tahun 2009-2013 melalui Maklumat Direksi No.
14/PR.006/KA.2009.
a. Visi:
“Menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada
pelayanan pelanggan dan memenuhi harapan Stakeholders”.

Makna Visi:
Melalui visinya, KAI bertekad menjadi operator kereta api
terbaik yang ada di Indonesia. Karena sejak diterbitkannya Undang-
8

Undang Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian maka


perusahaan swasta dapat menjadi operator kereta api di Indonesia
sehingga bukan hanya monopoli BUMN. KAI mengubah mindset
Perusahaan yang tadinya product oriented menjadi customer oriented
agar pelanggan menjadi fokus utama dalam berbagai kebijakan KAI.
KAI sebagai BUMN memiliki tanggung jawab yang besar baik
terhadap pemerintah, masyarakat, pelanggan, dan berbagai stakeholder
lainnya dengan terus menjaga kepercayaan para Stakeholder melalui
pencapaian kinerja terbaik.
b. Misi:
Menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha
penunjangnya melalui praktik bisnis dan model organisasi terbaik untuk
memberikan nilai tambah yang tinggi bagi Stakeholders dan kelestarian
lingkungan.
2.1.3 Logo Kereta Api
Logo merupakan sebuah simbol yang sangat penting bagi identitas
sebuah perusahaan. Sebuah logo dapat membawa citra perusahaan serta
memiliki peran penting dalam proses brand building. Sebuah logo dapat
berkomunikasi dengan target konsumen, sehingga perubahan logo
seringkali merupakan sebuah keputusan besar yang harus dipertimbangkan
dengan seksama. Langkah tersebut juga dilakukan oleh perusahaan
perkeretaapian Indonesia, PT KAI.
Logo PT KAI telah mengalami beberapa kali perubahan. Perubahan
logo dilakukan untuk menandai perubahan layanan Kereta Api untuk
menjadi lebih baik. Logo pertama ari PT KAI dimulai setelah kemerdekaan
saat Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan
perkeretaapian dari Jepang hingga dibentuknya Djawatan Kereta Api
Repoeblik Indonesia (DKARI).
Nama DKARI kemudian diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta
Api (PNKA) kemudian diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api
(PJKA). Logo yang digunakan DKARI, PNKA dan PJKA didominasi warna
9

background kuning dengan simbol garis hijau bebentuk menyerupai sayap


burung. Logo ini memiliki kesan gagah dan militeristik dan digunakan pada
tahun 1953 hingga 1988.
PJKA kembali mengalami perubahan nama menjadi Perusahaan
Umum Kereta Api (Perumka). Perubahan tersebut diikuti perubahan logo
menjadi berbentuk segilima warna biru. Logo ini digunakan pada tahun
1988 hingga 1990.
Logo Perumka dan PT Kereta Api kembali mengalami perubahan
pada tahun 1991. Logo ini menggunakan warna orange berupa gambar mirip
dengan angka 2, dengan kemiringan 70 derajat dengan warna dasar putih
yang menampakkan bagian depan kereta api kecepatan tinggi dengan arah
yang saling berlawanan. Logo ini memberikan kesan sifat tegas, tajam, juga
menggambarkan arah bolak-balik perjalanan kereta api serta melambangkan
pelayanan (memberi dan menerima).
Pada tanggal 28 September 2011, PT KAI meluncurkan logo baru
bertepatan dengan peringatan ulang tahunya yang ke-66. Logo tersebut
diharapkan membawa semangat perbaikan bagi kinerja operator transportasi
massal di Indonesia.
Logo baru ini terlihat lebih mobile dibandingkan dengan logo lama
yang cenderung kokoh dan stabil. Bentuk logo yang dibuat miring
memperlihatkan adanya progresivitas. Berikut adalah makna atau arti dari
logo baru PT Kereta Api Indonesia.
10

Gambar 2.1
Logo PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Sumber: www.kereta-api.co.id.

1. 3 Garis melengkung melambangkan gerakan yang dinamis PT KAI


dalam mencapai Visi dan Misinya.
2. 2 Garis warna orange melambangkan proses Pelayanan Prima
(Kepuasan Pelanggan) yang ditujukan kepada pelanggan internal dan
eksternal. Anak panah berwarna putih melambangkan Nilai Integritas,
yang harus dimiliki insan PT KAI dalam mewujudkan Pelayanan
Prima.
3. 1 Garis lengkung berwarna biru melambangkan semangat Inovasi
yang harus dilakukan dalam memberikan nilai tambah ke stakeholders.
(Inovasi dilakukan dengan semangat sinergi di semua bidang dan
dimulai dari hal yang paling kecil sehingga dapat melesat.
Logo ini dilengkapi Wordmark baru “Kereta Api” yang terlihat lebih
jelas menggambarkan identitas perusahaan, menggantikan wordmark lama
“Keretapi” yang tidak jelas makna katanya. Di samping itu, logo ini juga
dibarengi kemunculan slogan “Anda adalah Prioritas Kami” dan mars
baru.Selain logo-logo kereta api tersebut, PT KAI juga menggunakan logo
Wahana Daya Pertiwi pada seragam pegawai KAI. Logo ini berupa seekor
burung garuda dengan dua sayap yang terdiri dari 8 helai bulu membentang
di atas roda kreta api berjeruji 8 buah. Burung garuda diapit padi 28 butir
11

dan kapas 9 kuntum yang melambangkan HUT Perkeretaapian Indonesia.


Di bagian bawah bertuliskan Wahana Daya Pertiwi.
2.1.4 Budaya Perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
Adapun budaya perusahaan PT. Kereta Api Indonesia (Persero),
sebagai berikut:
Gambar 2.2
Logo Budaya PT. Kereta Api Indonesia (Persero)

Sumber: www.kereta-api.co.id.
1. Integritas
Kami insan PT. Kereta Api Indonesia (persero) bertindak
konsisten sesuai dengan nilai-nilai kebijakan organisasi dan kode etik
perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan
diri dengan kebijaksanaan dan etika tersebut dan bertindak secara
konsisten walaupun sulit untuk melakukannya.
2. Profesional
Kami insan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki
kemampuan dan penguasaan dalam bidang pengetahuan yang terkait
dengan pekerjaan, mampu menguasai untuk menggunakan,
mengembangkan, membagikan pengetahuan yang terkait dengan
pekerjaan kepada orang lain.
3. Keselamatan
Kami insan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki sifat
tanpa kompromi dan konsisten dalam menjalankan atau menciptakan
sistem atau proses kerja yang mempunyai potensi risiko yang rendah
12

terhadap terjadinya kecelakaan dan menjaga aset perusahaan dari


kemungkinan terjadinya kerugian.
4. Inovasi
Kami insan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) selalu
menumbuh kembangkan gagasan baru, melakukan tindakan perbaikan
yang berkelanjutan dan menciptakan lingkungan kondusif untuk
berkreasi sehingga memberikan nilai tambah bagi stakeholder.
5. Pelayanan Prima
Kami insan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) akan
memberikan pelayanan yang terbaik yang sesuai dengan standar dan
mutu yang memuaskan dan sesuai harapan atau melebihi harapan
pelanggan dengan memenuhi 6A unsur pokok: Ability (Kemampuan),
Attitude (Sikap), Appearance (Penampilan), Attention (Perhatian),
Action (Tindakan), dan Accountability (Tanggung jawab).
2.1.5 Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah
Operasi VIII Surabaya
Untuk mengetahui gambaran susunan struktur organisasi PT. Kereta
Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi Daop VIII Surabaya dapat dilihat
dalam gambar 2.3.
Gambar 2.3
Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya

EVP DAOP 8

R. DADAN
RUDIANSYAH

DEPUTY EVP

DJAINURI

MANAGER HUMASDA MANAGER MANAGER JJ MANAGER OPERASI MANAGER IT MANAGER MANAGER


KESEHATAN PENGUSAHAAN
SDM&UMUM AGUS WIJAYANTO ASET
GATOT SUTYATMOKO YULIANTO APRIYONO
KASAN SADIKIN YATOTNA KARTONO

MANAGER HUKUM MANAGER MANAGER SARANA MANAGER SINTELIS SENIOR MANAGER MANAGER
KEUANGAN PENGAMANAN BANGUNAN
SUDJAJANTO AGUS NADI ACHMAD SHOLEH
LIA INDRIATI SUDIRMANTO DWI UTOMO

( 1)
Gambar 2.3
Struktur Organisasi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya

EVP DAOP 8

R. DADAN
RUDIANSYAH

DEPUTY EVP

DJAINURI

MANAGER PENGADAAN MANAGER MANAGER MANAGER MANAGER FASILITAS MANAGER


SENIOR MANAGER
BARANG DAN JASA ANGKUTAN BARANG PENGUSAHAAN ASET PENGAMANAN OPERASI PENUMPANG PENGAMANAN OBJEK
PENJAGAAN ASET
MADURA KA VITAL DAN ASET
MARIO EDUARD SUHARI ANNAS DANMAYA ROESTONO
FATUR TAMAWIWI FATONI TJUTJU JUMARA

(2)
15

Daerah Operasi VIII Surabaya merupakan satuan organisasi di lingkungan


PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang dipimpin oleh Executive Vice President
(EVP) yang bertanggung jawab dan berada dibawah direksi PT. Kereta Api
Indonesia (Persero) yang terdiri dari:
1. Seksi Sumber Daya Manusia dan Umum, mempunyai tugas dan
tanggung jawab:
a. Merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang berkaitan
dengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ditetapkan
kantorPusat, di Wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya;
b. Terselenggaranya proses peningkatan kualitas (quality
improvement ) secara berkelanjutan dan pengelolaan risiko di Unit
Kerja-nya;
c. Menyusun Program pengelolaan dan evaluasi kinerja Sumber
DayaManusia (SDM);
d. Menyusun program pengendalian biaya pegawai Daerah Operasi
8Surabaya;
e. Mengelola kegiatan administrasi kerumahtanggaan, protokoler
dan umum;
f. Mengelola kegiatan administrasi kerumahtanggaan, protokoler
dan umum;Mengelola dokumen perusahaan dan perpustakaan
serta penatausahaan arsip dan pusat arsip

2. Seksi Keuangan, mempunyai tugas dan tanggung jawab:


a. Merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang berkaitan
dengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ditetapkan
kantorPusat, di Wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya;
b. Terselenggaranya proses peningkatan kualitas (quality
improvement ) secara berkelanjutan dan pengelolaan risiko di
seksinya;
c. Mengkoordinir penyusunan Rencana Kerja Anggaran Tahunan
Daerah Operasi 8 Surabaya dan melaksanakan, mengendalikan
danmelaporkan rencana serta pelaksanaan anggaran;
d. Pelaksanaan akuntansi dan penyusunan laporan keuangan
DaerahOperasi 8 Surabaya serta pembinaanya;
e. Melaksanakan pengelolaan administrasi keuangan, pengesahan
pembayaran gaji pegawai, non pegawai, pengesahan pembayaran
kepada pihak ketiga serta penyelesaian dokumen analisa dan tata
usaha keuangan serta administrasi pelaksanaan petty cash;
f. Melaksanakan Administrasi Keuangan;
16

g. Melaksanakan penagihan atas Piutang Angkutan Penumpang,


Angkutan Barang dan Pengusahaan Aset (Rekening G.215/SAB)
sertaTata Usaha Administrasi Piutang (Aging Schedule);
h. Melaksanakan tata laksana dan tata usaha perbendaharaan Daerah
Operasi 8 Surabaya.
i. Melaksanakan pemantauan, penyelesaian dan pelaporan tindak
lanjut temuan pemeriksaan internal maupun eksternal.

3. Seksi jalan rel dan jembatan, mempunyai tugas dan tanggung jawab:
a. Pemantauan, pengawasan, pemeriksaan dan pembinaan mutu
pekerjaan teknis jalan rel, sepur simpang dan jembatan di seluruh
wilayah daerah operasi 8 surabaya.
b. Penyusunan program anggaran dan evaluasi kinerja pemeliharaan
jalan rel, sepur simpang dan jembatan.
c. Penyusunan perencanaan teknik pemeliharaan jalan rel, jembatan
dan sepur simpang.
d. Penyusunan perencanaan dan pengeoperasian fasilitas
saranapemeliharaan pemeliharaan jalan rel (MPJR) dan jembatan
sertaevaluasi jalan rel, sepur simpang dan jembatan.
e. Pelaksanaan pemeliharaan dan menjamin kelaikan jalan rel,
jembatandan sepur simpang.
f. Pelaksanaan program perawatan, perbaikan dan pengoperasian
fasilitas sarana pemeliharaan pemeliharaan jalan rel dan jembatan.

4. Seksi Sinyal, Telekomunikasi dan Listrik, mempunyai tugas


dantanggung jawab:
a. Merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang berkaitan
dengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ditetapkan kantor
pusat, di Wlayah Daerah Operasi 8 Surabaya.
b. Terselenggaranya proses peningkatan kualitas (quality
improvement) secara berkelanjutan, pengelolaan risiko dan
terjaminnya safety di seksinya.
c. Melaksanakan pemantauan, pengawasan, pemeriksaan dan
pembinaan mutu pekerjaan teknis perawatan sinyal,
telekomunikasi dan listrik umum untuk fasilitas operasi KA di
Wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya
d. Menyusun program anggaran terhadap kegiatan perawatan
instalasi /peralatan sinyal, telekomunikasi dan listrik umum untuk
17

fasilitas operasi KA, tertib administrasi usaha, kepegawaian dan


keuangan serta mengelola dan melakukan pengendalian terhadap
suku cadang peralatan serta alat kerja perawatan sinyal,
telekomunikasi dan listrik umum untuk fasilitas operasi KA.
e. Menyusun program kerja perawatan rutin, perencanaan teknis dan
jadwal kegiatan perawatan rutin, melaksanakan pengelolaan
perbaikan peralatan serta pengelolaan dokumentasi teknis
peralatan instalasi / peralatan sinyal, telekomunikasi dan listrik
umum untuk fasilitas operasi KA.
f. Mengelola data aset peralatan sinyal dan telekomunikasi,
mendokumentasi dan mendistribusikan regulasi, peraturan dan
pemberian informasi, serta melaksanakan evaluasi program kerja
perawatan rutin, realisasi anggaran perawatan dan kinerja peralatan
sinyal, telekomunikasi dan listrik umum untuk fasilitas operasi KA.
g. Melaksanakan kegiatan perawatan dan menjamin ketersediaan dan
kelaikan instalasi / peralatan sinyal, telekomunikasi dan listrik
umum untuk fasilitas operasi KA.
h. Melaksanakan perbaikan dan rekayasa teknis perawatan peralatan
sinyal, telekomunikasi dan listrik umum untuk fasilitas operasi KA
serta alat kerja.
i. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap Unit Pelaksana Teknis
(UPT) yang berada di bawah Seksi Sinyal, Telekomunikasi dan
Listrik di Wilayahnya Daerah Operasi 8 Surabaya.

5. Seksi Operasi, mempunya tugas dan tanggung jawab:


a. merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang
berkaitandengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah
ditetapkan KantorPusat di wilayah daop 8 Sb
b. Terselenggaranya proses peningkatan kualitas ( quality
improvement )pelayanan operasional KA secara berkelanjutan
dan pengelolaan resikodi seksinya
c. melaksanakan pemantauan, pengawasan, pemeriksaan
danpembinaan mutu pekerjaan teknis operasi di stasiun dan dalam
KeretaApi, Administrasi teknis operasional dan keuangan di
seluruh UPTStasiun, UPT Pelayanan Operasi Sarana
18

Telekomunikasi , UPT Crew KAdan Pusat Pengendali Operasi


Kereta Api pada wilayah Daop 8
d. Melaksanakan pemantauan dan pengelolaan lokomotip, KRL,
Keretadan gerbong yang siap operasi, merumuskan pemanfaatan
danpembagian kereta dan gerbong , pengaturan dan evaluasi
kinerjapelaksanaan program perjalanan kereta api, serta
melaksanakan tatausaha telekomunikasi / telegram maklumat (
TEM ).
e. Melaksanakan pengendalaian operasi kereta api secara terpusat dan
terpadu di wilayah daop 8.
f. Melaksanakan pelayanan operasi sarana telekomunikasi
danpemberian informasi / telegram.
g. Menjamin ketertiban dan kelancaran kegiatan operasi angkutan
keretaapi.
h. Melaksanakan pembinaan teknis terhadap Unit Pelaksana Teknis
yangberada di bawah Seksi Operasi di wilayah daop 8.
i. Melaksanakan perencanaan jumlah dan kualitas awak
KA,mengalokasikan dan membina awak ka.

6. Seksi Hubungan Masyarakat Daerah, mempunyai tugas dan tanggung


jawab:
a. Merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang berkaitan
dengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ditetapkan kantor
Pusat, di Wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya.
b. Melaksanakan fungsi Corporate Image Buliding.
c. Mengelola informasi dan komunikasi di dalam perusahaan
(internal)
dan menjalin hubungan dengan media massa di luar perusahaan
(eksternal).
d. Melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) di
wilayahnya.
19

7. Seksi Hukum, mempunyai tugas dan tanggung jawab:

a. Merumuskan penjabaran strategi dan kebijakan yang berkaitan


dengan tugas dan tanggung jawabnya yang telah ditetapkan kantor
Pusat, di Wilayah Daerah Operasi 8 Surabaya
b. Memberikan pertimbangan dan pendampingan / bantuan hukum
di dalam dan di luar pengadilan serta menjadi sumber informasi
hukum dan peraturan bagi pegawai / pejabat di Wilayah Daerah
Operasi 8 Surabaya.
c. Menjalin hubungan dengan pihak-pihak eksternal terkait.

2.2 Deskripsi Hasil Praktik Kerja Lapangan


Praktik kerja lapangan (PKL) merupakan salah satu persyaratan
akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah
Malang. Oleh karena itu memilih PT. Kereta Api Indonesia (Persero)sebagai
tempat melaksanakan Prakyik kerja Lapangan (PKL) dengan tujuan untuk
menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan dan mengetahui secara
langsung aspek keuangan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Kegiatan
Praktik Kerja Lapangan (PKL) dimulai dari persiapan sampai penyusunan
materi laporan Hasil Praktik Kerja Lapangan.

2.2.1 Uraian Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan


Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan dimulai pada tanggal 11 Juli –
24 Juli 2018 dan dilaksanakan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah
Operasi VIII Surabaya dengan 5 hari efektif kerja. Ketika pelaksanakan
praktik kerja lapangan, ditempatkan di divisi keuangan khususnya di staf
anggaran (1 orang), keuangan eksternal (1 orang), dan perpajakan (2 orang)
di dalam perusahaan tersebut, serta mendapatkan pengetahuan baru
mengenai dunia kerja.Adapun uraian pelaksanaan praktik kerja lapangan
yang dilakuka di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah sebagai berikut:
20

Tabel 2.2
Uraian pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan di
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya.
Tanggal Divisi Uraian Kegiatan
Pengenalan perusahaan dan
Anggaran penjelasan divisi keuangan dan aspek
anggaran
Hari ke-1 Pengenalan perusahaan dan
Rabu Akuntansi penjelasan divisi akuntansi dan aspek
(11 Juli 2018) akuntansi
Pengenalan perusahaan dan
Perpajakan penjelasan divisi keuangan dan aspek
perpajakan
Hari ke-2 Anggaran Mengevaluasi NPD dari tiap unit.
Kamis Menginput berkas tagihan masuk
Keuangan Eksternal
(12 Juli 2018) vendor baru
Perpajakan Membuat tagihan faktur pajak
Melakukan rekap Transfer Budget
Anggaran
Hari ke-3 tiap unit.
Jum’at Memeriksa kelengkapan berkas –
Keuangan Eksternal
(13 Juli 2018) berkas vendor
Perpajakan Mencetak tagihan faktur pajak
Hari Ke-4
Sabtu LIBUR
(14 Juli 2018)
Hari Ke-5
Minggu LIBUR
(15 Juli 2018)
21

Tanggal Divisi Uraian Kegiatan


Melakukan Scan berkas A13, A9,
Hari ke-6 Anggaran
faktur dan surat tagihan.
Senin
Akuntansi Mencocokan file
(16 Juli 2018)
Perpajakan Scan fatur pertamina

Anggaran Memilah Arsip Tagihan


Haei ke-7
Memeriksa daftar pajak
Selasa Perpajakan penghasilan pasal 21
(17 Juli 2018)
Melakukan pengisian nomor
Hari ke-8 Anggaran
pengeluaran barang
Rabu
Beban Pajak Bangunan yang
(18 Juli 2018) Perpajakan
dimiliki PT KAI
Anggaran Fotocopy rekening koran
Hari ke-9
Kamis Perpajakan Merekap ulang tagihan faktur
(19 Juli 2018)
Menghitung perbandingan KPI
Hari ke-10 Anggaran
untuk triwulan 1 dan triwulan 2
Jum’at
Cek list dan mendata ulang tagihan
(20 Juli 2018) Perpajakan
kemitraan

Hari ke-11
LIBUR
Sabtu
(21 Juli 2018)

Hari ke-12
LIBUR
Minggu
(22 Juli 2018)
22

Hari ke-13 Anggaran Mengarsip data per unit


Senin
Memilah arsip tagihan angkutan
(23 Juli 2018) Perpajakan
barang

Anggaran Memeriksa kelengkapan berkas


Hari ke-14
Selasa Mengeprint bukti bukti potong pph
Perpajakan
(24 Juli 2018

2.3 Pembahasan
Selama melaksanakan praktik kerja lapangan di PT. Kereta Api
Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya diperoleh berbagai data dan
informasi, di dalam divisi keuangan khusunya tentang anggaran, keuangan
eksternal dan perpajakan atas usaha jasa kontruksi dalam hal perbaikan
bangunan guna penunjang peningkatan pelayanan mutu fasilitas jasa
perkeretaapian yang selanjutnya diolah untuk dilaporkan dalam praktik kerja
lapangan. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya
merupakan perusahaan Badan Milik Usaha Negara (BUMN) yang sumber
modalnya berasal dari pemegang saham dan juga berasal dari penyertaan
modal pemerintah.
Sehubungan dengan telah ditetapkannya Undang-Undang Nomor 36
Tahun 2008 beserta aturan-aturannya pelaksanaannya tentang perubahan
keempat atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan
pasal 4 ayat 2, dimana didalamnya mengatur mengenai objek yang dikenai final
di antaranya penghasilan transaksi Usaha Jasa Kontruksi. Sebagai Badan
Usaha Milik Negara, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII
Surabaya melakukan pemotongan atas penghasilan jasa kontruksi yang
diterima kontraktor dalam pengadaan barang dan jasa dilingkungan PT. Kereta
Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 40
Tahun 2009 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun
2008 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Jasa Kontruksi. Adapun tarif
23

yang diterapkan oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII
Surabaya sebagai berikut:
a. 2% (dua persen) untuk Pelaksanaan Kontruksi yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa dengan kualifikasi usaha kecil;
b. 4% (empat persen) untuk Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa yang tidak memiliki kualifikasi usaha;
c. 3% (tiga persen) untuk Pelaksanaan Konstruksi yang dilakukan oleh
Penyedia Jasa selain Penyedia Jasa sebagaimana dimaksud dalam huruf
a dan huruf b;
d. 4% (empat persen) untuk Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan
Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang memiliki kualifikasi
usaha; dan
e. 6% (enam persen) untuk Perencanaan Konstruksi atau Pengawasan
Konstruksi yang dilakukan oleh Penyedia Jasa yang tidak memiliki
kualifikasi usaha.

Di dalam lingkungan kerja PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang boleh
mengerjakan pekerjaan kontruksi hanya kontraktor yang memiliki kualifikasi usaha
dari Lembaga Pengembangan Jasa Kontruksi (LPJK)serta menunjukkan Surat Ijin
Usaha Jasa Kontruksi (SIUJK) dan Surat Badan Usaha Jasa Kontruksi (SBUJK)
untuk mengetahui tarif yang akan dikenakan pada kontraktor tersebut.Ilustrasi
pekerjaan yang berkaitan dengan jasa kontruksi pada bulan Juli 2017 di PT Kereta
Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya adalah transaksi sebagai
berikut:

a. Penggantian jembatan BH 603 Km.203+455 Jembatan Risk.dl.type B


no.794 75% 1921 menjadi box culvert elips 6.5×2m antara duduk-cerme
koridor babat-kandangan.
b. Pengadaan dan pemasangan plat jembatan/apron pada kereta
24

c. Pengecatan atap kereta 14k, 22k3,2kmp3, 1p dan 4b di Dipo kereta


Sidotopo, Surabaya PAsar Turi dan Malang untuk mendukung angkutan
Lebaran tahun 2017.
Prosedur yang dilakukan atas kegiatan tersebut diawali dengan
permintaan dari seksi yang berhubungan dengan pelayanan maupun operasi.
Lalu pihak user (memiliki permintaan pengadaan barang/jasa) membuat
rencana anggaran biaya (RAB) dan permohonan dana untuk ditunjukkan
kepada pihak anggaran untuk memberikan persetujuan dana yang telah
diajukan. Jika nilai pengadaan kurang dari Rp. 200.000.000,- maka pengadaan
hanya dilakukan dengan penunjukan lansung vendor/rekanan dengan surat
perintah kerja (SPK) sedangkan jika nilai lebih dari Rp. 200.000.000,- maka
akan dilakukan tender/lelang untuk menentukan pemenang (harga yang paling
rendah). yang kemudian akan dibuatkan kontrak kerja/kesepakatan kerja.
Untuk mempermudah gambaran dari prosedur pengadaan barang atau jasa di
bagian pengadaanpada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dapat dilihat pada
gambar 2.4
25

Gambar 2.4
Flowchart Prosedur pengadaan barang/jasa di bagian pengadaan

User

Permintaan Pengadaan

Membuat RAB (RencananAnggaran Biaya)

Membuat Permohonan Dana

>200jt Ya Tende
r
Tidak

Surat Perintah Kerja Kontrak


(SPK)

User
26

Setelah vendor/rekanan/user menyelesaikan pekerjaannya, maka akan


dilakukan penagihan beserta pajak yang akan dipotong oleh PT. Kereta Api
Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya yang harus melampirkan
dokumen-dokumen, antara lain:
a. Kontrak kerja/kesepakatan kerja
b. Surat pesanan
c. Faktur tagihan
d. Surat Tagihan
e. Faktur pajak
f. NPD ACC
g. Berita acara penerimaan barang
h. Berita acara penyelesaian pekerjaan
i. Berita acara klarifikasi dan negosiasi
j. Justifikasi
Dokumen-dokumen tersebut akan diverivikasi bagian keuangan
eksternal mengenai kebenaran dan kelengkapan. Apabila dalam verifikasi
termasuk objek pajak pengasilan yang diterima oleh vendor/rekanan sesuai
tarif pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 atas usaha jasa kontruksi. Setelah itu
bagian keuangan mnerbitkan A13A (Bukti pembelian barang/jasa) dan A9 SPP
(Surat perintah pembayaran). Kemudian data tersebut dari keuangan Daerah
Operasi VIII Surabaya dikirim melalui E-mail kekantor pusat. Kantor pusat
mengeluarkan SSP 2 lembar, ID-Billing, dan rekening Koran sebagai bukti
transfer dan pemotongan pajak penghasilan pasal 4 ayat 2 atas usaha jasa
kontruksi. Data tersebut dikirim kembali ke Daerah Operasi VIII Surabaya
untuk pelaporan ke KPP. Untuk mempermudah gambaran dari penjelasan
diatas peerhatikan gambar 2.5
27

Gambar 2.5
Flowchart Prosedur Pengadaan Barang atau Jasa dari Unit
Keuangan Eksternal Sampai Pemotongan Pajak

Bagian Keuangan Daerah Operasi Bagian


Keuangan
VIII Surabaya Kantor Pusat

User Kantor Pusat

Kontrak Kerja
SSP Lembar 3
Surat Pesanan
SSP Lembar 1
Faktur Tagihan
Surat Tagihan ID Billing
Faktur Pajak Rekening Koran
NPD ACC
Dokumen
Lainnya
Keu. Daop 8

Verifikasi Tagiha
& Pajak

A13A (Bukti Pembelian


Barang/jasa)
A9 SPP (Surat Perintah
Pembayaran)

Email Ke Kantor
Pusat
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
1. Pelaksanaan pengadaan barang/jasa pada PT. Kereta Api Indonesia
(persero) dalam pekerjaan konstruksi hanya kontraktor yang memiliki
kualifikasi usaha dari lembaga pengembangan jasa kontruksi (LPJK) yang
diperbolehkan bekerjasama dengan perusahaan.
2. Pelaksanaan pemotongan, penyetoran dan pelaporan PPh pasal 4 ayat 2
atau Usaha Jasa Konstruksi di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah
Operasi VIII Surabaya telah dilaksanakan sesuai dengan Peraturan
Perundang-undangan Perpajakan yang berlaku.
3.2 Saran
Adapun saran yang dapat disampaikan, yaitu :
1. Bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang
khususnya program studi Manajemen, diharapkan dapat memberikan
berbagai referensi perusahaan demi kelancaran kegiatan PKL.
2. Bagi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi VIII Surabaya
terus menjaga ketertiban dan kepatuhan yang telah berjalan dalam
melaksanakan segala peraturan yang yang berlaku agar terhindar dari
kesalahan-kesalahan yang berakibat fatal bagi perusahaan.
LAMPIRAN-LAMPIRAN