You are on page 1of 11

Artikel Publikasi

ANALISIS KEBIJAKSANAAN PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI


PADA CV. SELATU PUTRA KABUPATEN TANAH BUMBU

Aplikasi Publikasi Ilmiah


Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Dalam
Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh:

ANDREAN ATMA MAULANI


NPM. 16.31.0839

UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN (UNISKA)


MUHAMMAD ARSYAD AL- BANJARI
FAKULTAS EKONOMI
BANJARMASIN
2018
ANALISIS KEBIJAKSANAAN PROMOSI DAN SALURAN DISTRIBUSI
PADA CV. SELATU PUTRA KABUPATEN TANAH BUMBU
Oleh : Andrean Atma Maulani
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN (UNISKA) MUHAMMAD ARSYAD
AL- BANJARI FAKULTAS EKONOMI, BANJARMASIN, 2018

Abstract
Andrean Atma Maulani, NPM 16.31.0839, Analysis of Promotion Policies and
Distribution Channels on CV. Selatu Putra, Tanah Bumbu Regency, Advisor I.
Dr. H. Mohammad Zainul, SE, MM, and Advisor II. Mrs. Hj. Aida Vitria, SE,
MM. The background of this research was carried out, because to know the
promotion policy and distribution channel analysis in the company CV. Selatu
Putra, Tanah Bumbu Regency. The purpose of this study was intended to find out
how the role of promotional policies and distribution channels in the company
CV. Selatu Putra, Tanah Bumbu Regency. The benefits of the research are
expected to be useful to develop the concept of promotional policies and
distribution channels in the company CV. Selatu Putra, Tanah Bumbu Regency.
The research method used in this study is descriptive-correlational research
method. Descriptive-correlational research means that researchers try to describe
and then try to relate the relationship between the independent variables and the
dependent variable. The results of the study found evidence that promotional
policies and distribution channels in the company CV. Selatu Putra Tanah Bumbu
Regency still needs a lot of improvement and development. This is supported by
evidence in the form of; CV company. Selatu Putra, Tanah Bumbu Regency, in
responsible for its production results has not reached the expected optimal target,
then in carrying out the promotion of the leadership of the company CV. Selatu
Putra, Tanah Bumbu Regency has not planned sales promotion activities in a
targeted manner, so that there are still weaknesses, because the marketing of
noodle packaging is still selling only around the Kalimantan area, it should be in
implementing promotions through advertesing activities or advertising must be
evenly distributed to the Regency Tanah Bumbu and Kotabaru in general, and CV
companies. Selatu Putra, Tanah Bumbu Regency, seems to have stalled a bit and
has not made significant progress in its marketing, because there have been a lot
of retail production, such as noodles, cigarettes and other staples that have a big
name for companies that have made extraordinary breakthroughs.
Keywords: Promotion Policy and Distribution Channels

Abstrak
Andrean Atma Maulani, NPM 16.31.0839, Analisis Kebijaksanaan Promosi dan
Saluran Distribusi Pada CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu, Pembimbing
I. Dr. H. Mohammad Zainul, SE,MM, dan Pembimbing II. Ibu Hj. Aida Vitria,
SE,MM. Latar belakang penelitian ini dilakukan, dikarenakan untuk mengetahui
secara analisis kebijaksanaan promosi dan saluran distribusi di perusahaan CV.
Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk
mengetahui bagaimana peran kebijasanaan promosi dan saluran distribusi di
perusahaan CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu. Manfaat penelitian
diharapkan berguna untuk mengembangkan konsep kebijasanaan promosi dan
saluran distribusi di perusahaan CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
deskriptif-korelational. Penelitian deskriptif-korelational artinya peneliti berusaha
menggambarkan dan kemudian mencoba menghubungkan adanya kaitan antara
variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menemukan
bukti bahwa kebijaksanaan promosi dan saluran distribusi di perusahaan CV.
Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu masih perlu banyak ditingkatkan dan
dikembangkan lagi. Hal ini didukung bukti berupa; Perusahaan CV. Selatu Putra
Kabupaten Tanah Bumbu ini dalam mempertangungjawabkan hasil produksinya
belum mencapai target optimal yang diharapkan, kemudian dalam melaksanakan
promosi pihak pimpinan perusahaan CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu
belum merencanakan kegiatan promosi penjualan secara terarah, sehingga dengan
demikian masih terdapat kelemahan, karena pemasaran kemasan mie ini masih
mengadakan penjualan hanya disekitar daerah Kalimantan saja, seharusnya dalam
melaksanakan promosi melalui kegiatan advertesing atau periklanan harus merata
kedaerah pemasaran ke wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru pada
umumnya, dan perusahaan CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu ini terlihat
mengalami sedikit terhenti dan tidak mengalami kemajuan secara signifikan
dalam pemasarannya, karena telah banyaknya produksi eceran, seperti ,mie,
rokok, dan bahan pokok lainnya yang mempunyai nama besar perusahaan yang
telah melakukan terobosan yang luar biasa.
Kata Kunci : Kebijaksanaan Promosi dan Saluran Distribusi

Pendahuluan
CV. Selatu Putra merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang
pengadaan barang dan jasa, termasuk di dalam menyediakan bahan-bahan ringan,
yang di jual kesupermaket atau minimarket, seperti mie-mie yang diproduksi oleh
PT.Iindofood, yang mana supaley nya PT. Indofood tersebut sudah keseluruhn
Indonesia dan bahkan ke negara-negera tetaangga, karena kedudukan pabriknya
yang salah satunya ada di Kalsel tepatnya daerah Kecamatan Bati-bati Kabupaten
Pelaihari. Dengan melihat kenyataan sekarang ini masalah pemasaran ternyata
bukan hanya merupakan teori-teori yang menekankan pada konsep, tetapi justru
merupakan kebutuhan bagi kalangan dunia usaha, termasuk di antaranya CV.
Selatu Putra dengan meniru kebijakan yang dilakukan PT. Indofood, maka
kegiatan CV. Selatu Putra tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi besar
terhadap keberhasilan usaha yang dilakukan di daerah Kabupaten Tanah Bumbu.
Sebagai salah satu wujud pembangunan adalah adanya pemberian kepada fatner-
fatner ke perusahaaan yang lebih kecil, seperti kebijakan yang dilakukan oleh CV.
Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu. Karena dengan adanya fatner perusahaan
kecil tersebut maka akan mampu memberikan lebih besar terhadap pemenuhan
kebutuhan akan barang dan jasa yang dimiliki, dan pada akhirnya mampu
menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, khususnya masyarakat yang
berada didaerah sekitar lokasi tersebut. Yaitu di Kabupaten Tanah Bumbu.
Pembangunan ekonomi pada umumnya didalamnya mencakup pembangunan
dunia bisnis yang meliputi usaha makro dan mikro, termasuk didalamnya usaha
kecil, usaha menengah dan usaha besar, dan semuanya tidak bisa diabaikan bagitu
saja, karena dengan pembangunan ekonomi yang berjalan baik, akan dapat
mensejahterakan masyarakatnya, terutama masyarakat yang ikut memasarkan
barang yang di kelola oleh CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu, untuk
selalu memasarkan produk makanan dan olahan yang bermutu, aman, halal dan
dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakaat setempat. Kebijakan promosi
pada hakekatnya adalah suatu komunikasi pemasaran, artinya aktifitas pemasaran
yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan atau
mengingatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia
menerima, membeli dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang
bersangkutan, Tjiptono (2001 : 219).
Adapun kebijksanaan promosi yang dilakukan menajemen CV. Selatu Putra,
dengan menggunakan
1. Personal selling
2. Sales Promotion
3. Mass Selling
Ada 6 macam kebijaksanaan saluran distribusi yang dapat digunakan oleh CV.
Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu :
1. Strategi saluran distribusi
Yaitu berkaitan dengan penentuan jumlah perantara yang digunakan untuk
mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen. Tujuan dari strategi ini
antara lain untuk mencapai jumlah pelanggan yang optimal pada waktu yang
tepat dengan biaya yang rendah.
2. Strategi cakupan distribusi
Yaitu strategi ini berkaitan dengan penentuan jumlah perantara di suatu
wilayah atau market exposure. Tujuannya melayani pasar dengan biaya yang
minimal namun bisa mencerminkan citra produk.
3. Strategi saluran berganda
Yaitu penggunaan lebih dari satu saluran yang berbeda untuk melayani
beberapa segmen pasar tujuannya adalah untuk memperoleh akses yang
optimal pada setiap segmen.
4. Strategi modifikasi saluran distribusi
Yaitu strategi mengubah susunan saluran distribusi yang ada berdasarkan
evaluasi dan peninjauan ulang, untuk menyesuaikan diri dengan
perkembangan keadaan pasar.
5. Strategi pengendalian saluran distribusi
Yaitu saluran distribusi yang menguasai semua anggota dalam saluran
distribusi agar dapat mengendalikan kegiatan mereka secara terpusat kearah
tujuan bersama.
6. Strategi manajemen konflik dalam saluran distribusi
Yaitu saluran distribusi yang menginginkan adanya persaingan harga kearahah
yang lebih sehat.
Bagi perusahaan yang usahanya telah berjalan dengan baik dalam kegiatan
operasionalnya seperti perusahaan CV. Selatu Putra Kabupaten Tanah Bumbu, ini
jelas dari petunjuknya, bahwa dengan adanya kebijaksanaan promosi dan saluran
distribusi salah satu kunci keberhasilan. Ada manfaat yang didapat dari adanya
kebijaksanaan tersebut, yaitu : manfaat inti (core benefit) atau jasa yang mereka
berikan; produk berwujud (tangible product), yakni derajat, mutu, gaya,
keistimewaan, pengemasan dan nama merk; dan produk diperkaya (augmented
product), yaitu pengiriman dan kredit, garansi, servis, purna jual, dan instalasi.
Karena kebijaksanaan meliputi segala sesuatu yang dipandang oleh pembeli atau
pemakai sebagai bahan dari produk dapat dilihat sebagai tiga komponen dasar
antara lain: inti fisik produk, kemasan produk, dan layanan tambahan (Henry
Simamora, 2000:440). Kebijaksanaan saluran distribusi yang baik, adalah suatu
kampanye promosi yang meyakinkan dan harga yang pantas tidak berarti dengan
penawaran produk yang kurang atau tidak memadai. Agar dapat bertahan atau
bahkan menguasai pasar, segala cara ditempuh oleh perusahaan untuk
menghadapi pesaing dan dapat menghasilkan keuntungan yang ditargetkan, juga
untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Perusahaan yang ingin meraih
kemenangan pada persaingan, paling tidak agar tetap bertahan tentunya
memerlukan strategi-strategi tertentu untuk menghadapi persaingnya tersebut.
Ukuran kesuksesan kebijaksanaan promosi dan saluran distribusi dapat diketahui
dari meningkatnya permintaan perusahaan dan perolehan laba yang maksimal
dalam periode tertentu dari tahun ke tahun, atau dari bulan ke bulan, serta
diimbangi dengan permintaan yang semakin besar. Ini terlihat pada merk produk
yang diartikan suatu nama, istilah, symbol, desain, atau gabungan keempatnya,
yang mengidentifikasikan produk para penjual dan membedakannya dari produk
pesaing yang lain. Di dalam teori pemasaran ada strategi yang disebut bauran
pemasaran (Marketing Mix). Pemasaran merupakan suatu kegiatan dan tindakan
yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan yang maksimal agar
tujuan organisasi atau perusahaan bisa terpenuhi dilakukan oleh perusahaan untuk
mencapai tujuan yang maksimal agar tujuan organisasi atau perusahaan bisa
terpenuhi dengan baik, dalam hal ini pengusaha dituntut lebih professional dalam
melakukan strategi pemasaran melalui kebijakan, sehingga barang atau jasa yang
ditawarkan akan dapat ditingkatkan.

Metode Penelitian
Dalam pembuatan skripsi ini metode penelitian yang digunakan adalah sebagai
berikut :
1. Library Research yaitu penelitian melalui buku-buku yang memuat teori-teori
yang dapat digunakan dalam pembahasan, baik itu mempelajari buku-buku
litaratur serta dari sumber bacaan lainnya dan selanjutnya akan diadakan
suatu pencarian data dengan menganalisa data-data yang dianggap
mempunyai hubungan terhadap masalah yang bahas.
2. Field Research yaitu penelitian lapangan melalui wawancara langsung dengan
pimpinan perusahaan, dimana sekaligus mengadakan observasi terhadap
aktivitas perusahaan terutama dalam meningkatkan volume penjualan melalui
promosi.
3. Teknik Memperoleh Data
1) Observasi yaitu proses pendekatan pada prilaku subjek (orang), subjek
(benda), atau kejadian yang sistematik tanpa adanya pertanyaan atau
komunikasi dengan individu-individu yang diteliti.
2) Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dalam metode survey yang
menggunakan pertanyaan secara lisan kepada subjek penelitian.
3) Dokumenter yaitu jenis data penelitian yang antara lain berupa : faktor,
jurnal, surat-surat, notulen, hasil rapat, memo atau dalam bentuk laporan
program, documenter memuat apa dan kapan suatu kejadian dan transaksi.
4. Sumber Data
1) Data primer adalah sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung
dari sumber aslinya.
2) Data sekunder adalah sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara
tidak langsung melalui media perantara.
5. Teknik Kualitatif Analisis data adalah data yang telah terkumpul melalui
cara-cara tersebut di atas diolah sedemikian rupa sesuai dengan ketentuan
teori dan praktek yang benar.

Hasil Analisis dan Pembaahasan


1. Analisis Kebijaksanaan Promosi
Bagi setiap perusahaan tujuan yang hendak dicapai adalah keuntungan yang
banyak realsiasi dari pada tujuan ini adalah melalui suatu penjualan, oleh karena
itu promosi alat yang sangat penting dalam menunjang kegiatan usaha dalam
meningkatkan hasil penjualan. Pada saat sekarang ini kita dapat melihat bahwan
promosi telah menjadi bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sikap perusahaan
dalam rangka menjalankan pemasaran hasil produknya, para pengusaha telah
yakin bahwa dengan promosi mereka dapat menjual dan meningkatkan jumlah
penjualan. Apabila kebijaksanaan promosi yang dijalankan tidak berhasil maka
akan menyebabkan bertambahnya biaya perusahaan bahkan bisa menyebabkan
kegagalan bagi perusahaan itu sendiri. Seperti yang kita kemukakan di bab
terdahulu dimana kebijaksanaan promosi merupakan arus informasi yang dibuat
untuk menggerakkan seseorang atau organisasi yang menggerakkan kepada
tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
2. Saluran Promosi Yang digunakan
Kebijaksanaan promosi yang dijalankan oleh CV. Selatu Putra di Kabupaten
Tanah Bumbu dilihat dari kegiatan promosi yang telah penulis jelaskan pada bab
terdahulu, maka kegiatan promosi yang digunakan adalah kegiatan promosi dalam
bentuk personel selling, Sales Promotion, Publisitas, dan Advertesing. Dengan
diterapkannya kegiatan promosi dalam bentuk personal selling, Sales Promotion,
Publisitas, dan Advertesing, maka perusahaan mengharapkan agar volume
penjualan barang produksinya dapat menghasilkan laba yang maksimal.
Sebagaimana telah penulis kemukakan diatas, bahwa perusahaan CV. Selatu Putra
di Kabupaten Tanah Bumbu terhadap kegiatan promosi dalam bentuk
kebijaksanaan nya telah menggunakan, personal selling, Sales Promotion,
Publisitas, dan Advertesing maka sebaliknya kebijaksanaan promosi yang dapat
menunjang dalm meningkatkan volume penjualam produk pada CV. Selatu Putra
di Kabupaten Tanah Bumbu tidak hanya menggunakan satu kegiatan promosi
saja, seperti melalui personel selling saja, tetapi menggunakan empat bentuk
kegiatan promosi yang lainnya, seperti terlihat dibawah ini, yaitu:
1) Personel Selling
Personel Selling adalah tenaga penjual dengan penyajian lisan oleh perusahaan
kepada satu atau beberapa calon pembeli dengan tujuan agar barang yang
ditawarkan dapat terjual, dalam personel selling terdapat kontak pribadi secara
langsung antara produsen ke konsumen.
2) Sales promotion
Sales promotion adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang
bersangkutan dengan usaha untuk menghubungi pembeli atau calon pembeli
secara langsung.
3) Publisitas
Publisitas merupakan stimulasi permintaan akan suatu barang atau dengan
membuat berita yang mempunyai arti komersial, dengan penyajian berita tersebut
pemasaran produknya dapat menjadi perhatian umum. Adapun publisitas tang
telah dipakai CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu adalah, Radio, Surat
Kabar, Brosur, leaflet, booklet, selebaran, spanduk.
4). Advertesing
Advertesing adalah cara penyampaian penyajian atau penyajian dengan cetakan
tulisan, kata-kata, gambar atau menggunakan orang, produk yang dilakukan oleh
suatu lembaga (perusahaan) dengan maksud untuk mempengaruhi meningkatkan
pemakaian atau untuk memperoleh suara, dukungan dan pendapat.
3. Analisis Kebijaksanaan Saluran Distribusi
Saluran distribusi merupakan masalah yang paling penting bagi kelangsungan
perusahaan oleh karena itu saluran distribusi yang tepat merupakan dasar untuk
kelanjutan hidup perusahaan, meskipun barang dan jasa yang diproduk sudah
sesuai dengan selera konsumen tapi kalau ternyata saluran distribusi yang
digunakan tidak tepat maka usaha untuk menyalurkan barang dan jasa akan
mengalami kelambatan atau bahkan mengakibatkan kemacetan. Selain itu
kekeliruan dalam memilih saluran distribusi juga akan membuat harga jual sampai
ke konsumen sangat tinggi, hal ini dapat terjadi apabila perusahaan telh
menetapkan saluran distribusi yang menimbulkan tingkat mata rantai terlalu
banyak. Oleh karena itu pengaruhnya sangat besar terhadap kelancaran arus
barang dari produsen ke konsumen maka saluran distribusi ini harus benar-benar
dipertimbangkan dan sama sekali jangan dipertimbnagkan, banyak perusahaan-
perusahaan tidak mencapai sasaran penjualan yang dikarenakan oleh tidak
tepatnya saluran distribusi yang digunakan. Dengan demikian saluran distribusi
adalah meliputi semua kegiatan yang berhubungan dengan usaha untuk
menyampaikan barang dan jasa hasil produksi kepada para konsumen, didalam
pemilihan saluran ini juga termasuk tiga aspek yang penting, yaitu :
1) Tipe dari barang yang digunakan.
2) Jumlah dari barang.
3) Kerja sama yang diharapkan dari padanya.
Kemudian Jumlah penyaluran yang akan dipergunakan dalam menyalurkan
barang-barang dari produsen hingga sampai ke konsumen. Menurut Soehardi Sigit
( 2000 : 53 ) ada beberapa kebijaksanaan dari pendistribusian adalah :
1) Distribusi insentif.
2) Distribusi selektif.
3) Distribusi eksklusif.
Produksi dan pemasaran merupakan fungsi-fungsi penting bagi masyarakat karena
dapat menciptakan faedah. Faedah dapat didefinisikan sebagai kemampuan dari
suatu barang untuk memuaskan kebutuhan manusia, jadi faedah merupakan dasar
bagi seluruh nilai ekonomi. Manurut Alfani ( 2005 : 11 ) ada beberapa Janis
faedah, yaitu :
1) Faedah bentuk ( form utility )
2) Faedah waktu ( time utility )
3) Faedah tempat ( place utility )
4) Faedah milik ( owners utility )
5) Faedah posisi ( positition utility )
6) Faedah pelayanan ( service utility )
Berdasarkan hal-hal yang telah dijelaskan diatas tadi, dapatlah kiranya ditentukan
saluran distribusi yang mana sebaliknya dipergunakan oleh perusahaan CV. Selatu
Putra di Kabupaten Tanah Bumbu, agar penjualan hasil produksi perusahaan ini
dapat berjalan dengan baik.
4. Kebijaksanaan Saluran Distribusi Yang digunakan
Adapun saluran distribusi yang dipakai sekarang oleh perusahaan adalah
penyaluran langsung kepada konsumen akhir. Dalam melaksanakan penjualan ini
para agen membeli barang langsung ke perusahaan dalam mendistriusikan produk
perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu keseluruh cabang di
Kalimantan Selatan, terutama Kabupaten Tanah Bumbu dan Kotabaru, dan
sebagian Tanah Grogot Kalimantan Timur, sehingga untuk membantu kelancaran
penyaluran, maka pemesanan produk perusahaan ini harus datang langsung
keperusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu. Bagi konsumen yang
tinggal jauh dari kota Banjarmasin hal ini cukup menyulitkan agen-agen yang
menyalurkannya, karena mereka harus menempuh perjalanan yang cukup jauh
untuk datang ke perusahaan dalam memilih jenis produk mie instan yang mereka
inginkan. Sehingga hal ini mengakibatkan para konsumen yang menginginkan
penjualan besar lebih cenderung untuk membeli produk pada agen-agen tertentu
dari pada took-toko yang juga menawarkan produk yang sama dan letaknya relatif
dekat dengan mereka, oleh karena hanya menggunakan satu-satunya saluran
distribusi dan sifatnya menunggu datangnya para pembeli ke agen-agen CV.
Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu, yang nantinya dengan sendirinya
jumlah penjualan relatif besar, dibanding took-toko yang mengambil mie instan
dari penyalur-penyalur lainnya, yang relaiitf kecil pembeliannya di perusahaan
CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu. Saluran distribusi yang digunakan
oleh perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu, seperti dalam
Tabel berikut, dibawah ini :
Tabel. 1
Saluran Distribusi Yang Digunakan Pada
CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu
Perusahaan

Agen

Konsumen
Konsumen Dalam hal kebijaksanaan yang selama ini diterapkan oleh perusahaan
CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu adalah melakukan pencetakan
brosur, namun brosur ini tidak diedarkan kemana-mana kecuali bagi pengunjung
yang datang dan meminta brosur tersebut. Sebagaimana penulis telah kemukakan
terdahulu bahwa perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu tidak
memiliki toko penyalur sebagai pengecer, baik didalam daerah Banjarmasin
maupun diluar daerah, sedangkan para konsumen yang ingin membeli produk ini
langsung datang ke berhubungan lewat telpon atau media lainnya ke perusahaan,
oleh karena itu dalam rangka meningkatkan volume penjualan Manager
perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu hendaknya dapat
mengembangkan usaha melalui pembukaan agen-agen dan cabang usaha sebagai
mitra dalam rangka perluasan saluran distribusi produksi. Untuk menambahkan
saluran distribusi yang telah ada ini bisa juga dengan cara menyewa tempat yang
terletak dipertengahan kota atau tempat yang strategis untuk penjualan agen mie
instan, serta menjalin kerjasama dengan mitra lain atau agen-agen besar yang
berada diluar daerah kota Banjarmasin. Mengenai saluran distribusi yang
diinginkan selanjutnya oleh pihak menajemen, yaitu digunakan sebagai tambahan
adalah pengecer sebagai penyaluran oleh perusahaan CV. Selatu Putra di
Kabupaten Tanah Bumbu, sehingga bisa dilihat pada tabel di bawah ini, yaitu :
Tabel. 2
Saluran Distribusi Yang Diinginkan Tambahannya
Oleh CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu
Produsen/Perusahaan
Agen
Pengecer
Konsumen
Jadi berdasarkan saluran distribusi tersebut diatas, penjualan dapat dilakukan
dengan cara :
1) Dari perusahaan langsung ke Agen-agen.
2) Dari Agen-Agen langsung Ke Pengecer
3) Dari Pengecer langsung ke Konsumen
4) dan dari Konsumen, nantinya dapat diketahui berhasil tidaknya kebijakan,
promosi, dan distribusi Mie Instan dari perusahaan.
Dalam menambah saluran distribusi yang ada haruslah pemimpin perusahaan
dalam hal Manager mengetahui cara atau metode pengecer (rentailing) yang
menentukan banyaknya maka langkah selanjutnya cara yang dapat dilakukan di
dalam menjual barang secara langsung kepada konsumen atau pembeli, ada tiga
cara yang dapat ditempuh dan di perhatikan sebagai pertimbangan pemimpin
perusahaan dalam menjual barang langsung pada konsumen atau pembeli, yaitu :
1) Penjual ada ditempat tertentu ( misalnya agen, supermarket, took-toko, dan
pengecer lainnya ) konsumen datang ke tempat agen ataiu penjual untuk
memilih barang yang di beli.
2) Penjualan dilakukan dengan mengirimkan barangnya sesuai dengan order
atau pesanan dari Agen atau .
3) Dengan cara menawarkan langsung atau lewat media-media promosi ke
konsumen atau pembeli.

Kesimpulan
Perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu ini dalam
mempertangungjawabkan hasil produksinya telah berhasil mencapai target yang
diharapkan secara maksimal, hal ini disebabkan oleh sudah optimalnya
kebijaksaan promosi dan kebijaksanaan saluran distribusi yang telah dijalankan.

Saran-saran
Mengingat pentingnya bagaimana pemasaran yang baik, maka hendaknya
diusahakan secara luas untuk memperkenalkan barang-barang hasil produksi mie
instannya, perusahaan CV. Selatu Putra di Kabupaten Tanah Bumbu, harus
dengan cermat melalui promosi yang tepat pula, sehingga konsumen yang belum
mengetahui barang produksi baru, akan dengan cepat mengetahui produk baru
tersebut.

Daftar pustaka
Alex S, Nnitisemito, 2001, Marketing, Edesi Revisi 1, Ghalia Indonesia, Jakarta.
Alfani, 2005, Ekonomi dan Perbankan, Fakultas Ekonomi, Uniska Bjm,
Banjarmasin.
Alma, 2001, Manajemen Pemasaran, Badan Penerbit Fakultas Ekonomi UGM,
Yogyakarta.
Basu Swastha, 2009, Azas-Azas Marketing I, Edisi Ketiga, Liberty, Jakarta.
Basu Swastha, dan Irwan, 2000, Manajemen Pemasaran, Modern, Edisi Kedua,
Liberty, Jakarta.